trinity_logo_web.png
Menu
New Release : MAUDY AYUNDA “AKU SEDANG MENCINTAIMU” DALAM ALUNAN PIANO

 

Tahun lalu, Maudy Ayunda sukses membuat penggemarnya larut dalam perasaan menanti cinta sang sahabat, yang ada dalam lagu “Aku Sedang Mencintaimu”. Melihat antusiasme para pecinta musik terhadap lagu ini, Maudy pun memutuskan untuk merilis lagu ini dalam versi yang berbeda.

SISI YANG BEDA

Lagu “Aku Sedang Mencintaimu” yang dirilis di tahun 2018 lalu, mendapatkan tempat terbaik di hati pecinta musik Indonesia. Lagu ini sudah diputar jutaan kali di music streaming dan video musiknya telah ditonton jutaan kali di Youtube. Lagu ini juga sempat masuk ke dalam A-List Indonesia Playlist di Apple Music, dan hingga hari ini lagu “Aku Sedang Mencintaimu” masih bertahan di dalam chart musik streaming JOOX. Tidak hanya itu, industri musik tanah air pun mengapresiasi lagu ini dengan memberikan nominasi kategori Artis Solo Wanita Terbaik untuk Maudy Ayunda melalui lagu “Aku Sedang Mencintaimu” pada Anugerah Musik Indonesia 2018 lalu.

Karenanya, Maudy dan tim dari Trinity Optima Production kemudian memutuskan untuk memberikan suguhan yang berbeda terhadap lagu tersebut. “Karena kami melihat banyaknya komentar positif terhadap lagu ini dan liriknya juga sesuai dengan apa yang dirasakan oleh banyak orang, maka sebagai bentuk apresiasi untuk pendengar musik Indonesia kami pun merilis versi piano yang memberikan kesaan dan rasa yang berbeda dal am menikmati lagu ini,” ungkap Mhala selaku A&R dari Trinity Optima Production.

 

RASA YANG BEDA

Bekerjasama dengan Kitut yang juga seorang arranger musik, lagu “Aku Sedang Mencintaimu” dibawakan dalam format solo piano dengan aransemen musik yang lebih ballad dari versi originalnya.  “Karena sebenarnya lagu ‘Aku Sedang Mencintaimu’ ini liriknya sedih. Liriknya menceritakan tentang perasaan seseorang yang menantikan cinta dari sang sahabat. Dan, lewat aransemen yang baru ini, aku ingin menampilkan kesenduan dari lirik tersebut,” ungkap Maudy yang mengaku sangat puas dengan hasil aransemen untuk single “Aku Sedang Mencintaimu” versi piano ini.

Pilihan instrumen piano pun bukan keputusan yang tak berdasar. Maudy merasa lewat alunan piano, lagu “Aku Sedang Mencintaimu” ini bisa memberikan energi yang berbeda dari aslinya. “Saya dan Maudy sepakat hanya menggunakan instrumen piano dalam lagunya kali ini. Karena kami merasa, dengan alunan piano, pesan dan rasa sendu yang ada dalam lagu ini lebih terasa dan bebas dari distraksi beat-beat instrumen musik lainnya,” tambah Mhala.

Untuk melengkapi single “Aku Sedang Mencintaimu” (piano version), sebuah video lirik juga telah disiapkan. Dengan visual dan lirik yang seserhana, diharapkan lagu ini bisa menjadi lagu andalan bagi banyak penikmat musik Indonesia yang tengah sedang mencinta dalam diam.

 

AKU SEDANG MENCINTAIMU (Piano Version)

Andai kau tahu di sini ku merindu kamu

Andai ka u tahu di sini kumerindukanmu

Merindukan aku tak mampu

Bertahan untuk tak memilikimu

 

Kau yang selalu ada di dekatku

Kau sahabatku haruskah kumenunggu

Hingga kau mengerti rasa hati ini

Tak ingin dirimu bersama yang lain

 

Aku sedang mencintaimu

Meski kau takkan pernah tau

Akankah sang waktu menjaga hatiku

Untuk selalu menunggumu

 

Aku sedang mencintaimu

Meski hatiku takkan mampu

Tanpa sudut wajahmu, mengisi bingkai hariku

Takkan ada cerita indah seperti dulu

 

Izinkanku membuka mata hatimu

Melihatku dengan cara yang berbeda

Haruskahku terdiam dalam bisu

Didekatmu tapiku ‘jauh’

