trinity_logo_web.png
Menu
UNGU Rayakan 20 Tahun Berkarya Dengan Konser di Singapura

 

Singapore, 25 Februari 2017 – Sudah 2 dekade, band UNGU meramaikan dunia musik Indonesia. Terhitung sejak berdiri di tahun 1996, kehadiran UNGU mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik negeri serta menjadi salah satu ikon band yang mampu menyajikan karya-karya apik dan bisa diterima di seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya di Indonesia, nama band UNGU pun dikenal sampai ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

Kini di 20 tahun berkarya, UNGU menggelar konser “UNGU – 20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura. Walaupun sang vokalis, Pasha, sempat 1 tahun vakum dikarenakan resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu sejak tahun 2016 lalu, UNGU tetap tampil memukau penonton yang hadir malam itu. “Alhamdulillah, penonton Singapore selalu menyambut baik dengan ramai, bahagia, seneng, melihat UNGU datang untuk konser. Apalagi UNGU sudah lama banget ga konser seperti ini. Karena ini konser merayakan 20 tahun UNGU berkarya, jadi kami harus memberikan yang spesial. Harus menampilkan lebih dari yang biasanya”, ucap Pasha.

Perayaan ulang tahun Ungu yang ke-20 tahun tersebut, tampaknya menepis isu keretakan di band ini. Pasha, Enda, Makki, Onci dan Rowman menghibur dan mengajak para penonton Singapura untuk bernostalgia dengan lagu-lagu hits UNGU. Total 16 lagu dibawakan UNGU di konser malam itu antara lain Hampa, Percaya Padaku, Cinta Dalam Hati, Tercipta Untukmu, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Dirimu Satu, Sayang, Tanpa Hadirmu, Sejauh Mungkin, Kekasih Gelap, Demi Waktu, Bayang Semu, Andai Ku Tahu dan sebuah lagu baru yang rencananya akan dirilis UNGU sebagai single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”.

Lagu yang diciptakan oleh Enda ini, akan dirilis di Indonesia pada tanggal 9 Maret 2017 bertepatan dengan Hari Musik Nasional. Dan untuk pertama kalinya, UNGU spesial menyanyikan single terbaru mereka di 2017 tersebut, dihadapan para fans mereka di Singapura. “Setelah UNGU satu tahun istirahat, ini yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kali, Setengah Gila,” ujar Pasha saat tampil dipanggung Esplanade Concert Hall, Singapura. “Respon untuk lagu ini, Alhamdulillah bagus yah, kemarin kita sempat melakukan promo radio juga disini, di Ria FM dan fans-fans kita di Singapura suka lagunya”, tambah Enda.

Yang menarik dari konser ini, UNGU mengajak salah satu penyanyi muda berbakat asal Singapura yang bernama Aisyah Azis, berduet menyanyikan lagu “Tercipta Untukmu”. Rupanya Aisyah Azis sudah menyukai lagu-lagu UNGU sejak usianya masih 13 tahun. “Saya sudah mendengarkan lagu UNGU sejak 10 tahun lalu dari radio, saya suka lagu ‘Kekasih Gelap’. Waktu saya dikasih tahu saya akan nyanyi dengan UNGU, saya really merasa terpuja. Saya happy sekali bisa participate di konser ini”, ungkap wanita berusia 23 tahun tersebut.

Penampilan UNGU malam itu luar biasa dengan penjualan tiket yang habis terjual, UNGU tampil dengan energik menghibur kurang lebih 2500 penonton, Sesekali Pasha dan kawan-kawan melemparkan guyonan diatas panggung yang membuat penonton tertawa. “Saya senang bisa bebas nyanyi, karena setahun saya di Palu. Kalau di sana saya nggak bisa nyanyi kayak begini “, ucap Pasha.

Konser ini adalah konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura. Alasan mereka menggelar konser di Singapura juga karena memang UNGU memiliki banyak penggemar Ungu disana. Tidak hanya disaksikan oleh para penggemar, turut pula hadir menonton para istri personil Ungu antara lain istri Enda dan Onci yakni Eka Wilestari dan Endhita. Namun sayangnya istri Pasha, Adelia tidak dapat menghadiri karena usia kandungannya sudah memasuki usia 7 Bulan. “Walaupun mereka tidak hadir malam ini, saya yakin doa mereka menyertai kita. Yang penting semuanya dengan berjalan baik dan lancar. Kita juga rilis single baru. Dan di konser ini juga membuktikan walaupun di luar banyak isu yang bilang UNGU bubar. Tapi kami buktikan, kami masih di sini. UNGU tidak bisa dibandingkan dengan hal lain, UNGU is a family”, tutup Pasha.

