trinity_logo_web.png
Menu
GAMMA1 New Single : “Dari Hati Ke Hati”

whatsapp-image-2016-12-01-at-12-22-33-pm

 

Musik melayu telah sukses mengubah hidup para personil grup band GAMMA1. Heri (vokalis), Nilam (vokalis), Andan (drummer), Alung (gitaris) dan Pandi (bassis), yang berasal dari Desa Mancung, Bangka Barat, Bangka Belitung memutuskan merantau ke Jakarta untuk serius berkarier di dunia musik.

Lagu-lagu GAMMA1 mulai dikenal sejak mereka merilis album pertamanya yang berjudul “1 atau 2” pada tahun 2012 lalu. Album tersebut sukses mengantar mereka menjelajahi panggung hiburan Tanah Air hingga ke negara tetangga yaitu Malaysia. Respon terhadap karya-karya GAMMA1 dari penikmat musik di negeri jiran tersebut sangat luar biasa. Salah satunya pada lagu yang berjudul “Hidup Segan Mati Tak Mau” yang dirilis pada tahun 2014. Lagu yang sudah meraih hampir 7,5 juta viewers di kanal YouTube tersebut, sukses menjajah puncak radio Malaysia dan mengangkat nama GAMMA1 di mata publik Malaysia.

Usai kesuksesan lagu Hidup Segan Mati Tak Mau, GAMMA1 pun semakin mengukuhkan eksistensi mereka dengan merilis single “Jomblo Happy”, sebuah lagu saduran dari lagu Europe Dance yang dinyanyikan trio BOOM dengan judul lagu ‘How Do You Do’. Lagu ini kemudian dikemas ulang dengan sentuhan khas pop-melayu dan disesuaikan dengan karakter GAMMA1.

Kini GAMMA1 kembali merilis single terbarunya yang berjudul “Dari Hati Ke Hati”, sebuah lagu ciptaan Heri GAMMA1 yang bercerita tentang seseorang yang tidak setia dan suka berpindah hati. Ide lagu ini diperolehnya dari curhatan seorang teman dan dibuat saat GAMMA1 sedang melakukan tur promo ke beberapa kota di Indonesia. “Lagu ini sebenarnya tentang seseorang yang tidak setia sama pasangannya. Idenya aku dapat dari curhatan teman. Proses pembuatannya juga sederhana, kita buat lagu ini ketika kita lagi di tengah-tengah perjalanan tur promo lagu Jomblo Happy ke Jawa Barat”, ucap Heri.

Lagu ini akan dirilis untuk pertama kalinya di Malaysia pada tanggal 10 November 2016 dan kemudian akan dirilis di Indonesia pada 1 Desember 2016 mendatang. “Buat kami, karena lagu ini akan dirilis di Malaysia terlebih dahulu, tentunya lagu ini akan menjadi sebuah pembuktian bahwa kita GAMMA1 sudah bisa diterima peminat musik yang ada di Malaysia. Biasanya kan sebaliknya, kami rilis dulu di Indonesia. 2 atau 3 ke bulan kemudian baru di Malaysia”, jelas Heri.

Lagu ini bisa didapatkan didalam sebuah album kompilasi diberi judul “Melati”, yang didalamnya berisi karya-karya terbaru dari 3 band melayu papan atas Indonesia yaitu GAMMA1, BAGINDAS dan ADIPATI. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini sendiri bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati” atau “Melayu tak pernah mati”.

“Kami berusaha untuk selalu menciptakan karya yang terbaik dari kami. Karena kami ingin menunjukkan ke masyarakat agar kita tidak melupakan akar budaya bangsa sendiri, bahwa musik kita berasal dari akar budaya rumpun melayu. Musik melayu juga bisa dieksplorasi dengan genre musik lain dan bisa dikembangkan dengan gaya kekinian,” jelas Heri Gamma1.

