trinity_logo_web.png
Menu
Afgan & Robin Thicke Rilis Single Remix Bersama

Setelah beberapa waktu yang lalu Afgan merilis album Wallflower yang merupakan album berbahasa Inggris pertamanya, kini Afgan kembali merilis versi remix dari lagu “touch me” yang merupakan salah satu lagu di album tersebut. Dalam remix ini, Afgan menggandeng penyanyi sekaligus penulis lagu Robin Thicke (“The Sweetest Love”, “Lost Without U”, dan “Blurred Lines” bersama T.I dan Pharrell Williams), di bawah naungan EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, dan Robin Thicke sendiri, yang juga bekerja sama dengan Trinity Optima Production.

 

Dibalut dengan beat yang dark dan sexy, remix lagu “touch me” bercerita soal ketertarikan fisik ketika pertama kali bertemu dan bukti bahwa sebuah sentuhan mampu menghadirkan banyak rasa. Yang mana, hal ini pasti pernah dirasakan oleh semua orang.

 

“Rasa ini adalah sesuatu yang menakjubkan dan aku ingin sekali menyampaikannya. Aku belum pernah melagukan hal-hal seperti ini sebelumnya karena keterbatasan kata dalam bahasa Indonesia. Sekarang, aku punya album berbahasa Inggris, aku bisa menyampaikannya lewat “touch me”. Ini termasuk tantangan buatku, dan aku lega serta puas dengan hasilnya,” jelas Afgan.

 

Afgan pun bercerita bagaimana dia dan Robin Thicke bisa bekerja sama.

 

“Kami sama-sama berada di label yang sama, EMPIRE, dan Robin Thicke bekerja sama dengan salah satu produser si album “Wallflower”. So, I took a shot, apakah memungkinkan untuk collab dengannya. Vice President A&R Empire, Tina Davis, pun membicarakan hal ini dengan tim Robin Thicke dan seminggu setelahnya, aku mendapatkan kabar kalau Robin Thicke bersedia dan tentu saja, aku merasa terhormat. Walaupun selama ini kami tidak pernah bertemu, hal ini memperlihatkan bahwa kita, artis-artis berdarah Asia, punya banyak kesempatan dan sudah banyak pintu yang terbuka untuk kita di industri global,” kata Afgan.

 

I am very excited because I’ve been a big fan of his works. It was surreal karena aku merasa dia belum pernah mendengarkan karya-karyaku. Tapi, faktanya, he believes in my music dan aku benar-benar bersyukur. Menurutku, he’s one of the most talented RnB artists and he can go really deep with his ballads. Robin Thicke membuktikan bahwa dia melakukan banyak hal dengan talentanya, dan dia tidak takut untuk mencoba hal baru yang berbeda. Dia juga salah satu penyanyi terbaik yang pernah aku dengar dan aku benar-benar terhormat atas kehadirannya dalam salah satu karyaku,” lanjut Afgan.

 

“Aku benar-benar menyukai lagu “touch me” saat pertama kali aku mendengarnya! Setelah albumku, “On Earth, and in Heaven” rilis awal tahun ini, aku ingin ingin terus membuat karya yang terdengar enak, asyik, dan seksi. Ketika Tina Davis memperdengarkan “touch me” padaku, aku langsung ingin menjadi bagian dari lagu itu. Afgan memiliki vokal yang halus dan sultry dan dia adalah penyanyi yang sangat dewasa untuk usianya. Aku merasa terhormat menjadi bagian dari lagu ini bersamanya,” ucap Robin Thicke.

 

 

Kolaborasi Perdana Afgan dan Jackson Wang dalam M.I.A

Setelah merilis “say i’m sorry” pada Februari lalu, Afgan kembali merilis single baru berjudul “M.I.A”. Single ini merupakan terobosan globalnya yang kedua bersama EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, Robin Thicke, hingga Busta Rhymes, yang juga bekerja sama dengan Trinity Optima Production.

Tak sendiri, Afgan juga berkolaborasi dengan kawannya, Jackson Wang, di lagu yang mengusung beat R&B dan subtle trap dengan nuansa noughties serta tempo yang lambat ini.

Berkolaborasi dengan Jackson Wang adalah salah satu mimpi Afgan yang menjadi kenyataan. “Aku adalah penggemar berat Jackson Wang dan dia menginspirasiku untuk berkembang. Semua bermula saat kami bertemu di belakang panggung di sebuah acara di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2019. Kami berdiskusi tentang kemungkinan untuk bekerja sama,” ucap Afgan.

