trinity_logo_web.png
Menu
Maudy Ayunda Rekam Ulang Lagu Milik Rida Sita Dewi

Tak hanya kembali berakting lewat film Trinity: The Nekad Traveler, Maudy Ayunda juga bernyanyi lagi dengan merilis single terbaru berjudul “Satu Bintang di Langit Kelam”. Merupakan soundtrack film Trinity: The Nekad Traveler, lagu ini adalah versi daur ulang dari hits kepunyaan trio vokal Rida Sita Dewi (RSD) yang rilis pada 1995.

Meski secara aransemen tidak mengalami banyak perubahan dari lagu asli, “Satu Bintang di Langit Kelam” versi baru dibawakan dengan gaya vokal khas Maudy yang lembut.

It”s really exciting. Yang seru sebenarnya saat mau rekaman, kami sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Ceritanya sangat simbolis, banyak metafora di dalamnya. Jadi akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu benar-benar dipikirkan,” jelas Maudy melalui rilis pers.

Dalam membawakan versi baru “Satu Bintang di Langit Kelam”, Maudy mengaku banyak melakukan proses diskusi dengan Dewi “Dee” Lestari selaku pencipta lagu yang juga merupakan personel RSD.

“Apalagi lirik lagu ini sangat dalam, kami sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau nggak salah ada lirik ‘jadilah diriku selatan’, jadi kami banyak interpretasi. Menurut aku, inilah yang membuat lagunya jadi menarik,” jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Lirik lagu ini bercerita tentang keikhlasan hati ketika cinta harus bertepuk sebelah tangan. Dee mendapatkan idenya setelah terinspirasi dari buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan di Bulan Juni.

Menurut Dee, dikarenakan lirik yang berbicara soal cinta bertepuk sebelah tangan, “Satu Bintang di Langit Kelam” sempat diklaim sebagai lagu kebangsaan kaum single. “Walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau, lagu ini pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomlo pada eranya,” kata Dee lewat rilis pers.

Film Trinity: The Nekad Traveler sendiri baru akan diputar serentak di bioskop mulai 16 Maret mendatang. Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini diadaptasi dari serial buku The Nekad Traveler karya travel blogger dalam negeri, Trinity.

Maudy Ayunda berperan menjadi karakter utama film ini, yang tak lain adalah Trinity. Ia merupakan pekerja kantor yang hobi jalan-jalan ke berbagai daerah tapi selalu mendapat kesulitan mendapat izin cuti dari bos yang dimainkan oleh Ayu Dewi.

Sumber: Rolling Stone Indonesia

MAUDY AYUNDA New Single : “Satu Bintang Di Langit Kelam” OST. Trinity, the Nekad Traveler

 

“Khayalku terbuai jauh, pelita kecilmu mengalir pelan dan aku terbenam…

Redup kilaumu tak mengarah, jadilah diriku selatan… Namun tak kau sadari hingga kini dan nanti… ”

 

Sebuah syair lagu yang menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan ini, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995 silam. Lagu dengan lirik sederhana namun indah ini adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang DI Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Menurut Dee, lagu ini pernah diklaim jadi lagu kebangsaan jomblo, walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau. “Lagu ini memang pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomblo pada eranya,” ucap Dee tentang lagu ini.

Kini di awal tahun 2017, MAUDY AYUNDA kembali me-remake lagu ini sebagai single terbarunya. “Rasanya tentu seneng banget bisa bekerjasama lagi dengan Mbak Dewi, sudah kangen banget sih bisa menyanyikan  lagu beliau lagi. Karena ini lagu remake, pastinya ada beban tersendiri. Walau lagunya gak kalah bagusnya dengan versi yang sebelumnya, tapi harus sama kerennya dan harus berbeda untuk bikin orang merasa bahwa ini versi baru yang sukses’, ucap Maudy tentang tantangan yang dihadapinya saat menyanyikan lagu ini.

Karena lagu ini adalah lagu yang pernah populer pada masanya, Maudy pun menyanyikan lagu ini dengan gaya khasnya sendiri. Dengan vokal yang smooth dan indah, Maudy berhasil membawakan lagu ini dengan rasa yang berbeda. “It’s really exicting, yang seru sebenarnya saat mau recording, kita sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Karena ceritanya itu sangat simbolik, banyak metaphor didalamnya dan akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu bener-bener dipikirin. Jadi sebelum rekaman itu, kita diskusi dengan Mbak Dewi dulu, mau kayak gimana nih. Bahwa lagunya seperti apa sih, ceritanya tentang apa, apakah ini lagu sedih atau apa. jadi banyak sekali brain-storming session dibalik recording lagu ini. Apalagi lirik dilagu ini sangat dalam, kita sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau ga salah kalimatnya ‘jadilah diriku Selatan’. Jadi kita banyak interpretasi dari lagu ini, menurut aku ini yang membuat lagu ini menarik”, jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Setelah menyelesaikan studinya di Inggris, Maudy Ayunda memang mengakui dirinya banyak berubah dan lebih matang dalam konsep bermusik. “Ini single baru setelah aku selesai studi di Oxford. Memang sekarang aku akan lebih picky dengan lagu-lagu yang ingin aku nyanyikan. Karena aku kali ini pengen bener-bener punya lagu-lagu yang liriknya kuat dan cerita yang kuat dibaliknya. Bener-bener bisa membuat orang lain berfikir, pokoknya lagu-lagu yang memiliki efek lain selain enak di denger. Menurut aku, lagu Satu Bintang Di Langit Kelam adalah lagu yang seperti itu. Lagu yang membuat orang tidak hanya merasa terbawa karena nadanya, tapi juga mungkin terbawa untuk berfikir atau merasakan sesuatu dari kata-katanya yang amat sangat indah dan dalam. Menurut aku, menarik sekali kalau sebuah lagu bisa mengajak orang untuk berinterpretasi atau berfikir. That’s the magic of song writing and that’s the magic of lyric writing. Dan aku pengennya kesitu sekarang”, tutur Maudy penuh makna.

