trinity_logo_web.png
Menu

Setia Band Mengenang 22th Kepergian Nike Ardila Bersama NAFC

20 March 2017,   By ,   0 Comments

Ciamis, 19 Maret 2017 – Nike Ardila merupakan inspirasi dan salah satu alasan Setia Band mendaur ulang lagu “Bintang Kehidupan“. Bertepatan dengan 22 tahun meninggalnya Nike Ardila, Setia band yang digawangi Charly dan Pepeng mengunjungi makam Nike yang terletak di daerah Imbanagara, Kabupaten Ciamis. Bersama Nike Ardilla Fan’s Club (NAFC) Indonesia, Setia Band menggelar doa bersama di makam.
Perjalanan Charly dan Pepeng dimulai sejak Minggu, 19 Maret 2017 pagi di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung,  bersama NAFC. Mereka mendatangi lokasi tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Nike berdoa agar Nike mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. “Teh Nike adalah inspirasi bagi kami. Mudah-mudahan dia mendapat tempat mulia di sisi Allah,” ungkap Charly.
Usai doa bersama di lokasi kecelakaan Nike Ardila 22 tahun lalu, Setia Band melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Ciamis untuk berziarah ke makam Nike. Merekapun bertemu Ibunda Nike, Nining Ningsihrat di makam. Setia Band tidak melewatkan kunjungan kali itu berlalu begitu saja, mereka didaulat untuk tampil di panggung sederhana yang berada tak jauh dari kediaman Ibunda Nike. “Hari ini Setia Band mengucapkan terima kasih banyak kepada NAFC. Mereka dan Setiaku menjadi spirit yang sangat hebat buat kami. Kami bahagia dan bangga bisa hadir di sini hari ini,” kata Charly.
Charly mengungkapkan bahwa pada awalnya dia dan Pepeng tidak terpikir untuk mendaur ulang lagu  “Bintang Kehidupan”. hal tersebut bukan dikarenakan tidak suka, namun takut tidak bisa membuat karya yang cukup baik dalam mendaur ulang lagu tersebut. Setelah meminta waktu untuk mendalami lagu dan lirik “Bintang Kehidupan”, akhirnya mereka berdua sepakat untuk mendaur ulang lagu tersebut. “Kami mengerjakan ‘Bintang Kehidupan’ selama dua bulan. Aransemen tidak banyak berubah, begitu juga dengan lirik karena pada dasarnya lagunya memang sudah bagus. Alhamdulillah setelah dirilis respons NAFC sangat baik,” ujar Charly.
Pepeng menambahkan, kegiatan haul hari itu merupakan undangan dari NAFC. Dirinya dan Charly merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan  keluarga besar NAFC utnuk pertama kalinya. Menurut Pepeng, dukungan dari NAFC dan Setiaku adalah spirit terbesar Setia Band untuk karier.
“Kami berharap, para fans Teh Nike makin kompak. Harus dijaga silaturahminya karena bisa bertahan selama 22 tahun itu sangat hebat. NAFC ini bisa dibilang sebagai wadah silaturahmi yang baik,” tutur Pepeng.
Acara hari itu juga menghadirkan Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia. Beliau mengungkapkan harapanya untuk peringatan meninggalkan Nike Ardila agar di tahun-tahun mendatang dapat digelar dengan konsep acara yang lebih besar. Beliau juga berterima kasih kepada NAFC yang rutin datang setiap tahun saat hari ulang tahun atau tanggal meninggalnya Nike.
Ketua Umum NAFC Indonesia, Emma Amrin bersyukur karena NAFC masih kompak hingga sekarang. “Kami selalu menjaga agar nama Nike selalu diperhitungkan di industri musik Indonesia. Terima kasih kepada Setia Band yang mau hadir,” ujar Emma.
Puncak haul 22 tahun meninggalnya Nike Ardilla hari itupun ditutup dengan penampilan Setia Band yang tampil dalam format akustikdengan membawakan empat buah lagu yakni “Saat Terakhir”, “Bintang Kehidupan”, “Kebesaran-Mu”, dan “Istana Bintang”.