Lalu seperti apa lagu terbaru UNGU yang berjudul “Setengah Gila”, mari kita tunggu tanggal rilisnya pada tanggal 9 Maret 2017.

TRIO GAB Jalani Tur Album MELATI  20 Kota Dalam 10 Hari Di Sumatera

 

Gabungan 3 vokalis band yaitu Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas atau yang disebut dengan nama TRIO GAB, baru saja menyelesaikan serangkaian tur dalam mempromosikan Album Kompilasi Melayu yang diberi judul MELATI, ke 20 kota di pulau Sumatera.

 

Ketiga vokalis band ini mewakili band mereka masing-masing yaitu BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI untuk memperkenalkan album Melati ini ke seluruh Indonesia. Album Melati adalah sebuah album kompilasi melayu yang terdiri dari 3 band BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI, mereka membuat sebuah campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Bersama label Trinity Optima Production, Texas Chicken Indonesia dan Qdawang Music, proyek album kompilasi ini dibuat dengan tujuan untuk menaikkan kembali genre pop melayu di belantika musik tanah air.

 

Genre yang pernah hits dan menjadi “acuan” bagi semua band industri pada masanya ini, berusaha mendapat kembali tempat di tengah pergeseran selera musik masyarakat Indonesia yang dipenuhi oleh musik ‘urban’ dan lagu-lagu Barat. “Musik Melayu merupakan salah satu musik aslinya Indonesia, sama seperti Dangdut. Disini kami ingin menunjukkan ke masyarakat kalau musik melayu juga bisa berkembang dan musik melayu bukanlah genre yang hanya mentok disitu saja. Namun bisa dieksplorasi dengan genre musik lain. Ya boleh dibilang ini lagu melayu yang beda”, jelas Heri Gamma1

 

Di album ini, masing-masing band merilis single terbaru mereka yaitu Bagindas dengan single “Bila Benar Sayang”, Gamma1 dengan single “Dari Hati Ke Hati” dan band Adipati dengan single “Tuhan Tidak Tidur”. Selain itu, ada 1 single kolaborasi 3 vokalis band tersebut yaitu Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas atau yang disebut dengan nama Trio GAB dengan judul “Sebut Saja Dia Melati”. Tak tanggung-tanggung, demi mendapatkan hasil yang maksimal, pengerjaan mastering album Melati ini dilakukan di Nashville, Texas – Amerika Serikat. Untuk penjualan album MELATI, Bagindas, Gamma1 dan Adipati bekerjasama dengan Texas Chicken Indonesia. Masyarakat Indonesia bisa mendapatkan album MELATI ini dengan mengunjungi outlet-outlet Texas Chicken yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Rangkaian tur yang dijalani Trio GAB dalam rangka mempromosikan album MELATI ini, dilakukan dengan mengunjungi 20 kota di pulau Sumatera hanya dalam waktu 10 hari yaitu mulai dari tanggal 11 – 22 Januari 2017. Kota-kota yang dikunjungi antara lain kota Medan, Binjai, Perbaungan, Tebing Tinggi, Kotapinang, Bagan Batu, Pekanbaru, Bangkinang, Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, Sungai Penuh, Palembang, Tulang Bawang, Mesuji, Kotabumi, Bandar Jaya, Metro, Bandar Lampung

 

Berbagai aktivitas yang dijalankan Trio GAB selama promo tur tersebut antara lain dengan melakukan promo radio yang ada di 20 kota tersebut. Trio GAB juga menyempat kan diri untuk melakukan media gathering dengan rekan-rekan media cetak, online dan TV di kota Medan, Padang dan Lampung seperti Koran Analisa, Harian SIB, Koran Waspada,  Waspada Online, Newsdaily.com, Koran Tribun, Koran Pos Metro, Koran Singgalang, Harian Padang Express, Harian Antar Sumbar, Harian Haluan.com, Klikpositif.com, Padang TV dan Radar TV Lampung.

