trinity_logo_web.png
Menu
Afgan Telah Menemukan Cinta Lamanya Kembali

 

Setelah sukses dengan lagu “Heaven” sebagai pembuka single dari album “Dekade”, kini Afgan telah siap dengan suguhan terbarunya, “Love Again”. Lewat lagu ini, Afgan ingin mengajak seluruh penikmat musik Indonesia untuk mengenang kembali perasaan cinta lama dengan nuansa musik 90-an.

 

LAGU THROWBACK

Nuansa beat R&B khas 90-an yang menyatu dengan vokal dari seorang Afgan membuat lagu “Love Again” sangat menyenangkan untuk didengar berulang kali. “Ini salah satu lagu favorit saya di album Dekade, karena di lagu ini saya benar-benar bisa menampilkan musik yang saya sukai,” ungkap Afgan. “Mungkin ini bentuk kerinduan saya terhadap musik 90-an, sehingga menjadi semacam throwback. Karena musik seperti ini lah yang sering saya dengarkan saat kecil dan kurang lebih mempengaruhi gaya bermusik saya hingga hari ini. Dan sejak awal, saya sudah mempercayakan Kitut untuk membuat progressive chord ke dalam lagu ini. Karena selama kerja bareng sama Kitut, saya perhatikan Kitut selalu bisa memberikan elemen RnB 90-an ke dalam musik yang saya inginkan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, dalam penggarapannya Afgan memastikan lirik yang ada di lagu ini pun bisa membawa pendengarnya kembali ke musik pop 90-an. “Saya dan Mhala sengaja mencari kata-kata yang biasa digunakan lagu-lagu di 90-an agar lebih terasa lagi kesan throwback nya,” papar penyanyi kelahiran tahun 1989 ini. “Di lagu ini saya sengaja mengusung tema yang cukup sedih di bagian lirik tapi musiknya up beat yang bikin semangat. Optimisme, mungkin adalah satu kata yang bisa menggambarkan lagu ini. Optimis kalau seseorang yang pernah dicintai bisa kembali bersama lagi,” tambahnya.

Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta lama. “Lagu ini menceritakan tentang perasaan seseorang yang masih mengharapkan perasaan yang sama dengan sang mantan kekasih. Perasaan yang mungkin banyak dialami oleh banyak orang”, paparnya.

 

BEAT 90-AN

Awalnya, Afgan sempat ragu untuk memasukan lagu ini ke dalam album “Dekade”. Setelah bolak-balik revisi dan dibuat dua versi musik, akhirnya Afgan mantap memasukan lagu ini ke dalam album Dekade. “Kebetulan kami memang sedang kerja bareng dengan DJ asal Malaysia, Tatsuro Miller. Waktu itu dia mempresentasikan beat-beat snare 90-an yang kebetulan disukai oleh Afgan. Lalu, Kitut hadir dalam lagu ini membantu membuat circle chord, saya dan Afgan membuat notasi dan liriknya,” papar Simhala Avadana selaku A&R Trinity Optima Production. “Dan sudah sejak awal kami sudah setuju kalau konsep lagu ini akan menceritakan tentang perasaan seseorang yang masih hung up dengan mantannya. Baby have I ever crossed your mind? Jadi perasaan yang masih penasaran dengan sang mantan,” tambahnya.

Penasaran seperti apa lagu “Love Again”? Single “Love Again” sudah bisa didengarkan di seluruh radio di Indonesia dan juga telah tersedia di berbagai aplikasi streaming musik. Yuk tonton video klipnya!

LOVE AGAIN (LIRIK)

Percayalah

Hanya kamu yang terpatri di benakku

Tak pernah ada yang lain, singgah di sanubari

 

Pedih hati melupakan kisah kita

Ku disini ,kan slalu

Menanti ,dirimu

Walau waktu permainkan cinta

 

Uh, i still believe in you

I stil believe in us

Will find our love again

 

Uh, i still believe in you

I still believe in us

‘cause love will find a way

 

Mungkin kita memang butuh ruang

Sementara tuk sadari

Betapa rindu ini menyiksa

Karna berpisah darimu

 

Tell me girl, where are you now?

Oh whatchu doin, and who are you with

Tell me

Baby baby have i ever crossed your mind?

 

Ku yakin kau pun merasa

Seperti yang aku rasa

Percayalah cinta

Kan temukan jalannya

I’m still in love with you

 

Composed by TATSURO MILLER / AFGANSYAH REZA / KITUT / SIMHALA AVADANA

Original Publisher(s) by THE REC ROOM SDN. BHD. / PT. MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT / PT. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Sub Publisher(s) by PT. SUARA PUBLISINDO on behalf of UNIVERSAL MUSIC PUBLISHING SDN. BHD. / PT. MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT / PT. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Music Produced by TATSURO MILLER

Vocal Produced by BOWO ‘SOULMATE’ @Backbeat Std, Jkt

Engineered by UCUP

Mixed by ARI ‘ARU’ RENALDI

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

KEJUTAN SHOWCASE DI SATU DEKADE AFGAN

Siapa yang tak kenal Afgan. Musisi yang telah merintis karirnya dari usia 18 tahun ini, baru saja merayakan satu dekade karier musiknya lewat album “DEKADE”. Kumpulan hits terbaiknya selama 10 tahun terakhir terangkum dengan apik dalam album tersebut. “Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama,” ungkap Afgan.

