trinity_logo_web.png
Menu
New Release : Neona Asik Aja “Lagu Anti Bete ala Neona”

Seberapa sering sih kamu merencanakan sesuatu tapi gagal karena satu dan lain hal? Atau saat ingin jalan-jalan tapi ternyata cuaca tak bersahabat? Duh, pasti males banget ya! Ternyata enggak kamu enggak sendiri, Neona lewat single terbarunya “Asyik Aja” ingin mengajak kamu untuk santai sejenak ditengah masalah apapun.

 REGGAE BARENG NEY

Bicara soal musik, Neona bisa dibilang paling flexible dalam membawakan segala genre yang ada. Sukses dengan single-single yang lebih RnB seperti “Warbiasyak” dan “Ada Deh”, lalu Neona juga sempat tampil sweet lewat lagu “Kasih Ibu”, kini ia kembali lagi dengan lagu yang bernuansa reggae yang berjudul “Asik Aja”.

Lagu “Asyik Aja” sendiri menceritakan tentang keluh kesah Neona yang mungkin juga banyak dialami oleh banyak orang. Keluhan dilirik lagu ini pun beragam, mulai dari gagal jalan keluar karena hujan atau bete karena mendapatkan nilai jelek di kelas. Lewat lagu ini Neona mengajak kita semua untuk tidak mudah berputus asa dengan masalah yang dihadapi dan hadapi dengan penuh senyuman.

Dengan musik yang diaransemen oleh Ivan Dewanto, lagu “Asyik Aja” ini bisa jadi anthem bagi semua orang agar tidak gampang mengeluh dengan keadaan dan tetap semangat menjalani hari dengan “Asyik Aja”.

MUSIK VIDEO PENUH WARNA

Untuk melengkapi singlenya kali ini, Ganda Hartadi telah mempersiapkan sebuah musik video yang tak kalah “Asyik”. Sebuah musik video yang lebih banyak bermain visual dengan warna-warna ceria khas dari Neona. “Untuk konsep cerita disini kita akan mengvisualkan setiap adegan yang ada lirik, namun di part intro kita akan memberikan adegan sebagai solusi dari segala macam adegan-adegan yang ada di lirik itu sendiri, dengan tujuan agar kata “Asyik Aja” disini tidak diartikan negatif (cuek aja lah) oleh para kawan Neona, kata “Asyik Aja” disini akan kita jadikan kata “Jangan Sedih/Nyerah, Semua Pasti Ada Jalan Keluar Asal Kita Ada Kemauan,” ungkap Ganda.

Bagi Ganda ini bukanlah kali pertama ia membuatkan musik video untuk Neona. Sebelumnya, Ganda juga pernah menyutradarai musik video “Warbiasyak” dan “Ada Deh”.

Dan bisa dilihat dari musik video sebelum-sebelumnya, Neona memang sudah sering ditampilkan dengan warna-warni yang ceria.

Untuk meramaikan musik videonya, nantikan juga sebuah filter Instagram seru bernama “Asyik Aja” yang bisa kamu lewat akun Instagram Trinity Optima Production (@trinityoptima). Nah, jadi makin penasaran kan akan seperti apa sih musik video  Neona kali ini? Yuk sama-sama disaksikan di sini:

 

Asyik Aja (Lirik)

Udah Belajar, Tapi Nilainya Jelek

Diejek Teman, Kata2 Menyakitkan

Kesiangan, Telat Masuk Sekolah

Siapa Pernah? Aku Juga

 

Mau Jalan Jalan, Tapi Kok Ya Ujan

Sepatu Baru, Tapi Kena Comberan

Beli Mainan, Besoknya Udah Ilang

Siapa Pernah? Angkat Tangan

 

Hey Jangan Kau Bersedih

Dunia Tak Berhenti Berputar

Kadang Sedih, Oh Banyak Senangnya

So Chill Man, Yang Penting Kita

Asyik Aja

 

Asyik Aja

Asyik Aja

Asyik Aja

 

Dimarahin Mama, Padahal Ga Salah

Pengen Ini Itu, Uangnya Ga Cukup

Mau Liburan, Liburnya Masih Lama

Siapa Pernah? Aku Juga

 

