trinity_logo_web.png
Menu
Kompilasi Lagu Para Jawara Dangdut Hadir di Album Kompiladut

Pada hari Selasa, 19 Maret 2019 album kompilasi lagu-lagu dangdut milik para pemenang ajang pencarian bakat Dangdut Academy dan Bintang Pantura telah resmi di rilis. Menandai launchingnya album ini, para bintang seperti Lesti, Fildan, Lilis Darawangi, Putri, dan Dila Erista pun turut hadir.

Acara berlangsung di KFC Cideng – Jakarta Barat, yang diramaikan oleh kehadiran teman-teman media. Para bintang pun menyanyikan lagu-lagu mereka yang terdapat di dalam Album Kompiladut ini.

Ditandai dengan pemotongan tumpeng, dan penyerahan plakat kepada perwakilan dari Jagonya Music & Sport Indonesia (JMSI) serta KFC, acara berlangsung dengan lancar. Rekan-rekan media yang hadir juga mendapat kesempatan untuk memenangkan doorprize yang sudah dipersiapkan oleh Trinity Optima Production. Di kesempatan ini, Lesti juga merilis single terbaru “Ada Cerita” serta penayangan perdana video klipnya. Lagu terbaru dari Lesti ini juga terdapat di dalam Album Kompiladut.

Album Kompiladut sudah bisa dibeli di seluruh gerai KFC Indonesia.

New Release: KOMPILADUT “Kumpulan Lagu Dangdut Pilihan Bagi Semua Pecinta Musik”

Dalam beberapa waktu belakangan, fenomena acara pencarian bakat dangdut di televisi kian digandrungi oleh banyak pecinta musik. Beragam talent dangdut yang berkualitas pun terlahir di acara tersebut. Sebagai label rekaman, Trinity Optima Production dan 3D Entertainment ingin merangkum lagu-lagu terbaik yang pernah dihasilkan selama dua tahun kebelakang dari para musisi dangdut tersebut. KOMPILADUT (Kompilasi Lagu Dangdut) merupakan kompilasi lagu dangdut pertama yang dibuat oleh 3D Entertainment yang bekerja sama dengan Kentucky Fried Chicken (KFC) sebagai distributornya.

Album kompilasi ini merupakan kumpulan penyanyi penyanyi dangdut muda berprestasi, kebanyakan dari mereka jebolan ajang pencarian bakat Dangdut Academy dan Bintang Pantura Indosiar, seperti Lesti, Fildan, Weni, Lilis Darawangi, Putri,  dan beberapa nama lainnya. Para penyanyi yang tergabung dalam album ini sendiri tidak dipilih secara asal. Simhala Avadana selaku A&R dari Trinity Optima Production, memastikan tiap lagu dari tiap musisi yang ada di album ini memiliki ciri khas yang berbeda antara satu dan lainnya. “Yang pasti lagu-lagu mereka memang cukup populer bagi penggemarnya. Tapi alasan utamanya memilih penyanyi-penyanyi ini untuk berada di album ini karena kami merasa tiap penyanyi membawakan genre dan gaya bernyanyi yang berbeda-beda. Sehingga album ini menjadi album yang lengkap bagi semua pecinta dangdut,” ungkap Mhala.

Untuk merampungkan album KOMPILADUT ini, tim dari Trinity Optima Production dan 3D Entertainment mengaku tidak mengalami banyak kesulitan. Lagu-lagu yang ada di dalam album ini sudah beredar dan juga sudah memiliki penggemarnya sendiri. Kecuali satu lagu dari Lesti yang berjudul “Ada Cerita”. “Alhamdulilah lancar dan mudah banget pembuatan album kompilasi kali ini, karena semua materinya sudah ada. Paling tugasnya hanya perampungkan satu lagu dari Lesti yang terbaru. Itu pun berjalan dengan lancar dan Lesti berhasil mengaksentuasi range vokalnya,” tambah Mhala.

Berbeda dari biasanya, kali ini single terbaru Lesti sangat kental alunan musik pop. Meski begitu,lagu yang menceritakan tentang kisah cinta yang tak bisa menyatu ini, melalui video liriknya berhasil menempati posisi trending no. 4 kategori musik di youtube di hari ke 5 dan ditonton lebih dari 500.000 viewers kurang dari 1 hari.  Diciptakan oleh David Sam dan Irwan Sutanto, lagu  ini pun juga mendapat sambutan yang luar biasa dari para netizen, yang mengungkapkan kekaguman akan lagu yang membuat baper masal.

