trinity_logo_web.png
Menu
LILIS DARAWANGI (Bintang Pantura) New Single : Jaran Goyang

Jaran Goyang – Lilis Darawangi (Bintang Pantura) New Single

Lilis Darawangi, Gadis asal Banyuwangi ini memulai kariernya setelah menjuarai ajang pencarian bakat penyanyi Dangdut “Bintang Pantura 1” yang ditayangkan di stasiun TV Indosiar. Kemampuannya dalam menyanyi dangdut dengan suara yang khas dan wajah cantiknya, membuat Lilis semakin dikenal dan memiliki banyak penggemar. Langkah kariernya pun semakin terbuka lebar setelah dirinya merilis single perdananya yang berjudul “Aa Uu”.

Lilis Darawangi Jaran Goyang

Kini Lilis Darawangi kembali meramaikan musik Dangdut Indonesia dengan merilis single terbarunya yang berjudul “Jaran Goyang”. Lagu yang diciptakan oleh Nur Bayan ini, hadir dengan campuran musik dangdut koplo dan musik etnik jawa timur dengan mengangkat cerita seni budaya Jaranan atau Kuda Lumping yang merupakan warisan budaya  asli Indonesia yang terkenal di Jawa timur. Dalam lagu ini, digambarkan sang penyanyi tertarik dengan pemain kuda lumping karena terpukau dengan gerak tari dan atraksinya mengagumkan yang akhirnya membuatnya jatuh hati dan kasmaran.

“Lagu ini memang kental banget dengan musik etnik Jawa Timur-an dan dicampur dengan koplo. Jadi dangdutnya lebih ke koplo pantura, disesuaikan dengan aku sebagai Juara Bintang Pantura. Sebenernya ini sedikit melawan arus karena penyanyi-penyanyi dangdut sekarang kan umumnya mengusung musik yang kekinian seperti House Music, tapi aku malah memilih Dangdut dengan unsur musik etnik. Selain memang aku berasal dari Jawa Timur, aku juga ingin membuat gebrakan baru yang membedakan aku dengan penyanyi lainnya”,  jelas Lilis tentang lagu terbarunya ini.

Baca juga: “Keren! Kolaborasi Dengan Rapper Malaysia, Afgan Rilis Single Terbaru Berjudul X

Lilis Darawangi memang dikenal piawai menyanyikan lagu-lagu Campur Sari Nusantara. Proses rekaman lagu ini pun dijalani Lilis tanpa hambatan. “Saat terima lagu ini sebelum masuk ke proses rekaman, memang sudah aku pelajari banget lagunya. Kayak nanti cengkoknya mau diapain, bagaimana supaya lebih manis, jadi pas rekamannya sudah di luar kepala. Kesulitannya cuma ada sedikit perubahan nada, jadi aku minta supaya karakter suara ku lebih keluar”, ujar Lilis.

Di lagu ini, Lilis memang ingin menunjukkan kecintaannya pada musik etnik daerah. Dirinya ingin bisa mengangkat seni budaya Indonesia melalui musik Dangdut. “Melalui single ini, aku ingin menunjukkan bahwa aku mencintai budaya bangsaku. Aku ingin menonjolkan kalau musik etnik itu abadi dan enak mau dibikin apa aja, tetep enak dicampur dengan jenis musik lain, termasuk Dangdut. Dan sekaligus pengen mengajak semua generasi agar semakin cinta dan tidak lupa sama budaya bangsa kita. Boleh menyukai musik yang kekinian, menyukai musik barat tapi tetep harus selalu mencintai seni budaya Indonesia”, tutup Lilis.

Harapan Lilis tentunya lagu barunya ini bisa diterima masyarakat Indonesia. Usahanya untuk selalu memberikan yang terbaik, mendapat respon yang baik dan dapat menyenangkan hati banyak orang. “Semoga lagu ini bisa menjadi hiburan positif bagi semua masyarakat. Dan melalui lagu ini, aku berharap bisa membuat orang lain seneng dengan karya-karya ku sekaligus membuat bangga keluarga ku, fans-fans ku dan seluruh masyarakat Indonesia.

Official Video Clip LILIS DARAWANGI – Jaran Goyang :

Jaran Goyang (Lirik)

Waktu jalan-jalan di kota pahlawan

Banyak kesenian

Seni jawa timuran

Reog Ludruk dan jaranan

Asli Indonesia

Peninggalan budaya di jaman dahulu kala

 

Tapi ada satu yang membuat aku

Tergila padanya

Wahai penunggang kuda

Kudanya dari kayu

Kayunya kayu bambu

Jalannya njot enjotan

Lama-lama kesurupan

 

Aduh duh emak

Aduh duh Bapak

Aku jatuh cinta kepada si dia

Gara-gara aku terpukau padanya

Kini setiap hari ku merindukannya

 

Jaran jaran goyang

Goyang egol egolan

Makan beling makan kembang

Den tak den tung den tak den tang

 

Jaran jaran goyang

Goyang egol egolan

Makan beling makan kembang

Den tak den tung den tak den tang

 

Jaranan Jaranan ku jatuh hati

UNGU Rilis Single “Setengah Gila”  Dengan Formasi Lengkap

Jakarta, 9 Maret 2017 – Setelah setahun vakum, band UNGU akhirnya kembali menyapa para penggemarnya dengan merilis single terbaru yang berjudul “Setengah Gila“. Launching single terbaru UNGU yang diselenggarakan di Mika Japanese Bistro, Mall Kota Kasablanka- Jakarta tersebut, dilakukan bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret.