“Kami banyak bicara soal musik lewat telepon. Kami pikir, pasti seru kalau kami berkolaborasi,” ujar Jackson Wang.

Afgan pun melakukan rekaman “M.I.A” di studio EMPIRE, Amerika Serikat dan rekaman dilakukan secara terpisah dengan Jackson Wang. Ditulis bersama Benny Mayne dan Emily Vaughn serta diproduseri oleh Tha Aristocrats, “M.I.A” bercerita soal keyakinan seseorang untuk tidak akan pergi dari sosok yang ia cintai dan akan tetap di sisinya.

“Tidak ada cerita personal di balik “M.I.A”. Tapi, proses pembuatan lagu ini sangat menyenangkan dan menjadi bagian besar dari eksplorasiku di album mendatang. Kita bisa menari saat mendengarkan lagu ini dan aku pikir, dunia membutuhkan lebih banyak lagu seperti ini,” jelas Afgan.

Afgan adalah artis yang hebat, dia keren. Setelah mendengar versi final “M.I.A”, aku pikir lagunya sempurna dan smooth. Semua orang harus mendengarkan lagu ini,” kata Jackson Wang.

Tidak hanya rekaman lagu, shooting untuk video klip “M.I.A” juga dilakukan secara terpisah. “Proses shooting-nya sangat menyenangkan dan aku bersyukur Jackson meluangkan waktu dari jadwalnya yang padat untuk berpartisipasi dalam video musik garapan Shadtoto Prasetio ini. Aku harap “M.I.A” membuat orang-orang merasa senang saat mendengarkannya karena bagiku, itulah arti musik yang sebenarnya,” kata Afgan.

Mawar dan Afgan Adu Cepat dalam Sing The Word Challenge

Gimana ya kalau Nawar dan afgan main games nyanyi? Pastinya seru banget. Dengan bermodal satu kata acak yang mereka dapatkan, Mawar dan Afgan harus adu cepat menyanyikan lagu yang mengandung kata tersebut. Mulai dari kata “Zero”, “Queen”, dan banyak lagi. Beberapa ada yang mereka langsung jawab, tapi banyak yang mereka enggak tahu, sampai-sampai Mawar harus mengarang lagu. Haha, yuk tonton keseruannya di sini:

Afgan Rilis Lagu Internasional “say i’m sorry”

Afgan kembali melahirkan karya setelah absen selama 2 tahun. Single terbarunya itu berjudul “say i’m sorry”, terobosan global pertamanya sekaligus debutnya dengan EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, Robin Thicke, hingga Busta Rhymes, yang bekerja sama dengan Trinity Optima Production.

 

Mengusung slow-burning R&B dengan sentuhan modern yang didominasi synthesizer, “say i’m sorry” berpadu apik dengan suara Afgan yang khas. Lagu tersebut diproduseri oleh Tha Aristocrats (yang juga pernah memproduseri Chris Brown, EXO, BoA) dan ditulis oleh Chaz Jackson, Dashawn White, Benny Mayne, Emily Vaughn, Orlando Williamson, serta Yusuke Sato.

 

“say i’m sorry” berkisah tentang sebuah penyesalan. Waktu tak akan bisa diulang, dan yang bisa dilakukan adalah mengingat kenangan akan rasa yang pernah ada.

 

“Aku berharap, saat orang-orang mendengarkan lagu ini, kesedihan dan rasa sakit yang pernah kita rasakan membuat kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Penyesalan itu ada untuk memberi kita pelajaran, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan,” tutur Afgan.

 

Merilis karya secara internasional adalah impian Afgan sejak dia mulai berkarier di dunia musik. Setelah berkarya selama kurang lebih 13 tahun lamanya, Afgan berpikir bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menantang dirinya demi berkembang menjadi musisi, vokalis, sekaligus penulis lagu ke level yang lebih tinggi. Juga, memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya.

 

Soal rekaman, Afgan melakukannya di studio EMPIRE, Amerika Serikat. Banyak yang ia rasakan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru hingga belajar banyak hal secara profesional.

 

“Banyak hal yang membuatku terinspirasi. EMPIRE paham apa yang aku inginkan dan mereka juga membantuku beradaptasi. Aku sangat bangga bisa bekerja sama dengan EMPIRE dan aku sudah tidak sabar ingin memperdengarkan lagu-lagu baruku,” kata Afgan.

