trinity_logo_web.png
Menu
New Album – DEKADE AFGAN “10 Tahun Eksplorasi Jati Diri Musik”

Untuk bisa bertahan di industri musik dalam negeri jelas bukan perkara mudah. Karena dibalik hasil karya-karyanya yang ikonik, tiap musisi memiliki perjuangannya tersendiri dalam menjaga eksistensinya. Tidak terkecuali  Afgan. Musisi yang telah mengawali karier sejak tahun 2008 ini memiliki ceritanya tersendiri untuk mencapai kesuksesannya saat ini.

 

Apa makna album “Dekade” ini untuk Afgan sendiri?

“Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama.”

 

Setelah 10 Tahun Berkarya, apa yang berubah dari Afgan?

“Enggak ada yang berubah. Saya masih jadi diri saya sendiri. Saya masih memiliki insekuritas yang tinggi, masih enggak percaya diri, masih punya rasa takut. Semua masih ada pada diri saya. Tapi saya sendiri banyak merasa berkembang dari segi musikalitas, performance, dan taste music. Kalau Afgan yang dulu mungkin masih mencari-cari tahu gaya apa yang pas, akhirnya coba tiru sana sini. Setelah 10 tahun, saya sudah di tahap yang tahu apa yang saya mau. Saya juga sudah lebih nyaman untuk menjadi diri sendiri. Dan lebih yakin dengan apa karya yang saya kerjakan.”

 

Apa yang bisa diekspektasikan dari Afganisme ataupun pendengar musik nasional dari album ini?

“Saya berharap mereka bisa melihat perkembangan dan pendewasaan saya dalam bermusik selama 10 tahun terkahir. Saya berharap mereka bisa bernostalgia dengan beberapa lagu lama yang ada di album ini, tapi juga mereka bisa mendengar eksplorasi musik yang saya hadirkan di album ini.”

 

Jika Afgan di tahun 2008 melihat Afgan hari ini, apa yang akan dia rasakan?

“Saya rasa dia akan bangga dengan seluruh proses yang saya jalani hingga hari ini. Karena saya tahu, perjalanan berkarya selama 10 tahun ini tidaklah mudah baginya. Karena Afgan di masa itu punya low self esteem, tidak punya teman dan sangat pemalu. Dan setelah 10 tahun, banyak hal yang telah berkembang dari kepiribadian maupun pemikiran saya. Tapi bukan berarti saya sudah menjadi diri saya yang sempurna, saya merasa masih punya banyak ruang untuk perbaikan. The best is yet to come.

 

Di dalam membuat album kelimanya ini, Afgan tidak sendiri. Bersama Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production, dan beberapa arranger pilihan, turut membantu Afgan untuk merampungkan album ini. “Yang saya suka dari album ini, Afgan mau mengeksplorasi ranah musik yang tidak biasa dari album-album dia sebelumnya.” Ungkap Mhala. “Di album ini kita bisa sama-sama dengar Afgan membawakan lagu ‘Sadis’ dengan sentuhan rock blues 80-an, ada juga lagu ‘Love Again’ yang dibawakan dengan lagu upbeat 90-an. Benar-benar sebuah memoar musik yang terangkum dengan apik selama 10 tahun Afgan berkarya,” tambahnya.

 

Dalam pembuatan album ini, Afgan memang lebih detail dan sangat kritis dengan karya-karyanya. Sangat besar peran serta Afgan dalam pembuatan album ini , mulai dari penulisan lagu, pemilihan notasi sampai pemilihan mastering di Inggris. Dan dalam waktu dua bulan, album DEKADE ini pun bisa diselesaikannya. Dan hasilnya sangat memuaskan, nuansa keseluruhan album yang hangat dengan rasa nostalgia yang tinggi bisa dinikmati di berbagai situasi. Berikut trek demi trek yang ada di album ini:

 

Love Again

Untuk pembuka album DEKADE ini, sebuah lagu yang di aransemen Tatsuro Miller menjadi pilihannya. Lagu dengan beat pop R&B khas 90-an menyatu dengan vokal Afgan yang khas membuat lagu “Love Again” ini sangat menyenangkan untuk didengar berulang kali. Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta lama.

 

Sudah

Afgan kembali membawakan lagu power ballad yang menjadi ciri khasnya ke dalam trek kedua, “Sudah”. Di lagu ini, Afgan berhasil memperlihatkan sisi lainnya dalam bermusik. Diproduseri oleh Marco Steffiano, nuansa musik yang sedikit kelam terasa sejak intro pianonya. Lirik lagunya sendiri tak kalah dramatis, lagu ini menceritakan perasaan seorang kekasih yang menyadari kalau pasangannya tidak akan bisa mencintainya seutuhnya. Kisah cinta yang mungkin banyak bisa dirasakan banyak orang.

 

Heaven

Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Hanya butuh waktu setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan. “Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih,” cerita Isyana mengenai lagu ini.

 

Take Me Back

Tatanan musik yang berbeda dari karya-karya Afgan sebelumnya terdengar lantang di lagu “Take Me Back”. Di lagu ini, aransemen R&B dengan dominasi beat-beat hip hop yang kental, menyatu sempurna dengan vokal Afgan yang khas. Dilengkapi dengan rap lincah dari uprising Indonesian rapper, Ramengvrl, lagu hasil workshop di Malaysia bersama SonaOne ini tidak hanya sarat makna cinta tapi juga cocok untuk menjadi teman lari pagi yang pas.

 

Sadis

Setelah 10 tahun berlalu, lagu “Sadis” akhirnya hadir dengan aransemen yang berbeda. Lagu yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi untuk karier bermusik Afgan ini mendapatkan aransemen yang cukup unik. Tanpa meninggalkan alunan piano yang menjadi ciri khasnya, lagu “Sadis” mendapatkan sentuhan rock blues 80-an di bagian refrain-nya. Lewat lagu ini, Marco Steffiano selaku arranger, ingin menyisipkan sisi rock and roll dari Afgan yang selama ini tidak pernah ditampilkannya. Dan hasilnya, menakjubkan!

