trinity_logo_web.png
Menu
Idul Fitri 1437 H

IMG-20160714-WA0001.jpg

 

Segenap keluarga besar Trinity Optima mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Semoga kita bisa menjadi insan yang lebih baik, yang dapat mengamalkan segala perbuatan baik yang sudah diterapkan selama 1 bulan berpuasa.

Artis-artis Trinity juga turut memberikan ucapan selamat Idul Fitri yang diunggah di akun Instagram Trinity Optima Production (@trinityoptima)

afgan
Afgan

lylaLyla

gamma1
Gamma1

noura2
Noura

Naura
Naura & Neona

Q-Academy Special “Charity & Berbagi”

WhatsApp-Image-20160628 (9)

 

Akan ada yang spesial di acara Q-Academy Indosiar malam ini, karena artis-artis Trinity Optima Production seperti; Afgan, Rossa, Ungu, Lyla, Bagindas, Noura, Naura, Siti Rahmawati dan para bintang D’Academy 3 yakni; Ical, Duo Alvin, Rafly, Weni, Rani, dan Dila akan memeriahkan panggung Q-Academy Indosiar yang akan ditayangkan secara live dari Studio 5 Indosiar, pukul 19:00 WIB.

Mengusung tema Charity & Berbagi, para artis yang hadir akan memberikan sebagian rezekinya untuk orang yang membutuhkan.

Tidak hanya itu, berbagai macam kolaborasi pun akan tercipta. Para penggemar juga bisa menonton acara ini secara langsung dari Studio 5 Indosiar.

Saksikan Q-Academy Special Charity & Berbagi malam ini pukul 19:00 WIB.

Now On Youtube ! Official Video Clip NAURA “Bully”

bully

 

Link Youtube :

http://bit.ly/VC-Naura-Bully

 

Dunia musik anak di Indonesia banyak yang menilai jalan di tempat. Lagu anak sekarang ini seolah tenggelam dikalahkan dengan pesona lagu-lagu orang dewasa. Kini, lagu-lagu baru yang  diperuntukkan bagi anak-anak bisa dikatakan sedikit. Lirik yang seharusnya penuh edukasi dan musik yang menyenangkan, tergeser oleh lagu-lagu untuk orang dewasa.

 

Adyla Rafa Naura Ayu, atau yang lebih akrab dipanggil Naura pun hadir menjawab kelesuan pasar musik anak-anak Indonesia. Sejak usia 6 tahun, putri sulung dari Riafinola Ifanisari atau Nola BE3 ini bercita-cita menjadi penyanyi. Naura sudah menyukai musik dan mulai suka menyanyikan lagu-lagu musikal sejak kecil. “Aku memang senang nyanyi. Aku pengen kayak mama yang bisa menghibur orang lain dengan menyanyi.  Aku kasih tahu mama keinginan aku dan mama kasih tahu aku syaratnya, yang penting tanggung jawab dengan sekolah, agama, dan karir,” jelas Naura

 

Berkaca dari pengalaman Nola sendiri yang sudah mulai bernyanyi sejak kecil, Nola pun mengizinkan anaknya menggeluti dunia tarik suara setelah melihat keseriusan Naura. Menyadari putri sulungnya memiliki bakat di dunia tarik suara, Nola pun mulai mengarahkan dan melatih bakat Naura.

 

Keseriusan Naura dalam bernyanyi, dibuktikannya dengan meluncurkan debut albumnya berjudul “Dongeng” saat dirinya berumur 8 tahun. Naura yang juga piawai bermain piano ini pun pernah terlibat pada pagelaran drama musikal Timun Emas. Pada tanggal 24 & 25 Oktober 2015 lalu, Naura sempat menggelar konser musikalnya yang bertajuk “ Dongeng”. Konser yang diangkat dari album pertama Naura yang berjudul sama yaitu “Dongeng”, didedikasikan khusus untuk anak-anak dan keluarga Indonesia. Konser ini melibatkan sekitar 59 anak-anak yang turut bernyanyi dan menari bersama Naura. Sekitar 2400 tiket konser untuk pertunjukan selama 2 hari tersebut pun, berhasil  terjual habis dan memuaskan penonton yang hadir.