 

Official Video Clip|Gamma1 – “Dari Hati Ke Hati” :

https://youtu.be/C7BiXdulRY4

thumbnail

Garap Video Klip Baru, Armand Maulana Gaet Barasuara Hingga Elephant Kind

whatsapp-image-2016-11-21-at-5-25-59-pm

Vokalis band GIGI, Armand Maulana semakin serius menekuni solo karier. Setelah merilis single perdana berjudul Hanya Engkau Yang Bisa, dia bersiap memamerkan lagu kedua.

Oleh sebab itu, pria 45 tahun tersebut kini disibukkan oleh penggarapan video klip single kedua berjudul Sebelah Mata. Proses syuting dilakukan di salah satu studio di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (21/11).

Uniknya, dalam proses syuting ini Armand Maulana tidak tampil sendiri. Dia mengajak sejumlah musisi muda Tanah Air yakn Barasuara, Dekat, Pandji Pragiwaksono, Elephant Kind, dan Stars and Rabbit.

“Gue sengaja mengajak musisi-musisi muda ini, gue hubungin mereka langsung,” kata Armand Maulana di sela-sela penggarapan video klipnya.

“Gue milih musisi muda ini jadi model video klip karena gue ngefans ke mereka,” sambungnya.

Video klip garapan Upie Guava ini terlihat berbeda dari video klip Armand Maulana sebelumnya. Sebab video klip Sebelah Mata tersebut dibuat lebih berwarna dengan menggunakan pola one take.

whatsapp-image-2016-11-21-at-7-06-55-pm

Sedangkan lagu Sebelah Mata sendiri diciptakan Lale dan Hilman Maliq and D’essential serta Nino RAN. Single ini masih mengisahkan soal percintaan.

“Seseorang yang dipandang sebelah mata, tapi lagu ini enggak galau,” jelas Armand Maulana.

Lagu serta video klip Sebelah Mata milik Armad Maulana ini bakal segera disebar dalam waktu dekat.

 

Sumber: Jawapos.com

LYLA New Single : “Dalam 2 Kisah”

whatsapp-image-2016-11-21-at-5-52-00-pm

 

Setelah sukses dengan single “Kehabisan waktu”, “Turis” dan “Ga Romantis” dari album Ga Romantis, kini LYLA kembali merilis single ke-4 yang diberi judul “Dalam 2 Kisah”. Lagu yang diciptakan oleh Naga ini bertema tentang cinta segitiga. “Lagu ini sebenarnya tentang seseorang yang terjebak dalam cinta segitiga. Dia jatuh cinta pada dua hati, namun kemudian menyadari kalau itu salah dan tetap harus memilih salah satu. Dan ia  meminta maaf kepada pasangannya yang tidak dipilih”, jelas Naga tentang makna lagu ini.

Lagu yang diaransemen oleh LYLA sendiri yang dibantu oleh Alm. Krisna J. Sadrach sebagai Music Producer ini, dibuka dengan petikan gitar akustik yang dilatari petikan gitar elektrik ber-sound vintage. Lagu ini dibangun dengan mood kalem, namun perlahan menanjak megah dengan ramuan bebunyian yang melebar, yang menggugah selera pendengarnya untuk terus mendengarkan hingga bait lirik terakhir.

Video klip “Dalam 2 Kisah” menjadi video klip yang istimewa bagi LYLA. Pasalnya video klip ini disutradarai langsung oleh sang gitaris, Fare, dengan konsep short movie, yang dikerjakan dalam 1 (satu) hari penuh dengan mengambil lokasi di Bandung. Dalam video klip ini, personil LYLA tidak tampil nge-band seperti pada umumnya video klip sebuah grup band, namun mereka beradu akting di dalam  video klip ini.

Kekompakan LYLA sangat terlihat dalam pengerjaan video klip ini.  Tak hanya berperan dalam video klip, Naga juga membantu sebagai producer saat proses produksi video klip, sedangkan Dharma bertanggung jawab untuk art dan dekorasi.

