trinity_logo_web.png
Menu
Kembali ke Era 2000-an Lewat “Lagu Rindu” Versi Tami Aulia

Setelah Felix menyanyikan kembali lagu “Bersamamu” milik Vierra, kini giliran Tami Aulia yang melakukan hal serupa. Dia membawakan “Lagu Rindu” milik Kerispatih untuk program ‘2000-an di JOOX’. Program ini merupakan kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada generasi muda, dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

Ini bukan pertama kalinya perempuan kelahiran Praya, 1 Juni 1998 itu bekerja sama dengan Trinity Optima Production. Sebelumnya, dia pernah meng-cover lagu “Kenanglah Aku” milik Naff di tahun 2019. Maka dari itu, Trinity Optima Production menghubungi Tami Aulia untuk turut ambil bagian dia program ‘2000-an di JOOX’.

Perempuan yang lahir dan besar di Lombok ini punya alasan kenapa dia meng-cover “Lagu Rindu” milik Kerispatih. “Dari dulu, aku suka “Lagu Rindu” Kerispatih. Lagu itu menemani aku dari kecil. Karena ada program ‘2000an di JOOX’, jadi aku membawakannya. “Lagu Rindu” itu bercerita ketika, kita kangen pada seseorang dan kita sudah mengungkapkannya, kita berharap orang yang kita kangenin mendengar suara hati kita,” jelas Tami Aulia.

Soal rekaman di tengah pandemi, social distancing tentu menjadi hal yang sangat diperhatikan. Proses rekamannya pun dilakukan secara mandiri. Tami Aulia melakukan workshop lewat telepon dan take instrumen di rumahnya sendiri. Meski demikian, dia tidak menjadikannya sebuah hambatan.

“Terkait kendala selama proses rekaman, lagunya sempat sudah jadi, sudah take semua instrumen. Ketika revisi, ternyata ada masalah pada tempo yang membuat saya harus mengulang proses rekaman,” ucapnya. “Lagu Rindu” versi Tami Aulia mengusung nuansa folk. Hasilnya tentu sangat berbeda dari versi Kerispatih yang mellow dan didominasi permainan piano.

“Aku ingin menghadirkan kerinduan dengan suasana bahagia, jadi fresh. Semua bagian lagunya enak, tapi klimaksnya di bagian reff-nya. Ada video liriknya juga, cukup simpel tapi menarik. Kenapa video lirik? Karena aku enggak pengen ketemu banyak orang atau shooting di outdoor,” kata Tami Aulia.

“Kami penginnya “Lagu Rindu” versi Tami Aulia lebih country-ish, makanya beat-nya jadi medium. Di tangan Tami Aulia, lagu ini harus jadi berbeda, lebih akustik, sesuai sama suaranya yang enggak neko-neko,” ujar Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

“Semoga “Lagu Rindu” versi aku diterima oleh orang-orang. Karena, aku ingin memberikan warna baru di lagu ini. Jadi, selamat menikmati!” tutup Tami Aulia.

Sebelum Tami Aulia, Gen Halilintar, Mawar de Jongh, Lesti Kejora, dan Felix lebih dulu merilis lagu untuk program ‘2000-an di JOOX’. Gen Halilintar merilis “Dunia Menangis”, Mawar de Jongh lewat “Tanya Hati”, Lesti Kejora dengan “Saat Terakhir”, dan Felix dengan “Bersamamu”. Setelah mereka, akan satu musisi lagi yang turut berkontribusi dalam program tersebut.

Tentang Tami Aulia

Tami Aulia dikenal setelah video cover lagu di channel YouTube-nya ditonton jutaan orang pada pertengahan 2019. Sejak saat itu, Tami Aulia mulai mendapatkan panggung-panggung off-air di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Lombok. 

Saat ini, channel YouTube-nya, Tami Aulia Live Acoustic, memiliki lebih dari 2,5 juta subscribers sejak pertama kali dibuat pada Januari 2019. Sampai saat ini, video-videonya di YouTube telah ditonton lebih dari 422 juta kali.

Video cover Tami Aulia yang paling banyak ditonton adalah “Waktu yang Salah” (Fiersa Besari, lebih dari 22 juta kali), “Kenanglah Aku” (Naff, lebih dari 20 juta kali), “Pergilah Kasih” (Chrisye, lebih dari 12 juta kali), “Sejauh Mungkin” (Ungu, lebih dari 11 juta kali), dan “Hanya Rindu” (Andmesh, lebih dari 8,7 juta kali). Tami Aulia juga memiliki lagu orisinal, yaitu “Ingin Mengakhiri”, “Tak Pernah Merindu”, “Dapatkah Kita”, “Sembuhkan Jenuh”, “Setengah Windu”, “Samar”, “Rantau”, “Tukang Cover”, hingga “Salam Ramadhan”.

