trinity_logo_web.png
Menu
Kala Istana Negara Menjadi Panggung Musik Anak Bangsa Penuh Talenta

Suasana berbeda tampak di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2019) malam ini. Berbeda dengan biasanya yang formal dan cenderung kaku, panggung kecil berdiri di ujung ruangan Istana Negara. Alat-alat musik berada di panggung itu, sementara di depannya berderet-deret kursi.

Dengan suasana ini, sepintas Istana Negara pun terlihat sebagai arena konser musik dibandingkan acara kenegaraan. Malam ini memang sedang digelar acara Talenta Muda Bhineka Tunggal Ika, konser mini bagi talenta-talenta muda Indonesia berprestasi.

Mereka yang mengisi acara tersebut antara lain: Gita Bumi Voices yang merupakan peraih medali emas pada ajang Grand Prix of Nations and 4th European Choir Games 2019 di Gothenberg, Swedia. Mereka mengalahkan 36 negara lainnya. Selain itu ada Trust Orchestra, peraih medali emas di ajang The World Orchestra Festival 2019 di Wina, Austria. Turut tampil pula Lyodra M Ginting yang merupakan peraih Honorable Winner Prix of Sanremo Junior Committee 2017. Dian Sorowea, penyanyi asal NTT yang memiliki video youtube ratusan juta viewers. Josephine Alexandra, Gitaris Finger Style Indonesia. Prisca Yosevine, pemain bass muda. Kafin Sulthan, musisi muda. Adikara Fardy, penyanyi yang dikenal masyarakat lewat youtube. Faye Risakotta, penyanyi asal Maluku yang mulai bernyanyi dan menulis lagu sejak umur 7 tahun. RND Hip Hop Generation, Grup rap cilik asal Pulau Rote. Alvin Klod, drummer cilik yang telah disupport oleh produk drum bertaraf internasional. Ray Prasetya drummer muda yang ikut berkontribusi sebagai session drummer Opening/Closing Ceremony Asian 2018. Ronald Steven, Music Director dalam Opening/Closing Ceremony Asian 2018. Vien Reyes, anak muda berbakat asal Papua. Sara Fajira, penyanyi asal Surabaya peraih Best New Artiste (Female) Anugerah Planet Muzik 2018. Ganzer Lana, pemain sasando asal NTT. Gregorius Argo, pemain gitar sape Kalimantan. Betari, penyanyi tunanetra asal Bandung yang tampil dalam konser Yura Yunita.

“Malam ini kita akan menyaksikan penampilan dari talenta-talenta muda dari Bhinneka Tunggal Ika. Seperti juga hadirin yang ada di sini, beragam sekali. Dari profesi, dari usia, dari wajah-wajah di sini Bhinneka Tunggal Ika. Ini penting bahwa keragaman kita adalah kekayaan kita,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf saat membuka acara di Istana Negara, Jumat (23/8/2019).

Triawan berharap di masa mendatang anak-anak muda Indonesia dapat menjadi konten bagi kekayaan budaya Indonesia. Bekraf pun terus melakukan penguatan untuk ekosistem dan kapasitas talenta muda.

“Bahkan kami bawa juga ke luar negeri untuk ditampilkan, di mana sekarang Asia sedang menjadi perhatian. Di situ lah kesempatan kita, untuk talenta-talenta muda Indonesia menunjukkan bakatnya,” tutur Triawan.

Triawan mengatakan, acara seperti ini akan terus dibudayakan. Presiden Joko Widodo juga telah menyampaikan dukungan.
“Pak Presiden tadi juga sampaikan bahwa ke depannya setelah acara ini para talenta-talenta yang kita saksikan ini akan ditampilkan satu persatu pada acara yang ada di istana. Istana adalah milik kita, bukan lagi tempat yang sakral,” ujarnya.

 

Sebenarnya ini kali kedua Istama Negara menjadi tempat konser. Pada 17 Agustus lalu, grub musik RAN sempat tampil menghibur para anggota Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara dalam acara ramah tamah dengan Presiden Jokowi. Klik disini untuk menyaksikan sedikit cuplikan ketika Presiden Jokowi menyapa para talenta muda Bhinneka Tunggal Ika di Istana Negara (23 Agustus 2019).

