trinity_logo_web.png
Menu
New Album – DEKADE AFGAN “10 Tahun Eksplorasi Jati Diri Musik”

Untuk bisa bertahan di industri musik dalam negeri jelas bukan perkara mudah. Karena dibalik hasil karya-karyanya yang ikonik, tiap musisi memiliki perjuangannya tersendiri dalam menjaga eksistensinya. Tidak terkecuali  Afgan. Musisi yang telah mengawali karier sejak tahun 2008 ini memiliki ceritanya tersendiri untuk mencapai kesuksesannya saat ini.

 

Apa makna album “Dekade” ini untuk Afgan sendiri?

“Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama.”

 

Setelah 10 Tahun Berkarya, apa yang berubah dari Afgan?

“Enggak ada yang berubah. Saya masih jadi diri saya sendiri. Saya masih memiliki insekuritas yang tinggi, masih enggak percaya diri, masih punya rasa takut. Semua masih ada pada diri saya. Tapi saya sendiri banyak merasa berkembang dari segi musikalitas, performance, dan taste music. Kalau Afgan yang dulu mungkin masih mencari-cari tahu gaya apa yang pas, akhirnya coba tiru sana sini. Setelah 10 tahun, saya sudah di tahap yang tahu apa yang saya mau. Saya juga sudah lebih nyaman untuk menjadi diri sendiri. Dan lebih yakin dengan apa karya yang saya kerjakan.”

 

Apa yang bisa diekspektasikan dari Afganisme ataupun pendengar musik nasional dari album ini?

“Saya berharap mereka bisa melihat perkembangan dan pendewasaan saya dalam bermusik selama 10 tahun terkahir. Saya berharap mereka bisa bernostalgia dengan beberapa lagu lama yang ada di album ini, tapi juga mereka bisa mendengar eksplorasi musik yang saya hadirkan di album ini.”

 

Jika Afgan di tahun 2008 melihat Afgan hari ini, apa yang akan dia rasakan?

“Saya rasa dia akan bangga dengan seluruh proses yang saya jalani hingga hari ini. Karena saya tahu, perjalanan berkarya selama 10 tahun ini tidaklah mudah baginya. Karena Afgan di masa itu punya low self esteem, tidak punya teman dan sangat pemalu. Dan setelah 10 tahun, banyak hal yang telah berkembang dari kepiribadian maupun pemikiran saya. Tapi bukan berarti saya sudah menjadi diri saya yang sempurna, saya merasa masih punya banyak ruang untuk perbaikan. The best is yet to come.

 

Di dalam membuat album kelimanya ini, Afgan tidak sendiri. Bersama Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production, dan beberapa arranger pilihan, turut membantu Afgan untuk merampungkan album ini. “Yang saya suka dari album ini, Afgan mau mengeksplorasi ranah musik yang tidak biasa dari album-album dia sebelumnya.” Ungkap Mhala. “Di album ini kita bisa sama-sama dengar Afgan membawakan lagu ‘Sadis’ dengan sentuhan rock blues 80-an, ada juga lagu ‘Love Again’ yang dibawakan dengan lagu upbeat 90-an. Benar-benar sebuah memoar musik yang terangkum dengan apik selama 10 tahun Afgan berkarya,” tambahnya.

 

Dalam pembuatan album ini, Afgan memang lebih detail dan sangat kritis dengan karya-karyanya. Sangat besar peran serta Afgan dalam pembuatan album ini , mulai dari penulisan lagu, pemilihan notasi sampai pemilihan mastering di Inggris. Dan dalam waktu dua bulan, album DEKADE ini pun bisa diselesaikannya. Dan hasilnya sangat memuaskan, nuansa keseluruhan album yang hangat dengan rasa nostalgia yang tinggi bisa dinikmati di berbagai situasi. Berikut trek demi trek yang ada di album ini:

 

Love Again

Untuk pembuka album DEKADE ini, sebuah lagu yang di aransemen Tatsuro Miller menjadi pilihannya. Lagu dengan beat pop R&B khas 90-an menyatu dengan vokal Afgan yang khas membuat lagu “Love Again” ini sangat menyenangkan untuk didengar berulang kali. Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta lama.

 

Sudah

Afgan kembali membawakan lagu power ballad yang menjadi ciri khasnya ke dalam trek kedua, “Sudah”. Di lagu ini, Afgan berhasil memperlihatkan sisi lainnya dalam bermusik. Diproduseri oleh Marco Steffiano, nuansa musik yang sedikit kelam terasa sejak intro pianonya. Lirik lagunya sendiri tak kalah dramatis, lagu ini menceritakan perasaan seorang kekasih yang menyadari kalau pasangannya tidak akan bisa mencintainya seutuhnya. Kisah cinta yang mungkin banyak bisa dirasakan banyak orang.

 

Heaven

Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Hanya butuh waktu setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan. “Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih,” cerita Isyana mengenai lagu ini.

