trinity_logo_web.png
Menu
Welcome, Cassandra!

 

Selamat bergabung dengan keluarga besar Trinity Optima Production, Cassandra band!

Masih pada ingat dengan band Cassandra gak nih? Silahkan berikan komentar dibawah ini yaa

Ini sedikit clue mengenai Cassandra band:

 

 

LYLA   New Single : “Sampai Disini”

 

“… Bertahanku tak terpejam, bayangmu semakin menjauh menghilang, kubisikkan kata cinta, yang ku terima deraian air mata… Maafkan aku esok tak lagi pelukku, redakan rasa rindumu, oh sampai di sini…”

Kepedihan perpisahan digambarkan dengan derai kalimat yang sangat menggugah di single terbaru LYLA ini. Lagu yang diberi judul “Sampai Disini” ini hadir dengan aransemen megah yang membalut sekujur lagu, bagai mengiris hati siapa pun yang mendengarkannya. Terlebih bagi mereka yang pernah merasakan pengalaman yang sama dalam kehidupan cintanya. Paduan vokal yang sarat penjiwaan dan not-not gelisah dari permainan piano dengan permainan solo gitar yang melolong lirih, terasa saling melengkapi di lagu ini.

“Lagu ini kami pilih sebagai single terbaru dari album kita yang berjudul Ga Romantis. Proses pemilihannya kita melibatkan LYLA Community (fans LYLA), kita buat poling di social media kemudian kita lihat viewers dari video-video lirik yang kita upload di Youtube. Melalui diskusi dengan teman-teman LYLA yang lainnya dan pihak label Trinity Optima Production, akhirnya kami sepakat menjadikan lagu ini sebagai single ke-5 LYLA di album ini”, ucap Naga.

Dengan nuansa Pop Ballad khas LYLA, sang vokalis Naga kembali menunjukkan kemampuannya dalam menulis lagu. “Untuk lirik lagunya gue yang tulis, kali ini gue sengaja tidak mau bercerita tentang apa maksud dari lagu ini, gue ingin semua yang mendengarkan punya interpretasi sendiri tentang lagu ini. Kita dibantu oleh Almarhum Krisna Sadrach sebagai producer di lagu ini. Ini adalah salah satu lagu favorit beliau di album Ga Romantis”, jelas Naga.

Band yang terdiri dari Naga (Vokal), Fare (Gitar), Dennis (Bass), Dharma (Keyboard) dan Difin (Drum) ini memang semakin matang dalam bermusik. Sejak terbentuk di tahun 2006, LYLA meramaikan dunia musik Indonesia dengan lagu-lagu hitsnya seperti Magic, Mantan Kekasihku, Jantung Hati, Detik Terakhir, Dan Lagi, Kehabisan Waktu, Turis, dan lain-lainnya.

Di usianya yang telah lebih dari satu dekade ini, LYLA mampu membuktikan eksistensi mereka dengan karya-karya terbaik mereka dan bertahan salah satu band papan atas Indonesia. Hal itu terbukti dengan terselenggaranya sebuah konser 1 dekade yang bernama “Decadance LYLA” pada tahun 2016 lalu.

Para personel LYLA pun berharap bahwa  mereka akan terus berkarya dan hadir dengan kejutan-kejutan positif. “Intinya selama perjalanan kita bermusik, buat kami LYLA ini adalah sebuah keluarga. Karya-karya kami dibuat dengan hati, kebersamaan, semangat dan dengan pesan sederhana untuk bahagia dan saling membahagiakan”, tutup Dennis.

 

Link Official Video Clip LYLA – “Sampai Disini”

https://youtu.be/Yrg0npFm844

Sampai Disini (Lirik)

 

Bertahanku tak terpejam

Bayangmu semakin menjauh menghilang

Kubisikkan kata cinta

Yang ku terima deraian air mata

 

Kupandangi wajahmu

Dari sudut manapun yang ku suka

Relakan relakan relakanlah

Peringanlah langkah kaki ku

 

Maafkan aku tak ku penuhi janjiku

Untuk sehidup semati

Setia bersamamu

Maafkan aku esok tak lagi pelukku

Redakan rasa rindumu

Oh sampai disini…

UNGU Rilis Single “Setengah Gila”  Dengan Formasi Lengkap

Jakarta, 9 Maret 2017 – Setelah setahun vakum, band UNGU akhirnya kembali menyapa para penggemarnya dengan merilis single terbaru yang berjudul “Setengah Gila“. Launching single terbaru UNGU yang diselenggarakan di Mika Japanese Bistro, Mall Kota Kasablanka- Jakarta tersebut, dilakukan bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret.