Felix Irwan Nyanyikan Kembali Lagu “Bersamamu” dari Vierra

Felix Irwan dikenal sebagai penyanyi asal Yogyakarta yang kerap meng-cover beberapa lagu dalam versi akustik. Akun YouTube-nya, Felix Official, telah memiliki subscribers sebanyak 3,3 juta dan video-videonya telah ditonton lebih dari 639 juta kali sejak Desember 2015.

Mendengar suaranya yang berkarakter, Trinity Optima Production menggandeng Felix untuk menyanyikan sebuah lagu, menjadikannya sebagai salah satu musisi yang turut menyumbang suara untuk program ‘2000-an di JOOX’. Program ini merupakan kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia, kepada generasi muda dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

Felix menyanyikan “Bersamamu”, lagu milik Vierra yang merupakan bagian dari album “My First Love” (2005). Alasannya, kata Felix, karena banyak orang yang menyukai lagu tersebut termasuk dirinya. Maka dari itu, dia memutuskan untuk mengaransemen ulang lagu tersebut.

Proses rekamannya bisa dibilang tidak mudah karena dunia sedang dilanda pandemi virus corona. Namun, Felix bisa melakukannya dengan baik.

“Karena lagi pandemi, situasi ini memaksa kami untuk workshop jarak jauh. Ini satu-satunya cara agar kita tetap sehat. Agak sedikit menantang memang, proses rekamannya, karena biasanya aku bermain secara akustik dan lagu ini dibikin lebih modern ala-ala electro dance, lebih kekinian. Jadi, aku butuh penyesuaian. Hasilnya? Memuaskan,” kata Felix.

Bagi Felix, “Bersamamu” adalah lagu yang bercerita tentang romantisme. “Bersamamu” juga membuat Felix bernostalgia ke zaman mudanya.

“Rasanya, menyanyikan ulang lagu ini seperti aku kembali ke sekian tahun yang lalu. Ini lagu waktu aku SMA, jadi mengingatkan aku pada masa-masa SMA dulu. Senang banget akhirnya aku bisa menyanyikan lagu ini. Oh, iya, ada suara perempuan di lagu ini, siapakah dia? Itu suara Tami Aulia, penyanyi yang juga suka meng-cover beberapa lagu di YouTube. Kami sering ketemu, dan kami saling membantu proyek satu sama lain,” ucapnya.

Felix membawakan “Bersamamu” ini dengan memasukkan sentuhan synthesizer yang meng-highlight nuansa kekinian. Suara Felix juga memberikan nuansa berbeda dari suara Widy, vokalis Vierra, yang menyanyikan “Bersamamu” dengan suaranya yang sangat feminin. Dia memasukkan roh suaranya ke dalam lagunya yang musiknya dia aransemen sendiri, jadi terdengar sangat berbeda,” jelas Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

“Harapan saya, lagu “Bersamamu” di program JOOX ini tambah banyak pendengarnya karena sudah diaransemen ulang juga dan semoga semua bisa menikmati,” tutup Felix.

Hanif Kenang Kisah Mantan Lewat “Juli”

Sukses dengan lagu perdananya “Candu Sampai Ke Nadi”, Hanif Andarevi kini siap merilis single keduanya. Bekerja sama dengan penulis lagu kenamaan Raguel Lewy, lagu terbaru dari Hanif ini bisa membuat siapapun jadi terbawa perasaan!

BICARA TENTANG JULI

Kadang kalau tengah termenung sendiri, mengingat masa-masa indah dengan mantan menjadi hal yang terelakan. Rindu, tapi tetap sadar kalau hubungan memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Setidaknya hal itulah yang ingin coba disampaikan oleh Hanif Andarevi lewat single terbarunya “Juli”. “Di lagu ini, menceritakan seseorang yang mengenang perpisahan dengan mantannya di bulan Juli. Makanya judul lagu ini pun dipilih menjadi ‘Juli’,” ungkap Hanif.

Bagi Hanif sendiri, kata Juli dalam lagu ini memiliki makna yang cukup unik. “Karena kita bukannya sengaja membuat lagu berjudul bulan ‘Juli’ dan dirilis di bulan juli. Lagu dari kak Raguel Lewy ini memang menceritakan tentang hubungan yang kandas di bulan Juli, dan kebetulan saja tanggalnya pas di bulan ‘Juli’ untuk dirilis. Karena hampir sama dengan lagu yang punya judul nama bulan lainnya, ini merupakan cerita yang cukup personal dan unik dari si penulis lagu, yang harus aku kuasai,” tambahnya.

EXPLORASI MUSIK HANIF

Lagu “Juli” sendiri mereupakan lagu yang dituis oleh Raguel Lewy, penulis lagu yang juga menulis dua hits dari Mawar de Jongh “Sedang Sayang-Sayangnya” dan “Lebih dari Egoku”. Dua lagu yang cukup popular di akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. Dan setelah pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya Trinity Optima Production memutuskan untuk lagu dari Raguel Lewy ini dibawakan oleh Hanif. “sebenarnya lagu ini justru sudah ada sejak lama. Namun, kami masih belum bisa memutuskan siapa yang cocok untuk membawakannya,” ungkap Simhala Avadana selaku A&R dari trinity optima Production. Lagu pop ballad yang diaransemen dengan sangat ringan untuk pendengar Indonesia. “Kenapa akhirnya kami memilih Hanif untuk membawakan lagu ini semata karena ingin mengeksplorasi kemampuan Hanif untuk membawakan lagu original ballad miliknya sendiri. Dan dia sukses membawakan lagu ini dengan baik,” tambah Mhala.