Lagu ini juga hadir sebagai salah satu soundtrack yang akan menghiasi film “Trinity, the Nekad Traveler”, sebuah film karya rumah produksi Tujuh Bintang Sinema yang diadaptasi dari buku laris The Naked Traveler karya travel blogger Indonesia, Trinity. Film yang mengambil lokasi di Indonesia, Filipina, dan Maldives ini menceritakan tentang kisah nyata sang penulis buku yaitu Trinity, yang melakukan perjalanan nekat berkeliling Indonesia dan dunia. “Film ini menarik karena mengangkat traveling sebagai tema utamanya. Jadi bukan cuma ada cerita, tapi ada traveling-nya juga,” ungkap Maudy

Film ‘Trinity, The Nekad Traveler’ rencananya akan di rilis di bioskop Indonesia pada tanggal 16 Maret 2017 mendatang dan menjadi ajang comeback-nya Maudy Ayunda di kancah sinematik Indonesia, setelah dirinya menyelesaikan studi di jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics), Oxford University-Inggris. Single terbaru ini pun menjadi momentum bagi Maudy untuk semakin mengukuhkan eksistensinya di pentas musik Tanah Air. “Harapan aku buat single baru dan tentunya soundtrack film ini, semoga mereka bisa saling support. Maksudnya single-nya men-support filmnya dan filmnya juga men-support single-nya. Yang jelas, pasti pengennya bisa diterima oleh masyarakat. Pengennya juga semua orang bisa melihat kedua project ini sebagai satu kesatuan yang memang cocok. Mudah-mudahan kita bisa membuat efek itu dan semoga bisa menyentuh hati para pendengar dan yang menonton filmnya. Ya semoga semua orang suka sama hasilnya seperti bagaimana aku pun sangat senang dengan kolaborasi dan project ini”, tutup Maudy yang sedang menyiapkan album ketiga yang banyak berisi lagu-lagu yang ditulisnya sendiri.

 

Satu Bintang Di Langit Kelam (Lirik)

Angkasa tanpa pesan

Merengkuh s’makin dalam

Berselimut debu waktu

Ku menanti cemas

 

Kau datang dengan sederhana

Satu bintang di langit kelam

Sinarmu rimba pesona

Dan kutahu tl’ah tersesat

 

Kukejar kau takkan bertepi

Menggapaimu takkan bersambut

Sendiri membendung rasa ini

Sementara kau membeku

 

Khayalku terbuai jauh

Pelita kecilmu mengalir pelan

Dan aku terbenam

 

Redup kilaumu tak mengarah

Jadilah diriku Selatan

Namun tak kau sadari

Hingga kini dan nanti

Maudy Ayunda – Ost Trinity the Nekad Traveler sudah tersedia di:
Apple Music: http://bit.ly/appsatubintang
iTunes: http://bit.ly/itunessatubintang
Spotify: http://bit.ly/spotifysatubintang
Joox: http://bit.ly/jooxsatubintang

Dapatkan RBTnya:
Telkomsel: Ketik BBHBT sms ke 1212
XL: Ketik 34109337 sms ke 1818
Indosat: Ketik SET(spasi)51104776 ke 808
Tri: Ketik 1110836 sms ke 1212

ROSSA Rilis Single “Body Speak”  Di Singapura

 

Singapura, 22 Februari 2017 – Hari ini, ROSSA baru saja merilis single terbarunya yang berjudul “Body Speak” di Singapura. Launching single tersebut digelar Rossa dalam sebuah acara Press Conference yang dilaksanakan di di Kaw Kaw SG, Singapura.

Lagu “Body Speak” adalah sebuah lagu berbahasa inggris yang diciptakan oleh 3 musisi handal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz. Proses rekaman lagu ini dilakukan Rossa di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai Vocal Producer. Mitch Allan adalah seorang Musisi, Song Writer dan  Music Producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony hingga Kelly Clarkson. Tahun lalu, Rossa memang melakukan rekaman beberapa lagu di Amerika Serikat. Lagu-lagu tersebut rencananya akan hadir menghiasi album terbaru Rossa yang akan di rilis pada bulan April 2017 mendatang.

