trinity_logo_web.png
Menu
Sempat Dirampok, Pengalaman Afgan Rekaman Di Amerika Serikat

Hari ini Afgan baru saja meluncurkan single internasional perdananya berjudul “say i’m sorry”. Single ini merupakan salah lagu yang Afgan selesaikan bersama label rekaman Amerika, EMPIRE tahun 2019 lalu. Dan saat rekaman di Amerika, ternyata banyak kejadian yang berkesan yang Afgan lalui.

Di hari pertama Afgan landing di San Francisco, Afgan langsung aja mengalami hal yang tidak mengenakan. Mobil sewaanya dibobol orang saat ia sedang makan malam di Chinatown, San Francisco. Koper yang berisi pakaian dan tas berisi uang selama sebulan ia di sana, semuanya habis diambil oleh perampok. Bayangkan baru keluar dari bandara, dirinya sudah harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Tapi, tidak mau terlalu lama berlarut dengan kejadian yang tidak mengenakan tersebut, Afgan menganggap kejadian tersebut menyuruhnya untuk memulai perjalanannya di Amerika Serikat ini dari nol lagi. Mulai dari pakaian, celana, sepatu, semua harus ia beli lagi untuk memenuhi kebutuhannya selama sebulan.

tantangan lainnya berlanjut ketika Afgan mulai memasuki studio rekaman EMPIRE, karena ia harus bekerja sama dengan orang-orang yang baru ia kenal hari itu. Tapi proses rekamannya ternyata cukup cepat dari ekspektasinya. Dalam satu hari Afgan bisa merekam 3-4 lagu sekaligus. Wah, seru banget yaa. Selengkapnya bisa ditonton di Youtube Afgan:

Reaksi UNGU Soal Viral Lagu Cinta dalam Hati dan #JemimahChallenge

Ada yang viral di social media saat ini, gaya bernyanyi salah satu kontestan idol bernama Jemima saat menyanyikan lagu “Cinta Dalam Hati” dari grup band UNGU ramai ditiru bahkan dibuat challenge di social media. Yang unik dari #JemimaChallenge adalah cara Jemima membawakan lagu ini, terdengar ada patah-patah saat menyanyikan lagu Cinta Dalam Hati dan hal itu yang membuat lagu ini menarik dan membuat banyak orang kagum. Tidak jarang juga orang-orang mencoba peruntungan mereka untuk meniru gaya menyanyi Jemima lewat #JemimaChallenge. Mulai dari orang biasa hingga penyanyi professional turut meramaikan #JemimaChallenge ini.

Berkat kepopulerannya tersebut, grup band UNGU, penyanyi asli dan juga pemilik lagu “Cinta dalam Hati” jadi ikut penasaran dengan #JemimaChallenge dan ikut meresponnya.

Dalam kesempatan ini Pasha, Oncy, Rowman, Maki, dan Enda memberikan reaksi terhadap delapan video yang viral di social media. Dari yang mencoba membawakan lagu “Cinta dalam Hati” dengan cara bernyanyi seperti Jemimah dan juga ada juga yang mencoba membuat dance coreo dari lagu tersebut. Tapi dari video-video yang ditonton satu video yang diupload yang kompak membuat seluruh hati personil UNGU jatuh cinta, yaitu gemasnya video Gempi yang mencoba menyanyikan “Cinta dalam Hati”.

Dengan viralnya #JemimahChallenge ini, personil UNGU juga sangat bersyukur karena lagu “Cinta dalam Hati” masih bisa diterima oleh penikmat musik Indonesia masa kini, dari yang dewasa hingga anak-anak. Dan sebagai penutup personil UNGU juga tertantang untuk mencoba dance coreo lagu Cinta dalam Hati yang ada di social media. Mau lihat gimana serunya? Tonton sampai habis ya videonya!

Kembali ke Masa Lalu dengan ‘Mesin Waktu” Bersama Mawar de Jongh

Di awal tahun 2021, Mawar de Jongh kembali meluncurkan single terbarunya. Lagu tersebut berjudul “Mesin Waktu” dan berkisah tentang pasangan yang telah mengikat janji untuk bersama selamanya. Tapi, pada akhirnya, keduanya harus berpisah.

 

Salah satu dari pasangan tersebut merindukan masa lalu mereka saat masih menjalin cinta dan berjanji untuk tak menyakiti satu sama lain. Sadar tak bisa kembali bersama, dia berharap ada mesin waktu yang bisa mengantarkannya ke masa lampau.