Bersamaan dengan pelucuran Album KOMPILADUT, Video Klip “Ada Cerita” pun sudah bisa ditonton di youtube channel 3D Entertainment.  Dibawah arahan sang sutrad ara, Rizky Lubis, video klip tersebut menceritakan tentang hubungan yang tidak mendapatkan restu dari orang tua. Lagu terbaru Lesti ini sudah bisa dinikmati di dalam album KOMPILADUT bersama dengan lagu-lagu dangdut terbaik lainnya:

EGOIS

Lagu yang diciptakan dan di aransemen musiknya oleh Hendro Saki ini mampu membawa nama Lesti yang kala itu baru saja menang dari ajang pencarian bakat menjadi kian terkenal. Lagu yang berlirik sederhana ini, hadir dengan nuansa lebih pop, meski masih terdengar aransemen dangdutnya. Secara lirik, lagu ini menggambarkan tentang perasaan egois s eseorang karena takut kehilangan sang kekasih hati.

AKU PERGI

Single ke-empat Fildan yang ditulis oleh Henky Adipati baru saja dirilis pertengah bulan Februari lalu. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang menyerah dengan hubungannya karena kerap di khianati. Di dalam single ini, Fildan memberikan warna suara yang lebih mellow dari biasanya. Dengan menggunakan cengkok yang menjadi ciri khasnya, Fildan berhasil memba wakan lagu ini dengan sempurna. Bahkan ia berhasil menarik perhatian para netizen India, dan dalam waktu singkat banyak yang mengupload video reaction video klip ‘Aku Pergi Fildan’.

SAYANG 2

Musik dangdut Indonesia selalu memiliki tempat tersendiri bagi penggemarnya. Kesuksesan beberapa penyanyi lagu dangdut Jawa Timur-an juga mendorong penyanyi dangdut lainnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk dapat berkibar namanya di ibukota. Peluang ini dengan jeli dilihat oleh Bp. Yonathan Nugroho; Managing Director PT.  Trinity Optima Production untuk ikut mendukung karier dan karya penyanyi dangdut Jawa Timur-an yang telah dikenal di daerahnya, Sarah Brillian, untuk bergabung di bawah naungan label 3D Entertainment. Menurut Sarah, lagu yang menceritakan tentang perasaan ‘baper’ dari seseorang yang masih mengharapkan cinta dari sang kekasih ini dialami banyak orang. “lagu ‘Sayang 2’ ini kan sebenarnya lagu baper ya! Jadi pasti banyak orang yang bisa merasakan apa yang ada di lagu ini,” jelas Sarah.

TERLANJUR SAKIT

Kemunculan Rizki Ridho, berhasil membuat anak – anak muda mulai berani menunjukkan kecintaannya akan musik dangdut. Melalui single “Terlanjur Sakit”  ciptaan dari Nur Bayan pun menarik perhatian banyak orang. Lagu yang hadir dengan nuansa Pop Dangdut Ballad ini menceritakan tentang pilihan untuk memutuskan hubungan karena sudah terlanjur sakit. “Jadi lagu ini tuh tentang sebuah pilihan untuk mundur dari pada bertahan pada sebuah hubungan. Tapi hatinya masih sayang sama pasangannya. Daripada diteruskan hubungannya dan sudah terlanjur sakit, lebih baik sakit sekalian deh atau putus aja. Jadi lebih memilih untuk pergi dari pada bertahan”, jelas Rizki tentang single terbaru mereka ini.

ENGKAULAH TAKDIRKU

Di hari kemenangannya, Weni merilis single perdananya yang berjudul  “Engkaulah Takdirku”. Lagu yang bernuansa dangdut kontemporer ini diciptakan oleh Adibal Syahrul dan bercerita tentang seseorang yang mencintai pasangannya dan meyakini bahwa pasangannya tersebut adalah takdir yang dikirim Tuhan untuknya. Atas kemenangannya di ajang Dangdut Academy Asia 2, Weni mendapat kesempatan untuk merilis single kemenangan sekaligus single perdananya tersebut. Weni mengakui bahwa lagu ini memiliki tantangan tersendiri karena sempat mengalami kendala saat rekaman, meski begitu semuanya bisa dilalui Weni dengan baik. “Proses rekama n lumayan memakan waktu. Karena hampir 3 kali take vocal dan langsung ditemani oleh pencipta lagunya yaitu kak Adibal. Perasaan yang campur aduk karena baru pertama kali recording dengan single pertama, dan banyak hal yang Weni alami selama recording. Juga kesulitan-kesulitan cengkok dan feel yang terdapat di dalam lagu ini, tapi Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar”,  jelas Weni.

