trinity_logo_web.png
Menu
ATY New Single : “Kumis”

aty

 

Kata “Kodong” rasanya sudah tak asing lagi bahkan mungkin sudah sangat lekat di telinga masyarakat Indonesia. Kata yang sering kali terlontar dari bibir penyanyi humoris bertubuh besar asal Selayar-Sulawesi Selatan, Nur Aty atau yang biasa disapa dengan ATY, membuatnya semakin dikenal hingga kini dengan nama Aty Kodong.

 

Kepopuleran Aty dimulai sejak ia mengikuti ajang pencarian bakat khusus dunia tarik suara, Dangdut Academy Indosiar di musim pertama. Menyandang gelar juara ke-2 Dangdut Academy 1 dan finalis Dangdut Academy Asia Indosiar, Aty kini memiliki banyak pengemar di seluruh tanah air.

 

Bakat serta suara yang dimiliki wanita kelahiran Tongke – Tongke, 25 Desember 1987 ini memang tak perlu diragukan lagi. Selepas ajang kompetisi Dangdut Academy, Aty pun merilis single pertamanya yang berjudul “Tak Bisa Melupakanmu”. Dengan kemampuan vokal yang luar biasa dan pribadi yang menyenangkan, nama Aty pun mulai berkibar di dunia hiburan Indonesia. Selain dunia tarik suara, Aty pun mulai merambah ke dunia akting. Ayah Ingatlah Aku dan Calon Menantu yang Tak Direstui adalah beberapa judul FTV yang pernah dibintangi oleh Aty.

 

Kini Aty merilis single terbarunya yang berjudul “Kumis”, sebuah lagu ciptaan S. Suto Pranto yang bercerita tentangnasehat untuk tidak putus asa dalam urusan cinta. Lagu yang juga diaransemen oleh S. Suto Pranto ini menampilkan lirik yang sedikit jenaka dengan musik dangdut yang upbeat. “Saya suka sekali lagu ini, karena lagu ini adalah lagu yang ceria sesuai dengan karakter saya. Lagu ini menceritakan tentang perempuan yang tegar walaupun ditinggal kekasihnya” jelas Aty.

 

Dengan prestasi yang diraihnya selama ini semakin terbuka jalan bagi Aty untuk terus berkarya didalam dunia hiburan Indonesia khususnya di musik dangdut. Tak banyak harapan Aty, dirinya hanya ingin bisa selalu menghibur banyak orang. “Harapan saya, tentunya lagu saya bisa diterima dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Itu saja.”, ujar Aty.

 

Kumis (Lirik)

Kumis dicukur nanti kan tumbuh lagi

Rambut dipotong nanti kan panjang lagi

Pacaran putus bisa cari pengganti

Janganlah takut bila ditinggal pergi, HEY!

 

Jambang dikurut nanti kan ada lagi

Jenggot dikerok nanti kan nongol lagi

Pacar selingkuh jangan dikasih hati

Nanti ngelunjak dan bisa menyakiti

 

Banyak yang korban karena cinta

Ada lelaki juga wanita

Terbuai oleh rayuan cinta

Hingga dia terjebak lalu kecewa

 

Perayu cinta dimana-mana

Ada lelaki juga wanita

Pasang perangkap mencari mangsa

Mulutnya manis semua banyak gombalnya

 

Mencari pacar jaman sekarang

Mau yang setia susah dapatnya

Kalau cari yang nakal

Banyak jumlahnya

 

Jambang dikurut nanti kan ada lagi

Jenggot dikerok nanti kan nongol lagi

Pacar selingkuh jangan dikasih hati

Nanti ngelunjak dan bisa menyakiti, uuuuhhhh !

 

Banyak yang korban karena cinta

Ada lelaki juga wanita

Terbuai oleh rayuan cinta

Hingga dia terjebak lalu kecewa

 

Perayu cinta dimana-mana

Ada lelaki juga wanita

Pasang perangkap mencari mangsa

Mulutnya manis semua banyak gombalnya

 

Mencari pacar jaman sekarang

Mau yang setia susah dapatnya

Kalau cari yang nakal

Banyak jumlahnya

IRWAN   New Single :    “Main Api”

Menjadi juara 3 Dangdut Academy Indosiar 2 dan finalis 4 besar besar Dangdut Academy Asia 2015 lalu, nama Irwan Krisdiyanto atau yang akrab dipanggil Irwan, mulai berkibar di dunia musik dan mulai dikenal banyak orang. Setelah tampil memukau di ajang Dangdut Academy Asia lalu, Irwan memiliki banyak penggemar yang kini tersebar di seluruh tanah air, bahkan sampai ke luar negeri seperti Malaysia, Taiwan dan Hongkong.