 

Momen peluncuran lagu terbaru dari UNGU ini menjadi special dan ditunggu-tunggu oleh para Cliquers (sebutan untuk penggemar UNGU). Selain dalam rangka merayakan 2 dekade berkarier, UNGU juga kembali dengan formasi lengkap dengan kehadiran Pasha yang kembali mengisi vokal di lagu ini. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas isu bubarnya band UNGU setelah Pasha sang vokalis resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah. “Sebenarnya bukan kembali, tapi ingin memulai lagi. Memang kami sudah satu tahun vakum, satu tahun kemarin kami melakukan hal-hal lain yang ingin kami lakukan di luar UNGU. Dulu semuanya kami lakukan buat UNGU. Saya dan teman-teman ini kan juga punya kegiatan lain. Jadi nggak ada bubar, kita sudah 20 tahun, sudah waktunya mengambil yang lain karena kemarin sudah sama UNGU terus. Jadi kemarin setahun ingin sesuatu yang beda saja. Walaupun 1 tahun vakum, kami masih sering kumpul. Nah akhirnya kami sepakat untuk meluncurkan single ini”, ucap Pasha.

 

Lagu “Setengah Gila” yang diciptakan oleh Enda UNGU ini, bergenre pop ballad yang mengisahkan seseorang yang setengah gila ketika mencintai seseorang. Menurut Enda, proses penggarapan lagu tersebut tidak membutuhkan waktu lama. “Lagunya bernuansa pop, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saya buat lagu ini cepat kok, awal tahun. Enggak sampai seminggu sudah jadi, ” jelas Enda.

 

Walau sempat didera isu bubar, UNGU terlihat sangat kompak. Kekompakan mereka juga terlihat dari pembuatan video klip lagu “Setengah Gila” ini yang dilakukan di Kota Palu. “Di Palu itu banyak tempat bagus.  Banyak yang belum tahu kalau Palu merupakan destinasi wisatanya bagus banget. Yah senang, UNGU jalan lagi dan ada tempat baru untuk kita kreasikan” ungkap Makki. ” Keputusan shooting di sana memang dari teman-teman. Saya enggak kepikiran shooting di Palu. Ada beberapa tempat sebelumnya, tapi semua dan manajemen ingin di Palu. Tapi memang sumber daya alam di Palu itu tidak kalah bagusnya. Saya juga terimakasih, video klip di Palu sama saja membantu saya untuk mempromosikan destinasi wisata Palu melalui Ungu,” tambah Pasha.

 

Bapak Drs. Hidayat Msi  selaku Wali Kota Palu – Sulawesi Tengah, yang juga turut hadir di acara press conference launching single terbaru UNGU tersebut, menyatakan dukungannya atas peluncuran single terbaru dari UNGU. Beliau juga menyayangkan jika Pasha tidak melanjutkan karyanya di bidang musik. Baginya, band UNGU lah salah satu yang sudah mengantarkan Pasha hingga akhirnya menjadi seorang pejabat publik seperti sekarang. “Dari awal saya sudah bicara, sepanjang tidak menganggu tugas dan kwajiban Beliau di pemerintahan kota Palu, ya enggak masalah. Beliau punya fungsi yang penting di UNGU. Begitu juga arti UNGU buat Pasha. Saya bilang, cobalah kalau ada waktu-waktu luang bersama kembali dengan UNGU, ” ujar Bapak Walikota Palu tesebut. Bapak Hidayat menilai Pasha mampu menyesuaikan diri di lingkungan pemerintahan dan sebagai pemusik. Pergantian tugas juga dapat diatur dengan komunikasi yang baik. “Kita berdua ini nyaman-nyaman saja, tak ada kekhawatiran. Kadang beliau keluar, saya jaga gawang. Begitu juga sebaliknya,” tambahnya.

 

Lagu “Setengah Gila” ini untuk pertamakalinya dibawakan UNGU saat konser tunggal dalam merayakan 20 tahun berkarya UNGU di belantika musik Tanah Air yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura, pada 25 Februari 2017 lalu. Lagu ini pun rencananya akan hadir menghiasi album terbaru UNGU selanjutnya.

 

UNGU New Single : “Setengah Gila”

 

Tak terasa 20 tahun sudah UNGU berkarya di dunia musik Indonesia. Sejak berdiri di tahun 1996, band UNGU yang terdiri dari Pasha, Enda, Rowman, Makki dan Onci ini telah melahirkan 12 karya album yang luar biasa yang mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik tanah air.