Dan, untuk merayakan peluncuran album “DeEKADE” dan juga perayaan 10 tahunnya dalam industri musik, Afgan telah mempersiapkan penampilan spesial bagi penggemarnya. Sebuah showcase special bertajuk “Afgan Satu Dekade” akan diselenggarakan pada tanggal 12 April mendatang di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta Selatan. Sebagai partner, JOOX telah mempersiapkan rangkaian acara seru untuk menambah antusias para Afganisme yang ingin menyaksikan penampilan Afgan dan juga berkesempatan membawa pulang uang senilai 10 juta rupiah.

 

Penasaran? Caranya gampang. Cukup membuat playlist lagu Afgan di aplikasi JOOX, lalu share playlist yang sudah dibuat ke akun Facebook dengan menggunakan tanda pagar #JOOXAFGANDEKADE dan mention @JOOX di dalam captionnya. 10 pemenang berkesempatan menyaksikan penampilan Afgan di Showcase “Afgan Satu Dekade” dan satu pemenang favorit akan membawa uang tunai senilai 10 juta rupiah. Program ini hanya berlangsung sampai 30 Maret 2018. Jadi jangan sampai ketinggalan yaa. Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di akun instagram @jooxid.

Gamma1 – “Tolong Dong”   “Janji Setia untuk yang Kasmaran”

Sukses dengan single “Jomblo Happy” yang tembus 42,7 juta views di Youtube, kini band melayu asal Bangka  ini siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Tolong Dong”. Dengan sedikit perubahan aransemen dan musik, Gamma1 yakin lagu terbarunya kali ini bisa membawa angin segar bagi penggemarnya yang merindukan lagu-lagu pop melayu dari mereka.

 

LAGU KASMARAN

Lagu “Tolong Dong” ini sendiri menceritakan tentang perasaan sepasang kekasih yang tengah merindu kala menjalani hubungan jarak jauh. “Jadi di lagu ini, menceritakan kekhawatiran seorang kekasih yang tidak bisa hadir pada momen-momen penting pasangannya. Namun, kekasihnya meyakinkan, walaupun jarak memisahkan tapi hati dan pikirannya selalu ada untuknya,” ungkap Heri sang vokalis yang juga menciptakan lagu ini.

Secara tersirat, lagu ini merupakan sebuah janji setia antar pasangan kekasih untuk selalu menjaga perasaan mereka. “Lagu ini sebenarnya sangat cocok buat mereka yang tengah kasmaran, tengah jatuh cinta. Pasangan yang melulu mencari alasan untuk bertemu atau sekadar di perhatikan,” tambahnya.

ARANSEMEN BEDA

Lagu “Tolong Dong” sendiri sudah rampung dibuat sejak tahun 2014, namun karena satu dan lain hal akhirnya lagu ini ditunda peluncurannya. Dan tahun 2018 ini dianggap menjadi tahun yang pas untuk memperdengarkan single ini ke pasaran. Lagu yang awalnya diberi judul “Arjuna” ini mengalami beberapa perubahan. Baik dari segi aransemen musik maupun judul lagu. “Awalnya lagu ini kami beri judul ‘Arjuna’ tapi karena kata-kata ‘Tolong Dong’ juga cukup dominan dan gampang diingat oleh pendengar, jadi kami ganti judulnya. Dan musiknya pun mengalami perubahan tempo dan aransemen yang segar, pokoknya lagu lama dengan kemasan baru,” tutur Heri.

Walaupun mengalami perubahan, tapi Heri dan kawan-kawan tidak mengalami banyak kesulitan saat proses rekaman. “Mungkin kalau dari segi kesulitan sih enggak ada. Hanya saja, kami selama ini lebih terbiasa mendengarkan lagu ini dengan aransemen yang lama. Jadi ketika musiknya harus diaransemen ulang dan dibuat berbeda, di situ kami merasakan pengalaman yang unik,” pungkasnya. Wah, daripada penasaran, yuk dengarkan lagu terbaru dari  Gamma1 “Tolong Dong” di radio-radio kesayangan Anda. Dan jangan lupa untuk menambahkan lagu “Tolong Dong” ke dalam playlist Anda di aplikasi digital streaming kesayangan Anda: https://lnk.to/Gamma1_TolongDong 

Yuk, tonton video klip terbaru Gamma1 – Tolong Dong sekarang!

Maudy Ayunda duet with Teddy Adhitya We Don’t (Still Water) “Hubungan Problematis yang Romantis”

 

Hubungan tak selalu penuh canda tawa dan bahagia selamanya. Ada kalanya, hubungan yang terjalin penuh drama dan juga kebingungan. Setidaknya hal itulah yang ingin coba diungkapkan Maudy Ayunda dan Teddy Adhitya lewat lagu yang mereka tulis bersama, “We Don’t”.

Sudah sejak lama Maudy Ayunda ingin bekerja sama dengan Teddy Adhitya. Dan saat kesempatan tersebut  datang, tidak butuh waktu lama untuk keduanya membangun chemistry musik.  “She is super smart. Dan waktu ketemu untuk ngobrolin lagu ini, ternyata kita sama-sama sudah mikirin ide yang sama. Jadi semuanya ngalir aja pas nulis lagunya,” ungkap Teddy yang merasa tidak menemukan kendala apapun dalam merampungkan lagu “We Don’t”. Senada dengan Teddy, Maudy pun merasakan kenyamanan yang serupa dari kolaborasi ini. “Aku dan Teddy tuh orangnya sangat lyrical. Di lirik lagu ini ada kata ‘Still Water’ yang intinya ingin menggambarkan cermin. Dan untuk mendapatkan kata-kata itu kita kayak susah banget. Karena, kita berdua sama-sama maunya pakai kata-kata poetic di dalam lagu ini,” papar Maudy.