JARAN GOYANG

Lilis Darawangi turut meramaikan musik dangdut Indonesia setelah ia menj uarai ajang pencarian bakat penyanyi Dangdut di televisi. lewat lagu terbarunya yang berjudul “Jaran Goyang” yang diciptakan oleh Nur Bayan ini, Lilis menghadirkan suguhan musik dengan campuran musik dangdut koplo dan musik etnik jawa timur dengan mengangkat cerita seni budaya Jaranan atau Kuda Lumping yang merupakan warisan budaya  asli Indonesia yang terkenal di Jawa timur. Dalam lagu ini, digambarkan sang penyanyi tertarik dengan pemain kuda lumping karena terpukau dengan gerak tari dan atraksinya mengagumkan yang akhirnya membuatnya jatuh hati dan kasmaran.

BINTANGKU

Di Usianya  yang baru 16 tahun, Putri Isnari, Juara 2 Dangdut Academy 4 merilis lagu yang berjudul ‘Bintangku’.  Lagu ini menceritakan tentang perjuangan seorang Putri dalam menggapai cita-citanya. Perjalanan kariernya di dunia musik, sejak ia masih belum jadi siapa-siapa sampai menjadi bintang di panggung dangdut Indonesia.

LEBIH DARI SELAMANYA

Lebih Dari Selamanya merupakan single yang dinantikan oleh penggemar Lesti dan Fildan.  Bagaimana tidak, keduanya sama – sama Juara 1 Dangdut Academy di musim yang berbeda.   Benar saja, ketika video klip dirilis, langsung mendapat sambutan yang luar biasa dan sempat menempati TOP 5 trending di Youtube. Kini video klip Lebih Dari Selamanya telah ditonton hingga 6.5 juta kali, sejak 3 bulan lalu dirilis.  Lagu dangdut klasik yang ditembangkan oleh Lesti dan Fildan ini cukup menggambarkan betapa kuatnya komitmen tersebut. “Lagu ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang memiliki komitmen yang sangat mendalam. Dan perasaan cinta dan sayang yang begitu mendalam sehingga mereka yakin kalau hubungan mereka bisa lebih dari selamanya,” ungkap Lesti.

BUKU NIKAH

Lewat lagu “Buku Nikah” Dila Erista ingin mengingatkan bagi pasangan yang ada di luar sana kalau menikah secara sah lebih baik. Lagu yang ditulis oleh Italiani Ikmal ini menceritakan tentang seorang wanita yang enggan menerima pinangan untuk nikah sirih.  Yang menarik dari lagu ini, musik pantura khas Karawang, membuat para pendengarnya tak tahan untuk bergoyang.

ADA CERITA

Di single terbarunya ini Lesti ingin mengungkapkan kisah kasih tak sampainya yang mengharu biru. Lewat lagu ini, Lesti ingin memberikan gambaran kalau suatu hari nanti pasti akan bertemu di kehidupan yang kekal kelak. Walaupun, materi lagu ini cukup berat tapi Lesti berhasil membawakan karya dari David Sam dan Irwan Sutanto ini dengan sempurna. Ia berhasil membawakan lagu yang bernuansa pop ini dengan vokal dangdutnya yang khas. Dan hal itulah yang membedakan single ini dengan lagu-lagu Lesti lainnya.

 

Album KOMPILADUT akan memanjakan telinga para penikmat musik melalui suara – suara merdu para penyanyi muda yang berprestasi dan berbakat.  Temukan Albumnya di seluruh KFC store seluruh Indonesia

 


New Release : Cassandra Band “Biar Aku Saja” – Suguhan Bagi Mereka yang Ingin Move-On

Nama Cassandra Band sudah menjadi perbincangan banyak orang sejak tahun 2010. Lewat lagu “Tetap Menjadi Milikmu” dan “Cinta Terbaik”, Cassandra Band mampu mendulang kepopuleran di belantika musik nasional. Setelah sempat hampir satu tahun vakum, Anna (vokalis), Coki (bass), dan Inos (gitar) kini kembali dengan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”.