UNGU melahirkan banyak lagu-lagu hits yang bisa diterima penikmat musik Indonesia, diantaranya seperti Bayang Semu, Demi Waktu, Tercipta Untukmu, Kekasih Gelap, Hampa, Percaya Padaku, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Cinta Dalam Hati, Dirimu Satu, Sayang, Sejauh Mungkin, Terbaik, Andai Ku Tahu, Tanpa Hadirmu dan banyak lagi.

Bukan hanya itu, UNGU juga mampu menunjukkan eksistensi mereka hingga ke industri musik luar negeri. Popularitas UNGU sudah sangat dikenal hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Berbagai penghargaan baik dalam dan luar negeri pun telah mereka terima dan banyak pencapaian telah mereka raih yang akhirnya membawa UNGU menjadi salah satu ikon band papan atas Indonesia.

Di tahun 2014, saat isu bubar mulai mendera UNGU, band ini mampu bertahan dan tak berhenti menciptakan karya dan akhirnya merilis sebuah album yang berjudul ‘Mozaik’. Di tahun 2016, isu bubar tersebut semakin kencang usai sang vokalis Pasha, resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, dan UNGU merilis single “Tanpa Hadirmu” tanpa kehadiran Pasha sebagai vokalis.

Kini dalam rangka merayakan 2 dekade berkariernya, UNGU kembali dengan formasi lengkap merilis single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”. “Lagu Setengah Gila ini menceritakan tentang orang yang setengah gila dalam mencintai. Lagunya bernuansa pop ballad, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saat di single sebelumnya, vokal diisi oleh saya dan Onci. Jadi tentu rasanya jadi berbeda”, ujar Enda, sang pencipta lagu.

Lagu ini untuk pertama kalinya dinyanyikan UNGU di konser “20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 2017 lalu di Esplanade Concert Hall, Singapura. Konser yang merupakan konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura ini, dihadiri kurang lebih 2500 penonton dengan penjualan tiket yang habis terjual. “Inilah saat yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kalinya,” ucap Pasha.

Dan hari ini tanggal 9 Maret 2017, lagu ini secara resmi dirilis di Indonesia bertepatan dengan Hari Musik Nasional. “Setelah hampir 1 tahun UNGU mencoba mecari sesuatu yang lain dari yang biasa kami lakukan dalam berkarier di industri musik, akhirnya kami memutuskan untuk memulai kembali debut dari UNGU versi 2017 dengan new song dan new album”, tutur Pasha.

Lagu “Setengah Gila” ini rencananya akan hadir di album terbaru UNGU mendatang. Dengan adanya single ini, UNGU berharap kekangenan para Cliquers (sebutan fans UNGU) terhadap UNGU dapat terobati. “Yang pasti, Pasha hadir lagi di lagu ini. Harapan kita pastinya lagu ini menjadi lagu yang luar biasa. Kita semua suka banget dengan lagu ini, apalagi suara Pasha menghiasi  kembali lagu-lagu UNGU”, tutup Onci.

 

Setengah Gila (Lirik)

 

Kau yang membuatku

Setengah gila memikirkanmu

 

Tanpa kusadari semakin dalam

Perasaanku padamu

 

Semuanya terasa saat kau jauh

Pergi meninggalkan diriku

 

Kau yang membuatku

Hancur berkeping-keping

Bagai debu

Tertiup angin

 

Kau membunuhku

Dengan cintamu

Kini kau buat aku

Setengah gila

UNGU Rayakan 20 Tahun Berkarya Dengan Konser di Singapura

 

Singapore, 25 Februari 2017 – Sudah 2 dekade, band UNGU meramaikan dunia musik Indonesia. Terhitung sejak berdiri di tahun 1996, kehadiran UNGU mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik negeri serta menjadi salah satu ikon band yang mampu menyajikan karya-karya apik dan bisa diterima di seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya di Indonesia, nama band UNGU pun dikenal sampai ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

Kini di 20 tahun berkarya, UNGU menggelar konser “UNGU – 20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura. Walaupun sang vokalis, Pasha, sempat 1 tahun vakum dikarenakan resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu sejak tahun 2016 lalu, UNGU tetap tampil memukau penonton yang hadir malam itu. “Alhamdulillah, penonton Singapore selalu menyambut baik dengan ramai, bahagia, seneng, melihat UNGU datang untuk konser. Apalagi UNGU sudah lama banget ga konser seperti ini. Karena ini konser merayakan 20 tahun UNGU berkarya, jadi kami harus memberikan yang spesial. Harus menampilkan lebih dari yang biasanya”, ucap Pasha.

