trinity_logo_web.png
Menu
Naja Rilis Single Perdananya “Hung Up”

 

Kesal, frustasi, dan tidak berdaya adalah tiga kata yang tepat untuk menjelaskan single
perdana Naja, “hung up”. Lagu bernuansa dancy city pop tersebut juga menjadi penanda
debutnya sebagai penyanyi sekaligus musisi di dunia musik.

“hung up” bercerita tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tepatnya, tentang
seseorang yang terus meyakinkan dirinya agar tidak terpengaruh rasa yang dihadirkan oleh
orang yang ia sukai. Meski liriknya sedih, “hung up” dibalut dengan musik yang happy dan
fun.

Semua berawal ketika Naja mendengarkan lagu “Plastic Love” dari Mariya Takeuchi pukul
03.00 pagi. Saat itu juga, Naja langsung menulis lirik untuk “hung up”. Untuk
menyempurnakan musiknya, Naja menunjuk Abe Hoed untuk menjadi produser lagunya.
Selama melakukan proses rekaman untuk “hung up”, Naja tak mengalami kesulitan apa pun.
Semua berjalan lancar dan menyenangkan.

“Ini pengalaman yang seru dan baru buatku. Bertemu orang baru, berada di studio… Aku tak
pernah menyangka proses rekamannya berjalan sangat mulus. Menyenangkan, tapi juga
menegangkan karena selain produser, ibuku juga ikut melihat. Soal “hung up”, aku ingin
para pendengar sadar bahwa kau tidak pantas mendapatkan orang yang sudah menyia-
nyiakan waktumu,” kata Naja.

Perfeksionis dalam hal berkarya, Naja ingin orang-orang yang mendengarkan musiknya bisa
relate tanpa batasan imajinasi. Untuk ke depannya, perempuan kelahiran 9 Agustus 2001
ini tentu akan menghadirkan lebih banyak lagu dan proyek musik lainnya.
“Aku tidak terlalu peduli apakah karyaku akan viral atau tidak. Karena tujuanku simpel, yaitu
membuat orang-orang merasa tidak sendirian di dunia ini. Aku hanya ingin berbagi soal
visiku terkait musik dan art kepada dunia. Aku ingin sukses, begitu juga semua orang. Tapi,
aku bukan clout chaser (pemburu popularitas dan ketenaran), dan ada perbedaan besar
tentang itu,” jelas Naja.

Naja juga banyak mendapatkan inspirasi dari Jepang untuk karyanya. Mulai dari artwork dan
video musiknya (disutradarai Bonita) yang mengusung nuansa pink, hingga fashion-nya
yang terinspirasi dari gyaru (perempuan Jepang), 90’s Japanese idol, dan y2k (year 2000)
dengan bedroom vibes. Uniknya, Naja tidak akan menghadirkan nuansa serupa di lagu-
lagunya yang akan datang.

“Aku berencana untuk menghadirkan style dari era yang berbeda-beda karena aku tidak
terlalu suka terjebak dalam sebuah estetika. Aku suka bereksperimen,” tutup Naja.

 

Neona Coba Skill Baru: Skateboard!

Ada-ada saja memang kegiatan dari Neona. Anak bungsu dari pasangan Nola dan Baldy ini selain jago nyanyi dan dance, saat ini ia juga lagi mengembangkan bakat barunya, yaitu skateboard. Kesukaan Neona terhadap hobi papan luncurnya ini memang enggak hanya sekedar kesenangan sesaat, demi melatih skill barunya ini Neona sampai ikut latihan di skate park di Taman Mini lho. Walau beberapa kali terjatuh, tapi Neona makin senang untuk mencoba beberapa trik barunya. Wah, mau lihat segigih apa Neona berlatih skateboard, yuk tonton di sini:

Raffi Bongkar Beragam Rahasia di Murangkalih

Siapa sih yang enggak kenal Raffi Ahmad? Pemain sinetron yang pernah mencoba menjadi penyanyi dan kini sukses menjadi pembawa acara beken dan juga juga menaungi sebuah rumah produksi. Kehidupan Raffi memang sudah banyak jadi sorotan publik sejak ia masih muda dan hampir semua orang tau bagaimana lika-liku kehidupan personalnya. Dan kali ini, dalam podcast “Murangkalih” dari Armand Maulana, Raffi banyak mengungkapkan rahasia kehidupannya yang banyak tidak diketahui orang.