 

DARI KISAH GAGAL MENIKAH

Bagi beberapa orang, lagu-lagu Cassandra Band mungkin menjadi lagu anthem bagi hubungan mereka. Lagu-lagunya yang didominasi dengan lirik cinta yang menyenangkan dibawakan dengan musik pop ballad yang sendu membuat siapapun bisa merasakan apa yang dilantunan musiknya. Single kedua Cassandra yang  dirilis pada tahun 2011, “Cinta Terbaik”, hingga hari ini masih menjadi idola banyak orang yang tengah mencinta.

Tapi, lagu itu adalah lagu lama. Kini, di dalam ‘rumah barunya’ Cassandra siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”. Bersama Trinity Optima Production, Cassaandra Band siap mengeksplor lagu-lagu cinta yang lebih personal dan juga sendu.

Berbeda dengan lagu sebelumnya yang memiliki lirik cinta yang lebih general, single “Biar Aku Saja” memiliki latar belakang cerita yang sangat personal, terutama bagi Coki. “Lagu ini saya tulis saat saya sedang berada di rumah sakit, patah hati setelah saya batal menikah,” ungkap bassist Cassandra yang mengenang momen kepedihan hatinya di tahun 2017 lalu. “Dan waktu sedang berada di rumah sakit, saya mencoba mencerahkan hati dan pikiran saya dengan mambaca buku. Waktu itu membaca buku Pidi Baiq yang berjudul ‘Dilan 1990’. Di situ ada kata-kata ‘jangan rindu, ini berat, kamu tak kan kuat, biar aku saja’ di situ saya langsung merasa kata-kata pas dengan perasaan saya saat itu. Ya sudah, akhirnya saya coba buatlah lirik dan lagunya,” tambahnya.

 

RESTU DARI PIDI BAIQ

Sebelum merilis single ini, Cassandra Band belum merasa lega tanpa ada izin dari penulis buku yang menjadi inspirasinya. Di akhir tahun 2018, personel Cassandra Band ditemani oleh A&R dari Trinity Optima Production mengunjungi Pidi Baiq di Bandung untuk meminta izin penggunakan quotes dari buku teranyarnya. “Untungnya Pidi Baiq memberikan izinnya. Karena mungkin kami sama-sama pekerja seni jadi kami tahulah sangat penting untuk meminta izin penggunaan hak cipta walaupun itu hanya berupa kata-kata,” ujar Coki yang juga mengaku penggemar dari Pidi Baiq. “Walaupun lagu ini tidak sepenuhnya terinspirasi dari cerita Dilan, tapi kata-katanya mampu membuat saya terinspirasi untuk membuat lagu ini. Karena itulah saya merasa sangat senang mendapatkan izin dari beliau,” tambahnya.

Dan untuk melengkapi single ini, Aco Tenriyagelli, telah mempersiapkan sebuah musik video untuk lagu “Biar Aku Saja”. Konsep video klip kali ini menceritakan tentang dua orang pasangan yang mencoba berdamai dengan masa lalu mereka dengan cara membakar barang-barang kenangan mereka. “Waktu pertama kali dengar lagu ini, pastinya bagus lah, makanya saya setuju untuk membuat musik video ini. Tapi kalau tanggapan personal saya adalah ‘bakar’ hahaha, bakar aja kenangan-kenangan lama biar cepat bisa move on-nya,” ungkap Aco. Wah, jadi penasaran ya, seperti apa sih video klip terbaru Cassandra Band “Biar Aku Saja”, yuk tonton video klip nya berikut ini yuk! Jangan lupa tuliskan komentar kamu di bawah ini tentang lagu terbaru Cassandra “Biar Aku Saja” ini ya 🙂

BIAR AKU SAJA (Lirik)

Satu satunya kenangan

Yang tertanam di hatiku

Saat dulu kita

Tak terpisahkan

 Seandainya waktu dapat

Ku putar kembali

Tak kan sebodoh ini

Tak kan ku khianati

 Kehilangan dirimu

Buatku sesaat tak ingat bagaimana caranya bahagia

Ketika tak bersamaku

Kumohon jangan rindu

Ini berat kamu takkan kuat

Biar aku saja

 

