trinity_logo_web.png
Menu
“Kembali Untukmu” Album Persembahan Ady untuk Para Penggemarnya

Sebagai musisi, Ady—sesungguhnya—tak pernah berhenti berkarya. Pada 4 Desember 2020, eks vokalis Naff ini meluncurkan album berjudul ‘Kembali Untukmu’.

 

‘Kembali Untukmu’ merupakan album kompilasi yang berisikan 10 lagu. Beberapa lagu tersebut sudah pernah dirilis sebelumnya, seperti ‘Kau Masih Kekasihku’, ‘Terendap Laraku’ ‘Kaulah Hidup dan Matiku’, ‘Tak Seindah Cinta yang Semestinya’, ‘Bila Nanti Kau Milikku’, ‘A.N.G’, dan ‘Akhirnya Ku Menemukanmu’. Namun, dengan aransemen baru.

Ada juga 3 lagu baru yang dihadirkan, yaitu ‘Usai Kisahku’ (2018), ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’, dan ‘Bersandinglah Denganku’. Secara keseluruhan, Ady menulis lagu-lagu tersebut berdasarkan apa yang dia alami dalam kehidupannya.

 

“Ide judul albumnya muncul sebulan yang lalu, tiba-tiba terlintas. Judul ini bukan untuk seseorang, tapi fansku yang menanyakan keberadaanku setelah aku keluar dari Naff. Peluncuran album ini sudah tertunda cukup lama, sekitar 2-3 tahun dan kehadirannya adalah penantian panjangku dan fans,” jelas Ady.

 

Lagu ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ dan ‘Bersandinglah Denganku’ dibuat secara berkaitan, begitu juga video musiknya. “Ini kesimpulan rasa marahku, sedihku, dan kekecewaan tentang hidupku. Alhamdulillah, aku telah mendapatkan semua hal sampai hari ini. Yang aku belum dapatkan hanya cinta. Itu terangkum dalam 2 lagu tersebut dan itu mimpiku, menua dengan orang yang aku cintai sampai maut memisahkan,” kata Ady.

 

Video klip ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ dan ‘Bersandinglah Denganku’ disutradarai oleh Ady sendiri dengan lokasi shooting di dua tempat yang berbeda, yaitu Lembang, Jawa Barat, dan rumah Ady.

 

‘Kembali Untukmu’ adalah karya idealis Ady karena semua ia kerjakan sendiri. “I did my best menurut isi kepala dan hatiku. Makanya aransemennya lagu-lagunya berubah, ada yang dari slow jadi nge-beat, ada yang jadi bossa nova. Kenapa? Karena musik itu luas ini adalah karya Ady yang baru dengan segala pemikirannya. Meski demikian, aku tetap mendengarkan saran dari Trinity Optima Production sampai kami mencapai kesepakatan. Secara teknis, Trinity Optima Production membebaskan saya untuk mengerjakan musik saya sendiri. Sesuatu yang lahir tanpa pengkotakan, pasti hasilnya atau pembuatnya menjadi legenda,” ucap Ady. 

 

“Musikalitas Ady memang tidak diragukan. Dia sangat mahir dalam membuat lagu-lagu cinta dan pesan-pesannya pun sampai pada fansnya. Semoga rindu fans terobati akan kehadiran album ‘Kembali Untukmu’ ini,” ujar Managing Director Trinity Optima Production, Yonathan Nugroho.

 

Ady berharap, ‘Kembali Untukmu’ bisa diterima dengan baik oleh pendengar musik Indonesia, terutama bagi para penggemar yang merindukan Ady.

 

“Aku cuma ingin membahagiakan orang-orang yang setia mendampingiku berjalan dan menerimaku apa adanya. Mereka adalah mood booster-ku dan aku ingin memuaskan mereka dengan kehadiran album ini. Aku juga ingin memberi tahu anak semata wayangku, Nayla, kalau papanya masih berkarya,” tutup Ady.

 

Video musik ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ rilis 4 Desember 2020, sedangkan ‘Bersandinglah Denganku’ rilis 7 Desember 2020. Keduanya bisa disaksikan di YouTube Trinity Optima Production.

 

TRACKLIST

  1. TAK SEINDAH CINTA YANG SEMESTINYA
  2. USAI KISAHKU
  3. TERENDAP LARAKU
  4. KAU MASIH KEKASIHKU
  5. AKHIRNYA KU MENEMUKANMU
  6. A.N.G
  7. BILA NANTI KAU MILIKKU
  8. BERSANDINGLAH DENGANKU
  9. KAULAH HIDUP DAN MATIKU 
  10. MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU?

