trinity_logo_web.png
Menu
New Release : Lilis Darawangi – Prei Pacaran. Jeritan Para Single Lewat Lagu Dangdut Jawa

Penyanyi aduhai jebolan ajang pencarian bakat yang digelar Indosiar, Bintang Pantura 1, yaitu Lilis Darawangi, kembali ramaikan industri musik dangdut.  Dibawah naungan 3D Entertainment, Lilis Darawangi merilis lagu dengan genre dangdut Jawa, berjudul Prei Pacaran.

 

Prei Pacaran diambil dari bahasa Jawa yang artinya libur pacaran, menceritakan tentang  wanita yang ingin serius menikah dan tak mau lagi pacaran.  Lagu ini pun dipilih langsung oleh Lilis, “Aku dikasih beberapa dari tim dan aku suka ini karena mewakili perasaanku saat ini”, tutur Lilis.  Tak heran, kalau Lilis begitu mendalami lagu yang diciptakan oleh Rudy Christian ini.

 

Tak hanya liriknya yang terasa sangat jujur, suara cengkok dan sengau Lilis yang menggemaskan dikemas sangat menarik melalui alunan gendang bertempo cepat, sangat khas dangdut Jawa.  Meski sebenarnya Prei Pacaran merupakan lagu sedih, namun jadi terasa agak riang, karena tak mendayu – dayu.  “Banyak lagu dangdut, yang kita dengar nada, lirik dan musiknya bernuansa sedih, tapi kalau dangdut-dangdut Jawa itu irama gendangnya cepat, walaupun liriknya bertema patah hati atau kekecewaan, aransemen dan iramanya pun terdengar segar, bikin semangat, tanpa menghilangkan ekspresi kekecewaan dalam liriknya,” papar Rudy Christian.

Sejak dulu Lilis terbiasa menyanyikan lagu – lagu koplo dan dangdut Jawa, jadi selama rekaman pun Dwi, mewakili A&R 3D Entertaintment tak mengalami kendala yang berarti.  “Bagian yang agak sulit itu saat merekam vokal lilis, suara dia kan tipe suara rendah wanita (Alto), tapi karena musiknya bertempo cepat atau nge-beat, jadi ada tantangan baru, yaitu bagaimana membuat suara rendahnya menyatu dengan jenis musik ini,” jelas Dwi.

Tak melulu soal tempo, sang Arranger, Tri Wijaya juga menambahkan berbagai jenis alat musik yang membuat para pendengar tak tahan untuk bergoyang.  “Aku kasih gamelan dikit-dikit karena kan itu temanya tentang kayak di pelaminan gitu.  Biar makin asik, unsur musik ska koplo dikombinasikan dengan gedruk kesenian jawa timuran juga ada di lagu ini,” ujar Arranger yang sangat piawai menata musik koplo asal Solo ini.

Lirik yang jujur dan gamblang, musik yang membangkitkan semangat pendengarnya diharapkan dapat menghibur dan meramaikan industri musik dangdut.  “Harapannya yang pasti lagu ini bisa diterima masyarakat, dan terutama pesan dari liriknya bisa sampai ke pendengar, khususnya untuk yang lama pacaran tapi kok belum menikah juga..haha,” tutup Dwi yang turut andil dalam pembuatan lagu ini dari awal sampai akhir.

Selamat mendengarkan lagu terbaru dari Lilis Darawangi “Prei Pacaran”, semoga lagu ini dapat mewakili perasaan buat semua yang belum menikah.

Streaming dan Download Lagu “Prei Pacaran” di seluruh digital platform seperti Joox, Spotify, Langit Musik, Apple Music  dan Deezer.

 

PREI PACARAN (LIRIK)

NGENES RASANE ATI

NYAWANG KONCO BARA’AN

WES PODHO KABEH MANTENAN

MUMET RASANE

BENDINO DI TAKONE

JARE TONGGO TONGGO

UMURKU WES TUO

NENG KOG RONG NDUWE GANDENGAN

MULAI SAIKI AKU PENGEN PREI PACARAN

UREP SESANDINGAN MARANG DIRIMU SAYANG

JANJIKU IKI BAKAL TAK LAKONI

ORA MUNG ONO NENG LATHI

PREI PACARAN GEK NDANG DI SAHKAN

KITA BERSAMA DUDUK DI PELAMINAN

MENJALIN SATU HUBUNGAN YANG SAKRAL

KITA BERDUA

Composed by RUDY CHRISTIAN

Arranger by Tri Wijaya

Produced,Mixed, Mastered @JAYA MEIDA RECORD SOLO

Vocal Recorded @HARPER Std, JKT

Engineered byBAMBANG

Drums by DEBY HERLAMBANG

Guitar by SUGENG

Published by MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

Naura Aku Indonesia “Musik Video Kaya Budaya Indonesia”

“Tak pedulikan warna kulitnya. Bentuk rupanya, ragam rambutnya. Tak pedulikan tanah asalnya, tutur bicara, keyakinannya.” Begitulah lirik pembuka dari lagu terbaru dari Naura yang berjudul “Aku Indonesia”. Lagu anak dengan semangat nasionalisme merupakan kado dari Naura bagi anak-anak Indonesia di Hari Anak Nasional.

 Tanggal 23 Juli banyak dikenal sebagai Hari Anak Nasional. Sebagai penyanyi anak-anak, Naura ingin mengungkapkan rasa cinta dan bangganya terhadap bumi pertiwi lewat single terbarunya “Aku Indonesia”. Lagu yang ditulis oleh kakak beradik Mhala dan Tantra ‘Numata’ ini menceritakan tentang seruan kebanggaan seorang anak Indonesia terhadap kekayaan budaya di Indonesia. Tidak lupa dilengkapi oleh lirik yang cukup dalam mengenai segala perbedaan masyarakat di Indonesia seperti, suku, agama, budaya bahkan bentuk fisik, mebuat lagu ini sangat menyenangkan untuk didengarkan berkali-kali. Musiknya yang dilengkapi dengan chant-chant bahasa daerah yang khas dan juga tetabuhan dari alat musik tradisional turut mengiringi keseruan. Tidak lupa dilengkapi oleh lirik yang cukup dalam mengenai kekayaan perbedaan Indonesia membuat lagu ini sangat menyenangkan untuk didengarkan berkali-kali. Lagu yang kaya akan makna ini sebenarnya sudah pernah dirilis dalam bentuk Video Lirik saat album “Katakanlah Cinta” direlease pada bulan November 2018 lalu.