 

Take Me Back

Tatanan musik yang berbeda dari karya-karya Afgan sebelumnya terdengar lantang di lagu “Take Me Back”. Di lagu ini, aransemen R&B dengan dominasi beat-beat hip hop yang kental, menyatu sempurna dengan vokal Afgan yang khas. Dilengkapi dengan rap lincah dari uprising Indonesian rapper, Ramengvrl, lagu hasil workshop di Malaysia bersama SonaOne ini tidak hanya sarat makna cinta tapi juga cocok untuk menjadi teman lari pagi yang pas.

 

Sadis

Setelah 10 tahun berlalu, lagu “Sadis” akhirnya hadir dengan aransemen yang berbeda. Lagu yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi untuk karier bermusik Afgan ini mendapatkan aransemen yang cukup unik. Tanpa meninggalkan alunan piano yang menjadi ciri khasnya, lagu “Sadis” mendapatkan sentuhan rock blues 80-an di bagian refrain-nya. Lewat lagu ini, Marco Steffiano selaku arranger, ingin menyisipkan sisi rock and roll dari Afgan yang selama ini tidak pernah ditampilkannya. Dan hasilnya, menakjubkan!

 

Bukan Cinta Biasa

Di album ini, lagu “Bukan Cinta Biasa” diaransemen dengan sangat hati-hati dan juga detail mengingat lagu ini punya nilai historic tersendiri untuk Afgan. Tanpa meninggalkan karakter asli dari lagu ini sendiri, Ari ‘Aru’ Renaldi memberikan aransemen musik yang berbeda kedalamnya. Suara petikan gitar akustik dan alunan biola yang cukup dominan, lagu “Bukan Cinta Biasa” di album ini menawarkan sesuatu yang terdengar baru tanpa meninggalkan elemen nostalgia yang ada di dalamnya.  Afgan sendiri banyak memberikan nada falsetto nya untuk memaksimalkan kebaruan yang ada di lagu ini.

 

Bawalah Cintaku

Mengaransemen ulang lagu yang sangat dicintai oleh banyak orang bukanlah perkara mudah. Namun Andi Rianto mampu meracik ulang lagu yang sangat ikonik ini dengan gaya bermusiknya yang khas. Alunan nada yang begitu megah dari lagu ini diubah begitu indah dengan menggunakan aransemen sederhana dari piano, strings, woodwinds, tanpa rhythm section. Keelokan liriknya yang romantis kian istimewa dengan kehadiran Sheila Majid dalam lagu ini. Warna suaranya Sheila yang khas berpadu sempurna dengan karakter vokal Afgan. Lagu lama karya Bebi Romeo ini pun terdengar seperti sebuah lagu baru.

 

Knock Me Out

Sebuah lagu bernuansa pop R&B ceria dengan sound yang fresh dan fun, menggabungkan lirik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati. Lagu ini sempat mendulang popularitas di tahun 2015. Mulai dari beragam penghargaan musik Indonesia dan hingga menjadi jingle iklan produk kecantikan di dapatkan lagu ini sendiri. Lagu yang menceritakan tentang penantian yang sudah berakhir karena bertemu dengan seseorang yang sangat spesial di hati. “Ibaratnya seperti menemukan seseorang yang benar-benar membuat saya terpana, merasa cocok dan berjanji tidak akan melepaskannya,“ ucap Afgan.

 

 Kunci Hati

Afgan menulis lagu ini pada 2015 lalu, bersama sahabatnya, Inu Numata. Bernada sederhana, namun melodius. Berlirik indah dan meaningful, dengan olahan musik yang menghenyakkan. Menyuguhkan kisah jatuh cinta yang sederhana, yang kemungkinan pernah dialami banyak orang. Salah satu keistimewaannya adalah dengan terlibatnya olahan aransemen string dari Ari Renaldi yang dieksekusi oleh Budapest Scoring Strings, Hongaria. Membuat kesederhanaan pesan dari lagu ini menjadi lebih bermakna.

 

Percayalah

Suara vokal Afgan yang ikonik selalu mampu kawin dengan sempurna penyanyi pop wanita. Tak terkecuali dengan Raisa. Setelah sukses berduet dengan Rossa lewat lagu “Kamu Yang Ku Tunggu”, kini giliran Raisa, penyanyi berwajah cantik dan bersuara emas yang telah mencuri hati para pencinta musik Indonesia sejak awal kemunculannya yang digaet Afgan untuk berduet. Sebuah kejutan manis bagi pemuja kedua solois papan atas ini. Lagu super romantis yang diaransemen dengan sangat indah oleh Ari Aru Renaldi ini sendiri bercerita tentang cinta sejati, dan sukses dijadikan lagu tema untuk film “London Love Story”. Kolaborasi ini begitu dicintai oleh pendengar musik Indonesia, hal tersebut terlihat dari besarnya jumlah penjualan musik digital. Lagu ini berhasil berada di top song RBT dari tahun 2015 sampai tahun 2017.