Tak banyak yang tahu, kalau Fare memang menekuni bidang Sinematografi. Keberaniannya untuk menggarap langsung video klip LYLA pun, baru direalisasikannya di single terbaru ini. “Kebetulan aku memang senang dengan Sinematografi dan dari dulu pengen banget punya video klip yang bagus, yang ceritanya nggak biasa. Baru kemarin kepikiran dan ketemu ide baru, makanya aku baru merealisasikan untuk menyutradarai langsung video klip ini.  Semoga video klip ini dapat diterima oleh Lyla Community dan pecinta musik Indonesia”, ungkap Fare saat ditemui di lokasi shooting.

Pembuatan video klip ini mendapatkan support dari designer Luwi Saluadji yang menyiapkan seluruh wardrobe untuk Lyla dan model video klip serta make up dan hair do dari Panggaya by Nadir.

Di usia yang telah mencapai satu dekade ini, para personel LYLA merayakan kebersamaan mereka dalam sebuah konser yang diberi nama “Decadance” yang diselenggarakan pada tanggal 13 Agustus 2016 lalu. Konser ini telah menjadi bukti betapa LYLA akan terus berusaha memberikan karya terbaik mereka dan akan terus menghibur banyak orang. Mereka berharap karya-karya mereka akan selalu hadir dengan kejutan-kejutan positif.

 

Link Video Klip LYLA – “Dalam 2 Kisah” :

https://youtu.be/S2sPG4AmztI

cover-utub

BAGINDAS New Single : “Bila Benar Sayang”

 

15134600_10153823288176862_2598141925520954750_n 

BAGINDAS, Grup band yang kini beranggotakan Andra (Vokal) dan Mike (Gitar) ini kembali merilis single terbaru mereka yang berjudul “Bila Benar Sayang”. Lagu “Bila Benar Sayang” diciptakan oleh Mike, sang gitaris dan bercerita tentang hubungan sepasang kekasih yang kehilangan perhatian dari pasangannya. Mike mengaku saat membuat lagu ini dirinya terinspirasi dari kisah cinta orang-orang di ada sekitarnya dan juga dari kisah pribadinya yang pernah tak mendapat perhatian dari sang kekasih. “Aku lihat dari kehidupan sehari-hari dan banyak orang yang merasakan ingin diperhatikan, tapi kok enggak dapet perhatian si dia. Intinya kalau seseorang benar-benar sayang ya jangan lepas perhatian, jadi jangan pernah menganggap remeh perhatian dari pasangan kamu,” ujar Mike tentang isi lagu ini.

Namun di lagu ini, Bagindas sedikit menggeser aliran musik mereka. Lagu ini hadir dengan aransemen musik pop alternative. Hal ini tentunya memberikan warna baru bagi Bagindas. “Musiknya memang sedikit berbeda dari lagu-lagu Bagindas sebelumnya. Ini lebih pop alternative, jadi di lagu ini kita memang mengurangi genre melayunya. Dalam bermusik kita enggak pengen kaku, harus tahu selera pasar kayak gimana,” ungkap Andra.

Walau begitu, Bagindas mengaku tak meninggalkan identitas Bagindas yang mengusung musik pop melayu,. “Sebenarnya enggak berubah. Tapi kita cuma mengembangkan saja. Kita juga dalam bermusik pengen lagunya enak dan bisa di nikmati semua orang,” ucap Mike menambahkan.

Lagu ini akan hadir dalam sebuah album kompilasi yang diberi judul “Melati”, yang didalamnya berisi karya-karya terbaru dari 3 band melayu papan atas Indonesia yaitu GAMMA1, BAGINDAS dan ADIPATI. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini sendiri bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati” atau “Melayu tak pernah mati”.

Link Video Klip BAGINDAS – “Bila Benar Sayang”

https://youtu.be/b0rK8TR7aJI

whatsapp-image-2016-11-17-at-3-32-43-pm

NEONA  New Single :  “Aduh Neik”

NEONA New Single : “Aduh Neik”

Kehadiran lagu-lagu anak memang kini tengah dinanti-nanti. Indu stri musik Indonesia perlahan-lahan kembali menghidupkan lagu anak dan sadar bahwa anak-anak juga membutuhkan lagu-lagu yang bisa dinyanyikan oleh mereka, sesuai dengan usianya.