 

SelaIn berwajah tampan dan memiliki suara yang merdu, kemampuan vokal Pria asal Sumenep ini sudah tak lagi diragukan lagi. Keinginan Irwan menjadi penyanyi profesional pun semakin terbuka luas. Irwan bahkan dinobatkan menjadi Penyanyi Dangdut Pendatang Baru Pria Terpopuler Indonesia Dangdut Awards (IDA) 2015 lalu.

 

Setelah menyanyikan ulang sebuah lagu yang fenomenal yang pernah dipopulerkan oleh Meggy Z yang berjudul “Benang Biru” dan mendapat respon yang positif dari pencinta musik Indonesia. Kini Irwan kembali merilis single terbarunya yang berjudul “Main Api”. Lagu yang diciptakan oleh M. Adi Mashudi ini, bercerita tentang nasehat seseorang kepada kekasih gelapnya untuk tidak meneruskan hubungan asmara mereka.

 

Untuk penggarapan musik di lagu ini dipercayakan kepada Hendro Saky, seorang pencipta lagu dangdut kawakan yang dengan lagu-lagunya telah mempopulerkan banyak penyanyi dangdut Indonesia. Lagu berirama dangdut modern ini menampilkan lirik yang kuat, irama suling dan gendang dangdut  membuat lagu ini enak untuk didengarkan.

 

“Ini lagu single terbaru saya, genre-nya pure dangdut. Untuk proses rekamannya sih termasuk cepet yah dan ga ada kesulitan. Proses rekamannya juga cuma 1 hari karena lagunya juga mudah dicerna walau sedikit upbeat. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa dinikmati. Semoga bisa diterima oleh pencinta musik dangdut Indonesia”, ucap Irwan.

 

Link Video Lirik IRWAN – “Main Api” :

http://bit.ly/VL-IrwanDA-MainApi

111111

 

Official Video Clip LESTI “Zapin Melayu”

l1

http://bit.ly/VC-Lesti-ZapinMelayu

 

Terpilih sebagai wakil Indonesia di Dangdut Academy Asia (D’Academy Asia) Indosiar merupakan pencapaian luar biasa bagi Lesti. D’Academy Asia merupakan ajang pencarian bakat penyanyi dangdut tingkat Asia yang diikuti oleh 4 negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Walaupun sebagai juara runner up, pedangdut muda ini sudah memberikan kemampuan terbaiknya sekaligus mengharumkan nama Indonesia.

 

Lesti atau Lesti Andryani, memulai langkahnya sebagai pemenang ajang kontes dandut D’Academy Indosiar tahun 2014. Setelah kemenangannya, Lesti merilis single perdananya yang berjudul “Kejora” ciptaan Nur Bayan pada tahun 2014, yang mana lagu ini juga merupakan lagu kemenangannya di malam Grand Final D’Academy saat itu. Di tahun 2015, Lesti kembali merilis single keduanya yang berjudul “Pokoke Joged” yang menjadi soundtrack serial drama “Kuch Kuch Dangdut” yang pernah tayangkan di Indosiar dan merupakan salah satu single yang terdapat di album Dangdut Academy 2.

 

Sebagai juara 2 D’Academy Asia, Lesti pun mendapat kesempatan untuk membawakan salah satu lagu karya cipta dari Pak Ngah, komposer dan arranger asal Malaysia yang berjudul “Zapin Melayu”. Lagu yang dipilih sebagai single terbaru Lesti ini bercerita tentang keindahan tari zapin. “Di lagu ini, aku pertama kalinya masuk dalam genre melayu dan punya single melayu. Lagu ini kan tidak bercerita yang sedih-sedih gitu. Musiknya rancak, upbeat dengan nuansa melayu tapi tetap ada unsur dangdutnya”, ujar Lesti tentang single terbarunya.

 

Zapin adalah tarian rakyat rumpun melayu. Kata zapin berasal dari bahasa arab yaitu ‘Zafin’ yang memiliki arti gerak kaki cepat yang mengikuti rentak pukulan gendang. Tari ini merupakan satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih eksis sampai sekarang dan umumnya dijumpai di daerah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

 

Nama Pak Ngah sendiri dalam blantika musik melayu sudah tak asing lagi, apalagi wajahnya belakangan sudah sangat dikenal sebagai salah satu juri Dangdut Academy Asia. Lagu-lagu ciptaannya pun sudah dikenal baik di Indonesia maupun di Asia seperti Laksmana Raja Di Laut yang dipopulerkan oleh Iyeth Bustami, Cindai dan Nirmala yang dipopulerkan oleh Siti Nurhalisa. Pak Ngah juga merupakan komposer serta kreator dalam drama musikal Upin Ipin yang diadaptasi dari kartun asal Malaysia yang terkenal tersebut.