 

Trio GAB juga melakukan kunjungan ke outlet-outlet Texas Chicken dan berinteraksi langsung dengan konsumen Texas Chicken dan fans-fans mereka disana. Sambutan para fans BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI serta masyarakat setempat, ternyata sangat antusias. Terbukti, banyak fans yang rela mengantri untuk bisa foto bersama dan meminta tanda tangan para idolanya tersebut. Antusias fans juga terlihat saat Trio GAB tampil bernyanyi secara akustik di kota Medan dan Pekanbaru. “Dalam tur ini, kita bukan saja ingin memperkenalkan single terbaru band kita masing-masing. Tapi kita juga memperkenalkan bahwa kita punya single kolaborasi yang judulnya Sebut Saja Dia Melati. Rupanya sudah banyak masyarakat yang bisa menyanyikan lagu ini, wah kami senang sekali melihat respon mereka. Bahkan respon fans kita masing-masing di social media rame sekali, ga nyangka sampai segitu banyak responnya. Video klip kami di Youtube juga menigkat viewersnya, Alhamdulillah. Ini membuktikan bahwa lagu melayu akan selalu punya tempat di hati dan kuping masyarakat Indonesia”, ucap Angga Adipati.

 

Yang menarik, Trio GAB tidak melewatkan tur promo ini untuk berwisata kuliner dan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Air Terjun Lembah Anai, Jam Gadang di Bukittinggi dan Jembatan Ampera di Palembang. “Perjalanan tur Sumatera ini menjadi pengalaman baru bagi kami. Karena kami menjalani tur tanpa band kami masing-masing. Jadi hanya vokalisnya saja. Walau ga seramai dengan band, walau menempuh perjalanan yang sangat jauh tapi tetep seru. Saya, Heri dan Angga juga sangat kompak. Pengalaman yang menarik yaitu perjalanan dari Padang menuju Palembang yang harus menempuh waktu sekitar 35 jam. Aduh itu capek banget, tapi serunya terjawab dengan antusias fans-fans kami disana. Langsung hilang capeknya. Saat kita sampai di beberapa kantor media, sudah berkumpul puluhan fans Bagindas, Gamma1 dan Adipati. Wah rame banget. Dan bukan cuma itu, saya pribadi juga mendapat banyak wawasan baru mengenai banyak tempat di pulau Sumatera, meskipun belum sempat mengunjungi semuanya yah”, tutup Andra Bagindas.

 

Setelah tur di pulau Sumatera ini, Trio GAB rencananya akan melanjutkan tur promo album Melati ini dengan mengunjungi kota-kota di pulau Jawa. Seberapa besar antusias fans mereka di pulau Jawa? Kita tunggu kelanjutan cerita dari Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas.

 

Official Video Clip Trio GAB – “Sebut Saja Dia Melati” :

https://youtu.be/Zvriq-5DLUQ

UNGU Tampil Di Pahang, Pasha Kunjungi PM Malaysia

Band UNGU baru saja mengunjungi negeri jiran, Malaysia pada tanggal 13 – 15 Januari 2017 lalu. UNGU di undang oleh Yang Amat Mulia Tengku Muda Pahang, yaitu Tengku Abdurahman Bin Sultan Ahmadshah, untuk menghibur warga Temerloh, sebuah kota kecil di Pahang-Malaysia, dalam rangka memberi semangat kepada Klub Sepak Bola Pahang, Pahang FC.

Disamping itu, Sigit Purnomo said atau Pasha juga diundang sebagai wakil walikota Palu untuk melakukan silaturahmi, berkomunikasi serta studi banding dengan Pemda Temerloh  untuk mengunjungi dan melihat berbagai potensi industri dan wisata disana.

Dalam perjalanan tersebut, Perdana Menteri Malaysia yaitu Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak atau yang biasa disapa Najib Tun Razak, yang kebetulan sedang berkunjung ke Kuantan – Pahang, juga bersedia menyempatkan diri bertemu dan beramah tamah dengan Pasha, selaku Wakil Walikota Palu. Pertemuan tersebut berlangsung akrab, ternyata keduanya memiliki kesamaan karena memiliki darah keturunan Bugis – Sulawesi Selatan. “Kemarin pemerintah Kota Palu dalam hal ini, kami mewakili Bapak Walikota menghadiri karnaval seni budaya negeri Pahang di Malaysia yang diinisiasi oleh Tengku Muda Pahang Abdurrahman. Banyak hal yang kami diskusikan dengan Beliau, baik seni budaya, rumah adat dan mengenalkan kota Palu. Termasuk juga mengenai bidang olahraga seperti sepakbola “, ujar Pasha.

Pasha mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dan bersyukur dapat diterima dengan baik oleh PM Malaysia, Najib Tun Razak. Beliau ternyata sudah mengetahui dirinya sejak Pasha masih aktif di dunia musik sebagai vokalis band UNGU. “Kami sebenarnya tidak menyangka kalau Beliau sudah menyukai lagu-lagu Ungu sebelum Beliau menjabat sebagai Perdana Menteri. Sungguh suatu kebanggaan buat UNGU, karena beliau ini kapasitasnya se-level presiden”, tutur Pasha.