Walaupun sangat berbeda dengan single pertamanya “Candu Sampai ke Nadi”, Mhala yakin lagu “Juli” mampu menampilkan sisi lain dari Hanif Andarevi yang bisa disukai oleh penggemarnya. Meski dia sudah sering men-cover lagu ballad, namun membawakan lagu ballad miliknya sendiri memberikan tantangan tersendiri untuk Hanif. “Proses rekaman lagu ini overall sangat asik dan menantang. Menantang karena berbeda dengan lagu sebelumnya. Lagu ballad itu harus dibwakan dengan emosi, waluapun saya belum pernah mengalaminya,” papar Hanif.

Untuk melengkapi lagu ini, sebuah musik video sudah bisa disimak di akun Youtube Trinity Optima Production. Dan lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform dan juga di request di radio-radio kesayangan anda.

Kembali ke Era 2000-an Bersama Mawar de Jongh Lewat “Tanya Hati”

Mawar de Jongh adalah salah satu musisi yang turut menyumbang suara untuk program ‘2000-an di JOOX’. Program ini merupakan kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia, kepada generasi muda dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

Lagu-lagu yang dirilis dalam program ‘2000-an di JOOX’ dipilih berdasarkan kata hati mereka dan masyarakat Indonesia saat ini. Mawar de Jongh sendiri menyanyikan lagu “Tanya Hati” yang dibawakan Pasto di era 2000-an.

“Aku membawakan lagu “Tanya Hati” ini karena lagunya bagus banget, juga masih relate sampai sekarang dan cocok sama karakter suaraku. Lagu “Tanya Hati” ini menurut aku kayak cinta bertepuk sebelah tangan gitu. ‘Kenapa, sih, kamu enggak bisa ngerasain yang sama dengan yang aku rasain ke kamu? Kenapa harus aku yang punya perasaan ini ke kamu, bukan kamu?’,” jelas Mawar de Jongh.

Mawar de Jongh mengaku keluar dari zona nyamannya saat menyanyikan lagu “Tanya Hati”. Ada perubahan dari caranya bernyanyi, terutama soal perasaan sedih yang dihadirkan. Meski demikian, tak ada kendala bagi Mawar de Jongh saat melakukan rekaman karena dirinya bekerja sama dengan orang yang tepat.

“Aku banyak dibantu sama Kak Barsena Bestandhi juga di lagu ini. Kita sama-sama nyari kalau ada yang kurang, kita coba cari alternatif yang lain juga. Jadi, terima kasih banyak untuk Kak Barsena karena sudah membantu aku menyanyikan lagu “Tanya Hati” ini,” kata Mawar de Jongh.

 Simhala Avadana atau Mhala selaku A&R Trinity Optima Production menuturkan, lagu “Tanya Hati” dirasa tepat untuk dinyanyikan kembali oleh Mawar de Jongh. Alasannya, karena suara Mawar de Jongh yang khas mampu memberikan dimensi lain untuk lagu tersebut.

“Lagu “Tanya Hati” ini mengedepankan nuansa akustik yang masih sangat Mawar de Jongh banget. Musiknya enggak se-light “Sedang Sayang Sayangnya” dan “Lebih dari Egoku”, tapi tetap “Mawar de Jongh”. ‘Simplicity is the kill’ kalau buat Mawar, karena aku enggak mau arrangement-nya overshadow suaranya yang mampu men-deliver sebuah lagu,” kata Mhala.

Untuk lagu “Tanya Hati” video liriknya bisa kamu saksikan di YouTube. “Semoga teman-teman yang dengerin ikutan baper, kita juga mengenang kembali era 2000-an dengan lagu lama ini. Semoga cinta kamu enggak bertepuk sebelah tangan, guys, karena itu sakit,” tutup Mawar de Jongh.

“Di Atas Langit” Bukti Eksistensi Pasha ‘UNGU’ di Dunia Musik

Sesungguhnya, Sigit Purnomo Said atau Pasha tak pernah hilang dari dunia yang membesarkan namanya, yaitu musik. Untuk membuktikannya, Pasha merilis sebuah karya baru berupa album bertajuk “Di Atas Langit”.

Di album ini, Pasha tidak tampil bersama UNGU, melainkan seorang diri. “Di Atas Langit” merupakan proyek solo karier Pasha, yang dia sudah idam-idamkan sejak lama. Tentunya, dalam album ini, tak ada campur tangan teman-teman UNGU agar proses kreatifnya berbeda.