Salah satu kejadian yang cukup dramatis yang pernah ia alami adlaah ketika ia masih menjadi pemain sinetron. Ada sebuah kejadian yang tidak mengenakan bahkan hampir merenggut nyawanya. Dalam sebuah adegan sinetron, Raffi mengaku pernah mendapatkan luka akibat efek ledakan yang ada di sinetron tersebut.

“Ini ada efek bekas ledakan syuting FTV, ada aku,” tutur Raffi.

“Masih ada?” tanya Armand.

“Ada, jadi itu di PH-nya Nagita Slavina,” ungkap Raffi. “Bener nih sumpah, Mama Rieta nggak tahu nih sama Nagita Slavina, Aku bongkar disini ya,” lanjutnya.

Meski terjadi di rumah produksi milik Rieta Amilia, namun Raffi mengaku tidak  pernah menceritakan kejadian ini ke istrinya maupun ke mertuanya.

“Aku artisnya Frame Ritz, Frame Ritz ini PH-nya Mama Rieta sama Nagita Slavina, aku jadi pemain waktu itu,” tuturnya. Pada saat menjalankan syuting itulah, kecelakaan tersebut terjadi. “Terus ada adegan, ceritanya aku ditembak. Gitu kan, trus ada efek-efekan,” ujar Raffi. “Nah itu kena ledakan di sini. Duarr! Meledak beneran, sumpah,” tunjuk Raffi pada bagian pinggang belakangnya.

Dirinya pun mengatakan bahwa dirinya memang sengaja tidak memberitahukan hal tersebut pada istri dan ibu mertuanya. “Tapi si Nagita sama Mama Rieta nggak tahukan, karena apa? Karena dulu aku tidak ngomong,” terangnya. “Karena kalo aku ngomong kan kasihan,” tambah Raffi. “Ya itulah suka dukanya,” pungkasnya.

Saat itu Raffi juga tengah berada di puncak karier sinetronnya. Namun, saat ia sedang berada di puncak kariernya tersebut, ia justru mencoba peruntungan lainnya di dunia host atau pembawa acara. Raffi mengaku kalau kesempatan itu diambil untuk menyiapkan diri untuk skill dan karier yang benar-benar baru meski ia hanya dibayar murah oleh acara tersebut. “Karena kalau kita sudah di atas, kita harus cari tahu cara untuk perlahan-lahan turun untuk nantinya merangkak lagi ke atas. Kalau lagi diatas dan tiba-tiba jatuh ke bawah itu sakitnya bukan main, tapi kalau pelan-pelan turun abis itu baru deh cari cara ke atas lagi,” ungkap Raffi.

Dalam podcast yang berdurasi satu jam lebih ini, Raffi juga banyak menceritakan tentag penyesalan yang ia rasakan ketika kehilangan sang ayah dan juga beragam cerita lucu saat ia masih muda. Untuk lebih lengkapnya tonton di:

“One Two Three”, Jatuh Cinta Ala Adikara Fardy

Setelah merilis “Happy Guy” pada November 2020, Adikara Fardy kembali meluncurkan single. Single keduanya ini bertajuk “One Two Three”, salah satu lagu dari Extended Play atau EP pertama Adikara Fardy yang berjudul “Love & Imagination”.

“One Two Three” bercerita tentang seorang lelaki yang merayu wanita di sebuah bar, dengan mengajaknya menari bersama. Proses pembuatan cukup singkat dan menarik karena dilakukan dari rumah masing-masing.

 

“Karena pandemi, aku bersama Ari ‘Aru’ Renaldi (produser) melakukan workshop secara virtual, dan itu pertama kali buat aku. Tidak ada kendala, hanya saja aku berharap bisa melakukan workshop dan rekaman secara langsung. But let’s just make the best of everything. Aku harap “One Two Three” bisa menjadi theme song untuk para lelaki yang lagi PDKT, dan semoga bisa diterima oleh masyarakat, begitu juga lagu-lagu lainnya di “Love & Imagination”,” ucap Adikara Fardy.

