trinity_logo_web.png
Menu
Naura & Genk Juara – Launching Buku dan Album Soundtrack

NAURA & GENK JUARA

 Naura & Genk Juara

Film Musikal

Jika Anda merindukan film musikal anak-anak, pastinya Anda akan menyukai karya kolaborasi Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia, Kompas Gramedia Production, dan Creative & Co. Ketiganya telah siap meluncurkan sebuah film musikal untuk anak dan keluarga yang berjudul Naura & Genk Juara.

Ini bukanlah kali pertama bagi Naura untuk berakting, pasalnya ia pernah terlibat dalam sebuah teater musical Timun Mas di tahun 2013 berperan sebagai “Mawar Kecil”. Dan konser “Dongeng” yang dibawakan secara musical juga ia bawakan dengan apik di Jakarta tahun 2016 dan juga di Bandung bulan November 2017 mendatang. Tapi untuk berakting di layar lebar, film ini menjadi debut pertamanya.

Film yang memadukan sisi education dan entertainment ini rencananya akan dirilis ke layar lebar pada tanggal 16 November mendatang. Sambil menunggu kehadiran film ini di layar lebar, Trinity Optima Production dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), bersama dengan Kompas Gramedia Production memutuskan untuk meluncurkan album soundtrack film dan juga buku di balik layar Naura & Genk Juara.

Naura - BTS Video Klip Berani Bermimpi

Buku “Naura & Genk Juara: The Movie”

Buku Naura & Genk Juara ini berisi tentang kegiatan Naura dan tim produksi film saat menyiapkan adegan-adegan film.

Melalui buku ini, anak-anak pembacanya akan melihat bagaimana sebuah film diproduksi. Mulai dari ide awal pembuatan film, skenario, pemilihan pemeran, latihan-latihan reading, shooting, editing, sampai akhirnya film bisa tayang.

“Proses pembuatan film itu tidak sebentar dan jelas tidak mudah. Saya berharap anak-anak akan mendapat inspirasi, bahwa meskipun membuat film musikal itu tidak mudah, orang-orang yang terlibat di dalam film ini berani bermimpi, berjuang, dan bekerja sama supaya film ini menjadi karya yang baik bagi anak dan keluarga Indonesia. Itulah salah satu makna juara yang ingin diceritakan dalam film ini. Jadi, juara bukanlah sekadar mendapat piala.” ucap Pax Benedanto, manager redaksi dan produksi Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia sekaligus produser film Naura & Genk Juara. Tentunya, ada harapan juga bahwa buku ini membuat anak-anak tertarik menonton film yang sudah melalui proses panjang tersebut.

Baca: Profil Naura

Buku ini juga meng-highlight profesi-pofesi penting di dunia film, seperti produser, sutradara, penulis skenario, cast, art director, DOP, penata suara, penata musik, penata rias, penata kostum, dan bagian script continuity. “Seperti kita ketahui bersama, dunia film Indonesia kini sedang bergerak  maju. Kami berharap bahwa anak-anak pembaca buku ini pun terinspirasi untuk menjadi pembuat film nantinya,” ungkap Pradikha Bestari, editor buku Naura & Genk Juara.

Untuk pembuatan buku ini, tim penulis dan editor mengikuti latihan-latihan sebelum shooting dan saat shooting film Naura & Genk Juara di Situ Gunung untuk melihat langsung kegiatannya dan mewawancarai narasumber-narasumber, Foto-foto di dalam buku ini diperoleh dari tim Behind the Scene film dan dokumentasi keluarga Naura.

Buku dengan spesifikasi soft cover, 128 halaman full colour ini berbonus lanyard atau tali penggantung bertuliskan Naura & Genk Juara, ID card Kemah Kreatif, dan sticker. Dengan harga jual Rp78.000 dan terbit tanggal 18 September 2017, buku ini disambut dengan cukup baik oleh anak-anak. Dalam waktu tak sampai satu bulan penjualan buku, lebih dari 5000 eksemplar sudah terjual. dan kini sedang dicetak ulang lagi. Ini merupakan prestasi tersendiri karena di sejarah toko, biasanya buku behind the scene tidak terlalu banyak peminatnya.

 Naura - BTS Video Klip Berani Bermimpi

Album Soundtrack Naura & Genk Juara

Selain buku, pada kesempatan kali ini Kompas Gramedia juga meluncurkan album soundtrack Naura & Genk Juara. Dengan diluncurkannya album ini sebelum filmnya hadir, Naura berharap teman-teman Naura bisa bernyanyi bersama saat menyaksikan film ini. “Aku berharap teman-teman Naura bisa nonton bareng sama keluarga ataupun sahabatnya. Dan karena lagu ini musikal, akan seneng banget kalau teman-teman yang nonton bisa nyanyi bareng di bioskop!” papar Naura. Album Naura & Genk Juara sendiri sudah bisa dibeli secara eksklusif di toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Baca juga:
NAURA – Berani Bermimpi, Now On Youtube!