 

Momen peluncuran lagu terbaru dari UNGU ini menjadi special dan ditunggu-tunggu oleh para Cliquers (sebutan untuk penggemar UNGU). Selain dalam rangka merayakan 2 dekade berkarier, UNGU juga kembali dengan formasi lengkap dengan kehadiran Pasha yang kembali mengisi vokal di lagu ini. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas isu bubarnya band UNGU setelah Pasha sang vokalis resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah. “Sebenarnya bukan kembali, tapi ingin memulai lagi. Memang kami sudah satu tahun vakum, satu tahun kemarin kami melakukan hal-hal lain yang ingin kami lakukan di luar UNGU. Dulu semuanya kami lakukan buat UNGU. Saya dan teman-teman ini kan juga punya kegiatan lain. Jadi nggak ada bubar, kita sudah 20 tahun, sudah waktunya mengambil yang lain karena kemarin sudah sama UNGU terus. Jadi kemarin setahun ingin sesuatu yang beda saja. Walaupun 1 tahun vakum, kami masih sering kumpul. Nah akhirnya kami sepakat untuk meluncurkan single ini”, ucap Pasha.

 

Lagu “Setengah Gila” yang diciptakan oleh Enda UNGU ini, bergenre pop ballad yang mengisahkan seseorang yang setengah gila ketika mencintai seseorang. Menurut Enda, proses penggarapan lagu tersebut tidak membutuhkan waktu lama. “Lagunya bernuansa pop, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saya buat lagu ini cepat kok, awal tahun. Enggak sampai seminggu sudah jadi, ” jelas Enda.

 

Walau sempat didera isu bubar, UNGU terlihat sangat kompak. Kekompakan mereka juga terlihat dari pembuatan video klip lagu “Setengah Gila” ini yang dilakukan di Kota Palu. “Di Palu itu banyak tempat bagus.  Banyak yang belum tahu kalau Palu merupakan destinasi wisatanya bagus banget. Yah senang, UNGU jalan lagi dan ada tempat baru untuk kita kreasikan” ungkap Makki. ” Keputusan shooting di sana memang dari teman-teman. Saya enggak kepikiran shooting di Palu. Ada beberapa tempat sebelumnya, tapi semua dan manajemen ingin di Palu. Tapi memang sumber daya alam di Palu itu tidak kalah bagusnya. Saya juga terimakasih, video klip di Palu sama saja membantu saya untuk mempromosikan destinasi wisata Palu melalui Ungu,” tambah Pasha.

 

Bapak Drs. Hidayat Msi  selaku Wali Kota Palu – Sulawesi Tengah, yang juga turut hadir di acara press conference launching single terbaru UNGU tersebut, menyatakan dukungannya atas peluncuran single terbaru dari UNGU. Beliau juga menyayangkan jika Pasha tidak melanjutkan karyanya di bidang musik. Baginya, band UNGU lah salah satu yang sudah mengantarkan Pasha hingga akhirnya menjadi seorang pejabat publik seperti sekarang. “Dari awal saya sudah bicara, sepanjang tidak menganggu tugas dan kwajiban Beliau di pemerintahan kota Palu, ya enggak masalah. Beliau punya fungsi yang penting di UNGU. Begitu juga arti UNGU buat Pasha. Saya bilang, cobalah kalau ada waktu-waktu luang bersama kembali dengan UNGU, ” ujar Bapak Walikota Palu tesebut. Bapak Hidayat menilai Pasha mampu menyesuaikan diri di lingkungan pemerintahan dan sebagai pemusik. Pergantian tugas juga dapat diatur dengan komunikasi yang baik. “Kita berdua ini nyaman-nyaman saja, tak ada kekhawatiran. Kadang beliau keluar, saya jaga gawang. Begitu juga sebaliknya,” tambahnya.

 

Lagu “Setengah Gila” ini untuk pertamakalinya dibawakan UNGU saat konser tunggal dalam merayakan 20 tahun berkarya UNGU di belantika musik Tanah Air yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura, pada 25 Februari 2017 lalu. Lagu ini pun rencananya akan hadir menghiasi album terbaru UNGU selanjutnya.

 

ROSSA Menjadi Artis Indonesia Pertama  Di MTV Asia Spotlight

Rossa menggebrak dunia musik internasional. Bulan Maret 2017 ini, ROSSA terpilih menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight. Rossa dipinang MTV ASIA untuk menjadi Spotlight Artist Of The Month selama bulan Maret 2017. Acara bergengsi yang ditayangkan sampai ke Jepang, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya tersebut, akan membahas ROSSA secara eksklusif selama sebulan penuh. Selama sebulan, Rossa akan menjadi artis Indonesia pertama yang wara-wiri di MTV Asia. Nama dan foto Rossa pun akan membanjiri akun MTV Asia sepanjang bulan Maret 2017 ini. Hal tersebut juga terlihat dari Official Website dan akun social media MTV Asia.