“Selain punya track record baru di dunia rekaman sebagai solois, ada misi yang lain. Yaitu, membantu mengangkat musisi daerah yang terlibat dalam album solo Pasha. Ada sahabat-sahabat saya dari kota Palu yang mengisi instrumen musiknya. Saya kira, hal itu memberikan nuansa yang berbeda,” ucap sang vokalis UNGU.

Ada 8 lagu dalam album “Di Atas Langit”. Tiga lagu ditulis oleh Pasha, dan sisanya ditulis oleh Veki Vischer, musisi dari kota Palu yang juga sudah pernah berkiprah secara nasional sebagai session player untuk beberapa artis. Lagu-lagu tersebut adalah “Cinta Sendiri”, “Dari yang Terdalam”, “Di Atas Langit”, “Luka Lama”, “Perasaanku”, “Rindu Ini”, “Sumpah Demi Apa”, dan “Cerita Engkau dan Aku”.

“Sumpah Demi Apa” menjadi single pertama Pasha sebagai solois. Lagu mellow yang didominasi permainan piano ini merupakan ciptaan Veki Fischer yang menyampaikan bahwa, mencintai seseorang membutuhkan respons dan jawaban yang jelas.

“Karena temanya mellow, secara umum lagu ini bisa didengarkan saat apa aja. Instrumen sendiri, saya dibantu oleh Ivan Sunusi, salah satu pianis terbaik di kota Palu. Alhamdulillah, kita bisa menikmati hasil jemari-jemarinya bermain di lagu “Sumpah Demi Apa”. Mudah-mudahan yang saya rasakan bisa dirasakan sama teman-teman di rumah dan seluruh Indonesia,” jelas Pasha.

Pasha berharap, karya solonya ini bisa diterima dan menghibur fans, serta memperkaya khasanah musik Indonesia. Pasha juga berharap masyarakat tahu bahwa dirinya masih ada di di dalam dunia yang membesarkan namanya.

“Ini adalah karya tulus dari diri saya untuk industri musik Indonesia. Pasha hadir untuk menjawab kerinduan masyarakat Indonesia yang mungkin saja, bertanya-tanya apakah Pasha masih berkarya di musik atau tidak, ini jawabannya. Harapannya, album ini bisa membangkitkan gairah industri musik Indonesia,” kata Pasha.

“Saya ingin teman-teman pendengar musik Pasha di album solo ini yang bisa memberikan penilaian. Saya butuh masukan, bahkan kritik dari pendengar album solo Pasha. Kira-kira, letak perbedaan Pasha di UNGU atau Pasha sebagai solois ini seperti apa. Terima kasih dan selamat mendengarkan,” tutupnya.

Untuk melengkapi lagu ini, video musiknya sudah bisa disimak di akun YouTube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, YouTube Music, dan Resso sejak 18 September 2020.

The Baldys Tampil Kompak di Konser Virtual Semesta Cinta

Keluarga The Baldys yang terdiri dari Papa Baldy, Mama Nola, Naura, Bevan, dan Neona sukses menggelar Konser Virtual Semesta Cinta. Dipromotori oleh Trinity Artist Management, konser virtual tersebut diselenggarakan pada hari Minggu, 30 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB melalui platform LOKET Live.

 

The Baldys membawakan 11 lagu di Konser Virtual Semesta Cinta. Mereka tampil dalam format live band serta dancers dari D’Nau dan D’Neo. Ada beberapa penampilan spesial, seperti di lagu “Kamu Tau Enggak?”, Neona berduet dengan Mbak Onah, alter egonya. Ada juga Naura yang bicara tentang motivasi dan Mama Nola yang menjelaskan tentang program talkshow Semesta Cinta.

 

“Semesta Cinta” sendiri merupakan judul single yang dinyanyikan oleh Naura bersama Mama Nola yang rilis pada tahun 2014. Judul lagu tersebut pun dijadikan sebagai konten YouTube keluarga mereka, “The Baldys”, yang kerap membahas soal parenting dan keluarga.

 

Konser Virtual Semesta Cinta diadakan karena banyaknya fans yang meminta The Baldys untuk mengadakan konser virtual dari rumah. Hal ini disampaikan oleh Bapak Yonathan Nugroho selaku Managing Director Trinity Artist Management.

 

“Kami mau tetap memberikan sarana agar para fans bisa tetap berinteraksi dengan idolanya di masa pandemi. Juga, agar para artis tetap bisa berkarya dan menghibur fansnya,” ujarnya.

 

Soal konsep, Konser Virtual Semesta Cinta menggunakan green screen dengan rumah sebagai latar suasana keseluruhan. Panggung untuk tampil juga dihadirkan di kediaman The Baldys agar keluarga tersebut tampil total.

 

“Proses green screen diambil gambarnya dipadukan dengan suasana yang dibangun dalam bentuk rumah. Set-nya, semua unsur yang ada di panggung itu diambil gambar serta audionya dan dilakukan sinkronisasi. Unsur yang terlibat itu secara berkelompok ada 3 (tiga) macam, yaitu The Baldys, musisi (rhythm section), serta dancer dari D’Nau & D’Neo,” terang Bapak Oktariadi Anis selaku Co-Promotor.