Tiap materi lagu di dalam album ini diciptakan dengan sangat apik oleh kakak beradik Mhala dan Tantra Numata. Perlu diketahui, pembuatan lagu musikal salah satu pembuatan lagu tersulit bagi composer manapun di dunia. Maka, bukan perkara mudah bagi kakak beradik musisi ini untuk melahirkan sebuah album soundtrack film musikal. “Saya butuh waktu sekitar tiga bulan untuk untuk membedah naskah bersama sutradara dan penulis naskah. Di situ kami bersama-sama menentukan bagian mana saja yang akan disisipi bagian untuk bernyanyi. Dari situ, baru saya dan Tantra baru bisa mulai menggarap musiknya,” papar Mhala selaku penulis lagu untuk album Naura & Genk Juara.

  1. Juara (Opening)

Lagu ini menjadi lagu pembuka dari film ini. Adegan yang ditampilkan dalam film ini adalah saat Naura sedang berkompetisi di bidang sains. Dalam film ini Naura selalu ditemani oleh dua orang temannya, Oki dan Bimo. Dan dengan musik musikal yang ceria, di lagu ini ingin diperdengarkan kalau semuanya bisa dilakukan jika mau berusaha.

  1. Bawakan Cerita Banyak Untukku

Di lagu ini menceritakan sebuah kegelisahan orang tua pada anaknya yang akan pergi. Di sini Naura sedang meminta izin kepada ibunya untuk ikut sains camp. Dengan lagu bernuansa balad, sang ibu mengizinkan sang anaknya pergi. Lagu yang dibawakan dengan gaya percakapan antara Nola dan Naura membuat siapapun yang mendengarnya terseret dalam cerita.

  1. Mendengar Alam

Petualangan mulai terasa di lagu yang berisikan tentang mencintai dan menjaga alam semesta. Lagu yang dibuat dengan sangat puitis ini ini dibawakan oleh Naura, Kiki Juliar, dan juga Shelomita.

  1. Kamu Menyebalkan

Mengambil tipe liberto, yaitu dialog yang dinyanyikan, adegan ini menggambarkan adegan dimana Oki dan Bimo bertengkar dan Naura mencoba melerainya.

  1. Setinggi Langit

Salah satu lagu hits dari Naura yang diaransemen khusus untuk film ini menjadi salah satu unggulan di album ini. Menceritakan tentang cita-cita dan mimpi seseorang yang bisa dicapai dengan kerja keras.

  1. Aku Hanya Ingin Pulang

Lagu bertipe Aria atau lagu solo ini mengungkapkan perasaan Naura saat sedang disekap oleh komplotan penculik. Dalam lagu ballad ini, Naura memperlihatkan perasaan kecemasannya ke dalam narasi cerita. Adegan ini juga menunjukkan kalau tidak seluruh cerita isinya ceria dan bahagia.

  1. Jangan Jangan

Lagu yang menggunakan beat yang catchy ini bisa menjadi lagu andalan anak-anak untuk kemping. Di liriknya sendiri bisa membakar semangat anak-anak untuk lebih berani dan bisa kuat kalau bersama. Lagunya ini sendiri cukup singkat dan mudah diingat.

  1. Kita Adalah Juara

Kebersamaan dan persahabatan menjadi tema yang kuat di lagu penutup film ini. Lagu yang dibawakan oleh Naura, Joshua Rundengan, Vickram Priyono, Andryan Bima, dan juga seluruh pemain lainnya. Di lagu ini ingin memperlihatkan pentingnya persahabatan dalam suka dan duka.

  1. Berani Bermimpi

Walaupun lagu ini tidak masuk kedalam film, lagu “Berani Bermimpi” menjadi sebuah lagu pelengkap yang pas untuk melengkapi narasi film Naura & Genk Juara. Dengan menggunakan tema yang masih senada dengan lagu “Setinggi Langit”, lagu ini ingin mengajak teman-teman Naura untuk berani mewujudkan mimpi dan cita-citanya.