 

“Lagu “One Two Three” adalah salah satu lagu yang langsung terpilih untuk “Love & Imagination”. Lagu ini berbahasa Inggris dan menghadirkan nuansa happy. Adikara Fardy sendiri yang menulis lagunya,” kata Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

 

Video musik “One Two Three” disutradarai oleh kakak Adikara Fardy, Ahnaf Fathi Hidajat. Meski demikian, Adikara Fardy juga terlibat dalam pemilihan tempat dan konsep.

 

“Video musiknya memperlihatkan aku berada di sebuah bar dan bermain poker. Di saat yang sama, ada perempuan yang menarik perhatianku. Lalu, aku mencoba untuk menarik perhatiannya,” ujar Adikara Fardy.

 

“Love & Imagination” merupakan Extended Play atau EP berisi 6 lagu. Mengusung genre jazz/swing yang menggunakan bahasa Inggris sekaligus mengingatkanmu pada era ‘40-an dan ‘50-an, lagu-lagu tersebut berjudul “Intro”, “One Two Three”, “Happy Guy”, “Shout It Out”, “Meant to Be”, dan “Fly Away”.

Kupas Chat Terakhir Mantan Bareng Mawar de Jongh

Sudahkah kamu dengar single terbaru dari Mawar de Jongh? Karena lagu ini memiliki banyak intrepretasi bagi berbagai orang. Salah satunya adalah lagu ini bisa menjadi bahan refleksi mengenai hubungan yang baru saja disudahi. Maka dari itu, bersama tim @rahasiagadis, Mawar mengajak teman-teman Rahasia Gadis untuk mengungkapkan apa chat terakhir dari mantan mereka. Dan ternyata, banyak teman-teman Rahasia Gadis yang memamerkan isi pesan terakhir mantan kekasihnya kepada mereka. Setelah sekian banyak pesan yang Rahasia Gadis dan Mawar respon, ternyata Mawar juga sempat sharing chat terakhir dari salah satu mantan sahabatnya. Wah, seperti apa yaa? Yuk tonton di sini:

Waode ‘POPA’ Rilis Single Perdana, “Cinta Tanpa Tapi”

Kemenangan Waode Heni Andraini di ajang Pop Academy (POPA) Indosiar mengantarkannya pada banyak hal. Mulai dari membawa pulang piala POPA, uang tunai Rp 350.000.000,-, hingga mendapatkan lagu dari Melly Goeslaw yang berjudul “Cinta Tanpa Tapi”.

Waode mengikuti audisi ajang pencarian bakat Pop Academy Indosiar atau POPA di tahun 2020. Semua bermula dari Baubau, kota kelahirannya, di Sulawesi Tenggara. Kala itu, Waode mengikuti audisi online. Meski sempat kesulitan karena koneksi internet yang kurang bagus, Waode berhasil lolos audisi.

Waode sukses meraih platinum ticket dan lolos ke babak 40 besar. Dalam perjalanannya, Perempuan yang akrab disapa Odew ini sempat berada di bottom 2 sebanyak tiga kali karena voting-nya yang rendah. Hingga akhirnya, Waode berhasil melewati Grand Final Top 4, menjadi pemenang POPA Indosiar, serta mendapatkan lagu kemenangan dari Melly Goeslaw.

“Dari dulu, aku suka sekali lagu-lagu Teh Melly. Pertama kali aku mendengar “Cinta Tanpa Tapi”, aku menangis karena ingin memiliki lagu tersebut. Sekarang, lagu tersebut milikku dan aku sangat bersyukur. Perjuangannya benar-benar tidak mudah,” kata Waode.

“Cinta Tanpa Tapi” pun menjadi single perdana Waode sekaligus penanda bahwa dirinya telah siap untuk berkarier lebih serius di industri musik Indonesia.  