 

Panah Asmara

Lagu yang dulu dipopulerkan oleh Alm. Chrisye di tahun 90an, sukses dibawakan ulang oleh Afgan dengan nuansa baru dan lebih fresh. Lagu yang diluncurkan pada tahun 2011 ini berhasil membuat penggemar Afgan terpukau dengan gaya bermusiknya yang berbeda dari biasanya. Jauh dari bayang-bayang melankolis yang pop, untuk pertama kalinya Afgan terdengar enerjetik dalam sebuah produksi musik. Perubahannya yang signifikan begitu dicintai penggemar musik Indonesia. Penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk musik Pop terbaik dan juga mix engineer terbaik di dapatkan Afgan untuk lagu ini.

 

Setia Menunggu

Nada lirih sarat kegelisahan menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih yang lantas dimatangkan olahan musiknya oleh gitaris dan produser Tohpati ini. Hanya dihidupkan oleh dialog gesekan cello bernada murung dengan petikan gitar akustik yang seolah menegarkan. Tak diragukan penghayatan vokal Afgan di sini, dan kembali menonjolkan kekuatannya dalam melantunkan lagu-lagu bernada pelan.

 

Kamu Yang Kutunggu

Di tahun 2014, Rossa meluncurkan single keduanya untuk album “Love, Live, & Music”. Di lagu ini, Rossa tak bernyanyi sendiri namun ia menggandeng Afgan sebagai teman duetnya. Walaupun sudah bersahabat sejak lama, lagu ciptaan Alam Urbach ini merupakan single duet perdana Rossa dan Afgan. Lagu ini menceritakan tentang sebuah mimpi dan kepercayaan akan cinta yang membuat penantian terbayar dengan sempurna. Andi Rianto adalah composer musik di lagu “Kamu Yang Ku Tunggu” ini, dengan alunan nada dari piano yang mendominasi lagu ini menjadi semakin romantis. Tipikal lagu yang tepat untuk diputar di momen-momen romantis seperti hari pernikahan atau anniversary. Overall, love is a celebration of life!

 

Jodoh Pasti Bertemu

Lagu yang dirilis tahun 2012 ini memang masih banyak dicintai oleh banyak pendengar musik Indonesia hingga hari ini. Menurut saya jodoh pasti bertemu ini mengajarkan keikhlasan. “Di liriknya lagunya menyatakan kalau kamu bukan jodohku, aku gak mengharapkan dia,” ungkap Afgan. Lagu ini juga sempat mengisi soundtrack film “Madre” di tahun 2013 dan berhasil memperoleh beragam nominasi penghargaan musik baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Menyambut direleasenya album “DEKADE” ini, serangkaian vlog behind the scene telah Afgan siapkan untuk penggemarnya di akun Youtube Trinity Optima Production. Mulai dari proses penulisan lagu sampai rekaman ia tampilkan di vlog ini. Dan sebuah video ucapan terima kasih Afgan kepada Afganisme yang selama ini mendukung kariernya juga telah ia siapkan untuk merayakan peluncuran album “DEKADE” ini. Albumnya sendiri telah diluncurkan pada tanggal 21 Februari lalu di seluruh platform digital. Selain itu, pastinya, penjualan CD album “DEKADE” dari Afgan dijual secara eksklusif di KFC seluruh Indonesia.

 

PRESS CONFERENCE SETIA BAND New Album :  “Bintang Kehidupan”

Bintang Kehidupan, Setia Band New Album Released

Setia Band Presscon New Album Bintang Kehidupan

Lama dinanti, akhirnya Setia Band kembali meluncurkan album terbarunya yang berjudul Bintang Kehidupan hari Kamis (28/9) di Aruba resto & lounge, Pasar Raya Blok M, Jakarta. Di dalam album ini terdapat 12 lagu yang terdiri dari 3 lagu baru dan 9 lagu daur ulang. Mulai dari lagu melayu Gerimis Mengundang, lagu lawas milik Nike Ardilla, Bintang Kehidupan, sampai lagu pahlawan karya Ismail Marzuki, Gugur Bunga, semua dikemas dengan apik oleh Setia Band.

Sebagai label rekaman, Trinity Optima Production merasa yakin dengan komposisi musik yang ada di album terbaru Setia Band kali ini. “Beberapa lagu yang ada di album ini memang hasil remake dari lagu-lagu lama. Dan salah satu lagu ikonik di dalam album ini adalah lagu ‘Demi Waktu’ yang dipopulerkan oleh UNGU. Tapi, kita yakin kalau Charly bisa membawakan nuansa dan karakter baru ke dalam lagu ini.” Ungkap Mhala selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Namun sebagai single pertama Setia Band memilih lagu remake dari produser musik NSG (Nutya Surya Gemilang). “Jadi kenapa akhirnya kita dan Trinity memutuskan single pertamanya Ngumpul Ngumpul, jadi ini kita merasakan menjadi warga Indonesia gak asing dengan kata ‘Ngumpul Ngumpul’, ini kearifan lokal. Indonesia itu punya duit atau nggak, yang penting ngumpul, luar biasa kan orang Indonesia,” ungkap Charly saat di press conference.