Tak lupa, Pasha turut mengundang PM Malaysia tersebut untuk dapat menghadiri Pesta Rakyat “Festival Pesona Palu Nomoli 2017“ dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palu yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 September 2017 mendatang. Acara ini bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia. Kami ingin perkenalkan Palu di mata dunia. Alhamdulillah, beliau mendengarkan dengan baik”, tutup Pasha.

BAGINDAS, GAMMA1 DAN ADIPATI KOLABORASI BANGKITKAN MUSIK MELAYU

whatsapp-image-2016-12-14-at-5-51-36-pm

JAKARTA – Tren genre musik Pop-Melayu kembali hadir lewat album kompilasi dari band Gamma1, Adipati dan Bagindas bertajuk MELATI (Melayu Tak Pernah Mati). Album tersebut menghadirkan lagu-lagu hits mereka dan beberapa lagu baru salah satunya single kolaborasi berjudul Sebut Saja Dia Melati.

“Kalau dari pandangan Trinity banyak sekali perbedaan yang memiliki keunikan sendiri-sendiri dan berpotensi. Kalau dari Bagindas, Adipati dan Gamma1 enggak bisa dibilang sama. Itulah kenapa kita menggabungkan perbedaan ketiganya itu melihat gimana pasarnya,” kata produser Mhala Numata di Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (14/12/2016).

Proyek kolaborasi ini disyukuri oleh ketiganya. Sebab, ini menjadi salah satu mimpi besar mereka untuk bisa menyatukan musiknya.

“Bukan sesutau hal (yang bikin) tertarik tapi ini mimpi besar kita apalagi kita dinaungi di Trinity (Optima Production). Akhirnya kita bisa bekerjasama, dimana (bergabung) Bagindas, Adipati dan Gamma1. Alhamdulillah semua itu jadi sesuatu yang luar biasa,” tambah Angga vokalis band Adipati.

Album MELATI (Melayu Tak Pernah Mati) terdiri lagu Gamma1 berjudul Jomblo Happy, Bukan Cinta 1 atau 2, Dari Hati ke Hati, dan Hidup Segan Mati Tak Mau. Sementara lagu dari Bagindas berjudul Bila Benar Sayang, C.I.N.T.A, Aku Pasti Tahu, dan 100% Cintaku, serta lagu dari Adipati berjudul Tuhan Tidak Tidur, Janur Kuning, dan Ini Bukan C.I.N.T.A. Album ini yang melakukan mastering di Texas, Amerika Serikat ini hanya bisa di dapatkan di Texas Fried Chicken dengan harga paket musik Rp 85.000,-.

ADIPATI New Release : “Tuhan Tidak Tidur”

whatsapp-image-2016-12-13-at-6-38-50-pm

ADIPATI. Band asal Bogor yang terbentuk pada Oktober 2015 ini terdiri dari Angga (Vokal), Hengky (Keyboard), Dudi (Gitar), Achul (Gitar), Aji (Bass), dan Dindin (Drum). Persahabatan sejak lama antara para personil band ini membuat mereka akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah band serta melakukan berbagai penampilan di café, pensi hingga acara-acara wedding di kota kelahiran mereka. “Kami sudah lama bersahabat baik dan sama-sama menyukai musik, akhirnya kami buat band ini,” ucap Angga ketika ditanyakan bagaimana akhirnya band ini terbentuk.

Meski terbilang pendatang baru, Adipati punya ambisi besar di blantika musik tanah air. Nama Adipati pun dipilih untuk mewakili semangat dan motivasi mereka untuk terjun ke dunia musik Indonesia. Diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya raja atau petinggi-petinggi  pada jaman kerajaan dahulu, para personil Adipati berharap suatu saat nanti mereka memperoleh kesuksesan dan turut mewarnai perkembangan musik Indonesia.