 

“Impresi pertamaku tentang Afgan, dia adalah orang yang sopan dan sangat terbuka dengan ide apapun. Afgan adalah penyanyi berbakat dan sangat mencintai musik. Aku mendengar suaranya untuk pertama kali saat kami bertemu secara virtual. Tapi, ketika kami bertatap muka di studio dan aku mendengarnya bernyanyi di depan mataku, aku bisa melihat kemampuannya yang sebenarnya, terutama jangkauan vokalnya, dan etos kerjanya yang bagus,” ucap Tina Davis selaku Vice President A&R EMPIRE.

 

Hidup bersama karya-karya Stevie Wonder, Whitney Houston, dan Brian McKnight sejak kecil, Afgansyah Reza memantapkan dirinya sebagai salah satu bintang terbesar di Indonesia sejak album debutnya, “Confession No.1”, rilis pada Januari 2008. Selama berkarier, Afgan telah meraih kurang lebih 60 penghargaan di dunia musik dan memiliki lebih dari 17 juta pengikut di media sosial. Di tahun 2019, Afgan meraup lebih dari 44 juta streaming di Spotify dari 79 negara.

 

Tak hanya itu, Afgan juga sukses menggelar konser di beberapa kota di Indonesia dan sejumlah negara di Asia. Tiket konsernya selalu terjual habis. Setelah kehadirannya diakui industri musik Asia, Afgan siap melebarkan sayapnya di tahun 2021 ini, yakni dengan berkarya secara internasional.

 

“Sebagai label yang menaungi Afgan selama ini, kami sangat mendukung dan bangga melihat perjalanan kariernya sampai sekarang. Mimpinya untuk berkarya ke tingkat yang lebih tinggi menjadi kenyataan, dan kami harap Afgan bisa membawa nama baik Indonesia ke panggung internasional. Fans pasti menyukai musik Afgan yang baru, begitu juga sosoknya,” ucap Yonathan Nugroho, Managing Director Trinity Optima Production.

Sempat Dirampok, Pengalaman Afgan Rekaman Di Amerika Serikat

Hari ini Afgan baru saja meluncurkan single internasional perdananya berjudul “say i’m sorry”. Single ini merupakan salah lagu yang Afgan selesaikan bersama label rekaman Amerika, EMPIRE tahun 2019 lalu. Dan saat rekaman di Amerika, ternyata banyak kejadian yang berkesan yang Afgan lalui.

Di hari pertama Afgan landing di San Francisco, Afgan langsung aja mengalami hal yang tidak mengenakan. Mobil sewaanya dibobol orang saat ia sedang makan malam di Chinatown, San Francisco. Koper yang berisi pakaian dan tas berisi uang selama sebulan ia di sana, semuanya habis diambil oleh perampok. Bayangkan baru keluar dari bandara, dirinya sudah harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Tapi, tidak mau terlalu lama berlarut dengan kejadian yang tidak mengenakan tersebut, Afgan menganggap kejadian tersebut menyuruhnya untuk memulai perjalanannya di Amerika Serikat ini dari nol lagi. Mulai dari pakaian, celana, sepatu, semua harus ia beli lagi untuk memenuhi kebutuhannya selama sebulan.

tantangan lainnya berlanjut ketika Afgan mulai memasuki studio rekaman EMPIRE, karena ia harus bekerja sama dengan orang-orang yang baru ia kenal hari itu. Tapi proses rekamannya ternyata cukup cepat dari ekspektasinya. Dalam satu hari Afgan bisa merekam 3-4 lagu sekaligus. Wah, seru banget yaa. Selengkapnya bisa ditonton di Youtube Afgan:

Afgan dan Raisa Kembali Berduet Lewat Lagu “Tunjukkan”

Setelah sukses merilis sebuah single kolaborasi bertajuk “Percayalah” 5 tahun yang lalu dan juga berhasil meraup 16 juta play di YouTube sekaligus salah satu most streamed Indonesian track of 2015 di Spotify, kini Afgan dan Raisa kembali merilis sebuah lagu baru berjudul Tunjukkan.

Duet Afgan dan Raisa untuk lagu Tunjukkan ini terbilang tidak direncanakan sama sekali kedua penyanyi ini. Bermula dari Afgan menerima demo lagu dari Alam Urbach. Kemudian Afgan terlintas untuk menjadikan ini sebuah lagu duet dan nama Raisa langsung terbesit di benak kepalanya.