 

“Kali ini, Konser Virtual Semesta Cinta konsepnya super seru karena kami pakai teknologi terbaru dan kami akan menyanyikan 11 (sebelas) lagu, di mana hal yang ingin kami sampaikan melalui Konser Virtual Semesta Cinta ini adalah berupa hangatnya cinta kami sekeluarga. Kami ingin berbagi rasa itu kepada semua fans, tentunya dengan pesan-pesan penuh makna dan positif,” ujar Bapak Baldy Mulia Putra, yang merupakan Papa dari Naura, Bevan dan Neona.

 

“Semoga fans yang sudah membeli tiket akan terhibur dan senang mendengarkan lagu-lagu yang kami tampilkan. Selanjutnya, kami harap kami bisa bikin konser dengan konsep yang berbeda, dengan penonton yang lebih banyak lagi,” sambungnya.

 

Konser Virtual Semesta Cinta ini dipersembahkan oleh “MAXstream”, di mana Ibu Ayu Paramita selaku Manager UGC dan Original Content MAXstream menyampaikan bahwa The Baldys adalah keluarga inspirasi yang kreatif dan terus bergerak maju sesuai dengan penonton MAXstream. MAXstream sebagai OTT video lokal paling Indonesia ingin terus menyediakan rumah bagi seniman lokal dalam berkarya, dan keluarga The Baldys adalah keluarga Indonesia yang terus semangat memberikan hiburan bagi Indonesia. Untuk itu, MAXstream sangat tertarik dan mensupport Konser Virtual Semesta Cinta agar banyak cinta sampai ke rumah para penonton setia MAXstream. Jadi, jangan lupa ya download aplikasi MAXstream di Playstore atau Appstore sekarang juga!

Tak hanya konser, The Baldys juga mengadakan ngobrol-ngobrol seru secara virtual bersama fans yang sudah membeli tiket dengan Paket Meet & Greet. Acara ini dilaksanakan di hari yang sama setelah konser selesai, yakni pukul 19.00 WIB, yang nantinya akan ada hadiah menarik berupa 2 (dua) laptop yang berisikan konten-konten seru dari The Baldys.

 

Setlist:

  1. Dunia Kita Penuh Cinta
  2. Sister
  3. Kamu Menyebalkan
  4. Panca Indera + Kata Ajaib (medley)
  5. Kamu Tau Nggak?
  6. Bully
  7. Hari Nanti
  8. Selimut
  9. Lakukan Dengan Cinta
  10. Semesta Cinta
Nadiya Rawil dan Suara Hati Orang Ketiga

Tak ada yang bisa terima jika ada orang ketiga dalam suatu hubungan. Tak ada yang merasa adil akan hal itu. Salah satu harus mengalah, dan Nadiya Rawil menyuarakan hal itu lewat single perdananya yang berjudul “Satu di Antara Berjuta”.
“Satu di Antara Berjuta” berkisah tentang orang ketiga dalam sebuah hubungan. Orang ini sadar bahwa hal yang dia lakukan itu tidak baik untuk dirinya sendiri, sosok yang dia cintai, dan kekasih sosok tersebut.

Sampai akhirnya, dia lelah dan memutuskan untuk mengalah dengan melangkah pergi dari kehidupan orang yang dia cintai.

“Aku melihat sekelilingku dan somehow, hal ini ini sedikit relate dengan percintaan beberapa orang. Meski aku belum pernah mengalami, aku tahu ada orang-orang yang pernah mengalami hal ini dan sulit untuk menceritakannya ke orang lain karena sangat complicated,” ujar Nadiya Rawil.

Lagu “Satu di Antara Berjuta” mengusung musik yang megah, lengkap dengan permainan piano dan strings. Suara Nadiya Rawil yang angelic turut menambah kemegahan itu dan menjadikannya emosional. Proses rekamannya sendiri memakan waktu kurang lebih 6 jam dan berjalan dengan lancar.

“Musiknya diproduksi Kak Martin (Tintin) dan liriknya workshop bareng sama Kak Mhala (Simhala Avadana). Aransemennya terinspirasi dari drama Korea karena aku suka musik Korea. Aku pengin musik yang classy, dan di saat yang sama, mengiris hati,” ucap Nadiya Rawil.

“Untuk label aku, Trinity Optima Production, terima kasih karena aku diberi kesempatan untuk merilis lagu ini dan bekerja sama. Rasanya senang sekali bisa memiliki single sendiri. Rasanya enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, deg-degan, excited, happy, dan lega karena akhirnya lagu ini rilis juga meski sempat tertunda karena pandemi,” sambungnya.

Video musik “Satu di Antara Berjuta” juga sudah bisa disaksikan di akun YouTube Trinity Optima Production. Video musiknya disutradarai oleh Angga Gadut dengan aktor muda Jerome Kurnia sebagai lawan main Nadiya Rawil.
“Aku suka banget sama jalan cerita videonya. Jerome Kurnia, dia sangat profesional dan dia banyak bantu aku untuk mengeluarkan emosi. Alhamdulillah, enggak ada kendala. Aku sangat menikmati prosesnya,” kata Nadiya Rawil.