 

Bukan Cinta Biasa

Di album ini, lagu “Bukan Cinta Biasa” diaransemen dengan sangat hati-hati dan juga detail mengingat lagu ini punya nilai historic tersendiri untuk Afgan. Tanpa meninggalkan karakter asli dari lagu ini sendiri, Ari ‘Aru’ Renaldi memberikan aransemen musik yang berbeda kedalamnya. Suara petikan gitar akustik dan alunan biola yang cukup dominan, lagu “Bukan Cinta Biasa” di album ini menawarkan sesuatu yang terdengar baru tanpa meninggalkan elemen nostalgia yang ada di dalamnya.  Afgan sendiri banyak memberikan nada falsetto nya untuk memaksimalkan kebaruan yang ada di lagu ini.

 

Bawalah Cintaku

Mengaransemen ulang lagu yang sangat dicintai oleh banyak orang bukanlah perkara mudah. Namun Andi Rianto mampu meracik ulang lagu yang sangat ikonik ini dengan gaya bermusiknya yang khas. Alunan nada yang begitu megah dari lagu ini diubah begitu indah dengan menggunakan aransemen sederhana dari piano, strings, woodwinds, tanpa rhythm section. Keelokan liriknya yang romantis kian istimewa dengan kehadiran Sheila Majid dalam lagu ini. Warna suaranya Sheila yang khas berpadu sempurna dengan karakter vokal Afgan. Lagu lama karya Bebi Romeo ini pun terdengar seperti sebuah lagu baru.

 

Knock Me Out

Sebuah lagu bernuansa pop R&B ceria dengan sound yang fresh dan fun, menggabungkan lirik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati. Lagu ini sempat mendulang popularitas di tahun 2015. Mulai dari beragam penghargaan musik Indonesia dan hingga menjadi jingle iklan produk kecantikan di dapatkan lagu ini sendiri. Lagu yang menceritakan tentang penantian yang sudah berakhir karena bertemu dengan seseorang yang sangat spesial di hati. “Ibaratnya seperti menemukan seseorang yang benar-benar membuat saya terpana, merasa cocok dan berjanji tidak akan melepaskannya,“ ucap Afgan.

 

 Kunci Hati

Afgan menulis lagu ini pada 2015 lalu, bersama sahabatnya, Inu Numata. Bernada sederhana, namun melodius. Berlirik indah dan meaningful, dengan olahan musik yang menghenyakkan. Menyuguhkan kisah jatuh cinta yang sederhana, yang kemungkinan pernah dialami banyak orang. Salah satu keistimewaannya adalah dengan terlibatnya olahan aransemen string dari Ari Renaldi yang dieksekusi oleh Budapest Scoring Strings, Hongaria. Membuat kesederhanaan pesan dari lagu ini menjadi lebih bermakna.

 

Percayalah

Suara vokal Afgan yang ikonik selalu mampu kawin dengan sempurna penyanyi pop wanita. Tak terkecuali dengan Raisa. Setelah sukses berduet dengan Rossa lewat lagu “Kamu Yang Ku Tunggu”, kini giliran Raisa, penyanyi berwajah cantik dan bersuara emas yang telah mencuri hati para pencinta musik Indonesia sejak awal kemunculannya yang digaet Afgan untuk berduet. Sebuah kejutan manis bagi pemuja kedua solois papan atas ini. Lagu super romantis yang diaransemen dengan sangat indah oleh Ari Aru Renaldi ini sendiri bercerita tentang cinta sejati, dan sukses dijadikan lagu tema untuk film “London Love Story”. Kolaborasi ini begitu dicintai oleh pendengar musik Indonesia, hal tersebut terlihat dari besarnya jumlah penjualan musik digital. Lagu ini berhasil berada di top song RBT dari tahun 2015 sampai tahun 2017.

 

Panah Asmara

Lagu yang dulu dipopulerkan oleh Alm. Chrisye di tahun 90an, sukses dibawakan ulang oleh Afgan dengan nuansa baru dan lebih fresh. Lagu yang diluncurkan pada tahun 2011 ini berhasil membuat penggemar Afgan terpukau dengan gaya bermusiknya yang berbeda dari biasanya. Jauh dari bayang-bayang melankolis yang pop, untuk pertama kalinya Afgan terdengar enerjetik dalam sebuah produksi musik. Perubahannya yang signifikan begitu dicintai penggemar musik Indonesia. Penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk musik Pop terbaik dan juga mix engineer terbaik di dapatkan Afgan untuk lagu ini.

 

Setia Menunggu

Nada lirih sarat kegelisahan menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih yang lantas dimatangkan olahan musiknya oleh gitaris dan produser Tohpati ini. Hanya dihidupkan oleh dialog gesekan cello bernada murung dengan petikan gitar akustik yang seolah menegarkan. Tak diragukan penghayatan vokal Afgan di sini, dan kembali menonjolkan kekuatannya dalam melantunkan lagu-lagu bernada pelan.

 

Kamu Yang Kutunggu

Di tahun 2014, Rossa meluncurkan single keduanya untuk album “Love, Live, & Music”. Di lagu ini, Rossa tak bernyanyi sendiri namun ia menggandeng Afgan sebagai teman duetnya. Walaupun sudah bersahabat sejak lama, lagu ciptaan Alam Urbach ini merupakan single duet perdana Rossa dan Afgan. Lagu ini menceritakan tentang sebuah mimpi dan kepercayaan akan cinta yang membuat penantian terbayar dengan sempurna. Andi Rianto adalah composer musik di lagu “Kamu Yang Ku Tunggu” ini, dengan alunan nada dari piano yang mendominasi lagu ini menjadi semakin romantis. Tipikal lagu yang tepat untuk diputar di momen-momen romantis seperti hari pernikahan atau anniversary. Overall, love is a celebration of life!