Mau Main Game, Tapi Dimainin Kakak

Mau Posting, Kuota Ga Ada

Mau Tidur Siang, Tapi Les Nya Banyak

Siapa Pernah? Aku Juga

Song Credit

Composed by MHALA & TANTRA ‘NUMATA’

Published by SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Produced, Mixed & Mastered by IVAN DEWANTO

Vocal Recorded @BRO’S Studio, JKT, Engineered by ANGGI ANGGORO

Vocal Produced by SIMHALA AVADANA

Jamaican Male Vocals performed by BIMA ZENO POEROE

Background Vocals Performed by NEONA, RIAFINOLA & SIMHALA AVADANA

 

Kala Istana Negara Menjadi Panggung Musik Anak Bangsa Penuh Talenta

Suasana berbeda tampak di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2019) malam ini. Berbeda dengan biasanya yang formal dan cenderung kaku, panggung kecil berdiri di ujung ruangan Istana Negara. Alat-alat musik berada di panggung itu, sementara di depannya berderet-deret kursi.

Dengan suasana ini, sepintas Istana Negara pun terlihat sebagai arena konser musik dibandingkan acara kenegaraan. Malam ini memang sedang digelar acara Talenta Muda Bhineka Tunggal Ika, konser mini bagi talenta-talenta muda Indonesia berprestasi.

Mereka yang mengisi acara tersebut antara lain: Gita Bumi Voices yang merupakan peraih medali emas pada ajang Grand Prix of Nations and 4th European Choir Games 2019 di Gothenberg, Swedia. Mereka mengalahkan 36 negara lainnya. Selain itu ada Trust Orchestra, peraih medali emas di ajang The World Orchestra Festival 2019 di Wina, Austria. Turut tampil pula Lyodra M Ginting yang merupakan peraih Honorable Winner Prix of Sanremo Junior Committee 2017. Dian Sorowea, penyanyi asal NTT yang memiliki video youtube ratusan juta viewers. Josephine Alexandra, Gitaris Finger Style Indonesia. Prisca Yosevine, pemain bass muda. Kafin Sulthan, musisi muda. Adikara Fardy, penyanyi yang dikenal masyarakat lewat youtube. Faye Risakotta, penyanyi asal Maluku yang mulai bernyanyi dan menulis lagu sejak umur 7 tahun. RND Hip Hop Generation, Grup rap cilik asal Pulau Rote. Alvin Klod, drummer cilik yang telah disupport oleh produk drum bertaraf internasional. Ray Prasetya drummer muda yang ikut berkontribusi sebagai session drummer Opening/Closing Ceremony Asian 2018. Ronald Steven, Music Director dalam Opening/Closing Ceremony Asian 2018. Vien Reyes, anak muda berbakat asal Papua. Sara Fajira, penyanyi asal Surabaya peraih Best New Artiste (Female) Anugerah Planet Muzik 2018. Ganzer Lana, pemain sasando asal NTT. Gregorius Argo, pemain gitar sape Kalimantan. Betari, penyanyi tunanetra asal Bandung yang tampil dalam konser Yura Yunita.

“Malam ini kita akan menyaksikan penampilan dari talenta-talenta muda dari Bhinneka Tunggal Ika. Seperti juga hadirin yang ada di sini, beragam sekali. Dari profesi, dari usia, dari wajah-wajah di sini Bhinneka Tunggal Ika. Ini penting bahwa keragaman kita adalah kekayaan kita,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf saat membuka acara di Istana Negara, Jumat (23/8/2019).

Triawan berharap di masa mendatang anak-anak muda Indonesia dapat menjadi konten bagi kekayaan budaya Indonesia. Bekraf pun terus melakukan penguatan untuk ekosistem dan kapasitas talenta muda.

“Bahkan kami bawa juga ke luar negeri untuk ditampilkan, di mana sekarang Asia sedang menjadi perhatian. Di situ lah kesempatan kita, untuk talenta-talenta muda Indonesia menunjukkan bakatnya,” tutur Triawan.

