trinity_logo_web.png
Menu
Maudy Ayunda duet with Teddy Adhitya We Don’t (Still Water) “Hubungan Problematis yang Romantis”

 

Hubungan tak selalu penuh canda tawa dan bahagia selamanya. Ada kalanya, hubungan yang terjalin penuh drama dan juga kebingungan. Setidaknya hal itulah yang ingin coba diungkapkan Maudy Ayunda dan Teddy Adhitya lewat lagu yang mereka tulis bersama, “We Don’t”.

Sudah sejak lama Maudy Ayunda ingin bekerja sama dengan Teddy Adhitya. Dan saat kesempatan tersebut  datang, tidak butuh waktu lama untuk keduanya membangun chemistry musik.  “She is super smart. Dan waktu ketemu untuk ngobrolin lagu ini, ternyata kita sama-sama sudah mikirin ide yang sama. Jadi semuanya ngalir aja pas nulis lagunya,” ungkap Teddy yang merasa tidak menemukan kendala apapun dalam merampungkan lagu “We Don’t”. Senada dengan Teddy, Maudy pun merasakan kenyamanan yang serupa dari kolaborasi ini. “Aku dan Teddy tuh orangnya sangat lyrical. Di lirik lagu ini ada kata ‘Still Water’ yang intinya ingin menggambarkan cermin. Dan untuk mendapatkan kata-kata itu kita kayak susah banget. Karena, kita berdua sama-sama maunya pakai kata-kata poetic di dalam lagu ini,” papar Maudy.

Lagu ini sendiri menceritakan tentang dysfunctional relationship yang mungkin dihadapi banyak pasangan. Sebuah hubungan yang bisa dibilang menyenangkan, namun ketika keduanya tengah menghadapi masalah, masing-masing dari mereka memiliki caranya tersendiri untuk mengekspresikan masalahnya. “Lagu ini menceritakan sebuah hubungan yang bisa berada dalam kekacauan tapi juga terasa menyenangkan dalam waktu bersamaan. Jika diibaratkan dalam air tenang, pasangan ini bisa saling melihat refleksi mereka masing-masing, tapi ketika air hujan datang, airnya jadi beriak dan kacau. Tapi karena keduanya saling menerima ‘kegilaan’ masing-masing, jadi pasangan ini selalu setia menunggu hujan itu reda agar bisa saling mencintai lagi,” jelas Teddy.

Lagu yang kaya akan lirik puitis ini diaransemen oleh Alam Urbach dan Teddy Adhitya. Dengan nuansa musik akustik yang organik, lagu ini mampu memberikan gambaran hubungan problematis tapi masih menemukan sisi romantis dalam sebuah hubungan. Maka, tidak mengherankan ketika lagu ini dipilih Maudy sebagai single kedua dari album terbarunya “Oxygen”. Penasaran seperti apa lagunya?

Seluruh lagu di album Maudy Ayunda “Oxygen” sudah bisa didengarkan langsung di seluruh platform streaming digital, mulai dari Apple Music, JOOX, Spotify, iTunes, dan juga Yonder. Simak juga video klip “We Don’t”, di bawah ini:

New Album – DEKADE AFGAN “10 Tahun Eksplorasi Jati Diri Musik”

Untuk bisa bertahan di industri musik dalam negeri jelas bukan perkara mudah. Karena dibalik hasil karya-karyanya yang ikonik, tiap musisi memiliki perjuangannya tersendiri dalam menjaga eksistensinya. Tidak terkecuali  Afgan. Musisi yang telah mengawali karier sejak tahun 2008 ini memiliki ceritanya tersendiri untuk mencapai kesuksesannya saat ini.

 

Apa makna album “Dekade” ini untuk Afgan sendiri?

“Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama.”

 

Setelah 10 Tahun Berkarya, apa yang berubah dari Afgan?

“Enggak ada yang berubah. Saya masih jadi diri saya sendiri. Saya masih memiliki insekuritas yang tinggi, masih enggak percaya diri, masih punya rasa takut. Semua masih ada pada diri saya. Tapi saya sendiri banyak merasa berkembang dari segi musikalitas, performance, dan taste music. Kalau Afgan yang dulu mungkin masih mencari-cari tahu gaya apa yang pas, akhirnya coba tiru sana sini. Setelah 10 tahun, saya sudah di tahap yang tahu apa yang saya mau. Saya juga sudah lebih nyaman untuk menjadi diri sendiri. Dan lebih yakin dengan apa karya yang saya kerjakan.”

 

Apa yang bisa diekspektasikan dari Afganisme ataupun pendengar musik nasional dari album ini?

“Saya berharap mereka bisa melihat perkembangan dan pendewasaan saya dalam bermusik selama 10 tahun terkahir. Saya berharap mereka bisa bernostalgia dengan beberapa lagu lama yang ada di album ini, tapi juga mereka bisa mendengar eksplorasi musik yang saya hadirkan di album ini.”

 

Jika Afgan di tahun 2008 melihat Afgan hari ini, apa yang akan dia rasakan?

“Saya rasa dia akan bangga dengan seluruh proses yang saya jalani hingga hari ini. Karena saya tahu, perjalanan berkarya selama 10 tahun ini tidaklah mudah baginya. Karena Afgan di masa itu punya low self esteem, tidak punya teman dan sangat pemalu. Dan setelah 10 tahun, banyak hal yang telah berkembang dari kepiribadian maupun pemikiran saya. Tapi bukan berarti saya sudah menjadi diri saya yang sempurna, saya merasa masih punya banyak ruang untuk perbaikan. The best is yet to come.