 

Aku sedang mencintaimu

Meski engkau tak pernah tau

Tanpa sudut wajahmu

Takkan ada cerita indah seperti dulu

Andai kau tahu

Composed by RENDY PANDUGO / MAUDY AYUNDA

Published by SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA / MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Produced by KITUT

Vocal produced by IRVNAT @BRO’S Std, Jkt

Engineered by ANGGI ANGGORO

Mixed by RAZI

Mastered by DIMAS PRADIPTA @SUMIT! Std, Jkt

@TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

Maudy Ayunda Rekam Ulang Lagu Milik Rida Sita Dewi

Tak hanya kembali berakting lewat film Trinity: The Nekad Traveler, Maudy Ayunda juga bernyanyi lagi dengan merilis single terbaru berjudul “Satu Bintang di Langit Kelam”. Merupakan soundtrack film Trinity: The Nekad Traveler, lagu ini adalah versi daur ulang dari hits kepunyaan trio vokal Rida Sita Dewi (RSD) yang rilis pada 1995.

Meski secara aransemen tidak mengalami banyak perubahan dari lagu asli, “Satu Bintang di Langit Kelam” versi baru dibawakan dengan gaya vokal khas Maudy yang lembut.

It”s really exciting. Yang seru sebenarnya saat mau rekaman, kami sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Ceritanya sangat simbolis, banyak metafora di dalamnya. Jadi akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu benar-benar dipikirkan,” jelas Maudy melalui rilis pers.

Dalam membawakan versi baru “Satu Bintang di Langit Kelam”, Maudy mengaku banyak melakukan proses diskusi dengan Dewi “Dee” Lestari selaku pencipta lagu yang juga merupakan personel RSD.

“Apalagi lirik lagu ini sangat dalam, kami sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau nggak salah ada lirik ‘jadilah diriku selatan’, jadi kami banyak interpretasi. Menurut aku, inilah yang membuat lagunya jadi menarik,” jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Lirik lagu ini bercerita tentang keikhlasan hati ketika cinta harus bertepuk sebelah tangan. Dee mendapatkan idenya setelah terinspirasi dari buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan di Bulan Juni.

Menurut Dee, dikarenakan lirik yang berbicara soal cinta bertepuk sebelah tangan, “Satu Bintang di Langit Kelam” sempat diklaim sebagai lagu kebangsaan kaum single. “Walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau, lagu ini pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomlo pada eranya,” kata Dee lewat rilis pers.

Film Trinity: The Nekad Traveler sendiri baru akan diputar serentak di bioskop mulai 16 Maret mendatang. Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini diadaptasi dari serial buku The Nekad Traveler karya travel blogger dalam negeri, Trinity.

Maudy Ayunda berperan menjadi karakter utama film ini, yang tak lain adalah Trinity. Ia merupakan pekerja kantor yang hobi jalan-jalan ke berbagai daerah tapi selalu mendapat kesulitan mendapat izin cuti dari bos yang dimainkan oleh Ayu Dewi.

Sumber: Rolling Stone Indonesia

MAUDY AYUNDA New Single : “Satu Bintang Di Langit Kelam” OST. Trinity, the Nekad Traveler

 

“Khayalku terbuai jauh, pelita kecilmu mengalir pelan dan aku terbenam…

Redup kilaumu tak mengarah, jadilah diriku selatan… Namun tak kau sadari hingga kini dan nanti… ”

 

Sebuah syair lagu yang menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan ini, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995 silam. Lagu dengan lirik sederhana namun indah ini adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang DI Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Menurut Dee, lagu ini pernah diklaim jadi lagu kebangsaan jomblo, walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau. “Lagu ini memang pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomblo pada eranya,” ucap Dee tentang lagu ini.

Kini di awal tahun 2017, MAUDY AYUNDA kembali me-remake lagu ini sebagai single terbarunya. “Rasanya tentu seneng banget bisa bekerjasama lagi dengan Mbak Dewi, sudah kangen banget sih bisa menyanyikan  lagu beliau lagi. Karena ini lagu remake, pastinya ada beban tersendiri. Walau lagunya gak kalah bagusnya dengan versi yang sebelumnya, tapi harus sama kerennya dan harus berbeda untuk bikin orang merasa bahwa ini versi baru yang sukses’, ucap Maudy tentang tantangan yang dihadapinya saat menyanyikan lagu ini.