Triawan mengatakan, acara seperti ini akan terus dibudayakan. Presiden Joko Widodo juga telah menyampaikan dukungan.
“Pak Presiden tadi juga sampaikan bahwa ke depannya setelah acara ini para talenta-talenta yang kita saksikan ini akan ditampilkan satu persatu pada acara yang ada di istana. Istana adalah milik kita, bukan lagi tempat yang sakral,” ujarnya.

 

Sebenarnya ini kali kedua Istama Negara menjadi tempat konser. Pada 17 Agustus lalu, grub musik RAN sempat tampil menghibur para anggota Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara dalam acara ramah tamah dengan Presiden Jokowi. Klik disini untuk menyaksikan sedikit cuplikan ketika Presiden Jokowi menyapa para talenta muda Bhinneka Tunggal Ika di Istana Negara (23 Agustus 2019).

TRUST Orchestra Memperoleh Gold Award pada Kompetisi di World Orchestra Festival 1-4 Agustus 2019

Festival yang baru selesai membawa banyak pembelajaran dan pengalaman bagi satu-satunya orkestra dari Indonesia yang berpartisipasi pada World Orchestra Festival 1-4 Agustus 2019.

TRUST Orchestra dengan pengaba Dr. Nathania Karina, merupakan satu-satunya orkestra dari Indonesia yang ikut Festival Orkestra Dunia 2019.

Festival terdiri dari Acara Pembukaan di City Hall of Vienna, Workshop & Masterclass Orkestra dengan Profesor Werner Hackl di Universitas Musik dan Seni Pertunjukan (Wina Austria), Konser dan Gala Konser di Musikvieren, serta Kompetisi dan Exhibition Gala Konser di Vienna Boys’ Choir Concert Hall (MuTh).

Pada hari terakhir Festival tanggal 4 Agustus 2019, setelah Gala Concert di Musikvieren jam 11 pagi waktu setempat, Panitia mengumumkan para penerima penghargaan Kompetisi (Emas, Perak, Perunggu) dan Penghargaan Partisipasi.

TRUST Orchestra Indonesia meraih penghargaan Emas (Gold Award) untuk Kompetisi yang membawakan The North Sumatra (aranser Ivan Tangkulung) dan Janger (aranser Samuel Huang dan Nathania Karina).

Selain North Sumatra dan Janger, TRUST tembangkan Rasa Sayange, Cublak dan Manuk Dadali, serta Bungong Jeumpa dan Tari Saman.

 

TRUST memperoleh perhatian dari banyak pihak: Juri, Peserta Festival, Masyarakat Wina yang hadir pada Gala Konser serta Para Wisatawan Mancanegara.

Tampilan seru juga dihadirkan oleh TRUST pada Flashmob di StephanPlatz Wina, di halaman Katedral Wina pada 4 Agustus, tepat sebelum perjalanan menuju Gala Dinner Closing Ceremony di Schreiberhaus Wina.

Nathania Karina mengharapkan keikutsertaan Orkestra TRUST pada festival ini memicu semakin banyak antusiasme dan tumbuh kembang orkestra di Indonesia khususnya orkestra anak muda.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Addie MS dari Twilight Orchestra saat menghadiri Prafestival TRUST di Jakarta 23 Juli 2019: Belajar keberagaman dan kesatuan melalui orkestra. Saat masterclass orkestra dengan Prof Werner Hakl, beliau tekankan pentingnya ekspresi talenta orkester dan kepemimpinan dalam setiap latihan dan pertunjukan.

Rombongan TRUST Orchestra berjumlah 61 orang berusia 10-25 tahun. Beatrice Gobang, 10 tahun, merupakan satu dari sejumlah peserta TRUST Orchestra yang lolos audisi untuk mengikuti rombongan TRUST Orchestra ke World Orchestra Festival 2019 ini.

Siswa kelas 5 Sekolah HighScope Indonesia ini memainkan biola tiga dalam Orkestra kali ini.

 

Beatrice, yang juga anggota The Resonanz Children’s Choir dan murid Suzuki Violin Community Jakarta, telah mengikuti latihan intensif TRUST Orchestra menuju Festival 2019 sejak Mei 2019, bersama dengan 60 peserta lainnya.

Latihan sangat ketat dan disiplin tinggi dengan asuhan Nathania Karina (Pengaba dan Direktur Musik) dan Master Konser Mellody Arben.

