trinity_logo_web.png
Menu
KONSER DEKADE AFGAN DI JAKARTA

Jakarta, 27 Mei 2019. Menandai 10 tahun berkarier di dunia musik, Afgansyah Reza telah mempersiapkan konser Dekade-nya di Indonesia. Menyusul kesuksesan konser Dekade di Malaysia, Afgan memastikan konsernya kali ini akan berbeda dan dengan suguhan yang lebih menarik dari sebelumnya. “Senang sekali rasanya bisa menyelenggarakan konser yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Ini merupakan tanda terimakasih atas dukungan Afganisme selama satu Dekade terakhir. Jadi, pastinya konser ini akan sangat spesial bagi saya dan juga bagi penontonnya nanti,” ungkap Afgan.

Berlokasi di Istora Senayan, konser Afgan di Indonesia ini akan diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2019. Bekerjasama dengan One Step Forward ID selaku Organize (Promotor), konser Afgan kali ini akan berbeda dari konser-konser sebelumnya. Serangkaian musisi dan juga desainer telah bergabung untuk menyempurnakan konsernya kali ini.

Untuk Pembelian Tiket pre-sale konser ini bisa di beli secara online melalui mitra penjualan tiket resmi  di situs tiket.com pada tanggal 29 Mei 2019 jam 12.00 siang. Tersedia 5 pilihan kategori tiket, konser ini rencananya akan dijual mulai dari harga Rp. 350.000 sampe dengan Rp 750.000,-untuk tiket pre-sale. Semua harga tiket belum termasuk pajak pemerintah sebesar 10% dan biaya jasa pelayanan.

Untuk informasi terbarudan detail tentang tiket, para fans dapat mengunjungi situs www.konserdekadeafgan.com jangan lupa melakukan pre-registrasi untuk mendapatkan kesempatan Pre-sale di hari pertama pembelian nanti. Jadi Pastikan Anda tidak kehabisan tiket Konser Dekade Afgan di Indonesia ya!

Cassandra Band “Selamat Datang di Rumah Baru”

Trinity Optima Production menyambut kehadiran keluarga baru. Perkenalkan, mereka adalah CASSANDRA BAND. Sore ini, Cassandra Band akan meluncurkan single terbarunya. Nah, sebelum Anda mendengarkan lagu terbarunya, ada baiknya kita sama-sama kenalan dengan Cassandra:

BERAWAL DARI BAND CAFE

Sudah hampir 8 tahun lebih Cassandra Band malang melintang di industri musik. Band yang beranggotakan Anna (vokalis) Coki (bassist), dan Inos (gitaris) ini mengawali karier musiknya sejak tahun 2006 sebagai band-band cafe.

Sejalan berjalannya waktu Coki dan Inos ingin membuat band yang bisa ditawarkan ke label-label rekaman dengan formasi vokalis pria. Tapi ternyata mereka gagal menemuka warna vokal yang cocok dengan lagu-lagu yang sudah mereka punya. Anna yang waktu itu sudah menjadi partner Coki untuk bernyanyi di cafe pun diminta membawakan lagu “Tetap jadi Milikmu”. Emang sudah jodoh, Coki merasa cocok dengan karakter suara Anna, dan hingga hari ini mereka masih setia dengan formasi ini.

AWAL NAMA CASSANDRA

Sebelum ada Cassandra Band, Anna,Coki, dan Inos memilih nama “Aglo” sebagai nama band mereka. “Waktu itu cari-cari nama di Google, liat arti nama Cassandra dari Yunani itu nama-nama dewi dan artinya juga menarik. Dan waktu di cek juga belum ada band Indonesia yang pakai nama Cassandra. Dan pas juga nama dewi-dewi dengan vokalis perempuan,” ungkap Coki.

 HITS TAK TERDUGA

Di tahun 2010, akhirnya Cassandra Band berhasil menandatangani kotrak dengan sebuah label rekaman dan meluncurkan single pertama mereka “Tetap Milikmu”. Dalam hitungan minggu, lagu tersebut menjadi favorit radio-radio ibukota, dan sempat bertengger lama di tangga lagu musik. Dengan optimisme yang sama di tahun 2011 mereka kembali luncurkan single yang berjudul “Cinta Terbaik”. Melihat perkembangannya, Cassanadra Band tidak terlalu optimis kalau lagu ini mampu menjadi hits. Tapi entah mengapa, sejak tahun 2013, kepopuleran lagu ini terus meningkat. Dengan 61 juta viewers penontonnya di Youtube, lagu ini mampu membuat nama Cassandra Band menjadi idola banyak orang. Bahkan hingga hari ini terus menambah jumlah viewersnya. “Saya benar-benar enggak memprediksi kalau lagu itu bisa sepopuler itu,” ungkap Coki.