Seperti yang sudah kita tahu, Rossa baru saja merilis single terbarunya dengan lagu berlirik Bahasa Inggris yang berjudul “Body Speak”. Video klip Body Speak akan terus muncul di MTV Asia. Bahkan MTV Asia juga merilis video sendiri seputar Rossa yang berisi  talk show, live music video, video challenge dan video lainnya.

“Body Speak” adalah sebuah lagu berbahasa inggris yang diciptakan oleh 3 musisi handal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz. Proses rekaman lagu ini dilakukan Rossa di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai Vocal Producer. Mitch Allan adalah seorang Musisi, Song Writer dan  Music Producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony hingga Kelly Clarkson.

Lagu “Body Speak” rencananya akan hadir menghiasi album terbaru Rossa selanjutnya yang diberi judul “A New Chapter”. Tak hanya lagu Body Speak, Rossa memiliki 3 lagu lainnya yang berlirik bahasa Inggris yang juga direkamnya di studio musik Mitch Allan di Los Angeles, Amerika Serikat. Album ini pun rencananya akan dirilis Rossa pada bulan April 2017 mendatang. “Rasanya sangat luar biasa saat akhirnya saya bisa merilis lagu spesial ini pada kalian semua. Merupakan sebuah pengalaman luar biasa bisa menantang diri saya dan juga tim untuk bekerja dengan orang-orang hebat untuk menghasilkan suara baru dari saya,” ucap Rossa.

Kini Rossa tengah sibuk mempersiapkan konser tunggalnya dalam rangka 21 tahun dirinya berkarya di dunia musik Indonesia. Konser yang diberi nama “The Journey of 21 Dazzling Years” ini akan diselenggarakan pada tanggal 13 April 2017 mendatang di Jakarta Hall Convention Centre, Jakarta.

MTV Asia Website – http://www.mtvasia.com/

MTV Asia Official Youtube : https://www.youtube.com/user/mtvasiaofficial/videos

Asia Spotlight: Rossa – https://www.youtube.com/watch?v=BwMQbROQZlQ

Asia Spotlight: “Body Speak” by Rossa – https://www.youtube.com/watch?v=5-0m6D7YBas&feature=youtu.be

Asia Spotlight: Rossa on Rossa – https://www.youtube.com/watch?v=L5N6_NFaztI

Asia Spotlight: Charades – Hanli vs. Rossa – https://www.youtube.com/watch?v=Cs8MZIOHz_Q

#MTVROSSA Musical.ly Challenge! – https://www.youtube.com/watch?v=GhHB_f6pfGw

UNGU New Single : “Setengah Gila”

 

Tak terasa 20 tahun sudah UNGU berkarya di dunia musik Indonesia. Sejak berdiri di tahun 1996, band UNGU yang terdiri dari Pasha, Enda, Rowman, Makki dan Onci ini telah melahirkan 12 karya album yang luar biasa yang mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik tanah air.

UNGU melahirkan banyak lagu-lagu hits yang bisa diterima penikmat musik Indonesia, diantaranya seperti Bayang Semu, Demi Waktu, Tercipta Untukmu, Kekasih Gelap, Hampa, Percaya Padaku, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Cinta Dalam Hati, Dirimu Satu, Sayang, Sejauh Mungkin, Terbaik, Andai Ku Tahu, Tanpa Hadirmu dan banyak lagi.

Bukan hanya itu, UNGU juga mampu menunjukkan eksistensi mereka hingga ke industri musik luar negeri. Popularitas UNGU sudah sangat dikenal hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Berbagai penghargaan baik dalam dan luar negeri pun telah mereka terima dan banyak pencapaian telah mereka raih yang akhirnya membawa UNGU menjadi salah satu ikon band papan atas Indonesia.

Di tahun 2014, saat isu bubar mulai mendera UNGU, band ini mampu bertahan dan tak berhenti menciptakan karya dan akhirnya merilis sebuah album yang berjudul ‘Mozaik’. Di tahun 2016, isu bubar tersebut semakin kencang usai sang vokalis Pasha, resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, dan UNGU merilis single “Tanpa Hadirmu” tanpa kehadiran Pasha sebagai vokalis.

Kini dalam rangka merayakan 2 dekade berkariernya, UNGU kembali dengan formasi lengkap merilis single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”. “Lagu Setengah Gila ini menceritakan tentang orang yang setengah gila dalam mencintai. Lagunya bernuansa pop ballad, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saat di single sebelumnya, vokal diisi oleh saya dan Onci. Jadi tentu rasanya jadi berbeda”, ujar Enda, sang pencipta lagu.

Lagu ini untuk pertama kalinya dinyanyikan UNGU di konser “20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 2017 lalu di Esplanade Concert Hall, Singapura. Konser yang merupakan konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura ini, dihadiri kurang lebih 2500 penonton dengan penjualan tiket yang habis terjual. “Inilah saat yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kalinya,” ucap Pasha.