Para peserta berharap keberhasilan TRUST ini semakin memicu ketekunan berlatih dan pentas serta mendorong orkestra pemuda untuk semakin tumbuh kembang di Indonesia dan berani “go internasional”.

 

Naura Aku Indonesia “Musik Video Kaya Budaya Indonesia”

“Tak pedulikan warna kulitnya. Bentuk rupanya, ragam rambutnya. Tak pedulikan tanah asalnya, tutur bicara, keyakinannya.” Begitulah lirik pembuka dari lagu terbaru dari Naura yang berjudul “Aku Indonesia”. Lagu anak dengan semangat nasionalisme merupakan kado dari Naura bagi anak-anak Indonesia di Hari Anak Nasional.

 Tanggal 23 Juli banyak dikenal sebagai Hari Anak Nasional. Sebagai penyanyi anak-anak, Naura ingin mengungkapkan rasa cinta dan bangganya terhadap bumi pertiwi lewat single terbarunya “Aku Indonesia”. Lagu yang ditulis oleh kakak beradik Mhala dan Tantra ‘Numata’ ini menceritakan tentang seruan kebanggaan seorang anak Indonesia terhadap kekayaan budaya di Indonesia. Tidak lupa dilengkapi oleh lirik yang cukup dalam mengenai segala perbedaan masyarakat di Indonesia seperti, suku, agama, budaya bahkan bentuk fisik, mebuat lagu ini sangat menyenangkan untuk didengarkan berkali-kali. Musiknya yang dilengkapi dengan chant-chant bahasa daerah yang khas dan juga tetabuhan dari alat musik tradisional turut mengiringi keseruan. Tidak lupa dilengkapi oleh lirik yang cukup dalam mengenai kekayaan perbedaan Indonesia membuat lagu ini sangat menyenangkan untuk didengarkan berkali-kali. Lagu yang kaya akan makna ini sebenarnya sudah pernah dirilis dalam bentuk Video Lirik saat album “Katakanlah Cinta” direlease pada bulan November 2018 lalu.

 

 MUSIK VIDEO YANG MENARIK

Lagu yang kaya akan makna ini sebenarnya sudah pernah dirilis dalam bentuk video lirik. Dan melihat antusiasme dari penggemar Naura terhadap lagu ini, maka dibuatlah sebuah musik video untuk lagu “Aku Indonesia”. Di sutradarai oleh Candi Soeleman, musik video kali ini benar-benar dilakukan dengan konsep yang sangat menarik. “Sebenarnya ini bukan kali pertama saya membuat musik video untuk Naura. Tapi untuk lagu ini, saya memang ingin membuat sesuatu yang sangat kuat unsur budayanya. Baik dari bajunya, koreonya, pokoknya ingin menonjolkan kekayaan seni budaya Indonesia dalam sebuah musik video,” ungkap Candi yang juga sebelumnya menggarap musik video “Karena Kamu Artinya Cinta” dari Naura dan Nola B3.

Dengan bantuan dari koreografer Dudi Gunawan dan juga fashion stylist, Andre Panaga, musik video Naura kali ini benar-benar berbeda dari biasanya. “Untuk kostum sendiri, konsep busana yang Naura kenakan adalah multi budaya. Jadi saya memadukan beberapa baju Nasional dari Sabang sampai merauke kedalam dua looks busana. Jadi ada satu looks yang Naura mengenakan headpiece khas dari Kalimantan, di dadanya ada hiasan teratai khas Betawi, lalu kain dibagian dadanya juga berbahan songket dari Aceh, lalu Obi yang ada dipinggangnya khas Bali,” ungkap Andre.

Untuk menentukan konsep seperti itu Andre mendapatkan input dari Naura yang tidak hanya mengenakan busana tersebut tapi juga ia akan menari dengannya. “Paling kesulitannya itu, sih, karenakan headpiece dan beberapa aksesori lainnya cukup berat, sedangkan Naura mengenakannya sambil menari,” tambahnya.