 

Di dalam membuat album kelimanya ini, Afgan tidak sendiri. Bersama Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production, dan beberapa arranger pilihan, turut membantu Afgan untuk merampungkan album ini. “Yang saya suka dari album ini, Afgan mau mengeksplorasi ranah musik yang tidak biasa dari album-album dia sebelumnya.” Ungkap Mhala. “Di album ini kita bisa sama-sama dengar Afgan membawakan lagu ‘Sadis’ dengan sentuhan rock blues 80-an, ada juga lagu ‘Love Again’ yang dibawakan dengan lagu upbeat 90-an. Benar-benar sebuah memoar musik yang terangkum dengan apik selama 10 tahun Afgan berkarya,” tambahnya.

 

Dalam pembuatan album ini, Afgan memang lebih detail dan sangat kritis dengan karya-karyanya. Sangat besar peran serta Afgan dalam pembuatan album ini , mulai dari penulisan lagu, pemilihan notasi sampai pemilihan mastering di Inggris. Dan dalam waktu dua bulan, album DEKADE ini pun bisa diselesaikannya. Dan hasilnya sangat memuaskan, nuansa keseluruhan album yang hangat dengan rasa nostalgia yang tinggi bisa dinikmati di berbagai situasi. Berikut trek demi trek yang ada di album ini:

 

Love Again

Untuk pembuka album DEKADE ini, sebuah lagu yang di aransemen Tatsuro Miller menjadi pilihannya. Lagu dengan beat pop R&B khas 90-an menyatu dengan vokal Afgan yang khas membuat lagu “Love Again” ini sangat menyenangkan untuk didengar berulang kali. Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta lama.

 

Sudah

Afgan kembali membawakan lagu power ballad yang menjadi ciri khasnya ke dalam trek kedua, “Sudah”. Di lagu ini, Afgan berhasil memperlihatkan sisi lainnya dalam bermusik. Diproduseri oleh Marco Steffiano, nuansa musik yang sedikit kelam terasa sejak intro pianonya. Lirik lagunya sendiri tak kalah dramatis, lagu ini menceritakan perasaan seorang kekasih yang menyadari kalau pasangannya tidak akan bisa mencintainya seutuhnya. Kisah cinta yang mungkin banyak bisa dirasakan banyak orang.

 

Heaven

Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Hanya butuh waktu setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan. “Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih,” cerita Isyana mengenai lagu ini.

 

Take Me Back

Tatanan musik yang berbeda dari karya-karya Afgan sebelumnya terdengar lantang di lagu “Take Me Back”. Di lagu ini, aransemen R&B dengan dominasi beat-beat hip hop yang kental, menyatu sempurna dengan vokal Afgan yang khas. Dilengkapi dengan rap lincah dari uprising Indonesian rapper, Ramengvrl, lagu hasil workshop di Malaysia bersama SonaOne ini tidak hanya sarat makna cinta tapi juga cocok untuk menjadi teman lari pagi yang pas.

 

Sadis

Setelah 10 tahun berlalu, lagu “Sadis” akhirnya hadir dengan aransemen yang berbeda. Lagu yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi untuk karier bermusik Afgan ini mendapatkan aransemen yang cukup unik. Tanpa meninggalkan alunan piano yang menjadi ciri khasnya, lagu “Sadis” mendapatkan sentuhan rock blues 80-an di bagian refrain-nya. Lewat lagu ini, Marco Steffiano selaku arranger, ingin menyisipkan sisi rock and roll dari Afgan yang selama ini tidak pernah ditampilkannya. Dan hasilnya, menakjubkan!

 

Bukan Cinta Biasa

Di album ini, lagu “Bukan Cinta Biasa” diaransemen dengan sangat hati-hati dan juga detail mengingat lagu ini punya nilai historic tersendiri untuk Afgan. Tanpa meninggalkan karakter asli dari lagu ini sendiri, Ari ‘Aru’ Renaldi memberikan aransemen musik yang berbeda kedalamnya. Suara petikan gitar akustik dan alunan biola yang cukup dominan, lagu “Bukan Cinta Biasa” di album ini menawarkan sesuatu yang terdengar baru tanpa meninggalkan elemen nostalgia yang ada di dalamnya.  Afgan sendiri banyak memberikan nada falsetto nya untuk memaksimalkan kebaruan yang ada di lagu ini.

 

Bawalah Cintaku

Mengaransemen ulang lagu yang sangat dicintai oleh banyak orang bukanlah perkara mudah. Namun Andi Rianto mampu meracik ulang lagu yang sangat ikonik ini dengan gaya bermusiknya yang khas. Alunan nada yang begitu megah dari lagu ini diubah begitu indah dengan menggunakan aransemen sederhana dari piano, strings, woodwinds, tanpa rhythm section. Keelokan liriknya yang romantis kian istimewa dengan kehadiran Sheila Majid dalam lagu ini. Warna suaranya Sheila yang khas berpadu sempurna dengan karakter vokal Afgan. Lagu lama karya Bebi Romeo ini pun terdengar seperti sebuah lagu baru.

 

Knock Me Out

Sebuah lagu bernuansa pop R&B ceria dengan sound yang fresh dan fun, menggabungkan lirik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati. Lagu ini sempat mendulang popularitas di tahun 2015. Mulai dari beragam penghargaan musik Indonesia dan hingga menjadi jingle iklan produk kecantikan di dapatkan lagu ini sendiri. Lagu yang menceritakan tentang penantian yang sudah berakhir karena bertemu dengan seseorang yang sangat spesial di hati. “Ibaratnya seperti menemukan seseorang yang benar-benar membuat saya terpana, merasa cocok dan berjanji tidak akan melepaskannya,“ ucap Afgan.