Trinity Optima Production  sebelumnya telah merelease album ‘Langit Yang Sama’ dari Naura, putri pertama Nola Be3, dan sukses menjadi penyanyi cilik ditengah lesunya musik untuk anak-anak, kini giliran sang adik yang bernama Anodya Shula Neona Ayu atau yang akrab disapa dengan Neona, ikut meramaikan pentas musik lagu anak.

Gadis cilik yang lahir pada tanggal 13 juni 2009 ini, memiliki karakter yang berbeda dengan Naura. Diusianya yang sangat belia ini, Ia sudah berani tampil dengan sangat percaya diri. “Neona itu anaknya lucu, periang, percaya diri, beda banget sama kakaknya yang kalem dan manis. Kadang dia tidak mau kalah dari kakaknya. Kalau dengar musik pasti joget, hobi banget nari. Bisa joget dimana saja dan kapan saja. Biasanya dia belajar sendiri, liat video di youtube dan dia olah sendiri”, ucap Nola, sang mama. “Dan aku menarinya yang kayak gaya banget gitu loh, kayak powerful gitu”, ujar Neona dengan gaya lucu.

Tumbuh sebagai gadis kecil yang lincah, rupanya Ia sudah suka menyanyi sejak umur 1,5 tahun. “Cita-cita aku adalah kepengen menjadi seorang penyanyi anak Indonesia yang terkenal”, tutur Neona polos. Sebelumnya, Neona pernah tampil menggemaskan dan mencuri perhatian banyak orang dengan tingkahnya yang lucu di konser tunggal sang kakak, “Dongeng Musikal Naura” pada tanggal 24-25 Oktober 2015 lalu. Sejak itu, Neona mulai dikenal banyak orang dan memiliki banyak penggemar.

Trending:
Lagu Terbaru NEONA – Ada Deh

Mengikuti jejak sang kakak yang lebih dulu terjun sebagai penyanyi, Neona pun mulai memasuki dunia tarik suara. Masih dibawah pengawasan sang bunda selaku producer, Neona merilis debutnya dengan single perdana yang berjudul ‘Aduh Neik’.

Ide lagu ini diperoleh Neona karena terinspirasi dari ucapan seorang teman Mama Papa-nya. “Jadi temen mama dan papa yang namanya Tante Meggy, suka dikit-dikit ngomong ‘Apaan….’, ‘Aduh Neik’, ‘Bete deh’. Terus suka aku ikutin,” ucap gadis yang kini telah berusia 7 tahun.

Berawal dari asal menyanyi mengikuti ucapan teman sang mama, Nola pun terpikir untuk menjadikannya lagu ini sebagai single untuk Neona. Dibantu rekan sang mama, Meggy Awaloeddin dan Mhala Numata dalam menyempurnakan lirik di lagu ini, terciptalah lagu “Aduh Neik” dengan lirik yang jenaka dan melodi yang khas gaya anak-anak.

“Dia ini kan anaknya suka ngikutin orang. Setiap ada musik/minus one yang saya putar di rumah saat latihan, sama Neona dicoba masukin kata-kata ‘Apaan’, ‘Aduh Neik’, ‘Bete deh’, karena dia nggak bisa ngikutin lagu aku. Aku videoin dan masukin di social media, ternyata banyak anak-anak yang ikutin. Sampai akhirnya kita bikin serius lagunya,” jelas sang Mama, Nola.

Neona

Meski masih belia namun sadar social media merupakan gambaran yang tepat merefleksikan Neona. Melalui akun instagram pribadinya @neo_1306 yang telah sukses mengumpulkan lebih dari dari 139.000 followers. Kita dapat menyaksikan tingkah lucu dan spontan dari Neona yang telah memiliki penggemar yang cukup fenomenal untuk ukuran anak seusianya. Hal ini menggambarkan bahwa content Neona sangat menghibur bagi para followers seusianya. Ia pun akan merespon antusiasme penggemarnya dengan mengeluarkan sebuah Web Series unik yang berjudul “Neonapedia”, yang akan diluncurkan di Youtube secara perdana pada tanggal 20 Oktober 2016 mendatang. Video ini nantinya akan menampilkan mini ensiklopdia unik namun edukatif, dan akan dirilis setiap minggu sekali yang diharapkan akan mampu menghibur anak-anak seusianya dengan konten kreatif namun tetap mendidik.