Lagu ini sendiri menceritakan tentang dysfunctional relationship yang mungkin dihadapi banyak pasangan. Sebuah hubungan yang bisa dibilang menyenangkan, namun ketika keduanya tengah menghadapi masalah, masing-masing dari mereka memiliki caranya tersendiri untuk mengekspresikan masalahnya. “Lagu ini menceritakan sebuah hubungan yang bisa berada dalam kekacauan tapi juga terasa menyenangkan dalam waktu bersamaan. Jika diibaratkan dalam air tenang, pasangan ini bisa saling melihat refleksi mereka masing-masing, tapi ketika air hujan datang, airnya jadi beriak dan kacau. Tapi karena keduanya saling menerima ‘kegilaan’ masing-masing, jadi pasangan ini selalu setia menunggu hujan itu reda agar bisa saling mencintai lagi,” jelas Teddy.

Lagu yang kaya akan lirik puitis ini diaransemen oleh Alam Urbach dan Teddy Adhitya. Dengan nuansa musik akustik yang organik, lagu ini mampu memberikan gambaran hubungan problematis tapi masih menemukan sisi romantis dalam sebuah hubungan. Maka, tidak mengherankan ketika lagu ini dipilih Maudy sebagai single kedua dari album terbarunya “Oxygen”. Penasaran seperti apa lagunya?

Seluruh lagu di album Maudy Ayunda “Oxygen” sudah bisa didengarkan langsung di seluruh platform streaming digital, mulai dari Apple Music, JOOX, Spotify, iTunes, dan juga Yonder. Simak juga video klip “We Don’t”, di bawah ini:

New Album – DEKADE AFGAN “10 Tahun Eksplorasi Jati Diri Musik”

Untuk bisa bertahan di industri musik dalam negeri jelas bukan perkara mudah. Karena dibalik hasil karya-karyanya yang ikonik, tiap musisi memiliki perjuangannya tersendiri dalam menjaga eksistensinya. Tidak terkecuali  Afgan. Musisi yang telah mengawali karier sejak tahun 2008 ini memiliki ceritanya tersendiri untuk mencapai kesuksesannya saat ini.

 

Apa makna album “Dekade” ini untuk Afgan sendiri?

“Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama.”

 

Setelah 10 Tahun Berkarya, apa yang berubah dari Afgan?

“Enggak ada yang berubah. Saya masih jadi diri saya sendiri. Saya masih memiliki insekuritas yang tinggi, masih enggak percaya diri, masih punya rasa takut. Semua masih ada pada diri saya. Tapi saya sendiri banyak merasa berkembang dari segi musikalitas, performance, dan taste music. Kalau Afgan yang dulu mungkin masih mencari-cari tahu gaya apa yang pas, akhirnya coba tiru sana sini. Setelah 10 tahun, saya sudah di tahap yang tahu apa yang saya mau. Saya juga sudah lebih nyaman untuk menjadi diri sendiri. Dan lebih yakin dengan apa karya yang saya kerjakan.”

 

Apa yang bisa diekspektasikan dari Afganisme ataupun pendengar musik nasional dari album ini?

“Saya berharap mereka bisa melihat perkembangan dan pendewasaan saya dalam bermusik selama 10 tahun terkahir. Saya berharap mereka bisa bernostalgia dengan beberapa lagu lama yang ada di album ini, tapi juga mereka bisa mendengar eksplorasi musik yang saya hadirkan di album ini.”

 

Jika Afgan di tahun 2008 melihat Afgan hari ini, apa yang akan dia rasakan?

“Saya rasa dia akan bangga dengan seluruh proses yang saya jalani hingga hari ini. Karena saya tahu, perjalanan berkarya selama 10 tahun ini tidaklah mudah baginya. Karena Afgan di masa itu punya low self esteem, tidak punya teman dan sangat pemalu. Dan setelah 10 tahun, banyak hal yang telah berkembang dari kepiribadian maupun pemikiran saya. Tapi bukan berarti saya sudah menjadi diri saya yang sempurna, saya merasa masih punya banyak ruang untuk perbaikan. The best is yet to come.

 

Di dalam membuat album kelimanya ini, Afgan tidak sendiri. Bersama Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production, dan beberapa arranger pilihan, turut membantu Afgan untuk merampungkan album ini. “Yang saya suka dari album ini, Afgan mau mengeksplorasi ranah musik yang tidak biasa dari album-album dia sebelumnya.” Ungkap Mhala. “Di album ini kita bisa sama-sama dengar Afgan membawakan lagu ‘Sadis’ dengan sentuhan rock blues 80-an, ada juga lagu ‘Love Again’ yang dibawakan dengan lagu upbeat 90-an. Benar-benar sebuah memoar musik yang terangkum dengan apik selama 10 tahun Afgan berkarya,” tambahnya.

 

Dalam pembuatan album ini, Afgan memang lebih detail dan sangat kritis dengan karya-karyanya. Sangat besar peran serta Afgan dalam pembuatan album ini , mulai dari penulisan lagu, pemilihan notasi sampai pemilihan mastering di Inggris. Dan dalam waktu dua bulan, album DEKADE ini pun bisa diselesaikannya. Dan hasilnya sangat memuaskan, nuansa keseluruhan album yang hangat dengan rasa nostalgia yang tinggi bisa dinikmati di berbagai situasi. Berikut trek demi trek yang ada di album ini:

 

Love Again

Untuk pembuka album DEKADE ini, sebuah lagu yang di aransemen Tatsuro Miller menjadi pilihannya. Lagu dengan beat pop R&B khas 90-an menyatu dengan vokal Afgan yang khas membuat lagu “Love Again” ini sangat menyenangkan untuk didengar berulang kali. Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta lama.