 

 MUSIK VIDEO YANG MENARIK

Lagu yang kaya akan makna ini sebenarnya sudah pernah dirilis dalam bentuk video lirik. Dan melihat antusiasme dari penggemar Naura terhadap lagu ini, maka dibuatlah sebuah musik video untuk lagu “Aku Indonesia”. Di sutradarai oleh Candi Soeleman, musik video kali ini benar-benar dilakukan dengan konsep yang sangat menarik. “Sebenarnya ini bukan kali pertama saya membuat musik video untuk Naura. Tapi untuk lagu ini, saya memang ingin membuat sesuatu yang sangat kuat unsur budayanya. Baik dari bajunya, koreonya, pokoknya ingin menonjolkan kekayaan seni budaya Indonesia dalam sebuah musik video,” ungkap Candi yang juga sebelumnya menggarap musik video “Karena Kamu Artinya Cinta” dari Naura dan Nola B3.

Dengan bantuan dari koreografer Dudi Gunawan dan juga fashion stylist, Andre Panaga, musik video Naura kali ini benar-benar berbeda dari biasanya. “Untuk kostum sendiri, konsep busana yang Naura kenakan adalah multi budaya. Jadi saya memadukan beberapa baju Nasional dari Sabang sampai merauke kedalam dua looks busana. Jadi ada satu looks yang Naura mengenakan headpiece khas dari Kalimantan, di dadanya ada hiasan teratai khas Betawi, lalu kain dibagian dadanya juga berbahan songket dari Aceh, lalu Obi yang ada dipinggangnya khas Bali,” ungkap Andre.

Untuk menentukan konsep seperti itu Andre mendapatkan input dari Naura yang tidak hanya mengenakan busana tersebut tapi juga ia akan menari dengannya. “Paling kesulitannya itu, sih, karenakan headpiece dan beberapa aksesori lainnya cukup berat, sedangkan Naura mengenakannya sambil menari,” tambahnya.

Dan untuk gerakan koreografinya sendiri, Dudi Gunawan, memastikan tidak banyak menggunakan gerakan yang terlalu rumit ke dalam musik video ini. “Di sini saya lebih banyak menggunakan gerakan dalam tari daerah dan juga beberapa gerakan dalam permainan tradisional yang mulai jarang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang. Karena saya ingin gerakan dalam musik video ini lebih banyak memperlihatkan keceriaannya sebagai anak-anak yang bangga akan budayanya,” ungkap Dudi.

Selain memberikan koreografi, Dudi juga mencoba memberikan penjelasan ke tiap penarinya mengenai filosofi yang ada dibalik busana dan juga tari daerah yang mereka lakukan. “Saya ingin koreografinya tidak hanya berdasarkan hafalan gerakan saja tapi mereka juga memang tahu kalau busana dari daerah tertentu memiliki gerakan khasnya sendiri,” tambahnya.

  

LATIHAN DARI SUBUH

Dan untuk membuat musik video kali ini, Naura dan segenap kru yang bertugas harus sudah ada di lokasi dari pagi dini hari. Hal ini dikarenakan sedikitnya waktu yang dimiliki Naura dan timnya untuk latihan koreografi. “Waktu merupakan kesulitan utama kami semua yang ada di sini. Karena untuk membuat konsep, bahkan meeting tentang detail video klip semua dilakukan via video conference antara saya, tim Trinity Optima Production, dan juga mba Nola,” ungkap Candi mengenang proses pembuatan video kali ini. “Karena Naura sendiri sempat ada promo film, dan juga ada kegiatan juga di Broadway New York, jadi saat ditentukan tanggal syuting itu merupakan satu-satunya tanggal kita semua bisa kumpul dan mematangkan konsep. Jadi,  subuh kita semua sudah kumpul di lokasi syuting, lalu Naura dan timnya latihan koreografinya, lalu setelah siap kita baru mulai syutingnya,” tambahnya.

Walaupun demikian, Naura sendiri merasa sangat senang. Bagaimana tidak akhirnya musik video dari salah satu lagu favoritnya di album “Katakanlah Cinta” ini akhirnya bisa segera dirilis. “Karena lagu ini beat nya bikin semangat dan lirik lagunya juga penuh bagus banget. Terus musik videonya yang banyak menggunakan tari dan baju daerah juga. Pokoknya benar-benar musik video yang mengingatkan kita sebagai anak-anak Indonesia harus bangga dengan kekayaan budaya di Indonesia,” ungkap Naura.

Wah, jadi penasaran ya, akan seperti apa nih musik video dari Naura yang berjudul “Aku Indonesia” ini ya? Yuk, nanti simak musik di Youtube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platform favorit dan juga radio di seluruh Indonesia. Sekali lagi, selamat Hari Anak Nasional ya, anak-anak Indonesia!

 

AKU INDONESIA (Lirik)

Tak pedulikan warna kulitnya

Bentuk rupanya ragam rambutnya

Tak pedulikan tanah asalnya tutur bicara

Keyakinannya

 

Tak ada yang sama

Itulah yang membuat kita ‘kaya‘

Harus selalu ingat

 

Aku adalah indonesia

Beraneka ragamnya warna warni irama oh indahnya

Aku adalah indonesia

Rukunlah selamanya berdampingan bersama

Kita indonesia

 

Tak pedulikan ada di mana hati tertanam tuk negeri ini

Walau dunia riuh mendera damai selalu bumi pertiwi

 

Berbeda tak sama

Yang penting kita tetap jadi satu

Untuk slama slamanya

 

Torang samua basudara

O musti baku sayang sayang

Huduik kataraso indah

Meunyoe geutanyong saleung meuncinta

 

Composed by MHALA & TANTRA ‘NUMATA’

Published by PT. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Produced by AVA VICTORIA & FIGGY PAPILAYA

Sequencer, Piano & Mallet by FIGGY PAPILAYA/  Bass by ZULFADLI /

Guitar by BUDI RAHARDJO / Drums by RIO ALIEF /

Strings by RM. CONDRO KASMOYO, DESSY SAPTANY, ANA ACHJUMAN, AVA VICTORIA, YACOBUS WIDODO, ARYOTOMO

Vocal Recorded @BACKBEAT STD, Jkt, Engineered by ANGGI ANGGORO

Vocal Produced by SIMHALA AVADANA Edited by ANGGI ANGGORO

Background Vocals Arranged by SIMHALA AVADANA & AVA VICTORIA

Bacground Vocals by RIAFINOLA, AVA VICTORIA, SIMHALA AVADANA

Mixed by ANGGI ANGGORO

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT STD, Jkt

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

TARGET OPERASI – Younglex “Mantapkan Niat untuk Nyatakan Perasaan”

Pernah nggak sih kalian ngegebet seseorang dari jaman sekolah, kuliah, tapi sampai sekarang sudah kerja masih juga belum berani menyatakan? Sama-sama masih single, sesekali juga masih bertegur sapa, tapi belum juga berani menyatakan. Youtuber sekaligus trap rapper favorit kita semua, Younglex, sudah menyiapkan anthem buat para pejuang perasaan yang menahun.