Simhala Avadana atau Mhala selaku A&R Trinity Optima Production pun menjelaskan alasan kenapa Nadiya Rawil cocok untuk menyanyikan “Satu di Antara Berjuta”.

“Karena ada sisi vulnerable dari suara Nadiya Rawil yang menurut A&R sangat pas untuk “Satu di Antara Berjuta”, tidak pretensius dan dia effortless banget nyanyinya. Kami ingin Nadiya Rawil menjadi penyanyi yang mampu melakukan story-telling, menceritakan cerita yang relate dengan kehidupan banyak orang,” jelas Mhala.

“Mudah-mudahan, ini menjadi awal yang baik sebagai penanda Nadiya Rawil masuk ke belantika musik Indonesia setelah sebelumnya, dia berkolaborasi dengan Adera di lagu “Dengarkan Hatiku”. Sampai sekarang, video musiknya di YouTube sudah ditonton lebih dari 12 juta kali,” tambahnya.

Nadiya Rawil berharap, orang-orang menyukai “Satu di Antara Berjuta” dan bisa mengambil sisi positif dari lagu perdananya itu.

“Semoga kalian bisa sing-a-long sama lagunya, suka musiknya, bisa tersampaikan pesannya, bisa mengobati luka dalam hati. Buat kamu yang susah mengungkapkan perasaan lewat kata-kata dan mengalami hal yang sama, semoga lagu ini bisa mewakili perasaan kamu untuk orang yang kamu tuju. Selamat mendengarkan, semoga kalian suka, ya,” tutup Nadiya Rawil.

“Satu di Antara Berjuta” sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, YouTube Music, dan Resso.

Young Lex dan Gisella Anastasia Berpikir Masih Bisa Panjang

Sebagai rapper, nama Young Lex tentu sangat familiar di telinga banyak orang. Tapi, pernahkan terbayangkan oleh kamu ketika seorang Young Lex berkolaborasi dengan penyanyi pop sekaligus selebgram kenamaan Indonesia, Gisella Anastasia?

Nah, dalam lagu terbarunya yang berjudul Masih Bisa Panjang, Young Lex dan Gisella ingin memberikan gambaran hubungan yang masih bisa dilanjutkan tapi sayangnya harus diselesaikan. Wah, kira-kira lagu ini menceritakan tentang pengalaman pribadinya siapa, ya?

Awal Pertemuan
Berbeda dengan single terakhirnya Young Lex, “CIU”, yang dibawakan lebih upbeat dan reggae, kini sang rapper kembali lagi dengan Masih Bisa Panjang yang cenderung lebih mellow. Masih Bisa Panjang sendiri mengisahkan tentang perasaan sesal dari seseorang yang masih ingin kembali melanjutkan hubungannya dengan sang mantan kekasih.

Untuk melengkapi lagu ini, Young Lex tidak sendiri. Penyanyi jebolan Indonesian Idol 2008, Gisella Anastasia, diajak untuk berkolaborasi.

“Sebenarnya gue udah bikin lagu ini cukup lama, dan waktu itu pengen ada suara ceweknya. Pas lagi nyari-nyari, kepikiranlah sama Gisella. Akhirnya, ngobrol sama pihak Trinity Optima Production, mereka setuju juga, kita sama-sama kontak timnya Gisella, dan, ya, udah, terjadilah kolaborasi ini,” ungkap Lex.

Sebelum berkolaborasi, Young Lex dan Gisella sudah lebih dulu bertemu dalam sebuah acara yang pernah Young Lex bawakan bersama Jessica Iskandar. “Di situ kita pertama kali bertemu dan Gisella juga orangnya banyak cerita dan menyenangkan. Jadi, waktu kolaborasi ini terjadi, kita udah enggak canggung lagi,” jelasnya.

Bagi Gisella, bisa berkesempatan berkolaborasi dengan Young Lex merupakan sebuah kebanggan tersendiri. “It’s an honor bisa kolaborasi sama Lex. Aku jujur, senang sekali mendapatkan kesempatan ini. Ditambah lagi, lagu yang dibawakan juga gemes banget, bisa mengorek hati banyak orang,” kata Gisella.

Gisella juga mengatakan kalau Masih Bisa Panjang juga punya makna yang cukup personal. “Kadang dalam hubungan itu ada yang lebih mencintai dan ada yang lebih dicintai. Agar hubungan berjalan lancar, keduanya harus saling merasa memiliki. Karena, enggak bisa salah satunya ngerasa masih bisa lanjut, tapi pasangannya malah merasa enggak ada perasaan lagi,” ucapnya.

Sebagai A&R dari Trinity Optima Production, Simhala Avadana membenarkan hal tersebut. Secara kreatif, Mhala melihat keduanya punya warna musik dan suara yang berbeda dan mampu melengkapi satu sama lain.