Dan untuk gerakan koreografinya sendiri, Dudi Gunawan, memastikan tidak banyak menggunakan gerakan yang terlalu rumit ke dalam musik video ini. “Di sini saya lebih banyak menggunakan gerakan dalam tari daerah dan juga beberapa gerakan dalam permainan tradisional yang mulai jarang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang. Karena saya ingin gerakan dalam musik video ini lebih banyak memperlihatkan keceriaannya sebagai anak-anak yang bangga akan budayanya,” ungkap Dudi.

Selain memberikan koreografi, Dudi juga mencoba memberikan penjelasan ke tiap penarinya mengenai filosofi yang ada dibalik busana dan juga tari daerah yang mereka lakukan. “Saya ingin koreografinya tidak hanya berdasarkan hafalan gerakan saja tapi mereka juga memang tahu kalau busana dari daerah tertentu memiliki gerakan khasnya sendiri,” tambahnya.

  

LATIHAN DARI SUBUH

Dan untuk membuat musik video kali ini, Naura dan segenap kru yang bertugas harus sudah ada di lokasi dari pagi dini hari. Hal ini dikarenakan sedikitnya waktu yang dimiliki Naura dan timnya untuk latihan koreografi. “Waktu merupakan kesulitan utama kami semua yang ada di sini. Karena untuk membuat konsep, bahkan meeting tentang detail video klip semua dilakukan via video conference antara saya, tim Trinity Optima Production, dan juga mba Nola,” ungkap Candi mengenang proses pembuatan video kali ini. “Karena Naura sendiri sempat ada promo film, dan juga ada kegiatan juga di Broadway New York, jadi saat ditentukan tanggal syuting itu merupakan satu-satunya tanggal kita semua bisa kumpul dan mematangkan konsep. Jadi,  subuh kita semua sudah kumpul di lokasi syuting, lalu Naura dan timnya latihan koreografinya, lalu setelah siap kita baru mulai syutingnya,” tambahnya.

Walaupun demikian, Naura sendiri merasa sangat senang. Bagaimana tidak akhirnya musik video dari salah satu lagu favoritnya di album “Katakanlah Cinta” ini akhirnya bisa segera dirilis. “Karena lagu ini beat nya bikin semangat dan lirik lagunya juga penuh bagus banget. Terus musik videonya yang banyak menggunakan tari dan baju daerah juga. Pokoknya benar-benar musik video yang mengingatkan kita sebagai anak-anak Indonesia harus bangga dengan kekayaan budaya di Indonesia,” ungkap Naura.

Wah, jadi penasaran ya, akan seperti apa nih musik video dari Naura yang berjudul “Aku Indonesia” ini ya? Yuk, nanti simak musik di Youtube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platform favorit dan juga radio di seluruh Indonesia. Sekali lagi, selamat Hari Anak Nasional ya, anak-anak Indonesia!

 

AKU INDONESIA (Lirik)

Tak pedulikan warna kulitnya

Bentuk rupanya ragam rambutnya

Tak pedulikan tanah asalnya tutur bicara

Keyakinannya

 

Tak ada yang sama

Itulah yang membuat kita ‘kaya‘

Harus selalu ingat

 

Aku adalah indonesia

Beraneka ragamnya warna warni irama oh indahnya

Aku adalah indonesia

Rukunlah selamanya berdampingan bersama

Kita indonesia

 

Tak pedulikan ada di mana hati tertanam tuk negeri ini

Walau dunia riuh mendera damai selalu bumi pertiwi

 

Berbeda tak sama

Yang penting kita tetap jadi satu

Untuk slama slamanya

 

Torang samua basudara

O musti baku sayang sayang

Huduik kataraso indah

Meunyoe geutanyong saleung meuncinta

 

Composed by MHALA & TANTRA ‘NUMATA’

Published by PT. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Produced by AVA VICTORIA & FIGGY PAPILAYA