Acara yang ramai dihadiri oleh rekan-rekan media Singapura, Malaysia dan Indonesia, juga melibatkan fans-fans Rossa di Singapura. Rossa yang tampil cantik menggunakan busana hitam itu, tampak menghadiri acara makan siang dengan para fans tersebut sebelum memulai acara press conference launching single terbarunya. “Hari ini aku lagi di Singapore, tadi kita baru saja melakukan peluncuran single terbaru aku yang judulnya ‘Body Speak’. Dan Alhamdulillah semua datang, acaranya berjalan lancar dan tepat waktu. Rekan-rekan media Singapore seperti Straits Times, MTV Asia, Mediacorp dan beberapa rekan media dari Indonesia juga ikut hadir di acara ini. Seneng banget, semuanya bisa hadir dan sama-sama menyaksikan peluncuran single baru aku. Di acara ini juga diputar perdana video klip ‘Body Speak’, jadi media-media disini dan fans-fans aku yang di Singapore yang menyaksikan untuk pertama kalinya video klip ini. Ternyata mereka suka banget sama lagu dan video klipnya”, ucap Rossa bahagia.

Di tahun ke-21 dirinya berkarya di industri musik Indonesia, Rossa memang ingin menampilkan yang baru dari dirinya. Berbeda dengan lagu-lagu Rossa sebelumnya, lagu ini hadir dengan genre dance music dengan beat yang kekinian. Perbedaan juga tampak dari video klip lagu ini, Rossa hadir dengan tampilan yang modern, teenage dan fresh. “Lagu ini memang beda banget dari lagu-lagu aku sebelumnya, dari liriknya juga demikian. Di video klipnya juga beda banget, aku harus nge-dance” , ujar Rossa.

Sehubungan dengan launching tersebut, Trinity Optima production selaku label rekaman yang menaungi Rossa, melakukan kerjasama dengan MTV Asia dalam mempromosikan single ini di Singapura. Rossa akan menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight yang akan ditayang sampai ke Jepang, Taiwan, China dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Penayangan video klip lagu ini juga akan ditayangkan oleh MTV Asia.

ROSSA New Single : “Body Speak”

 

Baru dan berbeda adalah dua kata yang ingin ditampilkan ROSSA di awal tahun 2017 ini. Di tahun ke-21 dirinya berkarya di industri musik Indonesia, Rossa melakukan langkah besar dalam kariernya dengan merilis sebuah single terbaru yang cukup membuat kita surprise jika pertama kali mendengar lagu ini tanpa mengetahui siapa penyanyinya.

Body Speak” adalah sebuah lagu berbahasa inggris yang diciptakan oleh 3 musisi handal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz. Proses rekaman lagu ini dilakukan Rossa di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai Vocal Producer. Mitch Allan adalah seorang Musisi, Song Writer dan  Music Producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony hingga Kelly Clarkson.

“Sebetulnya lagu ini adalah lagu yang intimate, disini aku bikinnya lebih kayak menunjukkan rasa cinta dengan sikap. Jadi jangan hanya di omongan saja tapi ditunjukkan”, jelas Rossa tentang lagu barunya ini.

Berbeda dengan lagu-lagu Rossa sebelumnya, lagu ini hadir dengan genre dance music dengan beat yang kekinian. Dengan nuansa modern, deep dan teenage, membuat Rossa terdengar lebih fresh. “Lagu ini tuh beda banget, dari liriknya juga. Lirik di lagu ini ada yang diganti dari versi aslinya. Karena buat aku, lagu aslinya ada beberapa bahasa yang artinya terlalu vulgar. Jadi aku pikir lebih baik diganti. Jadi aku minta mereka untuk mengganti beberapa kata supaya lebih implisit” , ucap Rossa.

Rossa juga mengaku kalau proses penggarapan lagu barunya ini sangat menyenangkan, walaupun ada sedikit kesulitan. “Susahnya itu, bahasa Inggris bukan bahasa sehari-hari aku. Jadi saat rekaman disana, aku belajar dari Mitch Allan dan musisi lainnya, bagaimana setiap kata harus diucapkan dengan benar supaya pronounce dari lirik dan rasa dari lagu yang aku bawakan juga berubah, tidak seperti waktu aku nyanyi dalam bahasa Indonesia” tuturnya.

Secara video klip di lagu ini, Rossa juga tak kalah tampil beda. Tanpa menonjolkan rangkaian cerita dari lagu, Rossa menghadirkan sebuah konsep video klip yang modern. “Video klip lagu ini tidak ada ceritanya. Jadi hanya ada aku dan dancer.  Aku juga harus belajar koregrafi, pokoknya beda banget dengan video klip aku yang pernah ada sebelumnya”, tutur Rossa.

Lagu ini akan dirilis mulai hari ini, tanggal 22 Februari 2017, dalam sebuah Press Conference Launching Single “Body Speak” yang diselenggarakan di Singapura. Sehubungan dengan launching tersebut, Trinity Optima production selaku label rekaman yang menaungi Rossa, melakukan kerjasama dengan MTV Asia dalam mempromosikan single ini di Singapura. Rossa akan menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight. Penayangan video klip lagu ini pun juga akan ditayangkan oleh MTV Asia.