Dan hari ini tanggal 9 Maret 2017, lagu ini secara resmi dirilis di Indonesia bertepatan dengan Hari Musik Nasional. “Setelah hampir 1 tahun UNGU mencoba mecari sesuatu yang lain dari yang biasa kami lakukan dalam berkarier di industri musik, akhirnya kami memutuskan untuk memulai kembali debut dari UNGU versi 2017 dengan new song dan new album”, tutur Pasha.

Lagu “Setengah Gila” ini rencananya akan hadir di album terbaru UNGU mendatang. Dengan adanya single ini, UNGU berharap kekangenan para Cliquers (sebutan fans UNGU) terhadap UNGU dapat terobati. “Yang pasti, Pasha hadir lagi di lagu ini. Harapan kita pastinya lagu ini menjadi lagu yang luar biasa. Kita semua suka banget dengan lagu ini, apalagi suara Pasha menghiasi  kembali lagu-lagu UNGU”, tutup Onci.

 

Setengah Gila (Lirik)

 

Kau yang membuatku

Setengah gila memikirkanmu

 

Tanpa kusadari semakin dalam

Perasaanku padamu

 

Semuanya terasa saat kau jauh

Pergi meninggalkan diriku

 

Kau yang membuatku

Hancur berkeping-keping

Bagai debu

Tertiup angin

 

Kau membunuhku

Dengan cintamu

Kini kau buat aku

Setengah gila

Maudy Ayunda Rekam Ulang Lagu Milik Rida Sita Dewi

Tak hanya kembali berakting lewat film Trinity: The Nekad Traveler, Maudy Ayunda juga bernyanyi lagi dengan merilis single terbaru berjudul “Satu Bintang di Langit Kelam”. Merupakan soundtrack film Trinity: The Nekad Traveler, lagu ini adalah versi daur ulang dari hits kepunyaan trio vokal Rida Sita Dewi (RSD) yang rilis pada 1995.

Meski secara aransemen tidak mengalami banyak perubahan dari lagu asli, “Satu Bintang di Langit Kelam” versi baru dibawakan dengan gaya vokal khas Maudy yang lembut.

It”s really exciting. Yang seru sebenarnya saat mau rekaman, kami sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Ceritanya sangat simbolis, banyak metafora di dalamnya. Jadi akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu benar-benar dipikirkan,” jelas Maudy melalui rilis pers.

Dalam membawakan versi baru “Satu Bintang di Langit Kelam”, Maudy mengaku banyak melakukan proses diskusi dengan Dewi “Dee” Lestari selaku pencipta lagu yang juga merupakan personel RSD.

“Apalagi lirik lagu ini sangat dalam, kami sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau nggak salah ada lirik ‘jadilah diriku selatan’, jadi kami banyak interpretasi. Menurut aku, inilah yang membuat lagunya jadi menarik,” jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Lirik lagu ini bercerita tentang keikhlasan hati ketika cinta harus bertepuk sebelah tangan. Dee mendapatkan idenya setelah terinspirasi dari buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan di Bulan Juni.

Menurut Dee, dikarenakan lirik yang berbicara soal cinta bertepuk sebelah tangan, “Satu Bintang di Langit Kelam” sempat diklaim sebagai lagu kebangsaan kaum single. “Walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau, lagu ini pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomlo pada eranya,” kata Dee lewat rilis pers.

Film Trinity: The Nekad Traveler sendiri baru akan diputar serentak di bioskop mulai 16 Maret mendatang. Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini diadaptasi dari serial buku The Nekad Traveler karya travel blogger dalam negeri, Trinity.

Maudy Ayunda berperan menjadi karakter utama film ini, yang tak lain adalah Trinity. Ia merupakan pekerja kantor yang hobi jalan-jalan ke berbagai daerah tapi selalu mendapat kesulitan mendapat izin cuti dari bos yang dimainkan oleh Ayu Dewi.

Sumber: Rolling Stone Indonesia

MAUDY AYUNDA New Single : “Satu Bintang Di Langit Kelam” OST. Trinity, the Nekad Traveler

 

“Khayalku terbuai jauh, pelita kecilmu mengalir pelan dan aku terbenam…

Redup kilaumu tak mengarah, jadilah diriku selatan… Namun tak kau sadari hingga kini dan nanti… ”

 

Sebuah syair lagu yang menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan ini, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995 silam. Lagu dengan lirik sederhana namun indah ini adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang DI Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Menurut Dee, lagu ini pernah diklaim jadi lagu kebangsaan jomblo, walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau. “Lagu ini memang pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomblo pada eranya,” ucap Dee tentang lagu ini.

Kini di awal tahun 2017, MAUDY AYUNDA kembali me-remake lagu ini sebagai single terbarunya. “Rasanya tentu seneng banget bisa bekerjasama lagi dengan Mbak Dewi, sudah kangen banget sih bisa menyanyikan  lagu beliau lagi. Karena ini lagu remake, pastinya ada beban tersendiri. Walau lagunya gak kalah bagusnya dengan versi yang sebelumnya, tapi harus sama kerennya dan harus berbeda untuk bikin orang merasa bahwa ini versi baru yang sukses’, ucap Maudy tentang tantangan yang dihadapinya saat menyanyikan lagu ini.