TRUST Orchestra Memperoleh Gold Award pada Kompetisi di World Orchestra Festival 1-4 Agustus 2019

Festival yang baru selesai membawa banyak pembelajaran dan pengalaman bagi satu-satunya orkestra dari Indonesia yang berpartisipasi pada World Orchestra Festival 1-4 Agustus 2019.

TRUST Orchestra dengan pengaba Dr. Nathania Karina, merupakan satu-satunya orkestra dari Indonesia yang ikut Festival Orkestra Dunia 2019.

Festival terdiri dari Acara Pembukaan di City Hall of Vienna, Workshop & Masterclass Orkestra dengan Profesor Werner Hackl di Universitas Musik dan Seni Pertunjukan (Wina Austria), Konser dan Gala Konser di Musikvieren, serta Kompetisi dan Exhibition Gala Konser di Vienna Boys’ Choir Concert Hall (MuTh).

Pada hari terakhir Festival tanggal 4 Agustus 2019, setelah Gala Concert di Musikvieren jam 11 pagi waktu setempat, Panitia mengumumkan para penerima penghargaan Kompetisi (Emas, Perak, Perunggu) dan Penghargaan Partisipasi.

TRUST Orchestra Indonesia meraih penghargaan Emas (Gold Award) untuk Kompetisi yang membawakan The North Sumatra (aranser Ivan Tangkulung) dan Janger (aranser Samuel Huang dan Nathania Karina).

Selain North Sumatra dan Janger, TRUST tembangkan Rasa Sayange, Cublak dan Manuk Dadali, serta Bungong Jeumpa dan Tari Saman.

 

TRUST memperoleh perhatian dari banyak pihak: Juri, Peserta Festival, Masyarakat Wina yang hadir pada Gala Konser serta Para Wisatawan Mancanegara.

Tampilan seru juga dihadirkan oleh TRUST pada Flashmob di StephanPlatz Wina, di halaman Katedral Wina pada 4 Agustus, tepat sebelum perjalanan menuju Gala Dinner Closing Ceremony di Schreiberhaus Wina.

Nathania Karina mengharapkan keikutsertaan Orkestra TRUST pada festival ini memicu semakin banyak antusiasme dan tumbuh kembang orkestra di Indonesia khususnya orkestra anak muda.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Addie MS dari Twilight Orchestra saat menghadiri Prafestival TRUST di Jakarta 23 Juli 2019: Belajar keberagaman dan kesatuan melalui orkestra. Saat masterclass orkestra dengan Prof Werner Hakl, beliau tekankan pentingnya ekspresi talenta orkester dan kepemimpinan dalam setiap latihan dan pertunjukan.

Rombongan TRUST Orchestra berjumlah 61 orang berusia 10-25 tahun. Beatrice Gobang, 10 tahun, merupakan satu dari sejumlah peserta TRUST Orchestra yang lolos audisi untuk mengikuti rombongan TRUST Orchestra ke World Orchestra Festival 2019 ini.

Siswa kelas 5 Sekolah HighScope Indonesia ini memainkan biola tiga dalam Orkestra kali ini.

 

Beatrice, yang juga anggota The Resonanz Children’s Choir dan murid Suzuki Violin Community Jakarta, telah mengikuti latihan intensif TRUST Orchestra menuju Festival 2019 sejak Mei 2019, bersama dengan 60 peserta lainnya.

Latihan sangat ketat dan disiplin tinggi dengan asuhan Nathania Karina (Pengaba dan Direktur Musik) dan Master Konser Mellody Arben.

Para peserta berharap keberhasilan TRUST ini semakin memicu ketekunan berlatih dan pentas serta mendorong orkestra pemuda untuk semakin tumbuh kembang di Indonesia dan berani “go internasional”.

 

Naura Aku Indonesia “Musik Video Kaya Budaya Indonesia”

“Tak pedulikan warna kulitnya. Bentuk rupanya, ragam rambutnya. Tak pedulikan tanah asalnya, tutur bicara, keyakinannya.” Begitulah lirik pembuka dari lagu terbaru dari Naura yang berjudul “Aku Indonesia”. Lagu anak dengan semangat nasionalisme merupakan kado dari Naura bagi anak-anak Indonesia di Hari Anak Nasional.