 

Jodoh Pasti Bertemu

Lagu yang dirilis tahun 2012 ini memang masih banyak dicintai oleh banyak pendengar musik Indonesia hingga hari ini. Menurut saya jodoh pasti bertemu ini mengajarkan keikhlasan. “Di liriknya lagunya menyatakan kalau kamu bukan jodohku, aku gak mengharapkan dia,” ungkap Afgan. Lagu ini juga sempat mengisi soundtrack film “Madre” di tahun 2013 dan berhasil memperoleh beragam nominasi penghargaan musik baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Menyambut direleasenya album “DEKADE” ini, serangkaian vlog behind the scene telah Afgan siapkan untuk penggemarnya di akun Youtube Trinity Optima Production. Mulai dari proses penulisan lagu sampai rekaman ia tampilkan di vlog ini. Dan sebuah video ucapan terima kasih Afgan kepada Afganisme yang selama ini mendukung kariernya juga telah ia siapkan untuk merayakan peluncuran album “DEKADE” ini. Albumnya sendiri telah diluncurkan pada tanggal 21 Februari lalu di seluruh platform digital. Selain itu, pastinya, penjualan CD album “DEKADE” dari Afgan dijual secara eksklusif di KFC seluruh Indonesia.

 

5 Entertainer yang Populer di Negara ASEAN

JAKARTA, Indonesia —Banyak entertainer yang tidak hanya dikenal secara lokal, namun sudah melebarkan sayap mereka hingga ke negara-negara tetangga lainnya. Di kawasan ASEAN, nama-nama beberapa musisi, aktris/aktor, model, dan penyanyi sudah dikenal lintas negara.

Berikut ini adalah 5 selebriti yang popularitasnya merambah ke seluruh wilayah ASEAN.

1. Rossa (Musisi, Indonesia)

Semenjak albumnya yang berjudul Nada-Nada Cinta (1996), wanita bernama lengkap Sri Rossa Roslaina Handayani mulai dikenal publik. Selang tiga tahun kemudian, Rossa kembali merilis album berjudul Tegar (1999) yang berhasil meraih penghargaan Most Favorite Female Artist dari MTV Indonesia Music Awards tahun 2000.

Album inilah yang memberinya panggung bukan hanya di industri musik Nusantara, tetapi juga di negara-negara sekitar seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Tak berhenti di situ, penyanyi pop lulusan Universitas Indonesia ini kian aktif menjaga popularitasnya di kancah musik nasional dengan merilis sebanyak 14 album semenjak tahun 1996 hingga 2014. Yang terbaru, Rossa meluncurkan produk parfumnya yang juga didistribusikan di wilayah ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

 

2. Sheila on 7 (Band, Indonesia)

Seperti dilansir dari situs resmi Sheila on 7, band ini sudah meraih berbagai macam prestasi, antara lain sebagai satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik lebih dari satu juta kepingan selama tiga album berturut-turut. Selain itu, band beranggotakan Duta (vokal), Adam (bass), Eross (gitar), dan Brian (drum) ini memiliki banyak pendengar setia yang berasal dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Brunei, dan Malaysia.

Grup musik bergenre pop asal Yogyakarta ini sudah melahirkan beberapa album, beberapa di antaranya Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), 30 Hari Mencari Cinta (2003), Pejantan Tangguh (2004), dan Musim yang Baik (2014).

 

3. Baifern Pimchanok (Aktris, Thailand)

Aktris kelahiran Bangkok Ini mulai melejit namanya semenjak ia berperan sebagai Nam dalam film First Love (2010) bersama dengan Mario Maurer. Film ini membuatnya meraih penghargaan Best Film Rising Star Female dari Won Top Award 2010.

Mulai aktif dalam dunia hiburan semenjak 2009, Baifern membintangi beberapa drama dan film Thailand seperti Love Summer (2011), Khun Pee Tee Ruk (2014), dan Suddenly It’s Magic (2013).

 

4. Maureen Wroblewitz (Model, Filipina)

Maureen yang lahir di Saudi Arabia dan kemudian tinggal lama di Jerman, memutuskan untuk pindah ke Filipina saat usianya baru 15 tahun. Hal ini ia lakukan dengan ambisi memulai kariernya dalam bidang modeling.

Siapa sangka pada usia 18 tahun, ia menjadi orang Filipina pertama yang memenangkan kompetisi modelling berskala internasional, Asia’s Next Top Model Season 5. Maureen mengalahkan kompetitornya yakni Shikin Gomez asal Malaysia dan Minh Tu Nguyen asal Vietnam.

 

5. Yuna (Musisi, Malaysia)

Yunalis Mat Zara’ai atau yang lebih dikenal sebagai Yuna, merupakan penyanyi bergenre pop asal Malaysia. Ketertarikannya akan musik muncul semenjak ia masih duduk di bangku sekolah, ia sudah menulis lagu dan belajar bermain gitar pada usia 14 tahun.

Suara soprano khas Yuna kemudian didengar orang banyak melalui akun MySpace miliknya dan pada 2011, ia bergabung dengan label musik asal New York, Fader. Karier Yuna meroket ketika ia merilis lagu berjudul Live Your Life yang diproduseri oleh musisi beken asal AS, Pharrell Williams. Ia kemudian diundang untuk bernyanyi di berbagai festival musik internasional dan tampil di TV show terkenal seperti Conan dan The Late Night Show.

Yuna telah merilis 5 album dan EP, di antaranya Yuna (2012), Nocturnal (2013), dan Chapters (2016). —Rappler.com

LYLA   New Single : “Sampai Disini”

 

“… Bertahanku tak terpejam, bayangmu semakin menjauh menghilang, kubisikkan kata cinta, yang ku terima deraian air mata… Maafkan aku esok tak lagi pelukku, redakan rasa rindumu, oh sampai di sini…”

Kepedihan perpisahan digambarkan dengan derai kalimat yang sangat menggugah di single terbaru LYLA ini. Lagu yang diberi judul “Sampai Disini” ini hadir dengan aransemen megah yang membalut sekujur lagu, bagai mengiris hati siapa pun yang mendengarkannya. Terlebih bagi mereka yang pernah merasakan pengalaman yang sama dalam kehidupan cintanya. Paduan vokal yang sarat penjiwaan dan not-not gelisah dari permainan piano dengan permainan solo gitar yang melolong lirih, terasa saling melengkapi di lagu ini.