SUDAH PUNYA ALBUM

Di tahun 2017 Cassandr aBand sudah merilis album pertamanya yang berjudul “Cinta Terbaik”. Di dalamnya terdapat 11 lagu cinta dengan genre pop ballad yang kuat. “Kami memiliki berbagai influence musik yang berbeda, tapi untuk Cassandra kami masih setia dengangenre pop ballad karena memang genre ini yang bisa diterima orang banyak dan juga sebenarnya menyenangkan untuk membawakan musik jenis ini ketika di atas panggung,” ungkap Coki.

RUMAH BARU DI TRINITY OPTIMA PRODUCTION

Dan di tahun 2019, Cassandra Band memilih untuk berganti “rumah”. Dibawah naungan  Trinity Optima Production, Cassandra Band siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”. Berbeda dengan Cinta terbaik, lirik dan lagu ini lebih puitis dan lebih personal.

Lagu yang ditulis oleh Coki ini diakuinya terinspirasi dari kata-kata yang ada di dalam buku Pidi Baiq yang teranyar “Dilan 1990”. Saat itu, ia sedang berada di rumah sakit, patah hati setelah gagal menikah, Coki mencoba menyegarkan hati dan pikiran dengan membaca buku yang ia beli. Dan ketika membaca kata-kata “jangan rindu, ini berat, kamu tak kan kuat, biar aku saja”, Coki merasa kata tersebut sangat pas dengan kondisi dia saat itu.

Nah, penasaran dong seperti apa sih lagu Cassandra Band ini? Dan apakah Pidi Baiq selaku penulis buku Dilan 1990 memberikan izin untuk Cassandra band memberikan izin untuk penggunakan quotesnya? Kita sama-sama nantikan ya!

 

 

 

Welcome, Cassandra!

 

Selamat bergabung dengan keluarga besar Trinity Optima Production, Cassandra band!

Masih pada ingat dengan band Cassandra gak nih? Silahkan berikan komentar dibawah ini yaa

Ini sedikit clue mengenai Cassandra band:

 

 

Rossa Jelaskan Penampilannya di Asian Games 2018

 

Tanggal 18 Agustus lalu perhelatan olah raga, Asian Games 2018, akhirnya dimulai. Acara yang diikuti oleh 45 negara seluruh Asia dan Timur Tengah ini berhasil mencuri perhatian publik. Mulai dari aksi presiden di awal video yang mencengangkan sampai aksi tari tari daerah yang mengagumkan ditampilkan pada acara pembukaan Asian Games 2018. Dan di antara acara tersebut, berbagai musisi tanah air pun turut meramaikan acara tersebut, tidak terkecuali Rossa.

Dalam balutan busana berwarna hijau, Rossa tampil cantik sekali. Ia menyanyikan lagu daerah asal Jawa Barat bertajuk Manuk Dadali. Namun, sayangnya ditengah penampilannya yang memukau tersebut, Rossa mendapatkan kritik perihal lipsync. Rossa mengatakan bahwa panggung yang terlalu luas dan beberapa alasan lain menjadi pertimbangan para penyanyi harus menyanyi secara lipsync pada upacara pembukaan Asian Games 2018. “Karena itu kan di stadion jadi enggak mungkin juga. Kami menghindari apa yang tidak diinginkan misalnya cuaca, misalnya tiba-tiba ada angin, ataupun hujan, mic mati, pengisi acaranya misalnya suaranya habis gitu-gitu,” ucapnya. “Karena itu kan peforma yang bakal dinantikan dan ditonton banyak negara bukan cuman Indonesia aja,” imbuhnya. Sebagai penyanyi, Rossa sendiri memahami alasan panitia meminta para penyanyi untuk tak menyanyi secara langsung. “Ketika dikasih tahu itu lipsync tidak kecewa malahan, memang itu yang dibutuhkan,” paparnya.

Tidak hanya Rossa sendiri, penyanyi dangdut yang membuka acara Asian Games 2018, Via Vallen, juga mendapatkan cibiran yang serupa. Wah, kalau menurut kamu bagaimana penampilan Ross adi acara Asian Games kemarin?

Young Lex Cuek Dengan Hinaan

Awal bulan Juli, Young Lex mewakili Indonesia di acara MTV Asia di sebuah acara Rap bernama “Yo! MTV Rap”. Dan kontan saja, banyak netizen di Indonesia yang menghina performance Young Lex.

Tapi, menanggapi beberapa komentar negative netizen, Young Lex mengaku santai saja. Baginya terus berkarya merupakan tujuan utamanya. “Pihak MTV langsung yang mengundang gue, dan gue satu-satunya perwakilan rapper yang diundang,” ujar Young Lex. “Gue nggak nyangka sih, mungkin karena lagu-lagu gue original menggunakan bahasa Indonesia,” tambah pelantun lagu “Nyeselkan” ini.

Pilihan Young Lex untuk bicara dan nge-rap dengan bahasa Indonesia juga jadi hal yang dikritik oleh para netizen. Padahal yang terjadi  saat proses syuting adalah, Young Lex sudah mempersiapkan diri untuk menjawab dengan bahasa Inggris. Namun justru ketika Ia mau menjawab dengan bahasa Inggris, Young Lex diminta untuk menjawab dengan bahasa Indonesia saja. “Gue jadi terinspirasi mereka sangat menghargai bahasa negara lain. Nanti juga pasti ada translatenya,” ujarnya.