 

“Mesin Waktu” adalah lagu pop ballad nan mellow, sesuai dengan ciri khas musikalitas Mawar de Jongh. Proses rekamannya lagu yang ditulis oleh Pika Iskandar ini dilakukan pada akhir tahun 2020 dan menghabiskan waktu satu hari untuk menyelesaikannya.

 

“Buat aku, semua orang pasti pernah menyesal dengan apa yang telah mereka buat di masa lalu. Kita semua tentu ingin memperbaikinya, dan hal itu yang ingin dilakukan oleh orang di lagu “Mesin Waktu” agar pasangannya tidak pergi darinya dan bertahan untuk tetap bersamanya,” jelas Mawar de Jongh.

 

Video klipnya sendiri disutradarai oleh Davy Linggar. Mawar de Jongh beradu peran model laki-laki bernama Axel Jan di video musiknya tersebut. “Seru video klipnya, shooting dari siang sampai malam, setengah hari,” ujar Mawar de Jongh.

 

Terkait “Mesin Waktu”, Simhala Avadana selaku A&R Trinity Optima Production mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada lagu tersebut. Selain karena ciptaan Pika Iskandar, notasi lagunya sangat kuat dan temanya relate dengan banyak orang.

 

Lagunya pun tidak banyak berubah dari demonya. Aransemen piano di lagu “Mesin Waktu” terdengar klasik dan sesuai dengan konsep back in time, membuat para pendengarnya seperti dibawa kembali ke masa lalu.

 

“Hari berganti hari, Mawar de Jongh semakin matang secara vokal. Penjiwaannya terhadap lagu “Mesin Waktu” juga patut diacungi jempol karena dia bisa menyampaikan pesan lagu tersebut dengan baik lewat suaranya,” ucap Mhala.

 

“Semoga “Mesin Waktu” bisa diterima dengan baik oleh orang-orang, terutama Mawaries (sebutan untuk fans Mawar). Semoga Mawaries tetap kompak, selalu mendukung aku, dan menunggu proyek-proyek aku selain lagu ini,’ tutup Mawar de Jongh.

Sherina Munaf Sumbang Suara Untuk Animasi Terbaru Ghibli

Penyanyi Sherina Munaf kembali berkarya. Kali ini Sherina bergabung dengan film animasi, Earwig and The Witch. Penyanyi sekaligus aktris ini menyanyikan soundtrack sekaligus menjadi dubber alias pengisi suara tokoh ibu dari Earwig dalam film yang diproduksi Studio Ghibli itu. “So happy to announce that I’m singing ‘Don’t Disturb Me’ & ‘The World is In My Hands’, also voicing Earwig’s Mother for Studio Ghibli’s upcoming film ‘Earwig and The Witch’,” tulis Sherina di akun Twitter @sherinasinna.

Bertajuk Earwig and The Witch, film animasi ini diarahkan oleh Goro Miyazaki, putra dari Hayao Miyazaki. Lalu Toshio Suzuki kembali menjabat sebagai produser film animasi Studio Ghibli.Nama Toshio Suzuki pastinya sudah tidak terdengar asing lagi bagi penggemar film animasi Jepang. Dia telah memproduseri banyak film animasi populer garapan Studio Ghibli. Beberapa di antaranya Princess Mononoke, When Marnie Was There, The Wind Rises, dan Spirited Away. Sedangkan Sherina dalam film terbaru Studio Ghibli terlibat sebagai pengisi suara salah satu karakter.

Film ini sudah dirilis pada tanggal 30 Desember 2020 lalu di Jepang dan akan ditayangkan di bioskop Amerika Serikat pada 3 Februari 2021 dan juga di tayangkan di HBOMax di tanggal 5 Februari 2021. Sebelumnya, Sherina juga sempat mengumumkan kalau film Petualangan Sherina 2 juga dalam proses penggarapan. Wah, seru ya! Kita tunggu karya Sherina lainnya di tahun ini ya guys!

Neona Kembali dengan Album Mini Berjudul  ‘Bahasa Cinta’

Neona is back! Setelah album ‘With Love’ (2019), Neona kembali dengan Extended Play atau EP terbarunya yang bertajuk ‘Bahasa Cinta’. Lagu berjudul sama menjadi andalan dari album ini. Tak sendiri, Neona menyanyikannya bersama dengan ibundanya, Riafinola Ifani Sari atau Mama Nola.

