trinity_logo_web.png
Menu
The Baldys Ajak Masyarakat Mencintai Alam Lewat Single “Sayang Sayang”

The best things in life are free. Sesungguhnya, mudah untuk merasakan bahagia, yaitu dengan mensyukuri apa yang ada dan hal-hal kecil maupun yang tak kasatmata. Seperti, indahnya mentari, udara segar yang kita hirup, hingga hangatnya sebuah senyuman.

 

Inilah yang ingin disampaikan keluarga The Baldys yang terdiri dari Papa Baldy, Mama Nola, Naura, Bevan, dan Neona lewat single terbaru mereka, “Sayang Sayang”. Lagu tersebut bercerita tentang menyayangi alam dan hal-hal yang bisa membuat manusia bahagia. Untuk itulah, kita harus menjaga dunia tempat kita bernaung.

 

“Lagu “Sayang Sayang” itu tentang menghargai segala sesuatu yang Tuhan sudah kasih gratis ke kita, seperti alam, udara, orang tua, anak-anak, teman, bumi, dan seisinya. Tuhan sudah memberikan dengan cuma-cuma, tugas kita adalah bersyukur, menjaga dengan baik, menikmatinya, dan sayang pada lingkungan,” kata Mama Nola.

 

Proses rekaman tergolong cepat. Namun, ada beberapa hal yang membuat proses rekaman semakin berwarna, seperti Neona yang selalu bergerak dengan lincah hingga Bevan dan Papa Baldy yang tidak terbiasa dengan dapur rekaman. Meski demikian, hal-hal tersebut tidak membuat mereka lepas fokus untuk menyelesaikan rekaman lagu “Sayang Sayang”.

 

“Sayang Sayang” ditulis oleh Simhala Avadana atau Mhala dan Duhita Pancatantra. Musiknya yaang fun diaransemen oleh Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan. Mhala bilang, manusia yang sering sekali ‘take something for granted’ dari alam dan lupa untuk mensyukurinya adalah salah satu hal yang membuatnya menulis lagu “Sayang Sayang”.

 

“Penginnya, lagu ini didengarkan oleh anak kecil untuk membuka ruang diskusi dengan ayah dan ibunya. Tujuannya, agar anak-anak lebih menghargai alam sekaligus mengingatkan bahwa manusia harus bersyukur dengan apa yang mereka punya. Lalu, orang-orang juga menerapkan ‘go green’ di tengah pandemi ini, dan semangat itu yang ingin diambil,” jelas Mhala yang merupakan A&R Trinity Optima Production.


“Aransemennya upbeat tempo yang bikin feel good. Lagunya dibuat sedemikian rupa agar bisa dicerna oleh berbagai lapisan umur, dari anak kecil sampai dewasa,” tambahnya.

 

Video musik “Sayang Sayang” digarap oleh Athea Visuals dan disutradarai oleh Tania Salim. Mengambil lokasi shooting di Lembang, Jawa Barat, seperti apa konsep video “Sayang Sayang”?

 

Shooting-nya di dalam rumah dan ada banyak tumbuhan. Jadi, rumah itu ‘kan, bikin kita nyaman dan kita semua dekat dengan alam. Alam ini sudah seperti rumah kita. Penggambarannya filosofinya dalam sekali,” ujar Mama Nola.

 

“Harapannya agar lagu “Sayang Sayang” ini diterima oleh semua pendengar, terutama untuk Teman Naura, Kawan Neo, dan Sayang-sayangnya The Baldys. Kami ingin lagu ini diterima dengan baik dan bisa dipahami isi lagunya karena aku punya anak dan aku ingin anak-anakku hidup di masa yang bumi ini tetap sehat. Anak-anak ini adalah generasi muda yang nantinya akan menjaga semuanya,” tutupnya.

 

Afgan dan Raisa Kembali Berduet Lewat Lagu “Tunjukkan”

Setelah sukses merilis sebuah single kolaborasi bertajuk “Percayalah” 5 tahun yang lalu dan juga berhasil meraup 16 juta play di YouTube sekaligus salah satu most streamed Indonesian track of 2015 di Spotify, kini Afgan dan Raisa kembali merilis sebuah lagu baru berjudul Tunjukkan.

Duet Afgan dan Raisa untuk lagu Tunjukkan ini terbilang tidak direncanakan sama sekali kedua penyanyi ini. Bermula dari Afgan menerima demo lagu dari Alam Urbach. Kemudian Afgan terlintas untuk menjadikan ini sebuah lagu duet dan nama Raisa langsung terbesit di benak kepalanya.