Sequencer, Piano & Mallet by FIGGY PAPILAYA/  Bass by ZULFADLI /

Guitar by BUDI RAHARDJO / Drums by RIO ALIEF /

Strings by RM. CONDRO KASMOYO, DESSY SAPTANY, ANA ACHJUMAN, AVA VICTORIA, YACOBUS WIDODO, ARYOTOMO

Vocal Recorded @BACKBEAT STD, Jkt, Engineered by ANGGI ANGGORO

Vocal Produced by SIMHALA AVADANA Edited by ANGGI ANGGORO

Background Vocals Arranged by SIMHALA AVADANA & AVA VICTORIA

Bacground Vocals by RIAFINOLA, AVA VICTORIA, SIMHALA AVADANA

Mixed by ANGGI ANGGORO

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT STD, Jkt

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

KONSER DEKADE AFGAN DI JAKARTA

Jakarta, 27 Mei 2019. Menandai 10 tahun berkarier di dunia musik, Afgansyah Reza telah mempersiapkan konser Dekade-nya di Indonesia. Menyusul kesuksesan konser Dekade di Malaysia, Afgan memastikan konsernya kali ini akan berbeda dan dengan suguhan yang lebih menarik dari sebelumnya. “Senang sekali rasanya bisa menyelenggarakan konser yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Ini merupakan tanda terimakasih atas dukungan Afganisme selama satu Dekade terakhir. Jadi, pastinya konser ini akan sangat spesial bagi saya dan juga bagi penontonnya nanti,” ungkap Afgan.

Berlokasi di Istora Senayan, konser Afgan di Indonesia ini akan diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2019. Bekerjasama dengan One Step Forward ID selaku Organize (Promotor), konser Afgan kali ini akan berbeda dari konser-konser sebelumnya. Serangkaian musisi dan juga desainer telah bergabung untuk menyempurnakan konsernya kali ini.

Untuk Pembelian Tiket pre-sale konser ini bisa di beli secara online melalui mitra penjualan tiket resmi  di situs tiket.com pada tanggal 29 Mei 2019 jam 12.00 siang. Tersedia 5 pilihan kategori tiket, konser ini rencananya akan dijual mulai dari harga Rp. 350.000 sampe dengan Rp 750.000,-untuk tiket pre-sale. Semua harga tiket belum termasuk pajak pemerintah sebesar 10% dan biaya jasa pelayanan.

Untuk informasi terbarudan detail tentang tiket, para fans dapat mengunjungi situs www.konserdekadeafgan.com jangan lupa melakukan pre-registrasi untuk mendapatkan kesempatan Pre-sale di hari pertama pembelian nanti. Jadi Pastikan Anda tidak kehabisan tiket Konser Dekade Afgan di Indonesia ya!

Cassandra Band “Selamat Datang di Rumah Baru”

Trinity Optima Production menyambut kehadiran keluarga baru. Perkenalkan, mereka adalah CASSANDRA BAND. Sore ini, Cassandra Band akan meluncurkan single terbarunya. Nah, sebelum Anda mendengarkan lagu terbarunya, ada baiknya kita sama-sama kenalan dengan Cassandra:

BERAWAL DARI BAND CAFE

Sudah hampir 8 tahun lebih Cassandra Band malang melintang di industri musik. Band yang beranggotakan Anna (vokalis) Coki (bassist), dan Inos (gitaris) ini mengawali karier musiknya sejak tahun 2006 sebagai band-band cafe.

Sejalan berjalannya waktu Coki dan Inos ingin membuat band yang bisa ditawarkan ke label-label rekaman dengan formasi vokalis pria. Tapi ternyata mereka gagal menemuka warna vokal yang cocok dengan lagu-lagu yang sudah mereka punya. Anna yang waktu itu sudah menjadi partner Coki untuk bernyanyi di cafe pun diminta membawakan lagu “Tetap jadi Milikmu”. Emang sudah jodoh, Coki merasa cocok dengan karakter suara Anna, dan hingga hari ini mereka masih setia dengan formasi ini.

AWAL NAMA CASSANDRA

Sebelum ada Cassandra Band, Anna,Coki, dan Inos memilih nama “Aglo” sebagai nama band mereka. “Waktu itu cari-cari nama di Google, liat arti nama Cassandra dari Yunani itu nama-nama dewi dan artinya juga menarik. Dan waktu di cek juga belum ada band Indonesia yang pakai nama Cassandra. Dan pas juga nama dewi-dewi dengan vokalis perempuan,” ungkap Coki.