 

 Kunci Hati

Afgan menulis lagu ini pada 2015 lalu, bersama sahabatnya, Inu Numata. Bernada sederhana, namun melodius. Berlirik indah dan meaningful, dengan olahan musik yang menghenyakkan. Menyuguhkan kisah jatuh cinta yang sederhana, yang kemungkinan pernah dialami banyak orang. Salah satu keistimewaannya adalah dengan terlibatnya olahan aransemen string dari Ari Renaldi yang dieksekusi oleh Budapest Scoring Strings, Hongaria. Membuat kesederhanaan pesan dari lagu ini menjadi lebih bermakna.

 

Percayalah

Suara vokal Afgan yang ikonik selalu mampu kawin dengan sempurna penyanyi pop wanita. Tak terkecuali dengan Raisa. Setelah sukses berduet dengan Rossa lewat lagu “Kamu Yang Ku Tunggu”, kini giliran Raisa, penyanyi berwajah cantik dan bersuara emas yang telah mencuri hati para pencinta musik Indonesia sejak awal kemunculannya yang digaet Afgan untuk berduet. Sebuah kejutan manis bagi pemuja kedua solois papan atas ini. Lagu super romantis yang diaransemen dengan sangat indah oleh Ari Aru Renaldi ini sendiri bercerita tentang cinta sejati, dan sukses dijadikan lagu tema untuk film “London Love Story”. Kolaborasi ini begitu dicintai oleh pendengar musik Indonesia, hal tersebut terlihat dari besarnya jumlah penjualan musik digital. Lagu ini berhasil berada di top song RBT dari tahun 2015 sampai tahun 2017.

 

Panah Asmara

Lagu yang dulu dipopulerkan oleh Alm. Chrisye di tahun 90an, sukses dibawakan ulang oleh Afgan dengan nuansa baru dan lebih fresh. Lagu yang diluncurkan pada tahun 2011 ini berhasil membuat penggemar Afgan terpukau dengan gaya bermusiknya yang berbeda dari biasanya. Jauh dari bayang-bayang melankolis yang pop, untuk pertama kalinya Afgan terdengar enerjetik dalam sebuah produksi musik. Perubahannya yang signifikan begitu dicintai penggemar musik Indonesia. Penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk musik Pop terbaik dan juga mix engineer terbaik di dapatkan Afgan untuk lagu ini.

 

Setia Menunggu

Nada lirih sarat kegelisahan menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih yang lantas dimatangkan olahan musiknya oleh gitaris dan produser Tohpati ini. Hanya dihidupkan oleh dialog gesekan cello bernada murung dengan petikan gitar akustik yang seolah menegarkan. Tak diragukan penghayatan vokal Afgan di sini, dan kembali menonjolkan kekuatannya dalam melantunkan lagu-lagu bernada pelan.

 

Kamu Yang Kutunggu

Di tahun 2014, Rossa meluncurkan single keduanya untuk album “Love, Live, & Music”. Di lagu ini, Rossa tak bernyanyi sendiri namun ia menggandeng Afgan sebagai teman duetnya. Walaupun sudah bersahabat sejak lama, lagu ciptaan Alam Urbach ini merupakan single duet perdana Rossa dan Afgan. Lagu ini menceritakan tentang sebuah mimpi dan kepercayaan akan cinta yang membuat penantian terbayar dengan sempurna. Andi Rianto adalah composer musik di lagu “Kamu Yang Ku Tunggu” ini, dengan alunan nada dari piano yang mendominasi lagu ini menjadi semakin romantis. Tipikal lagu yang tepat untuk diputar di momen-momen romantis seperti hari pernikahan atau anniversary. Overall, love is a celebration of life!

 

Jodoh Pasti Bertemu

Lagu yang dirilis tahun 2012 ini memang masih banyak dicintai oleh banyak pendengar musik Indonesia hingga hari ini. Menurut saya jodoh pasti bertemu ini mengajarkan keikhlasan. “Di liriknya lagunya menyatakan kalau kamu bukan jodohku, aku gak mengharapkan dia,” ungkap Afgan. Lagu ini juga sempat mengisi soundtrack film “Madre” di tahun 2013 dan berhasil memperoleh beragam nominasi penghargaan musik baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Menyambut direleasenya album “DEKADE” ini, serangkaian vlog behind the scene telah Afgan siapkan untuk penggemarnya di akun Youtube Trinity Optima Production. Mulai dari proses penulisan lagu sampai rekaman ia tampilkan di vlog ini. Dan sebuah video ucapan terima kasih Afgan kepada Afganisme yang selama ini mendukung kariernya juga telah ia siapkan untuk merayakan peluncuran album “DEKADE” ini. Albumnya sendiri telah diluncurkan pada tanggal 21 Februari lalu di seluruh platform digital. Selain itu, pastinya, penjualan CD album “DEKADE” dari Afgan dijual secara eksklusif di KFC seluruh Indonesia.

 

Bollywood, Single Terbaru Volmax Yang Bisa Bikin Orang Joget India

Volmax-Bollywood

Setelah lama tak terdengar, Volmax kini kembali hadir dengan single terbaru Bollywood. Setelah sukses membawakan single teranyar mereka “It’s Alright”, band yang digawangi oleh dua personil UNGU, Onci dan Enda pada gitar, DJ Iannow, DJ Arien Cathrine, Metha Meva pada vokal memastikan pendengarnya tetap bisa bernyanyi dan berdansa bersama.