Darah seni memang sudah mengalir kental dalam keluarga mereka. Nola mengakui bahwa dirinya dan suami hanya menyalurkan keinginan dan bakat sang anak. Kegiatan menyanyi tidak boleh mengesampingkan pendidikan mereka. “Bagi kami, pendidikan anak-anak nomor satu. Hari sekolah sebisa mungkin tidak boleh ada kegiatan menyanyi. Anak-anak ini turun darah seninya karena dari neneknya juga. Mamaku juga suka musik dan guru ngajar musik, nyanyi, nari. Mungkin itu yang membuat anak-anakku juga suka nyanyi,” ungkap Nola.

Video Klip NEONA – “Aduh Neik” :

http://bit.ly/NeonaAduhNeikVC

“Slow”, Young Lex & Gamaliel  Bahas Soal Menggapai Mimpi Di Video Klip Baru

lex-n-gamal

Rapper muda dan berbakat, Young Lex, tidak henti-hentinya terus membuat karya. Meski beberapa bulan belakangan ini, Young Lex tengah menjadi buah bibir di industri musik Indonesia. Rupanya hal tersebut justru semakin menunjukan kemampuan dan konsistennya dalam melahirkan karya-karya baru.

Mengawali karier sebagai seorang YouTuber, Young Lex memiliki sederet karya yang kini tengah digemari para anak muda dan pencinta musik rap/hip hop Indonesia. Bahkan Rapper ber-tattoo ini telah menjelma sebagai seorang rapper yang cukup berpengaruh dan menjadi trendsetter di Industri musik Indonesia. Bukan hanya itu, karier dan kredibilitas Young Lex semakin terlihat saat dirinya masuk dalam jajaran nominator Kategori Karya Produksi Rap/HipHop Terbaik di ajang penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2016 (AMI Awards 2016) untuk lagu “O Aja Ya Kan” dan tampil di ajang musik internasional The 11th Annual Music Matters Festival, Singapore 2016.

Kini Young Lex tengah mempersiapkan proyek terbarunya bersama Gamaliel (salah satu personil GAC). Kemarin, 3 Oktober 2016, Young Lex & Gamaliel tengah menjalani syuting video klip lagu terbarunya yang berjudul “Slow”. Lagu ini ber-genre hip hop dan disini Young Lex & Gamaliel bukan hanya berkolaborasi dalam menyanyikan lagu tapi kedua musisi berbeda aliran musik ini juga berkolaborasi dalam menciptakan lirik lagu. “Lagu ini tentang hidup ini boleh menggapai mimpi tapi jangan memaksakan keadaan. Gua bikin, dia bikin terus kita cocokin. Terus ada part dimana gua bantuin part-nya Gamal. Gamal juga gitu, bantuin part-nya gua. Workshop banget,” kata Young Lex saat ditemui di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan

Syuting video klip “Slow” ditangani oleh seorang sutradara muda bernama Andree Sascha, dengan mengambil 2 lokasi yang berbeda yaitu lokasi pertama di daerah Cikini Raya dan lokasi kedua di Gudang Sarinah, Pancoran. Konsep video klip menggunakan dua konsep utama, yaitu long take dan slowmotion dan mengambil setting outdoor, namun dibawa ke arah yang berbeda oleh sang sutradara tapi tetap sesuai dengan mood dan pesan dari lagu ini. “Biasanya kalau orang dengar lagu yang beat dan tropical gini biasanya pantai. Tapi, mau diambil yang beda. Lebih ke suasana pas kami ciptain lagu itu, suasananya suasana kota dengan background-nya orang-orang,” jelas Young Lex.