Perayaan ulang tahun Ungu yang ke-20 tahun tersebut, tampaknya menepis isu keretakan di band ini. Pasha, Enda, Makki, Onci dan Rowman menghibur dan mengajak para penonton Singapura untuk bernostalgia dengan lagu-lagu hits UNGU. Total 16 lagu dibawakan UNGU di konser malam itu antara lain Hampa, Percaya Padaku, Cinta Dalam Hati, Tercipta Untukmu, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Dirimu Satu, Sayang, Tanpa Hadirmu, Sejauh Mungkin, Kekasih Gelap, Demi Waktu, Bayang Semu, Andai Ku Tahu dan sebuah lagu baru yang rencananya akan dirilis UNGU sebagai single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”.

Lagu yang diciptakan oleh Enda ini, akan dirilis di Indonesia pada tanggal 9 Maret 2017 bertepatan dengan Hari Musik Nasional. Dan untuk pertama kalinya, UNGU spesial menyanyikan single terbaru mereka di 2017 tersebut, dihadapan para fans mereka di Singapura. “Setelah UNGU satu tahun istirahat, ini yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kali, Setengah Gila,” ujar Pasha saat tampil dipanggung Esplanade Concert Hall, Singapura. “Respon untuk lagu ini, Alhamdulillah bagus yah, kemarin kita sempat melakukan promo radio juga disini, di Ria FM dan fans-fans kita di Singapura suka lagunya”, tambah Enda.

Yang menarik dari konser ini, UNGU mengajak salah satu penyanyi muda berbakat asal Singapura yang bernama Aisyah Azis, berduet menyanyikan lagu “Tercipta Untukmu”. Rupanya Aisyah Azis sudah menyukai lagu-lagu UNGU sejak usianya masih 13 tahun. “Saya sudah mendengarkan lagu UNGU sejak 10 tahun lalu dari radio, saya suka lagu ‘Kekasih Gelap’. Waktu saya dikasih tahu saya akan nyanyi dengan UNGU, saya really merasa terpuja. Saya happy sekali bisa participate di konser ini”, ungkap wanita berusia 23 tahun tersebut.

Penampilan UNGU malam itu luar biasa dengan penjualan tiket yang habis terjual, UNGU tampil dengan energik menghibur kurang lebih 2500 penonton, Sesekali Pasha dan kawan-kawan melemparkan guyonan diatas panggung yang membuat penonton tertawa. “Saya senang bisa bebas nyanyi, karena setahun saya di Palu. Kalau di sana saya nggak bisa nyanyi kayak begini “, ucap Pasha.

Konser ini adalah konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura. Alasan mereka menggelar konser di Singapura juga karena memang UNGU memiliki banyak penggemar Ungu disana. Tidak hanya disaksikan oleh para penggemar, turut pula hadir menonton para istri personil Ungu antara lain istri Enda dan Onci yakni Eka Wilestari dan Endhita. Namun sayangnya istri Pasha, Adelia tidak dapat menghadiri karena usia kandungannya sudah memasuki usia 7 Bulan. “Walaupun mereka tidak hadir malam ini, saya yakin doa mereka menyertai kita. Yang penting semuanya dengan berjalan baik dan lancar. Kita juga rilis single baru. Dan di konser ini juga membuktikan walaupun di luar banyak isu yang bilang UNGU bubar. Tapi kami buktikan, kami masih di sini. UNGU tidak bisa dibandingkan dengan hal lain, UNGU is a family”, tutup Pasha.

Lalu seperti apa lagu terbaru UNGU yang berjudul “Setengah Gila”, mari kita tunggu tanggal rilisnya pada tanggal 9 Maret 2017.

TRIO GAB Jalani Tur Album MELATI  20 Kota Dalam 10 Hari Di Sumatera

 

Gabungan 3 vokalis band yaitu Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas atau yang disebut dengan nama TRIO GAB, baru saja menyelesaikan serangkaian tur dalam mempromosikan Album Kompilasi Melayu yang diberi judul MELATI, ke 20 kota di pulau Sumatera.

 

Ketiga vokalis band ini mewakili band mereka masing-masing yaitu BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI untuk memperkenalkan album Melati ini ke seluruh Indonesia. Album Melati adalah sebuah album kompilasi melayu yang terdiri dari 3 band BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI, mereka membuat sebuah campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Bersama label Trinity Optima Production, Texas Chicken Indonesia dan Qdawang Music, proyek album kompilasi ini dibuat dengan tujuan untuk menaikkan kembali genre pop melayu di belantika musik tanah air.