Band yang mengusung genre electronic dance music (EDM) ini mengaku terinspirasi dengan budaya film India dalam membuat lagu ini. “Dibilang dipengaruhi oleh tayangan India, bisa dibilang iya juga. Tapi inti lagu ini sebenarnya menceritakan tentang perasaan jatuh cinta. Dimana seseorang kalau sedang jatuh cinta dia akan merasa seperti berada di film Bollywood,” ungkap Onci. “Karena biasanya kalau orang sedang jatuh  cinta kadang suka dikit-dikit nyanyi, dikit-dikit nari, seperti di film Bollywood,” tambahnya.

Lagu yang diproduksi oleh produser asal Malaysia Audi Mok ini berhasil membuat Enda jatuh hati sejak pertama kali mendengarnya. “Proses pembuatan single ini cukup cepat dan singkat. Karena lagunya sendiri sudah ada dari produser asal Malaysia. Jadi saya yang membantu menerjemahkan lagu ini ke bahasa Indonesia. Dan proses rekamannya sendiri hanya satu hari, tanpa kesulitan,” papar Enda.

Untuk melengkapi single ini, Upie Guava didapuk oleh Trinity Optima Production untuk memvisualisasikan lagu ini ke dalam bentuk video klip. Adapun konsep yang dibawakan oleh Upie ke dalam video klip cukup unik. Pasalnya ia memadukan unsur EDM dan India modern  ke dalam video klip ini. “Di sini kami banyak menggunakan  konsep yang glow in the dark scene, dan juga meng-highlight performance dari dari masing-masing anggota Volmax agar penonton bisa lebih mengenal personalitas mereka lebih dalam,” papar Upie. Lewat video klip ini, Enda berharap semoga musik mereka bisa diapresiasi dan mewarnai tangga lagu musik Indonesia. Penasaran seperti apa sih lagu Bollywood ini? Yuk, simak video klipnya di bawah ini:

VOLMAX – Bollywood | Official Video Clip
https://youtu.be/W4w8qn4pByY

BOLLYWOOD (lirik)

Kau yang mencuri hatiku ini

Kau yang membuat semuanya bersemi

Bunga ditaman hatiku

Mekar bersama hadirmu

Kau yang mencuri hatiku ini

 

Malam ini kau milikku

Kan kuhabiskan waktuku denganmu

Peluk diriku kita menyatu

Dalam lagu lagu cinta tentangmu

 

Berada di dekatmu membuat aku serasa di Bollywood

Bersama dirimu disini hidup terasa di Bollywood

Kan kubawa kau menyanyi dan menari

Menyusuri ruang hati yang bersemi

Ada di dekatmu membuat aku serasa di Bollywood

 

Ma Ma Ma Mama

Sungguh tak dapat ku tahankan rasa ini

Bahwa ku sangat ingin memiliki dirimu, inginkan cintamu

Yang slalu membuat hatiku berdetak trang tang tang tang

Excuse me are you ready to miss me?

Kau bisa bilang bahwa kau juga miss me

Excuse me are you ready to love me?

Kau bisa bilang bahwa kau juga love me

 

Berada di dekatmu membuat hati serasa di Bollywood

Bersama dirimu disini hidup terasa di Bollywood

Kan kubawa kau menyanyi dan menari

Menyusuri ruang hati yang bersemi

Ada di dekatmu membuat hati serasa di Bollywood

Composed by Audi Mok, Shazee Ishak, Helloluqman ; Adaptor/Translator : Enda Ungu

Original Publisher(s) byReplay Music Sdn. Bhd

Sub Publisher(s) by PT Massive Music Entertainment

Produced & Mixed by Audi Mok

Vocal produced by Bowo ‘Soulmate’ Recorded @Backbeat Std, Jkt

Engineered by Ucup

Mastered by Dimas Pradipta

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

Sarah Brillian Bikin Baper Lewat Lagu Sayang 2

Sarah Brillian - Sayang 2

Musik dangdut Indonesia selalu memiliki tempat tersendiri bagi penggemarnya. Kesuksesan beberapa penyanyi lagu dangdut Jawa Timur-an juga mendorong penyanyi dangdut lainnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk dapat berkibar namanya di ibukota. Peluang ini dengan jeli dilihat oleh Bp. Yonathan Nugroho – Managing Director PT.  Trinity Optima Production untuk ikut mendukung karier dan karya penyanyi dangdut Jawa Timur-an yang telah dikenal di daerahnya, Sarah Brillian, untuk bergabung di bawah naungan label 3D Entertainment.

Penyanyi dangdut asal Ponorogo ini bukanlah pendatang baru di kancah pentas dangdut Jawa Timur-an. Gadis kelahiran 26 Januari 1995 ini telah bercita-cita menjadi sinden sejak ia masih kecil. “Dari umur tiga tahun, saya sudah bercita-cita menjadi sinden bulan. Tapi Mama, selalu mengacuhkan aku. Sampai akhirnya, di kelas 2 SD ada acara perpisahan sekolah, saya diminta untuk nyanyi diatas panggung, membawakan lagu dangdut. Dan ternyata saya bisa menghibur penonton yang datang ke acara itu. Mama juga ikut kaget kalau ternyata saya beneran bisa nyanyi. Sejak itu, Mama mulai bantu Sarah untuk pentas di acara-acara,” cerita Sarah saat diminta menjelaskan awal mulanya berkecimpung di dunia musik.