Dan keseluruhan album ini bisa terselenggara dengan sukses dengan adanya dukungan dari Alfamidi dan Sinergi Karya Optima selaku distributor resmi untuk menjual CD album karya anak bangsa. “Kita sadari kalau saat ini, industry musik sendiri sudah banyak berubah. Tapi, kami optimis selalu ada penggemarnya bagi karya-karya musik anak bangsa. Itu kenapa tiap tahunnya, penjualan CD di gerai kami selalu mengalami peningkatan,” ungkap Pradana Suganda selaku Direktur dari PT Sinergi Karya Optima.

Acara press conference kali ini ditutup dengan penampilan Charly dan Pepeng yang membawakan lagu Bintang Kehidupan, K.U.A, dan Ngumpul-Ngumpul. Adapun video klip dari Ngumpul-Ngumpul sudah bisa di tonton di YouTube. Video klip garapan Puguh Nirmolo ini menampilkan video keseharian orang Indonesia yang hobi berkumpul di satu tempat. Dengan mengandalkan “Suasana video klip ini di konsep yang matang, layaknya di café. Dan tapi karena di video klip ini juga dilakukan bareng sama teman-teman Setiaku se-Indonesia. Jadi sangat berkesan sekali,” ungkap Charly. Simak keseruan yang ada di video klip “Ngumpul-Ngumpul” di bawah ini:

Setia Band – Ngumpul-ngumpul | Official Video Clip: http://bit.ly/NgumpulNgumpulVideoClip

Album DVD Karaoke “Hits Religi Terbaik”

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Lagu-lagu bernuansa religi biasanya berkumandang dimana-mana untuk menemani para umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

 

Dalam rangka memperingati bulan Ramadhan di tahun 2017 ini, sebuah album kompilasi digelar oleh label rekaman Trinity Optima Production. Sebuah album DVD Karaoke yang diberi judul “Hits Religi Terbaik” menghadirkan 11 lagu religi yang dinyanyikan oleh artis-artis seperti UNGU, SETIA BAND, NOURA, GAMMA1, LESTI, ST 12 dan D’BAGINDAS.

 

Sembilan lagu di album ini sudah pernah dirilis sebelumnya yaitu Bila Tiba (Ungu), Dia Maha Sempurna (Ungu), KebesaranMu (ST12), Sholat ( Setia Band), Andai Ku Tahu (Noura), Pahami Ramadhan (Gamma1), Assalamu’alaikum (Gamma1), Ampuni Dosaku (D’Bagindas) dan Marhaban Ya Ramadhan (Bagindas).

 

Sebagai single perdana untuk memperkenalkan album kompilasi ini ke masyarakat musik Indonesia dipilih dua lagu baru yaitu lagu ”Hanya Sementara” yang dinyanyikan oleh grup Hijab, Noura, dan lagu “Buka Mata Hati” yang dinyanyikan oleh Lesti.

 

Berikut ini, mari kita simak penggambaran album DVD Karaoke “Hits Religi Terbaik” trek demi trek :

  1. Bila Tiba – Ungu

Lagu yang diciptakan oleh Pasha Ungu ini bercerita tentang manusia yang hendak dijemput ajalnya.  Alunan musik dengan goresan lirik yang puitis, memberikan kesan yang berbeda di lagu ini. Tak heran, lagu ini dipilih menjadi soundtrack film “Sang Kiai” karya sutradara Rako Prijatno yang menceritakan kisah hidup K.H. Hasyim Asy’ari dan orang-orang terdekatnya dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

 

  1. Dia Maha Sempurna – Ungu

Ungu merilis lagu “Dia Maha Sempurna” pada tahun 2009. Lagu yang diciptakan oleh Pasha Ungu ini terdapat di album “Maha Besar” dan lahir dari pemahaman Ungu tentang sang Maha Pencipta. Yang menarik, sebagian lirik di lagu ini diambil dari Ayat Kursi (Al Quran Surat Al Baqarah, ayat 255). Ungu menghadirkan lagu ini dengan nuansa musik rock yang menampilkan distorsi gitar yang cukup kuat.

 

  1. KebesaranMu – ST12

Sang vokalis, Charly menciptakan lagu ini sebagai bentuk apresiasinya terhadap bulan suci bagi umat muslim yaitu bulan Ramadhan dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan kesuksesan kepada band ini. Lagu ini terdapat di album “P.U.S.P.A” yang dirilis pada tahun 2009.

 

  1. Sholat – Setia Band

Dengan membawa pesan yang bercerita tentang sholat, Charly menciptakan lagu “Sholat” dan merilisnya pada tahun 2014. Lagu ini menjadi single religi perdana bagi Setia Band. Charly mengaku bahwa ia memang merasakan sendiri keutamaan sholat, dari situlah ia mendapatkan inspirasi dalam menulis lagu “Sholat”.