“Awalnya sih kaget dapet ajakan kolaborasi ini. Nuansanya lagunya berbeda dengan Percayalah, jadi excited untuk ngerjainnya, dan lagunya cepet nyangkut di kepala. Selalu seru kerja bareng Afgan,” cerita Raisa.

Afgan menambahkan, “Lagu ini sangat catchy dan bikin kita feel good, terutama di masa-masa (pandemi) seperti sekarang. Jadi ini adalah bentuk ekspresi terhadap orang-orang yang kamu sayang, karena kita suka lupa untuk menunjukkan rasa sayang tersebut.”

Pada single terbaru ini Afgan dan Raisa mencoba warna yang berbeda dari sebelumnya. Di lagu Percayalah, unsur balada pop sangat kental terasa. Sementara di Tunjukkan, Afgan dan Raisa ingin menunjukkan sesuatu yang baru secara nuansa lagu, yaitu lantunan yang groovy. Rasa baru dari duet ini tak lepas dari kumpulan produser dengan nama S/EEK (terdiri dari Marco Steffiano, Adrian Rahmat Purwanto, dan Jessi Mates) yang menangkap inspirasi Afgan dan Raisa untuk menghasilkan musik Pop Korea dan R&B era 2000-an.

Single Tunjukkan sudah bisa didengarkan di aplikasi layanan streaming mulai 6 November 2020. Dan untuk single ini Afgan dan Raisa sudah menyiapkan sebuah challenge untuk bisa seru-seruan bareng Afganisme dan YourRaisa.

Music Video Tunjukkan

Selain lagu Tunjukkan, Afgan dan Raisa juga merilis music video yang bisa ditonton di kanal Youtube Trinity Optima Production. Music video ini disutradarai oleh Gilbert March yang sebelumnya menggarap music video You milik Raisa dan Look At Me Now-nya Ramengvrl. Konsep music videonya mengambil sisi hubungan dekat namun quirky dari Raisa dan Afgan, yang belum diketahui banyak orang. Music video Tunjukkan sudah bisa ditonton hari ini.

Enzy Storia Nyanyikan Kembali Lagu “Bila Aku Jatuh Cinta” Milik Nidji

Bila Enzy Storia jatuh cinta… Seperti apa, ya? Kamu bisa mendengarkannya lewat “Bila Aku Jatuh Cinta” versi Enzy. Lagu milik Nidji tersebut adalah bagian dari ‘2000-an di JOOX’, program kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada generasi muda, dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

“Bila Aku Jatuh Cinta” merupakan salah satu hit single Nidji dari album perdana mereka, “Breakthru’ (2006)”. Enzy punya alasan kenapa dia memilih lagu tersebut untuk dia nyanyikan sebagai single perdananya.

“SMP kelas 3 itu pertama kalinya aku punya pacar dan momennya itu ada di album Breakthru’. Aku kalau lagi jatuh cinta suka senyum-senyum sendiri, karena jarang. Terus, aku diam aja, kayak salting gitu. Jadi, “Bila Aku Jatuh Cinta” pas sama aku karena aku suka lagu slow dan mellow,” ucap Enzy.

Selama proses rekaman, Enzy mengaku sempat enggak percaya diri. Namun, seiring berjalannya waktu, dia sangat menikmati semua momen yang terjadi di studio rekaman.

“Aku bersyukur banget ada Barsena (A&R Trinity Optima Production) yang udah ngebantu aku dan meyakinkan aku. Ini pertama kalinya banget rekaman, biasanya ‘kan nyanyi bercanda gitu. Tapi, aku happy dan puas sama hasilnya. Aku suka sama aransemennya, backing vocal-nya yang Barsena masukin bikin “Bila Aku Jatuh Cinta” versi aku jadi lebih enak,” kata Enzy.

“Bila Aku Jatuh Cinta” versi Enzy hadir dengan nuansa dreamy, sesuai dengan karakter suara perempuan yang juga berprofesi sebagai host tersebut.

“Menyenangkan bisa bekerja sama dengan Enzy di project menyanyinya yang pertama. Dia orangnya seru dan penuh semangat. Proses rekamannya pun lancar dan cukup singkat karena Enzy menguasai lagunya. Bahkan, dia sampai latihan setiap hari sebelum rekaman di studio. Orang yang seperti ini biasanya bakal ‘panjang’ di industri entertainment,” ujar Barsena Bestandhi, A&R Trinity Optima Production.

Enzy berharap, “Bila Aku Jatuh Cinta” versi dirinya disukai dan dinikmati fansnya. Lagu tersebut juga menjadi bukti kalau Enzy bisa menaklukkan insecurity-nya.