Setelah sukses merilis single perdana yang berjudul “Janur Kuning” dan single kedua yang diberi judul “Ini Bukan C.I.N.T.A”, kini Adipati merilis single terbarunya yang berjudul “Tuhan Tidak Tidur”. Lagu yang diciptakan oleh Dudi ini bercerita tentang pengkhianatan cinta yang idenya ia dapat dari kejadian di sekelilingnya. “Lagu ini sebenarnya bercerita tentang kesetiaan pada komitmen ketika berikrar untuk menjalin cinta dengan seseorang, meskipun pada perjalanannya banyak liku-liku. Lagu ini berpesan agar kita harus menjaga komitmen dan kesetiaan cinta walaupun pada akhirnya pasangan kita tidak menghargai kita ataupun berselingkuh. Jadi tidak perlu dibalas, karena kita percaya Tuhan tidak tidur”, jelas Dudi, sang pencipta lagu.

Nuansa musik yang dituangkan pada lagu ini sedikit berbeda dari lagu-lagu yang pernah dirilis oleh Adipati sebelumnya, dimana aransemen musiknya dibuat lebih pop serta menonjolkan suara Angga sebagai vokalis yang memiliki range yang luas. Hal ini juga diperkuat dengan penambahan nuansa choir di bagian akhir untuk semakin memperkuat klimaks dari lagu ini. Pada akhirnya, pemilihan lirik dan notasi yang sederhana namun menyentuh tetap akan menjadi kekuatan di setiap lagu Adipati yang akan ditonjolkan dalam lagu terbaru ini.

Kehadiran Adipati di blantika musik Indonesia, diharapkan dapat mengobati kerinduan pencinta musik Indonesia pada kejayaan musik Pop Melayu. Untuk itu, lagu ini hadir dalam sebuah album kompilasi yang bertajuk “Melati”, sebuah campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini bahwa bagi semua orang yang mencintai musik Melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati”.

 

Official Video Clip|ADIPATI – “Tuhan Tidak Tidur” :

https://youtu.be/6J-AapF-nIY

cover

 

GAMMA1 New Single : “Dari Hati Ke Hati”

whatsapp-image-2016-12-01-at-12-22-33-pm

 

Musik melayu telah sukses mengubah hidup para personil grup band GAMMA1. Heri (vokalis), Nilam (vokalis), Andan (drummer), Alung (gitaris) dan Pandi (bassis), yang berasal dari Desa Mancung, Bangka Barat, Bangka Belitung memutuskan merantau ke Jakarta untuk serius berkarier di dunia musik.

Lagu-lagu GAMMA1 mulai dikenal sejak mereka merilis album pertamanya yang berjudul “1 atau 2” pada tahun 2012 lalu. Album tersebut sukses mengantar mereka menjelajahi panggung hiburan Tanah Air hingga ke negara tetangga yaitu Malaysia. Respon terhadap karya-karya GAMMA1 dari penikmat musik di negeri jiran tersebut sangat luar biasa. Salah satunya pada lagu yang berjudul “Hidup Segan Mati Tak Mau” yang dirilis pada tahun 2014. Lagu yang sudah meraih hampir 7,5 juta viewers di kanal YouTube tersebut, sukses menjajah puncak radio Malaysia dan mengangkat nama GAMMA1 di mata publik Malaysia.

Usai kesuksesan lagu Hidup Segan Mati Tak Mau, GAMMA1 pun semakin mengukuhkan eksistensi mereka dengan merilis single “Jomblo Happy”, sebuah lagu saduran dari lagu Europe Dance yang dinyanyikan trio BOOM dengan judul lagu ‘How Do You Do’. Lagu ini kemudian dikemas ulang dengan sentuhan khas pop-melayu dan disesuaikan dengan karakter GAMMA1.

Kini GAMMA1 kembali merilis single terbarunya yang berjudul “Dari Hati Ke Hati”, sebuah lagu ciptaan Heri GAMMA1 yang bercerita tentang seseorang yang tidak setia dan suka berpindah hati. Ide lagu ini diperolehnya dari curhatan seorang teman dan dibuat saat GAMMA1 sedang melakukan tur promo ke beberapa kota di Indonesia. “Lagu ini sebenarnya tentang seseorang yang tidak setia sama pasangannya. Idenya aku dapat dari curhatan teman. Proses pembuatannya juga sederhana, kita buat lagu ini ketika kita lagi di tengah-tengah perjalanan tur promo lagu Jomblo Happy ke Jawa Barat”, ucap Heri.

Lagu ini akan dirilis untuk pertama kalinya di Malaysia pada tanggal 10 November 2016 dan kemudian akan dirilis di Indonesia pada 1 Desember 2016 mendatang. “Buat kami, karena lagu ini akan dirilis di Malaysia terlebih dahulu, tentunya lagu ini akan menjadi sebuah pembuktian bahwa kita GAMMA1 sudah bisa diterima peminat musik yang ada di Malaysia. Biasanya kan sebaliknya, kami rilis dulu di Indonesia. 2 atau 3 ke bulan kemudian baru di Malaysia”, jelas Heri.