“Be With You”, Single Terbaru Armand Maulana dengan Video Musik Menggunakan Teknologi Virtual Production

Pandemi tak membuat Armand Maulana berhenti berkarya. Selain meluncurkan video podcast bertajuk Murangkalihdi YouTube, vokalis GIGI ini merilis single terbarunya yang berjudul ‘Be With You’.

Mengusung akustik dan bernuansa mellow, ‘Be With You’ bercerita tentang seseorang yang baru menyadari kesalahannya karena melepas orang yang dia cintai. Setelah berpisah, sosok ini sadar bahwa orang yang dicintainya tersebut ternyata menggenggam banyak kenangan dan bagian penting dalam kehidupannya. Karena itulah, sosok tersebut ingin orang yang dicintainya kembali.

“Sebenarnya, ‘Be With You’ sudah sejak lama direkam. Namun, karena pandemi, perilisannya mau tak mau ditunda. “Hook dan reff-nya enak banget. Vocal director-nya Irvnat, lalu penciptanya David Sam dan Irwan Sutanto. Produsernya adalah Tohpati, dan ini untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Tohpati untuk proyek solo saya setelah berteman sejak lama,” kata Armand Maulana.

“Lagunya sangat catchy, enggak neko-neko isi dari liriknya. ‘Be With You’ ini sangat sing-a-long, easy, ringan, dan muda. Untuk penampilan Armand Maulana di artwork-nya pun, konsepnya effortless karena baginya, effortless is the key,” ucap Simhala Avadana, A&R Trinity Optima Production.

Untuk video musiknya sendiri, Armand Maulana bekerja sama dengan Upie Guava. Ini bukan kali pertama Armand Maulana bekerja sama dengan sutradara tersebut. Sebelumnya, Upie Guava telah menggarap video klip lagu-lagu Armand Maulana seperti ‘Hanya Engkau yang Bisa’, ‘Sebelah Mata’, dan ‘Bawa Daku Pergi’. 

Di video musik kali ini, Upie Guava memberikan ide untuk menggunakan teknologi Virtual Production yang disebut dengan Unreal Engine. Unreal Engine sendiri adalah platform real time 3D tercanggih di dunia saat ini dari segi visual. Menghadirkan teknologi imersif (mengaburkan batasan antara dunia nyata dengan dunia digital, sehingga penggunanya bisa merasakan suasana yang mirip dengan dunia nyata), Unreal Engine juga digunakan untuk beberapa film dan serial televisi Hollywood, salah satunya adalah ‘The Mandalorian’ (Disney).

As far as I know, saya belum pernah dengar ada yang pakai teknologi ini di Indonesia. Tentunya, menggunakan teknologi untuk video klip ‘Be With You’ butuh penyesuaian. Alatnya dipasang pukul 06.00 pagi dan selesai 15.00 sore. Setelahnya, butuh kalibrasi selama 5-6 jam,” jelas Upie Guava.

Mengusung konsep post-apocalypse, Bryan Domani dipilih sebagai model video klip ‘Be With You’. Alasannya, karena suara Armand Maulana cocok dengan sosok aktor berumur 20 tahun itu.

“Sebuah karya musik yang paling ideal adalah karya yang disukai oleh banyak orang. Semoga ‘Be With You’ viral, disenangi banyak orang, serta mampu menyentuh hati mereka yang mengalami kisah di lagu tersebut maupun yang tidak. Saya senang dengan melodi dan aransemennya, juga video musiknya. Ini menjadi hal baru untuk diskografi saya selama 30 tahun berkarya di industri musik,” ucap Armand Maulana.

Pasha Bercerita Soal Cinta Bertepuk Sebelah Tangan di Single Terbaru, “Cinta Sendiri’

Setelah sukses meluncurkan single Sumpah Demi Apa dari album solo perdananya, ‘Di Atas Langit’, beberapa waktu lalu, Pasha kembali dengan single keduanya. Lagu tersebut berjudul ‘Cinta Sendiri’.

 

‘Cinta Sendiri’ berkisah tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Lagu yang satu ini hadir dalam format akustik dan ringan, dengan lirik yang merupakan pesan dari masa lalu. Secara keseluruhan, lagu ini akrab dengan nuansa ‘90-an.

 

“Lagu ini menjadi salah satu warna baru di album solo Pasha ‘Di Atas Langit’. Nuansanya ‘90-an, sesuai dengan fenomena di tahun 2020 dan tahun-tahun sebelumnya di mana banyak hal dari era ‘90-an kembali lagi di tahun-tahun ini,” ucap Pasha.