Melalui single ‘Target Operasi’ Younglex ingin menceritakan tentang perasaan seseorang yang mungkin sedang mengincar seseorang untuk jadi pacarnya. “Dulu pasti saat jaman SMP, SMA, kuliah atau jaman apapun lah, masa-masa kita masih muda, pasti pernah dong naksir seseorang? Nah, sekarang saat kita sudah mulai dewasa, di usia lebih matang, kita ingat-ingat lagi orang yang pernah kita jadikan ‘Target Operasi’ ini dan jadi penasaran bagaimana kehidupan dia sekarang. Lebih baik atau nggak? Udah punya pasangan atau belum?” ungkap Lex.

Lagu yang sudah dirampungkan sejak tahun 2018 ini, memiliki musik yang lebih up beat dibandingkan single sebelumnya. “Lagu sebelumnya, ‘Flashback’, yang dibawakan bareng mas Anji itu kan lebih mellow dan temanya pun lebih ke arah kangen dengan momen bersama mantan. Nah, kalau ‘Target Operasi’ ini menceritakan tentang seseorang yang masih penasaran untuk mendekati orang dari masa lalunya,” ungkap Lex.

Lagu ‘Target Operasi’ ini dibuat oleh Younglex di Bali bersama MASGIB dan beberapa teman di sana. “Mungkin karena suasana Bali juga yang chill membuat lagu ini juga terdengar lebih asik untuk dipasang di party-party. Lagu nya juga bisa jadi anthem orang-orang yang memang sudah menahun nih ngegebet seseorang, dan jadi penyemangat mereka agar lebih siap ‘nembak’ gebetannya,” papar Lex.

Nah… jadi gimana? Sudah cukup penasaran kan dengan single terbarunya Lex yang berjudul ‘Target Operasi’ ? Yuklah, di cek video liriknya di akun Youtube Trinity Optima Production. Dan lagunya juga sudah bisa di-request di radio seluruh Indonesia serta didengarkan di seluruh digital streaming platform favorit Anda.

 

T.O (Lirik)

 

Kamu target operasiku

Sasaran hatiku

Incaran lama yang kutunggu

Kamu target operasiku

Sasaran hatiku

Incaran lama yang kutunggu

 

I ain’t gonna lie

Yeah you just my type

Yeah you just my type

And i swear to god

Yeah you will be mind

Yeah you will be mind

And i ain’t gonna lie

Yeah you just my type

Yeah you just my type

And i swear to god

Yeah you will be mind

Yeah you will be mind

 

Huh..

Sekarang kamu jadi target jadi target

Kita berdua menari kayak magnet

Ayo kita ke Ragunan buktiin ini bukan cinta monyet

Kamu kembali epic comeback

Kamu resolusi ku ditiap akhir tahun tiup terompet

Huh..ku tiup terompet

Kutunggu kamu dari zaman batu

Ku yang sekarangbukanlah yang dulu

Sekarang bisa jamin masa depanmu

Mantanmu mental tempe kamu pasti tahu

Bukan gombalan classic

Sekarang kamu makin menarik huh..

Sasaran utamaku..kamu masih..

Composed by YOUNG LEX & MASGIB

Published by MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Produced & Mixed by TATSURO MILLER @THERECROOM Std, KL, MAL

Vocal Recorded @BACKBEAT Std, JKT

Engineered by ANGGI ANGGORO

Vocal Produced by SIMHALA AVADANA

Mastered by DIMAS PRADIPTA @SumIt! Std

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release: UNGU “Penghuni Surga Sejati-Mu”

Menuju bulan suci Ramadhan UNGU kembali menyuguhkan sebuah single religi yang berjudul “Penghuni Surga Sejati-Mu”. 

Kembalinya Ungu ke dunia musik diawali dengan direleasenya 2 (dua) single religi menjelang bulan Ramadhan. Setelah sukses dengan single‘Hasbunallah’ yang telah direlease pada tanggal 12 April 2019, hari ini UNGU kembali dengan single terbaru yang berjudul‘Penghuni Surga Sejati-Mu’.

Lagu yang berisi tentang harapan untuk bisa menjadi penghuni surga sejati ini, akan digunakan sebagai themesong sebuah sinetron Ramadhan yang berjudul ‘Para Pencari Tuhan’ yang dibintangi oleh Deddy Mizwar dan akan ditayangkan di SCTV pada bulan Ramadhan. Oncy, gitaris dan juga penulis lagu ini,  mengaku bahwa inspirasi utama lagu ini adalah dirinya sendiri yang terus belajar dari setiap kesalahan yang dilakukan. ‘Penghuni Surga Sejati-Mu’ saya tulis untuk mengingatkan diri saya sendiri dan teman-teman bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan akan selalu butuh bantuanNya untuk menemukan kembali jalan untuk kembali kepadaNya,” ungkap Oncy. “Dan atas bantuanNya, kita bisa mendapatkan jalan yang terbaik. Jadi, lewat lagu ini, saya ingin menggambarkan kalau manusia yg baik adalah manusia yang selalu berusaha lebih baik untuk ke depan, selalu berusaha untuk kelak bisa menjadi Penghuni Surga Sejati,” tambahnya.

UNGU berharapkembalinya mereka ke industri musik dapatmengobatirasa rindu dari penggemarnya, dan juga bisa kembali memberikan pilihan lagu religi dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Untuk itu, UNGU juga akan memberikan penampilan perdana untuk single-single religi terbarunya di acara Hitstory Edisi Ungu yang akan tayang pada tanggal 4 Mei 2019 di SCTV.