 

Sudah

Afgan kembali membawakan lagu power ballad yang menjadi ciri khasnya ke dalam trek kedua, “Sudah”. Di lagu ini, Afgan berhasil memperlihatkan sisi lainnya dalam bermusik. Diproduseri oleh Marco Steffiano, nuansa musik yang sedikit kelam terasa sejak intro pianonya. Lirik lagunya sendiri tak kalah dramatis, lagu ini menceritakan perasaan seorang kekasih yang menyadari kalau pasangannya tidak akan bisa mencintainya seutuhnya. Kisah cinta yang mungkin banyak bisa dirasakan banyak orang.

 

Heaven

Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Hanya butuh waktu setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan. “Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih,” cerita Isyana mengenai lagu ini.

 

Take Me Back

Tatanan musik yang berbeda dari karya-karya Afgan sebelumnya terdengar lantang di lagu “Take Me Back”. Di lagu ini, aransemen R&B dengan dominasi beat-beat hip hop yang kental, menyatu sempurna dengan vokal Afgan yang khas. Dilengkapi dengan rap lincah dari uprising Indonesian rapper, Ramengvrl, lagu hasil workshop di Malaysia bersama SonaOne ini tidak hanya sarat makna cinta tapi juga cocok untuk menjadi teman lari pagi yang pas.

 

Sadis

Setelah 10 tahun berlalu, lagu “Sadis” akhirnya hadir dengan aransemen yang berbeda. Lagu yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi untuk karier bermusik Afgan ini mendapatkan aransemen yang cukup unik. Tanpa meninggalkan alunan piano yang menjadi ciri khasnya, lagu “Sadis” mendapatkan sentuhan rock blues 80-an di bagian refrain-nya. Lewat lagu ini, Marco Steffiano selaku arranger, ingin menyisipkan sisi rock and roll dari Afgan yang selama ini tidak pernah ditampilkannya. Dan hasilnya, menakjubkan!

 

Bukan Cinta Biasa

Di album ini, lagu “Bukan Cinta Biasa” diaransemen dengan sangat hati-hati dan juga detail mengingat lagu ini punya nilai historic tersendiri untuk Afgan. Tanpa meninggalkan karakter asli dari lagu ini sendiri, Ari ‘Aru’ Renaldi memberikan aransemen musik yang berbeda kedalamnya. Suara petikan gitar akustik dan alunan biola yang cukup dominan, lagu “Bukan Cinta Biasa” di album ini menawarkan sesuatu yang terdengar baru tanpa meninggalkan elemen nostalgia yang ada di dalamnya.  Afgan sendiri banyak memberikan nada falsetto nya untuk memaksimalkan kebaruan yang ada di lagu ini.

 

Bawalah Cintaku

Mengaransemen ulang lagu yang sangat dicintai oleh banyak orang bukanlah perkara mudah. Namun Andi Rianto mampu meracik ulang lagu yang sangat ikonik ini dengan gaya bermusiknya yang khas. Alunan nada yang begitu megah dari lagu ini diubah begitu indah dengan menggunakan aransemen sederhana dari piano, strings, woodwinds, tanpa rhythm section. Keelokan liriknya yang romantis kian istimewa dengan kehadiran Sheila Majid dalam lagu ini. Warna suaranya Sheila yang khas berpadu sempurna dengan karakter vokal Afgan. Lagu lama karya Bebi Romeo ini pun terdengar seperti sebuah lagu baru.

 

Knock Me Out

Sebuah lagu bernuansa pop R&B ceria dengan sound yang fresh dan fun, menggabungkan lirik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati. Lagu ini sempat mendulang popularitas di tahun 2015. Mulai dari beragam penghargaan musik Indonesia dan hingga menjadi jingle iklan produk kecantikan di dapatkan lagu ini sendiri. Lagu yang menceritakan tentang penantian yang sudah berakhir karena bertemu dengan seseorang yang sangat spesial di hati. “Ibaratnya seperti menemukan seseorang yang benar-benar membuat saya terpana, merasa cocok dan berjanji tidak akan melepaskannya,“ ucap Afgan.

 

 Kunci Hati

Afgan menulis lagu ini pada 2015 lalu, bersama sahabatnya, Inu Numata. Bernada sederhana, namun melodius. Berlirik indah dan meaningful, dengan olahan musik yang menghenyakkan. Menyuguhkan kisah jatuh cinta yang sederhana, yang kemungkinan pernah dialami banyak orang. Salah satu keistimewaannya adalah dengan terlibatnya olahan aransemen string dari Ari Renaldi yang dieksekusi oleh Budapest Scoring Strings, Hongaria. Membuat kesederhanaan pesan dari lagu ini menjadi lebih bermakna.