Naura - BTS Video Klip Berani Bermimpi

Dari sembilan lagu ini Naura berharap semua penonton bisa menginspirasi dan mendapatkan pesan moral yang dibawakan di dalamnya. Naura sendiri mengaku sangat gugup dengan pembuatan album soundtrack ini dibandingkan album biasanya. “Aku takut kalau lagu-lagu yang aku nyanyikan di soundtrack ini terdengar tidak sesuai dengan cerita yang ada di film. Tapi setelah aku dengar seluruh isi albumnya dan juga ditonton dengan filmnya, aku merasa puas banget! Semoga teman-teman yang lain juga bisa menikmatinya,” tutup Naura.

Naura – Berani Bermimpi | Official Video Clip
http://bit.ly/BeraniBermimpiVC

ROSSA New Album “A New Chapter“

 

Perjalanan musik Rossa selama 20 (dua puluh) tahun telah banyak meninggalkan rekam jejak penuh warna untuk musik Indonesia. Adaptasi dan lentur pada perubahan sound musik dunia menjadi salah satu jurus jitu bagi Rossa untuk tetap bertahan dan menghasilkan karya yang tetap mendapat respon bagus dari penggemar Rossa di Indonesia dan berbagai belahan dunia lain.

Menginjak usia 21 (dua puluh satu) tahun karir Rossa di awal 2017 ini, sebuah materi album berisi 9 (sembilan) komposisi baru telah dirilis. Album ini penuh dengan dinamika sound yang akan membuat decak kagum pecinta musik. Melibatkan banyak pencipta lagu, arranger dan produser musik kelas dunia akan membuat tafsir baru akan musik Rossa di album yang berjudul A New Chapter ini.

“Album ini saya kasih judul ‘A New Chapter’ karena memang hampir seluruhnya nuansanya baru, musiknya, pencipta lagunya, dan aransemennya saya bikin lebih kekinian. Ada 4 (empat) lagu yang memang direkam di Los Angeles. ‘Body Speak’, ‘Break It Up’, ‘Till My Heart Stop Beating’ dan ‘Firefly’. Kalau mendengar keseluruhan albumnya, semuanya keliatan lebih fresh. Karena saya memang pinginnya di album ini terlihat lebih berbeda, lebih fresh, menunjukkan hal yang baru dari saya.” Papar Rossa tentang  karakter album barunya ini.

Untuk lagu berjudul “Body Speak” yang diciptakan 3 (tiga) musisi Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz, Rossa menjalani proses rekaman di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai vocal producer. Mitch Allan adalah seorang musisi, songwriter dan music producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony, Kelly Clarkson sampai Simple Plan. Sebelumnya, Mitch Allan dikenal sebagai vokalis dan gitaris band SR-71 dan Satellite.

Komposisi “Body Speak” ini menghadirkan elemen groove yang kental dengan balutan dance musik kekinian. Lagu ini dirilis tanggal 22 Februari 2017, dalam sebuah Press Conference Launching Single

 

“Body Speak” yang diselenggarakan di Singapura. Trinity Optima production selaku label rekaman yang menaungi Rossa, melakukan kerjasama dengan MTV Asia dalam mempromosikan single ini di Singapura. Rossa menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight. Penayangan video klip lagu ini pun juga akan ditayangkan oleh MTV Asia.

Tentu menjadi pengalaman baru dengan lagu-lagu yang direkam dan diciptakan oleh musisi baru, ini juga yang terjadi saat Rossa rekaman di Los Angeles. Berhasil masuk di studio dengan vibe dan teknologi yang berbeda. Rossa mengaku banyak belajar dan mendapat supervise dari Mitch Allan dan musisi lainnya selama proses rekaman disana, untuk mendapatkan pronounciation dan lafal bahasa Inggris yang tepat.

Bicara tentang lagu-lagu lain yang melibatkan musisi dalam negeri, Rossa tak lupa mengajak nama-nama yang lekat dengan karya cipta lagu yang memiliki rekam jejak dengan sederet hits seperti Pay dan Dewiq “Tlah Mencoba”,  Taufik Batisah “Bukan Maksudku”, Aji Mirza Hakim “Satu Hal Yang Bodoh”, Rian D’Masiv “Jangan Hilangkan Dia”, dan pencipta lagu baru David Sam “Cinta Dalam Hidupku”.

Rossa lekat dengan soundtrack film laris, selama ini Rossa berkali-kali dipercaya untuk menyanyikan soundtrack film-film ternama dari mulai Ayat Ayat Cinta, Soekarno, Sang Pencerah, Barbi3, HijrahCinta, Cinta Di Langit Taj Mahal, dan I Love You From 38.000 Feet. Satu lagu di album ini “Cinta Dalam Hidupku” menjadi original soundtrack (OST) film London Love Story 2 yang diproduksi oleh Screenplay Productions. Untuk yang kangen dengan Rossa dengan kekuatan dan penjiwaan lagunya yang luar biasa, lagu ini bisa menjadi pilihan.