Lagu ‘Bahasa Cinta’ mengajak pendengarnya untuk mempelajari bahasa cinta dari berbagai negara, mulai dari bahasa Korea “Saranghae” hingga bahasa Hawaii “Aloha au iā ‘oe” yang artinya “I love you” dalam bahasa Inggris.

“Kata ‘I love you’ tak hanya diucapkan pada pasangan saja, tapi antara ibu dan anak serta keluarga. Kami ingin membiasakan kalimat itu untuk lebih sering diucapkan karena cinta itu universal, membuat kita happy, dan menguatkan. Jadi, pendengar tahu kalau kalimat paling indah dan dalam untuk diucapkan ya, ‘I love you’. Kami juga ingin anak-anak mengucapkan itu dalam berbagai macam bahasa,” ucap Mama Nola.

“Lagunya juga menyenangkan dan romantis. Selalu menyenangkan dan semangat kalau rekaman sama Neona. ‘Bahasa Cinta’ ini danceable banget untuk Neona yang suka menari. Lagunya sendiri diciptakan oleh Simhala Avadana dan Duhita Panchatantra, serta diproduseri oleh Rishanda Singgih,” sambungnya.

Ini bukan kali pertama Mama Nola dan Neona berduet. Sebelumnya, mereka pernah menyanyi bersama di lagu ‘Kasih Ibu’. “Aku suka duet sama Mama karena Mama suaranya bagus and I’m happy about it,” ujar Neona.

“Untuk lagu ‘Bahasa Cinta’ sendiri, temanya sederhana. Ada ratusan cara untuk mengucapkan kata ‘cinta’. Jadi, lagu tersebut seperti edukasi juga untuk anak-anak yang mendengarkan. ‘Bahasa Cinta’ itu fun, light, easy, dan bisa menjadi bahan hafalan juga untuk mengucapkan kata ‘cinta’. Tak hanya lagunya, keseluruhan EP juga demikian,” kata Simhala Avadana, A&R Trinity Optima Production.

Selain ‘Bahasa Cinta’, ada empat lagu lain yaitu  ‘Gembira’ yang hadir dengan sentuhan broadway dan brass section, ‘Mama Papa’ yang menceritakan sosok orang tua sebagai pahlawan sekaligus idola, ‘Aku Anak Baik’ yang fun, serta ‘Papa’ yang mengusung ballad dengan aransemen yang dikemas secara modern. Masing-masing menghadirkan nuansa yang berbeda, membuat EP ‘Bahasa Cinta’ sangat berwarna dari sisi aransemen musiknya.

Harapannya, karya yang dipersembahkan Neona ini berguna untuk anak Indonesia yang ingin mendengarkan dan menyanyikan lagu sesuai usia mereka. “Semoga ini jadi referensi anak-anak Indonesia dan luar Indonesia untuk membuat mereka happy dan excited saat mendengarkan. Juga, diterima oleh pecinta musiknya Neona, tidak hanya anak-anak, tapi orang tua mereka agar bisa mengajarkan putra-putri mereka bahasa cinta dari berbagai negara,” jelas Mama Nola.

“Semoga semua orang memahami makna dari setiap lagu di EP ‘Bahasa Cinta’ dan dapat menginspirasi,” tutup Neona.

“Kembali Untukmu” Album Persembahan Ady untuk Para Penggemarnya

Sebagai musisi, Ady—sesungguhnya—tak pernah berhenti berkarya. Pada 4 Desember 2020, eks vokalis Naff ini meluncurkan album berjudul ‘Kembali Untukmu’.

 

‘Kembali Untukmu’ merupakan album kompilasi yang berisikan 10 lagu. Beberapa lagu tersebut sudah pernah dirilis sebelumnya, seperti ‘Kau Masih Kekasihku’, ‘Terendap Laraku’ ‘Kaulah Hidup dan Matiku’, ‘Tak Seindah Cinta yang Semestinya’, ‘Bila Nanti Kau Milikku’, ‘A.N.G’, dan ‘Akhirnya Ku Menemukanmu’. Namun, dengan aransemen baru.

Ada juga 3 lagu baru yang dihadirkan, yaitu ‘Usai Kisahku’ (2018), ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’, dan ‘Bersandinglah Denganku’. Secara keseluruhan, Ady menulis lagu-lagu tersebut berdasarkan apa yang dia alami dalam kehidupannya.