 

Percayalah

Suara vokal Afgan yang ikonik selalu mampu kawin dengan sempurna penyanyi pop wanita. Tak terkecuali dengan Raisa. Setelah sukses berduet dengan Rossa lewat lagu “Kamu Yang Ku Tunggu”, kini giliran Raisa, penyanyi berwajah cantik dan bersuara emas yang telah mencuri hati para pencinta musik Indonesia sejak awal kemunculannya yang digaet Afgan untuk berduet. Sebuah kejutan manis bagi pemuja kedua solois papan atas ini. Lagu super romantis yang diaransemen dengan sangat indah oleh Ari Aru Renaldi ini sendiri bercerita tentang cinta sejati, dan sukses dijadikan lagu tema untuk film “London Love Story”. Kolaborasi ini begitu dicintai oleh pendengar musik Indonesia, hal tersebut terlihat dari besarnya jumlah penjualan musik digital. Lagu ini berhasil berada di top song RBT dari tahun 2015 sampai tahun 2017.

 

Panah Asmara

Lagu yang dulu dipopulerkan oleh Alm. Chrisye di tahun 90an, sukses dibawakan ulang oleh Afgan dengan nuansa baru dan lebih fresh. Lagu yang diluncurkan pada tahun 2011 ini berhasil membuat penggemar Afgan terpukau dengan gaya bermusiknya yang berbeda dari biasanya. Jauh dari bayang-bayang melankolis yang pop, untuk pertama kalinya Afgan terdengar enerjetik dalam sebuah produksi musik. Perubahannya yang signifikan begitu dicintai penggemar musik Indonesia. Penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk musik Pop terbaik dan juga mix engineer terbaik di dapatkan Afgan untuk lagu ini.

 

Setia Menunggu

Nada lirih sarat kegelisahan menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih yang lantas dimatangkan olahan musiknya oleh gitaris dan produser Tohpati ini. Hanya dihidupkan oleh dialog gesekan cello bernada murung dengan petikan gitar akustik yang seolah menegarkan. Tak diragukan penghayatan vokal Afgan di sini, dan kembali menonjolkan kekuatannya dalam melantunkan lagu-lagu bernada pelan.

 

Kamu Yang Kutunggu

Di tahun 2014, Rossa meluncurkan single keduanya untuk album “Love, Live, & Music”. Di lagu ini, Rossa tak bernyanyi sendiri namun ia menggandeng Afgan sebagai teman duetnya. Walaupun sudah bersahabat sejak lama, lagu ciptaan Alam Urbach ini merupakan single duet perdana Rossa dan Afgan. Lagu ini menceritakan tentang sebuah mimpi dan kepercayaan akan cinta yang membuat penantian terbayar dengan sempurna. Andi Rianto adalah composer musik di lagu “Kamu Yang Ku Tunggu” ini, dengan alunan nada dari piano yang mendominasi lagu ini menjadi semakin romantis. Tipikal lagu yang tepat untuk diputar di momen-momen romantis seperti hari pernikahan atau anniversary. Overall, love is a celebration of life!

 

Jodoh Pasti Bertemu

Lagu yang dirilis tahun 2012 ini memang masih banyak dicintai oleh banyak pendengar musik Indonesia hingga hari ini. Menurut saya jodoh pasti bertemu ini mengajarkan keikhlasan. “Di liriknya lagunya menyatakan kalau kamu bukan jodohku, aku gak mengharapkan dia,” ungkap Afgan. Lagu ini juga sempat mengisi soundtrack film “Madre” di tahun 2013 dan berhasil memperoleh beragam nominasi penghargaan musik baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Menyambut direleasenya album “DEKADE” ini, serangkaian vlog behind the scene telah Afgan siapkan untuk penggemarnya di akun Youtube Trinity Optima Production. Mulai dari proses penulisan lagu sampai rekaman ia tampilkan di vlog ini. Dan sebuah video ucapan terima kasih Afgan kepada Afganisme yang selama ini mendukung kariernya juga telah ia siapkan untuk merayakan peluncuran album “DEKADE” ini. Albumnya sendiri telah diluncurkan pada tanggal 21 Februari lalu di seluruh platform digital. Selain itu, pastinya, penjualan CD album “DEKADE” dari Afgan dijual secara eksklusif di KFC seluruh Indonesia.

 

Bollywood, Single Terbaru Volmax Yang Bisa Bikin Orang Joget India

Volmax-Bollywood

Setelah lama tak terdengar, Volmax kini kembali hadir dengan single terbaru Bollywood. Setelah sukses membawakan single teranyar mereka “It’s Alright”, band yang digawangi oleh dua personil UNGU, Onci dan Enda pada gitar, DJ Iannow, DJ Arien Cathrine, Metha Meva pada vokal memastikan pendengarnya tetap bisa bernyanyi dan berdansa bersama.

Band yang mengusung genre electronic dance music (EDM) ini mengaku terinspirasi dengan budaya film India dalam membuat lagu ini. “Dibilang dipengaruhi oleh tayangan India, bisa dibilang iya juga. Tapi inti lagu ini sebenarnya menceritakan tentang perasaan jatuh cinta. Dimana seseorang kalau sedang jatuh cinta dia akan merasa seperti berada di film Bollywood,” ungkap Onci. “Karena biasanya kalau orang sedang jatuh  cinta kadang suka dikit-dikit nyanyi, dikit-dikit nari, seperti di film Bollywood,” tambahnya.

Lagu yang diproduksi oleh produser asal Malaysia Audi Mok ini berhasil membuat Enda jatuh hati sejak pertama kali mendengarnya. “Proses pembuatan single ini cukup cepat dan singkat. Karena lagunya sendiri sudah ada dari produser asal Malaysia. Jadi saya yang membantu menerjemahkan lagu ini ke bahasa Indonesia. Dan proses rekamannya sendiri hanya satu hari, tanpa kesulitan,” papar Enda.