 

  1. Hanya Sementara – Noura

Grup vokal hijab yang terdiri dari empat perempuan cantik berhijab yaitu Sasa, Ussiy Fauziah, Nina Septiani, dan Dea Hanara ini, kembali hadir dengan single terbarunya yang berjudul “Hanya Sementara”. Lagu yang menjadi salah satu single andalan di album ini, diciptakan oleh kakak beradik, Mhala Numata dan Tantra Numata serta diaransemen secara musik oleh Marcel Aulia. Pesan yang disampaikan di lagu ini adalah bahwa kita tidak selamanya hidup di dunia, jadi buat apa saling bermusuhan, saling membenci karena berbeda pendapat atau karena apapun itu.

 

  1. Andai Ku Tahu – Noura

Lagu yang pernah booming dibawakan band Ungu pada tahun 2006 ini, menceritakan tentang ketakutan akan hari akhir atau kematian. Pada tahun 2014, lagu ini lalu kembali dinyanyikan oleh grup vokal hijab, Noura, dengan rasa yang berbeda. Dengan suara bening dan harmonisasi vokal yang apik, Noura hadir menawarkan warna baru dalam lagu religi, dengan membawakan lagu dengan pesan-pesan positif yang mampu memberi motivasi bagi para pendengarnya.

 

  1. Pahami Ramadhan – Gamma1

Gamma1 merilis single religi yang berjudul “Pahami Ramadhan” ini pada tahun 2014. Lagu ini bercerita tentang tentang apa yang harus dilakukan selama bulan Ramadan sebagai refleksi diri dan mengingatkan orang-orang untuk memahami arti Ramadhan yang sesungguhnya. Sang vokalis, Heri yang menciptakan lagu ini mengaku terinspirasi oleh pengalaman pribadinya saat menjalani ibadah puasa.

 

  1. Assalamu’alaikum – Gamma1

Heri (Vokalis) menciptakan lagu ‘Assalamualaikum’ bedasarkan pengalamannya sehari-hari. Melalui lagu yang dirilis pada tahun 2014 ini, Gamma1 ingin megajak semua umat muslim mulai dari anak-anak sampai yang dewasa untuk membudayakan pengucapan ‘Assalamualaikum’ (salam) sebagai bagian dari sopan santun.

 

  1. Ampuni Dosaku – D’Bagindas

Lagu ini diciptakan oleh Michael Christian dengan mengangkat tema tentang taubat. Lagu ini dirilis pada tahun 2010 dan merupakan single religi pertama dari band D’Bagindas. Sesuai karakter band ini, lagu “Ampuni Dosaku” hadir dengan nuansa pop melayu dan dengan cengkok khas melayu sang vokalis. Bian.

 

  1. Marhaban Ya Ramadhan – D’Bagindas

Dengan mengangkat tema beribadah di bulan Ramadhan, lagu “Marhaban Ya Ramadhan” menjadi salah satu lagu bonus track yang ada di album D’Bagindas yang berjudul “No. 1” yang dirilis pada tahun 2011. Lagu yang diciptakan oleh Michael Christian ini, adalah satu-satunya lagu yang bernuansa religi di album tersebut.

 

  1. Buka Mata Hati – Lesti

Memiliki single religi rupanya sudah lama dinanti-nantikan oleh Pemenang juara Dangdut Academy 1 Indosiar ini. Lagu yang dinyanyikan dengan syahdu oleh Lesti ini, diciptakan oleh Faisal ‘Echal’ Fahmi dan diaransemen secara musik oleh Marcel Aulia. Lagu yang baru saja dirilis pada akhir bulan April 2017 lalu ini, bercerita tentang ajakan untuk berbuat baik dan menjalani hidup dengan cara baik. Bagi Lesti, ini pertama kali dirinya merilis single dengan tema religi, yang tentu menjadi pengalaman baru bagi Lesti.

Sebelas lagu yang terkemas apik dalam kompilasi DVD Karaoke “Hits ReligiTerbaik” ini sudah bisa didapatkan di bulan Ramadhan tahun 2017, eksklusif hanya di outlet Alfamidi dan Lawson seluruh Indonesia. Dengan kekuatan jumlah toko Alfamidi dan Lawson lebih dari 1350 outlet, album ini diharapkan bisa didapatkan dengan mudah mengingat lokasi outlet Alfamidi dan Lawson yang mudah dijangkau. Semoga persembahan Album Religi ini dapat menemani Umat Muslim dimana pun berada dalam menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

ROSSA New Album “A New Chapter“

 

Perjalanan musik Rossa selama 20 (dua puluh) tahun telah banyak meninggalkan rekam jejak penuh warna untuk musik Indonesia. Adaptasi dan lentur pada perubahan sound musik dunia menjadi salah satu jurus jitu bagi Rossa untuk tetap bertahan dan menghasilkan karya yang tetap mendapat respon bagus dari penggemar Rossa di Indonesia dan berbagai belahan dunia lain.