 Tanggal 23 Juli banyak dikenal sebagai Hari Anak Nasional. Sebagai penyanyi anak-anak, Naura ingin mengungkapkan rasa cinta dan bangganya terhadap bumi pertiwi lewat single terbarunya “Aku Indonesia”. Lagu yang ditulis oleh kakak beradik Mhala dan Tantra ‘Numata’ ini menceritakan tentang seruan kebanggaan seorang anak Indonesia terhadap kekayaan budaya di Indonesia. Tidak lupa dilengkapi oleh lirik yang cukup dalam mengenai segala perbedaan masyarakat di Indonesia seperti, suku, agama, budaya bahkan bentuk fisik, mebuat lagu ini sangat menyenangkan untuk didengarkan berkali-kali. Musiknya yang dilengkapi dengan chant-chant bahasa daerah yang khas dan juga tetabuhan dari alat musik tradisional turut mengiringi keseruan. Tidak lupa dilengkapi oleh lirik yang cukup dalam mengenai kekayaan perbedaan Indonesia membuat lagu ini sangat menyenangkan untuk didengarkan berkali-kali. Lagu yang kaya akan makna ini sebenarnya sudah pernah dirilis dalam bentuk Video Lirik saat album “Katakanlah Cinta” direlease pada bulan November 2018 lalu.

 

 MUSIK VIDEO YANG MENARIK

Lagu yang kaya akan makna ini sebenarnya sudah pernah dirilis dalam bentuk video lirik. Dan melihat antusiasme dari penggemar Naura terhadap lagu ini, maka dibuatlah sebuah musik video untuk lagu “Aku Indonesia”. Di sutradarai oleh Candi Soeleman, musik video kali ini benar-benar dilakukan dengan konsep yang sangat menarik. “Sebenarnya ini bukan kali pertama saya membuat musik video untuk Naura. Tapi untuk lagu ini, saya memang ingin membuat sesuatu yang sangat kuat unsur budayanya. Baik dari bajunya, koreonya, pokoknya ingin menonjolkan kekayaan seni budaya Indonesia dalam sebuah musik video,” ungkap Candi yang juga sebelumnya menggarap musik video “Karena Kamu Artinya Cinta” dari Naura dan Nola B3.

Dengan bantuan dari koreografer Dudi Gunawan dan juga fashion stylist, Andre Panaga, musik video Naura kali ini benar-benar berbeda dari biasanya. “Untuk kostum sendiri, konsep busana yang Naura kenakan adalah multi budaya. Jadi saya memadukan beberapa baju Nasional dari Sabang sampai merauke kedalam dua looks busana. Jadi ada satu looks yang Naura mengenakan headpiece khas dari Kalimantan, di dadanya ada hiasan teratai khas Betawi, lalu kain dibagian dadanya juga berbahan songket dari Aceh, lalu Obi yang ada dipinggangnya khas Bali,” ungkap Andre.

Untuk menentukan konsep seperti itu Andre mendapatkan input dari Naura yang tidak hanya mengenakan busana tersebut tapi juga ia akan menari dengannya. “Paling kesulitannya itu, sih, karenakan headpiece dan beberapa aksesori lainnya cukup berat, sedangkan Naura mengenakannya sambil menari,” tambahnya.

Dan untuk gerakan koreografinya sendiri, Dudi Gunawan, memastikan tidak banyak menggunakan gerakan yang terlalu rumit ke dalam musik video ini. “Di sini saya lebih banyak menggunakan gerakan dalam tari daerah dan juga beberapa gerakan dalam permainan tradisional yang mulai jarang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang. Karena saya ingin gerakan dalam musik video ini lebih banyak memperlihatkan keceriaannya sebagai anak-anak yang bangga akan budayanya,” ungkap Dudi.

Selain memberikan koreografi, Dudi juga mencoba memberikan penjelasan ke tiap penarinya mengenai filosofi yang ada dibalik busana dan juga tari daerah yang mereka lakukan. “Saya ingin koreografinya tidak hanya berdasarkan hafalan gerakan saja tapi mereka juga memang tahu kalau busana dari daerah tertentu memiliki gerakan khasnya sendiri,” tambahnya.

  

LATIHAN DARI SUBUH

Dan untuk membuat musik video kali ini, Naura dan segenap kru yang bertugas harus sudah ada di lokasi dari pagi dini hari. Hal ini dikarenakan sedikitnya waktu yang dimiliki Naura dan timnya untuk latihan koreografi. “Waktu merupakan kesulitan utama kami semua yang ada di sini. Karena untuk membuat konsep, bahkan meeting tentang detail video klip semua dilakukan via video conference antara saya, tim Trinity Optima Production, dan juga mba Nola,” ungkap Candi mengenang proses pembuatan video kali ini. “Karena Naura sendiri sempat ada promo film, dan juga ada kegiatan juga di Broadway New York, jadi saat ditentukan tanggal syuting itu merupakan satu-satunya tanggal kita semua bisa kumpul dan mematangkan konsep. Jadi,  subuh kita semua sudah kumpul di lokasi syuting, lalu Naura dan timnya latihan koreografinya, lalu setelah siap kita baru mulai syutingnya,” tambahnya.