Karena lagu ini adalah lagu yang pernah populer pada masanya, Maudy pun menyanyikan lagu ini dengan gaya khasnya sendiri. Dengan vokal yang smooth dan indah, Maudy berhasil membawakan lagu ini dengan rasa yang berbeda. “It’s really exicting, yang seru sebenarnya saat mau recording, kita sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Karena ceritanya itu sangat simbolik, banyak metaphor didalamnya dan akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu bener-bener dipikirin. Jadi sebelum rekaman itu, kita diskusi dengan Mbak Dewi dulu, mau kayak gimana nih. Bahwa lagunya seperti apa sih, ceritanya tentang apa, apakah ini lagu sedih atau apa. jadi banyak sekali brain-storming session dibalik recording lagu ini. Apalagi lirik dilagu ini sangat dalam, kita sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau ga salah kalimatnya ‘jadilah diriku Selatan’. Jadi kita banyak interpretasi dari lagu ini, menurut aku ini yang membuat lagu ini menarik”, jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Setelah menyelesaikan studinya di Inggris, Maudy Ayunda memang mengakui dirinya banyak berubah dan lebih matang dalam konsep bermusik. “Ini single baru setelah aku selesai studi di Oxford. Memang sekarang aku akan lebih picky dengan lagu-lagu yang ingin aku nyanyikan. Karena aku kali ini pengen bener-bener punya lagu-lagu yang liriknya kuat dan cerita yang kuat dibaliknya. Bener-bener bisa membuat orang lain berfikir, pokoknya lagu-lagu yang memiliki efek lain selain enak di denger. Menurut aku, lagu Satu Bintang Di Langit Kelam adalah lagu yang seperti itu. Lagu yang membuat orang tidak hanya merasa terbawa karena nadanya, tapi juga mungkin terbawa untuk berfikir atau merasakan sesuatu dari kata-katanya yang amat sangat indah dan dalam. Menurut aku, menarik sekali kalau sebuah lagu bisa mengajak orang untuk berinterpretasi atau berfikir. That’s the magic of song writing and that’s the magic of lyric writing. Dan aku pengennya kesitu sekarang”, tutur Maudy penuh makna.

Lagu ini juga hadir sebagai salah satu soundtrack yang akan menghiasi film “Trinity, the Nekad Traveler”, sebuah film karya rumah produksi Tujuh Bintang Sinema yang diadaptasi dari buku laris The Naked Traveler karya travel blogger Indonesia, Trinity. Film yang mengambil lokasi di Indonesia, Filipina, dan Maldives ini menceritakan tentang kisah nyata sang penulis buku yaitu Trinity, yang melakukan perjalanan nekat berkeliling Indonesia dan dunia. “Film ini menarik karena mengangkat traveling sebagai tema utamanya. Jadi bukan cuma ada cerita, tapi ada traveling-nya juga,” ungkap Maudy

Film ‘Trinity, The Nekad Traveler’ rencananya akan di rilis di bioskop Indonesia pada tanggal 16 Maret 2017 mendatang dan menjadi ajang comeback-nya Maudy Ayunda di kancah sinematik Indonesia, setelah dirinya menyelesaikan studi di jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics), Oxford University-Inggris. Single terbaru ini pun menjadi momentum bagi Maudy untuk semakin mengukuhkan eksistensinya di pentas musik Tanah Air. “Harapan aku buat single baru dan tentunya soundtrack film ini, semoga mereka bisa saling support. Maksudnya single-nya men-support filmnya dan filmnya juga men-support single-nya. Yang jelas, pasti pengennya bisa diterima oleh masyarakat. Pengennya juga semua orang bisa melihat kedua project ini sebagai satu kesatuan yang memang cocok. Mudah-mudahan kita bisa membuat efek itu dan semoga bisa menyentuh hati para pendengar dan yang menonton filmnya. Ya semoga semua orang suka sama hasilnya seperti bagaimana aku pun sangat senang dengan kolaborasi dan project ini”, tutup Maudy yang sedang menyiapkan album ketiga yang banyak berisi lagu-lagu yang ditulisnya sendiri.

 

Satu Bintang Di Langit Kelam (Lirik)

Angkasa tanpa pesan

Merengkuh s’makin dalam

Berselimut debu waktu

Ku menanti cemas

 

Kau datang dengan sederhana

Satu bintang di langit kelam

Sinarmu rimba pesona

Dan kutahu tl’ah tersesat

 

Kukejar kau takkan bertepi

Menggapaimu takkan bersambut

Sendiri membendung rasa ini

Sementara kau membeku

 

Khayalku terbuai jauh

Pelita kecilmu mengalir pelan

Dan aku terbenam

 

Redup kilaumu tak mengarah

Jadilah diriku Selatan

Namun tak kau sadari

Hingga kini dan nanti

Maudy Ayunda – Ost Trinity the Nekad Traveler sudah tersedia di:
Apple Music: http://bit.ly/appsatubintang
iTunes: http://bit.ly/itunessatubintang
Spotify: http://bit.ly/spotifysatubintang
Joox: http://bit.ly/jooxsatubintang

Dapatkan RBTnya:
Telkomsel: Ketik BBHBT sms ke 1212
XL: Ketik 34109337 sms ke 1818
Indosat: Ketik SET(spasi)51104776 ke 808
Tri: Ketik 1110836 sms ke 1212

ROSSA Rilis Single “Body Speak”  Di Singapura

 

Singapura, 22 Februari 2017 – Hari ini, ROSSA baru saja merilis single terbarunya yang berjudul “Body Speak” di Singapura. Launching single tersebut digelar Rossa dalam sebuah acara Press Conference yang dilaksanakan di di Kaw Kaw SG, Singapura.

