trinity_logo_web.png
Menu

NAURA Album : “LANGIT YANG SAMA”

14 March 2016,   By ,   0 Comments

ssh

Akhirnya, lahir juga penyanyi cilik berbakat yang benar-benar mewakili dunia keseharian anak-anak yang polos dan penuh keceriaan. Adyla Rafa Naura Ayu, atau yang lebih akrab dipanggil Naura hadir meramaikan pasar musik anak-anak Indonesia sejak 2014 lalu, dan kini menyapa lagi lewat album baru berjudul “Langit yang Sama”. Kehadiran album ini seolah menjadi penyejuk dahaga di tengah krisisnya lagu untuk anak-anak dalam dua dekade terakhir.

Ya, saat ini, memang tak banyak penyanyi anak-anak yang meramaikan industri musik Indonesia. Yang kita tahu, anak-anak jaman sekarang cenderung dijejali lagu-lagu bertema remaja dan dewasa, padahal musik memegang peran penting untuk membantu perkembangan karakter, kepekaan sosial, kecerdasan dan kreativitas anak. Lewat musik yang mereka dengar, nyanyikan atau hayati, membuat mereka secara tidak langsung belajar tentang kehidupan dan lingkungannya.

Nah, album “Langit yang Sama” mengembalikan esensi album anak-anak sebagaimana mestinya. Mengedepankan tema keseharian yang bermuatan edukasi serta sarat selipan pesan moral pada setiap lagunya. Itu benang merahnya.

Seperti ungkapan ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’… bakat menyanyi Naura, gadis cilik berusia 10 tahun ini rupanya diperolehnya dari sang bunda, Riafinola Ifanisari – atau yang lebih kita kenal dengan nama Nola Be3. Sejak masih balita, ternyata Naura sudah menyukai musik dan tertarik pada lagu-lagu berkontur musikal. Keinginannya untuk bernyanyi pun disampaikannya kepada sang bunda.

Walau tanpa latihan vokal khusus, Naura pun mulai mengasah kemampuannya bernyanyi secara otodidak. Nola yang menyadari talenta besar putri sulungnya lantas mulai mengarahkan dan melatih bakat Naura. Saat usianya masih 8 tahun, Naura telah meluncurkan debut albumnya berjudul “Dongeng”. Sekitar 9 lagu disajikan di albumnya tersebut, di antaranya lagu berjudul “Dongeng”, “Panca Indera”, “Kata Ajaib”, “Setinggi Langit” serta sebuah lagu yang dinyanyikannya bersama sang mama yang berjudul “Semesta Cinta”.

“Awalnya aku iseng-iseng aja minta ke mama minta dibikinin lagu, terus mama minta ke temennya mama. Terus dibuatin lagu sama Om Mhala dan rekaman sama mama, ternyata lagunya banyak yang suka. Akhirnya kami buat album deh,” ungkap Naura mengenang awal dirinya terjun ke dunia tarik suara.

Naura memang dikenal sebagai anak yang cerdas dan berbakat. Kemampuan vokalnya yang luar biasa dengan suara yang indah dan jernih khas anak-anak seusianya, membuat Nola tertarik untuk memproduseri sendiri album Naura.

“Salah satu hal yang bisa saya lakukan sebagai orang tua dalam mendukung bakat Naura adalah mencoba mewujudkan keinginannya yang ingin bernyanyi. Ingin duet sama mamanya, dan punya album. Dan akhirnya pun saya mempelajari untuk memproduseri album Naura”, ulas  Nola bangga. Dan ternyata di luar itu, Naura ternyata juga piawai bermain piano dan pernah terlibat pada pagelaran drama musikal Timun Emas.

Konsep aransemen untuk keseluruhan lagu di album “Langit yang Sama” ini dikerjakan secara orkestra dengan pendekatan musikal agar gampang dicerna oleh anak anak. Semua lagu diciptakan oleh Mhala & Tantra Numata. Kehadiran Naura diharapkan bisa membangkitkan kembali lagu atau musik anak-anak Indonesia yang berkualitas. Naura pun berharap bahwa karya dan lagunya dapat di terima dunia musik Indonesia. “Aku pengen banget semua anak Indonesia menyanyikan lagu anak-anak, bukan lagu orang dewasa!”

 

“Untuk Tuhan”

Lagu ciptaan Mhala dan Tantra Numata ini memiliki arti yang sangat dalam. Sebuah doa dari seorang anak yang meminta agar Tuhan mencurahkan kasih sayang kepada orang tuanya. Dilantunkan Naura dengan penuh penghayatan, terekspresikan dengan serasi sekaligus manis dengan balutan gesekan string garapan Ava Victoria yang membuai.