 

“Ada rasa bangga dan senang, selama rekaman Pak Ngah langsung yang mengarahkan vokalku. Apalagi beliau orang yang sangat baik, ramah dan tidak pelit ilmu. Walaupun saat rekaman ada sedikit improvisasi dengan cengkok dangdut, kata Pak Ngah juga enggak apa-apa. Jadi zapin-dut gitu!”, jelas Lesti.

 

Pengalaman Lesti rupanya tak hanya di dunia menyanyi. Lesti juga telah banyak membintangi sinetron dan FTV seperti Merpati Tak Pernah Galau (FTV 2014), Senandung Cinta Kejora (FTV 2014), Anak Tukang Sapu Jadi Dokter (FTV 2014), Kejora 2 Mencari Bintang (FTV 2015), sinetron “Siti Bling Bling Mengejar Cinta Pertama”, sinetron “Munajat Cinta Gadis Desa”, sinetron “ Jakarta Love Story”, sinetron “Bastian Steel Bukan Cowok Biasa” dan sinetron “Kuch Kuch Dangdut”. Bukan hanya itu, Lesty pun mendapat penghargaan untuk Lagu Dangdut Paling Ngetop SCTV Music Award untuk lagu Kejora yang berlangsung pada bulan Mei 2015 lalu dan Penyanyi Pendatang baru Wanita Terpopuler Indonesian Dangdut Awards (IDA) 2015 yang digelar Indosiar pada 28 Oktober 2015 lalu.

 

Prestasi yang diraih Lesti, tentunya semakin membawa Lesti kedalam jajaran penyanyi dangdut wanita yang cukup diperhitungkan di dunia musik dangdut Indonesia. “Lesti itu mempunyai tehnik vokal yang luar biasa. Dia punya kemampuan menyanyi dalam banyak genre. Saya yakin Lesti dapat menyumbang banyak karya untuk musik Indonesia, khususnya dangdut”, ucap Pak Ngah tentang Lesti.

 

LESTI New Single : “Zapin Melayu”

LESTI Zapin Melayu

 

 

Terpilih sebagai wakil Indonesia di Dangdut Academy Asia (D’Academy Asia) Indosiar merupakan pencapaian luar biasa bagi Lesti. D’Academy Asia merupakan ajang pencarian bakat penyanyi dangdut tingkat Asia yang diikuti oleh 4 negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Walaupun sebagai juara runner up, pedangdut muda ini sudah memberikan kemampuan terbaiknya sekaligus mengharumkan nama Indonesia.

 

Lesti atau Lesti Andryani, memulai langkahnya sebagai pemenang ajang kontes dandut D’Academy Indosiar tahun 2014. Setelah kemenangannya, Lesti merilis single perdananya yang berjudul “Kejora” ciptaan Nur Bayan pada tahun 2014, yang mana lagu ini juga merupakan lagu kemenangannya di malam Grand Final D’Academy saat itu. Di tahun 2015, Lesti kembali merilis single keduanya yang berjudul “Pokoke Joged” yang menjadi soundtrack serial drama “Kuch Kuch Dangdut” yang pernah tayangkan di Indosiar dan merupakan salah satu single yang terdapat di album Dangdut Academy 2.

 

Sebagai juara 2 D’Academy Asia, Lesti pun mendapat kesempatan untuk membawakan salah satu lagu karya cipta dari Pak Ngah, komposer dan arranger asal Malaysia yang berjudul “Zapin Melayu”. Lagu yang dipilih sebagai single terbaru Lesti ini bercerita tentang keindahan tari zapin. “Di lagu ini, aku pertama kalinya masuk dalam genre melayu dan punya single melayu. Lagu ini kan tidak bercerita yang sedih-sedih gitu. Musiknya rancak, upbeat dengan nuansa melayu tapi tetap ada unsur dangdutnya”, ujar Lesti tentang single terbarunya.