“Body Speak” akan hadir menghiasi album terbaru Rossa selanjutnya yang rencananya akan dirilis pada bulan April 2017 mendatang.

 

Rossa – Body Speak (Official Video Clip) :

https://www.vidio.com/watch/615237-rossa-body-speak-official-video-clip

https://youtu.be/OPMCIOzVIUU

DANANG New Single : “Satu Selamanya”

 

Setelah sukses menjadi juara 2 Dangdut Academy 2 Indosiar dan menjadi juara Dangdut Academy Asia Indosiar session 1 di tahun 2015 lalu, nama Danang Pradana Dieva atau yang akrab disapa Danang,  semakin berkibar di dunia musik dangdut tanah air.

Danang pun sukses mewarnai musik dangdut Indonesia dengan merilis single “Bunga Surgawi” dan “Bidadari Jiwa”. Sebagai juara Dangdut Academy Asia Indosiar session 1, lagu “Bidadari Jiwa” bahkan dirilis serentak di 4 negara asia yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Pencapaian Danang ini membuktikan bahwa penyanyi dangdut Indonesia kini dapat berkibar dan membawa musik dangdut ke kancah Internasional.

Kini di tahun 2017, Danang kembali hadir dengan single terbarunya yang berjudul “Satu Selamanya”. Sebuah lagu karya cipta dari Ilham, seorang songwriter muda berbakat, yang menceritakan tentang bagaimana seorang pria yang sedang kasmaran dan jatuh cinta pada seorang wanita. Dan sang pria berusaha membuktikan kebenaran cintanya dan berusaha meyakinkan bahwa wanita tersebut adalah pilihan terbaik dan terakhirnya, satu untuk selamanya. “Jadi Lagu ini diciptakan oleh Ilham, salah satu pencipta lagu yang sebenarnya banyak menciptakan lagu-lagu pop. Ini adalah pertama kalinya, Ilham berkecimpung di dunia dangdut dan memang disaat kami bertemu, Ilham melihat bahwa karakter Danang adalah bukan dangdut klasik tapi dangdut kontemporer. Sehingga kami berdua sepakat untuk membuat lagu ini menjadi suatu suguhan yang berbeda diantara lagu-lagu dangdut lainnya. Karena aksen-aksennya dangdutnya, tapi secara tone sebenarnya pop. Makanya bisa dibilang bahwa lagu ini genrenya Pop-Dut artinya lebih ke dangdut kontemporer”, jelas Danang tentang lagu terbarunya ini.

Dalam menjalani proses rekaman lagu ini pun, Danang tidak membutuhkan waktu yang lama karena pengerjaannya hanya menghabiskan waktu 1 hari saja. “Alhamdulillah.. bersyukur sekali aku dibantu tim yang hebat dalam pengerjaan lagu ini. Mereka sangat profesional dan detail, jadi mereka tahu banget selera Danang dan mereka menyesuaikan juga dengan selera pasar. Bersyukur banget juga diberi kelancaran selama rekaman, hambatannya cuma ada beberapa kali revisi sih, tapi cuma pada isian-isian musik kayak instrumen apa yang enak dimasukin di lagu ini biar tetep ear catchy dan terdengar easy listening”, ucap Danang.

Danang juga menceritakan bahwa proses syuting video klip lagu ini harus di jalaninya diatas tebing yang tinggi. Mengambil lokasi di Garden Stone, Padalarang – Jawa Barat, Danang harus menjalani syuting dibawah teriknya matahari. “Syutingnya itu kan di outdoor di Garden Stone-Padalarang. Kita dan semua tim harus naik tebing yang tinggi, bawa wardrobe, make-up sampai lighting. Harus panas-panasan karena syutingnya siang hari. Bener-bener proses yang melelahkan tapi seru. Pas aku syuting, ada insiden kecil dimana tanganku kena batu disitu. Karena kan batu disana batu alam dan tajam-tajam gitu. Jadi ada kejadian tangan Danang sampai robek, tapi disyukuri artinya Danang harus lebih hati-hati lagi. Padahal syutingnya menuntut harus ceria dan banyak bergerak walau medannya seperti itu”, tutur Danang.

Di lagu terbarunya ini, Danang ingin menunjukkan hal yang berbeda dari lagu-lagunya sebelumnya. Danang menginginkan agar musik dangdut dapat dinikmati oleh semua golongan masyarakat. Bahkan bisa dinikmati hingga ke mancanegara. “Yang ingin Danang tunjukkan di single terbaru ini adalah bahwa Danang berbeda, Danang punya karakter dan Danang punya hal baru dari lagu-lagu dangdut sebelumnya. Disini Danang benar-benar ingin menggabungkan antara musik dangdut dengan musik mancanegara, digabung dengan selera musik orang-orang di era ini, yang lebih suka musik urban atau EDM. Tapi tetap kita kemas dengan elegan, yang artinya tidak murahan. Dengan segmen yang berbeda, dengan kelas yang berbeda untuk menunjukkan bahwa musik dangdut itu sekarang sudah naik kelas. Disaat musik sudah berkembang dan  teknologi sudah maju, nah kita manfaatkan teknologi tersebut untuk membuat musik dangdut yang sesuai dengan karakter muda masa kini. Kita ingin kenalkan bahwa musik dangdut itu asik kok. Mungkin dengan ini, mereka mempunyai habit baru atau membuat kebiasaan baru dalam mendengarkan musik yaitu mendengarkan dangdut. Jadi tidak hanya lagu pop, tidak hanya lagu barat atau lagu jazz aja”, ujar Danang tentang harapannya.