 

Video musiknya turut dihadirkan. Berlokasi di Padang Napu dan Danau Tambing, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, video klip ‘Cinta Sendiri’ dibesut oleh sutradara Raymond Tezar Kodongan dengan Monica Jauwry sebagai modelnya.

 

“Konsep video klip menceritakan bahwa, terkadang kita cinta pada seseorang tapi orang itu tidak mencintai kita, tapi orang lain. Video klipnya lebih memperlihatkan betapa saya memperhatikan perempuan yang saya suka. Kami shooting di Poso karena saya ingin memperlihatkan alamnya yang indah, hijau, suasananya yang sejuk. Prosesnya lancar, banyak dibantu teman-teman di sana,” kata Pasha.

 

“Harapannya, lagu ini menjadi pilihan baru bagi penikmat musik Indonesia, pecinta musik Pasha, dan mereka yang merindukan UNGU. Minimal, bisa menjadi referensi buat didengarkan. Syukran,” tutupnya.

 

Ada 8 lagu dalam album “Di Atas Langit”. Tiga lagu ditulis oleh Pasha, dan sisanya ditulis oleh Veki Vischer, musisi dari kota Palu yang juga sudah pernah berkiprah secara nasional sebagai session player untuk beberapa artis. Lagu-lagu tersebut adalah “Cinta Sendiri”, “Dari yang Terdalam”, “Di Atas Langit”, “Luka Lama”, “Perasaanku”, “Rindu Ini”, “Sumpah Demi Apa”, dan “Cerita Engkau dan Aku”.

 

Untuk melengkapi lagu ini, video musiknya sudah bisa disimak di akun YouTube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, YouTube Music, dan Resso sejak 18 September 2020.

Love & Imagination, EP Pertama Adikara Fardy

 

Imajinasi dan cinta, dua hal yang tak bisa dipisahkan dari hidup manusia. Di usianya yang masih sangat muda, Adikara Fardy turut merasakannya dan menerjemahkannya menjadi sebuah karya. Karya tersebut berupa Extended Play atau EP berjudul “Love & Imagination”.

“Love & Imagination” menaungi 6 lagu bergenre jazz/swing yang menggunakan bahasa Inggris sekaligus mengingatkanmu pada era ‘40-an dan ‘50-an. Lagu-lagu tersebut berjudul “Intro”, “One Two Three”, “Happy Guy”, “Shout It Out”, “Meant to Be”, dan “Fly Away” yang sudah rilis sejak awal tahun. Semua lagu ini berkaitan, dan menceritakan tentang seorang lelaki yang menemukan cinta namun hal itu hanyalah imajinasinya saja.

“Happy Guy” yang menceritakan tentang perasaan seorang lelaki saat menjalani kencan pertamanya dipilih menjadi single pertama. Alasannya, karena lagu tersebut sesuai dengan apa yang dirasakan oleh Adikara. Tak sendiri, Adikara berkolaborasi dengan Matter Mos di lagu itu. “Aku dan kakakku senang mendengarkan musiknya Matter Mos dari dulu. Nah, kami ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan, yaitu menggabungkan swing jazz dan hip hop. Prosesnya seru sekali, we connected in a lot of ways. Jadilah lagu “Happy Guy”,” ujar Adikara.

Video musik “Happy Guy” juga dihadirkan. Digarap oleh Prialangga, video musik yang mengambil lokasi shooting di Bandung, Jawa Barat itu juga menghadirkan anggota keluarga Adikara, seperti kakek dan neneknya, ibundanya, serta adik-adiknya.

Untuk EP perdananya ini, Adikara bekerja sama dengan beberapa musisi seperti Tiyo Alibasjah dan Ari ‘Aru’ Renaldi. Meski demikian, Adikara menulis beberapa lagunya sendiri dengan beberapa di antaranya dibantu oleh sang kakak, Ahnaf Fathi Hidajat. Tentunya, ini adalah kesempatan emas bagi Adikara untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menulis lagu dan memproduseri EP-nya sendiri di usia yang masih sangat muda.

“Lelaki di Love & Imagination ini punya ekspektasi tinggi terhadap cinta dan isi kepalanya penuh dengan imajinasi. Umurnya juga masih 20 tahun, belum bisa membedakan mana imajinasi dan cinta. Sekarang, aku ada di fase itu. Well, menulis lagu untuk Love & Imagination adalah sebuah kepuasan tersendiri. Aku bersyukur diberikan kesempatan oleh Trinity Optima Production untuk merilis EP ini dan aku benar-benar enggak sabar untuk melihat teman-teman mendengarkannya,” kata Adikara Fardy.