Lagu “Body Speak” adalah sebuah lagu berbahasa inggris yang diciptakan oleh 3 musisi handal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz. Proses rekaman lagu ini dilakukan Rossa di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai Vocal Producer. Mitch Allan adalah seorang Musisi, Song Writer dan  Music Producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony hingga Kelly Clarkson. Tahun lalu, Rossa memang melakukan rekaman beberapa lagu di Amerika Serikat. Lagu-lagu tersebut rencananya akan hadir menghiasi album terbaru Rossa yang akan di rilis pada bulan April 2017 mendatang.

Acara yang ramai dihadiri oleh rekan-rekan media Singapura, Malaysia dan Indonesia, juga melibatkan fans-fans Rossa di Singapura. Rossa yang tampil cantik menggunakan busana hitam itu, tampak menghadiri acara makan siang dengan para fans tersebut sebelum memulai acara press conference launching single terbarunya. “Hari ini aku lagi di Singapore, tadi kita baru saja melakukan peluncuran single terbaru aku yang judulnya ‘Body Speak’. Dan Alhamdulillah semua datang, acaranya berjalan lancar dan tepat waktu. Rekan-rekan media Singapore seperti Straits Times, MTV Asia, Mediacorp dan beberapa rekan media dari Indonesia juga ikut hadir di acara ini. Seneng banget, semuanya bisa hadir dan sama-sama menyaksikan peluncuran single baru aku. Di acara ini juga diputar perdana video klip ‘Body Speak’, jadi media-media disini dan fans-fans aku yang di Singapore yang menyaksikan untuk pertama kalinya video klip ini. Ternyata mereka suka banget sama lagu dan video klipnya”, ucap Rossa bahagia.

Di tahun ke-21 dirinya berkarya di industri musik Indonesia, Rossa memang ingin menampilkan yang baru dari dirinya. Berbeda dengan lagu-lagu Rossa sebelumnya, lagu ini hadir dengan genre dance music dengan beat yang kekinian. Perbedaan juga tampak dari video klip lagu ini, Rossa hadir dengan tampilan yang modern, teenage dan fresh. “Lagu ini memang beda banget dari lagu-lagu aku sebelumnya, dari liriknya juga demikian. Di video klipnya juga beda banget, aku harus nge-dance” , ujar Rossa.

Sehubungan dengan launching tersebut, Trinity Optima production selaku label rekaman yang menaungi Rossa, melakukan kerjasama dengan MTV Asia dalam mempromosikan single ini di Singapura. Rossa akan menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight yang akan ditayang sampai ke Jepang, Taiwan, China dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Penayangan video klip lagu ini juga akan ditayangkan oleh MTV Asia.

ROSSA New Single : “Body Speak”

 

Baru dan berbeda adalah dua kata yang ingin ditampilkan ROSSA di awal tahun 2017 ini. Di tahun ke-21 dirinya berkarya di industri musik Indonesia, Rossa melakukan langkah besar dalam kariernya dengan merilis sebuah single terbaru yang cukup membuat kita surprise jika pertama kali mendengar lagu ini tanpa mengetahui siapa penyanyinya.

Body Speak” adalah sebuah lagu berbahasa inggris yang diciptakan oleh 3 musisi handal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz. Proses rekaman lagu ini dilakukan Rossa di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai Vocal Producer. Mitch Allan adalah seorang Musisi, Song Writer dan  Music Producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony hingga Kelly Clarkson.

“Sebetulnya lagu ini adalah lagu yang intimate, disini aku bikinnya lebih kayak menunjukkan rasa cinta dengan sikap. Jadi jangan hanya di omongan saja tapi ditunjukkan”, jelas Rossa tentang lagu barunya ini.

Berbeda dengan lagu-lagu Rossa sebelumnya, lagu ini hadir dengan genre dance music dengan beat yang kekinian. Dengan nuansa modern, deep dan teenage, membuat Rossa terdengar lebih fresh. “Lagu ini tuh beda banget, dari liriknya juga. Lirik di lagu ini ada yang diganti dari versi aslinya. Karena buat aku, lagu aslinya ada beberapa bahasa yang artinya terlalu vulgar. Jadi aku pikir lebih baik diganti. Jadi aku minta mereka untuk mengganti beberapa kata supaya lebih implisit” , ucap Rossa.

Rossa juga mengaku kalau proses penggarapan lagu barunya ini sangat menyenangkan, walaupun ada sedikit kesulitan. “Susahnya itu, bahasa Inggris bukan bahasa sehari-hari aku. Jadi saat rekaman disana, aku belajar dari Mitch Allan dan musisi lainnya, bagaimana setiap kata harus diucapkan dengan benar supaya pronounce dari lirik dan rasa dari lagu yang aku bawakan juga berubah, tidak seperti waktu aku nyanyi dalam bahasa Indonesia” tuturnya.