Menginjak usia 21 (dua puluh satu) tahun karir Rossa di awal 2017 ini, sebuah materi album berisi 9 (sembilan) komposisi baru telah dirilis. Album ini penuh dengan dinamika sound yang akan membuat decak kagum pecinta musik. Melibatkan banyak pencipta lagu, arranger dan produser musik kelas dunia akan membuat tafsir baru akan musik Rossa di album yang berjudul A New Chapter ini.

“Album ini saya kasih judul ‘A New Chapter’ karena memang hampir seluruhnya nuansanya baru, musiknya, pencipta lagunya, dan aransemennya saya bikin lebih kekinian. Ada 4 (empat) lagu yang memang direkam di Los Angeles. ‘Body Speak’, ‘Break It Up’, ‘Till My Heart Stop Beating’ dan ‘Firefly’. Kalau mendengar keseluruhan albumnya, semuanya keliatan lebih fresh. Karena saya memang pinginnya di album ini terlihat lebih berbeda, lebih fresh, menunjukkan hal yang baru dari saya.” Papar Rossa tentang  karakter album barunya ini.

Untuk lagu berjudul “Body Speak” yang diciptakan 3 (tiga) musisi Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz, Rossa menjalani proses rekaman di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai vocal producer. Mitch Allan adalah seorang musisi, songwriter dan music producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony, Kelly Clarkson sampai Simple Plan. Sebelumnya, Mitch Allan dikenal sebagai vokalis dan gitaris band SR-71 dan Satellite.

Komposisi “Body Speak” ini menghadirkan elemen groove yang kental dengan balutan dance musik kekinian. Lagu ini dirilis tanggal 22 Februari 2017, dalam sebuah Press Conference Launching Single

 

“Body Speak” yang diselenggarakan di Singapura. Trinity Optima production selaku label rekaman yang menaungi Rossa, melakukan kerjasama dengan MTV Asia dalam mempromosikan single ini di Singapura. Rossa menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight. Penayangan video klip lagu ini pun juga akan ditayangkan oleh MTV Asia.

Tentu menjadi pengalaman baru dengan lagu-lagu yang direkam dan diciptakan oleh musisi baru, ini juga yang terjadi saat Rossa rekaman di Los Angeles. Berhasil masuk di studio dengan vibe dan teknologi yang berbeda. Rossa mengaku banyak belajar dan mendapat supervise dari Mitch Allan dan musisi lainnya selama proses rekaman disana, untuk mendapatkan pronounciation dan lafal bahasa Inggris yang tepat.

Bicara tentang lagu-lagu lain yang melibatkan musisi dalam negeri, Rossa tak lupa mengajak nama-nama yang lekat dengan karya cipta lagu yang memiliki rekam jejak dengan sederet hits seperti Pay dan Dewiq “Tlah Mencoba”,  Taufik Batisah “Bukan Maksudku”, Aji Mirza Hakim “Satu Hal Yang Bodoh”, Rian D’Masiv “Jangan Hilangkan Dia”, dan pencipta lagu baru David Sam “Cinta Dalam Hidupku”.

Rossa lekat dengan soundtrack film laris, selama ini Rossa berkali-kali dipercaya untuk menyanyikan soundtrack film-film ternama dari mulai Ayat Ayat Cinta, Soekarno, Sang Pencerah, Barbi3, HijrahCinta, Cinta Di Langit Taj Mahal, dan I Love You From 38.000 Feet. Satu lagu di album ini “Cinta Dalam Hidupku” menjadi original soundtrack (OST) film London Love Story 2 yang diproduksi oleh Screenplay Productions. Untuk yang kangen dengan Rossa dengan kekuatan dan penjiwaan lagunya yang luar biasa, lagu ini bisa menjadi pilihan.

Berikut kita simak gambaran daya tarik album “A New Chapter” ini track demi track:

  1. Body Speak

Satu lompatan besar Rossa kita dengar di lagu yang diciptakan 3 musisi asal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz ini. Komposisi “Body Speak” ini menghadirkan elemen groove yang kental dengan balutan dance musik dan sound yang kekinian.

  1. Break Up

Komposisi “Break It Up” yang diciptakan Stuart Crichton, Fiona Bevan dan Gatlin Green ini mampu hadirkan dimensi baru bagi karakter vokal Rossa. Stuart Crichton yang memproduseri lagu ini dan memainkan seluruh instruments dan programming berhasil membawa Rossa ke zona R&B dan dance yang memikat. Akan menjadi salah satu komposisi andalan di album ini.

  1. Cinta Dalam Hidupku

Di lagu yang bernuansa mellow ini, Rossa dibantu oleh dibantu oleh Irvan Nat sebagai vocal director dan Ari Aru sebagai Music Producer. Keindahan instrument strings section di lagu ini seolah menggambarkan perasaan tentang isi lagu ini. Tak heran, lagu ini dipilih menjadi original soundtrack (OST) film “London Love Story 2” yang diproduksi oleh Screenplay Productions.