“Aku mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman aku. Tahun ini cukup berat, tapi di tahun ini juga kita bisa eksplorasi diri kita lebih jauh. Segala hal aku coba di tahun ini untuk lebih mengenal diriku sendiri. Apa, sih, yang aku suka? Passion aku apa, sih? Lawan, yuk, rasa takutnya. Awalnya aku takut nyanyi depan orang, insecure banget. Nah, ini adalah salah satu proses untuk ngelawan rasa itu,” jelas Enzy.

Sebelum Enzy Storia, Gen Halilintar, Mawar de Jongh, Lesti Kejora, Felix, dan Tami Aulia lebih dulu merilis lagu untuk program ‘2000-an di JOOX’. Gen Halilintar merilis “Dunia Menangis”, Mawar de Jongh meluncurkan “Tanya Hati”, Lesti Kejora lewat “Saat Terakhir”, Felix dengan “Bersamamu”, dan Tami Aulia dengan “Lagu Rindu”. “Bila Aku Jatuh Cinta” versi Enzy Storia menjadi penutup manis project ‘2000-an di JOOX’

 

Kembali ke Era 2000-an Lewat “Lagu Rindu” Versi Tami Aulia

Setelah Felix menyanyikan kembali lagu “Bersamamu” milik Vierra, kini giliran Tami Aulia yang melakukan hal serupa. Dia membawakan “Lagu Rindu” milik Kerispatih untuk program ‘2000-an di JOOX’. Program ini merupakan kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada generasi muda, dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

Ini bukan pertama kalinya perempuan kelahiran Praya, 1 Juni 1998 itu bekerja sama dengan Trinity Optima Production. Sebelumnya, dia pernah meng-cover lagu “Kenanglah Aku” milik Naff di tahun 2019. Maka dari itu, Trinity Optima Production menghubungi Tami Aulia untuk turut ambil bagian dia program ‘2000-an di JOOX’.

Perempuan yang lahir dan besar di Lombok ini punya alasan kenapa dia meng-cover “Lagu Rindu” milik Kerispatih. “Dari dulu, aku suka “Lagu Rindu” Kerispatih. Lagu itu menemani aku dari kecil. Karena ada program ‘2000an di JOOX’, jadi aku membawakannya. “Lagu Rindu” itu bercerita ketika, kita kangen pada seseorang dan kita sudah mengungkapkannya, kita berharap orang yang kita kangenin mendengar suara hati kita,” jelas Tami Aulia.

Soal rekaman di tengah pandemi, social distancing tentu menjadi hal yang sangat diperhatikan. Proses rekamannya pun dilakukan secara mandiri. Tami Aulia melakukan workshop lewat telepon dan take instrumen di rumahnya sendiri. Meski demikian, dia tidak menjadikannya sebuah hambatan.

“Terkait kendala selama proses rekaman, lagunya sempat sudah jadi, sudah take semua instrumen. Ketika revisi, ternyata ada masalah pada tempo yang membuat saya harus mengulang proses rekaman,” ucapnya. “Lagu Rindu” versi Tami Aulia mengusung nuansa folk. Hasilnya tentu sangat berbeda dari versi Kerispatih yang mellow dan didominasi permainan piano.

“Aku ingin menghadirkan kerinduan dengan suasana bahagia, jadi fresh. Semua bagian lagunya enak, tapi klimaksnya di bagian reff-nya. Ada video liriknya juga, cukup simpel tapi menarik. Kenapa video lirik? Karena aku enggak pengen ketemu banyak orang atau shooting di outdoor,” kata Tami Aulia.

“Kami penginnya “Lagu Rindu” versi Tami Aulia lebih country-ish, makanya beat-nya jadi medium. Di tangan Tami Aulia, lagu ini harus jadi berbeda, lebih akustik, sesuai sama suaranya yang enggak neko-neko,” ujar Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

“Semoga “Lagu Rindu” versi aku diterima oleh orang-orang. Karena, aku ingin memberikan warna baru di lagu ini. Jadi, selamat menikmati!” tutup Tami Aulia.

Sebelum Tami Aulia, Gen Halilintar, Mawar de Jongh, Lesti Kejora, dan Felix lebih dulu merilis lagu untuk program ‘2000-an di JOOX’. Gen Halilintar merilis “Dunia Menangis”, Mawar de Jongh lewat “Tanya Hati”, Lesti Kejora dengan “Saat Terakhir”, dan Felix dengan “Bersamamu”. Setelah mereka, akan satu musisi lagi yang turut berkontribusi dalam program tersebut.

Tentang Tami Aulia

Tami Aulia dikenal setelah video cover lagu di channel YouTube-nya ditonton jutaan orang pada pertengahan 2019. Sejak saat itu, Tami Aulia mulai mendapatkan panggung-panggung off-air di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Lombok. 