Selain, perkara penampilannya di Yo! MTV Raps, Young Lex juga sempat membuat penggemar  BLACKPINK geram karena dirinya diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan personil BLACKPINK idolanya, Lisa. Dan setelah beragam kontroversi yang didapatkannya akhirnya kesempatannya untuk bertemu dengan Lisa pun dibatalkan oleh penyelenggara. “Gue fine-fine aja. Sangat-sangat santai banget. Mau enggak jadi kek, gue sebenarnya enggak terlalu ngarep juga sih,” tutur Young Lex saat diwawancarai oleh tim kompas.com. “Karena menurut gue terlalu jauh banget, gue fans ‘wah harus ketemu’, enggak. Young Lex suka that’s it,” imbuhnya.

Dan untuk projek ke depannya, ada banyak hal yang akan dilakukan oleh Young Lex, dan apapun yang akan dilontarkan netizen, Young Lex siap untuk menghadapinya. Semangat ya!

Afgan Tampil di Hyperplay

 

 

Pelantun lagu Sudah, Afgansyah Reza kini kian melambungkan namanya lewat beberapa event festival internasional. Setelah tampil bersama Isyana Saravati dan Rendy Pandugo di festival We The Fest, pada tanggal 22 Juli lalu, Afgan dijadwalkan tampil di panggung MTV Hyperplay di Singapura.

Hyperplay sendiri merupakan event pertama di Asia Tenggara yang mengkombinasikan sebuah games mobil dengan festival musik. Berlokasi di Singapore Indoor Stadium, acara ini akan dimeriahkan oleh beragam musisi internasional. Mulai dari grup pop asal Singapura, The Sam Willows sampai Korean Superstar seperti CL dari tanggal 4 – 5 Agustus 2018. Afgan sendiri akan perform langsung dengan membawakan beberapa lagu hitsnya di tanggal 5 Agustus.

Penasaran enggak sih sama penampilan Afgan nanti? Kita sama-sama tunggu aja ya!

 

Kulari Ke Pantai Meluncurkan Video Klip Theme Song

“Lagu ini dibuat saat kami liburan di tengah laut. Sambil bersantai, beratapkan langit bertabur bintang, tanpa penerangan, dan berlatar belakang suara ombak.” (RAN)

 

Jakarta, 17 Mei 2018. Hari ini, film KULARI KE PANTAI merilis single dan video klip kedua dari album soundtrack-nya dengan judul yang sama. Lagu“Kulari Ke Pantai” sekaligus menjadi theme song dari film anak-anak terbesar yang akan rilis pada masa liburan sekolah tahun ini. Film KULARI KE PANTAI merupakan kolaborasi Produser Mira Lesmana dan Sutradara Riri Riza, yang telah berhasil mencetak dua film anak-anak legendaris, PETUALANGAN SHERINA (2000) dan LASKAR PELANGI (2008). Pada pertengahan April lalu, film KULARI KE PANTAI telah menyelesaikan proses shooting yang berlangsung selama 34 hari di lebih dari 20 titik lokasi sepanjang 1.025 kilometer dari Jakarta ke Banyuwangi dan di Rote, Nusa Tenggara Timur. Saat ini film KULARI KE PANTAI tengah dalam proses editing dan hari ini, video klip theme song “Kulari Ke Pantai” diluncurkan dengan memasukkan beberapa potongan adegan film.

 

Sedikit berbeda dengan video klip single yang sebelumnya, yang menggunakan full motion graphic, video klip theme song “Kulari Ke Pantai” ini menampilkan grup musik RAN yang sedang dalam roadtrip bersama untuk melepas kerinduan mereka akan suasana pantai.“Konsep video klipnya saya bikin seperti ini untuk mencoba menggelitik penonton untuk ikutberlibur ke pantai. Dan pastinya juga ingin menggelitik penonton untuk menonton film KULARI KE PANTAI karena video klip ini dibikin cut to cut dengan footage dari film, yang tidak kalah menariknya,” demikian penjelasan Sakti Marendra, sutradara video klip theme song“Kulari Ke Pantai” tentang konsep video klip.

 

Potongan adegan film dalam video klip sengaja dipilih sesuai dengan lirik lagu yang mengajak kita semua untuk sejenak bersantai, pergi ke pantai dan mendengarkan bisikan pasir dan deburan ombak, dan menikmati langit biru. Kita akan melihatsebagian perjalanan liburan SAM (Maisha Kanna), HAPPY (Lil’li Latisha), dan UCI (Marsha Timothy) dan tidak ketinggalan juga adegan surfing Sam dan Baruna (Varun Tanjung) di salah satu pantai yang ada dalam film KULARI KE PANTAI. “Selesai menonton video klip “Kulari Ke Pantai”, pasti hati menjadi sejuk dan ingin menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, berlibur atau sekedar berkumpul bersama”, ujar Mira Lesmana tentang video klip theme song“Kulari Ke Pantai”. “RAN selalu membawa nafas baru dalam setiap lagu-lagunya. Begitu pula untuk theme song KULARI KE PANTAI ini. Mereka berhasil menerjemahkan mood dari film ini, padahal belum sempat melihat filmnya secara utuh. Saya senang dan puas sekali dengan theme song oleh RAN ini,” lanjut Mira Lesmana.