“Awalnya sih kaget dapet ajakan kolaborasi ini. Nuansanya lagunya berbeda dengan Percayalah, jadi excited untuk ngerjainnya, dan lagunya cepet nyangkut di kepala. Selalu seru kerja bareng Afgan,” cerita Raisa.

Afgan menambahkan, “Lagu ini sangat catchy dan bikin kita feel good, terutama di masa-masa (pandemi) seperti sekarang. Jadi ini adalah bentuk ekspresi terhadap orang-orang yang kamu sayang, karena kita suka lupa untuk menunjukkan rasa sayang tersebut.”

Pada single terbaru ini Afgan dan Raisa mencoba warna yang berbeda dari sebelumnya. Di lagu Percayalah, unsur balada pop sangat kental terasa. Sementara di Tunjukkan, Afgan dan Raisa ingin menunjukkan sesuatu yang baru secara nuansa lagu, yaitu lantunan yang groovy. Rasa baru dari duet ini tak lepas dari kumpulan produser dengan nama S/EEK (terdiri dari Marco Steffiano, Adrian Rahmat Purwanto, dan Jessi Mates) yang menangkap inspirasi Afgan dan Raisa untuk menghasilkan musik Pop Korea dan R&B era 2000-an.

Single Tunjukkan sudah bisa didengarkan di aplikasi layanan streaming mulai 6 November 2020. Dan untuk single ini Afgan dan Raisa sudah menyiapkan sebuah challenge untuk bisa seru-seruan bareng Afganisme dan YourRaisa.

Music Video Tunjukkan

Selain lagu Tunjukkan, Afgan dan Raisa juga merilis music video yang bisa ditonton di kanal Youtube Trinity Optima Production. Music video ini disutradarai oleh Gilbert March yang sebelumnya menggarap music video You milik Raisa dan Look At Me Now-nya Ramengvrl. Konsep music videonya mengambil sisi hubungan dekat namun quirky dari Raisa dan Afgan, yang belum diketahui banyak orang. Music video Tunjukkan sudah bisa ditonton hari ini.

Afgan “Lenggang Puspita” – Sebuah Tribut Untuk Maestro

Menandai 10 tahun kariernya di industry musik, Afgan telah mempersiapkan sebuah suguhan konser bertajuk DEKADE. Dilaksanakan di Istora, Senayan, konser Afgan kali ini akan dimeriahkan dengan beberapa kejutan lagu recycle yang telah dipersiapkan dengan matang. Salah satunya adalah lagu “Lenggang Puspita” dari Guruh Soekarno Putra.

 Jakarta, 9 Agustus 2019 – Memang dalam konser Afgan kali ini akan berbeda dari konser-konser sebelumnya. Setidaknya akan ada 41 musisi yang akan turut mengiringi Afgan di atas panggung dan ada 23 lagu terbaik dari Afgan yang mampu merangkum perjalanan bermusiknya dari awal hingga hari ini. Di bawah naungan music director Rishanda Singgih dan Marco Steffiano, dalam konsernya ini Afgan juga akan berkolaborasi dengan beberapa penyanyi dan musisi kebanggan Indonesia seperti Dipha Barus, Rendy Pandugo, Marion Jola, dan masih banyak nama beken lainnya. Tidak hanya itu, sebuah lagu tribute dari Guruh Soekarno Putra juga turut mengiringi kemeriahan konser Afgan kali ini.

Afgan mengaku cukup bangga dan senang dapat membawakan lagu “Lenggang Puspita” ke dalam konsernya. “Sebenarnya ini karena kebetulan saya ditunjuk untuk menjadi bagian album “Tribute To Guruh Soekarno Putra”. Dan saya memang tumbuh besar mendengarkan lagu tersebut. Perasaan saya benar-benar tersanjung dan bangga bisa membawakan lagu “Lenggang Puspita” dari Guruh Soekarno Putra dan bisa membawakannya ke dalam konser DEKADE. Karena kebetulan konser DEKADE ini menjadi konser terakhir saya sebelum saya rehat sementara dari industry musik,” ungkap Afgan.

Dan di hari yang sama dengan konsernya ini, lagu “Lenggang Puspita” juga resmi dirilis ke public. Wah, seperti apa sih lagu “Lenggang Puspita” yang dibawakan oleh Afgan? Kita sama-sama nantikan di konser DEKADE Afgan hari ini ya!