  1. Till My Heart Stops Beating

Komposisi megah tertuang di “Till My Heart Stops Beating” yang diciptakan dan diproduseri oleh Hugo Lira, Thomas Gustafsson, Negin Djafari, dan Ian–Paolo Lira. Mitch Allan yang menangani Vocal Production Rossa di lagu ini, lagi-lagi berhasil membawa sound Rossa menjadi apik dan kolosal. Menurut Peter Coquillard, Excecutive Producer untuk 4 lagu berbahasa Inggris di album A New Chapter ini, lagu ini sebelumnya direncanakan untuk masuk ke dalam shortlist album Celine Dion yang akan datang, namun ternyata Rossa terlebih dahulu mendapatkannya.

  1. Firefly

Nuansa Lagu “Til My Heart Stops Beating” juga akan terbawa ketika mendengarkan komposisi “Firefly” yang membawa kekuatan pop megah Rossa dalam komposisi yang diciptakan Mitch Allan dan Nikki Leonti ini. Nuansa aransemen musik yang juga di-produce oleh Mitch Allan ini, mengikuti trend sound urban yang sedang digemari di blantika musik dunia.

  1. Bukan Maksudku

Taufik Batisah, pencipta dan penyanyi dari Singapura ikut memberikan kontribusi di lagu “Bukan Maksudku” yang berkisah soal adanya sosok lain dalam kisah asmara sepasang kekasih. Juara Singapore Idol tahun 2004 ini, sebelumnya sempat kolaborasi dengan Rossa di lagu “Aku Bersahaja” yang berjaya di berbagai penghargaan musik, termasuk Anugerah Planet Muzik (APM).  Kolaborasi  musik antara Taufik Batisah dan Tatsuro Miller di lagu ini, sukses melebur genre musik Pop yang diusung Rossa dengan musik EDM yang sedang digemari saat ini.

  1. Tlah Mencoba

Duet pencetak hits terbaik Indonesia Pay dan Dewiq hadirkan “Tlah Mencoba”. Ini adalah kali pertama Rossa bekerjasama dengan Pay dan Dewiq. Karakter vokal lembut Rossa berhasil tampil indah dengan sapuan piano dan cello. Lagu power-ballad seperti ini menjadi spesial dengan kekuatan dan penghayatan vokal Rossa yang kuat.

  1. Satu Hal Yang Bodoh

Aji Mirza Hakim alias Icha mantan pemain bass Jikustik memberikan lagu “Satu Hal Yang Bodoh” untuk Rossa. Struktur lagu yang menjadi karakter khas ciptaan Aji Mirza Hakim berhasil disuarakan dengan apik oleh Rossa.

  1. Jangan Hilangkan Dia

Rian vokalis D’Masiv sumbangkan lagu melodius yang berjudul “Jangan Hilangkan Dia”, sebuah lagu pop romantis yang sangat pas dibawakan oleh Rossa. Lagu yang berlirik kuat dan menyentuh ini, khusus diciptakan untuk soundtrack film ILY From 38.000 FT (I Love You From 38.000 Feet) produksi Screenplay Films. Musik di lagu ini diaransemen oleh Thusar Apte, seorang pianist, composer, songwriter dan music producer berdarah India-Australia yang kini menetap di Amerika Serikat. Thusar menciptakan sekaligus memproduseri lagu ‘Zero’ milik Chris Brown yang berhasil menjadi hits yang mendunia. Aransemen musik orchestra yang megah di lagu ini, berhasil membuat kita merinding ketika mendengarkannya.

 

 

 

Mendengarkan 9 (sembilan) komposisi di album ini, kita benar-benar akan di bawa dalam petualangan baru untuk musik Rossa. Rentang usia 21 (dua puluh satu) tahun, berhasil membuat Rossa tidak berhenti di zona nyaman, namun “A New Chapter” berhasil membawa kesegaran akan musik Rossa dan menjadi vitamin yang akan menyehatkan musik Indonesia di tahun 2017.

“Di album ‘A New Chapter’ ini, saya lebih banyak tahu tentang bagaimana bernyanyi yang lebih bagus dan saya jadi lebih open-minded karena banyak berkomunikasi dengan para musisi yang terlibat. Harapan saya mudah-mudahan album ini bisa dinikmati oleh seluruh pencinta musik Indonesia. Tapi yang jelas, karena saya sudah banyak mengeluarkan single dan album, mudah-mudahan ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya buat” kata Rossa tentang A New Chapter.

Dalam album ini, Rossa juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Bapak Ricardo Gelael, Bapak Fabian Gelael, seluruh keluarga KFC beserta JMSI. Dimana album ini exclusive hanya tersedia di KFC stores seluruh Indonesia yang berjumlah 560 (lima ratus enam puluh) gerai KFC. Nantinya para ‘Pecinta Rossa’ juga akan berkesempatan untuk bertemu atau meet & greet bersama Rossa dalam kegiatan promo store visit di gerai-gerai KFC terpilih.