Proyek duo Young Lex & Gamaliel ini rencananya baru akan dirilis pada akhir Oktober 2016 mendatang, bersamaan dengan musik video dari lagu Slow ini. Kira-kira seperti apa serunya kolaborasi 2 musisi muda beda genre musik ini? Kita tunggu saja tanggal mainnya…

Trio GAB (Heri GAMMA1, Angga ADIPATI, Andra BAGINDAS)   New Single: “Sebut Saja Dia Melati”

gab

Trend musik Pop Melayu pernah merajai industri musik Indonesia di awal tahun 2000-an. Musik ini mendapat tempat dihati pencinta musik tanah air dengan hadirnya band-band dengan genre Pop Melayu yang bermunculan seiring dengan naiknya genre ini.  Lagu-lagu Pop Melayu lahir dari kondisi sosial dan budaya masyarakat Indonesia dengan tema lagu yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Lirik lagu yang menggambarkan kehidupan dan kondisi sehari-hari, dikemas dengan format musik yang riang atau kadang mellow, dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

 

Dengan hadirnya acara talent show Dangdut hampir di semua televisi,  maraknya musik ‘urban’ dan lagu-lagu Barat yang merajai radio-radio di Indonesia, membuat  Pop Melayu mulai surut bersama naiknya musik genre lain. Genre yang pernah menjadi “acuan” bagi semua band industri pada masanya, saat ini berusaha mendapat tempat di tengah pergeseran selera musik masyarakat Indonesia.

 

Atas dasar itulah, beberapa band melayu seperti BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI membuat campaign yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Bersama label Trinity Optima Production, mereka mempersiapkan sebuah proyek album kompilasi yang bertujuan untuk menaikkan kembali genre pop melayu di belantika musik tanah air dan album ini diberi judul “Melati”.

 

Lagu-lagu yang terdapat dalam album kompilasi ini terdiri dari seluruh single terbaru dari BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI dan sebuah lagu kolaborasi yang dinyanyikan oleh Heri GAMMA1, Angga ADIPATI dan Andra BAGINDAS (Trio GAB). Lagu kolaborasi ini dipilih menjadi single di album ini dan diberi judul “Sebut Saja Dia Melati”.

 

“Kenapa namanya jadi Trio GAB, karena kalau menyebutkan nama kami bertiga jadi panjang banget. Kita sepakat untuk ambil inisial nama band kita saja, jadilah Trio GAB. Kebetulan band kami berada di naungan label yang sama yaitu Trinity Optima Production. Waktu ada ide kolaborasi ini, kami pikir kenapa tidak kami lakukan. Apalagi ini campaign yang bagus banget untuk memotivasi orang untuk bangga sama musik sendiri”, jelas Angga Adipati.

 

Lagu “Sebut Saja Dia Melati” ini diciptakan oleh Dudi (Gitaris Adipati) dan mengangkat tema tentang cinta. “Lagu ini sebenarnya menceritakan tentang cinta yang salah atau cinta terlarang, jadi kita bertiga menaruh harapan dan jatuh hati pada satu wanita. Tapi kita bertiga sadar bahwa ini salah” ucap Heri Gamma1.

 

Kolaborasi 3 vokalis band ini di lagu ini terbilang unik. Pasalnya lagu ini hadir dengan genre yang sedikit pop. Dengan latar belakang sebagai vokalis band melayu, Heri, Angga dan Andra menunjukkan kemampuan kualitas bermusik mereka di lagu ini. “Disini kita berusaha meng-explore sedikit keluar dari genre musik yang biasa kita bawakan. Lagu ini kita kembangkan se-modern mungkin agar bisa dinikmati semua kalangan”, ujar Angga Adipati. “Intinya juga kita tidak melupakan akar budaya Indonesia sendiri, dengan akar budaya rumpun melayu dan telinga kita yang melayu, kita mengembangkan dengan gaya kekinian”, tambah Andra Bagindas.

 

Ditengah kelesuan musik pop melayu, tiga band ini masih terus menciptakan karya yang mengikuti perkembangan musik. “Kami ingin menunjukkan ke masyarakat kalau kita nih juga bisa berkembang dan musik melayu bukanlah genre yang hanya mentok disitu saja. Namun bisa dieksplorasi dengan genre musik lain. Ya boleh dibilang ini lagu melayu yang beda”, jelas Heri Gamma1.