 

Zapin adalah tarian rakyat rumpun melayu. Kata zapin berasal dari bahasa arab yaitu ‘Zafin’ yang memiliki arti gerak kaki cepat yang mengikuti rentak pukulan gendang. Tari ini merupakan satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih eksis sampai sekarang dan umumnya dijumpai di daerah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

 

Nama Pak Ngah sendiri dalam blantika musik melayu sudah tak asing lagi, apalagi wajahnya belakangan sudah sangat dikenal sebagai salah satu juri Dangdut Academy Asia. Lagu-lagu ciptaannya pun sudah dikenal baik di Indonesia maupun di Asia seperti Laksmana Raja Di Laut yang dipopulerkan oleh Iyeth Bustami, Cindai dan Nirmala yang dipopulerkan oleh Siti Nurhalisa. Pak Ngah juga merupakan komposer serta kreator dalam drama musikal Upin Ipin yang diadaptasi dari kartun asal Malaysia yang terkenal tersebut.

 

“Ada rasa bangga dan senang, selama rekaman Pak Ngah langsung yang mengarahkan vokalku. Apalagi beliau orang yang sangat baik, ramah dan tidak pelit ilmu. Walaupun saat rekaman ada sedikit improvisasi dengan cengkok dangdut, kata Pak Ngah juga enggak apa-apa. Jadi zapin-dut gitu!”, jelas Lesti.

 

Pengalaman Lesti rupanya tak hanya di dunia menyanyi. Lesti juga telah banyak membintangi sinetron dan FTV seperti Merpati Tak Pernah Galau (FTV 2014), Senandung Cinta Kejora (FTV 2014), Anak Tukang Sapu Jadi Dokter (FTV 2014), Kejora 2 Mencari Bintang (FTV 2015), sinetron “Siti Bling Bling Mengejar Cinta Pertama”, sinetron “Munajat Cinta Gadis Desa”, sinetron “ Jakarta Love Story”, sinetron “Bastian Steel Bukan Cowok Biasa” dan sinetron “Kuch Kuch Dangdut”. Bukan hanya itu, Lesty pun mendapat penghargaan untuk Lagu Dangdut Paling Ngetop SCTV Music Award untuk lagu Kejora yang berlangsung pada bulan Mei 2015 lalu dan Penyanyi Pendatang baru Wanita Terpopuler Indonesian Dangdut Awards (IDA) 2015 yang digelar Indosiar pada 28 Oktober 2015 lalu.

 

Prestasi yang diraih Lesti, tentunya semakin membawa Lesti kedalam jajaran penyanyi dangdut wanita yang cukup diperhitungkan di dunia musik dangdut Indonesia. “Lesti itu mempunyai tehnik vokal yang luar biasa. Dia punya kemampuan menyanyi dalam banyak genre. Saya yakin Lesti dapat menyumbang banyak karya untuk musik Indonesia, khususnya dangdut”, ucap Pak Ngah tentang Lesti.

 

Link Youtube Video Lirik Lesti “Zapin Melayu” – http://bit.ly/VL-LestiDA-ZapinMelayu

lestii

DANANG New Single : “Bidadari Jiwa”

Danang D Academy Asia_profile-rev1

 

Danang Pradana Dieva atau yang akrab disapa Danang, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai ajang Dangdut Academy Asia 2015. Ajang ini merupakan ajang pencarian bakat penyanyi dangdut tingkat Asia yang diikuti oleh 4 negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Danang berhasil mengalahkan Lesty dari Indonesia dan Shiha Zikir dari Malaysia. Pencapaian Danang ini membuktikan bahwa penyanyi dangdut Indonesia kini dapat berkibar dan membawa musik dangdut ke kancah Internasional.

Pria rendah hati asal Banyuwangi yang mulai dikenal banyak orang sebagai juara 2 D’Academy 2 Indosiar ini, sudah berkecimpung di dunia tarik suara sejak tahun 2007. Danang lahir dari keluarga sederhana yang mencintai musik. Bakat seni yang dimilikinya sejak kecil, diperoleh dari sang nenek dan ibunda yang juga pernah bermain musik. Sebelum mengenal musik dangdut yang kini membesarkan namanya, Danang sudah banyak tampil menyanyikan lagu pop dan keroncong di berbagai panggung dan festival. Bukan hanya itu, Danang juga mahir menyanyi lagu daerah, menari tarian tradisional dan memiliki wawasan yang luas seputar budaya daerah asalnya Banyuwangi. Tak heran, Danang merupakan putra kebanggaan warga Banyuwangi karena dirinya telah banyak mempromosikan daerah Banyuwangi dan memperkenalkan kesenian serta parawisata Banyuwangi di banyak pentas.