Saat ini, channel YouTube-nya, Tami Aulia Live Acoustic, memiliki lebih dari 2,5 juta subscribers sejak pertama kali dibuat pada Januari 2019. Sampai saat ini, video-videonya di YouTube telah ditonton lebih dari 422 juta kali.

Video cover Tami Aulia yang paling banyak ditonton adalah “Waktu yang Salah” (Fiersa Besari, lebih dari 22 juta kali), “Kenanglah Aku” (Naff, lebih dari 20 juta kali), “Pergilah Kasih” (Chrisye, lebih dari 12 juta kali), “Sejauh Mungkin” (Ungu, lebih dari 11 juta kali), dan “Hanya Rindu” (Andmesh, lebih dari 8,7 juta kali). Tami Aulia juga memiliki lagu orisinal, yaitu “Ingin Mengakhiri”, “Tak Pernah Merindu”, “Dapatkah Kita”, “Sembuhkan Jenuh”, “Setengah Windu”, “Samar”, “Rantau”, “Tukang Cover”, hingga “Salam Ramadhan”.

Felix Irwan Nyanyikan Kembali Lagu “Bersamamu” dari Vierra

Felix Irwan dikenal sebagai penyanyi asal Yogyakarta yang kerap meng-cover beberapa lagu dalam versi akustik. Akun YouTube-nya, Felix Official, telah memiliki subscribers sebanyak 3,3 juta dan video-videonya telah ditonton lebih dari 639 juta kali sejak Desember 2015.

Mendengar suaranya yang berkarakter, Trinity Optima Production menggandeng Felix untuk menyanyikan sebuah lagu, menjadikannya sebagai salah satu musisi yang turut menyumbang suara untuk program ‘2000-an di JOOX’. Program ini merupakan kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia, kepada generasi muda dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

Felix menyanyikan “Bersamamu”, lagu milik Vierra yang merupakan bagian dari album “My First Love” (2005). Alasannya, kata Felix, karena banyak orang yang menyukai lagu tersebut termasuk dirinya. Maka dari itu, dia memutuskan untuk mengaransemen ulang lagu tersebut.

Proses rekamannya bisa dibilang tidak mudah karena dunia sedang dilanda pandemi virus corona. Namun, Felix bisa melakukannya dengan baik.

“Karena lagi pandemi, situasi ini memaksa kami untuk workshop jarak jauh. Ini satu-satunya cara agar kita tetap sehat. Agak sedikit menantang memang, proses rekamannya, karena biasanya aku bermain secara akustik dan lagu ini dibikin lebih modern ala-ala electro dance, lebih kekinian. Jadi, aku butuh penyesuaian. Hasilnya? Memuaskan,” kata Felix.

Bagi Felix, “Bersamamu” adalah lagu yang bercerita tentang romantisme. “Bersamamu” juga membuat Felix bernostalgia ke zaman mudanya.

“Rasanya, menyanyikan ulang lagu ini seperti aku kembali ke sekian tahun yang lalu. Ini lagu waktu aku SMA, jadi mengingatkan aku pada masa-masa SMA dulu. Senang banget akhirnya aku bisa menyanyikan lagu ini. Oh, iya, ada suara perempuan di lagu ini, siapakah dia? Itu suara Tami Aulia, penyanyi yang juga suka meng-cover beberapa lagu di YouTube. Kami sering ketemu, dan kami saling membantu proyek satu sama lain,” ucapnya.

Felix membawakan “Bersamamu” ini dengan memasukkan sentuhan synthesizer yang meng-highlight nuansa kekinian. Suara Felix juga memberikan nuansa berbeda dari suara Widy, vokalis Vierra, yang menyanyikan “Bersamamu” dengan suaranya yang sangat feminin. Dia memasukkan roh suaranya ke dalam lagunya yang musiknya dia aransemen sendiri, jadi terdengar sangat berbeda,” jelas Simhala Avadana atau Mhala, A&R Trinity Optima Production.

“Harapan saya, lagu “Bersamamu” di program JOOX ini tambah banyak pendengarnya karena sudah diaransemen ulang juga dan semoga semua bisa menikmati,” tutup Felix.

Hanif Kenang Kisah Mantan Lewat “Juli”

Sukses dengan lagu perdananya “Candu Sampai Ke Nadi”, Hanif Andarevi kini siap merilis single keduanya. Bekerja sama dengan penulis lagu kenamaan Raguel Lewy, lagu terbaru dari Hanif ini bisa membuat siapapun jadi terbawa perasaan!