Lagu ini bisa didapatkan didalam sebuah album kompilasi diberi judul “Melati”, yang didalamnya berisi karya-karya terbaru dari 3 band melayu papan atas Indonesia yaitu GAMMA1, BAGINDAS dan ADIPATI. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini sendiri bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati” atau “Melayu tak pernah mati”.

“Kami berusaha untuk selalu menciptakan karya yang terbaik dari kami. Karena kami ingin menunjukkan ke masyarakat agar kita tidak melupakan akar budaya bangsa sendiri, bahwa musik kita berasal dari akar budaya rumpun melayu. Musik melayu juga bisa dieksplorasi dengan genre musik lain dan bisa dikembangkan dengan gaya kekinian,” jelas Heri Gamma1.

 

Official Video Clip|Gamma1 – “Dari Hati Ke Hati” :

https://youtu.be/C7BiXdulRY4

thumbnail

KONSER AFGAN ‘SIDES’ SURABAYA – 25 NOVEMBER 2016

 

Bandung, Medan, Balikpapan, Makassar, sudah menjadi saksi meriahnya Afgan SIDES Indonesia Tour 2016. Kali ini, di kota ke-5 Surabaya, Afgan sudah siap menyajikan yang terbaiknya. Konser terakhir dari rangkaian tur 5 kota SIDES akan diselenggarakan di Surabaya pada 25 November 2016 yang berlokasi di Ballroom Eighty9 Ciputra World Surabaya.

Ini bakal jadi the last stop dari rangkaian konser gue, Afgan SIDES Indonesia Tour 2016. Sebelum konser di Surabaya ini, gue akan ketemu dulu sama Afganisme Singapura. Karena rangkaian tur SIDES ini selain di Indonesia, juga digelar di Malaysia dan Singapura. So, buat kalian Afganisme Indonesia yang belom sempet nonton konser SIDES di 4 kota sebelumnya, ini kesempatan terakhir buat nonton konser gue nih! Sampai ketemu di Surabaya ya!”

Penjualan tiket untuk konser #AfganSIDESSurabaya ini juga sudah hampir sold out. Dua kelas tiket sudah habis terjual untuk konser Surabaya mendatang.

whatsapp-image-2016-11-04-at-3-33-26-pm

HOTLINE TICKET:

WhatsApp : 0812-8800-0882 / 0878-7794-1213
Line – Afgansides1 / Afgansides2

Harga Tiket :

– GOLD IDR 750.000

– VIP IDR 1.000.000

– VIP (Meet&Greet) IDR 1.500.000

Di konser SIDES Surabaya ini, Bank BRI turut mendukung terselenggaranya konser. Kunjungi booth Bank BRI di Grand City Surabaya, dan dapatkan diskon 20% off untuk setiap pembelian menggunakan kartu kredit BRI. Kunjungi www.kartukredit.bri.co.id untuk info lebih lanjut!

Bonia juga memberikan potongan tambahan 15% di semua butik BONIA! Berlaku 1 – 30 NOVEMBER 2016, dengan menunjukan tiket konser SIDES Afgan (syarat dan ketentuan berlaku)

whatsapp-image-2016-11-07-at-3-14-44-pm

 

 

Now On Youtube! Trio GAB (Heri GAMMA1, Angga ADIPATI, Andra BAGINDAS)

cover-gab

Official Video Clip Trio GAB – “Sebut Saja Dia Melati” :

https://youtu.be/Zvriq-5DLUQ

Trend musik Pop Melayu pernah merajai industri musik Indonesia di awal tahun 2000-an. Musik ini mendapat tempat dihati pencinta musik tanah air dengan hadirnya band-band dengan genre Pop Melayu yang bermunculan seiring dengan naiknya genre ini.  Lagu-lagu Pop Melayu lahir dari kondisi sosial dan budaya masyarakat Indonesia dengan tema lagu yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Lirik lagu yang menggambarkan kehidupan dan kondisi sehari-hari, dikemas dengan format musik yang riang atau kadang mellow, dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Dengan hadirnya acara talent show Dangdut hampir di semua televisi,  maraknya musik ‘urban’ dan lagu-lagu Barat yang merajai radio-radio di Indonesia, membuat  Pop Melayu mulai surut bersama naiknya musik genre lain. Genre yang pernah menjadi “acuan” bagi semua band industri pada masanya, saat ini berusaha mendapat tempat di tengah pergeseran selera musik masyarakat Indonesia.

