trinity_logo_web.png
Menu
BAGINDAS New Single : “Bila Benar Sayang”

 

15134600_10153823288176862_2598141925520954750_n 

BAGINDAS, Grup band yang kini beranggotakan Andra (Vokal) dan Mike (Gitar) ini kembali merilis single terbaru mereka yang berjudul “Bila Benar Sayang”. Lagu “Bila Benar Sayang” diciptakan oleh Mike, sang gitaris dan bercerita tentang hubungan sepasang kekasih yang kehilangan perhatian dari pasangannya. Mike mengaku saat membuat lagu ini dirinya terinspirasi dari kisah cinta orang-orang di ada sekitarnya dan juga dari kisah pribadinya yang pernah tak mendapat perhatian dari sang kekasih. “Aku lihat dari kehidupan sehari-hari dan banyak orang yang merasakan ingin diperhatikan, tapi kok enggak dapet perhatian si dia. Intinya kalau seseorang benar-benar sayang ya jangan lepas perhatian, jadi jangan pernah menganggap remeh perhatian dari pasangan kamu,” ujar Mike tentang isi lagu ini.

Namun di lagu ini, Bagindas sedikit menggeser aliran musik mereka. Lagu ini hadir dengan aransemen musik pop alternative. Hal ini tentunya memberikan warna baru bagi Bagindas. “Musiknya memang sedikit berbeda dari lagu-lagu Bagindas sebelumnya. Ini lebih pop alternative, jadi di lagu ini kita memang mengurangi genre melayunya. Dalam bermusik kita enggak pengen kaku, harus tahu selera pasar kayak gimana,” ungkap Andra.

Walau begitu, Bagindas mengaku tak meninggalkan identitas Bagindas yang mengusung musik pop melayu,. “Sebenarnya enggak berubah. Tapi kita cuma mengembangkan saja. Kita juga dalam bermusik pengen lagunya enak dan bisa di nikmati semua orang,” ucap Mike menambahkan.

Lagu ini akan hadir dalam sebuah album kompilasi yang diberi judul “Melati”, yang didalamnya berisi karya-karya terbaru dari 3 band melayu papan atas Indonesia yaitu GAMMA1, BAGINDAS dan ADIPATI. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini sendiri bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati” atau “Melayu tak pernah mati”.

Link Video Klip BAGINDAS – “Bila Benar Sayang”

https://youtu.be/b0rK8TR7aJI

whatsapp-image-2016-11-17-at-3-32-43-pm

Now On Youtube! Trio GAB (Heri GAMMA1, Angga ADIPATI, Andra BAGINDAS)

cover-gab

Official Video Clip Trio GAB – “Sebut Saja Dia Melati” :

https://youtu.be/Zvriq-5DLUQ

Trend musik Pop Melayu pernah merajai industri musik Indonesia di awal tahun 2000-an. Musik ini mendapat tempat dihati pencinta musik tanah air dengan hadirnya band-band dengan genre Pop Melayu yang bermunculan seiring dengan naiknya genre ini.  Lagu-lagu Pop Melayu lahir dari kondisi sosial dan budaya masyarakat Indonesia dengan tema lagu yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Lirik lagu yang menggambarkan kehidupan dan kondisi sehari-hari, dikemas dengan format musik yang riang atau kadang mellow, dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Dengan hadirnya acara talent show Dangdut hampir di semua televisi,  maraknya musik ‘urban’ dan lagu-lagu Barat yang merajai radio-radio di Indonesia, membuat  Pop Melayu mulai surut bersama naiknya musik genre lain. Genre yang pernah menjadi “acuan” bagi semua band industri pada masanya, saat ini berusaha mendapat tempat di tengah pergeseran selera musik masyarakat Indonesia.

Atas dasar itulah, beberapa band melayu seperti BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI membuat campaign yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Bersama label Trinity Optima Production, mereka mempersiapkan sebuah proyek album kompilasi yang bertujuan untuk menaikkan kembali genre pop melayu di belantika musik tanah air dan album ini diberi judul “Melati”.