Kini, di bawah naungan  3D Entertainment, Sarah Brillian dipercaya membawakan lagu dangdut populer ciptaan Anton Obama Sayang 2. “Bangga banget bisa membawakan lagu Sayang 2 dari Anton Obama,” ungkap Sarah.  “Apalagi lagu ini sudah booming sebelum Sarah bawakan. Aku sempat merasa deg-deg-an, jadi sempat mengulang saat rekaman karena nervous. Tapi syukurnya semua berjalan lancar,” tambahnya. Menurut Sarah, lagu Sayang 2 ini menceritakan tentang perasaan ‘baper’ dari seseorang yang masih mengharapkan cinta dari sang kekasih ini dialami banyak orang. “lagu Sayang 2 ini kan sebenarnya lagu baper ya! Jadi pasti banyak orang yang bisa merasakan apa yang ada di lagu ini,” jelas Sarah.

Untuk melengkapi lagu Sayang 2 ini, Sarah juga telah mempersiapkan sebuah video klip. Di Sutradarai oleh Nadya Apriliyani, video klip Sayang 2 ini menceritakan tentang kisah cinta sepasang kekasih yang tidak dapat menyatukan cintanya. Sang pria yang bekerja sebagai pelukis, siap melamar sang kekasih setelah merampungkan lukisan kekasih pujaannya. Namun saat ia menemui orangtua kekasihnya, restu tak diberikan oleh sang Ayah. Sang pria pun meninggalkan sang kekasih, kembali ke studio dan mengemas seluruh peralatan lukisnya. Sambil terus mengenang masa-masa bahagia bersama sang kekasih. Penasaran seperti apa sih sendunya video klip ini, yuk simak di sini:

Sarah Brillian – Sayang 2 | Official Video Clip
https://www.youtube.com/watch?v=GowIbaWeBp8

 

Lirik Sayang 2
Cubo rungokno, tembang kangenku iki

Dewi asmoro tulung omongno aku isih ngenteni

Ombak segoro, kok sajak ngelingake

Nambahi kangenku soyo gedhi nganti kepati pati

 

Andaikan sayangku sak iki isih ono neng kene

Kita akan selalu memadu cinta

Bungahing atiku sedihing atiku

Hanya dalam mimpi

 

Rino lan wengi mata iki angel di eremake

Mung lam lamen marang esem lan manismu

Kapan kubertemu

Sak kedepan mata wis marem atiku

Composer(s) / Author(s) : Xin Rong Chen & Chuan Xiong Zhou

Adaptor/Translator : Anton Obama

Arranged by Tri Wijaya

Original Publisher(s) by Hasayake Music Ltd.

Sub-Publisher by PT Suara Publisindo on behalf of Universal Music Publishing Ltd. Taiwan

Recorded @ Harper Studio

Engineered by Bambang Hari Permana

Mixed byBambang Hari Permana
©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

Kolaborasi 3 Pop Star, Afgan, Isyana, dan Rendy Bersatu Dalam Heaven

Afgan, Isyana, Rendy - Lagu Heaven

Valentine’s Day tahun ini dirasa sangat berbeda untuk penyanyi Afgansyah Reza, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo. Untuk pertama kalinya mereka berkolaborasi dalam 1 project yang sama yaitu sebuah lagu berjudul ”HEAVEN” yang dirilis pada tanggal 14 Februari 2018.

Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Dalam waktu hanya setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan.

Tanggal 14 Februari merupakan tanggal yang dipilih untuk merilis lagu ini karena lagunya sangat menggambarkan cinta yang tidak rumit, simpel dan membawa perasaan bahagia.

“Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih” cerita Isyana mengenai lagu ini.

“Harapannya sih dengan lagu ini, orang-orang mulai lagi menebar kebahagiaan, bahwa cinta tidak perlu dibuat rumit “ kata Rendy.

“Kita pengennya bahwa kolaborasi ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan juga diharapkan bisa menembus pasar ASIA, karena lagu ini akan dirilis di 3 Negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapore. Itupula alasan kenapa lagu ini dibuat dalam bahasa Inggris “ ujar Mahavira Wisnu selaku A&R Director Sony Music Entertainment Indonesia.

 

HEAVEN adalah Kolaborasi 3 Artist dan 2 Label

Dalam kurun waktu hanya 3 bulan dari mulai membuat lagu hingga rekaman, project kebetulan dari ketiga pop star ini merupakan perdana dalam dunia musik. Memiliki kekuatan karakter dari masing-masing penyanyi diharapkan dapat memberikan suguhan musik yang berbeda untuk masyarakat.

Perbedaan label yang menaungi 3 artist ini tidak menjadi penghalang untuk berkolaborasi. Isyana dan Rendy berada pada Sony Music Entertainment Indonesia sedangkan Afgan berada dibawah naungan Trinity Optima Production. Tidak ada halangan tidak ada batasan, karena sejatinya musik adalah senjata yang bisa menyatukan bukan memisahkan. Dengan musikalitas dan karakter berbeda dari 3 artist ini akhirnya tercipta karya kolaborasi yang apik.

Pada tanggal 21 Februari 2018 nanti, lagu HEAVEN akan dihadirkan dalam sebuah bentuk pertunjukan live music yang akan di gelar di The Pallas Jakarta.

 

Afgan, Isyana dan Rendy yang Saling Mengagumi

“Personally gw sangat mengagumi dua-duanya, bahkan waktu workshop bareng Rendy sempet ngerasa gak pede karena Rendy jago banget main gitarnya. Intinya mereka talented dan seru banget“. ujar Afgan menceritakan kekagumannya terhadap Isyana dan Randy.