 

Theme song “Kulari Ke Pantai” bisa jadi adalah salah satu lagu tercepat yang pernah diciptakan oleh RAN karena prosesnya dikerjakan dalam kurang lebih 2 hari. “Kami diberi kebebasan sepenuhnya oleh mbak Mira untuk menginterpretasikan film KULARI KE PANTAI dalam bentuk lagu. Untuk mendapatkan mood-nya, kami sengaja membuat lagu ini ketika berlibur di tengah laut. Sambil bersantai, beratapkan langit bertabur bintang, tanpa penerangan, dan berlatar belakang suara ombak,” jelas RAN tentang proses pembuatan theme song. “Malam itu, kita langsung dapat bagian reff-nya dan kita teruskan prosesnya di Jakarta. Hasilnya? Mbak Mira suka dan tidak ada revisi,” lanjut RAN. Penasaran seperti apa video klip RAN “Kulari Ke Pantai”, yuk klik video klipnya di sini:

Perjalanan shooting sepanjang 1.025 kilometer telah selesai ditempuh oleh tim produksi film KULARI KE PANTAI. Dan beberapa waktu lalu, telah merilis video teasernya di kanal-kanal digital dan bioskop. Saat ini film KULARI KE PANTAI dalam tahap penyelesaian dan akan tayang di bioskop pada masa liburan sekolah, yaitu 28 Juni 2018.

 

Twitter: @MilesFilms|| @TrinityOptimaP

IG: @milesfilms|| @trinityoptima

Fb: Miles Films || TrinityOptimaP

 

Informasi lebih lanjut:

Median Publicist (Keke – frederika.dapamanis@gmail.com – 081944101770)

 

INFORMASI TEKNIS SINGLE & VIDEO KLIP

 

Pencipta Lagu                                                    : Rayi Putra,Astono Andoko, dan Anindyo Baskoro

Penyanyi                                                             : RAN

Produser Lagu                                                   : RAN

Produser Album OST KULARI KE PANTAI               : Mira Lesmana & Yonathan Nugroho

Label Rekaman                                                 : Trinity Optima & Miles Music

Sutradara Video Klip                                       : Sakti Marendra

 

INFORMASI TEKNIS FILM

Sutradara                            : Riri Riza

Produser                             : Mira Lesmana

 

Produser Eksekutif          : Andi Boediman

Mandy Marahimin

Pandu Birantoro

Rahadian Agung

 

Produser Eksekutif          : Shanty Harmayn

Edy Suwarno

Willson Cuaca

 

Produser Eksekutif          : Christopher Lee Smith

Michy Gustavia

 

Co-Executive Producer  : Ignatius Andy

Niken Rachmad

 

Associate Producer         : Toto Prasetyanto

 

Produser Pelaksana        : Rena Tombokan

 

Penulis Naskah                 : Gina S. Noer

Mira Lesmana

Riri Riza

Arie Kriting

Sinematografi                    : Gunnar Nimpuno

Penata Artistik                  : Eros Eflin

Editor                                    : Aline Jusria

Penata Suara                     : Satrio Budiono& Sutrisno

Penata Rias                         : Eba Sheba

Penata Kostum                 : Chitra Subiyakto

Penata Musik                    : Aksan Sjuman

New Album – DEKADE AFGAN “10 Tahun Eksplorasi Jati Diri Musik”

Untuk bisa bertahan di industri musik dalam negeri jelas bukan perkara mudah. Karena dibalik hasil karya-karyanya yang ikonik, tiap musisi memiliki perjuangannya tersendiri dalam menjaga eksistensinya. Tidak terkecuali  Afgan. Musisi yang telah mengawali karier sejak tahun 2008 ini memiliki ceritanya tersendiri untuk mencapai kesuksesannya saat ini.

 

Apa makna album “Dekade” ini untuk Afgan sendiri?

“Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama.”

 

Setelah 10 Tahun Berkarya, apa yang berubah dari Afgan?

“Enggak ada yang berubah. Saya masih jadi diri saya sendiri. Saya masih memiliki insekuritas yang tinggi, masih enggak percaya diri, masih punya rasa takut. Semua masih ada pada diri saya. Tapi saya sendiri banyak merasa berkembang dari segi musikalitas, performance, dan taste music. Kalau Afgan yang dulu mungkin masih mencari-cari tahu gaya apa yang pas, akhirnya coba tiru sana sini. Setelah 10 tahun, saya sudah di tahap yang tahu apa yang saya mau. Saya juga sudah lebih nyaman untuk menjadi diri sendiri. Dan lebih yakin dengan apa karya yang saya kerjakan.”