“Lagu ini kami pilih sebagai single terbaru dari album kita yang berjudul Ga Romantis. Proses pemilihannya kita melibatkan LYLA Community (fans LYLA), kita buat poling di social media kemudian kita lihat viewers dari video-video lirik yang kita upload di Youtube. Melalui diskusi dengan teman-teman LYLA yang lainnya dan pihak label Trinity Optima Production, akhirnya kami sepakat menjadikan lagu ini sebagai single ke-5 LYLA di album ini”, ucap Naga.

Dengan nuansa Pop Ballad khas LYLA, sang vokalis Naga kembali menunjukkan kemampuannya dalam menulis lagu. “Untuk lirik lagunya gue yang tulis, kali ini gue sengaja tidak mau bercerita tentang apa maksud dari lagu ini, gue ingin semua yang mendengarkan punya interpretasi sendiri tentang lagu ini. Kita dibantu oleh Almarhum Krisna Sadrach sebagai producer di lagu ini. Ini adalah salah satu lagu favorit beliau di album Ga Romantis”, jelas Naga.

Band yang terdiri dari Naga (Vokal), Fare (Gitar), Dennis (Bass), Dharma (Keyboard) dan Difin (Drum) ini memang semakin matang dalam bermusik. Sejak terbentuk di tahun 2006, LYLA meramaikan dunia musik Indonesia dengan lagu-lagu hitsnya seperti Magic, Mantan Kekasihku, Jantung Hati, Detik Terakhir, Dan Lagi, Kehabisan Waktu, Turis, dan lain-lainnya.

Di usianya yang telah lebih dari satu dekade ini, LYLA mampu membuktikan eksistensi mereka dengan karya-karya terbaik mereka dan bertahan salah satu band papan atas Indonesia. Hal itu terbukti dengan terselenggaranya sebuah konser 1 dekade yang bernama “Decadance LYLA” pada tahun 2016 lalu.

Para personel LYLA pun berharap bahwa  mereka akan terus berkarya dan hadir dengan kejutan-kejutan positif. “Intinya selama perjalanan kita bermusik, buat kami LYLA ini adalah sebuah keluarga. Karya-karya kami dibuat dengan hati, kebersamaan, semangat dan dengan pesan sederhana untuk bahagia dan saling membahagiakan”, tutup Dennis.

 

Link Official Video Clip LYLA – “Sampai Disini”

https://youtu.be/Yrg0npFm844

Sampai Disini (Lirik)

 

Bertahanku tak terpejam

Bayangmu semakin menjauh menghilang

Kubisikkan kata cinta

Yang ku terima deraian air mata

 

Kupandangi wajahmu

Dari sudut manapun yang ku suka

Relakan relakan relakanlah

Peringanlah langkah kaki ku

 

Maafkan aku tak ku penuhi janjiku

Untuk sehidup semati

Setia bersamamu

Maafkan aku esok tak lagi pelukku

Redakan rasa rindumu

Oh sampai disini…

MAUDY AYUNDA New Single : “Kejar Mimpi”

 

Sesuatu yang besar berawal dari mimpi. MAUDY AYUNDA memiliki mimpi untuk membuat Indonesia lebih baik. Maudy percaya bahwa Indonesia akan lebih baik jika masyarakat Indonesia mempunyai keleluasaan untuk mempunyai cita-cita atau mimpi yang setinggi-tingginya dan akses/peluang untuk mengejar dan mencapai mimpi tersebut.

Single “Kejar Mimpi” ini terinspirasi dari mimpi seorang Maudy Ayunda dan Social Movement yang dibina oleh Maudy bersama dengan co-founders lainnya, yang diberi nama “Kejar Mimpi”.

Kejar Mimpi adalah sebuah social movement yang mempunyai misi untuk mengumpulkan mimpi masyarakat Indonesia dan menjalin mimpi tersebut untuk bisa terwujud. Social movement Kejar Mimpi bertujuan untuk membentuk generasi muda atau generasi penerus Indonesia untuk membina karakter dan pengendalian diri yang baik, sehingga mampu memberikan nilai-nilai baru yang dapat memajukan Indonesia.

Kejar Mimpi movement mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa mengidentifikasi mimpi dan berbagi cerita tentang mimpi mereka, untuk bersama-sama, selangkah demi selangkah mewujudkan mimpi itu bersama-sama. Karena Kejar Mimpi movement percaya bahwa setiap mimpi bisa terealisasi ketika kita saling membantu dalam mengejar mimpi tersebut.

“Lagu Kejar Mimpi terinsipirasi dari semua anak-anak muda Indonesia yang sedang dalam perjalanan mereka masing-masing untuk mengejar mimpi. Aku ingat sekali, sepulang dari mendiskusikan social movement #KejarMimpi, aku sangat tergerak untuk menulis sebuah lagu. Lagu yang bisa menjadi api semangat buat teman-teman diluar sana yang sedang butuh motivasi dan dorongan dari seorang teman. Lagu ini mengingatkan kita untuk jangan meragukan diri sendiri dan bahwa kita harus percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Aku harap anak-anak muda Indonesia bisa tergerak untuk semakin giat mengejar angan dan mimpi, dan mudah2an lagu ini juga bisa mengingatkan bahwa you’re not alone in chasing your dreams, we are struggling together and it will be worth it“, jelas Maudy.

Maudy Ayunda dan Kejar Mimpi social movement berharap agar lagu “Kejar Mimpi” bisa menjadi bahan bakar semangat masyarakat Indonesia dalam mengejar mimpi, tidak putus asa dan mudah menyerah untuk semua yang dicita-citakan. Kejar Mimpi social movement hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia untuk menjadi tempat berkumpul dan menjadi sumber inspirasi dalam mengejar mimpi.