 

“Ide judul albumnya muncul sebulan yang lalu, tiba-tiba terlintas. Judul ini bukan untuk seseorang, tapi fansku yang menanyakan keberadaanku setelah aku keluar dari Naff. Peluncuran album ini sudah tertunda cukup lama, sekitar 2-3 tahun dan kehadirannya adalah penantian panjangku dan fans,” jelas Ady.

 

Lagu ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ dan ‘Bersandinglah Denganku’ dibuat secara berkaitan, begitu juga video musiknya. “Ini kesimpulan rasa marahku, sedihku, dan kekecewaan tentang hidupku. Alhamdulillah, aku telah mendapatkan semua hal sampai hari ini. Yang aku belum dapatkan hanya cinta. Itu terangkum dalam 2 lagu tersebut dan itu mimpiku, menua dengan orang yang aku cintai sampai maut memisahkan,” kata Ady.

 

Video klip ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ dan ‘Bersandinglah Denganku’ disutradarai oleh Ady sendiri dengan lokasi shooting di dua tempat yang berbeda, yaitu Lembang, Jawa Barat, dan rumah Ady.

 

‘Kembali Untukmu’ adalah karya idealis Ady karena semua ia kerjakan sendiri. “I did my best menurut isi kepala dan hatiku. Makanya aransemennya lagu-lagunya berubah, ada yang dari slow jadi nge-beat, ada yang jadi bossa nova. Kenapa? Karena musik itu luas ini adalah karya Ady yang baru dengan segala pemikirannya. Meski demikian, aku tetap mendengarkan saran dari Trinity Optima Production sampai kami mencapai kesepakatan. Secara teknis, Trinity Optima Production membebaskan saya untuk mengerjakan musik saya sendiri. Sesuatu yang lahir tanpa pengkotakan, pasti hasilnya atau pembuatnya menjadi legenda,” ucap Ady. 

 

“Musikalitas Ady memang tidak diragukan. Dia sangat mahir dalam membuat lagu-lagu cinta dan pesan-pesannya pun sampai pada fansnya. Semoga rindu fans terobati akan kehadiran album ‘Kembali Untukmu’ ini,” ujar Managing Director Trinity Optima Production, Yonathan Nugroho.

 

Ady berharap, ‘Kembali Untukmu’ bisa diterima dengan baik oleh pendengar musik Indonesia, terutama bagi para penggemar yang merindukan Ady.

 

“Aku cuma ingin membahagiakan orang-orang yang setia mendampingiku berjalan dan menerimaku apa adanya. Mereka adalah mood booster-ku dan aku ingin memuaskan mereka dengan kehadiran album ini. Aku juga ingin memberi tahu anak semata wayangku, Nayla, kalau papanya masih berkarya,” tutup Ady.

 

Video musik ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ rilis 4 Desember 2020, sedangkan ‘Bersandinglah Denganku’ rilis 7 Desember 2020. Keduanya bisa disaksikan di YouTube Trinity Optima Production.

 

TRACKLIST

  1. TAK SEINDAH CINTA YANG SEMESTINYA
  2. USAI KISAHKU
  3. TERENDAP LARAKU
  4. KAU MASIH KEKASIHKU
  5. AKHIRNYA KU MENEMUKANMU
  6. A.N.G
  7. BILA NANTI KAU MILIKKU
  8. BERSANDINGLAH DENGANKU
  9. KAULAH HIDUP DAN MATIKU 
  10. MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU?

“Be With You”, Single Terbaru Armand Maulana dengan Video Musik Menggunakan Teknologi Virtual Production

Pandemi tak membuat Armand Maulana berhenti berkarya. Selain meluncurkan video podcast bertajuk Murangkalihdi YouTube, vokalis GIGI ini merilis single terbarunya yang berjudul ‘Be With You’.

Mengusung akustik dan bernuansa mellow, ‘Be With You’ bercerita tentang seseorang yang baru menyadari kesalahannya karena melepas orang yang dia cintai. Setelah berpisah, sosok ini sadar bahwa orang yang dicintainya tersebut ternyata menggenggam banyak kenangan dan bagian penting dalam kehidupannya. Karena itulah, sosok tersebut ingin orang yang dicintainya kembali.