 

LENGGANG PUSPITA (LIRIK)

Jalan berlenggak lenggok gemulai

Langkah nan anggun tinggi semampai

Di antara rerumpunan bambu

Kudengar derai tawamu


wajah berbinar binar ceria

Senyum manis menghiasi senja

Di antara bunga bunga rindu

Kucium harum nafasmu


oh dara… Kemana kau pergi melangkah

Juwita… Tahukah kau hatiku resah

Oh dara… Mengapa kau terus melangkah

Juwita… Mengapa ku tak berdaya

Kemanakah kaki melangkah

Tahukah kau hatiku resah

Mengapa tak berdaya

Composed by GURUH SUKARNO PUTRA

Published by PT MUSICA PUBLISER INDONESIA

Produced & Mixed by WIDI PURADIREDJA @ORGANIC LAB

Strings performed by DELICACY

Vocal Recorded @BRO’S STUDIO, JKT Engineered by ALDI

Vocal Produced by BOWO ‘SOULMATE’

Background Vocals performed by RANYA BADUDU

Mastered by GEOFF PESCHE@ABBEYROAD STUDIOS

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

KONSER DEKADE AFGAN DI JAKARTA

Jakarta, 27 Mei 2019. Menandai 10 tahun berkarier di dunia musik, Afgansyah Reza telah mempersiapkan konser Dekade-nya di Indonesia. Menyusul kesuksesan konser Dekade di Malaysia, Afgan memastikan konsernya kali ini akan berbeda dan dengan suguhan yang lebih menarik dari sebelumnya. “Senang sekali rasanya bisa menyelenggarakan konser yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Ini merupakan tanda terimakasih atas dukungan Afganisme selama satu Dekade terakhir. Jadi, pastinya konser ini akan sangat spesial bagi saya dan juga bagi penontonnya nanti,” ungkap Afgan.

Berlokasi di Istora Senayan, konser Afgan di Indonesia ini akan diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2019. Bekerjasama dengan One Step Forward ID selaku Organize (Promotor), konser Afgan kali ini akan berbeda dari konser-konser sebelumnya. Serangkaian musisi dan juga desainer telah bergabung untuk menyempurnakan konsernya kali ini.

Untuk Pembelian Tiket pre-sale konser ini bisa di beli secara online melalui mitra penjualan tiket resmi  di situs tiket.com pada tanggal 29 Mei 2019 jam 12.00 siang. Tersedia 5 pilihan kategori tiket, konser ini rencananya akan dijual mulai dari harga Rp. 350.000 sampe dengan Rp 750.000,-untuk tiket pre-sale. Semua harga tiket belum termasuk pajak pemerintah sebesar 10% dan biaya jasa pelayanan.

Untuk informasi terbarudan detail tentang tiket, para fans dapat mengunjungi situs www.konserdekadeafgan.com jangan lupa melakukan pre-registrasi untuk mendapatkan kesempatan Pre-sale di hari pertama pembelian nanti. Jadi Pastikan Anda tidak kehabisan tiket Konser Dekade Afgan di Indonesia ya!

HEAVEN (Dipha Barus Remix Featuring A. Nayaka) by. Afgan, Isyana Sarasvati, Rendy Pandugo

Pada awalnya, remix identik dengan genre musik hip-hop dan electronic dance music (EDM). Namun, kini remix berubah menjadi hal yang sangat umum.  Remix memberikan alternatif pada sebuah lagu, diubah dalam bentuk lain lintas genre namun tetap dalam satu rangkaian nada.  Seringkali, remix memasukkan unsur electronic music dan menyertakan feature artist.

Remix memungkinkan sebuah lagu terdengar sepenuhnya baru, segar, namun tetap familiar.  Hal ini berlaku pada lagu ‘Heaven’ milik trio AIR – Afgan, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo – dengan treatment dari disk joki sekaligus produser musik, Dipha Barus, bersama rapper A. Nayaka.

Ubahan Lagu Akustik dalam Format Dance Track

Alhasil, ‘Heaven’ versi original yang identik dengan nuansa akustik nan simple kini berubah total menjadi dance track yang begitu ciamik di tangan Dipha Barus.  Bebunyian unik khas Dipha membalut lagu bertema lovey dovey ini sehingga berada di level berbeda.