Composed by CHOKI “CASSANDRA” SIMANJUNTAK

Lyrics Inspired by PIDI BAIQ

Piano &Strings by ZACK THE JACKMAN

Piano Recorded @RINTOP Std, Jkt

Strings Recorded @BLUESMAN Std, Jkt

Drums by GRACE J. THEO

Backing Vocals by OLIVIA ILONA

Vocal Recorded@BACKBEAT Std, Jkt

Engineer By ANGGI ANGGORO

Mixed by CHOKI “CASSANDRA” @BLUESMAN Std, Jkt

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT Std, Jkt

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

Cassandra Band “Selamat Datang di Rumah Baru”

Trinity Optima Production menyambut kehadiran keluarga baru. Perkenalkan, mereka adalah CASSANDRA BAND. Sore ini, Cassandra Band akan meluncurkan single terbarunya. Nah, sebelum Anda mendengarkan lagu terbarunya, ada baiknya kita sama-sama kenalan dengan Cassandra:

BERAWAL DARI BAND CAFE

Sudah hampir 8 tahun lebih Cassandra Band malang melintang di industri musik. Band yang beranggotakan Anna (vokalis) Coki (bassist), dan Inos (gitaris) ini mengawali karier musiknya sejak tahun 2006 sebagai band-band cafe.

Sejalan berjalannya waktu Coki dan Inos ingin membuat band yang bisa ditawarkan ke label-label rekaman dengan formasi vokalis pria. Tapi ternyata mereka gagal menemuka warna vokal yang cocok dengan lagu-lagu yang sudah mereka punya. Anna yang waktu itu sudah menjadi partner Coki untuk bernyanyi di cafe pun diminta membawakan lagu “Tetap jadi Milikmu”. Emang sudah jodoh, Coki merasa cocok dengan karakter suara Anna, dan hingga hari ini mereka masih setia dengan formasi ini.

AWAL NAMA CASSANDRA

Sebelum ada Cassandra Band, Anna,Coki, dan Inos memilih nama “Aglo” sebagai nama band mereka. “Waktu itu cari-cari nama di Google, liat arti nama Cassandra dari Yunani itu nama-nama dewi dan artinya juga menarik. Dan waktu di cek juga belum ada band Indonesia yang pakai nama Cassandra. Dan pas juga nama dewi-dewi dengan vokalis perempuan,” ungkap Coki.

 HITS TAK TERDUGA

Di tahun 2010, akhirnya Cassandra Band berhasil menandatangani kotrak dengan sebuah label rekaman dan meluncurkan single pertama mereka “Tetap Milikmu”. Dalam hitungan minggu, lagu tersebut menjadi favorit radio-radio ibukota, dan sempat bertengger lama di tangga lagu musik. Dengan optimisme yang sama di tahun 2011 mereka kembali luncurkan single yang berjudul “Cinta Terbaik”. Melihat perkembangannya, Cassanadra Band tidak terlalu optimis kalau lagu ini mampu menjadi hits. Tapi entah mengapa, sejak tahun 2013, kepopuleran lagu ini terus meningkat. Dengan 61 juta viewers penontonnya di Youtube, lagu ini mampu membuat nama Cassandra Band menjadi idola banyak orang. Bahkan hingga hari ini terus menambah jumlah viewersnya. “Saya benar-benar enggak memprediksi kalau lagu itu bisa sepopuler itu,” ungkap Coki.

SUDAH PUNYA ALBUM

Di tahun 2017 Cassandr aBand sudah merilis album pertamanya yang berjudul “Cinta Terbaik”. Di dalamnya terdapat 11 lagu cinta dengan genre pop ballad yang kuat. “Kami memiliki berbagai influence musik yang berbeda, tapi untuk Cassandra kami masih setia dengangenre pop ballad karena memang genre ini yang bisa diterima orang banyak dan juga sebenarnya menyenangkan untuk membawakan musik jenis ini ketika di atas panggung,” ungkap Coki.

RUMAH BARU DI TRINITY OPTIMA PRODUCTION

Dan di tahun 2019, Cassandra Band memilih untuk berganti “rumah”. Dibawah naungan  Trinity Optima Production, Cassandra Band siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”. Berbeda dengan Cinta terbaik, lirik dan lagu ini lebih puitis dan lebih personal.