Karena lagu ini adalah lagu yang pernah populer pada masanya, Maudy pun menyanyikan lagu ini dengan gaya khasnya sendiri. Dengan vokal yang smooth dan indah, Maudy berhasil membawakan lagu ini dengan rasa yang berbeda. “It’s really exicting, yang seru sebenarnya saat mau recording, kita sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Karena ceritanya itu sangat simbolik, banyak metaphor didalamnya dan akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu bener-bener dipikirin. Jadi sebelum rekaman itu, kita diskusi dengan Mbak Dewi dulu, mau kayak gimana nih. Bahwa lagunya seperti apa sih, ceritanya tentang apa, apakah ini lagu sedih atau apa. jadi banyak sekali brain-storming session dibalik recording lagu ini. Apalagi lirik dilagu ini sangat dalam, kita sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau ga salah kalimatnya ‘jadilah diriku Selatan’. Jadi kita banyak interpretasi dari lagu ini, menurut aku ini yang membuat lagu ini menarik”, jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Setelah menyelesaikan studinya di Inggris, Maudy Ayunda memang mengakui dirinya banyak berubah dan lebih matang dalam konsep bermusik. “Ini single baru setelah aku selesai studi di Oxford. Memang sekarang aku akan lebih picky dengan lagu-lagu yang ingin aku nyanyikan. Karena aku kali ini pengen bener-bener punya lagu-lagu yang liriknya kuat dan cerita yang kuat dibaliknya. Bener-bener bisa membuat orang lain berfikir, pokoknya lagu-lagu yang memiliki efek lain selain enak di denger. Menurut aku, lagu Satu Bintang Di Langit Kelam adalah lagu yang seperti itu. Lagu yang membuat orang tidak hanya merasa terbawa karena nadanya, tapi juga mungkin terbawa untuk berfikir atau merasakan sesuatu dari kata-katanya yang amat sangat indah dan dalam. Menurut aku, menarik sekali kalau sebuah lagu bisa mengajak orang untuk berinterpretasi atau berfikir. That’s the magic of song writing and that’s the magic of lyric writing. Dan aku pengennya kesitu sekarang”, tutur Maudy penuh makna.

Lagu ini juga hadir sebagai salah satu soundtrack yang akan menghiasi film “Trinity, the Nekad Traveler”, sebuah film karya rumah produksi Tujuh Bintang Sinema yang diadaptasi dari buku laris The Naked Traveler karya travel blogger Indonesia, Trinity. Film yang mengambil lokasi di Indonesia, Filipina, dan Maldives ini menceritakan tentang kisah nyata sang penulis buku yaitu Trinity, yang melakukan perjalanan nekat berkeliling Indonesia dan dunia. “Film ini menarik karena mengangkat traveling sebagai tema utamanya. Jadi bukan cuma ada cerita, tapi ada traveling-nya juga,” ungkap Maudy

Film ‘Trinity, The Nekad Traveler’ rencananya akan di rilis di bioskop Indonesia pada tanggal 16 Maret 2017 mendatang dan menjadi ajang comeback-nya Maudy Ayunda di kancah sinematik Indonesia, setelah dirinya menyelesaikan studi di jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics), Oxford University-Inggris. Single terbaru ini pun menjadi momentum bagi Maudy untuk semakin mengukuhkan eksistensinya di pentas musik Tanah Air. “Harapan aku buat single baru dan tentunya soundtrack film ini, semoga mereka bisa saling support. Maksudnya single-nya men-support filmnya dan filmnya juga men-support single-nya. Yang jelas, pasti pengennya bisa diterima oleh masyarakat. Pengennya juga semua orang bisa melihat kedua project ini sebagai satu kesatuan yang memang cocok. Mudah-mudahan kita bisa membuat efek itu dan semoga bisa menyentuh hati para pendengar dan yang menonton filmnya. Ya semoga semua orang suka sama hasilnya seperti bagaimana aku pun sangat senang dengan kolaborasi dan project ini”, tutup Maudy yang sedang menyiapkan album ketiga yang banyak berisi lagu-lagu yang ditulisnya sendiri.