 

Genre yang pernah hits dan menjadi “acuan” bagi semua band industri pada masanya ini, berusaha mendapat kembali tempat di tengah pergeseran selera musik masyarakat Indonesia yang dipenuhi oleh musik ‘urban’ dan lagu-lagu Barat. “Musik Melayu merupakan salah satu musik aslinya Indonesia, sama seperti Dangdut. Disini kami ingin menunjukkan ke masyarakat kalau musik melayu juga bisa berkembang dan musik melayu bukanlah genre yang hanya mentok disitu saja. Namun bisa dieksplorasi dengan genre musik lain. Ya boleh dibilang ini lagu melayu yang beda”, jelas Heri Gamma1

 

Di album ini, masing-masing band merilis single terbaru mereka yaitu Bagindas dengan single “Bila Benar Sayang”, Gamma1 dengan single “Dari Hati Ke Hati” dan band Adipati dengan single “Tuhan Tidak Tidur”. Selain itu, ada 1 single kolaborasi 3 vokalis band tersebut yaitu Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas atau yang disebut dengan nama Trio GAB dengan judul “Sebut Saja Dia Melati”. Tak tanggung-tanggung, demi mendapatkan hasil yang maksimal, pengerjaan mastering album Melati ini dilakukan di Nashville, Texas – Amerika Serikat. Untuk penjualan album MELATI, Bagindas, Gamma1 dan Adipati bekerjasama dengan Texas Chicken Indonesia. Masyarakat Indonesia bisa mendapatkan album MELATI ini dengan mengunjungi outlet-outlet Texas Chicken yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Rangkaian tur yang dijalani Trio GAB dalam rangka mempromosikan album MELATI ini, dilakukan dengan mengunjungi 20 kota di pulau Sumatera hanya dalam waktu 10 hari yaitu mulai dari tanggal 11 – 22 Januari 2017. Kota-kota yang dikunjungi antara lain kota Medan, Binjai, Perbaungan, Tebing Tinggi, Kotapinang, Bagan Batu, Pekanbaru, Bangkinang, Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, Sungai Penuh, Palembang, Tulang Bawang, Mesuji, Kotabumi, Bandar Jaya, Metro, Bandar Lampung

 

Berbagai aktivitas yang dijalankan Trio GAB selama promo tur tersebut antara lain dengan melakukan promo radio yang ada di 20 kota tersebut. Trio GAB juga menyempat kan diri untuk melakukan media gathering dengan rekan-rekan media cetak, online dan TV di kota Medan, Padang dan Lampung seperti Koran Analisa, Harian SIB, Koran Waspada,  Waspada Online, Newsdaily.com, Koran Tribun, Koran Pos Metro, Koran Singgalang, Harian Padang Express, Harian Antar Sumbar, Harian Haluan.com, Klikpositif.com, Padang TV dan Radar TV Lampung.

 

Trio GAB juga melakukan kunjungan ke outlet-outlet Texas Chicken dan berinteraksi langsung dengan konsumen Texas Chicken dan fans-fans mereka disana. Sambutan para fans BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI serta masyarakat setempat, ternyata sangat antusias. Terbukti, banyak fans yang rela mengantri untuk bisa foto bersama dan meminta tanda tangan para idolanya tersebut. Antusias fans juga terlihat saat Trio GAB tampil bernyanyi secara akustik di kota Medan dan Pekanbaru. “Dalam tur ini, kita bukan saja ingin memperkenalkan single terbaru band kita masing-masing. Tapi kita juga memperkenalkan bahwa kita punya single kolaborasi yang judulnya Sebut Saja Dia Melati. Rupanya sudah banyak masyarakat yang bisa menyanyikan lagu ini, wah kami senang sekali melihat respon mereka. Bahkan respon fans kita masing-masing di social media rame sekali, ga nyangka sampai segitu banyak responnya. Video klip kami di Youtube juga menigkat viewersnya, Alhamdulillah. Ini membuktikan bahwa lagu melayu akan selalu punya tempat di hati dan kuping masyarakat Indonesia”, ucap Angga Adipati.