 

Setelah merilis single “Untuk Tuhan” pada bulan Oktober 2015 lalu, kini Naura merilis single terbarunya yang berjudul “Bully”. Lagu ciptaan Mhala dan Tantra Numata ini menceritakan kisah seorang anak yang suka mengejek dan mengganggu teman-temannya hingga ia tidak disukai. Lagu ini penggambaran bahwa tindakan Bullying adalah perbuatan yang tidak ada gunanya. Dan memberikan semangat bagi yang di-bully untuk berani bilang tidak suka atau menolak perlakuan teman yang kasar dengan melawan secara positif.

 

Aransemen musik di lagu Bully ini digarap oleh musisi muda Indonesia, Ava Victoria. Disini aransemen musik ditampilkan Ava secara musikal dengan melodi-melodi yang khas anak-anak. Keselarasan antara musik dan lirik pun menjadi prioritas utama  di lagu ini agar tetap terasa pas di telinga anak-anak.

 

Kemunculan penyanyi anak-anak seperti Naura, tentunya diharapkan bisa mengobati kerinduan pencinta musik Indonesia akan kehadiran penyanyi anak-anak yang memang menyanyikan lagu yang diperuntukan bagi anak-anak Indonesia, sekaligus membangkitkan kembali lagu atau musik anak-anak Indonesia yang berkualitas, beredukasi, dan dapat dinikmati oleh anak-anak bahkan orang dewasa.

 

Lagu Bully ini hadir di album terbaru Naura yang berjudul “Langit Yang Sama” yang sudah dirilis di CFC Store se-Indonesia sejak tanggal 11 Maret 2016 lalu.

 

Bully (Lirik)

Ku punya seorang teman

Nakal, manja, dan pongah

Oh, selalu cari perhatian

 

Setiap dia datang

Dengan banyak gayanya

Suasana pasti jadi muram

 

Kerjanya hanya mengganggu

Mengejek dan mengancam

Puas hati tuk mempermalukan

 

Dia bernama BULLY

Oh, tak lucu sekali

Tak ada yg mau menemani

 

Jangan suka mengganggu

Hey Kau BULLY

Pergi saja dan tak usah kembali

BULLY! BULLY! Oh kau BULLY!

BULLY! BULLY! Oh kau BULLY!

 

Wahai semua teman teman

Haruslah berani jangan takut

Kalau ingin disukai

Haruslah baik hati

Jangan seperti dia si bully

 

Tak pernah ada gunanya

Jika suka menghina

Hanya membuat hatimu susah

 

Dunia lebih indah

Tanpa ada si bully

Enyah pergi saja kau bully

 

Wahai semua teman teman

Kalau ada si bully

Haruslah berani jangan takut

 

Kalau ingin disukai

Haruslah baik hati

Jangan seperti dia si bully

 

Tak pernah ada gunanya

Jika suka menghina

Hanya membuat hatimu susah

 

Dunia lebih indah

Tanpa ada si bully

Tak ada yang mau menemani

BULLY!

Naura Tanpa Saingan di Panggung Lagu Anak-anak

d02d9c0a-63c4-4199-b8df-c8a392618959_169

 

Jakarta – Adila Rafa Naura Ayu atau Naura menjadi salah satu penyanyi anak-anak paling bersinar di masa kini. Dia maju sendiri tanpa harus bersaing dengan banyak penyanyi lain.

Selain Naura, ada juga anak-anak asuhan Erwin dan Gita Gutawa di bawah bendera ‘Di Atas Rata-rata’. Lantas, apa kata penyanyi 10 tahun itu soal rekan-rekan sejawatnya?

“Ada saingan atau tidak, aku tetap bernyanyi sendiri dengan image sendiri,” jawabnya singkat seraya tersenyum saat ditemui detikHOT di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Nola ‘Be3’ selaku orang tua langsung menambahkan. Menurutnya, anak sulungnya itu tidak bersaing dengan siapapun di industri musik Indonesia.

“Menurutku, Naura tidak ada persaingan dengan siapapun. Dia menampilkan sesuatu yang dia suka. Kalaupun ada (persaingan) ya sah-sah aja. Yang pasti, Naura is Naura. Naura yang sudah sangat musikal,” tambah Nola sekaligus mengakhiri wawancara.

 

sumber: Detik

NAURA Mencari Model Video Klip ‘BULLY’

20160315225651

 

Untuk fans Naura yang ingin tampil bersama Naura di video klip terbarunya ‘BULLY’ , yuk langsung ikutan pencarian model video klip ‘BULLY’ yang dipersembahkan oleh Trinity Optima Production.