Atas dasar itulah, beberapa band melayu seperti BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI membuat campaign yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Bersama label Trinity Optima Production, mereka mempersiapkan sebuah proyek album kompilasi yang bertujuan untuk menaikkan kembali genre pop melayu di belantika musik tanah air dan album ini diberi judul “Melati”.

Lagu-lagu yang terdapat dalam album kompilasi ini terdiri dari seluruh single terbaru dari BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI dan sebuah lagu kolaborasi yang dinyanyikan oleh Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas (Trio GAB). Lagu kolaborasi ini dipilih menjadi single di album ini dan diberi judul “Sebut Saja Dia Melati”.

“Kenapa namanya jadi Trio GAB, karena kalau menyebutkan nama kami bertiga jadi panjang banget. Kita sepakat untuk ambil inisial nama band kita saja, jadilah Trio GAB. Kebetulan band kami berada di naungan label yang sama yaitu Trinity Optima Production. Waktu ada ide kolaborasi ini, kami pikir kenapa tidak kami lakukan. Apalagi ini campaign yang bagus banget untuk memotivasi orang untuk bangga sama musik sendiri”, jelas Angga Adipati.

Lagu “Sebut Saja Dia Melati” ini diciptakan oleh Dudi (Gitaris ADIPATI) dan mengangkat tema tentang cinta. “Lagu ini sebenarnya menceritakan tentang cinta yang salah atau cinta terlarang, jadi kita bertiga menaruh harapan dan jatuh hati pada satu wanita. Tapi kita bertiga sadar bahwa ini salah” ucap Heri Gamma1.

Kolaborasi 3 vokalis band ini di lagu ini terbilang unik. Pasalnya lagu ini hadir dengan genre yang sedikit pop. Dengan latar belakang sebagai vokalis band melayu, Heri, Angga dan Andra menunjukkan kemampuan kualitas bermusik mereka di lagu ini. “Disini kita berusaha meng-explore sedikit keluar dari genre musik yang biasa kita bawakan. Lagu ini kita kembangkan se-modern mungkin agar bisa dinikmati semua kalangan”, ujar Angga Adipati. “Intinya juga kita tidak melupakan akar budaya Indonesia sendiri, dengan akar budaya rumpun melayu dan telinga kita yang melayu, kita mengembangkan dengan gaya kekinian”, tambah Andra Bagindas.

Ditengah kelesuan musik pop melayu, tiga band ini masih terus menciptakan karya yang mengikuti perkembangan musik. “Kami ingin menunjukkan ke masyarakat kalau kita nih juga bisa berkembang dan musik melayu bukanlah genre yang hanya mentok disitu saja. Namun bisa dieksplorasi dengan genre musik lain. Ya boleh dibilang ini lagu melayu yang beda”, jelas Heri Gamma1.

Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati”.

Seperti harapan BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI, agar musik melayu yang juga menjadi bagian dari identitas musik Indonesia dapat selalu disukai oleh masyarakat Indonesia. “Sebenarnya ini tantangan bagi kita bertiga. Dengan karakter vokal yang berbeda, kita disatukan dalam sebuah karya kolaborasi. Semoga ini menjadi sajian musik yang berbeda dan bisa dinikmati banyak orang. Serta dapat mengembalikan kecintaan masyarakat Indonesia akan musik melayu”, jelas Andra Bagindas tentang harapannya.

AFGAN Bikin Penonton Konser SIDES Makasar Histeris

news

 

Kemarin, 29 Oktober 2016, AFGAN sukses menggelar Konser SIDES Indonesia Tour 2016 di kota ke-4 yaitu Makasar. Konser yang berlangsung di Trans Studio Theme Park Makassar berhasil memukau para fans Afgan yang datang. Bagaimana tidak, Afgan yang tampil menawan dengan stelan jas malam itu, berhasil membuat para penonton turut bernyanyi di setiap lagu yang dinyanyikan Afgan.

Rangkaian Konser SIDES Indonesia Tour 2016 ini diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan album terbaru Afgan yang berjudul “Sides”. “Saya ingin memberi tahu, kalau Afgan yang sekarang lebih matang. Album SIDES inilah perwujudan Afgan yang sekarang,” kata Afgan di sela-sela konsernya. Para penonton tak henti-hentinya berteriak histeris menyaksikan performance Afgan di panggung. Suasana semakin panas kala Afgan menerima sebuah rangkaian bunga cantik dari salah seorang penonton.