Lagu ‘Penghuni Surga Sejati-Mu’ sudah bisa didengarkan di digital streaming platform favorit Anda dan juga sudah bisa di request di radio kesayangan.

 

New Release : UNGU  Hasbunallah “Sapaan Rindu Religius di Bulan Ramadhan”

Setelah hampir dua tahun vakum akhirnya Ungu Band kembali meluncurkan single terbarunya, kali ini single religi untuk menyambut bulan Ramadhan. Dengan formasi lengkap, Pasha, Enda, Oncy, Maki, dan Rowman menyapa kembali penggemarnya lewat single “Hasbunallah”.

 

Sebagai grup band, UNGU salah satu kelompok musisi yang paling produktif dalam membuat hits single religi. Pastinya kita semua banyak masih ingat beberapa lagunya seperti Andai Ku Tahu, SurgaMu, Para Pencari-Mu, dan masih banyak lagi lagu-lagu hits religi lainnya yang menemani kita semua sepanjang bulan Ramadhan sampai hari Fitri. Album religi pertama mereka, SurgaMu pun berhasil mendapatkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia di tahun 2008 sebagai Album Pop Terbaik. Lagu Andaiku Tahu yang juga melejit di tahun yang sama juga berhasil mendapatkan Anugerah Musik Indonesia tahun 2008 untuk Karya Produksi Terbaik.

 

Setelah itu, jelas album-album pop lainnya dari UNGU pun hadir di tengah masyarakat dan makin melambungkan grup band asal Jakarta ini. Namun, setelah keputusan sang vokalis, Pasha, untuk menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu di tahun 2016 membuat eksistensi dari grup band ini pun turut vakum sementara. Hingga sampailah di tahun 2018, yang juga merupakan tahun terberat bagi Indonesia. Di penghujung tahun tersebut, kota Palu di hantam oleh gempa dan tsunami yang meluluhlantakan seisi kota. Sebagai Wakil Walikota Palu, bencana alam ini memberikan bekas yang mendalam bagi Pasha. Allah SWT menjadi sandaran Pasha dimasa-masa sulit tersebut. Lewat lagu “Hasbunallah”, Pasha ingin mengingatkan kembali kepada seluruh penggemarnya untuk kembali ke jalan-Nya.

 

Tidak butuh waktu lama bagi Pasha dan Enda untuk merampungkan lagu ini. “Ketika kita bertemu di basecamp Pasha sudah ada lagunya dan kita hanya workshop enggak sampai seharian, lagu ini sudah selesai,” ungkap Enda. Dan bagi mereka kehadiran single Hasbunallah tidak hanya sekadar inspirasi lagu tapi juga telah menjadi pedoman hidup yang mereka pegang. Karena patut diakui, tiap-tiap anggota UNGU memiliki momen terpuruk dalam hidup mereka dan kembali ke jalan Allah merupakan satu-satunya yang mampu membuat masing-masing dari mereka berdiri kembali.

 

Dan untuk melengkapi single ini, sebuah musik video telah disiapkan kepada penggemar. Sebuah video musik arahan Candi Soeleman telah rampung dibuat. Dalam video ini memberikan gambaran tentang makna Hasbunallah. “Kalau musik video nya sendiri menceritakan tentang manusia yang kadang terlalu sibuk dengan kehidupannya, sehingga lupa kalau apa yang ia punya datangnya dari Allah SWT. Hal itu yang ingin kami ingatkan lewat musik video ini. Bahwasannya, apapun yang dimiliki manusia akan kembali juga kepada-Nya,” ungkap Candi. Wah, penasaran ya? Seperti apa sih musik videonya, yuk kita simak sama-sama!

 

HASBUNALLAH (LIRIK)

 

Apa yang terjadi pada manusiakini

Semakinharisemakintertutupmatihati

Seakantiadalagipengobathatisedih

Manusiakemana kau pergi

 

Apa yang terjadi pada zaman hariini

Manusiasemakinharisemakintakterkendali

Lupakahkitaakandia yang mengasihi

Manusiakemana kau pergi

 

Dia selaluada

Untukkita

Untuksemua

Diaslaluada

Tukhambanya

Yang tlahmati dan masihbernyawa

 

Hasbunallah wani’mal wakil

Ni’mal maula wa ni’man nashir

Walanabluwannakum hatta na’lamal mujaahidiina

Minkum wash-shaabiriin

Composed by Pasha UNGU

Recorded @MusicaStudios, JKT

Engineer by Horas Pinem

Keyboard by Gatz Keys

Loop & Edited by Vais Randi

Mixed by Toni Hawaii

Mastered by Toni Hawaii @musicamastering

Published by MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release : “Bawa Daku Pergi” Armand Maulana

Bagi Anda yang lahir dari besar di era 90-an pastinya sudah sangat akrab dengan hits dari Ruth Sahanaya yang berjudul “Bawa Daku Pergi”. Dan kini, Armand Maulana telah mempersiapkan suguhan terbaru dari lagu “Bawa Daku Pergi” dengan aransemennya yang khas.

“Ini merupakan single terkerennya dari Ruth Sahanaya dan banyak orang yang tumbuh besar dengan lagu ini. Dan waktu kami memutuskan untuk membuat lagu ini benar-benar dengan keputusan yang cukup singkat. Karena memang lagunya asik dan juga belum ada juga sih yang me-remake lagu ini,” ungkap Simhala Avadana selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Lagu karya Putut Mahendra ini diproduseri dan diaransemen ulang oleh DJ asal Malaysia bernama Tatsuro Miller. Tanpa meninggalkan unsur 90-an dan synth-nya yang khas dari lagu ini, Tatsuro Miller dan Armand Maulana mampu membuat versi yang baru dari lagu legendaris ini. “Karena kang Armand juga memang nge-fans sama Uthe dan suka banget dengan lagu ini, jadi pas rekaman lagu ini semua berjalan lancar,” tambah Mhala.