Walaupun demikian, Naura sendiri merasa sangat senang. Bagaimana tidak akhirnya musik video dari salah satu lagu favoritnya di album “Katakanlah Cinta” ini akhirnya bisa segera dirilis. “Karena lagu ini beat nya bikin semangat dan lirik lagunya juga penuh bagus banget. Terus musik videonya yang banyak menggunakan tari dan baju daerah juga. Pokoknya benar-benar musik video yang mengingatkan kita sebagai anak-anak Indonesia harus bangga dengan kekayaan budaya di Indonesia,” ungkap Naura.

Wah, jadi penasaran ya, akan seperti apa nih musik video dari Naura yang berjudul “Aku Indonesia” ini ya? Yuk, nanti simak musik di Youtube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platform favorit dan juga radio di seluruh Indonesia. Sekali lagi, selamat Hari Anak Nasional ya, anak-anak Indonesia!

 

AKU INDONESIA (Lirik)

Tak pedulikan warna kulitnya

Bentuk rupanya ragam rambutnya

Tak pedulikan tanah asalnya tutur bicara

Keyakinannya

 

Tak ada yang sama

Itulah yang membuat kita ‘kaya‘

Harus selalu ingat

 

Aku adalah indonesia

Beraneka ragamnya warna warni irama oh indahnya

Aku adalah indonesia

Rukunlah selamanya berdampingan bersama

Kita indonesia

 

Tak pedulikan ada di mana hati tertanam tuk negeri ini

Walau dunia riuh mendera damai selalu bumi pertiwi

 

Berbeda tak sama

Yang penting kita tetap jadi satu

Untuk slama slamanya

 

Torang samua basudara

O musti baku sayang sayang

Huduik kataraso indah

Meunyoe geutanyong saleung meuncinta

 

Composed by MHALA & TANTRA ‘NUMATA’

Published by PT. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Produced by AVA VICTORIA & FIGGY PAPILAYA

Sequencer, Piano & Mallet by FIGGY PAPILAYA/  Bass by ZULFADLI /

Guitar by BUDI RAHARDJO / Drums by RIO ALIEF /

Strings by RM. CONDRO KASMOYO, DESSY SAPTANY, ANA ACHJUMAN, AVA VICTORIA, YACOBUS WIDODO, ARYOTOMO

Vocal Recorded @BACKBEAT STD, Jkt, Engineered by ANGGI ANGGORO

Vocal Produced by SIMHALA AVADANA Edited by ANGGI ANGGORO

Background Vocals Arranged by SIMHALA AVADANA & AVA VICTORIA

Bacground Vocals by RIAFINOLA, AVA VICTORIA, SIMHALA AVADANA

Mixed by ANGGI ANGGORO

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT STD, Jkt

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

KONSER DEKADE AFGAN DI JAKARTA

Jakarta, 27 Mei 2019. Menandai 10 tahun berkarier di dunia musik, Afgansyah Reza telah mempersiapkan konser Dekade-nya di Indonesia. Menyusul kesuksesan konser Dekade di Malaysia, Afgan memastikan konsernya kali ini akan berbeda dan dengan suguhan yang lebih menarik dari sebelumnya. “Senang sekali rasanya bisa menyelenggarakan konser yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Ini merupakan tanda terimakasih atas dukungan Afganisme selama satu Dekade terakhir. Jadi, pastinya konser ini akan sangat spesial bagi saya dan juga bagi penontonnya nanti,” ungkap Afgan.

Berlokasi di Istora Senayan, konser Afgan di Indonesia ini akan diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2019. Bekerjasama dengan One Step Forward ID selaku Organize (Promotor), konser Afgan kali ini akan berbeda dari konser-konser sebelumnya. Serangkaian musisi dan juga desainer telah bergabung untuk menyempurnakan konsernya kali ini.

