trinity_logo_web.png
Menu
New Release : Judika Cinta Karena Cinta “Anthem Baru Bagi yang Tengah Jatuh Cinta”

Apa yang bisa membuat Anda jatuh cinta? Kharismanya kah? Pekerjaan yang ia miliki kah? atau ada alasan lain untuk Anda memutuskan untuk jatuh cinta? Dalam lagu ini, Judika ingin menceritakan kalau perasaan terbaik dalam jatuh cinta karena cinta itu sendiri, tanpa alasan, tanpa syarat.

 Lagu “Cinta Karena Cinta” merupakan lagu yang diadaptasi dari lagu Mandarin yang berjudul ” Yin Wei Suo Yi Ai” yang dimana jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “Cinta Karena Cinta”. Sebagai penggemar lagu mandarin, Judika mengaku sangat senang bisa menyanyikan lagu ini. “Saya memang sangat menyukai beberapa lagu Mandarin. Dan ketika Trinity Optima Production meminta saya untuk menyanyikan lagu ini saya langsung jatuh hati. Saya belum pernah mendengar versi aslinya, tapi mendengar notasi dan liriknya dalam bahasa Indonesia sudah membuat saya menyukainya,” ungkap Judika.

Lagu “Cinta Karena Cinta” rencananya akan dibuat menjadi soundtrack sebuah sinetron garapan rumah produksi Sinemart yang berjudul sama, “Cinta Karena Cinta”. Dalam pembuatan musik videonya, beberapa pemain utama sinetron ini turut hadir bersama seperti Natasha Wilona, Immanuel Caesar Hito, dan Aditya Zoni. “Proses pembuatan musik video kali ini cukup menyenangkan karena beberapa pemain utama dari sinetronnya juga bisa bergabung dengan kami hari ini. Jadi, enggak ada kesulitan yang berarti, semua berjalan lancar,” tambah penyanyi “Akulah Yang Tersakiti”.

Sebagai sutradara, Bramsky mencoba menggambarkan lagu “Cinta Karena Cinta” dengan sebuah jalan cerita yang cukup manis. Hubungan cinta segitiga antara Natasha Wilona, Aditya Zoni, dan Caesar Hito dikemas dengan cantik dan tentunya penuh makna dari lagu ini. Penasaran seperti apa sih single terbaru dari Judika “Cinta Karena Cinta”, yuk kita simak di bawah ini!

 

CINTA KARENA CINTA (Lirik)

Aku hanyalah manusia biasa

Bisa merasakan sakit dan bahagia

Izinkan ku bicara

Agar kau juga dapat, mengerti

 

Kamu yang buat hatiku bergetar

Rasa yang telah kulupa, kurasakan

Tanpa tau mengapa

Yang ku tau inilah cinta

 

Cinta karna cinta

Tak perlu kau tanyakan

Tanpa alasan, cinta datang dan bertahta

 

Cinta karena cinta

Jangan tanyakan mengapa?

Tak bisa jelaskan, karna hati ini telah bicara

 

Kamu yang buat hatiku bergetar

Senyumanmu mengartikan semua

Tanpa aku sadari

Merasuk di dalam dada

 

Original Song Title: SHI BAI ZHE (Cantonese)/ BECAUSE OF LOVE, THEREFORE LOVE (YIN WEI SUO YI AI)

Composer(s)/Author(s) : CALVIN POON YUEN LEUNG & NICHOLAS TSE

Adaptor/Translator : CLAUDIA LENGKEY

Original Publisher(s): UNIVERSAL MUSIC PUBLISHING MGB HONG KONG / EEG MUSIC PUBLISHING LTD.

Sub-Publisher : PT SUARA PUBLISINDO on behalf of UNIVERSAL MUSIC PUBLISHING MGB HONG KONG / (PT AQUARIUS PUSTAKA MUSIK on behalf of EMI MUSIC PUBLISHING Sdn Bhd)

Produced by IVAN DEWANTO

Drums performed by FEBY ATMIDANTA / Bass performed by GALIH ANGGAKARA / Keys performed by SHANDY EKA PERMADI / Guitars performed by DENNY INDRAJAYA

Mixed by IVAN DEWANTO

Mastered by STEPHAN SANTOSO @Slingshot Std, JKT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release: FREZA “Abu – Abu”

Sudah jarang sepertinya industry musik mendapatkan talenta berbakat dari daerah. Sampai akhirnya, Freza hadir di tengah kita dan membawakan single pertamanya bersama Trinity Optima Production yang berjudul “Abu-Abu”. Terlahir dari keluarga yang sama sekali tidak memiliki “garis” musik Freza sudah memperlihatkan keinginan dan bakatnya di dunia musik. Dimulai saat di bangku Sekolah Dasar, pria kelahiran 10 Desember 1990 di Rumbai, Pekanbaru ini bersama beberapa orang temannya membentuk sebuah grup band.