“Sebenarnya, ‘Be With You’ sudah sejak lama direkam. Namun, karena pandemi, perilisannya mau tak mau ditunda. “Hook dan reff-nya enak banget. Vocal director-nya Irvnat, lalu penciptanya David Sam dan Irwan Sutanto. Produsernya adalah Tohpati, dan ini untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Tohpati untuk proyek solo saya setelah berteman sejak lama,” kata Armand Maulana.

“Lagunya sangat catchy, enggak neko-neko isi dari liriknya. ‘Be With You’ ini sangat sing-a-long, easy, ringan, dan muda. Untuk penampilan Armand Maulana di artwork-nya pun, konsepnya effortless karena baginya, effortless is the key,” ucap Simhala Avadana, A&R Trinity Optima Production.

Untuk video musiknya sendiri, Armand Maulana bekerja sama dengan Upie Guava. Ini bukan kali pertama Armand Maulana bekerja sama dengan sutradara tersebut. Sebelumnya, Upie Guava telah menggarap video klip lagu-lagu Armand Maulana seperti ‘Hanya Engkau yang Bisa’, ‘Sebelah Mata’, dan ‘Bawa Daku Pergi’. 

Di video musik kali ini, Upie Guava memberikan ide untuk menggunakan teknologi Virtual Production yang disebut dengan Unreal Engine. Unreal Engine sendiri adalah platform real time 3D tercanggih di dunia saat ini dari segi visual. Menghadirkan teknologi imersif (mengaburkan batasan antara dunia nyata dengan dunia digital, sehingga penggunanya bisa merasakan suasana yang mirip dengan dunia nyata), Unreal Engine juga digunakan untuk beberapa film dan serial televisi Hollywood, salah satunya adalah ‘The Mandalorian’ (Disney).

As far as I know, saya belum pernah dengar ada yang pakai teknologi ini di Indonesia. Tentunya, menggunakan teknologi untuk video klip ‘Be With You’ butuh penyesuaian. Alatnya dipasang pukul 06.00 pagi dan selesai 15.00 sore. Setelahnya, butuh kalibrasi selama 5-6 jam,” jelas Upie Guava.

Mengusung konsep post-apocalypse, Bryan Domani dipilih sebagai model video klip ‘Be With You’. Alasannya, karena suara Armand Maulana cocok dengan sosok aktor berumur 20 tahun itu.

“Sebuah karya musik yang paling ideal adalah karya yang disukai oleh banyak orang. Semoga ‘Be With You’ viral, disenangi banyak orang, serta mampu menyentuh hati mereka yang mengalami kisah di lagu tersebut maupun yang tidak. Saya senang dengan melodi dan aransemennya, juga video musiknya. Ini menjadi hal baru untuk diskografi saya selama 30 tahun berkarya di industri musik,” ucap Armand Maulana.

Pasha Bercerita Soal Cinta Bertepuk Sebelah Tangan di Single Terbaru, “Cinta Sendiri’

Setelah sukses meluncurkan single Sumpah Demi Apa dari album solo perdananya, ‘Di Atas Langit’, beberapa waktu lalu, Pasha kembali dengan single keduanya. Lagu tersebut berjudul ‘Cinta Sendiri’.

 

‘Cinta Sendiri’ berkisah tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Lagu yang satu ini hadir dalam format akustik dan ringan, dengan lirik yang merupakan pesan dari masa lalu. Secara keseluruhan, lagu ini akrab dengan nuansa ‘90-an.

 

“Lagu ini menjadi salah satu warna baru di album solo Pasha ‘Di Atas Langit’. Nuansanya ‘90-an, sesuai dengan fenomena di tahun 2020 dan tahun-tahun sebelumnya di mana banyak hal dari era ‘90-an kembali lagi di tahun-tahun ini,” ucap Pasha.

 

Video musiknya turut dihadirkan. Berlokasi di Padang Napu dan Danau Tambing, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, video klip ‘Cinta Sendiri’ dibesut oleh sutradara Raymond Tezar Kodongan dengan Monica Jauwry sebagai modelnya.

 

“Konsep video klip menceritakan bahwa, terkadang kita cinta pada seseorang tapi orang itu tidak mencintai kita, tapi orang lain. Video klipnya lebih memperlihatkan betapa saya memperhatikan perempuan yang saya suka. Kami shooting di Poso karena saya ingin memperlihatkan alamnya yang indah, hijau, suasananya yang sejuk. Prosesnya lancar, banyak dibantu teman-teman di sana,” kata Pasha.