Untuk Pembelian Tiket pre-sale konser ini bisa di beli secara online melalui mitra penjualan tiket resmi  di situs tiket.com pada tanggal 29 Mei 2019 jam 12.00 siang. Tersedia 5 pilihan kategori tiket, konser ini rencananya akan dijual mulai dari harga Rp. 350.000 sampe dengan Rp 750.000,-untuk tiket pre-sale. Semua harga tiket belum termasuk pajak pemerintah sebesar 10% dan biaya jasa pelayanan.

Untuk informasi terbarudan detail tentang tiket, para fans dapat mengunjungi situs www.konserdekadeafgan.com jangan lupa melakukan pre-registrasi untuk mendapatkan kesempatan Pre-sale di hari pertama pembelian nanti. Jadi Pastikan Anda tidak kehabisan tiket Konser Dekade Afgan di Indonesia ya!

Cassandra Band “Selamat Datang di Rumah Baru”

Trinity Optima Production menyambut kehadiran keluarga baru. Perkenalkan, mereka adalah CASSANDRA BAND. Sore ini, Cassandra Band akan meluncurkan single terbarunya. Nah, sebelum Anda mendengarkan lagu terbarunya, ada baiknya kita sama-sama kenalan dengan Cassandra:

BERAWAL DARI BAND CAFE

Sudah hampir 8 tahun lebih Cassandra Band malang melintang di industri musik. Band yang beranggotakan Anna (vokalis) Coki (bassist), dan Inos (gitaris) ini mengawali karier musiknya sejak tahun 2006 sebagai band-band cafe.

Sejalan berjalannya waktu Coki dan Inos ingin membuat band yang bisa ditawarkan ke label-label rekaman dengan formasi vokalis pria. Tapi ternyata mereka gagal menemuka warna vokal yang cocok dengan lagu-lagu yang sudah mereka punya. Anna yang waktu itu sudah menjadi partner Coki untuk bernyanyi di cafe pun diminta membawakan lagu “Tetap jadi Milikmu”. Emang sudah jodoh, Coki merasa cocok dengan karakter suara Anna, dan hingga hari ini mereka masih setia dengan formasi ini.

AWAL NAMA CASSANDRA

Sebelum ada Cassandra Band, Anna,Coki, dan Inos memilih nama “Aglo” sebagai nama band mereka. “Waktu itu cari-cari nama di Google, liat arti nama Cassandra dari Yunani itu nama-nama dewi dan artinya juga menarik. Dan waktu di cek juga belum ada band Indonesia yang pakai nama Cassandra. Dan pas juga nama dewi-dewi dengan vokalis perempuan,” ungkap Coki.

 HITS TAK TERDUGA

Di tahun 2010, akhirnya Cassandra Band berhasil menandatangani kotrak dengan sebuah label rekaman dan meluncurkan single pertama mereka “Tetap Milikmu”. Dalam hitungan minggu, lagu tersebut menjadi favorit radio-radio ibukota, dan sempat bertengger lama di tangga lagu musik. Dengan optimisme yang sama di tahun 2011 mereka kembali luncurkan single yang berjudul “Cinta Terbaik”. Melihat perkembangannya, Cassanadra Band tidak terlalu optimis kalau lagu ini mampu menjadi hits. Tapi entah mengapa, sejak tahun 2013, kepopuleran lagu ini terus meningkat. Dengan 61 juta viewers penontonnya di Youtube, lagu ini mampu membuat nama Cassandra Band menjadi idola banyak orang. Bahkan hingga hari ini terus menambah jumlah viewersnya. “Saya benar-benar enggak memprediksi kalau lagu itu bisa sepopuler itu,” ungkap Coki.

SUDAH PUNYA ALBUM

Di tahun 2017 Cassandr aBand sudah merilis album pertamanya yang berjudul “Cinta Terbaik”. Di dalamnya terdapat 11 lagu cinta dengan genre pop ballad yang kuat. “Kami memiliki berbagai influence musik yang berbeda, tapi untuk Cassandra kami masih setia dengangenre pop ballad karena memang genre ini yang bisa diterima orang banyak dan juga sebenarnya menyenangkan untuk membawakan musik jenis ini ketika di atas panggung,” ungkap Coki.

RUMAH BARU DI TRINITY OPTIMA PRODUCTION

Dan di tahun 2019, Cassandra Band memilih untuk berganti “rumah”. Dibawah naungan  Trinity Optima Production, Cassandra Band siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”. Berbeda dengan Cinta terbaik, lirik dan lagu ini lebih puitis dan lebih personal.