Berikut kita simak gambaran daya tarik album “A New Chapter” ini track demi track:

  1. Body Speak

Satu lompatan besar Rossa kita dengar di lagu yang diciptakan 3 musisi asal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz ini. Komposisi “Body Speak” ini menghadirkan elemen groove yang kental dengan balutan dance musik dan sound yang kekinian.

  1. Break Up

Komposisi “Break It Up” yang diciptakan Stuart Crichton, Fiona Bevan dan Gatlin Green ini mampu hadirkan dimensi baru bagi karakter vokal Rossa. Stuart Crichton yang memproduseri lagu ini dan memainkan seluruh instruments dan programming berhasil membawa Rossa ke zona R&B dan dance yang memikat. Akan menjadi salah satu komposisi andalan di album ini.

  1. Cinta Dalam Hidupku

Di lagu yang bernuansa mellow ini, Rossa dibantu oleh dibantu oleh Irvan Nat sebagai vocal director dan Ari Aru sebagai Music Producer. Keindahan instrument strings section di lagu ini seolah menggambarkan perasaan tentang isi lagu ini. Tak heran, lagu ini dipilih menjadi original soundtrack (OST) film “London Love Story 2” yang diproduksi oleh Screenplay Productions.

  1. Till My Heart Stops Beating

Komposisi megah tertuang di “Till My Heart Stops Beating” yang diciptakan dan diproduseri oleh Hugo Lira, Thomas Gustafsson, Negin Djafari, dan Ian–Paolo Lira. Mitch Allan yang menangani Vocal Production Rossa di lagu ini, lagi-lagi berhasil membawa sound Rossa menjadi apik dan kolosal. Menurut Peter Coquillard, Excecutive Producer untuk 4 lagu berbahasa Inggris di album A New Chapter ini, lagu ini sebelumnya direncanakan untuk masuk ke dalam shortlist album Celine Dion yang akan datang, namun ternyata Rossa terlebih dahulu mendapatkannya.

  1. Firefly

Nuansa Lagu “Til My Heart Stops Beating” juga akan terbawa ketika mendengarkan komposisi “Firefly” yang membawa kekuatan pop megah Rossa dalam komposisi yang diciptakan Mitch Allan dan Nikki Leonti ini. Nuansa aransemen musik yang juga di-produce oleh Mitch Allan ini, mengikuti trend sound urban yang sedang digemari di blantika musik dunia.

  1. Bukan Maksudku

Taufik Batisah, pencipta dan penyanyi dari Singapura ikut memberikan kontribusi di lagu “Bukan Maksudku” yang berkisah soal adanya sosok lain dalam kisah asmara sepasang kekasih. Juara Singapore Idol tahun 2004 ini, sebelumnya sempat kolaborasi dengan Rossa di lagu “Aku Bersahaja” yang berjaya di berbagai penghargaan musik, termasuk Anugerah Planet Muzik (APM).  Kolaborasi  musik antara Taufik Batisah dan Tatsuro Miller di lagu ini, sukses melebur genre musik Pop yang diusung Rossa dengan musik EDM yang sedang digemari saat ini.

  1. Tlah Mencoba

Duet pencetak hits terbaik Indonesia Pay dan Dewiq hadirkan “Tlah Mencoba”. Ini adalah kali pertama Rossa bekerjasama dengan Pay dan Dewiq. Karakter vokal lembut Rossa berhasil tampil indah dengan sapuan piano dan cello. Lagu power-ballad seperti ini menjadi spesial dengan kekuatan dan penghayatan vokal Rossa yang kuat.

  1. Satu Hal Yang Bodoh

Aji Mirza Hakim alias Icha mantan pemain bass Jikustik memberikan lagu “Satu Hal Yang Bodoh” untuk Rossa. Struktur lagu yang menjadi karakter khas ciptaan Aji Mirza Hakim berhasil disuarakan dengan apik oleh Rossa.

  1. Jangan Hilangkan Dia

Rian vokalis D’Masiv sumbangkan lagu melodius yang berjudul “Jangan Hilangkan Dia”, sebuah lagu pop romantis yang sangat pas dibawakan oleh Rossa. Lagu yang berlirik kuat dan menyentuh ini, khusus diciptakan untuk soundtrack film ILY From 38.000 FT (I Love You From 38.000 Feet) produksi Screenplay Films. Musik di lagu ini diaransemen oleh Thusar Apte, seorang pianist, composer, songwriter dan music producer berdarah India-Australia yang kini menetap di Amerika Serikat. Thusar menciptakan sekaligus memproduseri lagu ‘Zero’ milik Chris Brown yang berhasil menjadi hits yang mendunia. Aransemen musik orchestra yang megah di lagu ini, berhasil membuat kita merinding ketika mendengarkannya.