 

Apa yang bisa diekspektasikan dari Afganisme ataupun pendengar musik nasional dari album ini?

“Saya berharap mereka bisa melihat perkembangan dan pendewasaan saya dalam bermusik selama 10 tahun terkahir. Saya berharap mereka bisa bernostalgia dengan beberapa lagu lama yang ada di album ini, tapi juga mereka bisa mendengar eksplorasi musik yang saya hadirkan di album ini.”

 

Jika Afgan di tahun 2008 melihat Afgan hari ini, apa yang akan dia rasakan?

“Saya rasa dia akan bangga dengan seluruh proses yang saya jalani hingga hari ini. Karena saya tahu, perjalanan berkarya selama 10 tahun ini tidaklah mudah baginya. Karena Afgan di masa itu punya low self esteem, tidak punya teman dan sangat pemalu. Dan setelah 10 tahun, banyak hal yang telah berkembang dari kepiribadian maupun pemikiran saya. Tapi bukan berarti saya sudah menjadi diri saya yang sempurna, saya merasa masih punya banyak ruang untuk perbaikan. The best is yet to come.

 

Di dalam membuat album kelimanya ini, Afgan tidak sendiri. Bersama Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production, dan beberapa arranger pilihan, turut membantu Afgan untuk merampungkan album ini. “Yang saya suka dari album ini, Afgan mau mengeksplorasi ranah musik yang tidak biasa dari album-album dia sebelumnya.” Ungkap Mhala. “Di album ini kita bisa sama-sama dengar Afgan membawakan lagu ‘Sadis’ dengan sentuhan rock blues 80-an, ada juga lagu ‘Love Again’ yang dibawakan dengan lagu upbeat 90-an. Benar-benar sebuah memoar musik yang terangkum dengan apik selama 10 tahun Afgan berkarya,” tambahnya.

 

Dalam pembuatan album ini, Afgan memang lebih detail dan sangat kritis dengan karya-karyanya. Sangat besar peran serta Afgan dalam pembuatan album ini , mulai dari penulisan lagu, pemilihan notasi sampai pemilihan mastering di Inggris. Dan dalam waktu dua bulan, album DEKADE ini pun bisa diselesaikannya. Dan hasilnya sangat memuaskan, nuansa keseluruhan album yang hangat dengan rasa nostalgia yang tinggi bisa dinikmati di berbagai situasi. Berikut trek demi trek yang ada di album ini:

 

Love Again

Untuk pembuka album DEKADE ini, sebuah lagu yang di aransemen Tatsuro Miller menjadi pilihannya. Lagu dengan beat pop R&B khas 90-an menyatu dengan vokal Afgan yang khas membuat lagu “Love Again” ini sangat menyenangkan untuk didengar berulang kali. Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta lama.

 

Sudah

Afgan kembali membawakan lagu power ballad yang menjadi ciri khasnya ke dalam trek kedua, “Sudah”. Di lagu ini, Afgan berhasil memperlihatkan sisi lainnya dalam bermusik. Diproduseri oleh Marco Steffiano, nuansa musik yang sedikit kelam terasa sejak intro pianonya. Lirik lagunya sendiri tak kalah dramatis, lagu ini menceritakan perasaan seorang kekasih yang menyadari kalau pasangannya tidak akan bisa mencintainya seutuhnya. Kisah cinta yang mungkin banyak bisa dirasakan banyak orang.

 

Heaven

Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Hanya butuh waktu setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan. “Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih,” cerita Isyana mengenai lagu ini.

 

Take Me Back

Tatanan musik yang berbeda dari karya-karya Afgan sebelumnya terdengar lantang di lagu “Take Me Back”. Di lagu ini, aransemen R&B dengan dominasi beat-beat hip hop yang kental, menyatu sempurna dengan vokal Afgan yang khas. Dilengkapi dengan rap lincah dari uprising Indonesian rapper, Ramengvrl, lagu hasil workshop di Malaysia bersama SonaOne ini tidak hanya sarat makna cinta tapi juga cocok untuk menjadi teman lari pagi yang pas.

 

Sadis

Setelah 10 tahun berlalu, lagu “Sadis” akhirnya hadir dengan aransemen yang berbeda. Lagu yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi untuk karier bermusik Afgan ini mendapatkan aransemen yang cukup unik. Tanpa meninggalkan alunan piano yang menjadi ciri khasnya, lagu “Sadis” mendapatkan sentuhan rock blues 80-an di bagian refrain-nya. Lewat lagu ini, Marco Steffiano selaku arranger, ingin menyisipkan sisi rock and roll dari Afgan yang selama ini tidak pernah ditampilkannya. Dan hasilnya, menakjubkan!