 

Satu Bintang Di Langit Kelam (Lirik)

Angkasa tanpa pesan

Merengkuh s’makin dalam

Berselimut debu waktu

Ku menanti cemas

 

Kau datang dengan sederhana

Satu bintang di langit kelam

Sinarmu rimba pesona

Dan kutahu tl’ah tersesat

 

Kukejar kau takkan bertepi

Menggapaimu takkan bersambut

Sendiri membendung rasa ini

Sementara kau membeku

 

Khayalku terbuai jauh

Pelita kecilmu mengalir pelan

Dan aku terbenam

 

Redup kilaumu tak mengarah

Jadilah diriku Selatan

Namun tak kau sadari

Hingga kini dan nanti

Maudy Ayunda – Ost Trinity the Nekad Traveler sudah tersedia di:
Apple Music: http://bit.ly/appsatubintang
iTunes: http://bit.ly/itunessatubintang
Spotify: http://bit.ly/spotifysatubintang
Joox: http://bit.ly/jooxsatubintang

Dapatkan RBTnya:
Telkomsel: Ketik BBHBT sms ke 1212
XL: Ketik 34109337 sms ke 1818
Indosat: Ketik SET(spasi)51104776 ke 808
Tri: Ketik 1110836 sms ke 1212

MAUDY AYUNDA New Single : “SEKALI LAGI”

1795364_732814470088498_5206163525175136898_o

Cantik, berbakat dan pintar. Semua hal itu tampaknya memang pantas dimiliki oleh Ayunda Faza Maudya atau yang lebih dikenal dengan nama Maudy Ayunda. Memulai debut kariernya melalui film “Untuk Rena”, kini Maudy masuk dalam jajaran artis dan penyanyi papan atas dan semakin mengukuhkan eksistensinya di dunia hiburan tanah air.

Selama berkarier di dunia entertainment, Maudy sudah merilis 2 album yaitu Panggil Aku Maudy (2011) dan Moments (2015). Bukan hanya itu, penyanyi yang pernah menjalani pendidikannya di Oxford University ini ternyata juga piawai menulis lagu. Hidup mandiri di negara orang, justru membuat Maudy produktif dalam membuat karya. “Buat aku menulis lagu tuh sesuatu proses yang personal. Biasanya aku menulis lagu dari sesuatu yang aku bisa relate. Itu bisa sesuatu yang aku alami sendiri atau yang di alami orang-orang disekitar aku. Anehnya, aku lebih produktif menulis lagu disana dibandingkan waktu aku berada di Jakarta. Dan lagu yang aku buat umumnya dalam bahasa Indonesia”, jelas Maudy tentang kecintaannya dalam menulis lagu.

Salah satunya, lagu berjudul “Sekali Lagi” yang terdapat dalam album Moments, adalah sebuah lagu yang diciptakan Maudy ditengah-tengah kesibukannya menimba ilmu di Inggris. Di lagu ini, Maudy bertutur tentang pengharapan cinta yang lepas lewat tuturan lirik yang lugas, namun dengan pemilihan kalimat yang tidak pasaran. Didominasi oleh petikan gitar dan lewat sentuhan musikalitas dari seorang music director, Ari Renaldi, membuat lagu berbalut akustik ini terasa makin ‘bernyawa‘.

Meskipun masih berada di genre pop ballad, namun lagu ini tak terdengar begitu mellow. Sehingga walaupun berisi kegelisahan seseorang yang mempertanyakan kemungkinan adanya kesempatan kedua, lagu ini cukup groovy untuk dinikmati sembari mengentakkan kaki dan mengangguk-anggukan kepala.

Lagu ini juga semakin menunjukkan keseriusan Maudy di dunia musik Indonesia. Bukan hanya pembuktian diri sebagai penyanyi solo, namun juga sebagai penulis lagu yang layak diperhitungkan. Karier dan pendidikannya pun berhasil dirampungkannya dengan pencapaian akhir yang patut diacungi jempol.

Kini Maudy telah menyelesaikan studinya di jurusan Politics, Philosophy & Economics, Oxford University – Inggris dan akan menjalani wisudanya pada hari ini, tanggal 30 September 2016.

Setelah kelulusannya ini, Maudy mengakui masih banyak mimpi yang ingin dikejarnya. Salah satunya membuat karya album yang di dalamnya berisi lagu-lagu ciptaannya sendiri. “Kedepannya aku masih akan bernyanyi dan akan lebih banyak menghasilkan lagu-lagu yang aku buat sendiri”, ujar Maudy.