Lagu Kejar Mimpi ini sudah bisa didengarkan juga di Apple Music, Spotify dan Joox.

 

Official Video Clip MAUDY AYUNDA – “Kejar Mimpi :

https://youtu.be/1IJz1yREUGw

Kejar Mimpi (lirik)

Andaikan aku bisa

Berlayar jauh

Berteman laut lepas

 

Terkadang kita lupa

Dunia ini

Tak akan selamanya

Menunggu kita

 

Menaklukkan ragu

Beranikan diri

 

Kan kukejar mimpi

Dan ku terbang tinggi

Tak ada kata tidak

Ku pasti bisa

 

Kan kucoba lagi

Ditemani pagi

Tak ada yang tak mungkin

Ku pasti bisa

 

Terkadang kita lupa

Dunia ini

Tak akan selamanya

Menunggu kita

 

Menaklukkan ragu

Beranikan diri

Afgan Takut Tidak Bisa Jatuh Cinta Lagi

 

Afgan hadir di majalah Cosmopolitan edisi Maret. Dalam kesempatan wawancara kali ini, tim Cosmopolitan mengajukan 10 pertanyaan random kepada Afgan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan kehidupan Afgan sampai dengan masalah percintaan. Salah satu pertanyaan “Apa ketakutan terbesar Afgan?” Afgan mengungkapkan ketakutan terbesarnya jika tidak bisa jatuh cinta lagi dengan… musik.

Selain pertanyaan tersebut, ada juga pertanyaan-pertanyaan pengandaian. Seandainya ia melakukan hiatus, Apa yang akan Afgan lakukan jika ia hiatus, dan pertanyaan pilihan antara cinta, karier, menyanyi, dan keluarga.

Mau tau jawaban Afgan mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut? Langsung aja simak video wawancara eksklusifnya bersama tim Cosmopolitan di sini.

UNGU Rilis Single “Setengah Gila”  Dengan Formasi Lengkap

Jakarta, 9 Maret 2017 – Setelah setahun vakum, band UNGU akhirnya kembali menyapa para penggemarnya dengan merilis single terbaru yang berjudul “Setengah Gila“. Launching single terbaru UNGU yang diselenggarakan di Mika Japanese Bistro, Mall Kota Kasablanka- Jakarta tersebut, dilakukan bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret.

 

Momen peluncuran lagu terbaru dari UNGU ini menjadi special dan ditunggu-tunggu oleh para Cliquers (sebutan untuk penggemar UNGU). Selain dalam rangka merayakan 2 dekade berkarier, UNGU juga kembali dengan formasi lengkap dengan kehadiran Pasha yang kembali mengisi vokal di lagu ini. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas isu bubarnya band UNGU setelah Pasha sang vokalis resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah. “Sebenarnya bukan kembali, tapi ingin memulai lagi. Memang kami sudah satu tahun vakum, satu tahun kemarin kami melakukan hal-hal lain yang ingin kami lakukan di luar UNGU. Dulu semuanya kami lakukan buat UNGU. Saya dan teman-teman ini kan juga punya kegiatan lain. Jadi nggak ada bubar, kita sudah 20 tahun, sudah waktunya mengambil yang lain karena kemarin sudah sama UNGU terus. Jadi kemarin setahun ingin sesuatu yang beda saja. Walaupun 1 tahun vakum, kami masih sering kumpul. Nah akhirnya kami sepakat untuk meluncurkan single ini”, ucap Pasha.

 

Lagu “Setengah Gila” yang diciptakan oleh Enda UNGU ini, bergenre pop ballad yang mengisahkan seseorang yang setengah gila ketika mencintai seseorang. Menurut Enda, proses penggarapan lagu tersebut tidak membutuhkan waktu lama. “Lagunya bernuansa pop, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saya buat lagu ini cepat kok, awal tahun. Enggak sampai seminggu sudah jadi, ” jelas Enda.

 

Walau sempat didera isu bubar, UNGU terlihat sangat kompak. Kekompakan mereka juga terlihat dari pembuatan video klip lagu “Setengah Gila” ini yang dilakukan di Kota Palu. “Di Palu itu banyak tempat bagus.  Banyak yang belum tahu kalau Palu merupakan destinasi wisatanya bagus banget. Yah senang, UNGU jalan lagi dan ada tempat baru untuk kita kreasikan” ungkap Makki. ” Keputusan shooting di sana memang dari teman-teman. Saya enggak kepikiran shooting di Palu. Ada beberapa tempat sebelumnya, tapi semua dan manajemen ingin di Palu. Tapi memang sumber daya alam di Palu itu tidak kalah bagusnya. Saya juga terimakasih, video klip di Palu sama saja membantu saya untuk mempromosikan destinasi wisata Palu melalui Ungu,” tambah Pasha.

 

Bapak Drs. Hidayat Msi  selaku Wali Kota Palu – Sulawesi Tengah, yang juga turut hadir di acara press conference launching single terbaru UNGU tersebut, menyatakan dukungannya atas peluncuran single terbaru dari UNGU. Beliau juga menyayangkan jika Pasha tidak melanjutkan karyanya di bidang musik. Baginya, band UNGU lah salah satu yang sudah mengantarkan Pasha hingga akhirnya menjadi seorang pejabat publik seperti sekarang. “Dari awal saya sudah bicara, sepanjang tidak menganggu tugas dan kwajiban Beliau di pemerintahan kota Palu, ya enggak masalah. Beliau punya fungsi yang penting di UNGU. Begitu juga arti UNGU buat Pasha. Saya bilang, cobalah kalau ada waktu-waktu luang bersama kembali dengan UNGU, ” ujar Bapak Walikota Palu tesebut. Bapak Hidayat menilai Pasha mampu menyesuaikan diri di lingkungan pemerintahan dan sebagai pemusik. Pergantian tugas juga dapat diatur dengan komunikasi yang baik. “Kita berdua ini nyaman-nyaman saja, tak ada kekhawatiran. Kadang beliau keluar, saya jaga gawang. Begitu juga sebaliknya,” tambahnya.