 

“Jalan-Jalan”

Sebuah pesan positif yang sangat mewakili generasi Naura saat ini, dimana ia mengajak menikmati indahnya dunia di luar sana, dan mau meninggalkan ‘gadget’. Karena Naura memandang hidup di luar sana lebih berwarna…. Kita bisa merasakan udara, tertawa bersama, berlari di pagi hari, rasakan angin dan bersepeda gembira. “… Kawan, berjiwalah petualang, biar nanti kita punya banyak cerita….

 

“Langit yang Sama”

Lagu yang dinyanyikan trio oleh Nola, Naura dan Neona ini mengajarkan keindahan berbagi terhadap sesama. Dan pesan itu disampaikan dengan penuturan yang sarat kepolosan suara kanak-kanak, terutama vokal Naura dan Neona yang terlantun menggemaskan. Mengalir renyah dengan iringan olahan musik yang lincah, ringan namun memikat.

 

“Bully”

Lagu ini menerbangkan ingatan kita pada konsep album kanak-kanak Sherina yang dirilis pada 1999 silam, dimana lagu-lagunya juga kental nuansa musikal hasil gubahan mendiang komposer Elfa Secioria. Cara bernyanyi Naura di lagu ini terasa lentur dan tegas dengan kawalan choir, namun tanpa kehilangan jiwa ciliknya. Pesan di liriknya lagi-lagi mewakili generasi Naura, dimana per‘bully’an menjadi sorotan. Sebuah isu yang belakangan sangat meresahkan banyak orang tua. “… Dunia lebih indah tanpa ada si Bully…” lantun Naura.

 

“Sister”

Naura kembali ditemani Neona di lagu ini. Sesuai judulnya, keduanya menuturkan hubungan unik kakak adik yang walaupun kadang tidak sejalan, namun selalu berakhir rukun. Keduanya bernyanyi, berinteraksi, sahut-sahutan, dimana musiknya pun meningkahi seolah terlibat dalam obrolan Naura dan Neona. Menggemaskan dan menggelikan.

 

“Ayo Menabung”

Kali ini lagu dibuka dengan suara-suara tiupan brass section ala Broadway yang terdengar berjingkat-jingkat dengan nuansa riang, sarat irama staccato yang ritmis. Pola aransemen yang terkesan ‘centil’ ini menjadi pengantar pesan positif Naura yang mengajak pendengarnya untuk mulai membiasakan menabung dan berhemat untuk bekal di masa depan.

 

“Sahabat Setia”

Naura kali ini menggaet sang ibu, Nola, untuk berduet. Liriknya, adalah tentang hubungan cinta yang terjalin antara seorang anak dan ibu. Dimulai dengan alunan suara Nola yang mengayun, yang mengutarakan ‘keresahan’ pada sang anak yang kelak akan semakin dewasa. Dan Naura lantas menjawabnya penuh optimistis, bahwa ia kelak akan menjadi seperti sahabat penuh cinta bagi sang ibu. Pautan keduanya dikaribkan dengan gemericik chime, buaian string section serta alunan piano yang ringan sepanjang lagu.

 

“Lukisan Indonesia”

Aransemen orkestrasi di lagu ini digarap oleh Andi Rianto, dengan penggambaran imajinatif yang sangat mewakili ekspresi wujud kecintaan Naura terhadap Indonesia yang disebutnya sebagai negeri mahakarya terindah. “… Tuhan melebihkan waktunya saat Dia mencipta….” Sebuah penggalan lirik yang menggugah dan sarat kekaguman.

 

“Believe”

Selalu percaya dan yakin pada kemampuan, dan diri sendiri. Itulah inti pesan di trek penutup album “Langit Yang Sama” ini. Sedikit berbeda dibanding konsep lagu-lagu lainnya yang sarat nuansa musikal. “Believe” berlirik Bahasa Inggris dengan baluran musik pop modern yang dinamis. Selaras dengan ungkapan positif yang optimistis di lirik lagunya.

 

Album terbaru Naura yang berjudul “Langit Yang Sama” ini, diproduksi oleh PT. Trinity Optima Production dengan partner label Mega Music dan partner distribusi eksklusif CFC Indonesia. Kini album ini sudah bisa di dapatkan  di CFC Store se-Indonesia mulai 9 Maret 2016.

 

Press Release By Mudya Mustamin (Pemimpin Redaksi Majalah Gitar Plus)