“Dari awal diajak buat gabung dan punya ide buat bikin lagu bareng langsung udah berasa banget feel-nya, istilahnya kita satu frekuensi, dan mereka berdua sangat open minded.” ujar Isyana

“Dulu sebelum pindah ke Jakarta, sering banget cover lagu Afgan dan sekarang kerja bareng, sempet merasa sangat gak pede, tapi Afgan ternyata seru banget” tambah Rendy.

 

Tentang Afgan

Afgansyah Reza lahir dan besar di Jakarta pada tanggal 27 Mei 1989 dari keluarga penikmat musik. Karier bermusiknya dimulai di tahun 2008 ketika ia dan teman-temannya membuat sebuah album musik personal di sebuah studio rekaman. Hasil rekaman tersebut menarik perhatian seorang produser untuk mengajak Afgan menjadi penyanyi professional. Dengan warna vokalnya ikonik, dan lewat lagu yang pop romantis seperti “Sadis” dan “Bukan Cinta Biasa”, Afgansyah Reza sukses mendulang kepopulerannya sebagai penyanyi solo terbaik di Indonesia.

Baca: Profil Afgansyah Reza

Mengusung genre musik pop, soul, jazz, dan R&B, Afgan tidak hanya mencuri perhatian penikmat musik nasional tapi juga internasional seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, Taiwan, dan masih banyak lagi lainnya. Di tahun 2016, Afgan juga sukses melangsungkan konser Asia Tour yang berhasil terjual habis di seluruh Asia.

Sejak kehadirannya sudah beragam penghargaan yang ia dapatkan. Mulai dari MTV Indonesia Awards, Nickelodeon Indonesia Kids Choice Awards, Anugerah Planet Musik, Anugerah Musik Indonesia, dan masih banyak lagi lainnya.

Pada Februari 2018 ini Afgan merilis album DEKADE yang berisikan kumpulan lagu – lagu terbaik selama 10 tahun berkarir. Lagu HEAVEN termasuk ke dalam album tersebut dan di daulat menjadi single pertama.

 

Afgan with Isyana Sarasvati & Rendy Pandugo – Heaven | Video Lirik
https://youtu.be/wIxEEkJZuVU

Maudy Ayunda Hadirkan Oxygen Baru Lewat Perwujudan Mimpi

Maudy Ayunda

Setelah lebih dari 7 tahun berkarier di dunia musik, kini Maudy Ayunda telah siap meluncurkan album ketiganya yang akan diberi nama “Oxygen”. Lewat single terbarunya “Ku Tunggu Kabarmu”, Maudy Ayunda memberikan gambaran warna musik yang akan ia usung di dalam album barunya tersebut.

Berbeda dari karya-karya Maudy sebelumnya, pada album ini Maudears akan disuguhkan warna musik yang lebih berani dan dnegan lirik yang personal. Maudy sendiri terlibat secara langsung sebagai produser dalam album ini. Mulai dari penulisan lagu, pemilihan arranger, dan juga pemilihan musisi untuk kolaborasi, semua Maudy lakukan sendiri. Persona dewasa yang lebih matang dalam bermusik sangat terasa dalam album ini. Dan rencananya, tanggal 15 Februari nanti, ia akan mengadakan intimate showcase special untuk peluncuran album terbarunya tersebut.

Tertarik untuk mengikuti intimate showcase special Maudy Ayunda? Bersama CIMB Niaga, Maudy Ayunda mengadakan kompetisi yang bisa diikuti. Cukup memposting foto bersama “Oxygen” (bisa bersama orang ataupun benda yang memiliki makna mendalam) ke Instagram dengan caption mimpi yang ingin dicapai 2018. Gunakan tagar #ShowYourOxygen #KejarMimpi dan follow akun @maudyayunda dan #trinityoptima. 50 foto dan caption yang paling menarik, bisa memenangkan tiket menonton intimate showcase dari Maudy Ayunda. Dan tiga peserta dengan foto dan caption terbaik juga berhak mendapatkan perwujudan mimpinya tersebut bersama CIMB Niaga. Kompetisi ini akan berlangsung sampai 11 Febaruari mendatang. Tunggu apalagi, saatnya #ShowYourOxygen!

Maudy Ayunda – Kutunggu Kabarmu | Official Video Clip
http://bit.ly/MaudyKutungguKabarmuVC

Armand Maulana – Tunggu Di Sana, Terinspirasi Musik 80-an

Armand Maulana - Tunggu Di Sana

Armand Maulana baru saja meluncurkan single terbarunya “Tunggu Di Sana” pada bulan Desember lalu. Dan dalam hitungan minggu lagu tersebut sudah menjadi favorit banyak orang. Dengan nuansa musik yang upbeat dan sedikit kick bass era 80-an, lagu ini bisa dibilang merupakan lagu impian Armand Maulana.

“Selama ini banyak yang nanya ke gue apa sih alasannya gue memilih project solo? Dan alasan utamanya adalah banyak ide-ide musik yang selama ini terlintas bareng sama Gigi tapi enggak pernah tercapai di karya kami. Karena itu, saya coba lah untuk menunangkan ide-ide tersebut ke dalam tiap lagu solo saya. Dan lagu ‘Tunggu Di Sana’ menjadi salah lagu yang merepresentasikan ide saya tersebut,” papar Armand dalam sebuah interview. “Karena saya kan besar di era musik 80-an, Phill Collin, Genesis, dan The Police itu besar sekali pengaruhnya terhadap gaya saya bermusik. Dan muansa 80-an itu sangat terdengar di lagu ini,” tambahnya.