Untuk membawakan lagu ini, Armand Maulana sudah mendapatkan restu dari publisher lagu ini dan juga berhasil membuat Ruth Sahanaya merasa sangat surprisesaat dibawakan pertama kali lagu ini di konsernya pada tanggal 11 Januari lalu. “Armand membawakan lagu ‘Bawa Daku Pergi’ keren banget, bisa membawakan warna yang lain kepada lagu ini. Saya sebagai penyanyi aslinya merasa sangat tersanjung, suatu kebanggan tersendiri buat saya karena lagunya bisa dinyanyiin oleh Armand Maulana. Ternyata bisa juga lagu ini dibuat versi lakinya dan tetap memberikan nuansa musik yang khas-nya Armand banget,” ungkap Uthe yang juga mengakui kalau Armand Maulana merupakan salah satu penyanyi idolanya.

Bagi Anda yang belum sempat mendengarkan langsung lagu “Bawa Daku Pergi”, lagu ini sudah bisa didengarkan di radio seluruh Indonesia, Digital Streaming Platform favorit Anda, dan juga pastinya video liriknya sudah tersedia di akun Youtube Trinity Optima Production. Penasaran? Yuk klik link yang ada di foto bawah ini:

 

BAWA DAKU PERGI (Lirik)

Bawa daku pergi

Saat kau kembali

Bawa daku pergi

Bersamamu

 

Mengapa aku terlena

Saat kau pergi

Kubuat kau kecewa

Tak terulang lagi

 

Tiada lagi yang kupinta

Hanya ada cinta

Tiada kataku berguna

Hanya ada cinta

 

Bawa daku pergi

Saat kau kembali

Bawa daku pergi

Bersamamu

 

Bawa daku pergi

Saat kau kembali

Bawa daku pergi

Bersamamu, oh kasih

Jangan ragu padaku lagi

Aku rindu , oh kasih

Waktu berganti aku menanti

 

Hanya kau yang aku suka

Jika ada cinta

Dan hanya kau yang aku minta

Jika ada cinta

Composed by PUTUT MAHENDRA

Published by PT.AQUARIUS PUSTAKA MUSIK

Produced & Mixed by TATSURO MILLER

Vocal Produced by IRVNAT

Vocal Recorded @BROTHERLAND STD, JKT

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT STD, JKT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release : Cassandra Band “Biar Aku Saja” – Suguhan Bagi Mereka yang Ingin Move-On

Nama Cassandra Band sudah menjadi perbincangan banyak orang sejak tahun 2010. Lewat lagu “Tetap Menjadi Milikmu” dan “Cinta Terbaik”, Cassandra Band mampu mendulang kepopuleran di belantika musik nasional. Setelah sempat hampir satu tahun vakum, Anna (vokalis), Coki (bass), dan Inos (gitar) kini kembali dengan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”.

 

DARI KISAH GAGAL MENIKAH

Bagi beberapa orang, lagu-lagu Cassandra Band mungkin menjadi lagu anthem bagi hubungan mereka. Lagu-lagunya yang didominasi dengan lirik cinta yang menyenangkan dibawakan dengan musik pop ballad yang sendu membuat siapapun bisa merasakan apa yang dilantunan musiknya. Single kedua Cassandra yang  dirilis pada tahun 2011, “Cinta Terbaik”, hingga hari ini masih menjadi idola banyak orang yang tengah mencinta.

Tapi, lagu itu adalah lagu lama. Kini, di dalam ‘rumah barunya’ Cassandra siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”. Bersama Trinity Optima Production, Cassaandra Band siap mengeksplor lagu-lagu cinta yang lebih personal dan juga sendu.

Berbeda dengan lagu sebelumnya yang memiliki lirik cinta yang lebih general, single “Biar Aku Saja” memiliki latar belakang cerita yang sangat personal, terutama bagi Coki. “Lagu ini saya tulis saat saya sedang berada di rumah sakit, patah hati setelah saya batal menikah,” ungkap bassist Cassandra yang mengenang momen kepedihan hatinya di tahun 2017 lalu. “Dan waktu sedang berada di rumah sakit, saya mencoba mencerahkan hati dan pikiran saya dengan mambaca buku. Waktu itu membaca buku Pidi Baiq yang berjudul ‘Dilan 1990’. Di situ ada kata-kata ‘jangan rindu, ini berat, kamu tak kan kuat, biar aku saja’ di situ saya langsung merasa kata-kata pas dengan perasaan saya saat itu. Ya sudah, akhirnya saya coba buatlah lirik dan lagunya,” tambahnya.

 

RESTU DARI PIDI BAIQ

Sebelum merilis single ini, Cassandra Band belum merasa lega tanpa ada izin dari penulis buku yang menjadi inspirasinya. Di akhir tahun 2018, personel Cassandra Band ditemani oleh A&R dari Trinity Optima Production mengunjungi Pidi Baiq di Bandung untuk meminta izin penggunakan quotes dari buku teranyarnya. “Untungnya Pidi Baiq memberikan izinnya. Karena mungkin kami sama-sama pekerja seni jadi kami tahulah sangat penting untuk meminta izin penggunaan hak cipta walaupun itu hanya berupa kata-kata,” ujar Coki yang juga mengaku penggemar dari Pidi Baiq. “Walaupun lagu ini tidak sepenuhnya terinspirasi dari cerita Dilan, tapi kata-katanya mampu membuat saya terinspirasi untuk membuat lagu ini. Karena itulah saya merasa sangat senang mendapatkan izin dari beliau,” tambahnya.

Dan untuk melengkapi single ini, Aco Tenriyagelli, telah mempersiapkan sebuah musik video untuk lagu “Biar Aku Saja”. Konsep video klip kali ini menceritakan tentang dua orang pasangan yang mencoba berdamai dengan masa lalu mereka dengan cara membakar barang-barang kenangan mereka. “Waktu pertama kali dengar lagu ini, pastinya bagus lah, makanya saya setuju untuk membuat musik video ini. Tapi kalau tanggapan personal saya adalah ‘bakar’ hahaha, bakar aja kenangan-kenangan lama biar cepat bisa move on-nya,” ungkap Aco. Wah, jadi penasaran ya, seperti apa sih video klip terbaru Cassandra Band “Biar Aku Saja”, yuk tonton video klip nya berikut ini yuk! Jangan lupa tuliskan komentar kamu di bawah ini tentang lagu terbaru Cassandra “Biar Aku Saja” ini ya 🙂

BIAR AKU SAJA (Lirik)