Secara video klip di lagu ini, Rossa juga tak kalah tampil beda. Tanpa menonjolkan rangkaian cerita dari lagu, Rossa menghadirkan sebuah konsep video klip yang modern. “Video klip lagu ini tidak ada ceritanya. Jadi hanya ada aku dan dancer.  Aku juga harus belajar koregrafi, pokoknya beda banget dengan video klip aku yang pernah ada sebelumnya”, tutur Rossa.

Lagu ini akan dirilis mulai hari ini, tanggal 22 Februari 2017, dalam sebuah Press Conference Launching Single “Body Speak” yang diselenggarakan di Singapura. Sehubungan dengan launching tersebut, Trinity Optima production selaku label rekaman yang menaungi Rossa, melakukan kerjasama dengan MTV Asia dalam mempromosikan single ini di Singapura. Rossa akan menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight. Penayangan video klip lagu ini pun juga akan ditayangkan oleh MTV Asia.

“Body Speak” akan hadir menghiasi album terbaru Rossa selanjutnya yang rencananya akan dirilis pada bulan April 2017 mendatang.

 

Rossa – Body Speak (Official Video Clip) :

https://www.vidio.com/watch/615237-rossa-body-speak-official-video-clip

https://youtu.be/OPMCIOzVIUU

DANANG New Single : “Satu Selamanya”

 

Setelah sukses menjadi juara 2 Dangdut Academy 2 Indosiar dan menjadi juara Dangdut Academy Asia Indosiar session 1 di tahun 2015 lalu, nama Danang Pradana Dieva atau yang akrab disapa Danang,  semakin berkibar di dunia musik dangdut tanah air.

Danang pun sukses mewarnai musik dangdut Indonesia dengan merilis single “Bunga Surgawi” dan “Bidadari Jiwa”. Sebagai juara Dangdut Academy Asia Indosiar session 1, lagu “Bidadari Jiwa” bahkan dirilis serentak di 4 negara asia yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Pencapaian Danang ini membuktikan bahwa penyanyi dangdut Indonesia kini dapat berkibar dan membawa musik dangdut ke kancah Internasional.

Kini di tahun 2017, Danang kembali hadir dengan single terbarunya yang berjudul “Satu Selamanya”. Sebuah lagu karya cipta dari Ilham, seorang songwriter muda berbakat, yang menceritakan tentang bagaimana seorang pria yang sedang kasmaran dan jatuh cinta pada seorang wanita. Dan sang pria berusaha membuktikan kebenaran cintanya dan berusaha meyakinkan bahwa wanita tersebut adalah pilihan terbaik dan terakhirnya, satu untuk selamanya. “Jadi Lagu ini diciptakan oleh Ilham, salah satu pencipta lagu yang sebenarnya banyak menciptakan lagu-lagu pop. Ini adalah pertama kalinya, Ilham berkecimpung di dunia dangdut dan memang disaat kami bertemu, Ilham melihat bahwa karakter Danang adalah bukan dangdut klasik tapi dangdut kontemporer. Sehingga kami berdua sepakat untuk membuat lagu ini menjadi suatu suguhan yang berbeda diantara lagu-lagu dangdut lainnya. Karena aksen-aksennya dangdutnya, tapi secara tone sebenarnya pop. Makanya bisa dibilang bahwa lagu ini genrenya Pop-Dut artinya lebih ke dangdut kontemporer”, jelas Danang tentang lagu terbarunya ini.

Dalam menjalani proses rekaman lagu ini pun, Danang tidak membutuhkan waktu yang lama karena pengerjaannya hanya menghabiskan waktu 1 hari saja. “Alhamdulillah.. bersyukur sekali aku dibantu tim yang hebat dalam pengerjaan lagu ini. Mereka sangat profesional dan detail, jadi mereka tahu banget selera Danang dan mereka menyesuaikan juga dengan selera pasar. Bersyukur banget juga diberi kelancaran selama rekaman, hambatannya cuma ada beberapa kali revisi sih, tapi cuma pada isian-isian musik kayak instrumen apa yang enak dimasukin di lagu ini biar tetep ear catchy dan terdengar easy listening”, ucap Danang.

Danang juga menceritakan bahwa proses syuting video klip lagu ini harus di jalaninya diatas tebing yang tinggi. Mengambil lokasi di Garden Stone, Padalarang – Jawa Barat, Danang harus menjalani syuting dibawah teriknya matahari. “Syutingnya itu kan di outdoor di Garden Stone-Padalarang. Kita dan semua tim harus naik tebing yang tinggi, bawa wardrobe, make-up sampai lighting. Harus panas-panasan karena syutingnya siang hari. Bener-bener proses yang melelahkan tapi seru. Pas aku syuting, ada insiden kecil dimana tanganku kena batu disitu. Karena kan batu disana batu alam dan tajam-tajam gitu. Jadi ada kejadian tangan Danang sampai robek, tapi disyukuri artinya Danang harus lebih hati-hati lagi. Padahal syutingnya menuntut harus ceria dan banyak bergerak walau medannya seperti itu”, tutur Danang.