“Lagu “Cinta Tanpa Tapi” sangat spesial karena ini adalah rekaman pertamaku. Prosesnya sangat seru dan aku mendapatkan treatment yang sangat baik dari Trinity Optima Production. Aku juga diberikan kejutan dengan kemunculan Coach Irvnat Natadiningrat yang menjadi Vocal Director-ku. Ini semua bagai mimpi yang menjadi kenyataan,” tutur Waode.

Single perdana Waode ini terdengar berbeda dengan versi yang ia nyanyikan di konser kemenangan. Aransemennya sengaja diubah agar lebih easy listening dan fresh di telinga pendengar.

“Lagu “Cinta Tanpa Tapi” ciptaan Teh Melly ini aransemennya tidak neko-neko dan light. Liriknya cukup dalam, mudah diingat, aransemennya tidak berlebihan. Semoga “Cinta Tanpa Tapi” bisa menjadi soundtrack hidup banyak orang dan membukakan jalan panjang untuk Waode menuju kesuksesan,” jelas Simhala Avadana, A&R Trinity Optima Production.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Harsiwi Achmad selaku Direktur Surya Citra Mandiri.

“Indosiar bangga telah melahirkan Bintang Pop muda untuk bersaing di industri musik Indonesia. Waode memiliki range vokal yang lebar, karakter vokal powerful, dan khas. Sangat tepat jika Waode berhasil menjadi juara Pop Academy Indosiar 2020.  Kami akan memberikan wadah seluas-luasnya untuk Waode dan semua lulusan POP Academy 2020. Salah satunya dengan rekaman single kemenangan lagu “Cinta Tanpa Tapi” yang sudah kami persiapkan sejak awal kompetisi. Semoga lagu ini menjadi pijakan awal karier Waode untuk memantapkan langkah dan mampu menjadi Top Hits yang digemari seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

“Semoga masyarakat Indonesia menerima dan mendengarkan single pertamaku ini. Semoga “Cinta Tanpa Tapi” viral, banyak yang suka, dan membuatku semakin bersemangat untuk menghadirkan single-single lainnya,” tutup gadis kelahiran Baubau, 2 Mei 1997 ini.

Neona Coba Sally Walker Dace

Bungsu dari pasangan Nola dan Baldy ini memang ada saja kegiatannya. Mulai dari menyanyi, berakting, dan juga menarik, Neona semua kerjakan dengan sepenuh hati. Setelah merilis lagu “Bahasa Cinta” pada tanggal 22 Desember 2020 lalu, Neona kembali memamerkan keahliannya dalam menari. Kali ini, ditemani dengan Ufa Sofura yang juga instruktur dancer, melakukan cover dance dari lagu “Sally Walker” dari Iggy Azalea. Berawal dari keisengan belaka, Neona dan Ufa berhasil melakukan dance untuk lagu ini. Wah, mau tahu seperti apa sih keseruan Neona dalam cover dance ini? Yuk, tonton di sini:

Bedah Lirik Lagu “Mesin Waktu” Bareng Mawar

Siapa yang sudah dengar lagu terbaru Mawar de Jongh yang berjudul “Mesin Waktu”? Lagu yang dirilis akhir Januari lalu ini berhasil membuat banyak orang terbawa perasaan. Lagu ini ditulis oleh Pika Iskandar, tanpa banyak memberikanDan pada kesempatan kali ini, Mawar menceritakan makna yang ada dibalik lagu “Mesin Waktu”. Kepada tim Trinity Optima Production, Mawar menceritakan bagaimana setiap lirik dan bagian lagu memiliki makna tersendiri baginya. Penasaran seperti apa? Yuk, tonton di sini:

 

 

Gemasnya, Armand Maulana Coba Mandikan Kucing

Siapa yang suka kucing? Amand Maulana, penyanyi dan juga juri di acara pencarian bakat ini, pelihara kucing lho! Enggak hanya satu, tapi ada dua, Goldie dan Ruby.