 

Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati”.

 

Seperti harapan BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI, agar musik melayu yang juga menjadi bagian dari identitas musik Indonesia dapat selalu disukai oleh masyarakat Indonesia. “Sebenarnya ini tantangan bagi kita bertiga. Dengan karakter vokal yang berbeda, kita disatukan dalam sebuah karya kolaborasi. Semoga ini menjadi sajian musik yang berbeda dan bisa dinikmati banyak orang. Serta dapat mengembalikan kecintaan masyarakat Indonesia akan musik melayu”, jelas Andra Bagindas tentang harapannya.

MAUDY AYUNDA New Single : “SEKALI LAGI”

1795364_732814470088498_5206163525175136898_o

Cantik, berbakat dan pintar. Semua hal itu tampaknya memang pantas dimiliki oleh Ayunda Faza Maudya atau yang lebih dikenal dengan nama Maudy Ayunda. Memulai debut kariernya melalui film “Untuk Rena”, kini Maudy masuk dalam jajaran artis dan penyanyi papan atas dan semakin mengukuhkan eksistensinya di dunia hiburan tanah air.

Selama berkarier di dunia entertainment, Maudy sudah merilis 2 album yaitu Panggil Aku Maudy (2011) dan Moments (2015). Bukan hanya itu, penyanyi yang pernah menjalani pendidikannya di Oxford University ini ternyata juga piawai menulis lagu. Hidup mandiri di negara orang, justru membuat Maudy produktif dalam membuat karya. “Buat aku menulis lagu tuh sesuatu proses yang personal. Biasanya aku menulis lagu dari sesuatu yang aku bisa relate. Itu bisa sesuatu yang aku alami sendiri atau yang di alami orang-orang disekitar aku. Anehnya, aku lebih produktif menulis lagu disana dibandingkan waktu aku berada di Jakarta. Dan lagu yang aku buat umumnya dalam bahasa Indonesia”, jelas Maudy tentang kecintaannya dalam menulis lagu.

Salah satunya, lagu berjudul “Sekali Lagi” yang terdapat dalam album Moments, adalah sebuah lagu yang diciptakan Maudy ditengah-tengah kesibukannya menimba ilmu di Inggris. Di lagu ini, Maudy bertutur tentang pengharapan cinta yang lepas lewat tuturan lirik yang lugas, namun dengan pemilihan kalimat yang tidak pasaran. Didominasi oleh petikan gitar dan lewat sentuhan musikalitas dari seorang music director, Ari Renaldi, membuat lagu berbalut akustik ini terasa makin ‘bernyawa‘.

Meskipun masih berada di genre pop ballad, namun lagu ini tak terdengar begitu mellow. Sehingga walaupun berisi kegelisahan seseorang yang mempertanyakan kemungkinan adanya kesempatan kedua, lagu ini cukup groovy untuk dinikmati sembari mengentakkan kaki dan mengangguk-anggukan kepala.

Lagu ini juga semakin menunjukkan keseriusan Maudy di dunia musik Indonesia. Bukan hanya pembuktian diri sebagai penyanyi solo, namun juga sebagai penulis lagu yang layak diperhitungkan. Karier dan pendidikannya pun berhasil dirampungkannya dengan pencapaian akhir yang patut diacungi jempol.

Kini Maudy telah menyelesaikan studinya di jurusan Politics, Philosophy & Economics, Oxford University – Inggris dan akan menjalani wisudanya pada hari ini, tanggal 30 September 2016.

Setelah kelulusannya ini, Maudy mengakui masih banyak mimpi yang ingin dikejarnya. Salah satunya membuat karya album yang di dalamnya berisi lagu-lagu ciptaannya sendiri. “Kedepannya aku masih akan bernyanyi dan akan lebih banyak menghasilkan lagu-lagu yang aku buat sendiri”, ujar Maudy.