BICARA TENTANG JULI

Kadang kalau tengah termenung sendiri, mengingat masa-masa indah dengan mantan menjadi hal yang terelakan. Rindu, tapi tetap sadar kalau hubungan memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Setidaknya hal itulah yang ingin coba disampaikan oleh Hanif Andarevi lewat single terbarunya “Juli”. “Di lagu ini, menceritakan seseorang yang mengenang perpisahan dengan mantannya di bulan Juli. Makanya judul lagu ini pun dipilih menjadi ‘Juli’,” ungkap Hanif.

Bagi Hanif sendiri, kata Juli dalam lagu ini memiliki makna yang cukup unik. “Karena kita bukannya sengaja membuat lagu berjudul bulan ‘Juli’ dan dirilis di bulan juli. Lagu dari kak Raguel Lewy ini memang menceritakan tentang hubungan yang kandas di bulan Juli, dan kebetulan saja tanggalnya pas di bulan ‘Juli’ untuk dirilis. Karena hampir sama dengan lagu yang punya judul nama bulan lainnya, ini merupakan cerita yang cukup personal dan unik dari si penulis lagu, yang harus aku kuasai,” tambahnya.

EXPLORASI MUSIK HANIF

Lagu “Juli” sendiri mereupakan lagu yang dituis oleh Raguel Lewy, penulis lagu yang juga menulis dua hits dari Mawar de Jongh “Sedang Sayang-Sayangnya” dan “Lebih dari Egoku”. Dua lagu yang cukup popular di akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. Dan setelah pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya Trinity Optima Production memutuskan untuk lagu dari Raguel Lewy ini dibawakan oleh Hanif. “sebenarnya lagu ini justru sudah ada sejak lama. Namun, kami masih belum bisa memutuskan siapa yang cocok untuk membawakannya,” ungkap Simhala Avadana selaku A&R dari trinity optima Production. Lagu pop ballad yang diaransemen dengan sangat ringan untuk pendengar Indonesia. “Kenapa akhirnya kami memilih Hanif untuk membawakan lagu ini semata karena ingin mengeksplorasi kemampuan Hanif untuk membawakan lagu original ballad miliknya sendiri. Dan dia sukses membawakan lagu ini dengan baik,” tambah Mhala.

Walaupun sangat berbeda dengan single pertamanya “Candu Sampai ke Nadi”, Mhala yakin lagu “Juli” mampu menampilkan sisi lain dari Hanif Andarevi yang bisa disukai oleh penggemarnya. Meski dia sudah sering men-cover lagu ballad, namun membawakan lagu ballad miliknya sendiri memberikan tantangan tersendiri untuk Hanif. “Proses rekaman lagu ini overall sangat asik dan menantang. Menantang karena berbeda dengan lagu sebelumnya. Lagu ballad itu harus dibwakan dengan emosi, waluapun saya belum pernah mengalaminya,” papar Hanif.

Untuk melengkapi lagu ini, sebuah musik video sudah bisa disimak di akun Youtube Trinity Optima Production. Dan lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform dan juga di request di radio-radio kesayangan anda.

Kembali ke Era 2000-an Bersama Mawar de Jongh Lewat “Tanya Hati”

Mawar de Jongh adalah salah satu musisi yang turut menyumbang suara untuk program ‘2000-an di JOOX’. Program ini merupakan kerja sama antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam memperkenalkan kekayaan musik Indonesia, kepada generasi muda dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.

Lagu-lagu yang dirilis dalam program ‘2000-an di JOOX’ dipilih berdasarkan kata hati mereka dan masyarakat Indonesia saat ini. Mawar de Jongh sendiri menyanyikan lagu “Tanya Hati” yang dibawakan Pasto di era 2000-an.

“Aku membawakan lagu “Tanya Hati” ini karena lagunya bagus banget, juga masih relate sampai sekarang dan cocok sama karakter suaraku. Lagu “Tanya Hati” ini menurut aku kayak cinta bertepuk sebelah tangan gitu. ‘Kenapa, sih, kamu enggak bisa ngerasain yang sama dengan yang aku rasain ke kamu? Kenapa harus aku yang punya perasaan ini ke kamu, bukan kamu?’,” jelas Mawar de Jongh.

Mawar de Jongh mengaku keluar dari zona nyamannya saat menyanyikan lagu “Tanya Hati”. Ada perubahan dari caranya bernyanyi, terutama soal perasaan sedih yang dihadirkan. Meski demikian, tak ada kendala bagi Mawar de Jongh saat melakukan rekaman karena dirinya bekerja sama dengan orang yang tepat.

“Aku banyak dibantu sama Kak Barsena Bestandhi juga di lagu ini. Kita sama-sama nyari kalau ada yang kurang, kita coba cari alternatif yang lain juga. Jadi, terima kasih banyak untuk Kak Barsena karena sudah membantu aku menyanyikan lagu “Tanya Hati” ini,” kata Mawar de Jongh.