Malam itu, Afgan juga mendapat surprise dengan salah satu kehadiran penggemarnya yang berasal dari luar negeri yaitu Korea. Fansnya ini pun akhirnya diajak Afgan untuk naik ke atas panggung dan diperkenalkan diri di depan para Afganisme yang hadir. “Gak nyangka banget, ada penggemar saya yang jauh-jauh ke Makassar demi nonton konser saya ini,” ucap Afgan senang.

Afgan tampil total dan menghipnotis ratusan penonton yang datang dengan 19 lagu yang dinyanyikannya, 13 lagu di antaranya merupakan lagu yang terdapat di album barunya SIDES,  antara lain Rollercoaster, Knock Me Out, Count on Me, Thingking About U, Brand New Day, Berlalu, Kunci Hati, Ku Dengannya Kau Dengan Dia, Setia Menunggu, Berani Sadari, X , Percayalah dan Jalan Terus. Konser Afgan semakin semarak saat dirinya memanggil bintang tamu yaitu Gita Gutawa dan berduet menyanyikan lagu “Kamu Yang Ku Tunggu”.

Konser ditutup dengan penampilan Afgan menyanyikan lagu ‘Panah Asmara’ pada pukul 01.00 wita. Setelah Makasar, Konser Afgan “Sides – Indonesia Tour 2016 di kota berikutnya akan diadakan di Surabaya. Jadi yang belum nonton konsernya, jangan sampai ketinggalan yah..

KONSER AFGAN ‘SIDES’ MAKASSAR – 29 OKTOBER 2016

whatsapp-image-2016-10-04-at-4-42-59-pm

Bandung, Medan, Balikpapan, 3 kota yang dipilih Afgan untuk diselenggarakan konser ‘SIDES’ sudah berlangsung dengan sukses. Bulan ini, giliran Makassar yang akan menjadi destinasi konser ‘Afgan SIDES Indonesia Tour 2016’. Makassar merupakan kota ke-4 dari 5 kota untuk diselenggarakannya tour ini. Para penggemar di Makassar sudah tidak sabar menantikan kesempatan mereka untuk bisa bertemu dengan Afgan.

Afgan SIDES Indonesia Tour 2016 – Makassar akan berlangsung pada: Sabtu, 29 Oktober 2016, pukul 20:00 WITA. Berlokasi di Trans Studio Theme Park Makassar di Jl. Metro Tanjung Bunga/ HM DG Patompo, Kawasan Trans Studio Makassar.

“Seperti 4 konser yang sudah gue jalanin (include konser di Malaysia), pastinya gw akan mempersiapkan sumthin’ new buat penonton semuanya, so pastikan beli tiketnya dari sekarang sebelum kehabisan ya!”

Gita Gutawa akan menjadi Guest Star di konser Makassar nanti. “Di konser Balikpapan minggu lalu, Gita udah tampil juga. Alhamdulillah dapat respon yang bagus banget dari penonton Balikpapan. Semoga kita juga bisa mempersembahkan yang terbaik di Makassar” ungkap Afgan. Seperti apakah aksi Afgan & Gita di konser SIDES Makassar nanti? Mari kita saksikan bersama-sama di konser yang akan terselenggara di akhir bulan ini. Tiket sudah bisa dibeli di hotline berikut:

HOTLINE TICKET:

WhatsApp : 0812-8800-0882 / 0878-7794-1213
Line – Afgansides1 / Afgansides2

HOTLINE LOKAL:

WhatsApp : 0811-411-9617

Harga Tiket :

 

– SILVER IDR 500.000

– GOLD IDR 750.000

– VIP IDR 1.000.000

– VIP (Meet&Greet) IDR 1.500.000

Di konser SIDES Makassar ini, Bank BRI turut mendukung terselenggaranya konser. Kunjungi booth Bank BRI di Makassar, dan dapatkan diskon 20% off untuk setiap pembelian menggunakan kartu kredit BRI. Kunjungi pula www.kartukredit.bri.co.id

Kini ada penawaran menarik dari Hotel Melia Makassar untuk kamu yang mau menikmati konser Afgan SIDES Makassar. Dapatkan harga paket menginap plus kesempatan meet&greet bersama Afgan.

whatsapp-image-2016-10-10-at-8-29-21-pm

Afgan SIDES Indonesia Tour 2016 – Makassar didukung oleh: Bank BRI, Trinity Artist Management, Kopi GoodDay, Relaxa, Yonder Music, dan Trans Studio Makassar.