Lagu yang ditulis oleh Coki ini diakuinya terinspirasi dari kata-kata yang ada di dalam buku Pidi Baiq yang teranyar “Dilan 1990”. Saat itu, ia sedang berada di rumah sakit, patah hati setelah gagal menikah, Coki mencoba menyegarkan hati dan pikiran dengan membaca buku yang ia beli. Dan ketika membaca kata-kata “jangan rindu, ini berat, kamu tak kan kuat, biar aku saja”, Coki merasa kata tersebut sangat pas dengan kondisi dia saat itu.

Nah, penasaran dong seperti apa sih lagu Cassandra Band ini? Dan apakah Pidi Baiq selaku penulis buku Dilan 1990 memberikan izin untuk Cassandra band memberikan izin untuk penggunakan quotesnya? Kita sama-sama nantikan ya!

 

 

 

[QUIZ] Favorite Scene Challenge MV Adikara “Pesona Cinta”

Hai gengs! Ikutan kompetisi ini yuk, namanya “Favorite Scene Challenge Music Video Adikara – Pesona Cinta”.

Caranya mudah banget! Simak detinya dibawah ini ya:

– Tonton video klip ‘Pesona Cinta’ @adikaraf
– Screenshot scene yang paling kamu suka di video klip ‘Pesona Cinta’.
– Upload Screenshot tersebut melalui instagram kamu.
– Tuliskan bagian lirik lagu ‘Pesona Cinta’ yang paling disukai di kolom caption kamu.
– Follow,tag dan mention @adikaraf & @trinityoptima
– Sertakan hashtag #PesonaCintaScene
– Periode kuis tgl 14 maret – 25 Maret 2019

Akan ada hadiah pulsa bagi 10 pemenang lho! Tunggu apa lagi yuk ikutan Favorite Scene Challenge sekarang juga! ❤❤

Cek juga keterangan selengkapnya di Instagram Trinity Optima Production

https://www.instagram.com/p/BvA58J0DyY8/

Welcome, Cassandra!

 

Selamat bergabung dengan keluarga besar Trinity Optima Production, Cassandra band!

Masih pada ingat dengan band Cassandra gak nih? Silahkan berikan komentar dibawah ini yaa

Ini sedikit clue mengenai Cassandra band:

 

 

New Release : ADIKARA – PESONA CINTA

Adikara Fardy, penyanyi berusia 18 tahun ini memang sudah cukup dikenal di industri musik tanah air. Diawali dengan project  bersama Melly Goeslaw untuk mengisi soundtrack “Eifeel I’m in Love 2”, dilanjutkan dengan kesempatan pada tahun 2018 untuk mengisi acara musik jazz tahunan terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival, menjadi salah satu pengisi di acara Chandra Darusman Live in Concert serta tampil pada Chaseiro All Stars pada pertengahan Februari 2019 lalu,  membuat namanya kian melambung. Dan kini, penyanyi yang mengawali karier musiknya sebagai cover song singer di  social media ini telah siap meluncurkan single perdananya, “Pesona Cinta”.

 

PERASAAN YANG MENGGANTUNG

Belum genap empat tahun sejak postingan musik pertamanya ia unggah ke Instagram, tapi nama Adikara Fardy sudah banyak dikenal dan disukai oleh banyak orang. Dan kini, setelah dirinya resmi bergabung dengan Trinity Optima Production, Adikara Fardy telah siap memamerkan lagu perdananya yang berjudul “Pesona Cinta”.

Lagu yang ditulisnya bersama Rendy Pandugo ini mengisahkan tentang seseorang yang perasaannya digantung oleh kekasihnya. “Ketika dua pasang manusia yang tengah jatuh cinta, namun tiba-tiba sang kekasihnya tidak merasakan hal yang sama seperti sebelumnya. Ini membuat hubungan mereka jadi tak tentu arah,” ungkap anak didik vokal dari Otti Jamalus.

Lagu dengan genre light hazz yang dilengkapi dengan lirik puitis ini ditulis oleh Rendy Pandugo dan Adikara dan di aransemen oleh Ari Aru. Sebagai pendatang baru, ini merupakan kali pertama Adikara melakukan workshop bersama dengan musisi lainnya. “Kalau sebelum-sebelumnya saya sudah mendapatkan materi yang sudah jadi,  musik dan lirik sudah jadi dan saya tinggal membawakannya saja. Nah, karena ini single pertama saya, saya ingin lebih involve dalam proses produksinya,” ungkap Adikara.