Untuk melengkapi single ini, Upie Guava didapuk oleh Trinity Optima Production untuk memvisualisasikan lagu ini ke dalam bentuk video klip. Adapun konsep yang dibawakan oleh Upie ke dalam video klip cukup unik. Pasalnya ia memadukan unsur EDM dan India modern  ke dalam video klip ini. “Di sini kami banyak menggunakan  konsep yang glow in the dark scene, dan juga meng-highlight performance dari dari masing-masing anggota Volmax agar penonton bisa lebih mengenal personalitas mereka lebih dalam,” papar Upie. Lewat video klip ini, Enda berharap semoga musik mereka bisa diapresiasi dan mewarnai tangga lagu musik Indonesia. Penasaran seperti apa sih lagu Bollywood ini? Yuk, simak video klipnya di bawah ini:

VOLMAX – Bollywood | Official Video Clip
https://youtu.be/W4w8qn4pByY

BOLLYWOOD (lirik)

Kau yang mencuri hatiku ini

Kau yang membuat semuanya bersemi

Bunga ditaman hatiku

Mekar bersama hadirmu

Kau yang mencuri hatiku ini

 

Malam ini kau milikku

Kan kuhabiskan waktuku denganmu

Peluk diriku kita menyatu

Dalam lagu lagu cinta tentangmu

 

Berada di dekatmu membuat aku serasa di Bollywood

Bersama dirimu disini hidup terasa di Bollywood

Kan kubawa kau menyanyi dan menari

Menyusuri ruang hati yang bersemi

Ada di dekatmu membuat aku serasa di Bollywood

 

Ma Ma Ma Mama

Sungguh tak dapat ku tahankan rasa ini

Bahwa ku sangat ingin memiliki dirimu, inginkan cintamu

Yang slalu membuat hatiku berdetak trang tang tang tang

Excuse me are you ready to miss me?

Kau bisa bilang bahwa kau juga miss me

Excuse me are you ready to love me?

Kau bisa bilang bahwa kau juga love me

 

Berada di dekatmu membuat hati serasa di Bollywood

Bersama dirimu disini hidup terasa di Bollywood

Kan kubawa kau menyanyi dan menari

Menyusuri ruang hati yang bersemi

Ada di dekatmu membuat hati serasa di Bollywood

Composed by Audi Mok, Shazee Ishak, Helloluqman ; Adaptor/Translator : Enda Ungu

Original Publisher(s) byReplay Music Sdn. Bhd

Sub Publisher(s) by PT Massive Music Entertainment

Produced & Mixed by Audi Mok

Vocal produced by Bowo ‘Soulmate’ Recorded @Backbeat Std, Jkt

Engineered by Ucup

Mastered by Dimas Pradipta

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

Sarah Brillian Bikin Baper Lewat Lagu Sayang 2

Sarah Brillian - Sayang 2

Musik dangdut Indonesia selalu memiliki tempat tersendiri bagi penggemarnya. Kesuksesan beberapa penyanyi lagu dangdut Jawa Timur-an juga mendorong penyanyi dangdut lainnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk dapat berkibar namanya di ibukota. Peluang ini dengan jeli dilihat oleh Bp. Yonathan Nugroho – Managing Director PT.  Trinity Optima Production untuk ikut mendukung karier dan karya penyanyi dangdut Jawa Timur-an yang telah dikenal di daerahnya, Sarah Brillian, untuk bergabung di bawah naungan label 3D Entertainment.

Penyanyi dangdut asal Ponorogo ini bukanlah pendatang baru di kancah pentas dangdut Jawa Timur-an. Gadis kelahiran 26 Januari 1995 ini telah bercita-cita menjadi sinden sejak ia masih kecil. “Dari umur tiga tahun, saya sudah bercita-cita menjadi sinden bulan. Tapi Mama, selalu mengacuhkan aku. Sampai akhirnya, di kelas 2 SD ada acara perpisahan sekolah, saya diminta untuk nyanyi diatas panggung, membawakan lagu dangdut. Dan ternyata saya bisa menghibur penonton yang datang ke acara itu. Mama juga ikut kaget kalau ternyata saya beneran bisa nyanyi. Sejak itu, Mama mulai bantu Sarah untuk pentas di acara-acara,” cerita Sarah saat diminta menjelaskan awal mulanya berkecimpung di dunia musik.

Kini, di bawah naungan  3D Entertainment, Sarah Brillian dipercaya membawakan lagu dangdut populer ciptaan Anton Obama Sayang 2. “Bangga banget bisa membawakan lagu Sayang 2 dari Anton Obama,” ungkap Sarah.  “Apalagi lagu ini sudah booming sebelum Sarah bawakan. Aku sempat merasa deg-deg-an, jadi sempat mengulang saat rekaman karena nervous. Tapi syukurnya semua berjalan lancar,” tambahnya. Menurut Sarah, lagu Sayang 2 ini menceritakan tentang perasaan ‘baper’ dari seseorang yang masih mengharapkan cinta dari sang kekasih ini dialami banyak orang. “lagu Sayang 2 ini kan sebenarnya lagu baper ya! Jadi pasti banyak orang yang bisa merasakan apa yang ada di lagu ini,” jelas Sarah.