Lagu yang ditulis oleh Coki ini diakuinya terinspirasi dari kata-kata yang ada di dalam buku Pidi Baiq yang teranyar “Dilan 1990”. Saat itu, ia sedang berada di rumah sakit, patah hati setelah gagal menikah, Coki mencoba menyegarkan hati dan pikiran dengan membaca buku yang ia beli. Dan ketika membaca kata-kata “jangan rindu, ini berat, kamu tak kan kuat, biar aku saja”, Coki merasa kata tersebut sangat pas dengan kondisi dia saat itu.

Nah, penasaran dong seperti apa sih lagu Cassandra Band ini? Dan apakah Pidi Baiq selaku penulis buku Dilan 1990 memberikan izin untuk Cassandra band memberikan izin untuk penggunakan quotesnya? Kita sama-sama nantikan ya!

 

 

 

Welcome, Cassandra!

 

Selamat bergabung dengan keluarga besar Trinity Optima Production, Cassandra band!

Masih pada ingat dengan band Cassandra gak nih? Silahkan berikan komentar dibawah ini yaa

Ini sedikit clue mengenai Cassandra band:

 

 

Rossa Jelaskan Penampilannya di Asian Games 2018

 

Tanggal 18 Agustus lalu perhelatan olah raga, Asian Games 2018, akhirnya dimulai. Acara yang diikuti oleh 45 negara seluruh Asia dan Timur Tengah ini berhasil mencuri perhatian publik. Mulai dari aksi presiden di awal video yang mencengangkan sampai aksi tari tari daerah yang mengagumkan ditampilkan pada acara pembukaan Asian Games 2018. Dan di antara acara tersebut, berbagai musisi tanah air pun turut meramaikan acara tersebut, tidak terkecuali Rossa.

Dalam balutan busana berwarna hijau, Rossa tampil cantik sekali. Ia menyanyikan lagu daerah asal Jawa Barat bertajuk Manuk Dadali. Namun, sayangnya ditengah penampilannya yang memukau tersebut, Rossa mendapatkan kritik perihal lipsync. Rossa mengatakan bahwa panggung yang terlalu luas dan beberapa alasan lain menjadi pertimbangan para penyanyi harus menyanyi secara lipsync pada upacara pembukaan Asian Games 2018. “Karena itu kan di stadion jadi enggak mungkin juga. Kami menghindari apa yang tidak diinginkan misalnya cuaca, misalnya tiba-tiba ada angin, ataupun hujan, mic mati, pengisi acaranya misalnya suaranya habis gitu-gitu,” ucapnya. “Karena itu kan peforma yang bakal dinantikan dan ditonton banyak negara bukan cuman Indonesia aja,” imbuhnya. Sebagai penyanyi, Rossa sendiri memahami alasan panitia meminta para penyanyi untuk tak menyanyi secara langsung. “Ketika dikasih tahu itu lipsync tidak kecewa malahan, memang itu yang dibutuhkan,” paparnya.

Tidak hanya Rossa sendiri, penyanyi dangdut yang membuka acara Asian Games 2018, Via Vallen, juga mendapatkan cibiran yang serupa. Wah, kalau menurut kamu bagaimana penampilan Ross adi acara Asian Games kemarin?

Young Lex Cuek Dengan Hinaan

Awal bulan Juli, Young Lex mewakili Indonesia di acara MTV Asia di sebuah acara Rap bernama “Yo! MTV Rap”. Dan kontan saja, banyak netizen di Indonesia yang menghina performance Young Lex.

Tapi, menanggapi beberapa komentar negative netizen, Young Lex mengaku santai saja. Baginya terus berkarya merupakan tujuan utamanya. “Pihak MTV langsung yang mengundang gue, dan gue satu-satunya perwakilan rapper yang diundang,” ujar Young Lex. “Gue nggak nyangka sih, mungkin karena lagu-lagu gue original menggunakan bahasa Indonesia,” tambah pelantun lagu “Nyeselkan” ini.

Pilihan Young Lex untuk bicara dan nge-rap dengan bahasa Indonesia juga jadi hal yang dikritik oleh para netizen. Padahal yang terjadi  saat proses syuting adalah, Young Lex sudah mempersiapkan diri untuk menjawab dengan bahasa Inggris. Namun justru ketika Ia mau menjawab dengan bahasa Inggris, Young Lex diminta untuk menjawab dengan bahasa Indonesia saja. “Gue jadi terinspirasi mereka sangat menghargai bahasa negara lain. Nanti juga pasti ada translatenya,” ujarnya.