“Yang pasti disini Danang bener-bener menunjukkan bahwa dangdut yang Danang tawarkan saat ini adalah musik dangdutnya anak muda, dangdut yang modern dan kekinian. Harapannya tentu saja lagu ini bisa diterima semua kalangan, karier Danang semakin bagus, Danang dapat menjadi representative dari dangdut kontemporer atau modern, Danang bisa menjadi contoh bagi penyanyi-penyanyi diluar sana bahwa dengan perjuangan, tekad dan usaha yang kita punya, kita bisa merubah paradigma masyarakat bahwa dangdut sudah naik kelas dan sudah berubah dari dangdut yang dahulu”, tutup Danang.

Link Official Video Clip DANANG – “Satu Selamanya” :

https://youtu.be/PVYzrCUU1_I

NISA FARELLA “Cipularang” (Cinta Pun Terlarang)

 

Ketenaran musik dangdut di tanah air kini semakin tak terbendung. Genre musik ini semakin membuktikan diri bahwa kehadirannya tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Musik dangdut kini telah digemari oleh berbagai kalangan masyarakat dari golongan bawah hingga menengah ke atas, dari yang tua sampai yang muda. Jenis musik ini bahkan sudah mampu menembus musik kelas dunia.

 

Sejumlah penyanyi dangdut muda berbakat pun terus bermunculan dan semakin mewarnai musik dangdut Indonesia. Salah satunya adalah Nisa Farella atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Nisa DA 3.

 

Jalan karier bernyanyi Nisa mulai terbuka lebar saat dirinya mengikuti ajang kompetisi penyanyi dangdut ‘Dangdut Academy 3 Indosiar’. Nisa merupakan salah satu peserta yang berasal dari Solo dan mengikuti proses audisi melalui Kota Semarang. Kiprahnya di panggung Academy Dangdut 3 pun tidak begitu mulus. Ia sempat tersenggol di babak 21 besar, kemudian ia mendapat wild card dari juri untuk tampil kembali di D’ Academy 3.

 

Bermodal wajah yang ayu, suara merdu dan kemampuan vokal yang luar biasa, Nisa mampu memikat hati dan telinga pencinta musik dangdut Indonesia. Tak heran, Nisa memiliki banyak pengemar selepas kompetisi Dangdut Academy 3. Bahkan Nisa terpilih sebagai Biduan Wanita Favorit di acara Social Media Darling 2016 Dangdut Academy Indosiar.

 

Kini Nisa kembali menunjukkan kemampuannya dengan merilis sebuah single yang berjudul “Cipularang” (Cinta Pun Terlarang). Lagu yang bergenre dangdut koplo remix ini diciptakan oleh Don Kinol. “Jadi lagu ini adalah single pertama saya, yang bercerita tentang seorang cowok yang ngakunya masih single. Dan disini ceritanya, Nisa yang menjadi selingkuhannya. Untuk musiknya lebih ke dangdut koplo remix, jadi enak banget buat joged”, jelas Nisa tentang single perdananya ini.

 

Nisa mengaku menjalani proses rekaman lagu ini berjalan dengan lancar, seiring dengan harapannya terhadap single pertamanya ini. “Syukur Alhamdulillah, Nisa seneng banget bisa punya single sendiri. Mungkin ini titik dimana Nisa harus lebih semangat Nisa untuk karier Nisa kedepannya. Harapannya yang pasti single pertama nisa ini dapat diterima oleh Anivers (sebutan untuk fans Nisa) dan seluruh penikmat musik di Indonesia. Semoga ada tempat dihati mereka untuk karya-karya nisa kedepannya juga. Amin”, ucap Nisa mengucap syukur.

 

Official Video Clip|NISA FARELLA – “Cipularang” :

https://youtu.be/NQOkSYqapFc

SETIA BAND New Single : “Bintang Kehidupan”

 

Jika mendengar lagu legendaris “Bintang Kehidupan”, tentunya kita akan mengingat sang penyanyi, almarhumah Nike Ardila dan nama sang pencipta lagu, Deddy Dores. Lagu Slow-Rock yang pernah populer di era tahun 90-an ini, bisa dikatakan sebagai warisan berharga di industri musik tanah air, karena lagu ini sangat digemari pencinta musik Indonesia kala itu. Lagu ini bahkan diterima secara luas di Indonesia hingga Asia Tenggara, dimana lagu ini sempat dinyanyikan oleh Alm. Nike Ardilla di Song Festival Shanghai pada tahun 1991 dalam versi Bahasa Inggris dengan judul ‘Star of Life’.