Karena Adikara menulis lagunya sendiri dan dia bekerja sama dengan orang yang tepat, proses rekamannya bisa dibilang cepat dan fun. Uniknya, semua lagu di EP “Love & Imagination” dilakukan secara live recording.

Adikara sebagai produser, saya senang karena dia involved that much dari nol sampai musiknya jadi. Selama proses rekaman, kami enggak menemukan hambatan yang berarti karena dia sudah tahu EP-nya ingin seperti apa,” ucap Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

This is the real Adikara Fardy. We do believe in him. Harapannya, ketika orang-orang mendengarkan EP “Love & Imagination”, mereka bisa masuk ke dunia Adikara Fardy sekaligus reminisce ke era ‘40-an atau ‘50-an. Adikara mungkin satu-satunya penyanyi di Indonesia di zaman sekarang yang memiliki tipe suara bariton, dan usianya masih 20 tahun. Tipe suara ini jarang sekali dimiliki oleh seseorang dan itu adalah salah satu kekuatannya. Bagi Trinity Optima Production, Adikara Fardy punya segmen sendiri, distingtif, dan one of a kind. Bakatnya tidak bisa disia-siakan,” tutupnya.

The Baldys Ajak Masyarakat Mencintai Alam Lewat Single “Sayang Sayang”

The best things in life are free. Sesungguhnya, mudah untuk merasakan bahagia, yaitu dengan mensyukuri apa yang ada dan hal-hal kecil maupun yang tak kasatmata. Seperti, indahnya mentari, udara segar yang kita hirup, hingga hangatnya sebuah senyuman.

 

Inilah yang ingin disampaikan keluarga The Baldys yang terdiri dari Papa Baldy, Mama Nola, Naura, Bevan, dan Neona lewat single terbaru mereka, “Sayang Sayang”. Lagu tersebut bercerita tentang menyayangi alam dan hal-hal yang bisa membuat manusia bahagia. Untuk itulah, kita harus menjaga dunia tempat kita bernaung.

 

“Lagu “Sayang Sayang” itu tentang menghargai segala sesuatu yang Tuhan sudah kasih gratis ke kita, seperti alam, udara, orang tua, anak-anak, teman, bumi, dan seisinya. Tuhan sudah memberikan dengan cuma-cuma, tugas kita adalah bersyukur, menjaga dengan baik, menikmatinya, dan sayang pada lingkungan,” kata Mama Nola.

 

Proses rekaman tergolong cepat. Namun, ada beberapa hal yang membuat proses rekaman semakin berwarna, seperti Neona yang selalu bergerak dengan lincah hingga Bevan dan Papa Baldy yang tidak terbiasa dengan dapur rekaman. Meski demikian, hal-hal tersebut tidak membuat mereka lepas fokus untuk menyelesaikan rekaman lagu “Sayang Sayang”.

 

“Sayang Sayang” ditulis oleh Simhala Avadana atau Mhala dan Duhita Pancatantra. Musiknya yaang fun diaransemen oleh Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan. Mhala bilang, manusia yang sering sekali ‘take something for granted’ dari alam dan lupa untuk mensyukurinya adalah salah satu hal yang membuatnya menulis lagu “Sayang Sayang”.

 

“Penginnya, lagu ini didengarkan oleh anak kecil untuk membuka ruang diskusi dengan ayah dan ibunya. Tujuannya, agar anak-anak lebih menghargai alam sekaligus mengingatkan bahwa manusia harus bersyukur dengan apa yang mereka punya. Lalu, orang-orang juga menerapkan ‘go green’ di tengah pandemi ini, dan semangat itu yang ingin diambil,” jelas Mhala yang merupakan A&R Trinity Optima Production.


“Aransemennya upbeat tempo yang bikin feel good. Lagunya dibuat sedemikian rupa agar bisa dicerna oleh berbagai lapisan umur, dari anak kecil sampai dewasa,” tambahnya.

 

Video musik “Sayang Sayang” digarap oleh Athea Visuals dan disutradarai oleh Tania Salim. Mengambil lokasi shooting di Lembang, Jawa Barat, seperti apa konsep video “Sayang Sayang”?

 

Shooting-nya di dalam rumah dan ada banyak tumbuhan. Jadi, rumah itu ‘kan, bikin kita nyaman dan kita semua dekat dengan alam. Alam ini sudah seperti rumah kita. Penggambarannya filosofinya dalam sekali,” ujar Mama Nola.