 Simhala Avadana atau Mhala selaku A&R Trinity Optima Production menuturkan, lagu “Tanya Hati” dirasa tepat untuk dinyanyikan kembali oleh Mawar de Jongh. Alasannya, karena suara Mawar de Jongh yang khas mampu memberikan dimensi lain untuk lagu tersebut.

“Lagu “Tanya Hati” ini mengedepankan nuansa akustik yang masih sangat Mawar de Jongh banget. Musiknya enggak se-light “Sedang Sayang Sayangnya” dan “Lebih dari Egoku”, tapi tetap “Mawar de Jongh”. ‘Simplicity is the kill’ kalau buat Mawar, karena aku enggak mau arrangement-nya overshadow suaranya yang mampu men-deliver sebuah lagu,” kata Mhala.

Untuk lagu “Tanya Hati” video liriknya bisa kamu saksikan di YouTube. “Semoga teman-teman yang dengerin ikutan baper, kita juga mengenang kembali era 2000-an dengan lagu lama ini. Semoga cinta kamu enggak bertepuk sebelah tangan, guys, karena itu sakit,” tutup Mawar de Jongh.

“Di Atas Langit” Bukti Eksistensi Pasha ‘UNGU’ di Dunia Musik

Sesungguhnya, Sigit Purnomo Said atau Pasha tak pernah hilang dari dunia yang membesarkan namanya, yaitu musik. Untuk membuktikannya, Pasha merilis sebuah karya baru berupa album bertajuk “Di Atas Langit”.

Di album ini, Pasha tidak tampil bersama UNGU, melainkan seorang diri. “Di Atas Langit” merupakan proyek solo karier Pasha, yang dia sudah idam-idamkan sejak lama. Tentunya, dalam album ini, tak ada campur tangan teman-teman UNGU agar proses kreatifnya berbeda.

“Selain punya track record baru di dunia rekaman sebagai solois, ada misi yang lain. Yaitu, membantu mengangkat musisi daerah yang terlibat dalam album solo Pasha. Ada sahabat-sahabat saya dari kota Palu yang mengisi instrumen musiknya. Saya kira, hal itu memberikan nuansa yang berbeda,” ucap sang vokalis UNGU.

Ada 8 lagu dalam album “Di Atas Langit”. Tiga lagu ditulis oleh Pasha, dan sisanya ditulis oleh Veki Vischer, musisi dari kota Palu yang juga sudah pernah berkiprah secara nasional sebagai session player untuk beberapa artis. Lagu-lagu tersebut adalah “Cinta Sendiri”, “Dari yang Terdalam”, “Di Atas Langit”, “Luka Lama”, “Perasaanku”, “Rindu Ini”, “Sumpah Demi Apa”, dan “Cerita Engkau dan Aku”.

“Sumpah Demi Apa” menjadi single pertama Pasha sebagai solois. Lagu mellow yang didominasi permainan piano ini merupakan ciptaan Veki Fischer yang menyampaikan bahwa, mencintai seseorang membutuhkan respons dan jawaban yang jelas.

“Karena temanya mellow, secara umum lagu ini bisa didengarkan saat apa aja. Instrumen sendiri, saya dibantu oleh Ivan Sunusi, salah satu pianis terbaik di kota Palu. Alhamdulillah, kita bisa menikmati hasil jemari-jemarinya bermain di lagu “Sumpah Demi Apa”. Mudah-mudahan yang saya rasakan bisa dirasakan sama teman-teman di rumah dan seluruh Indonesia,” jelas Pasha.

Pasha berharap, karya solonya ini bisa diterima dan menghibur fans, serta memperkaya khasanah musik Indonesia. Pasha juga berharap masyarakat tahu bahwa dirinya masih ada di di dalam dunia yang membesarkan namanya.

“Ini adalah karya tulus dari diri saya untuk industri musik Indonesia. Pasha hadir untuk menjawab kerinduan masyarakat Indonesia yang mungkin saja, bertanya-tanya apakah Pasha masih berkarya di musik atau tidak, ini jawabannya. Harapannya, album ini bisa membangkitkan gairah industri musik Indonesia,” kata Pasha.

“Saya ingin teman-teman pendengar musik Pasha di album solo ini yang bisa memberikan penilaian. Saya butuh masukan, bahkan kritik dari pendengar album solo Pasha. Kira-kira, letak perbedaan Pasha di UNGU atau Pasha sebagai solois ini seperti apa. Terima kasih dan selamat mendengarkan,” tutupnya.