 

Lagu “Setengah Gila” ini untuk pertamakalinya dibawakan UNGU saat konser tunggal dalam merayakan 20 tahun berkarya UNGU di belantika musik Tanah Air yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura, pada 25 Februari 2017 lalu. Lagu ini pun rencananya akan hadir menghiasi album terbaru UNGU selanjutnya.

 

UNGU New Single : “Setengah Gila”

 

Tak terasa 20 tahun sudah UNGU berkarya di dunia musik Indonesia. Sejak berdiri di tahun 1996, band UNGU yang terdiri dari Pasha, Enda, Rowman, Makki dan Onci ini telah melahirkan 12 karya album yang luar biasa yang mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik tanah air.

UNGU melahirkan banyak lagu-lagu hits yang bisa diterima penikmat musik Indonesia, diantaranya seperti Bayang Semu, Demi Waktu, Tercipta Untukmu, Kekasih Gelap, Hampa, Percaya Padaku, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Cinta Dalam Hati, Dirimu Satu, Sayang, Sejauh Mungkin, Terbaik, Andai Ku Tahu, Tanpa Hadirmu dan banyak lagi.

Bukan hanya itu, UNGU juga mampu menunjukkan eksistensi mereka hingga ke industri musik luar negeri. Popularitas UNGU sudah sangat dikenal hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Berbagai penghargaan baik dalam dan luar negeri pun telah mereka terima dan banyak pencapaian telah mereka raih yang akhirnya membawa UNGU menjadi salah satu ikon band papan atas Indonesia.

Di tahun 2014, saat isu bubar mulai mendera UNGU, band ini mampu bertahan dan tak berhenti menciptakan karya dan akhirnya merilis sebuah album yang berjudul ‘Mozaik’. Di tahun 2016, isu bubar tersebut semakin kencang usai sang vokalis Pasha, resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, dan UNGU merilis single “Tanpa Hadirmu” tanpa kehadiran Pasha sebagai vokalis.

Kini dalam rangka merayakan 2 dekade berkariernya, UNGU kembali dengan formasi lengkap merilis single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”. “Lagu Setengah Gila ini menceritakan tentang orang yang setengah gila dalam mencintai. Lagunya bernuansa pop ballad, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saat di single sebelumnya, vokal diisi oleh saya dan Onci. Jadi tentu rasanya jadi berbeda”, ujar Enda, sang pencipta lagu.

Lagu ini untuk pertama kalinya dinyanyikan UNGU di konser “20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 2017 lalu di Esplanade Concert Hall, Singapura. Konser yang merupakan konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura ini, dihadiri kurang lebih 2500 penonton dengan penjualan tiket yang habis terjual. “Inilah saat yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kalinya,” ucap Pasha.

Dan hari ini tanggal 9 Maret 2017, lagu ini secara resmi dirilis di Indonesia bertepatan dengan Hari Musik Nasional. “Setelah hampir 1 tahun UNGU mencoba mecari sesuatu yang lain dari yang biasa kami lakukan dalam berkarier di industri musik, akhirnya kami memutuskan untuk memulai kembali debut dari UNGU versi 2017 dengan new song dan new album”, tutur Pasha.

Lagu “Setengah Gila” ini rencananya akan hadir di album terbaru UNGU mendatang. Dengan adanya single ini, UNGU berharap kekangenan para Cliquers (sebutan fans UNGU) terhadap UNGU dapat terobati. “Yang pasti, Pasha hadir lagi di lagu ini. Harapan kita pastinya lagu ini menjadi lagu yang luar biasa. Kita semua suka banget dengan lagu ini, apalagi suara Pasha menghiasi  kembali lagu-lagu UNGU”, tutup Onci.

 

Setengah Gila (Lirik)

 

Kau yang membuatku

Setengah gila memikirkanmu

 

Tanpa kusadari semakin dalam

Perasaanku padamu

 

Semuanya terasa saat kau jauh

Pergi meninggalkan diriku

 

Kau yang membuatku

Hancur berkeping-keping

Bagai debu

Tertiup angin

 

Kau membunuhku

Dengan cintamu

Kini kau buat aku

Setengah gila

Maudy Ayunda Rekam Ulang Lagu Milik Rida Sita Dewi

Tak hanya kembali berakting lewat film Trinity: The Nekad Traveler, Maudy Ayunda juga bernyanyi lagi dengan merilis single terbaru berjudul “Satu Bintang di Langit Kelam”. Merupakan soundtrack film Trinity: The Nekad Traveler, lagu ini adalah versi daur ulang dari hits kepunyaan trio vokal Rida Sita Dewi (RSD) yang rilis pada 1995.

Meski secara aransemen tidak mengalami banyak perubahan dari lagu asli, “Satu Bintang di Langit Kelam” versi baru dibawakan dengan gaya vokal khas Maudy yang lembut.

It”s really exciting. Yang seru sebenarnya saat mau rekaman, kami sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Ceritanya sangat simbolis, banyak metafora di dalamnya. Jadi akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu benar-benar dipikirkan,” jelas Maudy melalui rilis pers.

Dalam membawakan versi baru “Satu Bintang di Langit Kelam”, Maudy mengaku banyak melakukan proses diskusi dengan Dewi “Dee” Lestari selaku pencipta lagu yang juga merupakan personel RSD.

“Apalagi lirik lagu ini sangat dalam, kami sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau nggak salah ada lirik ‘jadilah diriku selatan’, jadi kami banyak interpretasi. Menurut aku, inilah yang membuat lagunya jadi menarik,” jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Lirik lagu ini bercerita tentang keikhlasan hati ketika cinta harus bertepuk sebelah tangan. Dee mendapatkan idenya setelah terinspirasi dari buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan di Bulan Juni.

Menurut Dee, dikarenakan lirik yang berbicara soal cinta bertepuk sebelah tangan, “Satu Bintang di Langit Kelam” sempat diklaim sebagai lagu kebangsaan kaum single. “Walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau, lagu ini pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomlo pada eranya,” kata Dee lewat rilis pers.