Kini diawal tahun 2017, SETIA Band kembali me-remake lagu ini dalam sebuah aransemen musik pop-ballad yang apik dan menyentuh hati. Lagu ciptaan Deddy Dores ini, tak hanya memiliki kekuatan pada lirik, namun juga melodi yang selalu sukses menyihir para pendengarnya. Tak heran, jika lagu ini menjadi salah satu lagu populer sepanjang sejarah musik Indonesia.

Band yang terdiri dari Charly Van Houten dan Pepeng ini, mengaku bangga mendapat kesempatan untuk me-remake lagu yang begitu populer pada masa keemasannya kala itu. “Ini adalah lagu lama yang memiliki kekuatan notasi dan syair yang sangat masuk di setiap momen dan waktu kapanpun, karena lagu ini juga memiliki kekuatan isi lagu yang gaungnya masih mampu dirasakan sampai saat ini. Lagu ini juga yang menjadi titik benang merah perjalanan karier sang Legend, Nike Ardilla, “ ujar Charly. “Bisa membawakan kembali lagu ini tentunya rasanya luar biasa. Pasti banyak orang yang merindukan lagu ini. Semoga mendapat respon yang positif,” tambah Pepeng, sang gitaris.

Setia Band selalu berhati-hati dalam mendaur ulang lagu milik orang lain, termasuk di lagu ini. ” Karena lagu ini adalah salah satu lagu terbaik yang pernah dipopulerkan oleh  almarhumah Nike Ardilla. jadi tidak boleh asal remake. Kami tidak ingin menghilangkan kekuatan Nike Ardila atau roh dari lagu itu sendiri. Kualitas vokal dan penghayatan beliau benar-benar memberikan ‘nyawa’ di lagu ini. Apalagi hingga sekarang, masih banyak yang menyukai dan merindukan lagu ini,” jelas Charly.

Untuk video klip lagu ini, Setia Band baru saja menjalankan proses syutingnya yang mengambil konsep sebuah perjalanan cinta, dimana seseorang akhirnya menemukan kesendirian karena telah melewati banyak kegagalan cinta terhadap wanita-wanita yang pernah dicintainya.

Setia Band  tentunya berharap dengan mereka membawakan kembali lagu ini, selain bisa diterima masyarakat luas sekaligus dapat melepas kerinduan penikmat musik pada era lagu tersebut, pada saat lagu ini dibawakan oleh almarhumah Nike Ardilla. Dan lagu ini mampu membius rasa dan telinga seluruh masyarakat Indonesia saat ini.

 

Official Video Clip|SETIA Band – “Bintang Kehidupan” :

https://youtu.be/uETktOnz8gc

Link streaming:

Apple Music :  http://bit.ly/Appbintangkehidupan

Itunes : http://bit.ly/itunesbintangkehidupan

Spotify : http://bit.ly/spotifybintangkehidupan

 Joox : http://bit.ly/Joox-Bintangkehidupan

LESTI New Single : “EGOIS”

Egois – Lesti | New Single

Egois - Lesti

“Mengapa tak mencoba, jujur pada hati kita… Kasih. Bahwa sesungguhnya engkau dan aku, takut berpisah…”

Sebait syair yang menggambarkan kesedihan yang mendalam dilantunkan indah dan penuh penjiwaan oleh Lesti dalam single terbarunya yang berjudul Egois.

Lesti, yang memiliki nama lengkap Lesti Andryani ini mengawali karier bernyanyinya sebagai pemenang ajang kontes dandut D’Academy Indosiar tahun 2014. Setelah kemenangannya, Lesti merilis single perdananya yang berjudul “Kejora” ciptaan Nur Bayan pada tahun 2014, yang mana lagu ini juga merupakan lagu kemenangannya di malam Grand Final D’Academy saat itu.

Setelah itu di tahun 2015, Lesti merilis single keduanya yang berjudul “Pokoke Joged” yang menjadi soundtrack serial drama “Kuch Kuch Dangdut” yang pernah tayangkan di Indosiar dan merupakan salah satu single yang terdapat di album Dangdut Academy 2.

Masih di tahun yang sama, Lesti terpilih sebagai salah satu wakil dari Indonesia di Dangdut Academy Asia (D’Academy Asia) Indosiar, yaitu sebuah ajang pencarian bakat penyanyi dangdut tingkat Asia yang diikuti oleh 4 negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Dia ajang ini, Lesti berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan mendapatkan juara runner up (juara 2 D’Academy Asia). Untuk itu, Lesti pun mendapat kesempatan untuk merilis lagu karya cipta dari Pak Ngah, komposer dan arranger asal Malaysia yang berjudul “Zapin Melayu”.

Kini Lesti hadir dengan single terbarunya yang berjudul  Egois, yang diciptakan dan di aransemen musiknya oleh Hendro Saki. Lagu yang berlirik sederhana ini, hadir dengan nuansa lebih pop, meski masih terdengar aransemen dangdutnya. Secara lirik, lagu ini menggambarkan tentang perasaan egois seseorang karena takut kehilangan sang kekasih hati. “Lagu ini sebenarnya menceritakan tentang ke-egois-an satu pasangan. Bagaimana kalau orang lagi pacaran, apalagi di masa- masa puber, mereka saling egois. Suka marah-marah sama pasangannya, padahal dia tidak mau ditinggalkan pasangannya. Untuk musiknya, lagu ini memang agak nge-pop. Sebenarnya sekarang aku memang ingin lebih nge-pop sih, jadi tidak terlalu dangdut banget”, jelas Lesti tentang lagu barunya ini.