 

Yang menarik, Trio GAB tidak melewatkan tur promo ini untuk berwisata kuliner dan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Air Terjun Lembah Anai, Jam Gadang di Bukittinggi dan Jembatan Ampera di Palembang. “Perjalanan tur Sumatera ini menjadi pengalaman baru bagi kami. Karena kami menjalani tur tanpa band kami masing-masing. Jadi hanya vokalisnya saja. Walau ga seramai dengan band, walau menempuh perjalanan yang sangat jauh tapi tetep seru. Saya, Heri dan Angga juga sangat kompak. Pengalaman yang menarik yaitu perjalanan dari Padang menuju Palembang yang harus menempuh waktu sekitar 35 jam. Aduh itu capek banget, tapi serunya terjawab dengan antusias fans-fans kami disana. Langsung hilang capeknya. Saat kita sampai di beberapa kantor media, sudah berkumpul puluhan fans Bagindas, Gamma1 dan Adipati. Wah rame banget. Dan bukan cuma itu, saya pribadi juga mendapat banyak wawasan baru mengenai banyak tempat di pulau Sumatera, meskipun belum sempat mengunjungi semuanya yah”, tutup Andra Bagindas.

 

Setelah tur di pulau Sumatera ini, Trio GAB rencananya akan melanjutkan tur promo album Melati ini dengan mengunjungi kota-kota di pulau Jawa. Seberapa besar antusias fans mereka di pulau Jawa? Kita tunggu kelanjutan cerita dari Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas.

 

Official Video Clip Trio GAB – “Sebut Saja Dia Melati” :

https://youtu.be/Zvriq-5DLUQ

UNGU Tampil Di Pahang, Pasha Kunjungi PM Malaysia

Band UNGU baru saja mengunjungi negeri jiran, Malaysia pada tanggal 13 – 15 Januari 2017 lalu. UNGU di undang oleh Yang Amat Mulia Tengku Muda Pahang, yaitu Tengku Abdurahman Bin Sultan Ahmadshah, untuk menghibur warga Temerloh, sebuah kota kecil di Pahang-Malaysia, dalam rangka memberi semangat kepada Klub Sepak Bola Pahang, Pahang FC.

Disamping itu, Sigit Purnomo said atau Pasha juga diundang sebagai wakil walikota Palu untuk melakukan silaturahmi, berkomunikasi serta studi banding dengan Pemda Temerloh  untuk mengunjungi dan melihat berbagai potensi industri dan wisata disana.

Dalam perjalanan tersebut, Perdana Menteri Malaysia yaitu Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak atau yang biasa disapa Najib Tun Razak, yang kebetulan sedang berkunjung ke Kuantan – Pahang, juga bersedia menyempatkan diri bertemu dan beramah tamah dengan Pasha, selaku Wakil Walikota Palu. Pertemuan tersebut berlangsung akrab, ternyata keduanya memiliki kesamaan karena memiliki darah keturunan Bugis – Sulawesi Selatan. “Kemarin pemerintah Kota Palu dalam hal ini, kami mewakili Bapak Walikota menghadiri karnaval seni budaya negeri Pahang di Malaysia yang diinisiasi oleh Tengku Muda Pahang Abdurrahman. Banyak hal yang kami diskusikan dengan Beliau, baik seni budaya, rumah adat dan mengenalkan kota Palu. Termasuk juga mengenai bidang olahraga seperti sepakbola “, ujar Pasha.

Pasha mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dan bersyukur dapat diterima dengan baik oleh PM Malaysia, Najib Tun Razak. Beliau ternyata sudah mengetahui dirinya sejak Pasha masih aktif di dunia musik sebagai vokalis band UNGU. “Kami sebenarnya tidak menyangka kalau Beliau sudah menyukai lagu-lagu Ungu sebelum Beliau menjabat sebagai Perdana Menteri. Sungguh suatu kebanggaan buat UNGU, karena beliau ini kapasitasnya se-level presiden”, tutur Pasha.

Tak lupa, Pasha turut mengundang PM Malaysia tersebut untuk dapat menghadiri Pesta Rakyat “Festival Pesona Palu Nomoli 2017“ dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palu yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 September 2017 mendatang. Acara ini bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia. Kami ingin perkenalkan Palu di mata dunia. Alhamdulillah, beliau mendengarkan dengan baik”, tutup Pasha.

BAGINDAS, GAMMA1 DAN ADIPATI KOLABORASI BANGKITKAN MUSIK MELAYU

whatsapp-image-2016-12-14-at-5-51-36-pm

JAKARTA – Tren genre musik Pop-Melayu kembali hadir lewat album kompilasi dari band Gamma1, Adipati dan Bagindas bertajuk MELATI (Melayu Tak Pernah Mati). Album tersebut menghadirkan lagu-lagu hits mereka dan beberapa lagu baru salah satunya single kolaborasi berjudul Sebut Saja Dia Melati.