Selain, perkara penampilannya di Yo! MTV Raps, Young Lex juga sempat membuat penggemar  BLACKPINK geram karena dirinya diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan personil BLACKPINK idolanya, Lisa. Dan setelah beragam kontroversi yang didapatkannya akhirnya kesempatannya untuk bertemu dengan Lisa pun dibatalkan oleh penyelenggara. “Gue fine-fine aja. Sangat-sangat santai banget. Mau enggak jadi kek, gue sebenarnya enggak terlalu ngarep juga sih,” tutur Young Lex saat diwawancarai oleh tim kompas.com. “Karena menurut gue terlalu jauh banget, gue fans ‘wah harus ketemu’, enggak. Young Lex suka that’s it,” imbuhnya.

Dan untuk projek ke depannya, ada banyak hal yang akan dilakukan oleh Young Lex, dan apapun yang akan dilontarkan netizen, Young Lex siap untuk menghadapinya. Semangat ya!

Afgan Tampil di Hyperplay

 

 

Pelantun lagu Sudah, Afgansyah Reza kini kian melambungkan namanya lewat beberapa event festival internasional. Setelah tampil bersama Isyana Saravati dan Rendy Pandugo di festival We The Fest, pada tanggal 22 Juli lalu, Afgan dijadwalkan tampil di panggung MTV Hyperplay di Singapura.

Hyperplay sendiri merupakan event pertama di Asia Tenggara yang mengkombinasikan sebuah games mobil dengan festival musik. Berlokasi di Singapore Indoor Stadium, acara ini akan dimeriahkan oleh beragam musisi internasional. Mulai dari grup pop asal Singapura, The Sam Willows sampai Korean Superstar seperti CL dari tanggal 4 – 5 Agustus 2018. Afgan sendiri akan perform langsung dengan membawakan beberapa lagu hitsnya di tanggal 5 Agustus.

Penasaran enggak sih sama penampilan Afgan nanti? Kita sama-sama tunggu aja ya!

 

Kulari Ke Pantai Meluncurkan Video Klip Theme Song

“Lagu ini dibuat saat kami liburan di tengah laut. Sambil bersantai, beratapkan langit bertabur bintang, tanpa penerangan, dan berlatar belakang suara ombak.” (RAN)

 

Jakarta, 17 Mei 2018. Hari ini, film KULARI KE PANTAI merilis single dan video klip kedua dari album soundtrack-nya dengan judul yang sama. Lagu“Kulari Ke Pantai” sekaligus menjadi theme song dari film anak-anak terbesar yang akan rilis pada masa liburan sekolah tahun ini. Film KULARI KE PANTAI merupakan kolaborasi Produser Mira Lesmana dan Sutradara Riri Riza, yang telah berhasil mencetak dua film anak-anak legendaris, PETUALANGAN SHERINA (2000) dan LASKAR PELANGI (2008). Pada pertengahan April lalu, film KULARI KE PANTAI telah menyelesaikan proses shooting yang berlangsung selama 34 hari di lebih dari 20 titik lokasi sepanjang 1.025 kilometer dari Jakarta ke Banyuwangi dan di Rote, Nusa Tenggara Timur. Saat ini film KULARI KE PANTAI tengah dalam proses editing dan hari ini, video klip theme song “Kulari Ke Pantai” diluncurkan dengan memasukkan beberapa potongan adegan film.

 

Sedikit berbeda dengan video klip single yang sebelumnya, yang menggunakan full motion graphic, video klip theme song “Kulari Ke Pantai” ini menampilkan grup musik RAN yang sedang dalam roadtrip bersama untuk melepas kerinduan mereka akan suasana pantai.“Konsep video klipnya saya bikin seperti ini untuk mencoba menggelitik penonton untuk ikutberlibur ke pantai. Dan pastinya juga ingin menggelitik penonton untuk menonton film KULARI KE PANTAI karena video klip ini dibikin cut to cut dengan footage dari film, yang tidak kalah menariknya,” demikian penjelasan Sakti Marendra, sutradara video klip theme song“Kulari Ke Pantai” tentang konsep video klip.