Di lagu terbarunya ini, Danang ingin menunjukkan hal yang berbeda dari lagu-lagunya sebelumnya. Danang menginginkan agar musik dangdut dapat dinikmati oleh semua golongan masyarakat. Bahkan bisa dinikmati hingga ke mancanegara. “Yang ingin Danang tunjukkan di single terbaru ini adalah bahwa Danang berbeda, Danang punya karakter dan Danang punya hal baru dari lagu-lagu dangdut sebelumnya. Disini Danang benar-benar ingin menggabungkan antara musik dangdut dengan musik mancanegara, digabung dengan selera musik orang-orang di era ini, yang lebih suka musik urban atau EDM. Tapi tetap kita kemas dengan elegan, yang artinya tidak murahan. Dengan segmen yang berbeda, dengan kelas yang berbeda untuk menunjukkan bahwa musik dangdut itu sekarang sudah naik kelas. Disaat musik sudah berkembang dan  teknologi sudah maju, nah kita manfaatkan teknologi tersebut untuk membuat musik dangdut yang sesuai dengan karakter muda masa kini. Kita ingin kenalkan bahwa musik dangdut itu asik kok. Mungkin dengan ini, mereka mempunyai habit baru atau membuat kebiasaan baru dalam mendengarkan musik yaitu mendengarkan dangdut. Jadi tidak hanya lagu pop, tidak hanya lagu barat atau lagu jazz aja”, ujar Danang tentang harapannya.

“Yang pasti disini Danang bener-bener menunjukkan bahwa dangdut yang Danang tawarkan saat ini adalah musik dangdutnya anak muda, dangdut yang modern dan kekinian. Harapannya tentu saja lagu ini bisa diterima semua kalangan, karier Danang semakin bagus, Danang dapat menjadi representative dari dangdut kontemporer atau modern, Danang bisa menjadi contoh bagi penyanyi-penyanyi diluar sana bahwa dengan perjuangan, tekad dan usaha yang kita punya, kita bisa merubah paradigma masyarakat bahwa dangdut sudah naik kelas dan sudah berubah dari dangdut yang dahulu”, tutup Danang.

Link Official Video Clip DANANG – “Satu Selamanya” :

https://youtu.be/PVYzrCUU1_I

NISA FARELLA “Cipularang” (Cinta Pun Terlarang)

 

Ketenaran musik dangdut di tanah air kini semakin tak terbendung. Genre musik ini semakin membuktikan diri bahwa kehadirannya tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Musik dangdut kini telah digemari oleh berbagai kalangan masyarakat dari golongan bawah hingga menengah ke atas, dari yang tua sampai yang muda. Jenis musik ini bahkan sudah mampu menembus musik kelas dunia.

 

Sejumlah penyanyi dangdut muda berbakat pun terus bermunculan dan semakin mewarnai musik dangdut Indonesia. Salah satunya adalah Nisa Farella atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Nisa DA 3.

 

Jalan karier bernyanyi Nisa mulai terbuka lebar saat dirinya mengikuti ajang kompetisi penyanyi dangdut ‘Dangdut Academy 3 Indosiar’. Nisa merupakan salah satu peserta yang berasal dari Solo dan mengikuti proses audisi melalui Kota Semarang. Kiprahnya di panggung Academy Dangdut 3 pun tidak begitu mulus. Ia sempat tersenggol di babak 21 besar, kemudian ia mendapat wild card dari juri untuk tampil kembali di D’ Academy 3.

 

Bermodal wajah yang ayu, suara merdu dan kemampuan vokal yang luar biasa, Nisa mampu memikat hati dan telinga pencinta musik dangdut Indonesia. Tak heran, Nisa memiliki banyak pengemar selepas kompetisi Dangdut Academy 3. Bahkan Nisa terpilih sebagai Biduan Wanita Favorit di acara Social Media Darling 2016 Dangdut Academy Indosiar.

 

Kini Nisa kembali menunjukkan kemampuannya dengan merilis sebuah single yang berjudul “Cipularang” (Cinta Pun Terlarang). Lagu yang bergenre dangdut koplo remix ini diciptakan oleh Don Kinol. “Jadi lagu ini adalah single pertama saya, yang bercerita tentang seorang cowok yang ngakunya masih single. Dan disini ceritanya, Nisa yang menjadi selingkuhannya. Untuk musiknya lebih ke dangdut koplo remix, jadi enak banget buat joged”, jelas Nisa tentang single perdananya ini.

 

Nisa mengaku menjalani proses rekaman lagu ini berjalan dengan lancar, seiring dengan harapannya terhadap single pertamanya ini. “Syukur Alhamdulillah, Nisa seneng banget bisa punya single sendiri. Mungkin ini titik dimana Nisa harus lebih semangat Nisa untuk karier Nisa kedepannya. Harapannya yang pasti single pertama nisa ini dapat diterima oleh Anivers (sebutan untuk fans Nisa) dan seluruh penikmat musik di Indonesia. Semoga ada tempat dihati mereka untuk karya-karya nisa kedepannya juga. Amin”, ucap Nisa mengucap syukur.

 

Official Video Clip|NISA FARELLA – “Cipularang” :

https://youtu.be/NQOkSYqapFc