Grup yang diberi nama Fijinouva ini bertahan hingga menginjak bangku SMA. Bahkan, mereka sempat beberapa kali menjuarai panggung kompetisi sekolah hingga tingkat Nasional. Di tahun 2011, Fijinouva mencoba untuk menluncurkan album pertamanya, yang diproduksi secara indie dan bekerjasama dengan Palu Musik Studio Jakarta. Album yang memiliki beberapa lagu andalan seperti “Lagu Kita” dan “Tanpa Arah” ini tidak berumur lama di karena perbedaan lokasi para pemainnya yang tersebar antara Pekanbaru dan Jakarta.

Di tahun 2012, Freza membentuk sebuah grup band yang dikhususkan untuk mengikuti kompetisi musik bernama Sabikustik yang kemudian berubah menjadi Sabi Band. Unit musik ini merupakan konsep baru yang diciptakan Freza bersama teman-temannya yang memadukan antara musik modern rock dengan musik electro.

Beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh Sabi Band mulai dari Jamsinas RRI, Cardinal, hingga ASEAN Beat 2016. Bersama Sabi Band, Freza berhasil menjadi juara 1 dari Indonesia untuk bertanding di Tokyo, Jepang dan menghadapi negara-negara lain.

Tidak lama dari itu, Freza mulai percaya diri untuk melangkah dengan format solo dan membuat FREZAMUSIC sebagai wadah manajerial untuk dirinya berkarya. Lagu pertama yang di publish ke publik melalui sebuah video live bekerja sama dengan empistudio adalah “Sebuah Lagu Untuk Mu” atau SLUM dan “Lengkung Merah Berdagu” juga dipublish melalui video live yang di buat kerjasama dengan empistudio.

Video lagu SLUM ini oleh FREZAMUSIC diikutkan ke dalam sebuah kompetisi yang diadakan oleh Telkomsel di tahun 2017 yang bertajuk “Bintang Panggung Asik 2017” dan bersaing dengan hampir 1.800 peserta dan 5.000 musik vidio. Freza berhasil meraih Juara Pertama, dan salah satu dari hadiah yang diterimanya adalah kesempatan untuk bekerja sama dengan Trinity Optima Production untuk memproduksi single yang berjudul “Abu-Abu”.

Keraguan sempat timbul ketika untuk mengambil kesempatan ini, dikarenakan pilihan untuk memproduksi secara indi pun saat itu cukup menarik dan menggiurkan. Akan tetapi setelah melalui proses berpikir dan menganalisa yang cukup panjang, akhirnya FREZAMUSIC memutuskan untuk mengambil kesempatan ini dan mencoba peruntungan untuk bergabung dengan major label. Dan dari proses inilah akhirnya “Abu-Abu” pun ter-sempurna-kan.

“Abu-abu” adalah salah satu dari sekian lagu yang dipilih oleh FREZAMUSIC sebagai lagu yang akan dijadikan single dalam program kerjasama dengan Trinity Optima Production. Sebelumnya sempat di tawarkan sebuah lagu lain yang bukan karya nya Freza, akan tetapi akhirnya di pilihlah “Abu-Abu” yang di harapkan bisa diluncurkan pada bulan November tahun 2017 ini.

Dibalik keinginan seorang Freza untuk menjadi musisi terkenal, ternyata ada sebuah mimpi yang ingin di wujudkannya walaupun berat. Freza ingin menjadi musisi daerah yang bisa dikenal oleh seluruh Indonesia, bahkan dunia. Karena, apabila semua musisi yang bagus-bagus hijrah ke Jakarta, daerah-daerah tentunya akan kehabisan talenta-talenta yang akan mampu untuk memajukan daerah. Freza tentunya menyadari bahwa itu bukan hal yang mudah untuk dicapai.

 

Abu – Abu (Lirik)

Selalu,

Bersama walau hujan coba hentikan kita

Seakan miliki dunia peluk diriku

Takkan pernah ku lepas

Itu katamu, katamu

 

Hanya salahku

Terlalu meninggikan mu membuat otakku

Tak berfungsi apa-apa untuk diriku

Hingga terlihat seperti bulan tertutup awan

Hari ini, ku mengerti

 

Reff

Ku fikirkan lah masa depan ku

Ternyata kau hanya masa lalu

Semua mimpi, ternyata abu-abu

 

Sendiri

Terbayang-bayang masa, masa bersama

Tak sedikit goreskan luka di dada

Ku hanya terlihat tersenyum dalam terluka

Hari ini, ku mengerti

 

Reff

Ku fikirkanlah masa depanku

Ternyata kau hanya masa lalu

Semua mimpi, ternyata abu-abu

Seribu bintang yang kita tuju

Tak satupun pulau yang ku sentuh

Semua janji, ternyata abu-abu