 

Bukan Cinta Biasa

Di album ini, lagu “Bukan Cinta Biasa” diaransemen dengan sangat hati-hati dan juga detail mengingat lagu ini punya nilai historic tersendiri untuk Afgan. Tanpa meninggalkan karakter asli dari lagu ini sendiri, Ari ‘Aru’ Renaldi memberikan aransemen musik yang berbeda kedalamnya. Suara petikan gitar akustik dan alunan biola yang cukup dominan, lagu “Bukan Cinta Biasa” di album ini menawarkan sesuatu yang terdengar baru tanpa meninggalkan elemen nostalgia yang ada di dalamnya.  Afgan sendiri banyak memberikan nada falsetto nya untuk memaksimalkan kebaruan yang ada di lagu ini.

 

Bawalah Cintaku

Mengaransemen ulang lagu yang sangat dicintai oleh banyak orang bukanlah perkara mudah. Namun Andi Rianto mampu meracik ulang lagu yang sangat ikonik ini dengan gaya bermusiknya yang khas. Alunan nada yang begitu megah dari lagu ini diubah begitu indah dengan menggunakan aransemen sederhana dari piano, strings, woodwinds, tanpa rhythm section. Keelokan liriknya yang romantis kian istimewa dengan kehadiran Sheila Majid dalam lagu ini. Warna suaranya Sheila yang khas berpadu sempurna dengan karakter vokal Afgan. Lagu lama karya Bebi Romeo ini pun terdengar seperti sebuah lagu baru.

 

Knock Me Out

Sebuah lagu bernuansa pop R&B ceria dengan sound yang fresh dan fun, menggabungkan lirik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati. Lagu ini sempat mendulang popularitas di tahun 2015. Mulai dari beragam penghargaan musik Indonesia dan hingga menjadi jingle iklan produk kecantikan di dapatkan lagu ini sendiri. Lagu yang menceritakan tentang penantian yang sudah berakhir karena bertemu dengan seseorang yang sangat spesial di hati. “Ibaratnya seperti menemukan seseorang yang benar-benar membuat saya terpana, merasa cocok dan berjanji tidak akan melepaskannya,“ ucap Afgan.

 

 Kunci Hati

Afgan menulis lagu ini pada 2015 lalu, bersama sahabatnya, Inu Numata. Bernada sederhana, namun melodius. Berlirik indah dan meaningful, dengan olahan musik yang menghenyakkan. Menyuguhkan kisah jatuh cinta yang sederhana, yang kemungkinan pernah dialami banyak orang. Salah satu keistimewaannya adalah dengan terlibatnya olahan aransemen string dari Ari Renaldi yang dieksekusi oleh Budapest Scoring Strings, Hongaria. Membuat kesederhanaan pesan dari lagu ini menjadi lebih bermakna.

 

Percayalah

Suara vokal Afgan yang ikonik selalu mampu kawin dengan sempurna penyanyi pop wanita. Tak terkecuali dengan Raisa. Setelah sukses berduet dengan Rossa lewat lagu “Kamu Yang Ku Tunggu”, kini giliran Raisa, penyanyi berwajah cantik dan bersuara emas yang telah mencuri hati para pencinta musik Indonesia sejak awal kemunculannya yang digaet Afgan untuk berduet. Sebuah kejutan manis bagi pemuja kedua solois papan atas ini. Lagu super romantis yang diaransemen dengan sangat indah oleh Ari Aru Renaldi ini sendiri bercerita tentang cinta sejati, dan sukses dijadikan lagu tema untuk film “London Love Story”. Kolaborasi ini begitu dicintai oleh pendengar musik Indonesia, hal tersebut terlihat dari besarnya jumlah penjualan musik digital. Lagu ini berhasil berada di top song RBT dari tahun 2015 sampai tahun 2017.

 

Panah Asmara

Lagu yang dulu dipopulerkan oleh Alm. Chrisye di tahun 90an, sukses dibawakan ulang oleh Afgan dengan nuansa baru dan lebih fresh. Lagu yang diluncurkan pada tahun 2011 ini berhasil membuat penggemar Afgan terpukau dengan gaya bermusiknya yang berbeda dari biasanya. Jauh dari bayang-bayang melankolis yang pop, untuk pertama kalinya Afgan terdengar enerjetik dalam sebuah produksi musik. Perubahannya yang signifikan begitu dicintai penggemar musik Indonesia. Penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk musik Pop terbaik dan juga mix engineer terbaik di dapatkan Afgan untuk lagu ini.

 

Setia Menunggu

Nada lirih sarat kegelisahan menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih yang lantas dimatangkan olahan musiknya oleh gitaris dan produser Tohpati ini. Hanya dihidupkan oleh dialog gesekan cello bernada murung dengan petikan gitar akustik yang seolah menegarkan. Tak diragukan penghayatan vokal Afgan di sini, dan kembali menonjolkan kekuatannya dalam melantunkan lagu-lagu bernada pelan.