Lagu-lagu yang terdapat dalam album kompilasi ini terdiri dari seluruh single terbaru dari BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI dan sebuah lagu kolaborasi yang dinyanyikan oleh Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas (Trio GAB). Lagu kolaborasi ini dipilih menjadi single di album ini dan diberi judul “Sebut Saja Dia Melati”.

“Kenapa namanya jadi Trio GAB, karena kalau menyebutkan nama kami bertiga jadi panjang banget. Kita sepakat untuk ambil inisial nama band kita saja, jadilah Trio GAB. Kebetulan band kami berada di naungan label yang sama yaitu Trinity Optima Production. Waktu ada ide kolaborasi ini, kami pikir kenapa tidak kami lakukan. Apalagi ini campaign yang bagus banget untuk memotivasi orang untuk bangga sama musik sendiri”, jelas Angga Adipati.

Lagu “Sebut Saja Dia Melati” ini diciptakan oleh Dudi (Gitaris ADIPATI) dan mengangkat tema tentang cinta. “Lagu ini sebenarnya menceritakan tentang cinta yang salah atau cinta terlarang, jadi kita bertiga menaruh harapan dan jatuh hati pada satu wanita. Tapi kita bertiga sadar bahwa ini salah” ucap Heri Gamma1.

Kolaborasi 3 vokalis band ini di lagu ini terbilang unik. Pasalnya lagu ini hadir dengan genre yang sedikit pop. Dengan latar belakang sebagai vokalis band melayu, Heri, Angga dan Andra menunjukkan kemampuan kualitas bermusik mereka di lagu ini. “Disini kita berusaha meng-explore sedikit keluar dari genre musik yang biasa kita bawakan. Lagu ini kita kembangkan se-modern mungkin agar bisa dinikmati semua kalangan”, ujar Angga Adipati. “Intinya juga kita tidak melupakan akar budaya Indonesia sendiri, dengan akar budaya rumpun melayu dan telinga kita yang melayu, kita mengembangkan dengan gaya kekinian”, tambah Andra Bagindas.

Ditengah kelesuan musik pop melayu, tiga band ini masih terus menciptakan karya yang mengikuti perkembangan musik. “Kami ingin menunjukkan ke masyarakat kalau kita nih juga bisa berkembang dan musik melayu bukanlah genre yang hanya mentok disitu saja. Namun bisa dieksplorasi dengan genre musik lain. Ya boleh dibilang ini lagu melayu yang beda”, jelas Heri Gamma1.

Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati”.

Seperti harapan BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI, agar musik melayu yang juga menjadi bagian dari identitas musik Indonesia dapat selalu disukai oleh masyarakat Indonesia. “Sebenarnya ini tantangan bagi kita bertiga. Dengan karakter vokal yang berbeda, kita disatukan dalam sebuah karya kolaborasi. Semoga ini menjadi sajian musik yang berbeda dan bisa dinikmati banyak orang. Serta dapat mengembalikan kecintaan masyarakat Indonesia akan musik melayu”, jelas Andra Bagindas tentang harapannya.

BAGINDAS Syuting Video Klip Single Terbaru  “Bila Benar Sayang”

mv-bila-benar-sayang

Grup band BAGINDAS, yang terdiri dari Andra (vokal) dan Mike (gitar), kembali melakukan syuting video klip single terbaru mereka yang berjudul “Bila Benar Sayang”. Syuting video klip yang disutradarai oleh Ganda Hartadi ini berlangsung pada rabu, 13 September 2016 kemarin dan mengambil lokasi di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.

Video klip yang mengambil tema percintaan ini hadir dengan konsep yang berbeda. Lokasi syuting disulap bagai berada di sebuah rumah sakit jiwa. “Kali ini saya ingin membuat konsep yang agak sedikit berbeda. Kita mau menghadirkan bukan kisah cinta biasa. Ini konsepnya jadi lebih tidak biasa karena Andra, saya bikin jadi gila. Semua adegan yang cinta-cinta itu cuma ada di otaknya dia saja. Cuma halusinasi dia aja. Jadi ini benar-benar beda, kita bermain semua yang ada di otaknya dia ” ujar Ganda selaku sutradara video klip Bagindas.