Armand Maulana - Tunggu Di Sana

Untuk menyebarkan antusias lagu “Tunggu Di Sana”, Armand Maulana bersama GRAB Indonesia, membuat sebuah projek “Tunggu  Armand Di Sana X GRAB”. Pada projek ini, Armand mengajak penggemarnya untuk memposting foto di tempat menunggu spesial mereka ke Instagram dengan menggunakan tagar #TungguDisana #DekatDenganArmand #DekatDenganGRAB. Lima peserta yang memposting foto dengan alasan terunik akan Armand Maulana jemput di tempat tersebut. Tidak hanya itu, peserta juga berkesempatan untuk memenangkan handphone Xiami Yi, Headphone, dan juga voucher belanja. Untuk informasi lebih lanjut, cek di Instagram @trinityoptima. Kompetisi ini akan berlangsung sampai 12 Februari mendatang. Jadi, #TungguDiSana ya!

Armand Maulana – Tunggu Di Sana | Official Video Clip
https://youtu.be/YAGFnTB6Hpo

Rossa Hang Out Bersama Indomusikgram

Rossa Indomusikgram

Tahun 2018 dibuka dengan semangat baru dan suka cita. Rossa, salah satunya membukanya dengan bertemu dengan penggemarnya yang telah membuat cover lagu “Tlah Mencoba” untuk kompetisi yang diadakan bersama Indomusikgram. Bersama Indomusikgram, terpilih 8 pemenang yang berhasil bertemu dan hang out bersama Rossa.

Berlokasi di Leistar HQ, Kebun Jeruk, Rossa bertemu langsung dengan para creator Indomusikgram dan juga pemenang kompetisi. Kedelapan pemenang memiliki gaya bermusik yang khas dan pada hari itu, mereka semua menampilkan kemampuan mereka dihadapan Rossa. Salah satu grup yang menyita perhatian Rossa, seorang pemain saxophone bernama Fellix membawakan lagu “Tlah Mencoba” dengan sempurna. Diiringi dengan gitar akustik, Fellix berhasil menyulap instrumen lagu “Tlah Mencoba” menjadi lebih romantis. “Mau nge-jam bareng enggak?” ungkap Rossa yang terpukau dengan permainan Fellix. Tapi dengan jenaka, Fellix menolak dan menjawab “kapan-kapan aja,” balasnya.

Rossa IndomusikgramRossa Indomusikgram

Selain menghabiskan waktu bersama, Rossa juga sempat memberikan masukan dan semangat kepada teman-teman untuk tetap berkarya. “Musik itu bisa dibuat dimana saja dan kapan saja. Dan musik engagk kenal waktu dan jaman. Jadi tetaplah berkarya, walaupun kalian memilih untuk tidak terjun di dunia musik,” ungkap Rossa.

Dari delapan pemenang yang dipilih, ada tiga pemenang yang berhasil memenangkan sejumlah uang dari Trinity Optima Production, album “New Chapter” yang sudah ditandatangani Rossa, dan juga bingkisan dari Indomusikgram.

Pada kesempatan tersebut, Rossa menyempatkan untuk nge-jam bersama seluruh peserta yang hadir dengan membawakan lagu-lagu terbaru Rossa. Para creator dari indomusikgram juga telah menyiapkan sebuah lagu kejutan yang berupa medley lagu-lagu hits dari Rossa. Acara pada sore itu ditutup dengan penampilan Rossa yang membawakan lagu “Tlah Mencoba” dan “Jangan Hilangkan Dia”. Benar-benar sebuah acara yang inspiratif.

Rossa – Tlah Mencoba | Official Video Lirik
https://youtu.be/_0uYGdKa3mY

Setia Band Rilis Single Terbaru, ‘Antara Cinta Kita Berdua’

Setia Band - Bintang Kehidupan, Antara Cinta Kita Berdua

Sukses dengan single Ngumpul-ngumpul, kini Setia Band telah siap meluncurkan lagu favorit lainnya yang berjudul Antara Cinta Kita Berdua. Lagu dengan aransemen ballad yang kuat ini diyakini bisa memanjakan penggemar Setia Band.

Band Pop Melayu memang sudah telanjur melekat pada setiap karya yang diciptakan oleh Charly. Seperti di lagu Antara Cinta Kita Berdua ini, sebuah lagu baru yang bergenre Pop Ballad hadir dengan aransemen musik yang Slow Beat. Aransemen yang menyiratkan kesedihan dari isi lagunya membalut sekujur lagu menjadi terasa dramatis bagi yang mendengarkannya. Terlebih bagi mereka yang pernah merasakan pengalaman yang sama dalam kehidupan cintanya.

Hal tersebut yang membuat Trinity Optima Production yakin untuk mengangkat single Antara Cinta Kita Berdua sebagai single kedua dari album Setia Band yang berjudul Bintang Kehidupan. Lagu yang ditulis dan diaransemen sendiri oleh Charly Van Houten ini juga di co-produseri oleh Ivan Dewanto yang berhasil mengeluarkan sisi ballad yang lebih kuat untuk lagu ini. “Lagu demo yang dibuat Charly dan Pepeng sebenarnya sudah bagus banget, tapi pas kita tambahkan elemen melodi keyboard dari Ivan Dewanto membuat lagu ini kian berkesan,” ungkap Mhala selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Untuk melengkapi single ini, sebuah video klip sudah disiapkan. Untuk konsep video klip ini menceritakan tentang sebuah hubungan bertepuk sebelah tangan. Di video klip ini memperlihatkan sebuah hubungan antara Charly dan kekasihnya yang baru kehilangan penglihatannya. Dengan ketulusan dan penuh keikhlasan Charly mencoba membuat kekasihnya menerima kekurangannya tersebut. Namun ternyata semua itu hanya sebuah sandiwara peran. Sang kekasih yang ditampilkan sejak awal hanya seorang aktor yang sudah memiliki kekasih. Satu hal yang tidak diketahui adalah perasaan Charly kepada sang perempuan itu nyata adanya. Setidaknya, seperti itulah yang ingin sang sutradara, Nadya Apriliyani, coba visualkan dalam video klip ini. Penasaran seperti apa video klipnya? Yuk lihat klipnya di bawah ini:

Setia Band – Antara Cinta Kita Berdua | Official Video Clip
https://youtu.be/xXzAFH_5vY4

Dengarkan juga lagu Antara Cinta Kita Berdua ini di Spotify dan Joox


ANTARA CINTA KITA BERDUA (Lirik)

  Kau adalah darahku

Kini kau t’lah ajukan tuk berpisah dariku

Dan rasakan rasa sakitnya hatiku

Karna kau trus slalu salah tuk menilai diriku

 

Ku tak sanggup melupakan dirimu

Kehilangan dirimu melumpuhkanku

Kau menganggapku tak bisa setia

 

Antara cinta kita berdua

Berakhir dengan cerita duka

Perpisahan tlah membuat jadikan dirimu

Sudah bukanlah milikku, sudah bukanlah milikku

 

Composed by Moch. Charly VH

Published by PT. Massive Music Entertainment

Arranged by Moch. Charly VH

Guitar & Bass by Moch. Charly VH

Lead Guitar by Pepeng

Drums by Jantan

Keys by Shandy Eka Permadi& Ivan Dewanto

Recorded @KANAMUSIK

Mixed by Ismail Arafat

@TrinityOptimaProduction2017

Mati Gaya, Single Terbaru Lesti Yang Penuh Perjuangan

Mati Gaya

Sejak menjuarai ajang pencarian bakat musik dangdut di sebuah stasiun televisi swasta, Lesti dikenal dengan suara cengkoknya yang khas. Dan kini, setelah tiga tahun dari hari kemenangannya, perempuan berusia 18 tahun ini kian ternama. Setelah sukses dengan singlenya Egois dan Buka Mata Hati, Lesti kini telah siap meluncurkan single kelimanya yang berjudul Mati Gaya.

Lagu Mati Gaya ini sebenarnya sudah diciptakan sejak lama oleh Mhala dan Inu Numata untuk penyanyi lain. “Sebenarnya lagu ini dibuat untuk penyanyi pop lain dari Trinity Optima Production. Tapi karena lirik dan beat nya di rasa kurang pas, maka kita coba lagu ini ke artis lain. Dan saat Lesti minta dibuatkan lagu, kami coba menggunakan lagu ini. Ternyata pas di tes vokal lagunya cocok dengan warna suaranya Lesti,” papar Mhala Numata selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Lesti Mati Gaya

Mhala mengaku, kalau proses rekaman single ini terbilang cukup sulit. Setidaknya Lesti butuh tiga kali take vocal untuk mendapatkan hasil yang maksimal. “Lagu Mati Gaya ini punya nuansa modern pop yang kuat. Dan saat Lesti membawakan lagu ini, kami ingin agar genre lagu ini bisa tetap terasa di tengah suara cengkok Lesti yang khas,” tambah Mhala. Tidak hanya suara untuk rekaman, lagu ini juga akhir di aransemen khusus oleh Marcel Aulia agar musik dangdut yang tercipta tetap memiliki beat-beat yang modern.

Sebagai penyanyi, Lesti jelas merasa tidak sabar melihat reaksi penggemarnya untuk mendengarkan single terbarunya tersebut. “Jujur, sudah enggak sabar dan deg-deg –an rasanya menantikan lagu Mati Gaya rilis ke publik. Karena lagu ini, punya konsep musik yang beda dari biasanya,” ungkap Lesti penuh antusias.

Wah, penasaran seperti apa sih lagu terbaru Lesti yang Mati Gaya? Lagu ini sudah bisa di dengarkan di online streaming dan juga di radio-radio kesayangan Anda. Jadi jangan lupa di request dan juga tambahkan lagu ini ke playlist Anda!

Lesti Mati Gaya | Official Video Clip
https://youtu.be/OjUnjbICVtM

Mati Gaya (Lirik)

Sejak pertama bertemu

Hatiku sudah terpaku

Seperti bukan diriku

Bila ku tanpa dirimu

 

Apakah rahasiamu

Kau menjerat pikiran ku

Ku jadi tak tahu malu

Saat ku dekat denganmu

 

Bila diri ku lihat gayamu

Aku tak mampu menahan inginku

 

Kau membuat diriku gila

Tergila gila gila karnamu

Sungguh tak bisa aku gila

Gila tanpamu

 

Kau buat tak berdaya

Kau buat diri ku ini mati gaya

Sumpah diri ku takkan rela

Milik ku saja

 

Kau membuat diriku gila

Tergila gila gila karnamu

Kau membuat ku tak berdaya

Kau buat aku mati gaya gaya

 

Composed by : Inu Numata, Mhala Numata & Lola Purnama Dewi

Arranged by Marcel Aulia

Vocal Produced by Mhala

Recorded @ Backbeat Studio

Engineered by Anggi Angooro

Mixed by Gitaroni Chandra

Mastered by Dimas Pradipta @Sum It Studio

@TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2017