 

Kamu Yang Kutunggu

Di tahun 2014, Rossa meluncurkan single keduanya untuk album “Love, Live, & Music”. Di lagu ini, Rossa tak bernyanyi sendiri namun ia menggandeng Afgan sebagai teman duetnya. Walaupun sudah bersahabat sejak lama, lagu ciptaan Alam Urbach ini merupakan single duet perdana Rossa dan Afgan. Lagu ini menceritakan tentang sebuah mimpi dan kepercayaan akan cinta yang membuat penantian terbayar dengan sempurna. Andi Rianto adalah composer musik di lagu “Kamu Yang Ku Tunggu” ini, dengan alunan nada dari piano yang mendominasi lagu ini menjadi semakin romantis. Tipikal lagu yang tepat untuk diputar di momen-momen romantis seperti hari pernikahan atau anniversary. Overall, love is a celebration of life!

 

Jodoh Pasti Bertemu

Lagu yang dirilis tahun 2012 ini memang masih banyak dicintai oleh banyak pendengar musik Indonesia hingga hari ini. Menurut saya jodoh pasti bertemu ini mengajarkan keikhlasan. “Di liriknya lagunya menyatakan kalau kamu bukan jodohku, aku gak mengharapkan dia,” ungkap Afgan. Lagu ini juga sempat mengisi soundtrack film “Madre” di tahun 2013 dan berhasil memperoleh beragam nominasi penghargaan musik baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Menyambut direleasenya album “DEKADE” ini, serangkaian vlog behind the scene telah Afgan siapkan untuk penggemarnya di akun Youtube Trinity Optima Production. Mulai dari proses penulisan lagu sampai rekaman ia tampilkan di vlog ini. Dan sebuah video ucapan terima kasih Afgan kepada Afganisme yang selama ini mendukung kariernya juga telah ia siapkan untuk merayakan peluncuran album “DEKADE” ini. Albumnya sendiri telah diluncurkan pada tanggal 21 Februari lalu di seluruh platform digital. Selain itu, pastinya, penjualan CD album “DEKADE” dari Afgan dijual secara eksklusif di KFC seluruh Indonesia.

 

5 Entertainer yang Populer di Negara ASEAN

JAKARTA, Indonesia —Banyak entertainer yang tidak hanya dikenal secara lokal, namun sudah melebarkan sayap mereka hingga ke negara-negara tetangga lainnya. Di kawasan ASEAN, nama-nama beberapa musisi, aktris/aktor, model, dan penyanyi sudah dikenal lintas negara.

Berikut ini adalah 5 selebriti yang popularitasnya merambah ke seluruh wilayah ASEAN.

1. Rossa (Musisi, Indonesia)

Semenjak albumnya yang berjudul Nada-Nada Cinta (1996), wanita bernama lengkap Sri Rossa Roslaina Handayani mulai dikenal publik. Selang tiga tahun kemudian, Rossa kembali merilis album berjudul Tegar (1999) yang berhasil meraih penghargaan Most Favorite Female Artist dari MTV Indonesia Music Awards tahun 2000.

Album inilah yang memberinya panggung bukan hanya di industri musik Nusantara, tetapi juga di negara-negara sekitar seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Tak berhenti di situ, penyanyi pop lulusan Universitas Indonesia ini kian aktif menjaga popularitasnya di kancah musik nasional dengan merilis sebanyak 14 album semenjak tahun 1996 hingga 2014. Yang terbaru, Rossa meluncurkan produk parfumnya yang juga didistribusikan di wilayah ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

 

2. Sheila on 7 (Band, Indonesia)

Seperti dilansir dari situs resmi Sheila on 7, band ini sudah meraih berbagai macam prestasi, antara lain sebagai satu-satunya band Indonesia yang mampu menjual album fisik lebih dari satu juta kepingan selama tiga album berturut-turut. Selain itu, band beranggotakan Duta (vokal), Adam (bass), Eross (gitar), dan Brian (drum) ini memiliki banyak pendengar setia yang berasal dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Brunei, dan Malaysia.

Grup musik bergenre pop asal Yogyakarta ini sudah melahirkan beberapa album, beberapa di antaranya Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), 30 Hari Mencari Cinta (2003), Pejantan Tangguh (2004), dan Musim yang Baik (2014).

 

3. Baifern Pimchanok (Aktris, Thailand)

Aktris kelahiran Bangkok Ini mulai melejit namanya semenjak ia berperan sebagai Nam dalam film First Love (2010) bersama dengan Mario Maurer. Film ini membuatnya meraih penghargaan Best Film Rising Star Female dari Won Top Award 2010.

Mulai aktif dalam dunia hiburan semenjak 2009, Baifern membintangi beberapa drama dan film Thailand seperti Love Summer (2011), Khun Pee Tee Ruk (2014), dan Suddenly It’s Magic (2013).

 

4. Maureen Wroblewitz (Model, Filipina)

Maureen yang lahir di Saudi Arabia dan kemudian tinggal lama di Jerman, memutuskan untuk pindah ke Filipina saat usianya baru 15 tahun. Hal ini ia lakukan dengan ambisi memulai kariernya dalam bidang modeling.