 

“Harapannya, lagu ini menjadi pilihan baru bagi penikmat musik Indonesia, pecinta musik Pasha, dan mereka yang merindukan UNGU. Minimal, bisa menjadi referensi buat didengarkan. Syukran,” tutupnya.

 

Ada 8 lagu dalam album “Di Atas Langit”. Tiga lagu ditulis oleh Pasha, dan sisanya ditulis oleh Veki Vischer, musisi dari kota Palu yang juga sudah pernah berkiprah secara nasional sebagai session player untuk beberapa artis. Lagu-lagu tersebut adalah “Cinta Sendiri”, “Dari yang Terdalam”, “Di Atas Langit”, “Luka Lama”, “Perasaanku”, “Rindu Ini”, “Sumpah Demi Apa”, dan “Cerita Engkau dan Aku”.

 

Untuk melengkapi lagu ini, video musiknya sudah bisa disimak di akun YouTube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, YouTube Music, dan Resso sejak 18 September 2020.

Love & Imagination, EP Pertama Adikara Fardy

 

Imajinasi dan cinta, dua hal yang tak bisa dipisahkan dari hidup manusia. Di usianya yang masih sangat muda, Adikara Fardy turut merasakannya dan menerjemahkannya menjadi sebuah karya. Karya tersebut berupa Extended Play atau EP berjudul “Love & Imagination”.

“Love & Imagination” menaungi 6 lagu bergenre jazz/swing yang menggunakan bahasa Inggris sekaligus mengingatkanmu pada era ‘40-an dan ‘50-an. Lagu-lagu tersebut berjudul “Intro”, “One Two Three”, “Happy Guy”, “Shout It Out”, “Meant to Be”, dan “Fly Away” yang sudah rilis sejak awal tahun. Semua lagu ini berkaitan, dan menceritakan tentang seorang lelaki yang menemukan cinta namun hal itu hanyalah imajinasinya saja.

“Happy Guy” yang menceritakan tentang perasaan seorang lelaki saat menjalani kencan pertamanya dipilih menjadi single pertama. Alasannya, karena lagu tersebut sesuai dengan apa yang dirasakan oleh Adikara. Tak sendiri, Adikara berkolaborasi dengan Matter Mos di lagu itu. “Aku dan kakakku senang mendengarkan musiknya Matter Mos dari dulu. Nah, kami ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan, yaitu menggabungkan swing jazz dan hip hop. Prosesnya seru sekali, we connected in a lot of ways. Jadilah lagu “Happy Guy”,” ujar Adikara.

Video musik “Happy Guy” juga dihadirkan. Digarap oleh Prialangga, video musik yang mengambil lokasi shooting di Bandung, Jawa Barat itu juga menghadirkan anggota keluarga Adikara, seperti kakek dan neneknya, ibundanya, serta adik-adiknya.

Untuk EP perdananya ini, Adikara bekerja sama dengan beberapa musisi seperti Tiyo Alibasjah dan Ari ‘Aru’ Renaldi. Meski demikian, Adikara menulis beberapa lagunya sendiri dengan beberapa di antaranya dibantu oleh sang kakak, Ahnaf Fathi Hidajat. Tentunya, ini adalah kesempatan emas bagi Adikara untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menulis lagu dan memproduseri EP-nya sendiri di usia yang masih sangat muda.

“Lelaki di Love & Imagination ini punya ekspektasi tinggi terhadap cinta dan isi kepalanya penuh dengan imajinasi. Umurnya juga masih 20 tahun, belum bisa membedakan mana imajinasi dan cinta. Sekarang, aku ada di fase itu. Well, menulis lagu untuk Love & Imagination adalah sebuah kepuasan tersendiri. Aku bersyukur diberikan kesempatan oleh Trinity Optima Production untuk merilis EP ini dan aku benar-benar enggak sabar untuk melihat teman-teman mendengarkannya,” kata Adikara Fardy.

Karena Adikara menulis lagunya sendiri dan dia bekerja sama dengan orang yang tepat, proses rekamannya bisa dibilang cepat dan fun. Uniknya, semua lagu di EP “Love & Imagination” dilakukan secara live recording.