 

 

 

Mendengarkan 9 (sembilan) komposisi di album ini, kita benar-benar akan di bawa dalam petualangan baru untuk musik Rossa. Rentang usia 21 (dua puluh satu) tahun, berhasil membuat Rossa tidak berhenti di zona nyaman, namun “A New Chapter” berhasil membawa kesegaran akan musik Rossa dan menjadi vitamin yang akan menyehatkan musik Indonesia di tahun 2017.

“Di album ‘A New Chapter’ ini, saya lebih banyak tahu tentang bagaimana bernyanyi yang lebih bagus dan saya jadi lebih open-minded karena banyak berkomunikasi dengan para musisi yang terlibat. Harapan saya mudah-mudahan album ini bisa dinikmati oleh seluruh pencinta musik Indonesia. Tapi yang jelas, karena saya sudah banyak mengeluarkan single dan album, mudah-mudahan ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya buat” kata Rossa tentang A New Chapter.

Dalam album ini, Rossa juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Bapak Ricardo Gelael, Bapak Fabian Gelael, seluruh keluarga KFC beserta JMSI. Dimana album ini exclusive hanya tersedia di KFC stores seluruh Indonesia yang berjumlah 560 (lima ratus enam puluh) gerai KFC. Nantinya para ‘Pecinta Rossa’ juga akan berkesempatan untuk bertemu atau meet & greet bersama Rossa dalam kegiatan promo store visit di gerai-gerai KFC terpilih.

————–

 

“Rossa berhasil menghasilkan sisi lain yang membuat kesegaran pada tataran musik Indonesia di tahun 2017. Upaya Trinity Optima Production dan Rossa dalam merancang konsep album ini menarik. Mereka berhasil melepaskan Rossa dalam karakter ‘diva’ selama ini menjadi lebih lentur dengan musik pop dan R&B urban yang kekinian. Saya menyukai lagu “Body Speak” dan“Break It Up”. Dengan image baru yang lebih segar Rossa benar-benar menjelma menjadi  The New Rossa di album ini”

– Adib Hidayat, Editor in Chief Majalah Rolling Stone Indonesia –

 

BAGINDAS, GAMMA1 DAN ADIPATI KOLABORASI BANGKITKAN MUSIK MELAYU

whatsapp-image-2016-12-14-at-5-51-36-pm

JAKARTA – Tren genre musik Pop-Melayu kembali hadir lewat album kompilasi dari band Gamma1, Adipati dan Bagindas bertajuk MELATI (Melayu Tak Pernah Mati). Album tersebut menghadirkan lagu-lagu hits mereka dan beberapa lagu baru salah satunya single kolaborasi berjudul Sebut Saja Dia Melati.

“Kalau dari pandangan Trinity banyak sekali perbedaan yang memiliki keunikan sendiri-sendiri dan berpotensi. Kalau dari Bagindas, Adipati dan Gamma1 enggak bisa dibilang sama. Itulah kenapa kita menggabungkan perbedaan ketiganya itu melihat gimana pasarnya,” kata produser Mhala Numata di Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (14/12/2016).

Proyek kolaborasi ini disyukuri oleh ketiganya. Sebab, ini menjadi salah satu mimpi besar mereka untuk bisa menyatukan musiknya.

“Bukan sesutau hal (yang bikin) tertarik tapi ini mimpi besar kita apalagi kita dinaungi di Trinity (Optima Production). Akhirnya kita bisa bekerjasama, dimana (bergabung) Bagindas, Adipati dan Gamma1. Alhamdulillah semua itu jadi sesuatu yang luar biasa,” tambah Angga vokalis band Adipati.

Album MELATI (Melayu Tak Pernah Mati) terdiri lagu Gamma1 berjudul Jomblo Happy, Bukan Cinta 1 atau 2, Dari Hati ke Hati, dan Hidup Segan Mati Tak Mau. Sementara lagu dari Bagindas berjudul Bila Benar Sayang, C.I.N.T.A, Aku Pasti Tahu, dan 100% Cintaku, serta lagu dari Adipati berjudul Tuhan Tidak Tidur, Janur Kuning, dan Ini Bukan C.I.N.T.A. Album ini yang melakukan mastering di Texas, Amerika Serikat ini hanya bisa di dapatkan di Texas Fried Chicken dengan harga paket musik Rp 85.000,-.