“Kalau Young Lex cukup seringlah kolaborasi sama penyanyi cewek. Tapi, rasa-rasanya kalau sama Gisella ini merupakan kolaborasi yang pertama. Keduanya saling melengkapilah di sini,” tutur Mhala.

Tertunda Karena Corona
Soal Masih Bisa Panjang, Young Lex mengaku tidak pernah mengalami apa yang terjadi di dalam lagu tersebut. Namun, Young Lex mengaku setiap dirinya memilih sebuah tema lagu, dia pasti menghayati bagaimana perasaan orang yang ada di posisi lagu tersebut.

“Enggak pernah mengalami, sih. Tapi, gue memang selalu pastikan kalau gue ada di posisi tersebut ketika membawakan lagu. Jadi, dapet emosinya. Ditambah lagi Gisella yang juga menurut gue pas untuk membawakan lagu ini. Jadi, akan lebih banyak orang yang bisa merasa relate dengan lagu ini,” ungkap Young Lex.

Gisella sendiri berharap banyak orang yang ikut tersentil dengan makna lagu Masih Bisa Panjang. “Semoga banyak hati yang merasa kesenggol lewat lagu ini. Karena kita harus sadari kalau hubungan itu enggak bisa berjalan dari satu orang aja,” ujarnya.

Setelah mengalami penundaan rilis dan syuting video musik yang cukup lama akibat pandemi COVID-19, akhirnya lagu Masih Bisa Panjang dirilis. Walaupun momennya belum benar-benar normal kembali, Young Lex optimistis Masih Bisa Panjang akan disukai oleh banyak orang seperti lagu-lagunya sebelumnya.

“Gue yakin, lagu ini akan tetap bisa relate dengan banyak orang. Walaupun rilisnya lagu ini sempat tertunda karena pandemi Corona, gue yakin dengan kondisi new normal seperti saat ini, baik lagu gue ataupun industri musik sendiri masih bisa tetap menjadi pilihan hiburan bagi banyak orang. Pokoknya, kita semua saling menjaga dan saling menguatkan aja,” tutup Young Lex.

Cassandra Band Mengalah di Single Terbaru

Mengalah menjadi sikap paling bijak yang kerap dilakukan kala bertengkar dengan pasangan. Mengalah bukan berarti kalah, tapi meredam ego agar menyikapi sesuatu dengan kedewasaan.

Untuk itu, Cassandra yang digawangi oleh Ana (vokal), Inos (gitar), dan Choki (bass) menghadirkan lagu berjudul “Mengalah” yang merupakan penutup rangkaian cerita cinta “Diary of Cassandra: Pada Suatu Hari”.

Sebuah Pesan Pendewasaan Diri
“Mengalah” masih berhubungan dengan empat lagu sebelumnya dari “Diary of Cassandra: Pada Suatu Hari”, yaitu “Aku Janji”, “Terbelah Tujuh”, “Sakit”, dan “Porak Poranda”. Sebelumnya, “Porak Poranda” rilis pada bulan lalu, tepatnya 26 Juni 2020.

“Lagu ini merupakan sikap akhir dari serangkaian lagu sebelumnya. Setelah dikhianati, disakiti, dan merasakan porak-poranda, lagu “Mengalah” merupakan sikap akhir dari serangkaian perasaan tersebut,” kata Choki yang penulis dari lagu tersebut.

Seperti lagu lainnya, lewat lagu “Mengalah”, Cassandra ingin memberikan pesan yang baik dalam menjalani percintaan. Kali ini pesan yang ingin disampaikan adalah, sesakit apapun patah hati yang dirasakan, akan lebih baik jika kita juga bisa memaafkan.

“Karena jika terus menerus mengikuti ego sendiri, maunya harus menang sendiri, kita justru enggak akan menemukan kebahagiaan. Dalam lagu ini, saya ingin pendengar musik kami bisa mencintai diri sendiri dengan menekan ego mereka. Mengalah,” jelas Choki.

Akustik yang Mengusik
Untuk aransemen lagu “Mengalah”, Cassandra bekerja sama dengan Zack the Jackman, keyboardist Seventeen yang juga salah satu orang yang selamat dari bencana tsunami Banten pada tahun 2018. Bersama Zack, “Mengalah” diaransemen sedemikian rupa menjadi lagu ballad untuk para pendengarnya.

“Jujur, untuk lagu ini proses pembuatannya tidak serepot biasanya. Karena tema besarnya sendiri pop ballad akustik dan di lagu ini juga, kami bisa berkolaborasi dengan orang-orang terbaik. Jadi, semua berjalan lancar,” ungkap Choki.

Lewat lagu ini, Cassandra Band berharap banyak hati yang terwakilkan. Tak hanya “Mengalah”, tapi juga lagu-lagu lain dalam rangkaian “Diary of Cassandra: Pada Suatu Hari”. Cassandra juga berharap agar lagu-lagu tersebut bisa menjadi inspirasi dalam kondisi apapun.