Konsep remix ‘Heaven’ tercetus atas keinginan menyajikan lagu dalam dua format  berbeda untuk dibungkus dalam sebuah mini album. “Satu satunya nama yang  muncul adalah Dipha Barus. Kebetulan, kita bertiga (Afgan, Isyana, Rendy) memang penggemar karya–karyanya.  Tidak ada orang yang lebih tepat untuk menginterpretasikan single pertama Project AIR ini selain dia. Saat dihubungi, Dipha juga menyambut gembira dan menyanggupinya”,  cerita Afgan tentang awal mula penggarapan proyek remix ini.

“Terus terang, saya suka dengan ‘Heaven’ sejak awal rilis. Konsep tiga penyanyi yang  bergabung dalam Project AIR sangat menarik dan vibe lagunya yang  chill memberikan banyak celah untuk tambahan sound. Tak ada alasan untuk tidak menerima tawaran me-remix lagu ini.  Sangatlah menyenangkan mengerjakan proyek ini karena saya dibebaskan untuk bereksplorasi.  Saya menggarapnya di berbagai kesempatan, di studio rumah, di sela–sela jadwal tour, bahkan mengerjakannya sembari live di social media”, begitu Dipha Barus bercerita.

Sentuhan Ciamik Hadirkan Versi Baru ‘Heaven’

Pada versi remix ‘Heaven’, Dipha Barus memakai beberapa sound, groove dan beat baru,  diambil dari sound bank karya Dipha Barus yang begitu kaya dan unik.  Jika diteliti, terdengar bebunyian alat musik tradisional Indonesia seperti gamelan, gong dan alat musik lainnya.

Secara spontan, Dipha Barus juga memiliki ide mengajak  A. Nayaka untuk memperkaya lagu dengan bait rap supaya hasil remix ini sepenuhnya berbeda dari proyek terdahulu.  Nayaka menyambut antusias, menciptakan verse untuk melengkapi ‘Heaven’ remix yang  dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat.

“Di bagian verse, saya mengekpresikan arti “heaven with your significant other” yang memang sangat berarti buat saya. Ada line yang menyebut “probably still drive you around ‘round the time i’m 65”, di mana sebenarnya merupakan penghargaan untuk The Beatles “When I’m 64”. Lagu itu menjadi salah satu lagu cinta terbesar bagi saya”, cerita A. Nayaka tentang keterlibatannya dalam ‘Heaven’ remix.

“Saya tidak menyangka lagu ‘Heaven’ ternyata bisa dibuat dalam versi berbeda.  Lagunya jadi lebih seru berkat beat yang dibuat Dipha Barus. Gokil!  Saya sangat gembira bisa berkolaborasi dengan dua musisi jenius dan menginspirasi seperti Dipha Barus dan A. Nayaka”  ungkap Rendy Pandugo saat mendengarkan ‘Heaven’ versi remix pertama kalinya.

“Benar sekali! Tidak ada complain dan revisi berarti dari kita bertiga sejak pertama kali  mendengarkan hasil remix. Lagu ‘Heaven’ kini memiliki dimensi yang semakin luas, serta tak hanya cocok untuk suasana pagi dan sore karena bisa membawa kita berdansa di malam hari.  Tambahan rap dari A. Nayaka juga memberikan kejutan seru’, begitu komentar Isyana Sarasvati.

Pada akhirnya, kita tak bisa menebak perjalanan yang ditempuh oleh sebuah karya seni.  ‘Heaven’ yang pada awalnya memiliki nuansa akustik kuat, kini menjelma sebagai dance track yang begitu mengesankan dan kaya rasa.

 

Afgan, Isyana Sarasvati, RendyPandugo – Heaven (DiphaBarus Remix) feat A. Nayaka

 

Composer : Afgan, Isyana Sarasvati, RendyPandugo

Writer (Rap): A.Nayaka & Matter Mos

Keyboard by Harris Pranowo

Rap: A. Nayaka

Nayaka vocal recorded by Adit at BRO’S Studio

Produced / Remixed by DiphaBarus

Co-Produced by Kayman & Mbe Sheehan

Mixed by Kayman, Dipha Barus, Jonathan Pardede at Heartfelt Studio

Mastered by Sam, London

 

“FEEL SO RIGHT” Self-Empowerment Anthem dari Trio Paling Bersinar di IndustriMusik Tanah Air

Kolaborasi adalah hal paling common di industri musik. Baik musisi sealiran maupun lintas aliran bekerja sama melahirkan karya segar, otentik dan berbeda dari karya yang biasa mereka produksi. Kolaborasi memberikan tambahan tangan, pendengaran, ide kreatif, dan akses sesama seniman untuk melahirkan karya baru yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Kolaborasi pun tidak hanya biasa dilakukan antar musisi namun juga dengan para brand terkemuka untuk kian menguatkan relevansi dari pesan yang ingin disampaikan.