Untuk melengkapi lagu Sayang 2 ini, Sarah juga telah mempersiapkan sebuah video klip. Di Sutradarai oleh Nadya Apriliyani, video klip Sayang 2 ini menceritakan tentang kisah cinta sepasang kekasih yang tidak dapat menyatukan cintanya. Sang pria yang bekerja sebagai pelukis, siap melamar sang kekasih setelah merampungkan lukisan kekasih pujaannya. Namun saat ia menemui orangtua kekasihnya, restu tak diberikan oleh sang Ayah. Sang pria pun meninggalkan sang kekasih, kembali ke studio dan mengemas seluruh peralatan lukisnya. Sambil terus mengenang masa-masa bahagia bersama sang kekasih. Penasaran seperti apa sih sendunya video klip ini, yuk simak di sini:

Sarah Brillian – Sayang 2 | Official Video Clip
https://www.youtube.com/watch?v=GowIbaWeBp8

 

Lirik Sayang 2
Cubo rungokno, tembang kangenku iki

Dewi asmoro tulung omongno aku isih ngenteni

Ombak segoro, kok sajak ngelingake

Nambahi kangenku soyo gedhi nganti kepati pati

 

Andaikan sayangku sak iki isih ono neng kene

Kita akan selalu memadu cinta

Bungahing atiku sedihing atiku

Hanya dalam mimpi

 

Rino lan wengi mata iki angel di eremake

Mung lam lamen marang esem lan manismu

Kapan kubertemu

Sak kedepan mata wis marem atiku

Composer(s) / Author(s) : Xin Rong Chen & Chuan Xiong Zhou

Adaptor/Translator : Anton Obama

Arranged by Tri Wijaya

Original Publisher(s) by Hasayake Music Ltd.

Sub-Publisher by PT Suara Publisindo on behalf of Universal Music Publishing Ltd. Taiwan

Recorded @ Harper Studio

Engineered by Bambang Hari Permana

Mixed byBambang Hari Permana
©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

Kolaborasi 3 Pop Star, Afgan, Isyana, dan Rendy Bersatu Dalam Heaven

Afgan, Isyana, Rendy - Lagu Heaven

Valentine’s Day tahun ini dirasa sangat berbeda untuk penyanyi Afgansyah Reza, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo. Untuk pertama kalinya mereka berkolaborasi dalam 1 project yang sama yaitu sebuah lagu berjudul ”HEAVEN” yang dirilis pada tanggal 14 Februari 2018.

Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Dalam waktu hanya setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan.

Tanggal 14 Februari merupakan tanggal yang dipilih untuk merilis lagu ini karena lagunya sangat menggambarkan cinta yang tidak rumit, simpel dan membawa perasaan bahagia.

“Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih” cerita Isyana mengenai lagu ini.

“Harapannya sih dengan lagu ini, orang-orang mulai lagi menebar kebahagiaan, bahwa cinta tidak perlu dibuat rumit “ kata Rendy.

“Kita pengennya bahwa kolaborasi ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan juga diharapkan bisa menembus pasar ASIA, karena lagu ini akan dirilis di 3 Negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapore. Itupula alasan kenapa lagu ini dibuat dalam bahasa Inggris “ ujar Mahavira Wisnu selaku A&R Director Sony Music Entertainment Indonesia.

 

HEAVEN adalah Kolaborasi 3 Artist dan 2 Label

Dalam kurun waktu hanya 3 bulan dari mulai membuat lagu hingga rekaman, project kebetulan dari ketiga pop star ini merupakan perdana dalam dunia musik. Memiliki kekuatan karakter dari masing-masing penyanyi diharapkan dapat memberikan suguhan musik yang berbeda untuk masyarakat.

Perbedaan label yang menaungi 3 artist ini tidak menjadi penghalang untuk berkolaborasi. Isyana dan Rendy berada pada Sony Music Entertainment Indonesia sedangkan Afgan berada dibawah naungan Trinity Optima Production. Tidak ada halangan tidak ada batasan, karena sejatinya musik adalah senjata yang bisa menyatukan bukan memisahkan. Dengan musikalitas dan karakter berbeda dari 3 artist ini akhirnya tercipta karya kolaborasi yang apik.

Pada tanggal 21 Februari 2018 nanti, lagu HEAVEN akan dihadirkan dalam sebuah bentuk pertunjukan live music yang akan di gelar di The Pallas Jakarta.

 

Afgan, Isyana dan Rendy yang Saling Mengagumi

“Personally gw sangat mengagumi dua-duanya, bahkan waktu workshop bareng Rendy sempet ngerasa gak pede karena Rendy jago banget main gitarnya. Intinya mereka talented dan seru banget“. ujar Afgan menceritakan kekagumannya terhadap Isyana dan Randy.

“Dari awal diajak buat gabung dan punya ide buat bikin lagu bareng langsung udah berasa banget feel-nya, istilahnya kita satu frekuensi, dan mereka berdua sangat open minded.” ujar Isyana

“Dulu sebelum pindah ke Jakarta, sering banget cover lagu Afgan dan sekarang kerja bareng, sempet merasa sangat gak pede, tapi Afgan ternyata seru banget” tambah Rendy.

 

Tentang Afgan

Afgansyah Reza lahir dan besar di Jakarta pada tanggal 27 Mei 1989 dari keluarga penikmat musik. Karier bermusiknya dimulai di tahun 2008 ketika ia dan teman-temannya membuat sebuah album musik personal di sebuah studio rekaman. Hasil rekaman tersebut menarik perhatian seorang produser untuk mengajak Afgan menjadi penyanyi professional. Dengan warna vokalnya ikonik, dan lewat lagu yang pop romantis seperti “Sadis” dan “Bukan Cinta Biasa”, Afgansyah Reza sukses mendulang kepopulerannya sebagai penyanyi solo terbaik di Indonesia.