Film Trinity: The Nekad Traveler sendiri baru akan diputar serentak di bioskop mulai 16 Maret mendatang. Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini diadaptasi dari serial buku The Nekad Traveler karya travel blogger dalam negeri, Trinity.

Maudy Ayunda berperan menjadi karakter utama film ini, yang tak lain adalah Trinity. Ia merupakan pekerja kantor yang hobi jalan-jalan ke berbagai daerah tapi selalu mendapat kesulitan mendapat izin cuti dari bos yang dimainkan oleh Ayu Dewi.

Sumber: Rolling Stone Indonesia

UNGU Rayakan 20 Tahun Berkarya Dengan Konser di Singapura

 

Singapore, 25 Februari 2017 – Sudah 2 dekade, band UNGU meramaikan dunia musik Indonesia. Terhitung sejak berdiri di tahun 1996, kehadiran UNGU mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik negeri serta menjadi salah satu ikon band yang mampu menyajikan karya-karya apik dan bisa diterima di seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya di Indonesia, nama band UNGU pun dikenal sampai ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

Kini di 20 tahun berkarya, UNGU menggelar konser “UNGU – 20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura. Walaupun sang vokalis, Pasha, sempat 1 tahun vakum dikarenakan resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu sejak tahun 2016 lalu, UNGU tetap tampil memukau penonton yang hadir malam itu. “Alhamdulillah, penonton Singapore selalu menyambut baik dengan ramai, bahagia, seneng, melihat UNGU datang untuk konser. Apalagi UNGU sudah lama banget ga konser seperti ini. Karena ini konser merayakan 20 tahun UNGU berkarya, jadi kami harus memberikan yang spesial. Harus menampilkan lebih dari yang biasanya”, ucap Pasha.

Perayaan ulang tahun Ungu yang ke-20 tahun tersebut, tampaknya menepis isu keretakan di band ini. Pasha, Enda, Makki, Onci dan Rowman menghibur dan mengajak para penonton Singapura untuk bernostalgia dengan lagu-lagu hits UNGU. Total 16 lagu dibawakan UNGU di konser malam itu antara lain Hampa, Percaya Padaku, Cinta Dalam Hati, Tercipta Untukmu, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Dirimu Satu, Sayang, Tanpa Hadirmu, Sejauh Mungkin, Kekasih Gelap, Demi Waktu, Bayang Semu, Andai Ku Tahu dan sebuah lagu baru yang rencananya akan dirilis UNGU sebagai single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”.

Lagu yang diciptakan oleh Enda ini, akan dirilis di Indonesia pada tanggal 9 Maret 2017 bertepatan dengan Hari Musik Nasional. Dan untuk pertama kalinya, UNGU spesial menyanyikan single terbaru mereka di 2017 tersebut, dihadapan para fans mereka di Singapura. “Setelah UNGU satu tahun istirahat, ini yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kali, Setengah Gila,” ujar Pasha saat tampil dipanggung Esplanade Concert Hall, Singapura. “Respon untuk lagu ini, Alhamdulillah bagus yah, kemarin kita sempat melakukan promo radio juga disini, di Ria FM dan fans-fans kita di Singapura suka lagunya”, tambah Enda.

Yang menarik dari konser ini, UNGU mengajak salah satu penyanyi muda berbakat asal Singapura yang bernama Aisyah Azis, berduet menyanyikan lagu “Tercipta Untukmu”. Rupanya Aisyah Azis sudah menyukai lagu-lagu UNGU sejak usianya masih 13 tahun. “Saya sudah mendengarkan lagu UNGU sejak 10 tahun lalu dari radio, saya suka lagu ‘Kekasih Gelap’. Waktu saya dikasih tahu saya akan nyanyi dengan UNGU, saya really merasa terpuja. Saya happy sekali bisa participate di konser ini”, ungkap wanita berusia 23 tahun tersebut.

Penampilan UNGU malam itu luar biasa dengan penjualan tiket yang habis terjual, UNGU tampil dengan energik menghibur kurang lebih 2500 penonton, Sesekali Pasha dan kawan-kawan melemparkan guyonan diatas panggung yang membuat penonton tertawa. “Saya senang bisa bebas nyanyi, karena setahun saya di Palu. Kalau di sana saya nggak bisa nyanyi kayak begini “, ucap Pasha.

Konser ini adalah konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura. Alasan mereka menggelar konser di Singapura juga karena memang UNGU memiliki banyak penggemar Ungu disana. Tidak hanya disaksikan oleh para penggemar, turut pula hadir menonton para istri personil Ungu antara lain istri Enda dan Onci yakni Eka Wilestari dan Endhita. Namun sayangnya istri Pasha, Adelia tidak dapat menghadiri karena usia kandungannya sudah memasuki usia 7 Bulan. “Walaupun mereka tidak hadir malam ini, saya yakin doa mereka menyertai kita. Yang penting semuanya dengan berjalan baik dan lancar. Kita juga rilis single baru. Dan di konser ini juga membuktikan walaupun di luar banyak isu yang bilang UNGU bubar. Tapi kami buktikan, kami masih di sini. UNGU tidak bisa dibandingkan dengan hal lain, UNGU is a family”, tutup Pasha.

Lalu seperti apa lagu terbaru UNGU yang berjudul “Setengah Gila”, mari kita tunggu tanggal rilisnya pada tanggal 9 Maret 2017.

TRIO GAB Jalani Tur Album MELATI  20 Kota Dalam 10 Hari Di Sumatera

 

Gabungan 3 vokalis band yaitu Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas atau yang disebut dengan nama TRIO GAB, baru saja menyelesaikan serangkaian tur dalam mempromosikan Album Kompilasi Melayu yang diberi judul MELATI, ke 20 kota di pulau Sumatera.