Ketentuan :

  • Anak laki-laki berumur 10-12 tahun
  • Membuat video unik & tanggapan kamu tentang Bully, dengan memegang album Naura ‘Langit Yang Sama’ yang dapat diperoleh di CFC store seluruh Indonesia.
  • Menyebutkan nama lengkap, umur dan tinggi badan pada deskripsi
  • Kirim video unik kamu dengan hashtag #ModelVideoklipBullyNaura via instagram @trinityoptima @aku_naura
  • Pengiriman video hingga tanggal 3 april

 

Yuk langsung ikutan. Kapan lagi bisa shooting dan menjadi model video klip bersama Naura.

NAURA Album : “LANGIT YANG SAMA”

ssh

Akhirnya, lahir juga penyanyi cilik berbakat yang benar-benar mewakili dunia keseharian anak-anak yang polos dan penuh keceriaan. Adyla Rafa Naura Ayu, atau yang lebih akrab dipanggil Naura hadir meramaikan pasar musik anak-anak Indonesia sejak 2014 lalu, dan kini menyapa lagi lewat album baru berjudul “Langit yang Sama”. Kehadiran album ini seolah menjadi penyejuk dahaga di tengah krisisnya lagu untuk anak-anak dalam dua dekade terakhir.

Ya, saat ini, memang tak banyak penyanyi anak-anak yang meramaikan industri musik Indonesia. Yang kita tahu, anak-anak jaman sekarang cenderung dijejali lagu-lagu bertema remaja dan dewasa, padahal musik memegang peran penting untuk membantu perkembangan karakter, kepekaan sosial, kecerdasan dan kreativitas anak. Lewat musik yang mereka dengar, nyanyikan atau hayati, membuat mereka secara tidak langsung belajar tentang kehidupan dan lingkungannya.

Nah, album “Langit yang Sama” mengembalikan esensi album anak-anak sebagaimana mestinya. Mengedepankan tema keseharian yang bermuatan edukasi serta sarat selipan pesan moral pada setiap lagunya. Itu benang merahnya.

Seperti ungkapan ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’… bakat menyanyi Naura, gadis cilik berusia 10 tahun ini rupanya diperolehnya dari sang bunda, Riafinola Ifanisari – atau yang lebih kita kenal dengan nama Nola Be3. Sejak masih balita, ternyata Naura sudah menyukai musik dan tertarik pada lagu-lagu berkontur musikal. Keinginannya untuk bernyanyi pun disampaikannya kepada sang bunda.

Walau tanpa latihan vokal khusus, Naura pun mulai mengasah kemampuannya bernyanyi secara otodidak. Nola yang menyadari talenta besar putri sulungnya lantas mulai mengarahkan dan melatih bakat Naura. Saat usianya masih 8 tahun, Naura telah meluncurkan debut albumnya berjudul “Dongeng”. Sekitar 9 lagu disajikan di albumnya tersebut, di antaranya lagu berjudul “Dongeng”, “Panca Indera”, “Kata Ajaib”, “Setinggi Langit” serta sebuah lagu yang dinyanyikannya bersama sang mama yang berjudul “Semesta Cinta”.

“Awalnya aku iseng-iseng aja minta ke mama minta dibikinin lagu, terus mama minta ke temennya mama. Terus dibuatin lagu sama Om Mhala dan rekaman sama mama, ternyata lagunya banyak yang suka. Akhirnya kami buat album deh,” ungkap Naura mengenang awal dirinya terjun ke dunia tarik suara.

Naura memang dikenal sebagai anak yang cerdas dan berbakat. Kemampuan vokalnya yang luar biasa dengan suara yang indah dan jernih khas anak-anak seusianya, membuat Nola tertarik untuk memproduseri sendiri album Naura.

“Salah satu hal yang bisa saya lakukan sebagai orang tua dalam mendukung bakat Naura adalah mencoba mewujudkan keinginannya yang ingin bernyanyi. Ingin duet sama mamanya, dan punya album. Dan akhirnya pun saya mempelajari untuk memproduseri album Naura”, ulas  Nola bangga. Dan ternyata di luar itu, Naura ternyata juga piawai bermain piano dan pernah terlibat pada pagelaran drama musikal Timun Emas.

Konsep aransemen untuk keseluruhan lagu di album “Langit yang Sama” ini dikerjakan secara orkestra dengan pendekatan musikal agar gampang dicerna oleh anak anak. Semua lagu diciptakan oleh Mhala & Tantra Numata. Kehadiran Naura diharapkan bisa membangkitkan kembali lagu atau musik anak-anak Indonesia yang berkualitas. Naura pun berharap bahwa karya dan lagunya dapat di terima dunia musik Indonesia. “Aku pengen banget semua anak Indonesia menyanyikan lagu anak-anak, bukan lagu orang dewasa!”