 

“Harapannya agar lagu “Sayang Sayang” ini diterima oleh semua pendengar, terutama untuk Teman Naura, Kawan Neo, dan Sayang-sayangnya The Baldys. Kami ingin lagu ini diterima dengan baik dan bisa dipahami isi lagunya karena aku punya anak dan aku ingin anak-anakku hidup di masa yang bumi ini tetap sehat. Anak-anak ini adalah generasi muda yang nantinya akan menjaga semuanya,” tutupnya.

 

Afgan dan Raisa Kembali Berduet Lewat Lagu “Tunjukkan”

Setelah sukses merilis sebuah single kolaborasi bertajuk “Percayalah” 5 tahun yang lalu dan juga berhasil meraup 16 juta play di YouTube sekaligus salah satu most streamed Indonesian track of 2015 di Spotify, kini Afgan dan Raisa kembali merilis sebuah lagu baru berjudul Tunjukkan.

Duet Afgan dan Raisa untuk lagu Tunjukkan ini terbilang tidak direncanakan sama sekali kedua penyanyi ini. Bermula dari Afgan menerima demo lagu dari Alam Urbach. Kemudian Afgan terlintas untuk menjadikan ini sebuah lagu duet dan nama Raisa langsung terbesit di benak kepalanya.

“Awalnya sih kaget dapet ajakan kolaborasi ini. Nuansanya lagunya berbeda dengan Percayalah, jadi excited untuk ngerjainnya, dan lagunya cepet nyangkut di kepala. Selalu seru kerja bareng Afgan,” cerita Raisa.

Afgan menambahkan, “Lagu ini sangat catchy dan bikin kita feel good, terutama di masa-masa (pandemi) seperti sekarang. Jadi ini adalah bentuk ekspresi terhadap orang-orang yang kamu sayang, karena kita suka lupa untuk menunjukkan rasa sayang tersebut.”

Pada single terbaru ini Afgan dan Raisa mencoba warna yang berbeda dari sebelumnya. Di lagu Percayalah, unsur balada pop sangat kental terasa. Sementara di Tunjukkan, Afgan dan Raisa ingin menunjukkan sesuatu yang baru secara nuansa lagu, yaitu lantunan yang groovy. Rasa baru dari duet ini tak lepas dari kumpulan produser dengan nama S/EEK (terdiri dari Marco Steffiano, Adrian Rahmat Purwanto, dan Jessi Mates) yang menangkap inspirasi Afgan dan Raisa untuk menghasilkan musik Pop Korea dan R&B era 2000-an.

Single Tunjukkan sudah bisa didengarkan di aplikasi layanan streaming mulai 6 November 2020. Dan untuk single ini Afgan dan Raisa sudah menyiapkan sebuah challenge untuk bisa seru-seruan bareng Afganisme dan YourRaisa.

Music Video Tunjukkan

Selain lagu Tunjukkan, Afgan dan Raisa juga merilis music video yang bisa ditonton di kanal Youtube Trinity Optima Production. Music video ini disutradarai oleh Gilbert March yang sebelumnya menggarap music video You milik Raisa dan Look At Me Now-nya Ramengvrl. Konsep music videonya mengambil sisi hubungan dekat namun quirky dari Raisa dan Afgan, yang belum diketahui banyak orang. Music video Tunjukkan sudah bisa ditonton hari ini.

Enzy Storia Nyanyikan Kembali Lagu “Bila Aku Jatuh Cinta” Milik Nidji

Bila Enzy Storia jatuh cinta… Seperti apa, ya? Kamu bisa mendengarkannya lewat “Bila Aku Jatuh Cinta” versi Enzy. Lagu milik Nidji tersebut adalah bagian dari ‘2000-an di JOOX’, program kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada generasi muda, dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

“Bila Aku Jatuh Cinta” merupakan salah satu hit single Nidji dari album perdana mereka, “Breakthru’ (2006)”. Enzy punya alasan kenapa dia memilih lagu tersebut untuk dia nyanyikan sebagai single perdananya.

“SMP kelas 3 itu pertama kalinya aku punya pacar dan momennya itu ada di album Breakthru’. Aku kalau lagi jatuh cinta suka senyum-senyum sendiri, karena jarang. Terus, aku diam aja, kayak salting gitu. Jadi, “Bila Aku Jatuh Cinta” pas sama aku karena aku suka lagu slow dan mellow,” ucap Enzy.

Selama proses rekaman, Enzy mengaku sempat enggak percaya diri. Namun, seiring berjalannya waktu, dia sangat menikmati semua momen yang terjadi di studio rekaman.