 

Ketiga vokalis band ini mewakili band mereka masing-masing yaitu BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI untuk memperkenalkan album Melati ini ke seluruh Indonesia. Album Melati adalah sebuah album kompilasi melayu yang terdiri dari 3 band BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI, mereka membuat sebuah campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Bersama label Trinity Optima Production, Texas Chicken Indonesia dan Qdawang Music, proyek album kompilasi ini dibuat dengan tujuan untuk menaikkan kembali genre pop melayu di belantika musik tanah air.

 

Genre yang pernah hits dan menjadi “acuan” bagi semua band industri pada masanya ini, berusaha mendapat kembali tempat di tengah pergeseran selera musik masyarakat Indonesia yang dipenuhi oleh musik ‘urban’ dan lagu-lagu Barat. “Musik Melayu merupakan salah satu musik aslinya Indonesia, sama seperti Dangdut. Disini kami ingin menunjukkan ke masyarakat kalau musik melayu juga bisa berkembang dan musik melayu bukanlah genre yang hanya mentok disitu saja. Namun bisa dieksplorasi dengan genre musik lain. Ya boleh dibilang ini lagu melayu yang beda”, jelas Heri Gamma1

 

Di album ini, masing-masing band merilis single terbaru mereka yaitu Bagindas dengan single “Bila Benar Sayang”, Gamma1 dengan single “Dari Hati Ke Hati” dan band Adipati dengan single “Tuhan Tidak Tidur”. Selain itu, ada 1 single kolaborasi 3 vokalis band tersebut yaitu Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas atau yang disebut dengan nama Trio GAB dengan judul “Sebut Saja Dia Melati”. Tak tanggung-tanggung, demi mendapatkan hasil yang maksimal, pengerjaan mastering album Melati ini dilakukan di Nashville, Texas – Amerika Serikat. Untuk penjualan album MELATI, Bagindas, Gamma1 dan Adipati bekerjasama dengan Texas Chicken Indonesia. Masyarakat Indonesia bisa mendapatkan album MELATI ini dengan mengunjungi outlet-outlet Texas Chicken yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Rangkaian tur yang dijalani Trio GAB dalam rangka mempromosikan album MELATI ini, dilakukan dengan mengunjungi 20 kota di pulau Sumatera hanya dalam waktu 10 hari yaitu mulai dari tanggal 11 – 22 Januari 2017. Kota-kota yang dikunjungi antara lain kota Medan, Binjai, Perbaungan, Tebing Tinggi, Kotapinang, Bagan Batu, Pekanbaru, Bangkinang, Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, Sungai Penuh, Palembang, Tulang Bawang, Mesuji, Kotabumi, Bandar Jaya, Metro, Bandar Lampung

 

Berbagai aktivitas yang dijalankan Trio GAB selama promo tur tersebut antara lain dengan melakukan promo radio yang ada di 20 kota tersebut. Trio GAB juga menyempat kan diri untuk melakukan media gathering dengan rekan-rekan media cetak, online dan TV di kota Medan, Padang dan Lampung seperti Koran Analisa, Harian SIB, Koran Waspada,  Waspada Online, Newsdaily.com, Koran Tribun, Koran Pos Metro, Koran Singgalang, Harian Padang Express, Harian Antar Sumbar, Harian Haluan.com, Klikpositif.com, Padang TV dan Radar TV Lampung.

 

Trio GAB juga melakukan kunjungan ke outlet-outlet Texas Chicken dan berinteraksi langsung dengan konsumen Texas Chicken dan fans-fans mereka disana. Sambutan para fans BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI serta masyarakat setempat, ternyata sangat antusias. Terbukti, banyak fans yang rela mengantri untuk bisa foto bersama dan meminta tanda tangan para idolanya tersebut. Antusias fans juga terlihat saat Trio GAB tampil bernyanyi secara akustik di kota Medan dan Pekanbaru. “Dalam tur ini, kita bukan saja ingin memperkenalkan single terbaru band kita masing-masing. Tapi kita juga memperkenalkan bahwa kita punya single kolaborasi yang judulnya Sebut Saja Dia Melati. Rupanya sudah banyak masyarakat yang bisa menyanyikan lagu ini, wah kami senang sekali melihat respon mereka. Bahkan respon fans kita masing-masing di social media rame sekali, ga nyangka sampai segitu banyak responnya. Video klip kami di Youtube juga menigkat viewersnya, Alhamdulillah. Ini membuktikan bahwa lagu melayu akan selalu punya tempat di hati dan kuping masyarakat Indonesia”, ucap Angga Adipati.

 

Yang menarik, Trio GAB tidak melewatkan tur promo ini untuk berwisata kuliner dan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Air Terjun Lembah Anai, Jam Gadang di Bukittinggi dan Jembatan Ampera di Palembang. “Perjalanan tur Sumatera ini menjadi pengalaman baru bagi kami. Karena kami menjalani tur tanpa band kami masing-masing. Jadi hanya vokalisnya saja. Walau ga seramai dengan band, walau menempuh perjalanan yang sangat jauh tapi tetep seru. Saya, Heri dan Angga juga sangat kompak. Pengalaman yang menarik yaitu perjalanan dari Padang menuju Palembang yang harus menempuh waktu sekitar 35 jam. Aduh itu capek banget, tapi serunya terjawab dengan antusias fans-fans kami disana. Langsung hilang capeknya. Saat kita sampai di beberapa kantor media, sudah berkumpul puluhan fans Bagindas, Gamma1 dan Adipati. Wah rame banget. Dan bukan cuma itu, saya pribadi juga mendapat banyak wawasan baru mengenai banyak tempat di pulau Sumatera, meskipun belum sempat mengunjungi semuanya yah”, tutup Andra Bagindas.

 

Setelah tur di pulau Sumatera ini, Trio GAB rencananya akan melanjutkan tur promo album Melati ini dengan mengunjungi kota-kota di pulau Jawa. Seberapa besar antusias fans mereka di pulau Jawa? Kita tunggu kelanjutan cerita dari Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas.

 

Official Video Clip Trio GAB – “Sebut Saja Dia Melati” :

https://youtu.be/Zvriq-5DLUQ