 

“Untuk Tuhan”

Lagu ciptaan Mhala dan Tantra Numata ini memiliki arti yang sangat dalam. Sebuah doa dari seorang anak yang meminta agar Tuhan mencurahkan kasih sayang kepada orang tuanya. Dilantunkan Naura dengan penuh penghayatan, terekspresikan dengan serasi sekaligus manis dengan balutan gesekan string garapan Ava Victoria yang membuai.

 

“Jalan-Jalan”

Sebuah pesan positif yang sangat mewakili generasi Naura saat ini, dimana ia mengajak menikmati indahnya dunia di luar sana, dan mau meninggalkan ‘gadget’. Karena Naura memandang hidup di luar sana lebih berwarna…. Kita bisa merasakan udara, tertawa bersama, berlari di pagi hari, rasakan angin dan bersepeda gembira. “… Kawan, berjiwalah petualang, biar nanti kita punya banyak cerita….

 

“Langit yang Sama”

Lagu yang dinyanyikan trio oleh Nola, Naura dan Neona ini mengajarkan keindahan berbagi terhadap sesama. Dan pesan itu disampaikan dengan penuturan yang sarat kepolosan suara kanak-kanak, terutama vokal Naura dan Neona yang terlantun menggemaskan. Mengalir renyah dengan iringan olahan musik yang lincah, ringan namun memikat.

 

“Bully”

Lagu ini menerbangkan ingatan kita pada konsep album kanak-kanak Sherina yang dirilis pada 1999 silam, dimana lagu-lagunya juga kental nuansa musikal hasil gubahan mendiang komposer Elfa Secioria. Cara bernyanyi Naura di lagu ini terasa lentur dan tegas dengan kawalan choir, namun tanpa kehilangan jiwa ciliknya. Pesan di liriknya lagi-lagi mewakili generasi Naura, dimana per‘bully’an menjadi sorotan. Sebuah isu yang belakangan sangat meresahkan banyak orang tua. “… Dunia lebih indah tanpa ada si Bully…” lantun Naura.

 

“Sister”

Naura kembali ditemani Neona di lagu ini. Sesuai judulnya, keduanya menuturkan hubungan unik kakak adik yang walaupun kadang tidak sejalan, namun selalu berakhir rukun. Keduanya bernyanyi, berinteraksi, sahut-sahutan, dimana musiknya pun meningkahi seolah terlibat dalam obrolan Naura dan Neona. Menggemaskan dan menggelikan.

 

“Ayo Menabung”

Kali ini lagu dibuka dengan suara-suara tiupan brass section ala Broadway yang terdengar berjingkat-jingkat dengan nuansa riang, sarat irama staccato yang ritmis. Pola aransemen yang terkesan ‘centil’ ini menjadi pengantar pesan positif Naura yang mengajak pendengarnya untuk mulai membiasakan menabung dan berhemat untuk bekal di masa depan.

 

“Sahabat Setia”

Naura kali ini menggaet sang ibu, Nola, untuk berduet. Liriknya, adalah tentang hubungan cinta yang terjalin antara seorang anak dan ibu. Dimulai dengan alunan suara Nola yang mengayun, yang mengutarakan ‘keresahan’ pada sang anak yang kelak akan semakin dewasa. Dan Naura lantas menjawabnya penuh optimistis, bahwa ia kelak akan menjadi seperti sahabat penuh cinta bagi sang ibu. Pautan keduanya dikaribkan dengan gemericik chime, buaian string section serta alunan piano yang ringan sepanjang lagu.

 

“Lukisan Indonesia”

Aransemen orkestrasi di lagu ini digarap oleh Andi Rianto, dengan penggambaran imajinatif yang sangat mewakili ekspresi wujud kecintaan Naura terhadap Indonesia yang disebutnya sebagai negeri mahakarya terindah. “… Tuhan melebihkan waktunya saat Dia mencipta….” Sebuah penggalan lirik yang menggugah dan sarat kekaguman.

 

“Believe”

Selalu percaya dan yakin pada kemampuan, dan diri sendiri. Itulah inti pesan di trek penutup album “Langit Yang Sama” ini. Sedikit berbeda dibanding konsep lagu-lagu lainnya yang sarat nuansa musikal. “Believe” berlirik Bahasa Inggris dengan baluran musik pop modern yang dinamis. Selaras dengan ungkapan positif yang optimistis di lirik lagunya.