Baca: Profil Afgansyah Reza

Mengusung genre musik pop, soul, jazz, dan R&B, Afgan tidak hanya mencuri perhatian penikmat musik nasional tapi juga internasional seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, Taiwan, dan masih banyak lagi lainnya. Di tahun 2016, Afgan juga sukses melangsungkan konser Asia Tour yang berhasil terjual habis di seluruh Asia.

Sejak kehadirannya sudah beragam penghargaan yang ia dapatkan. Mulai dari MTV Indonesia Awards, Nickelodeon Indonesia Kids Choice Awards, Anugerah Planet Musik, Anugerah Musik Indonesia, dan masih banyak lagi lainnya.

Pada Februari 2018 ini Afgan merilis album DEKADE yang berisikan kumpulan lagu – lagu terbaik selama 10 tahun berkarir. Lagu HEAVEN termasuk ke dalam album tersebut dan di daulat menjadi single pertama.

 

Afgan with Isyana Sarasvati & Rendy Pandugo – Heaven | Video Lirik
https://youtu.be/wIxEEkJZuVU

Maudy Ayunda Hadirkan Oxygen Baru Lewat Perwujudan Mimpi

Maudy Ayunda

Setelah lebih dari 7 tahun berkarier di dunia musik, kini Maudy Ayunda telah siap meluncurkan album ketiganya yang akan diberi nama “Oxygen”. Lewat single terbarunya “Ku Tunggu Kabarmu”, Maudy Ayunda memberikan gambaran warna musik yang akan ia usung di dalam album barunya tersebut.

Berbeda dari karya-karya Maudy sebelumnya, pada album ini Maudears akan disuguhkan warna musik yang lebih berani dan dnegan lirik yang personal. Maudy sendiri terlibat secara langsung sebagai produser dalam album ini. Mulai dari penulisan lagu, pemilihan arranger, dan juga pemilihan musisi untuk kolaborasi, semua Maudy lakukan sendiri. Persona dewasa yang lebih matang dalam bermusik sangat terasa dalam album ini. Dan rencananya, tanggal 15 Februari nanti, ia akan mengadakan intimate showcase special untuk peluncuran album terbarunya tersebut.

Tertarik untuk mengikuti intimate showcase special Maudy Ayunda? Bersama CIMB Niaga, Maudy Ayunda mengadakan kompetisi yang bisa diikuti. Cukup memposting foto bersama “Oxygen” (bisa bersama orang ataupun benda yang memiliki makna mendalam) ke Instagram dengan caption mimpi yang ingin dicapai 2018. Gunakan tagar #ShowYourOxygen #KejarMimpi dan follow akun @maudyayunda dan #trinityoptima. 50 foto dan caption yang paling menarik, bisa memenangkan tiket menonton intimate showcase dari Maudy Ayunda. Dan tiga peserta dengan foto dan caption terbaik juga berhak mendapatkan perwujudan mimpinya tersebut bersama CIMB Niaga. Kompetisi ini akan berlangsung sampai 11 Febaruari mendatang. Tunggu apalagi, saatnya #ShowYourOxygen!

Maudy Ayunda – Kutunggu Kabarmu | Official Video Clip
http://bit.ly/MaudyKutungguKabarmuVC

Armand Maulana – Tunggu Di Sana, Terinspirasi Musik 80-an

Armand Maulana - Tunggu Di Sana

Armand Maulana baru saja meluncurkan single terbarunya “Tunggu Di Sana” pada bulan Desember lalu. Dan dalam hitungan minggu lagu tersebut sudah menjadi favorit banyak orang. Dengan nuansa musik yang upbeat dan sedikit kick bass era 80-an, lagu ini bisa dibilang merupakan lagu impian Armand Maulana.

“Selama ini banyak yang nanya ke gue apa sih alasannya gue memilih project solo? Dan alasan utamanya adalah banyak ide-ide musik yang selama ini terlintas bareng sama Gigi tapi enggak pernah tercapai di karya kami. Karena itu, saya coba lah untuk menunangkan ide-ide tersebut ke dalam tiap lagu solo saya. Dan lagu ‘Tunggu Di Sana’ menjadi salah lagu yang merepresentasikan ide saya tersebut,” papar Armand dalam sebuah interview. “Karena saya kan besar di era musik 80-an, Phill Collin, Genesis, dan The Police itu besar sekali pengaruhnya terhadap gaya saya bermusik. Dan muansa 80-an itu sangat terdengar di lagu ini,” tambahnya.

Armand Maulana - Tunggu Di Sana

Untuk menyebarkan antusias lagu “Tunggu Di Sana”, Armand Maulana bersama GRAB Indonesia, membuat sebuah projek “Tunggu  Armand Di Sana X GRAB”. Pada projek ini, Armand mengajak penggemarnya untuk memposting foto di tempat menunggu spesial mereka ke Instagram dengan menggunakan tagar #TungguDisana #DekatDenganArmand #DekatDenganGRAB. Lima peserta yang memposting foto dengan alasan terunik akan Armand Maulana jemput di tempat tersebut. Tidak hanya itu, peserta juga berkesempatan untuk memenangkan handphone Xiami Yi, Headphone, dan juga voucher belanja. Untuk informasi lebih lanjut, cek di Instagram @trinityoptima. Kompetisi ini akan berlangsung sampai 12 Februari mendatang. Jadi, #TungguDiSana ya!

Armand Maulana – Tunggu Di Sana | Official Video Clip
https://youtu.be/YAGFnTB6Hpo