Untuk melengkapi lagu ini, video musiknya sudah bisa disimak di akun YouTube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, YouTube Music, dan Resso sejak 18 September 2020.

The Baldys Tampil Kompak di Konser Virtual Semesta Cinta

Keluarga The Baldys yang terdiri dari Papa Baldy, Mama Nola, Naura, Bevan, dan Neona sukses menggelar Konser Virtual Semesta Cinta. Dipromotori oleh Trinity Artist Management, konser virtual tersebut diselenggarakan pada hari Minggu, 30 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB melalui platform LOKET Live.

 

The Baldys membawakan 11 lagu di Konser Virtual Semesta Cinta. Mereka tampil dalam format live band serta dancers dari D’Nau dan D’Neo. Ada beberapa penampilan spesial, seperti di lagu “Kamu Tau Enggak?”, Neona berduet dengan Mbak Onah, alter egonya. Ada juga Naura yang bicara tentang motivasi dan Mama Nola yang menjelaskan tentang program talkshow Semesta Cinta.

 

“Semesta Cinta” sendiri merupakan judul single yang dinyanyikan oleh Naura bersama Mama Nola yang rilis pada tahun 2014. Judul lagu tersebut pun dijadikan sebagai konten YouTube keluarga mereka, “The Baldys”, yang kerap membahas soal parenting dan keluarga.

 

Konser Virtual Semesta Cinta diadakan karena banyaknya fans yang meminta The Baldys untuk mengadakan konser virtual dari rumah. Hal ini disampaikan oleh Bapak Yonathan Nugroho selaku Managing Director Trinity Artist Management.

 

“Kami mau tetap memberikan sarana agar para fans bisa tetap berinteraksi dengan idolanya di masa pandemi. Juga, agar para artis tetap bisa berkarya dan menghibur fansnya,” ujarnya.

 

Soal konsep, Konser Virtual Semesta Cinta menggunakan green screen dengan rumah sebagai latar suasana keseluruhan. Panggung untuk tampil juga dihadirkan di kediaman The Baldys agar keluarga tersebut tampil total.

 

“Proses green screen diambil gambarnya dipadukan dengan suasana yang dibangun dalam bentuk rumah. Set-nya, semua unsur yang ada di panggung itu diambil gambar serta audionya dan dilakukan sinkronisasi. Unsur yang terlibat itu secara berkelompok ada 3 (tiga) macam, yaitu The Baldys, musisi (rhythm section), serta dancer dari D’Nau & D’Neo,” terang Bapak Oktariadi Anis selaku Co-Promotor.

 

“Kali ini, Konser Virtual Semesta Cinta konsepnya super seru karena kami pakai teknologi terbaru dan kami akan menyanyikan 11 (sebelas) lagu, di mana hal yang ingin kami sampaikan melalui Konser Virtual Semesta Cinta ini adalah berupa hangatnya cinta kami sekeluarga. Kami ingin berbagi rasa itu kepada semua fans, tentunya dengan pesan-pesan penuh makna dan positif,” ujar Bapak Baldy Mulia Putra, yang merupakan Papa dari Naura, Bevan dan Neona.

 

“Semoga fans yang sudah membeli tiket akan terhibur dan senang mendengarkan lagu-lagu yang kami tampilkan. Selanjutnya, kami harap kami bisa bikin konser dengan konsep yang berbeda, dengan penonton yang lebih banyak lagi,” sambungnya.

 

Konser Virtual Semesta Cinta ini dipersembahkan oleh “MAXstream”, di mana Ibu Ayu Paramita selaku Manager UGC dan Original Content MAXstream menyampaikan bahwa The Baldys adalah keluarga inspirasi yang kreatif dan terus bergerak maju sesuai dengan penonton MAXstream. MAXstream sebagai OTT video lokal paling Indonesia ingin terus menyediakan rumah bagi seniman lokal dalam berkarya, dan keluarga The Baldys adalah keluarga Indonesia yang terus semangat memberikan hiburan bagi Indonesia. Untuk itu, MAXstream sangat tertarik dan mensupport Konser Virtual Semesta Cinta agar banyak cinta sampai ke rumah para penonton setia MAXstream. Jadi, jangan lupa ya download aplikasi MAXstream di Playstore atau Appstore sekarang juga!

Tak hanya konser, The Baldys juga mengadakan ngobrol-ngobrol seru secara virtual bersama fans yang sudah membeli tiket dengan Paket Meet & Greet. Acara ini dilaksanakan di hari yang sama setelah konser selesai, yakni pukul 19.00 WIB, yang nantinya akan ada hadiah menarik berupa 2 (dua) laptop yang berisikan konten-konten seru dari The Baldys.