 HITS TAK TERDUGA

Di tahun 2010, akhirnya Cassandra Band berhasil menandatangani kotrak dengan sebuah label rekaman dan meluncurkan single pertama mereka “Tetap Milikmu”. Dalam hitungan minggu, lagu tersebut menjadi favorit radio-radio ibukota, dan sempat bertengger lama di tangga lagu musik. Dengan optimisme yang sama di tahun 2011 mereka kembali luncurkan single yang berjudul “Cinta Terbaik”. Melihat perkembangannya, Cassanadra Band tidak terlalu optimis kalau lagu ini mampu menjadi hits. Tapi entah mengapa, sejak tahun 2013, kepopuleran lagu ini terus meningkat. Dengan 61 juta viewers penontonnya di Youtube, lagu ini mampu membuat nama Cassandra Band menjadi idola banyak orang. Bahkan hingga hari ini terus menambah jumlah viewersnya. “Saya benar-benar enggak memprediksi kalau lagu itu bisa sepopuler itu,” ungkap Coki.

SUDAH PUNYA ALBUM

Di tahun 2017 Cassandr aBand sudah merilis album pertamanya yang berjudul “Cinta Terbaik”. Di dalamnya terdapat 11 lagu cinta dengan genre pop ballad yang kuat. “Kami memiliki berbagai influence musik yang berbeda, tapi untuk Cassandra kami masih setia dengangenre pop ballad karena memang genre ini yang bisa diterima orang banyak dan juga sebenarnya menyenangkan untuk membawakan musik jenis ini ketika di atas panggung,” ungkap Coki.

RUMAH BARU DI TRINITY OPTIMA PRODUCTION

Dan di tahun 2019, Cassandra Band memilih untuk berganti “rumah”. Dibawah naungan  Trinity Optima Production, Cassandra Band siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”. Berbeda dengan Cinta terbaik, lirik dan lagu ini lebih puitis dan lebih personal.

Lagu yang ditulis oleh Coki ini diakuinya terinspirasi dari kata-kata yang ada di dalam buku Pidi Baiq yang teranyar “Dilan 1990”. Saat itu, ia sedang berada di rumah sakit, patah hati setelah gagal menikah, Coki mencoba menyegarkan hati dan pikiran dengan membaca buku yang ia beli. Dan ketika membaca kata-kata “jangan rindu, ini berat, kamu tak kan kuat, biar aku saja”, Coki merasa kata tersebut sangat pas dengan kondisi dia saat itu.

Nah, penasaran dong seperti apa sih lagu Cassandra Band ini? Dan apakah Pidi Baiq selaku penulis buku Dilan 1990 memberikan izin untuk Cassandra band memberikan izin untuk penggunakan quotesnya? Kita sama-sama nantikan ya!

 

 

 

Welcome, Cassandra!

 

Selamat bergabung dengan keluarga besar Trinity Optima Production, Cassandra band!

Masih pada ingat dengan band Cassandra gak nih? Silahkan berikan komentar dibawah ini yaa

Ini sedikit clue mengenai Cassandra band:

 

 

Rossa Jelaskan Penampilannya di Asian Games 2018

 

Tanggal 18 Agustus lalu perhelatan olah raga, Asian Games 2018, akhirnya dimulai. Acara yang diikuti oleh 45 negara seluruh Asia dan Timur Tengah ini berhasil mencuri perhatian publik. Mulai dari aksi presiden di awal video yang mencengangkan sampai aksi tari tari daerah yang mengagumkan ditampilkan pada acara pembukaan Asian Games 2018. Dan di antara acara tersebut, berbagai musisi tanah air pun turut meramaikan acara tersebut, tidak terkecuali Rossa.