“Aku bersyukur banget ada Barsena (A&R Trinity Optima Production) yang udah ngebantu aku dan meyakinkan aku. Ini pertama kalinya banget rekaman, biasanya ‘kan nyanyi bercanda gitu. Tapi, aku happy dan puas sama hasilnya. Aku suka sama aransemennya, backing vocal-nya yang Barsena masukin bikin “Bila Aku Jatuh Cinta” versi aku jadi lebih enak,” kata Enzy.

“Bila Aku Jatuh Cinta” versi Enzy hadir dengan nuansa dreamy, sesuai dengan karakter suara perempuan yang juga berprofesi sebagai host tersebut.

“Menyenangkan bisa bekerja sama dengan Enzy di project menyanyinya yang pertama. Dia orangnya seru dan penuh semangat. Proses rekamannya pun lancar dan cukup singkat karena Enzy menguasai lagunya. Bahkan, dia sampai latihan setiap hari sebelum rekaman di studio. Orang yang seperti ini biasanya bakal ‘panjang’ di industri entertainment,” ujar Barsena Bestandhi, A&R Trinity Optima Production.

Enzy berharap, “Bila Aku Jatuh Cinta” versi dirinya disukai dan dinikmati fansnya. Lagu tersebut juga menjadi bukti kalau Enzy bisa menaklukkan insecurity-nya.

“Aku mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman aku. Tahun ini cukup berat, tapi di tahun ini juga kita bisa eksplorasi diri kita lebih jauh. Segala hal aku coba di tahun ini untuk lebih mengenal diriku sendiri. Apa, sih, yang aku suka? Passion aku apa, sih? Lawan, yuk, rasa takutnya. Awalnya aku takut nyanyi depan orang, insecure banget. Nah, ini adalah salah satu proses untuk ngelawan rasa itu,” jelas Enzy.

Sebelum Enzy Storia, Gen Halilintar, Mawar de Jongh, Lesti Kejora, Felix, dan Tami Aulia lebih dulu merilis lagu untuk program ‘2000-an di JOOX’. Gen Halilintar merilis “Dunia Menangis”, Mawar de Jongh meluncurkan “Tanya Hati”, Lesti Kejora lewat “Saat Terakhir”, Felix dengan “Bersamamu”, dan Tami Aulia dengan “Lagu Rindu”. “Bila Aku Jatuh Cinta” versi Enzy Storia menjadi penutup manis project ‘2000-an di JOOX’

 

Kembali ke Era 2000-an Lewat “Lagu Rindu” Versi Tami Aulia

Setelah Felix menyanyikan kembali lagu “Bersamamu” milik Vierra, kini giliran Tami Aulia yang melakukan hal serupa. Dia membawakan “Lagu Rindu” milik Kerispatih untuk program ‘2000-an di JOOX’. Program ini merupakan kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada generasi muda, dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

Ini bukan pertama kalinya perempuan kelahiran Praya, 1 Juni 1998 itu bekerja sama dengan Trinity Optima Production. Sebelumnya, dia pernah meng-cover lagu “Kenanglah Aku” milik Naff di tahun 2019. Maka dari itu, Trinity Optima Production menghubungi Tami Aulia untuk turut ambil bagian dia program ‘2000-an di JOOX’.

Perempuan yang lahir dan besar di Lombok ini punya alasan kenapa dia meng-cover “Lagu Rindu” milik Kerispatih. “Dari dulu, aku suka “Lagu Rindu” Kerispatih. Lagu itu menemani aku dari kecil. Karena ada program ‘2000an di JOOX’, jadi aku membawakannya. “Lagu Rindu” itu bercerita ketika, kita kangen pada seseorang dan kita sudah mengungkapkannya, kita berharap orang yang kita kangenin mendengar suara hati kita,” jelas Tami Aulia.

Soal rekaman di tengah pandemi, social distancing tentu menjadi hal yang sangat diperhatikan. Proses rekamannya pun dilakukan secara mandiri. Tami Aulia melakukan workshop lewat telepon dan take instrumen di rumahnya sendiri. Meski demikian, dia tidak menjadikannya sebuah hambatan.

“Terkait kendala selama proses rekaman, lagunya sempat sudah jadi, sudah take semua instrumen. Ketika revisi, ternyata ada masalah pada tempo yang membuat saya harus mengulang proses rekaman,” ucapnya. “Lagu Rindu” versi Tami Aulia mengusung nuansa folk. Hasilnya tentu sangat berbeda dari versi Kerispatih yang mellow dan didominasi permainan piano.