Satu satunya kenangan

Yang tertanam di hatiku

Saat dulu kita

Tak terpisahkan

 Seandainya waktu dapat

Ku putar kembali

Tak kan sebodoh ini

Tak kan ku khianati

 Kehilangan dirimu

Buatku sesaat tak ingat bagaimana caranya bahagia

Ketika tak bersamaku

Kumohon jangan rindu

Ini berat kamu takkan kuat

Biar aku saja

 

Composed by CHOKI “CASSANDRA” SIMANJUNTAK

Lyrics Inspired by PIDI BAIQ

Piano &Strings by ZACK THE JACKMAN

Piano Recorded @RINTOP Std, Jkt

Strings Recorded @BLUESMAN Std, Jkt

Drums by GRACE J. THEO

Backing Vocals by OLIVIA ILONA

Vocal Recorded@BACKBEAT Std, Jkt

Engineer By ANGGI ANGGORO

Mixed by CHOKI “CASSANDRA” @BLUESMAN Std, Jkt

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT Std, Jkt

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release : ADIKARA – PESONA CINTA

Adikara Fardy, penyanyi berusia 18 tahun ini memang sudah cukup dikenal di industri musik tanah air. Diawali dengan project  bersama Melly Goeslaw untuk mengisi soundtrack “Eifeel I’m in Love 2”, dilanjutkan dengan kesempatan pada tahun 2018 untuk mengisi acara musik jazz tahunan terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival, menjadi salah satu pengisi di acara Chandra Darusman Live in Concert serta tampil pada Chaseiro All Stars pada pertengahan Februari 2019 lalu,  membuat namanya kian melambung. Dan kini, penyanyi yang mengawali karier musiknya sebagai cover song singer di  social media ini telah siap meluncurkan single perdananya, “Pesona Cinta”.

 

PERASAAN YANG MENGGANTUNG

Belum genap empat tahun sejak postingan musik pertamanya ia unggah ke Instagram, tapi nama Adikara Fardy sudah banyak dikenal dan disukai oleh banyak orang. Dan kini, setelah dirinya resmi bergabung dengan Trinity Optima Production, Adikara Fardy telah siap memamerkan lagu perdananya yang berjudul “Pesona Cinta”.

Lagu yang ditulisnya bersama Rendy Pandugo ini mengisahkan tentang seseorang yang perasaannya digantung oleh kekasihnya. “Ketika dua pasang manusia yang tengah jatuh cinta, namun tiba-tiba sang kekasihnya tidak merasakan hal yang sama seperti sebelumnya. Ini membuat hubungan mereka jadi tak tentu arah,” ungkap anak didik vokal dari Otti Jamalus.

Lagu dengan genre light hazz yang dilengkapi dengan lirik puitis ini ditulis oleh Rendy Pandugo dan Adikara dan di aransemen oleh Ari Aru. Sebagai pendatang baru, ini merupakan kali pertama Adikara melakukan workshop bersama dengan musisi lainnya. “Kalau sebelum-sebelumnya saya sudah mendapatkan materi yang sudah jadi,  musik dan lirik sudah jadi dan saya tinggal membawakannya saja. Nah, karena ini single pertama saya, saya ingin lebih involve dalam proses produksinya,” ungkap Adikara.

 

PROSES YANG CUKUP LAMA

Proses kolaborasi mereka pun cukup mudah. Menurut Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production, proses workshop keduanya berjalan sangat cepat. Hanya butuh waktu 6 jam, keduanya berhasil merampungkan lagu “Pesona Cinta”. “Adikara sendiri memang sangat look up ke Rendy dan Ari Aru, jadi proses pembuatan lagunya sendiri hampir enggak ada kendala. Walaupun merek terpaut usia yang cukup jauh,” ungkap Mhala.

Hal tersebut dibenarkan oleh Adikara. “Awalnya saya pikir proses workshop dengan musisi lain akan sangat sulit, tapi ternyata saya salah. Mungkin karena kak Rendy juga orangnya humble banget dan jago mencairkan suasana dan mas Ari Aru juga sangat open minded, jadi lagu ini pun jadi dalam waktu yang cukup singkat,” tambah Adikara.

Walaupun lagu ini terbilang cukup singkat untuk dirampungkan, tapi Mhala mengakui kalau proses pemilihan lagu ini untuk menjadi single perdana Adikara sempat melalui proses yang panjang dan lama. “Karena selain lagu ini, Adikara sudah punya beberapa materi dan lagu yang sudah siap. Kami harus menentukan lagu mana yang paling tepat untuk menjadi single perdana Adikara.  Setelah melalui proses  diskusi yang cukup lama, akhirnya terpilihlah lagu ini,” papar Mhala.

Dan dengan terpilihnya lagu ini, Adikara membuktikan kemampuannya dalam membuat dan  membawakan musik jazz yang membesarkan namanya. “Di lagu ini adalah perkenalan saya dengan seluruh pendengar musik tanah air. Makanya lagu yang dipilih pun lagu light jazz yang lebih ringan untuk diterima oleh orang banyak. Semoga lagu ini bisa memberikan kesan yang baik untuk penikmat musik tanah air,” ungkapnya.

Dan untuk melengkapi single “Peson Cinta”, Davy Linggar telah membuat musik video untuk lagu ini. Berlokasi di Jakarta dan Amsterdam, Belanda, music  video ini mengambil setting suasana gloomy musim salju di Amsterdam dengan cerita pada scenes sesuai dengan lirik lagunya.  Diharapkan musik video ini bisa menjadi pengenalan pertama sosok Adikara kepada pecinta musik. Lagunya sudah bisa didengarkan seluruh radio di Indonesia dan juga sudah tersedia di digital streaming platfrom kesayangan Anda. Yuk kita tonton video klip nya!