“Kalau dari pandangan Trinity banyak sekali perbedaan yang memiliki keunikan sendiri-sendiri dan berpotensi. Kalau dari Bagindas, Adipati dan Gamma1 enggak bisa dibilang sama. Itulah kenapa kita menggabungkan perbedaan ketiganya itu melihat gimana pasarnya,” kata produser Mhala Numata di Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (14/12/2016).

Proyek kolaborasi ini disyukuri oleh ketiganya. Sebab, ini menjadi salah satu mimpi besar mereka untuk bisa menyatukan musiknya.

“Bukan sesutau hal (yang bikin) tertarik tapi ini mimpi besar kita apalagi kita dinaungi di Trinity (Optima Production). Akhirnya kita bisa bekerjasama, dimana (bergabung) Bagindas, Adipati dan Gamma1. Alhamdulillah semua itu jadi sesuatu yang luar biasa,” tambah Angga vokalis band Adipati.

Album MELATI (Melayu Tak Pernah Mati) terdiri lagu Gamma1 berjudul Jomblo Happy, Bukan Cinta 1 atau 2, Dari Hati ke Hati, dan Hidup Segan Mati Tak Mau. Sementara lagu dari Bagindas berjudul Bila Benar Sayang, C.I.N.T.A, Aku Pasti Tahu, dan 100% Cintaku, serta lagu dari Adipati berjudul Tuhan Tidak Tidur, Janur Kuning, dan Ini Bukan C.I.N.T.A. Album ini yang melakukan mastering di Texas, Amerika Serikat ini hanya bisa di dapatkan di Texas Fried Chicken dengan harga paket musik Rp 85.000,-.

ADIPATI New Release : “Tuhan Tidak Tidur”

whatsapp-image-2016-12-13-at-6-38-50-pm

ADIPATI. Band asal Bogor yang terbentuk pada Oktober 2015 ini terdiri dari Angga (Vokal), Hengky (Keyboard), Dudi (Gitar), Achul (Gitar), Aji (Bass), dan Dindin (Drum). Persahabatan sejak lama antara para personil band ini membuat mereka akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah band serta melakukan berbagai penampilan di café, pensi hingga acara-acara wedding di kota kelahiran mereka. “Kami sudah lama bersahabat baik dan sama-sama menyukai musik, akhirnya kami buat band ini,” ucap Angga ketika ditanyakan bagaimana akhirnya band ini terbentuk.

Meski terbilang pendatang baru, Adipati punya ambisi besar di blantika musik tanah air. Nama Adipati pun dipilih untuk mewakili semangat dan motivasi mereka untuk terjun ke dunia musik Indonesia. Diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya raja atau petinggi-petinggi  pada jaman kerajaan dahulu, para personil Adipati berharap suatu saat nanti mereka memperoleh kesuksesan dan turut mewarnai perkembangan musik Indonesia.

Setelah sukses merilis single perdana yang berjudul “Janur Kuning” dan single kedua yang diberi judul “Ini Bukan C.I.N.T.A”, kini Adipati merilis single terbarunya yang berjudul “Tuhan Tidak Tidur”. Lagu yang diciptakan oleh Dudi ini bercerita tentang pengkhianatan cinta yang idenya ia dapat dari kejadian di sekelilingnya. “Lagu ini sebenarnya bercerita tentang kesetiaan pada komitmen ketika berikrar untuk menjalin cinta dengan seseorang, meskipun pada perjalanannya banyak liku-liku. Lagu ini berpesan agar kita harus menjaga komitmen dan kesetiaan cinta walaupun pada akhirnya pasangan kita tidak menghargai kita ataupun berselingkuh. Jadi tidak perlu dibalas, karena kita percaya Tuhan tidak tidur”, jelas Dudi, sang pencipta lagu.

Nuansa musik yang dituangkan pada lagu ini sedikit berbeda dari lagu-lagu yang pernah dirilis oleh Adipati sebelumnya, dimana aransemen musiknya dibuat lebih pop serta menonjolkan suara Angga sebagai vokalis yang memiliki range yang luas. Hal ini juga diperkuat dengan penambahan nuansa choir di bagian akhir untuk semakin memperkuat klimaks dari lagu ini. Pada akhirnya, pemilihan lirik dan notasi yang sederhana namun menyentuh tetap akan menjadi kekuatan di setiap lagu Adipati yang akan ditonjolkan dalam lagu terbaru ini.