Dalam video klip tersebut, Andra harus berakting sebagai seorang pria yang mengalami gangguan kejiwaan. Andra mengaku sampai melakukan riset terlebih dulu untuk bisa menjiwai perannya. “Disini aku akting menjadi orang gila. Ga gampang ternyata untuk penjiwaannya. Ada berbagai emosi yang dikeluarkan, harus akting tiba-tiba ketawa sendiri, tiba-tiba marah.  Aku sampai googling dan cari-cari informasi cara-cara menjadi orang gila. Tapi semoga gilanya nggak continuity ya”, ujar Andra tertawa.

Lagu “Bila Benar Sayang” diciptakan oleh Mike BAGINDAS, karena terinspirasi dari seseorang yang butuh perhatian dari orang yang disayangi. “Aku melihat dari sisi orang yang merasa ingin diperhatiin. Maksudnya tuh orang suka ngerasain ‘kok gini banget sih ya’. Intinya kalau seseorang benar benar sayang jangan lepas perhatian, jangan menganggap remeh masalah perhatian. Ini bukan cuman masalah cinta aja tapi juga bisa buat pekerjaan, untuk jangan meremehkan hal-hal kecil,” ucap Mike.

Lagu terbaru dari Bagindas ini rencananya akan dirilis Bagindas pada akhir Oktober 2016 mendatang. Lantas seperti apa video klip terbaru Bagindas nanti, kita tunggu saja tanggal mainnya.

Bakal Konser 1 Dekade, Para Personel Lyla Latihan Dance

WhatsApp Image 2016-07-28 at 1.51.15 AM

 

Tetap bertahan dan eksis di industri musik Tanah Air selama 10 tahun tentu bukan sebuah hal yang mudah dan tentu saja patut dirayakan. Hal ini juga yang dirasakan Lyla Band sebagai salah satu grup musik besar di Indonesia yang bersiap menggelar konser 1 dekadenya.

“Ini konser pertama yang memang punya Lyla. Ini cita-cita kami berlima dari dulu. Akhirnya ini kesampaian di konser 1 dekade ini,” ujar Naga Lyla singkat saat ditemui di sela-sela latihan menjelang konser 1 Dekade Decadance di Studio Bep Bop, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (27/7).

Untuk itu, saat ini mereka tengah disibukkan dengan sederet jadwal latihan untuk mempersiapkan konser mereka. Rencananya, Lyla akan membawa sejumlah lagu yang di-remix dengan sentuhan dance music selama kurang lebih 3 jam.

lyla-20160728-023-agus

“Ini latihan untuk konser 1 dekade Lyla. Tema konsernya Decadance. Minggu depan akan ada latihan dance juga. Konser tanggal 13 Agustus di OSO Sport Grand Wisata Bekasi. Ada beberapa lagu yang di-remixsama Dharma jadi dance music. Di Decadence nanti ada 23 lagu dengan durasi 3 jam dan 4 kali ganti kostum. Mau gak mau harus dance,” lanjutnya.

Bicara soal dance, Naga mewakili para personel Lyla lainnya pun mengakui kalau hal tersebut jadi salah satu tantangan terberat mereka dalam konser Decadance kali ini. Lebih jauh, Naga juga menjelaskan kalau dance dipilih sebagai pembeda konser mereka.

“Minggu depan baru latihan dance, itu tantangan paling beratnya. Mudah-mudahan bisa. Sampai sekarang masih nentuin koreografernya. Pengen bedanya di situ. Kalau nama konsernya Decadance terus gak ada dance, gak nyambung. Memang gak full dance, ini dance merayakan 10 tahun Lyla,” tandasnya.

 

Sumber: KapanLagi.com