————–

 

“Rossa berhasil menghasilkan sisi lain yang membuat kesegaran pada tataran musik Indonesia di tahun 2017. Upaya Trinity Optima Production dan Rossa dalam merancang konsep album ini menarik. Mereka berhasil melepaskan Rossa dalam karakter ‘diva’ selama ini menjadi lebih lentur dengan musik pop dan R&B urban yang kekinian. Saya menyukai lagu “Body Speak” dan“Break It Up”. Dengan image baru yang lebih segar Rossa benar-benar menjelma menjadi  The New Rossa di album ini”

– Adib Hidayat, Editor in Chief Majalah Rolling Stone Indonesia –

 

WhatsApp Image 2016-08-31 at 5.10.46 PM

 

Delapan tahun berkarir, akhirnya penyanyi Afgansyah Reza berani menjadi penulis lagu. Dan lagu-lagu tersebut dijadikan tantangannya sebagai seorang penyanyi.

“Karena saya ngerasa saya bisa. Awalnya saya masih kurang pede di tiga album kemarin. Saya memendam keinginan saya untuk membuat album. Di momen ini udah saatnya saya keluar sebagai penulis lagu,” ungkap Afgan usai konferensi pers di Empirica, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (31/08).

Talenta pelantun ‘Knock Me Out’ ini mulai berkembang semenjak ia berani keluar dari zona musik yang lekat dengannya yang ber-genre ballad.

“Pertama saya nulis ‘Percayalah’. Ketika lagu disukai banyak orang baru mulai muncul rasa percaya dirinya,” tambah penyanyi yang pernah berduet dengan Raisa dan Rossa ini.

Selain itu, keberaniannya ini meluncurkan karya musiknya yang bertajuk ‘Sides’, dimana menggambarkan sisi seorang Afgan dan berdasarkan apa yang ia rasakan.

“Satu hal yang penting. Jangan sampai di pendam. Karena itu yang menentukan karakter kira sebagai seorang penyanyi,” paparnya.

Album terbaru Afgan bertajuk ‘Sides’ ini mayoritas merupakan lagu ciptaannya. Dengan berkolaborasi dengan Raisa, Yura, Rayi, dan penyanyi asal Malaysia, Sonaone, ia menyanyikan lagu bergenre pop, soul, R%B, electronic dance, blues, dan orkestra.

Sumber: detik

Nikmati Album SIDES Di Berbagai Portal Musik Digital

WhatsApp Image 2016-08-24 at 3.47.28 PM

 

Setelah rilis album fisiknya, akhirnya yang udah ditunggu-tunggu dateng juga nih. Yeay! Album terbaru Afgan ‘SIDES’ sekarang sudah bisa dinikmati di berbagai portal musik! Kamu bisa langsung beli albumnya melalui iTunes dan Langit Musik. Dengerin juga lewat aplikasi streaming seperti Apple Music, Joox, Spotify, dan juga Yonder Music.

Yuk dengerin sekarang juga!

Album Baru Afgan Bisa Diunduh Gratis Selama Dua Minggu

Afgansyah Reza atau biasa akrab disapa Afgan merilis album terbaru yang diberi judul Sides. Album terbaru Afgan itu akan hadir secara eksklusif di aplikasi musik digital, Yonder Music di Indonesia dan Malaysia.

Didukung oleh salah satu provider XL Axiata, para penikmat musik dapat mengunduh album baru Afgan secara legal dan gratis selama periode 10-24 Agustus 2016.

Yonder Music juga akan menghadirkan konser album baru Afgan, berjudul “SIDES – Indonesia Tour 2016” ke empat kota di Indonesia, yakni Medan, Balikpapan, Makassar dan Surabaya.

“Kami sangat bangga dapat berkolaborasi dengan salah satu penyanyi solo pria terbaik di Indonesia, seperti Afgan. Hal ini semakin mengamini misi Yonder Music untuk mendekatkan para pecinta musik di Indonesia dengan musisi idola mereka,” kata Zico Kemala Batin, Country Manager Yonder Music Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com.

Album Sides menjadi sebuah tanda delapan tahun kiprah Afgan di dunia musik Indonesia. Sepuluh dari 13 lagu dalam album ini merupakan buah hasil pemikiran Afgan sendiri. Beragam genre seperti pop, soul, R&B, electronic dance, blues dan orkestra dihadirkan di album ini.

Di album ini Afgan bekerjasama dengan Mark Hill, produser asal Inggris yang pernah sukses meluncurkan rekaman album bersama Craig David, Ed Sheeran dan Sheila Madjid.

Sejumlah musisi Tanah Air juga ikut dilibatkan seperti Ryan D’Masiv, Inu Numata, Badai Kerispatih, Alam Urbach hingga Yura Yunita dan Rayi Putra (RAN).

 

Sumber: metrotvnews