Goldie, kucing persian yang sudah delapan tahun tinggal bersama keluarga Armand Maulana sedangkan Ruby adalah Scottish Fold yang baru saja tinggal satu tahun bersama mereka. Dan pada vlognya kali ini, Armand Maulana berencana memandikan kucingnya. Tapi karena masih dalam masa PPKM, Ruby di mandikan di rumah? Wah, gimana ya keseruannya! Yuk, tonton di sini:

 

Afgan Rilis Lagu Internasional “say i’m sorry”

Afgan kembali melahirkan karya setelah absen selama 2 tahun. Single terbarunya itu berjudul “say i’m sorry”, terobosan global pertamanya sekaligus debutnya dengan EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, Robin Thicke, hingga Busta Rhymes, yang bekerja sama dengan Trinity Optima Production.

 

Mengusung slow-burning R&B dengan sentuhan modern yang didominasi synthesizer, “say i’m sorry” berpadu apik dengan suara Afgan yang khas. Lagu tersebut diproduseri oleh Tha Aristocrats (yang juga pernah memproduseri Chris Brown, EXO, BoA) dan ditulis oleh Chaz Jackson, Dashawn White, Benny Mayne, Emily Vaughn, Orlando Williamson, serta Yusuke Sato.

 

“say i’m sorry” berkisah tentang sebuah penyesalan. Waktu tak akan bisa diulang, dan yang bisa dilakukan adalah mengingat kenangan akan rasa yang pernah ada.

 

“Aku berharap, saat orang-orang mendengarkan lagu ini, kesedihan dan rasa sakit yang pernah kita rasakan membuat kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Penyesalan itu ada untuk memberi kita pelajaran, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan,” tutur Afgan.

 

Merilis karya secara internasional adalah impian Afgan sejak dia mulai berkarier di dunia musik. Setelah berkarya selama kurang lebih 13 tahun lamanya, Afgan berpikir bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menantang dirinya demi berkembang menjadi musisi, vokalis, sekaligus penulis lagu ke level yang lebih tinggi. Juga, memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya.

 

Soal rekaman, Afgan melakukannya di studio EMPIRE, Amerika Serikat. Banyak yang ia rasakan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru hingga belajar banyak hal secara profesional.

 

“Banyak hal yang membuatku terinspirasi. EMPIRE paham apa yang aku inginkan dan mereka juga membantuku beradaptasi. Aku sangat bangga bisa bekerja sama dengan EMPIRE dan aku sudah tidak sabar ingin memperdengarkan lagu-lagu baruku,” kata Afgan.

 

“Impresi pertamaku tentang Afgan, dia adalah orang yang sopan dan sangat terbuka dengan ide apapun. Afgan adalah penyanyi berbakat dan sangat mencintai musik. Aku mendengar suaranya untuk pertama kali saat kami bertemu secara virtual. Tapi, ketika kami bertatap muka di studio dan aku mendengarnya bernyanyi di depan mataku, aku bisa melihat kemampuannya yang sebenarnya, terutama jangkauan vokalnya, dan etos kerjanya yang bagus,” ucap Tina Davis selaku Vice President A&R EMPIRE.

 

Hidup bersama karya-karya Stevie Wonder, Whitney Houston, dan Brian McKnight sejak kecil, Afgansyah Reza memantapkan dirinya sebagai salah satu bintang terbesar di Indonesia sejak album debutnya, “Confession No.1”, rilis pada Januari 2008. Selama berkarier, Afgan telah meraih kurang lebih 60 penghargaan di dunia musik dan memiliki lebih dari 17 juta pengikut di media sosial. Di tahun 2019, Afgan meraup lebih dari 44 juta streaming di Spotify dari 79 negara.

 

Tak hanya itu, Afgan juga sukses menggelar konser di beberapa kota di Indonesia dan sejumlah negara di Asia. Tiket konsernya selalu terjual habis. Setelah kehadirannya diakui industri musik Asia, Afgan siap melebarkan sayapnya di tahun 2021 ini, yakni dengan berkarya secara internasional.

 

“Sebagai label yang menaungi Afgan selama ini, kami sangat mendukung dan bangga melihat perjalanan kariernya sampai sekarang. Mimpinya untuk berkarya ke tingkat yang lebih tinggi menjadi kenyataan, dan kami harap Afgan bisa membawa nama baik Indonesia ke panggung internasional. Fans pasti menyukai musik Afgan yang baru, begitu juga sosoknya,” ucap Yonathan Nugroho, Managing Director Trinity Optima Production.