Dalam balutan busana berwarna hijau, Rossa tampil cantik sekali. Ia menyanyikan lagu daerah asal Jawa Barat bertajuk Manuk Dadali. Namun, sayangnya ditengah penampilannya yang memukau tersebut, Rossa mendapatkan kritik perihal lipsync. Rossa mengatakan bahwa panggung yang terlalu luas dan beberapa alasan lain menjadi pertimbangan para penyanyi harus menyanyi secara lipsync pada upacara pembukaan Asian Games 2018. “Karena itu kan di stadion jadi enggak mungkin juga. Kami menghindari apa yang tidak diinginkan misalnya cuaca, misalnya tiba-tiba ada angin, ataupun hujan, mic mati, pengisi acaranya misalnya suaranya habis gitu-gitu,” ucapnya. “Karena itu kan peforma yang bakal dinantikan dan ditonton banyak negara bukan cuman Indonesia aja,” imbuhnya. Sebagai penyanyi, Rossa sendiri memahami alasan panitia meminta para penyanyi untuk tak menyanyi secara langsung. “Ketika dikasih tahu itu lipsync tidak kecewa malahan, memang itu yang dibutuhkan,” paparnya.

Tidak hanya Rossa sendiri, penyanyi dangdut yang membuka acara Asian Games 2018, Via Vallen, juga mendapatkan cibiran yang serupa. Wah, kalau menurut kamu bagaimana penampilan Ross adi acara Asian Games kemarin?

Young Lex Cuek Dengan Hinaan

Awal bulan Juli, Young Lex mewakili Indonesia di acara MTV Asia di sebuah acara Rap bernama “Yo! MTV Rap”. Dan kontan saja, banyak netizen di Indonesia yang menghina performance Young Lex.

Tapi, menanggapi beberapa komentar negative netizen, Young Lex mengaku santai saja. Baginya terus berkarya merupakan tujuan utamanya. “Pihak MTV langsung yang mengundang gue, dan gue satu-satunya perwakilan rapper yang diundang,” ujar Young Lex. “Gue nggak nyangka sih, mungkin karena lagu-lagu gue original menggunakan bahasa Indonesia,” tambah pelantun lagu “Nyeselkan” ini.

Pilihan Young Lex untuk bicara dan nge-rap dengan bahasa Indonesia juga jadi hal yang dikritik oleh para netizen. Padahal yang terjadi  saat proses syuting adalah, Young Lex sudah mempersiapkan diri untuk menjawab dengan bahasa Inggris. Namun justru ketika Ia mau menjawab dengan bahasa Inggris, Young Lex diminta untuk menjawab dengan bahasa Indonesia saja. “Gue jadi terinspirasi mereka sangat menghargai bahasa negara lain. Nanti juga pasti ada translatenya,” ujarnya.

Selain, perkara penampilannya di Yo! MTV Raps, Young Lex juga sempat membuat penggemar  BLACKPINK geram karena dirinya diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan personil BLACKPINK idolanya, Lisa. Dan setelah beragam kontroversi yang didapatkannya akhirnya kesempatannya untuk bertemu dengan Lisa pun dibatalkan oleh penyelenggara. “Gue fine-fine aja. Sangat-sangat santai banget. Mau enggak jadi kek, gue sebenarnya enggak terlalu ngarep juga sih,” tutur Young Lex saat diwawancarai oleh tim kompas.com. “Karena menurut gue terlalu jauh banget, gue fans ‘wah harus ketemu’, enggak. Young Lex suka that’s it,” imbuhnya.

Dan untuk projek ke depannya, ada banyak hal yang akan dilakukan oleh Young Lex, dan apapun yang akan dilontarkan netizen, Young Lex siap untuk menghadapinya. Semangat ya!

Afgan Tampil di Hyperplay

 

 

Pelantun lagu Sudah, Afgansyah Reza kini kian melambungkan namanya lewat beberapa event festival internasional. Setelah tampil bersama Isyana Saravati dan Rendy Pandugo di festival We The Fest, pada tanggal 22 Juli lalu, Afgan dijadwalkan tampil di panggung MTV Hyperplay di Singapura.

Hyperplay sendiri merupakan event pertama di Asia Tenggara yang mengkombinasikan sebuah games mobil dengan festival musik. Berlokasi di Singapore Indoor Stadium, acara ini akan dimeriahkan oleh beragam musisi internasional. Mulai dari grup pop asal Singapura, The Sam Willows sampai Korean Superstar seperti CL dari tanggal 4 – 5 Agustus 2018. Afgan sendiri akan perform langsung dengan membawakan beberapa lagu hitsnya di tanggal 5 Agustus.

Penasaran enggak sih sama penampilan Afgan nanti? Kita sama-sama tunggu aja ya!