Pengalaman kolaboratif ini terjadi pada 3 musisi kenamaan Indonesia; Afgan, Isyana Sarasvati danRendy Pandugo. Dipertengahan Februari tahun 2018 silam, ketiganya meluncurkan single berjudul “Heaven”, sebuah lagu manis bernuansa akustik yang awalnya menjadi project kerjasama antara Afgan dan Rendy Pandugo dalam pembuatan materi, lalu berubah menjadi kolaborasi 3 musisi melalui hadirnya Isyana Sarasvati yang terjadi secara spontan.

“Heaven” merupakan persembahan berbeda bagi ketiga musisi. Tanpa diduga, lagu ini memenangkan hati penggemar dari masing–masing musisi dan penikmat musik secara umum. Sampai sekarang, “Heaven” telah didengarkan hingga 11 juta kali melalui platform musik digital, sedangkan music video dan video lyrics telah dinikmati oleh lebih dari 4,8 juta kali di YouTube. Bersamaan dengan luasnya distribusi karya ini, ketiga musisi juga meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia dan SCTV Music Awards.

 

Hal membahagiakan lain dari ketiga musisi adalah reaksi para penikmat musik saat masing-masing individu membawakan lagu “Heaven” di berbagai panggung. “Awalnya sedikit ragu membawakan “Heaven” tanpa Isyana dan Rendy, tapi melihat animo penonton yang begitua ntusias dan ikut bernyanyi akhirnya meyakinkan saya bahwa lagu ini dicintai banyak orang”, ungkap Afgan.

Hal yang sama juga dirasakan pada penampilan individu dari Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo yang selalu memasukkan “Heaven” pada set list performance. Tidak itu saja, lagu ini juga membawa ketiga musisi iniuntuk tampil dipanggung We The Fest dan Ramadhan Jazz Festival 2018.

Ajakan Aktualisasi Diri Bersama Zilingodan Project AIR melalui ‘Feel So Right’

Memasuki tahun 2019, kolaborasi Afgan, Isyana Sarasvati danRendy Pandugo memasuki fase baru melalui Project AIR dengan garapan yang semakin serius, salah satunya dengan adanya kolaborasi kreatif dengan platform fesyen dan gaya hidup terdepan, Zilingo. Sebuah Extended Play telah dipersiapkan oleh ketiganya di tengah aktivitas dan sulitnya menyatukan jadwal dari masing-masing individu.

Melalui single pertama dari EP berjudul “Feel So Right”, garapan dibuat berbeda dari“Heaven”. Jika single terdahulu menyajikan nuansa akustik yang kuat, “Feel So Right” diproduksi dengan treatment musik berbeda dan penuh irama sehingga tak akan membiarkan semua penggemarnya hanya berdiam diri.

Semangat self-empowerment dari lagu “Feel So Right” juga sejalan dengan pesan #SiapaSihLo milik Zilingo. Sebagai platform terkemuka di bidang fesyen dan gaya hidup, Zilingo secara aktif mendorong para pelanggannya untuk selalu mengekspresikan diri mereka yang luar biasa melalui gaya pilihan mereka. Melalui lebih dari dua juta pilihan koleksi yang ada, Zilingo menjadikan proses  pemilihan gaya menjadi mudah diakses bagi semua kalangan.

“Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau saya bisa menggarap dance track seperti ini karena mungkin menjadi sesuatu yang mustahil jika  dilakukan pada proyek solo. Saat bersama Afgan dan Isyana, vibe dan inspirasinya mengalir ke arah chill dan dance seperti ini, ungkap Rendy tentang proses pemuatan lagu “Feel So Right”.

Lagu ini menggambarkan kegembiraan dan kepuasan yang muncul dari seseorang melalui ekspresi kepercayaan diri yang sebelumnya  mungkin terpendam. Layaknya self-empowerment anthem yang berlaku umum, pemberdayaan terbaik adalah pemberdayaan yang lahir dari dalam diri.  Saat menemukan versi ternyaman pada diri sendiri, kita mulai berekspresi dengan berdansa dan lebih mencintai diri pada setiap langkah, cerita Isyana saat menjelaskan lirik “Feel So Right”.