 

PROSES YANG CUKUP LAMA

Proses kolaborasi mereka pun cukup mudah. Menurut Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production, proses workshop keduanya berjalan sangat cepat. Hanya butuh waktu 6 jam, keduanya berhasil merampungkan lagu “Pesona Cinta”. “Adikara sendiri memang sangat look up ke Rendy dan Ari Aru, jadi proses pembuatan lagunya sendiri hampir enggak ada kendala. Walaupun merek terpaut usia yang cukup jauh,” ungkap Mhala.

Hal tersebut dibenarkan oleh Adikara. “Awalnya saya pikir proses workshop dengan musisi lain akan sangat sulit, tapi ternyata saya salah. Mungkin karena kak Rendy juga orangnya humble banget dan jago mencairkan suasana dan mas Ari Aru juga sangat open minded, jadi lagu ini pun jadi dalam waktu yang cukup singkat,” tambah Adikara.

Walaupun lagu ini terbilang cukup singkat untuk dirampungkan, tapi Mhala mengakui kalau proses pemilihan lagu ini untuk menjadi single perdana Adikara sempat melalui proses yang panjang dan lama. “Karena selain lagu ini, Adikara sudah punya beberapa materi dan lagu yang sudah siap. Kami harus menentukan lagu mana yang paling tepat untuk menjadi single perdana Adikara.  Setelah melalui proses  diskusi yang cukup lama, akhirnya terpilihlah lagu ini,” papar Mhala.

Dan dengan terpilihnya lagu ini, Adikara membuktikan kemampuannya dalam membuat dan  membawakan musik jazz yang membesarkan namanya. “Di lagu ini adalah perkenalan saya dengan seluruh pendengar musik tanah air. Makanya lagu yang dipilih pun lagu light jazz yang lebih ringan untuk diterima oleh orang banyak. Semoga lagu ini bisa memberikan kesan yang baik untuk penikmat musik tanah air,” ungkapnya.

Dan untuk melengkapi single “Peson Cinta”, Davy Linggar telah membuat musik video untuk lagu ini. Berlokasi di Jakarta dan Amsterdam, Belanda, music  video ini mengambil setting suasana gloomy musim salju di Amsterdam dengan cerita pada scenes sesuai dengan lirik lagunya.  Diharapkan musik video ini bisa menjadi pengenalan pertama sosok Adikara kepada pecinta musik. Lagunya sudah bisa didengarkan seluruh radio di Indonesia dan juga sudah tersedia di digital streaming platfrom kesayangan Anda. Yuk kita tonton video klip nya!

 

PESONA CINTA (Lirik)

Kau berjalan dengan raut wajah gelisah

Melewatiku seolah semua tak biasa

Hatiku ingin bertanya

Sadarku kau sedang perankan pesona cinta

 

Membisu saat kuharus bicara

Terpaku seakan detik pun enggan berjalan

Tertipu saat kau gantungkan jawaban

Cintamu padaku

 

Adakah kau rasakan apa yang kurasa

Membacamu membuat hatimu tak semudah kau kira

Hatiku sungguh bertanya

Sadarku kau sedang perankan pesona cinta

 

Kurajut rapi dengan hatiku untukmu

Meski tak berbalas indah hadir untukku

 

Composed by RENDY PANDUGO / ADIKARA FARDY

Published by SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA / MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Produced & Mixed by ARI ‘ARU’ RENALDI

Drums / Keys by ARI ‘ARU’ RENALDI

Guitars by TOPAN ABIMANYU

Bass by RUDI ZULKARNAIN

Vocal Produced by BOWO ‘SOULMATE’

Vocal Recorded @BRO’S Std, JKT

Engineered by ADIT

Background Vocals by BOWO ‘SOULMATE’ & SIMHALA AVADANA

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT Std, JKT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

“FEEL SO RIGHT” Self-Empowerment Anthem dari Trio Paling Bersinar di IndustriMusik Tanah Air

Kolaborasi adalah hal paling common di industri musik. Baik musisi sealiran maupun lintas aliran bekerja sama melahirkan karya segar, otentik dan berbeda dari karya yang biasa mereka produksi. Kolaborasi memberikan tambahan tangan, pendengaran, ide kreatif, dan akses sesama seniman untuk melahirkan karya baru yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Kolaborasi pun tidak hanya biasa dilakukan antar musisi namun juga dengan para brand terkemuka untuk kian menguatkan relevansi dari pesan yang ingin disampaikan.