Baca juga: LESTI INGIN BERDUET DENGAN SYAHRINI

Lesti memang memiliki kemampuan vokal yang luar biasa. Meski lagu ini di luar karakter lagu yang biasa dinyanyikannya, namun dirinya mampu menyanyikan lagu ini dengan interpretasi yang sangat baik dengan cengkok dangdutnya yang khas. “Lagunya memang berbeda banget dengan karakter lagu-lagu aku sebelumnya. Kebetulan lagu ini, aku dikasih langsung oleh penciptanya. Tujuannya memang setiap aku merilis single/lagu baru itu berwarna, jadi tidak flat atau sama dengan lagu-lagu aku yang udah ada. Pas dengar pertama udah langsung tahu dan menyatu juga dengan lagunya. Proses recording juga nggak begitu lama. Sebenarnya ini udah lama juga rencana rilisnya, tapi sempat cancel dulu karena nggak ada waktu yang pas. Senang, akhirnya bisa rilis juga”, ujar Lesti.

Egois - Lesti

Untuk video klip lagu Egois, Lesti tampil cantik dengan busana serba putih. Konsep video klip dibuat seolah Lesti berada di sebuah dunia khayalan. ” Konsep video klipnya keren, aku suka banget. Ceritanya di video klipnya aku ada di dunia khayalan. Ada adegan drama sama nari gitu,” ucap Lesti.

Baca juga: Lesti Masuk Nominasi ADI 2017!

Lesti dikenal tak hanya jago menyanyi dangdut, namun juga piawai dalam menyanyi sinden dan berakting. Terbukti, sudah banyak sinetron dan FTV yang diperankannya seperti Merpati Tak Pernah Galau (FTV 2014), Senandung Cinta Kejora (FTV 2014), Anak Tukang Sapu Jadi Dokter (FTV 2014), Kejora 2 Mencari Bintang (FTV 2015), sinetron “Siti Bling Bling Mengejar Cinta Pertama”, sinetron “Munajat Cinta Gadis Desa”, sinetron “ Jakarta Love Story”, sinetron “Bastian Steel Bukan Cowok Biasa” dan sinetron “Kuch Kuch Dangdut”.

Baca juga: Lesti Menang AMI Awards 2017

Kematangan vokal dan bakat yang dimiliki Lesti, dari waktu ke waktu dan ditambah jam terbang yang semakin banyak di dunia tarik suara, membawa Lesti kedalam jajaran penyanyi dangdut wanita yang cukup diperhitungkan di dunia musik dangdut Indonesia. Beberapa penghargaan di dunia tarik suara pun berhasil diraihnya. Sebut saja, Lagu Dangdut Paling Ngetop SCTV Music Award untuk lagu Kejora yang pada tahun 2015 lalu, Penyanyi Pendatang baru Wanita Terpopuler Indonesian Dangdut Awards (IDA) 2015, Penghargaan Penyanyi Dangdut Wanita Paling Inbox Inbox Awards 2016 dan Penyanyi Dangdut Wanita Paling Ngetop SCTV Music Awards 2016.

Official Video Clip | Lesti  – Egois :

http://bit.ly/LestiEgoisVC

ADIPATI New Release : “Tuhan Tidak Tidur”

whatsapp-image-2016-12-13-at-6-38-50-pm

ADIPATI. Band asal Bogor yang terbentuk pada Oktober 2015 ini terdiri dari Angga (Vokal), Hengky (Keyboard), Dudi (Gitar), Achul (Gitar), Aji (Bass), dan Dindin (Drum). Persahabatan sejak lama antara para personil band ini membuat mereka akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah band serta melakukan berbagai penampilan di café, pensi hingga acara-acara wedding di kota kelahiran mereka. “Kami sudah lama bersahabat baik dan sama-sama menyukai musik, akhirnya kami buat band ini,” ucap Angga ketika ditanyakan bagaimana akhirnya band ini terbentuk.

Meski terbilang pendatang baru, Adipati punya ambisi besar di blantika musik tanah air. Nama Adipati pun dipilih untuk mewakili semangat dan motivasi mereka untuk terjun ke dunia musik Indonesia. Diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya raja atau petinggi-petinggi  pada jaman kerajaan dahulu, para personil Adipati berharap suatu saat nanti mereka memperoleh kesuksesan dan turut mewarnai perkembangan musik Indonesia.