 

PESONA CINTA (Lirik)

Kau berjalan dengan raut wajah gelisah

Melewatiku seolah semua tak biasa

Hatiku ingin bertanya

Sadarku kau sedang perankan pesona cinta

 

Membisu saat kuharus bicara

Terpaku seakan detik pun enggan berjalan

Tertipu saat kau gantungkan jawaban

Cintamu padaku

 

Adakah kau rasakan apa yang kurasa

Membacamu membuat hatimu tak semudah kau kira

Hatiku sungguh bertanya

Sadarku kau sedang perankan pesona cinta

 

Kurajut rapi dengan hatiku untukmu

Meski tak berbalas indah hadir untukku

 

Composed by RENDY PANDUGO / ADIKARA FARDY

Published by SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA / MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Produced & Mixed by ARI ‘ARU’ RENALDI

Drums / Keys by ARI ‘ARU’ RENALDI

Guitars by TOPAN ABIMANYU

Bass by RUDI ZULKARNAIN

Vocal Produced by BOWO ‘SOULMATE’

Vocal Recorded @BRO’S Std, JKT

Engineered by ADIT

Background Vocals by BOWO ‘SOULMATE’ & SIMHALA AVADANA

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT Std, JKT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

“FEEL SO RIGHT” Self-Empowerment Anthem dari Trio Paling Bersinar di IndustriMusik Tanah Air

Kolaborasi adalah hal paling common di industri musik. Baik musisi sealiran maupun lintas aliran bekerja sama melahirkan karya segar, otentik dan berbeda dari karya yang biasa mereka produksi. Kolaborasi memberikan tambahan tangan, pendengaran, ide kreatif, dan akses sesama seniman untuk melahirkan karya baru yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Kolaborasi pun tidak hanya biasa dilakukan antar musisi namun juga dengan para brand terkemuka untuk kian menguatkan relevansi dari pesan yang ingin disampaikan.

Pengalaman kolaboratif ini terjadi pada 3 musisi kenamaan Indonesia; Afgan, Isyana Sarasvati danRendy Pandugo. Dipertengahan Februari tahun 2018 silam, ketiganya meluncurkan single berjudul “Heaven”, sebuah lagu manis bernuansa akustik yang awalnya menjadi project kerjasama antara Afgan dan Rendy Pandugo dalam pembuatan materi, lalu berubah menjadi kolaborasi 3 musisi melalui hadirnya Isyana Sarasvati yang terjadi secara spontan.

“Heaven” merupakan persembahan berbeda bagi ketiga musisi. Tanpa diduga, lagu ini memenangkan hati penggemar dari masing–masing musisi dan penikmat musik secara umum. Sampai sekarang, “Heaven” telah didengarkan hingga 11 juta kali melalui platform musik digital, sedangkan music video dan video lyrics telah dinikmati oleh lebih dari 4,8 juta kali di YouTube. Bersamaan dengan luasnya distribusi karya ini, ketiga musisi juga meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia dan SCTV Music Awards.

 

Hal membahagiakan lain dari ketiga musisi adalah reaksi para penikmat musik saat masing-masing individu membawakan lagu “Heaven” di berbagai panggung. “Awalnya sedikit ragu membawakan “Heaven” tanpa Isyana dan Rendy, tapi melihat animo penonton yang begitua ntusias dan ikut bernyanyi akhirnya meyakinkan saya bahwa lagu ini dicintai banyak orang”, ungkap Afgan.

Hal yang sama juga dirasakan pada penampilan individu dari Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo yang selalu memasukkan “Heaven” pada set list performance. Tidak itu saja, lagu ini juga membawa ketiga musisi iniuntuk tampil dipanggung We The Fest dan Ramadhan Jazz Festival 2018.

Ajakan Aktualisasi Diri Bersama Zilingodan Project AIR melalui ‘Feel So Right’

Memasuki tahun 2019, kolaborasi Afgan, Isyana Sarasvati danRendy Pandugo memasuki fase baru melalui Project AIR dengan garapan yang semakin serius, salah satunya dengan adanya kolaborasi kreatif dengan platform fesyen dan gaya hidup terdepan, Zilingo. Sebuah Extended Play telah dipersiapkan oleh ketiganya di tengah aktivitas dan sulitnya menyatukan jadwal dari masing-masing individu.

Melalui single pertama dari EP berjudul “Feel So Right”, garapan dibuat berbeda dari“Heaven”. Jika single terdahulu menyajikan nuansa akustik yang kuat, “Feel So Right” diproduksi dengan treatment musik berbeda dan penuh irama sehingga tak akan membiarkan semua penggemarnya hanya berdiam diri.

Semangat self-empowerment dari lagu “Feel So Right” juga sejalan dengan pesan #SiapaSihLo milik Zilingo. Sebagai platform terkemuka di bidang fesyen dan gaya hidup, Zilingo secara aktif mendorong para pelanggannya untuk selalu mengekspresikan diri mereka yang luar biasa melalui gaya pilihan mereka. Melalui lebih dari dua juta pilihan koleksi yang ada, Zilingo menjadikan proses  pemilihan gaya menjadi mudah diakses bagi semua kalangan.

“Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau saya bisa menggarap dance track seperti ini karena mungkin menjadi sesuatu yang mustahil jika  dilakukan pada proyek solo. Saat bersama Afgan dan Isyana, vibe dan inspirasinya mengalir ke arah chill dan dance seperti ini, ungkap Rendy tentang proses pemuatan lagu “Feel So Right”.

Lagu ini menggambarkan kegembiraan dan kepuasan yang muncul dari seseorang melalui ekspresi kepercayaan diri yang sebelumnya  mungkin terpendam. Layaknya self-empowerment anthem yang berlaku umum, pemberdayaan terbaik adalah pemberdayaan yang lahir dari dalam diri.  Saat menemukan versi ternyaman pada diri sendiri, kita mulai berekspresi dengan berdansa dan lebih mencintai diri pada setiap langkah, cerita Isyana saat menjelaskan lirik “Feel So Right”.

Chemistry diantara ketiga musisi memang tak terbantahkan lagi, bahkan tak ada yang lebih menonjol dan mendominasi. Uniknya, semua proses  terjadi secara mengalir dan natural. “Banyaknya kesamaan preferensi dan pemikiran, yang dalam bahasa kita disebut ‘satu frekuensi’  sepertinya menjadi kunci langgengnya trio ini”, begitu Afgan bercerita tentang keseruan bekerja sama dengan Isyana dan Rendy. “This project obviously the most fun project that I’ve worked to”.

Sekali lagi musik membuktikan bahwa ia adalah bahasa yang universal, menembus berbagai halangan dan berbedaan,  bahkan membuka kesempatan untuk bereksplorasi lebih. Pada kasus trio Afgan, Isyana, Rendy adalah brand Zilingo yang menjadi partner dalam menyebarkan pesan pemberdayaan diri.