 

Setlist:

  1. Dunia Kita Penuh Cinta
  2. Sister
  3. Kamu Menyebalkan
  4. Panca Indera + Kata Ajaib (medley)
  5. Kamu Tau Nggak?
  6. Bully
  7. Hari Nanti
  8. Selimut
  9. Lakukan Dengan Cinta
  10. Semesta Cinta
Nadiya Rawil dan Suara Hati Orang Ketiga

Tak ada yang bisa terima jika ada orang ketiga dalam suatu hubungan. Tak ada yang merasa adil akan hal itu. Salah satu harus mengalah, dan Nadiya Rawil menyuarakan hal itu lewat single perdananya yang berjudul “Satu di Antara Berjuta”.
“Satu di Antara Berjuta” berkisah tentang orang ketiga dalam sebuah hubungan. Orang ini sadar bahwa hal yang dia lakukan itu tidak baik untuk dirinya sendiri, sosok yang dia cintai, dan kekasih sosok tersebut.

Sampai akhirnya, dia lelah dan memutuskan untuk mengalah dengan melangkah pergi dari kehidupan orang yang dia cintai.

“Aku melihat sekelilingku dan somehow, hal ini ini sedikit relate dengan percintaan beberapa orang. Meski aku belum pernah mengalami, aku tahu ada orang-orang yang pernah mengalami hal ini dan sulit untuk menceritakannya ke orang lain karena sangat complicated,” ujar Nadiya Rawil.

Lagu “Satu di Antara Berjuta” mengusung musik yang megah, lengkap dengan permainan piano dan strings. Suara Nadiya Rawil yang angelic turut menambah kemegahan itu dan menjadikannya emosional. Proses rekamannya sendiri memakan waktu kurang lebih 6 jam dan berjalan dengan lancar.

“Musiknya diproduksi Kak Martin (Tintin) dan liriknya workshop bareng sama Kak Mhala (Simhala Avadana). Aransemennya terinspirasi dari drama Korea karena aku suka musik Korea. Aku pengin musik yang classy, dan di saat yang sama, mengiris hati,” ucap Nadiya Rawil.

“Untuk label aku, Trinity Optima Production, terima kasih karena aku diberi kesempatan untuk merilis lagu ini dan bekerja sama. Rasanya senang sekali bisa memiliki single sendiri. Rasanya enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, deg-degan, excited, happy, dan lega karena akhirnya lagu ini rilis juga meski sempat tertunda karena pandemi,” sambungnya.

Video musik “Satu di Antara Berjuta” juga sudah bisa disaksikan di akun YouTube Trinity Optima Production. Video musiknya disutradarai oleh Angga Gadut dengan aktor muda Jerome Kurnia sebagai lawan main Nadiya Rawil.
“Aku suka banget sama jalan cerita videonya. Jerome Kurnia, dia sangat profesional dan dia banyak bantu aku untuk mengeluarkan emosi. Alhamdulillah, enggak ada kendala. Aku sangat menikmati prosesnya,” kata Nadiya Rawil.

Simhala Avadana atau Mhala selaku A&R Trinity Optima Production pun menjelaskan alasan kenapa Nadiya Rawil cocok untuk menyanyikan “Satu di Antara Berjuta”.

“Karena ada sisi vulnerable dari suara Nadiya Rawil yang menurut A&R sangat pas untuk “Satu di Antara Berjuta”, tidak pretensius dan dia effortless banget nyanyinya. Kami ingin Nadiya Rawil menjadi penyanyi yang mampu melakukan story-telling, menceritakan cerita yang relate dengan kehidupan banyak orang,” jelas Mhala.

“Mudah-mudahan, ini menjadi awal yang baik sebagai penanda Nadiya Rawil masuk ke belantika musik Indonesia setelah sebelumnya, dia berkolaborasi dengan Adera di lagu “Dengarkan Hatiku”. Sampai sekarang, video musiknya di YouTube sudah ditonton lebih dari 12 juta kali,” tambahnya.

Nadiya Rawil berharap, orang-orang menyukai “Satu di Antara Berjuta” dan bisa mengambil sisi positif dari lagu perdananya itu.

“Semoga kalian bisa sing-a-long sama lagunya, suka musiknya, bisa tersampaikan pesannya, bisa mengobati luka dalam hati. Buat kamu yang susah mengungkapkan perasaan lewat kata-kata dan mengalami hal yang sama, semoga lagu ini bisa mewakili perasaan kamu untuk orang yang kamu tuju. Selamat mendengarkan, semoga kalian suka, ya,” tutup Nadiya Rawil.

“Satu di Antara Berjuta” sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, YouTube Music, dan Resso.