Chemistry diantara ketiga musisi memang tak terbantahkan lagi, bahkan tak ada yang lebih menonjol dan mendominasi. Uniknya, semua proses  terjadi secara mengalir dan natural. “Banyaknya kesamaan preferensi dan pemikiran, yang dalam bahasa kita disebut ‘satu frekuensi’  sepertinya menjadi kunci langgengnya trio ini”, begitu Afgan bercerita tentang keseruan bekerja sama dengan Isyana dan Rendy. “This project obviously the most fun project that I’ve worked to”.

Sekali lagi musik membuktikan bahwa ia adalah bahasa yang universal, menembus berbagai halangan dan berbedaan,  bahkan membuka kesempatan untuk bereksplorasi lebih. Pada kasus trio Afgan, Isyana, Rendy adalah brand Zilingo yang menjadi partner dalam menyebarkan pesan pemberdayaan diri.

“Fesyen dan musik sering kali menjadi media bagi seseorang untuk menunjukkan kepribadian mereka. Menyadari hal ini,  Zilingo tidak dapat memikirkan figur yang lebih baik dari Afgan, Isyana, dan Rendy untuk membantu mendukung pesan #SiapaSihLo milik kami. Masing-masing musisi berbakat ini merupakan panutan bagi jutaan orang di Indonesia dengan gaya pribadi mereka sendiri, dan itu mengalir melalui musik mereka. Melalui “Feel So Right”, kami berharap dapat menginspirasi semua orang untuk mulai mengekspresikan diri mereka yang luar biasa melalui media  pilihan mereka, baik itu melalui fesyen, musik, seni atau medium lainnya, ” kata Sarah Humaira, VP dan Head of B2C Marketing, Zilingo.

 

Spirit SelfEmpowermentMelalui Irama dan Visual

Finalisasi musik “Feel So Right” diserahkan kepada produser musik asal Swedia bernama Harry Sommerdah yang sebelumnya pernah menangani lagu-lagu dari GAC. Ditangan sang produser, “Feel So Right” menjelma menja di dance track yang catchy dan ekspresif sehingga sangat  mustahil untuk diabaikan. Terlebih lagi, terdapat petikan gitar yang sangat khas dari Rendy Pandugo.

Sementara itu, visual “Feel So Right” diserahkan kepada photographer/director handal Davy Linggar. Pengambilan gambar untuk music  video dan photoshoot dilakukan di Tokyo, Jepang. Dengan tim yang relatif kecil, Project AIR mengeksplorasi keindahan kota Tokyo di area yang yang tidak terlalu touristic.

Pada video musik, Afgan, Isyana, Rendy terlihat berjalan di kawasan Ropongi, Ueno Station, Omotesando dan Aoyama. Dengan teknik editing yang banyak memperlihatkan pergantian antar individu pada lokasi yang sama menjadikan hasil akhirnya terkesan begitu dinamis dengan spirit  pemberdayaan diri yang sangat kuat.

Sebelumnya, Davy Linggar sempat bekerja sama dengan Afgan dan Rendy Pandugo pada penggarapan musik video secara solo, namun bagi Isyana menjadi kali pertamanya. “Afgan, Isyana, Rendy adalah 3 artist yang  seru untuk bekerjasama dan mudah diarahkan karena sudah memahami konsep dan visi yang ingin kita capai. Bahkan, perpindahan lokasi dalam suhu cuaca yang cukup dingin tidak menjadi halangan”, begitu Davy bercerita.

 

Feel So Right by Afgan, Isyana Sarasvati, RendyPandugo

Verse:

Never have I been this way

Look at me now I’m ready to sing and sway

Superstardom one step away

You will be amazed

Now its time for my brand new day

Time to shine cos I wont let this fade to grey

Telling my emotions to say

I bring out the best of me

lemme out and you will see

Never ever gonna see my,

Never ever gonna see my night

(When) All I see is light

ALRIGHT!

Never ever gonna see my,

Leave it for another day,

All I see is light,

Alright!

REFF

Hold me tight, come and

Dance with me all night,

And let our heart’s desire

Feel so right

You and I, no we’ll never be apart

I’ll make it last forever

Feel So Right by Afgan, Isyana Sarasvati, RendyPandugo

Composed by Isyana Sarasvati, RendyPandugo, Afgan

Music Produced by Harry Sommerdahl

Mixed by Harry Sommerdahl at Limestone Studio

Mastered by Stephan Santoso at Slingshot Studio

Published by Sony Music Entertainment Indonesia/Massive Music Entertainment