Kehadiran Adipati di blantika musik Indonesia, diharapkan dapat mengobati kerinduan pencinta musik Indonesia pada kejayaan musik Pop Melayu. Untuk itu, lagu ini hadir dalam sebuah album kompilasi yang bertajuk “Melati”, sebuah campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini bahwa bagi semua orang yang mencintai musik Melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati”.

 

Official Video Clip|ADIPATI – “Tuhan Tidak Tidur” :

https://youtu.be/6J-AapF-nIY

cover

 

GAMMA1 New Single : “Dari Hati Ke Hati”

whatsapp-image-2016-12-01-at-12-22-33-pm

 

Musik melayu telah sukses mengubah hidup para personil grup band GAMMA1. Heri (vokalis), Nilam (vokalis), Andan (drummer), Alung (gitaris) dan Pandi (bassis), yang berasal dari Desa Mancung, Bangka Barat, Bangka Belitung memutuskan merantau ke Jakarta untuk serius berkarier di dunia musik.

Lagu-lagu GAMMA1 mulai dikenal sejak mereka merilis album pertamanya yang berjudul “1 atau 2” pada tahun 2012 lalu. Album tersebut sukses mengantar mereka menjelajahi panggung hiburan Tanah Air hingga ke negara tetangga yaitu Malaysia. Respon terhadap karya-karya GAMMA1 dari penikmat musik di negeri jiran tersebut sangat luar biasa. Salah satunya pada lagu yang berjudul “Hidup Segan Mati Tak Mau” yang dirilis pada tahun 2014. Lagu yang sudah meraih hampir 7,5 juta viewers di kanal YouTube tersebut, sukses menjajah puncak radio Malaysia dan mengangkat nama GAMMA1 di mata publik Malaysia.

Usai kesuksesan lagu Hidup Segan Mati Tak Mau, GAMMA1 pun semakin mengukuhkan eksistensi mereka dengan merilis single “Jomblo Happy”, sebuah lagu saduran dari lagu Europe Dance yang dinyanyikan trio BOOM dengan judul lagu ‘How Do You Do’. Lagu ini kemudian dikemas ulang dengan sentuhan khas pop-melayu dan disesuaikan dengan karakter GAMMA1.

Kini GAMMA1 kembali merilis single terbarunya yang berjudul “Dari Hati Ke Hati”, sebuah lagu ciptaan Heri GAMMA1 yang bercerita tentang seseorang yang tidak setia dan suka berpindah hati. Ide lagu ini diperolehnya dari curhatan seorang teman dan dibuat saat GAMMA1 sedang melakukan tur promo ke beberapa kota di Indonesia. “Lagu ini sebenarnya tentang seseorang yang tidak setia sama pasangannya. Idenya aku dapat dari curhatan teman. Proses pembuatannya juga sederhana, kita buat lagu ini ketika kita lagi di tengah-tengah perjalanan tur promo lagu Jomblo Happy ke Jawa Barat”, ucap Heri.

Lagu ini akan dirilis untuk pertama kalinya di Malaysia pada tanggal 10 November 2016 dan kemudian akan dirilis di Indonesia pada 1 Desember 2016 mendatang. “Buat kami, karena lagu ini akan dirilis di Malaysia terlebih dahulu, tentunya lagu ini akan menjadi sebuah pembuktian bahwa kita GAMMA1 sudah bisa diterima peminat musik yang ada di Malaysia. Biasanya kan sebaliknya, kami rilis dulu di Indonesia. 2 atau 3 ke bulan kemudian baru di Malaysia”, jelas Heri.

Lagu ini bisa didapatkan didalam sebuah album kompilasi diberi judul “Melati”, yang didalamnya berisi karya-karya terbaru dari 3 band melayu papan atas Indonesia yaitu GAMMA1, BAGINDAS dan ADIPATI. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini sendiri bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati” atau “Melayu tak pernah mati”.

“Kami berusaha untuk selalu menciptakan karya yang terbaik dari kami. Karena kami ingin menunjukkan ke masyarakat agar kita tidak melupakan akar budaya bangsa sendiri, bahwa musik kita berasal dari akar budaya rumpun melayu. Musik melayu juga bisa dieksplorasi dengan genre musik lain dan bisa dikembangkan dengan gaya kekinian,” jelas Heri Gamma1.

 

Official Video Clip|Gamma1 – “Dari Hati Ke Hati” :

https://youtu.be/C7BiXdulRY4

thumbnail