 

Potongan adegan film dalam video klip sengaja dipilih sesuai dengan lirik lagu yang mengajak kita semua untuk sejenak bersantai, pergi ke pantai dan mendengarkan bisikan pasir dan deburan ombak, dan menikmati langit biru. Kita akan melihatsebagian perjalanan liburan SAM (Maisha Kanna), HAPPY (Lil’li Latisha), dan UCI (Marsha Timothy) dan tidak ketinggalan juga adegan surfing Sam dan Baruna (Varun Tanjung) di salah satu pantai yang ada dalam film KULARI KE PANTAI. “Selesai menonton video klip “Kulari Ke Pantai”, pasti hati menjadi sejuk dan ingin menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, berlibur atau sekedar berkumpul bersama”, ujar Mira Lesmana tentang video klip theme song“Kulari Ke Pantai”. “RAN selalu membawa nafas baru dalam setiap lagu-lagunya. Begitu pula untuk theme song KULARI KE PANTAI ini. Mereka berhasil menerjemahkan mood dari film ini, padahal belum sempat melihat filmnya secara utuh. Saya senang dan puas sekali dengan theme song oleh RAN ini,” lanjut Mira Lesmana.

 

Theme song “Kulari Ke Pantai” bisa jadi adalah salah satu lagu tercepat yang pernah diciptakan oleh RAN karena prosesnya dikerjakan dalam kurang lebih 2 hari. “Kami diberi kebebasan sepenuhnya oleh mbak Mira untuk menginterpretasikan film KULARI KE PANTAI dalam bentuk lagu. Untuk mendapatkan mood-nya, kami sengaja membuat lagu ini ketika berlibur di tengah laut. Sambil bersantai, beratapkan langit bertabur bintang, tanpa penerangan, dan berlatar belakang suara ombak,” jelas RAN tentang proses pembuatan theme song. “Malam itu, kita langsung dapat bagian reff-nya dan kita teruskan prosesnya di Jakarta. Hasilnya? Mbak Mira suka dan tidak ada revisi,” lanjut RAN. Penasaran seperti apa video klip RAN “Kulari Ke Pantai”, yuk klik video klipnya di sini:

Perjalanan shooting sepanjang 1.025 kilometer telah selesai ditempuh oleh tim produksi film KULARI KE PANTAI. Dan beberapa waktu lalu, telah merilis video teasernya di kanal-kanal digital dan bioskop. Saat ini film KULARI KE PANTAI dalam tahap penyelesaian dan akan tayang di bioskop pada masa liburan sekolah, yaitu 28 Juni 2018.

 

Twitter: @MilesFilms|| @TrinityOptimaP

IG: @milesfilms|| @trinityoptima

Fb: Miles Films || TrinityOptimaP

 

Informasi lebih lanjut:

Median Publicist (Keke – frederika.dapamanis@gmail.com – 081944101770)

 

INFORMASI TEKNIS SINGLE & VIDEO KLIP

 

Pencipta Lagu                                                    : Rayi Putra,Astono Andoko, dan Anindyo Baskoro

Penyanyi                                                             : RAN

Produser Lagu                                                   : RAN

Produser Album OST KULARI KE PANTAI               : Mira Lesmana & Yonathan Nugroho

Label Rekaman                                                 : Trinity Optima & Miles Music

Sutradara Video Klip                                       : Sakti Marendra

 

INFORMASI TEKNIS FILM

Sutradara                            : Riri Riza

Produser                             : Mira Lesmana

 

Produser Eksekutif          : Andi Boediman

Mandy Marahimin

Pandu Birantoro

Rahadian Agung

 

Produser Eksekutif          : Shanty Harmayn

Edy Suwarno

Willson Cuaca

 

Produser Eksekutif          : Christopher Lee Smith

Michy Gustavia

 

Co-Executive Producer  : Ignatius Andy

Niken Rachmad

 

Associate Producer         : Toto Prasetyanto

 

Produser Pelaksana        : Rena Tombokan

 

Penulis Naskah                 : Gina S. Noer

Mira Lesmana

Riri Riza

Arie Kriting

Sinematografi                    : Gunnar Nimpuno

Penata Artistik                  : Eros Eflin

Editor                                    : Aline Jusria

Penata Suara                     : Satrio Budiono& Sutrisno

Penata Rias                         : Eba Sheba

Penata Kostum                 : Chitra Subiyakto

Penata Musik                    : Aksan Sjuman