Berbekal kemampuan tarik suara yang sudah tidak diragukan lagi, Danang selalu menyuguhkan performa yang luar biasa diatas panggung. Perjalanan Danang di ajang Dangdut Academy 2 dan Dangdut Academy Asia, disyukurinya sebagai anugerah terbaik di hidupnya. “Alhamdulilah, aku bersyukur sekali dapat kado terindah di akhir tahun 2015 kemarin sebagai the winner of Dangdut Academy Asia untuk first session-nya. Mudah-mudahan ini amanah dari Allah agar aku terus mempertahankan kualitas dan prestasi, dan bukan sensasinya”, ucap Danang.

Jalan Danang menjadi penyanyi profesional pun semakin terbuka luas. Setelah merilis single pertamanya yang berjudul “Bunga Surgawi”. Kini Danang merilis single terbarunya yang berjudul “Bidadari Jiwa”. Lagu ini bercerita tentang perasaan seorang pria yang memuja seorang wanita namun tak sanggup menggapainya. Lagu yang menonjolkan nuansa musik timur tengah dan melayu ini, diciptakan dan diaransemen oleh seorang komposer serta arranger legendaris dari negeri jiran Malaysia yang bernama Pak Ngah. Dalam menjalani proses rekaman, Danang mengakui tidak mengalami kesulitan karena lagu Bidadari Jiwa sangat mudah dicerna walaupun berirama upbeat.

Nama Pak Ngah atau Suhaimi Mohd Zain dalam blantika musim melayu sudah tak asing lagi, apalagi wajahnya belakangan menghiasi layar kaca Indonesia sebagai salah satu juri Dangdut Academy Asia. Lagu-lagu ciptaannya pun sudah dikenal di Asia seperti Laksmana Raja Di Laut yang dipopulerkan oleh Iyeth Bustami, Cindai dan Nirmala yang dipopulerkan oleh Siti Nurhalisa. Bahkan Pak Ngah merupakan komposer serta kreator dalam drama musikal Upin Ipin yang diadaptasi dari kartun asal Malaysia yang terkenal itu.

“Aku seneng dan bangga, karena Pak Ngah langsung yang mengarahkan vokalku selama rekaman. Suatu kehormatan buatku karena Pak Ngah ini kan Maestro. Beliau ini legend-nya pencinta lagu Malaysia. Beliau bukan cuma memberikan lagu terbaiknya buat danang, tapi juga memberikan didikan dan supportnya. Insya Allah, dari tangan beliau semoga Danang bisa mengikuti jejak Datuk Siti Nurhalisa”, ujar Danang mengucap syukur.

Bagi Pak Ngah, Danang adalah penyanyi yang cerdas dan kreatif. Danang selalu punya ide agar terlihat berbeda disetiap penampilannya. “Waktu pertama kali melihat Danang di Top 20 Dangdut Academy Asia, bakatnya memang sudah nampak. Yang menarik dari Danang adalah dia coba memperbaiki dari masa ke masa semua persembahan dia. So setiap kali dia tampil, dia selalu memberikan sesuatu yang diluar sangkaan kita. Inilah kehebatan Danang! Danang juga seorang penyanyi yang mempunyai berbagai teknik menyanyi. Dia pakar menggabungkan musik dangdut dengan genre musik lain. Selama 2 bulan saya melihat Danang tampil, kita dapat melihat peningkatan Danang sampai ke Grand Final. Penampilan dia yang begitu unik, kemampuannya begitu hebat dan cara penyampaian dalam persembahannya semua begitu mengagumkan. Tak salah lagi untuk kita memilih dia sebagai juara”, jelas Pak Ngah.

Melalui single barunya ini, Danang berharap agar dirinya dan lagu ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan lagu ini bisa menjadi pelipur buat teman-teman pencinta musik dangdut baik di Indonesia dan Asia. Demikian pula dengan harapan Pak Ngah, bahwa kemenangan Danang ini sebagai sesuatu yang besar. “Saya rasa kita semua layak bangga pada bakat yang di miliki Danang. Bukan hanya rakyat Indonesia saja, tapi juga Asia dan seluruh nusantara yang kenal Danang. Saya pribadi bangga terhadap Danang, semoga dia selalu bisa mengharumkan nama bangsanya”, ucap Pak Ngah.

Link Youtube Video Lirik DANANG – “Bidadari Jiwa”:
http://bit.ly/VL-DanangDA-BidadariJiwa

Danangggg