Siapa sangka pada usia 18 tahun, ia menjadi orang Filipina pertama yang memenangkan kompetisi modelling berskala internasional, Asia’s Next Top Model Season 5. Maureen mengalahkan kompetitornya yakni Shikin Gomez asal Malaysia dan Minh Tu Nguyen asal Vietnam.

 

5. Yuna (Musisi, Malaysia)

Yunalis Mat Zara’ai atau yang lebih dikenal sebagai Yuna, merupakan penyanyi bergenre pop asal Malaysia. Ketertarikannya akan musik muncul semenjak ia masih duduk di bangku sekolah, ia sudah menulis lagu dan belajar bermain gitar pada usia 14 tahun.

Suara soprano khas Yuna kemudian didengar orang banyak melalui akun MySpace miliknya dan pada 2011, ia bergabung dengan label musik asal New York, Fader. Karier Yuna meroket ketika ia merilis lagu berjudul Live Your Life yang diproduseri oleh musisi beken asal AS, Pharrell Williams. Ia kemudian diundang untuk bernyanyi di berbagai festival musik internasional dan tampil di TV show terkenal seperti Conan dan The Late Night Show.

Yuna telah merilis 5 album dan EP, di antaranya Yuna (2012), Nocturnal (2013), dan Chapters (2016). —Rappler.com

LYLA   New Single : “Sampai Disini”

 

“… Bertahanku tak terpejam, bayangmu semakin menjauh menghilang, kubisikkan kata cinta, yang ku terima deraian air mata… Maafkan aku esok tak lagi pelukku, redakan rasa rindumu, oh sampai di sini…”

Kepedihan perpisahan digambarkan dengan derai kalimat yang sangat menggugah di single terbaru LYLA ini. Lagu yang diberi judul “Sampai Disini” ini hadir dengan aransemen megah yang membalut sekujur lagu, bagai mengiris hati siapa pun yang mendengarkannya. Terlebih bagi mereka yang pernah merasakan pengalaman yang sama dalam kehidupan cintanya. Paduan vokal yang sarat penjiwaan dan not-not gelisah dari permainan piano dengan permainan solo gitar yang melolong lirih, terasa saling melengkapi di lagu ini.

“Lagu ini kami pilih sebagai single terbaru dari album kita yang berjudul Ga Romantis. Proses pemilihannya kita melibatkan LYLA Community (fans LYLA), kita buat poling di social media kemudian kita lihat viewers dari video-video lirik yang kita upload di Youtube. Melalui diskusi dengan teman-teman LYLA yang lainnya dan pihak label Trinity Optima Production, akhirnya kami sepakat menjadikan lagu ini sebagai single ke-5 LYLA di album ini”, ucap Naga.

Dengan nuansa Pop Ballad khas LYLA, sang vokalis Naga kembali menunjukkan kemampuannya dalam menulis lagu. “Untuk lirik lagunya gue yang tulis, kali ini gue sengaja tidak mau bercerita tentang apa maksud dari lagu ini, gue ingin semua yang mendengarkan punya interpretasi sendiri tentang lagu ini. Kita dibantu oleh Almarhum Krisna Sadrach sebagai producer di lagu ini. Ini adalah salah satu lagu favorit beliau di album Ga Romantis”, jelas Naga.

Band yang terdiri dari Naga (Vokal), Fare (Gitar), Dennis (Bass), Dharma (Keyboard) dan Difin (Drum) ini memang semakin matang dalam bermusik. Sejak terbentuk di tahun 2006, LYLA meramaikan dunia musik Indonesia dengan lagu-lagu hitsnya seperti Magic, Mantan Kekasihku, Jantung Hati, Detik Terakhir, Dan Lagi, Kehabisan Waktu, Turis, dan lain-lainnya.

Di usianya yang telah lebih dari satu dekade ini, LYLA mampu membuktikan eksistensi mereka dengan karya-karya terbaik mereka dan bertahan salah satu band papan atas Indonesia. Hal itu terbukti dengan terselenggaranya sebuah konser 1 dekade yang bernama “Decadance LYLA” pada tahun 2016 lalu.

Para personel LYLA pun berharap bahwa  mereka akan terus berkarya dan hadir dengan kejutan-kejutan positif. “Intinya selama perjalanan kita bermusik, buat kami LYLA ini adalah sebuah keluarga. Karya-karya kami dibuat dengan hati, kebersamaan, semangat dan dengan pesan sederhana untuk bahagia dan saling membahagiakan”, tutup Dennis.

 

Link Official Video Clip LYLA – “Sampai Disini”

https://youtu.be/Yrg0npFm844

Sampai Disini (Lirik)

 

Bertahanku tak terpejam

Bayangmu semakin menjauh menghilang

Kubisikkan kata cinta

Yang ku terima deraian air mata

 

Kupandangi wajahmu

Dari sudut manapun yang ku suka

Relakan relakan relakanlah

Peringanlah langkah kaki ku

 

Maafkan aku tak ku penuhi janjiku

Untuk sehidup semati

Setia bersamamu

Maafkan aku esok tak lagi pelukku

Redakan rasa rindumu

Oh sampai disini…