“Aku ingin menghadirkan kerinduan dengan suasana bahagia, jadi fresh. Semua bagian lagunya enak, tapi klimaksnya di bagian reff-nya. Ada video liriknya juga, cukup simpel tapi menarik. Kenapa video lirik? Karena aku enggak pengen ketemu banyak orang atau shooting di outdoor,” kata Tami Aulia.

“Kami penginnya “Lagu Rindu” versi Tami Aulia lebih country-ish, makanya beat-nya jadi medium. Di tangan Tami Aulia, lagu ini harus jadi berbeda, lebih akustik, sesuai sama suaranya yang enggak neko-neko,” ujar Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

“Semoga “Lagu Rindu” versi aku diterima oleh orang-orang. Karena, aku ingin memberikan warna baru di lagu ini. Jadi, selamat menikmati!” tutup Tami Aulia.

Sebelum Tami Aulia, Gen Halilintar, Mawar de Jongh, Lesti Kejora, dan Felix lebih dulu merilis lagu untuk program ‘2000-an di JOOX’. Gen Halilintar merilis “Dunia Menangis”, Mawar de Jongh lewat “Tanya Hati”, Lesti Kejora dengan “Saat Terakhir”, dan Felix dengan “Bersamamu”. Setelah mereka, akan satu musisi lagi yang turut berkontribusi dalam program tersebut.

Tentang Tami Aulia

Tami Aulia dikenal setelah video cover lagu di channel YouTube-nya ditonton jutaan orang pada pertengahan 2019. Sejak saat itu, Tami Aulia mulai mendapatkan panggung-panggung off-air di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Lombok. 

Saat ini, channel YouTube-nya, Tami Aulia Live Acoustic, memiliki lebih dari 2,5 juta subscribers sejak pertama kali dibuat pada Januari 2019. Sampai saat ini, video-videonya di YouTube telah ditonton lebih dari 422 juta kali.

Video cover Tami Aulia yang paling banyak ditonton adalah “Waktu yang Salah” (Fiersa Besari, lebih dari 22 juta kali), “Kenanglah Aku” (Naff, lebih dari 20 juta kali), “Pergilah Kasih” (Chrisye, lebih dari 12 juta kali), “Sejauh Mungkin” (Ungu, lebih dari 11 juta kali), dan “Hanya Rindu” (Andmesh, lebih dari 8,7 juta kali). Tami Aulia juga memiliki lagu orisinal, yaitu “Ingin Mengakhiri”, “Tak Pernah Merindu”, “Dapatkah Kita”, “Sembuhkan Jenuh”, “Setengah Windu”, “Samar”, “Rantau”, “Tukang Cover”, hingga “Salam Ramadhan”.

Felix Irwan Nyanyikan Kembali Lagu “Bersamamu” dari Vierra

Felix Irwan dikenal sebagai penyanyi asal Yogyakarta yang kerap meng-cover beberapa lagu dalam versi akustik. Akun YouTube-nya, Felix Official, telah memiliki subscribers sebanyak 3,3 juta dan video-videonya telah ditonton lebih dari 639 juta kali sejak Desember 2015.

Mendengar suaranya yang berkarakter, Trinity Optima Production menggandeng Felix untuk menyanyikan sebuah lagu, menjadikannya sebagai salah satu musisi yang turut menyumbang suara untuk program ‘2000-an di JOOX’. Program ini merupakan kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia, kepada generasi muda dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

Felix menyanyikan “Bersamamu”, lagu milik Vierra yang merupakan bagian dari album “My First Love” (2005). Alasannya, kata Felix, karena banyak orang yang menyukai lagu tersebut termasuk dirinya. Maka dari itu, dia memutuskan untuk mengaransemen ulang lagu tersebut.

Proses rekamannya bisa dibilang tidak mudah karena dunia sedang dilanda pandemi virus corona. Namun, Felix bisa melakukannya dengan baik.

“Karena lagi pandemi, situasi ini memaksa kami untuk workshop jarak jauh. Ini satu-satunya cara agar kita tetap sehat. Agak sedikit menantang memang, proses rekamannya, karena biasanya aku bermain secara akustik dan lagu ini dibikin lebih modern ala-ala electro dance, lebih kekinian. Jadi, aku butuh penyesuaian. Hasilnya? Memuaskan,” kata Felix.

Bagi Felix, “Bersamamu” adalah lagu yang bercerita tentang romantisme. “Bersamamu” juga membuat Felix bernostalgia ke zaman mudanya.