Adikara sebagai produser, saya senang karena dia involved that much dari nol sampai musiknya jadi. Selama proses rekaman, kami enggak menemukan hambatan yang berarti karena dia sudah tahu EP-nya ingin seperti apa,” ucap Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

This is the real Adikara Fardy. We do believe in him. Harapannya, ketika orang-orang mendengarkan EP “Love & Imagination”, mereka bisa masuk ke dunia Adikara Fardy sekaligus reminisce ke era ‘40-an atau ‘50-an. Adikara mungkin satu-satunya penyanyi di Indonesia di zaman sekarang yang memiliki tipe suara bariton, dan usianya masih 20 tahun. Tipe suara ini jarang sekali dimiliki oleh seseorang dan itu adalah salah satu kekuatannya. Bagi Trinity Optima Production, Adikara Fardy punya segmen sendiri, distingtif, dan one of a kind. Bakatnya tidak bisa disia-siakan,” tutupnya.

The Baldys Ajak Masyarakat Mencintai Alam Lewat Single “Sayang Sayang”

The best things in life are free. Sesungguhnya, mudah untuk merasakan bahagia, yaitu dengan mensyukuri apa yang ada dan hal-hal kecil maupun yang tak kasatmata. Seperti, indahnya mentari, udara segar yang kita hirup, hingga hangatnya sebuah senyuman.

 

Inilah yang ingin disampaikan keluarga The Baldys yang terdiri dari Papa Baldy, Mama Nola, Naura, Bevan, dan Neona lewat single terbaru mereka, “Sayang Sayang”. Lagu tersebut bercerita tentang menyayangi alam dan hal-hal yang bisa membuat manusia bahagia. Untuk itulah, kita harus menjaga dunia tempat kita bernaung.

 

“Lagu “Sayang Sayang” itu tentang menghargai segala sesuatu yang Tuhan sudah kasih gratis ke kita, seperti alam, udara, orang tua, anak-anak, teman, bumi, dan seisinya. Tuhan sudah memberikan dengan cuma-cuma, tugas kita adalah bersyukur, menjaga dengan baik, menikmatinya, dan sayang pada lingkungan,” kata Mama Nola.

 

Proses rekaman tergolong cepat. Namun, ada beberapa hal yang membuat proses rekaman semakin berwarna, seperti Neona yang selalu bergerak dengan lincah hingga Bevan dan Papa Baldy yang tidak terbiasa dengan dapur rekaman. Meski demikian, hal-hal tersebut tidak membuat mereka lepas fokus untuk menyelesaikan rekaman lagu “Sayang Sayang”.

 

“Sayang Sayang” ditulis oleh Simhala Avadana atau Mhala dan Duhita Pancatantra. Musiknya yaang fun diaransemen oleh Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan. Mhala bilang, manusia yang sering sekali ‘take something for granted’ dari alam dan lupa untuk mensyukurinya adalah salah satu hal yang membuatnya menulis lagu “Sayang Sayang”.

 

“Penginnya, lagu ini didengarkan oleh anak kecil untuk membuka ruang diskusi dengan ayah dan ibunya. Tujuannya, agar anak-anak lebih menghargai alam sekaligus mengingatkan bahwa manusia harus bersyukur dengan apa yang mereka punya. Lalu, orang-orang juga menerapkan ‘go green’ di tengah pandemi ini, dan semangat itu yang ingin diambil,” jelas Mhala yang merupakan A&R Trinity Optima Production.


“Aransemennya upbeat tempo yang bikin feel good. Lagunya dibuat sedemikian rupa agar bisa dicerna oleh berbagai lapisan umur, dari anak kecil sampai dewasa,” tambahnya.

 

Video musik “Sayang Sayang” digarap oleh Athea Visuals dan disutradarai oleh Tania Salim. Mengambil lokasi shooting di Lembang, Jawa Barat, seperti apa konsep video “Sayang Sayang”?

 

Shooting-nya di dalam rumah dan ada banyak tumbuhan. Jadi, rumah itu ‘kan, bikin kita nyaman dan kita semua dekat dengan alam. Alam ini sudah seperti rumah kita. Penggambarannya filosofinya dalam sekali,” ujar Mama Nola.

 

“Harapannya agar lagu “Sayang Sayang” ini diterima oleh semua pendengar, terutama untuk Teman Naura, Kawan Neo, dan Sayang-sayangnya The Baldys. Kami ingin lagu ini diterima dengan baik dan bisa dipahami isi lagunya karena aku punya anak dan aku ingin anak-anakku hidup di masa yang bumi ini tetap sehat. Anak-anak ini adalah generasi muda yang nantinya akan menjaga semuanya,” tutupnya.