“Fesyen dan musik sering kali menjadi media bagi seseorang untuk menunjukkan kepribadian mereka. Menyadari hal ini,  Zilingo tidak dapat memikirkan figur yang lebih baik dari Afgan, Isyana, dan Rendy untuk membantu mendukung pesan #SiapaSihLo milik kami. Masing-masing musisi berbakat ini merupakan panutan bagi jutaan orang di Indonesia dengan gaya pribadi mereka sendiri, dan itu mengalir melalui musik mereka. Melalui “Feel So Right”, kami berharap dapat menginspirasi semua orang untuk mulai mengekspresikan diri mereka yang luar biasa melalui media  pilihan mereka, baik itu melalui fesyen, musik, seni atau medium lainnya, ” kata Sarah Humaira, VP dan Head of B2C Marketing, Zilingo.

 

Spirit SelfEmpowermentMelalui Irama dan Visual

Finalisasi musik “Feel So Right” diserahkan kepada produser musik asal Swedia bernama Harry Sommerdah yang sebelumnya pernah menangani lagu-lagu dari GAC. Ditangan sang produser, “Feel So Right” menjelma menja di dance track yang catchy dan ekspresif sehingga sangat  mustahil untuk diabaikan. Terlebih lagi, terdapat petikan gitar yang sangat khas dari Rendy Pandugo.

Sementara itu, visual “Feel So Right” diserahkan kepada photographer/director handal Davy Linggar. Pengambilan gambar untuk music  video dan photoshoot dilakukan di Tokyo, Jepang. Dengan tim yang relatif kecil, Project AIR mengeksplorasi keindahan kota Tokyo di area yang yang tidak terlalu touristic.

Pada video musik, Afgan, Isyana, Rendy terlihat berjalan di kawasan Ropongi, Ueno Station, Omotesando dan Aoyama. Dengan teknik editing yang banyak memperlihatkan pergantian antar individu pada lokasi yang sama menjadikan hasil akhirnya terkesan begitu dinamis dengan spirit  pemberdayaan diri yang sangat kuat.

Sebelumnya, Davy Linggar sempat bekerja sama dengan Afgan dan Rendy Pandugo pada penggarapan musik video secara solo, namun bagi Isyana menjadi kali pertamanya. “Afgan, Isyana, Rendy adalah 3 artist yang  seru untuk bekerjasama dan mudah diarahkan karena sudah memahami konsep dan visi yang ingin kita capai. Bahkan, perpindahan lokasi dalam suhu cuaca yang cukup dingin tidak menjadi halangan”, begitu Davy bercerita.

 

Feel So Right by Afgan, Isyana Sarasvati, RendyPandugo

Verse:

Never have I been this way

Look at me now I’m ready to sing and sway

Superstardom one step away

You will be amazed

Now its time for my brand new day

Time to shine cos I wont let this fade to grey

Telling my emotions to say

I bring out the best of me

lemme out and you will see

Never ever gonna see my,

Never ever gonna see my night

(When) All I see is light

ALRIGHT!

Never ever gonna see my,

Leave it for another day,

All I see is light,

Alright!

REFF

Hold me tight, come and

Dance with me all night,

And let our heart’s desire

Feel so right

You and I, no we’ll never be apart

I’ll make it last forever

Feel So Right by Afgan, Isyana Sarasvati, RendyPandugo

Composed by Isyana Sarasvati, RendyPandugo, Afgan

Music Produced by Harry Sommerdahl

Mixed by Harry Sommerdahl at Limestone Studio

Mastered by Stephan Santoso at Slingshot Studio

Published by Sony Music Entertainment Indonesia/Massive Music Entertainment

New Release : DILA ERISTA – BUKU NIKAH

 

Sudah lama pacaran tapi belum ada tanda menuju pernikahan? Sekalinya niat menikah muncul, sang kekasih mengajak nikah siri! Wah, pasti sangat membingungkan ya! Tapi, lewat lagu “Buku Nikah” Dila ingin mengingatkan bagi pasangan yang ada di luar sana kalau menikah secara sah lebih baik.

Penyanyi dangdut yang besar dari ajang pencarian bakat di sebuah stasiun televisi ini tidak asal memilih lagu untuk single terbarunya. Di awal tahun 2019 ini, penyanyi asal Karawang ini mengaku dirinya pernah dilamar untuk menikah sirih. “Jelas saya tolak, lagian kalau sama-sama masih single kenapa harus mau nikah sirih. Harus legal dari negara dong yang ada buku nikahnya,” ungkapnya.

Lagu yang ditulis oleh Italiani Ikmal ini menceritakan tentang seorang wanita yang enggan menerima pinangan untuk nikah sirih. “Makna yang ada di dalam lagu ini sebenarnya hanya sekedar pengingat bagi kita semua, kalau sudah suka sama suka dan memang sama-sama masih sendiri harusnya berani menikah secara sah yang diketahui oleh negara dan agama. Juga buat pengingat bagi teman-teman diluar sana jangan gampang menerima pinangan untuk nikah sirih,” tambahnya.

Untuk melengkapi single ini, sebuah musik video telah disiapkan. Disutradarai oleh Nadya Apriliyani, musik video kali ini dibuat menarik ditemani oleh para dancer. “Dengan nuansa lagu nge beat dan full house musik video clip Dila dibuat full perform bersama para dancer. Adapun cerita yang akan ditampilkan di dalamnya, yaitu, kekasih Dilla datang membawa cincin kepada Dilla untuk menikahi Dila secara siri, namun Dila menolaknya karena ia hanya ingin dinikahi secara sah dan diakui negara agar Dila mempunyai buku nikah,” ungkap Nadya. Wah, penasaran yaa? Yuk, simak musik videonya di bawah ini ya!

 

Buku Nikah (Lirik)

 

Abang datang memberi kabar

Abang sudah duda tapi beranak dua

Abang datang memberi pilihan

Mau ajak nikah tapi tak punya uang

 

Aku diajak sirih

Tapi aku mau yang sah

Karena ku wanita

Ingin punya buku nikah

 

Nikah yang sebenarnya

Harus tanda tangan yg sah

Tak peduli rintangannya

Ku ingin punya buku nikah

 

Composed by ITALIANI IKMAL

Produced & Mixed by RAZI

Recorded @Harper Std, JKT

Vocal Directed by ITALIANI IKMAL

Engineered by Bambang @Harper Std, JKT

Mastered by DIMAS PRADIPTA @SumIt! Std, JKT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019