Untuk melengkapi lagu ini, video musiknya sudah bisa disimak di akun Youtube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, iTunes, YouTube Music, dan Resso, serta bisa di-request di radio.

New Release : Neona Asik Aja “Lagu Anti Bete ala Neona”

Seberapa sering sih kamu merencanakan sesuatu tapi gagal karena satu dan lain hal? Atau saat ingin jalan-jalan tapi ternyata cuaca tak bersahabat? Duh, pasti males banget ya! Ternyata enggak kamu enggak sendiri, Neona lewat single terbarunya “Asyik Aja” ingin mengajak kamu untuk santai sejenak ditengah masalah apapun.

 REGGAE BARENG NEY

Bicara soal musik, Neona bisa dibilang paling flexible dalam membawakan segala genre yang ada. Sukses dengan single-single yang lebih RnB seperti “Warbiasyak” dan “Ada Deh”, lalu Neona juga sempat tampil sweet lewat lagu “Kasih Ibu”, kini ia kembali lagi dengan lagu yang bernuansa reggae yang berjudul “Asik Aja”.

Lagu “Asyik Aja” sendiri menceritakan tentang keluh kesah Neona yang mungkin juga banyak dialami oleh banyak orang. Keluhan dilirik lagu ini pun beragam, mulai dari gagal jalan keluar karena hujan atau bete karena mendapatkan nilai jelek di kelas. Lewat lagu ini Neona mengajak kita semua untuk tidak mudah berputus asa dengan masalah yang dihadapi dan hadapi dengan penuh senyuman.

Dengan musik yang diaransemen oleh Ivan Dewanto, lagu “Asyik Aja” ini bisa jadi anthem bagi semua orang agar tidak gampang mengeluh dengan keadaan dan tetap semangat menjalani hari dengan “Asyik Aja”.

MUSIK VIDEO PENUH WARNA

Untuk melengkapi singlenya kali ini, Ganda Hartadi telah mempersiapkan sebuah musik video yang tak kalah “Asyik”. Sebuah musik video yang lebih banyak bermain visual dengan warna-warna ceria khas dari Neona. “Untuk konsep cerita disini kita akan mengvisualkan setiap adegan yang ada lirik, namun di part intro kita akan memberikan adegan sebagai solusi dari segala macam adegan-adegan yang ada di lirik itu sendiri, dengan tujuan agar kata “Asyik Aja” disini tidak diartikan negatif (cuek aja lah) oleh para kawan Neona, kata “Asyik Aja” disini akan kita jadikan kata “Jangan Sedih/Nyerah, Semua Pasti Ada Jalan Keluar Asal Kita Ada Kemauan,” ungkap Ganda.

Bagi Ganda ini bukanlah kali pertama ia membuatkan musik video untuk Neona. Sebelumnya, Ganda juga pernah menyutradarai musik video “Warbiasyak” dan “Ada Deh”.

Dan bisa dilihat dari musik video sebelum-sebelumnya, Neona memang sudah sering ditampilkan dengan warna-warni yang ceria.

Untuk meramaikan musik videonya, nantikan juga sebuah filter Instagram seru bernama “Asyik Aja” yang bisa kamu lewat akun Instagram Trinity Optima Production (@trinityoptima). Nah, jadi makin penasaran kan akan seperti apa sih musik video  Neona kali ini? Yuk sama-sama disaksikan di sini:

 

Asyik Aja (Lirik)

Udah Belajar, Tapi Nilainya Jelek

Diejek Teman, Kata2 Menyakitkan

Kesiangan, Telat Masuk Sekolah

Siapa Pernah? Aku Juga

 

Mau Jalan Jalan, Tapi Kok Ya Ujan

Sepatu Baru, Tapi Kena Comberan

Beli Mainan, Besoknya Udah Ilang

Siapa Pernah? Angkat Tangan

 

Hey Jangan Kau Bersedih

Dunia Tak Berhenti Berputar

Kadang Sedih, Oh Banyak Senangnya

So Chill Man, Yang Penting Kita

Asyik Aja

 

Asyik Aja

Asyik Aja

Asyik Aja

 

Dimarahin Mama, Padahal Ga Salah

Pengen Ini Itu, Uangnya Ga Cukup

Mau Liburan, Liburnya Masih Lama

Siapa Pernah? Aku Juga

 

Mau Main Game, Tapi Dimainin Kakak

Mau Posting, Kuota Ga Ada

Mau Tidur Siang, Tapi Les Nya Banyak

Siapa Pernah? Aku Juga

Song Credit

Composed by MHALA & TANTRA ‘NUMATA’

Published by SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Produced, Mixed & Mastered by IVAN DEWANTO

Vocal Recorded @BRO’S Studio, JKT, Engineered by ANGGI ANGGORO

Vocal Produced by SIMHALA AVADANA

Jamaican Male Vocals performed by BIMA ZENO POEROE

Background Vocals Performed by NEONA, RIAFINOLA & SIMHALA AVADANA