“Rasanya, menyanyikan ulang lagu ini seperti aku kembali ke sekian tahun yang lalu. Ini lagu waktu aku SMA, jadi mengingatkan aku pada masa-masa SMA dulu. Senang banget akhirnya aku bisa menyanyikan lagu ini. Oh, iya, ada suara perempuan di lagu ini, siapakah dia? Itu suara Tami Aulia, penyanyi yang juga suka meng-cover beberapa lagu di YouTube. Kami sering ketemu, dan kami saling membantu proyek satu sama lain,” ucapnya.

Felix membawakan “Bersamamu” ini dengan memasukkan sentuhan synthesizer yang meng-highlight nuansa kekinian. Suara Felix juga memberikan nuansa berbeda dari suara Widy, vokalis Vierra, yang menyanyikan “Bersamamu” dengan suaranya yang sangat feminin. Dia memasukkan roh suaranya ke dalam lagunya yang musiknya dia aransemen sendiri, jadi terdengar sangat berbeda,” jelas Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

“Harapan saya, lagu “Bersamamu” di program JOOX ini tambah banyak pendengarnya karena sudah diaransemen ulang juga dan semoga semua bisa menikmati,” tutup Felix.

Hanif Kenang Kisah Mantan Lewat “Juli”

Sukses dengan lagu perdananya “Candu Sampai Ke Nadi”, Hanif Andarevi kini siap merilis single keduanya. Bekerja sama dengan penulis lagu kenamaan Raguel Lewy, lagu terbaru dari Hanif ini bisa membuat siapapun jadi terbawa perasaan!

BICARA TENTANG JULI

Kadang kalau tengah termenung sendiri, mengingat masa-masa indah dengan mantan menjadi hal yang terelakan. Rindu, tapi tetap sadar kalau hubungan memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Setidaknya hal itulah yang ingin coba disampaikan oleh Hanif Andarevi lewat single terbarunya “Juli”. “Di lagu ini, menceritakan seseorang yang mengenang perpisahan dengan mantannya di bulan Juli. Makanya judul lagu ini pun dipilih menjadi ‘Juli’,” ungkap Hanif.

Bagi Hanif sendiri, kata Juli dalam lagu ini memiliki makna yang cukup unik. “Karena kita bukannya sengaja membuat lagu berjudul bulan ‘Juli’ dan dirilis di bulan juli. Lagu dari kak Raguel Lewy ini memang menceritakan tentang hubungan yang kandas di bulan Juli, dan kebetulan saja tanggalnya pas di bulan ‘Juli’ untuk dirilis. Karena hampir sama dengan lagu yang punya judul nama bulan lainnya, ini merupakan cerita yang cukup personal dan unik dari si penulis lagu, yang harus aku kuasai,” tambahnya.

EXPLORASI MUSIK HANIF

Lagu “Juli” sendiri mereupakan lagu yang dituis oleh Raguel Lewy, penulis lagu yang juga menulis dua hits dari Mawar de Jongh “Sedang Sayang-Sayangnya” dan “Lebih dari Egoku”. Dua lagu yang cukup popular di akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. Dan setelah pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya Trinity Optima Production memutuskan untuk lagu dari Raguel Lewy ini dibawakan oleh Hanif. “sebenarnya lagu ini justru sudah ada sejak lama. Namun, kami masih belum bisa memutuskan siapa yang cocok untuk membawakannya,” ungkap Simhala Avadana selaku A&R dari trinity optima Production. Lagu pop ballad yang diaransemen dengan sangat ringan untuk pendengar Indonesia. “Kenapa akhirnya kami memilih Hanif untuk membawakan lagu ini semata karena ingin mengeksplorasi kemampuan Hanif untuk membawakan lagu original ballad miliknya sendiri. Dan dia sukses membawakan lagu ini dengan baik,” tambah Mhala.

Walaupun sangat berbeda dengan single pertamanya “Candu Sampai ke Nadi”, Mhala yakin lagu “Juli” mampu menampilkan sisi lain dari Hanif Andarevi yang bisa disukai oleh penggemarnya. Meski dia sudah sering men-cover lagu ballad, namun membawakan lagu ballad miliknya sendiri memberikan tantangan tersendiri untuk Hanif. “Proses rekaman lagu ini overall sangat asik dan menantang. Menantang karena berbeda dengan lagu sebelumnya. Lagu ballad itu harus dibwakan dengan emosi, waluapun saya belum pernah mengalaminya,” papar Hanif.

Untuk melengkapi lagu ini, sebuah musik video sudah bisa disimak di akun Youtube Trinity Optima Production. Dan lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform dan juga di request di radio-radio kesayangan anda.