Setelah sukses merilis single perdana yang berjudul “Janur Kuning” dan single kedua yang diberi judul “Ini Bukan C.I.N.T.A”, kini Adipati merilis single terbarunya yang berjudul “Tuhan Tidak Tidur”. Lagu yang diciptakan oleh Dudi ini bercerita tentang pengkhianatan cinta yang idenya ia dapat dari kejadian di sekelilingnya. “Lagu ini sebenarnya bercerita tentang kesetiaan pada komitmen ketika berikrar untuk menjalin cinta dengan seseorang, meskipun pada perjalanannya banyak liku-liku. Lagu ini berpesan agar kita harus menjaga komitmen dan kesetiaan cinta walaupun pada akhirnya pasangan kita tidak menghargai kita ataupun berselingkuh. Jadi tidak perlu dibalas, karena kita percaya Tuhan tidak tidur”, jelas Dudi, sang pencipta lagu.

Nuansa musik yang dituangkan pada lagu ini sedikit berbeda dari lagu-lagu yang pernah dirilis oleh Adipati sebelumnya, dimana aransemen musiknya dibuat lebih pop serta menonjolkan suara Angga sebagai vokalis yang memiliki range yang luas. Hal ini juga diperkuat dengan penambahan nuansa choir di bagian akhir untuk semakin memperkuat klimaks dari lagu ini. Pada akhirnya, pemilihan lirik dan notasi yang sederhana namun menyentuh tetap akan menjadi kekuatan di setiap lagu Adipati yang akan ditonjolkan dalam lagu terbaru ini.

Kehadiran Adipati di blantika musik Indonesia, diharapkan dapat mengobati kerinduan pencinta musik Indonesia pada kejayaan musik Pop Melayu. Untuk itu, lagu ini hadir dalam sebuah album kompilasi yang bertajuk “Melati”, sebuah campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini bahwa bagi semua orang yang mencintai musik Melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati”.

 

Official Video Clip|ADIPATI – “Tuhan Tidak Tidur” :

https://youtu.be/6J-AapF-nIY

cover

 

ARMAND MAULANA New Release : “Sebelah Mata”

whatsapp-image-2016-12-13-at-11-11-14-am

   Official Video Clip|Armand Maulana – “Sebelah Mata” : https://t.co/4VXMPFl7gF

ARMAND MAULANA semakin serius menekuni solo kariernya di dunia musik Indonesia. Setelah sukses merilis single solo perdana “Hanya Engkau Yang Bisa”, kini di penghujung tahun 2016 Armand Maulana kembali merilis single kedua-nya yang diberi judul “Sebelah Mata”.

Masih bekerja sama dengan Lale, Ilman dan Nino sebagai pencipta lagu, lagu baru Armand Maulana ini mengangkat kisah cinta seseorang yang dipandang sebelah mata oleh orang lain. “Single terbaru gue ini judulnya Sebelah Mata. Lagu ini diciptakan oleh Lale, Ilman dan Nino. Ini tentang cinta dari seseorang yang dipandang sebelah mata. Jadi dia mencintai seseorang tapi orang itu memandang dia dengan sebelah mata. Dan dia ga ngoyo, ga bete. Yang penting gue mengagumi loe, mencintai loe, bisa lihat keseharian loe… Gue sudah happy, ” ucap Armand tentang makna lagu barunya tersebut.

Untuk aransemen musik di lagu ini, Armand Maulana mempercayakan sepenuhnya pada sang pencipta lagu yaitu Lale, Ilman dan Nino. “Awalnya pas kita selesai rekaman untuk lagu Hanya Engkau Yang Bisa, tiba-tiba Ilman nyeletuk ‘Kayaknya lagu yang gitaran cocok deh buat dinyanyiin Kang Armand’, dulu belum ada judul Sebelah Mata. Pas gue denger, wiihh keren banget. Lagunya asyik banget, liriknya bagus dan ga galau. Yang paling penting, lagu ini tuh mewakili gue banget dan mewakili apa yang gue mau,” jelas Armand Maulana.

“Kita sebelumnya udah pernah menciptakan lagu buat kang Armand judulnya Hanya Engkau Yang Bisa. Dan di lagu ini kita ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari lagu sebelumnya. Kali ini konsepnya lebih santai. Sebenarnya ini karya kedua kita sama Kang Armand. Alhamdulillah, kerjasamanya enak banget. Kang Armand orangnya juga sangat humble. Buat seseorang yang berkarier jauh lebih lama dan lebih senior dari kita, kerja sama dengan beliau enak sekali dan sangat kooperatif,” ujar Nino.

Dalam penggarapan video klip single “Sebelah Mata”, Armand Maulana mengikut-sertakan sejumlah musisi muda berbakat Tanah Air yaitu Barasuara, Dekat, Pandji Pragiwaksono, Elephant Kind, Stars and Rabbit serta Lale, Ilman dan Nino. “Gue sengaja mengajak musisi-musisi muda ini, gue hubungi mereka langsung, Gue memilih musisi-musisi muda ini sebagai cameo di video klip ini karena gue ngefans ke mereka. Gue respect banget sama mereka karena karya mereka yang keren-keren dan mereka adalah musisi-musisi muda yang buat gue jadi fondasi musik Indonesia saat ini,” kata Armand Maulana.

Official Video Clip|Armand Maulana – “Sebelah Mata” :

https://youtu.be/Qt_Dj2MzroQ