 

Album terbaru Naura yang berjudul “Langit Yang Sama” ini, diproduksi oleh PT. Trinity Optima Production dengan partner label Mega Music dan partner distribusi eksklusif CFC Indonesia. Kini album ini sudah bisa di dapatkan  di CFC Store se-Indonesia mulai 9 Maret 2016.

 

Press Release By Mudya Mustamin (Pemimpin Redaksi Majalah Gitar Plus)

Official Video Clip   Naura “Untuk Tuhan”

Perkembangan musik di Indonesia mengalami krisis  lagu  untuk anak-anak dalam dua dekade terakhir ini, baik dari sisi produksi maupun dari sisi materi lagu. Anak-anak jaman sekarang lebih   dijejali lagu yang di peruntukan bagi remaja dan dewasa. Akhirnya tak banyak penyanyi anak-anak yang meramaikan musik Indonesia. Padahal musik memiliki posisi penting untuk membantu perkembangan karakter, kepekaan sosial, kecerdasan dan kreativitas anak melalui musik yang mereka dengar, nyanyikan dan hayati, secara tidak langsung mereka belajar tentang kehidupan.

 

Adyla Rafa Naura Ayu, atau yang lebih akrab dipanggil Naura hadir meramaikan pasar musik anak-anak Indonesia sejak 2014 lalu. Bakat menyanyi gadis cilik berusia 10 tahun itu rupanya diperolehnya dari sang bunda, Riafinola Ifanisari atau yang lebih kita kenal dengan nama Nola Be3. Sejak masih balita ternyata Naura sudah menyukai musik. Naura mulai suka menyanyikan lagu-lagu musikal. Keinginannya untuk bernyanyi pun disampaikannya kepada sang bunda.

 

Naura pun mulai belajar menyanyi secara otodidak dan tanpa latihan vokal khusus. Menyadari putri sulungnya memiliki bakat di dunia tarik suara, Nola pun mulai mengarahkan dan melatih bakat Naura. Saat usianya masih 8 tahun, Naura telah meluncurkan debut albumnya berjudul “Dongeng”. Sekitar 9 lagu disajikan Naura di dalam albumnya tersebut, di antaranya lagu berjudul Dongeng, Panca Indera, Kata Ajaib, Setinggi Langit dan sebuah lagu yang dinyanyikannya bersama sang mama yang berjudul “Semesta Cinta”. “Awalnya aku iseng-iseng aja minta ke mama minta dibikinin lagu, terus mama minta ke temennya mama. Terus dibuatin lagu sama Om Mhala dan rekaman sama mama, ternyata lagunya banyak yang suka. Akhirnya kita buat album deh”, cerita Naura tentang awal dirinya terjun ke dunia tarik suara.

 

Naura memang dikenal sebagai anak yang cerdas dan berbakat. Kemampuan vokalnya yang luar biasa dengan suara yang indah dan jernih khas anak-anak seusianya, membuat Nola tertarik untuk memproduseri sendiri album Naura. “Salah satu hal yang bisa saya lakukan sebagai orang tua dalam mendukung bakat Naura adalah mencoba mewujudkan keinginannya yang ingin bernyanyi. Ingin duet sama mamanya, dan punya album. Dan akhirnya pun saya mempelajari untuk memproduseri album Naura”, jelas Nola. Bukan hanya itu, Naura ternyata juga piawai bermain piano dan pernah terlibat pada pagelaran drama musikal Timun Emas.

 

Kini Naura merilis single terbarunya yang berjudul “Untuk Tuhan”. Lagu ciptaan Mhala dan Tantra Numata ini memiliki arti yang sangat dalam. Lagu ini menceritakan tentang permintaan seorang anak kepada Tuhan untuk mencurahkan kasih sayang kepada orang tuanya. Lagu ini dinyanyikan dengan sangat manis oleh Naura dengan aransemen musik yang digarap oleh musisi muda Indonesia, Tantra Numata dibalut String Aransemen oleh Ava Victoria.

 

Kehadiran penyanyi anak-anak seperti Naura, diharapkan bisa membangkitkan kembali lagu atau musik anak-anak Indonesia yang berkualitas. Naura pun berharap bahwa karya dan lagunya dapat di terima dunia musik Indonesia. “Aku pengen banget semua anak Indonesia menyanyikan lagu anak-anak, bukan lagu orang dewasa”, ujar Naura.