Pengalaman kolaboratif ini terjadi pada 3 musisi kenamaan Indonesia; Afgan, Isyana Sarasvati danRendy Pandugo. Dipertengahan Februari tahun 2018 silam, ketiganya meluncurkan single berjudul “Heaven”, sebuah lagu manis bernuansa akustik yang awalnya menjadi project kerjasama antara Afgan dan Rendy Pandugo dalam pembuatan materi, lalu berubah menjadi kolaborasi 3 musisi melalui hadirnya Isyana Sarasvati yang terjadi secara spontan.

“Heaven” merupakan persembahan berbeda bagi ketiga musisi. Tanpa diduga, lagu ini memenangkan hati penggemar dari masing–masing musisi dan penikmat musik secara umum. Sampai sekarang, “Heaven” telah didengarkan hingga 11 juta kali melalui platform musik digital, sedangkan music video dan video lyrics telah dinikmati oleh lebih dari 4,8 juta kali di YouTube. Bersamaan dengan luasnya distribusi karya ini, ketiga musisi juga meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia dan SCTV Music Awards.

 

Hal membahagiakan lain dari ketiga musisi adalah reaksi para penikmat musik saat masing-masing individu membawakan lagu “Heaven” di berbagai panggung. “Awalnya sedikit ragu membawakan “Heaven” tanpa Isyana dan Rendy, tapi melihat animo penonton yang begitua ntusias dan ikut bernyanyi akhirnya meyakinkan saya bahwa lagu ini dicintai banyak orang”, ungkap Afgan.

Hal yang sama juga dirasakan pada penampilan individu dari Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo yang selalu memasukkan “Heaven” pada set list performance. Tidak itu saja, lagu ini juga membawa ketiga musisi iniuntuk tampil dipanggung We The Fest dan Ramadhan Jazz Festival 2018.

Ajakan Aktualisasi Diri Bersama Zilingodan Project AIR melalui ‘Feel So Right’

Memasuki tahun 2019, kolaborasi Afgan, Isyana Sarasvati danRendy Pandugo memasuki fase baru melalui Project AIR dengan garapan yang semakin serius, salah satunya dengan adanya kolaborasi kreatif dengan platform fesyen dan gaya hidup terdepan, Zilingo. Sebuah Extended Play telah dipersiapkan oleh ketiganya di tengah aktivitas dan sulitnya menyatukan jadwal dari masing-masing individu.

Melalui single pertama dari EP berjudul “Feel So Right”, garapan dibuat berbeda dari“Heaven”. Jika single terdahulu menyajikan nuansa akustik yang kuat, “Feel So Right” diproduksi dengan treatment musik berbeda dan penuh irama sehingga tak akan membiarkan semua penggemarnya hanya berdiam diri.

Semangat self-empowerment dari lagu “Feel So Right” juga sejalan dengan pesan #SiapaSihLo milik Zilingo. Sebagai platform terkemuka di bidang fesyen dan gaya hidup, Zilingo secara aktif mendorong para pelanggannya untuk selalu mengekspresikan diri mereka yang luar biasa melalui gaya pilihan mereka. Melalui lebih dari dua juta pilihan koleksi yang ada, Zilingo menjadikan proses  pemilihan gaya menjadi mudah diakses bagi semua kalangan.

“Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau saya bisa menggarap dance track seperti ini karena mungkin menjadi sesuatu yang mustahil jika  dilakukan pada proyek solo. Saat bersama Afgan dan Isyana, vibe dan inspirasinya mengalir ke arah chill dan dance seperti ini, ungkap Rendy tentang proses pemuatan lagu “Feel So Right”.

Lagu ini menggambarkan kegembiraan dan kepuasan yang muncul dari seseorang melalui ekspresi kepercayaan diri yang sebelumnya  mungkin terpendam. Layaknya self-empowerment anthem yang berlaku umum, pemberdayaan terbaik adalah pemberdayaan yang lahir dari dalam diri.  Saat menemukan versi ternyaman pada diri sendiri, kita mulai berekspresi dengan berdansa dan lebih mencintai diri pada setiap langkah, cerita Isyana saat menjelaskan lirik “Feel So Right”.

Chemistry diantara ketiga musisi memang tak terbantahkan lagi, bahkan tak ada yang lebih menonjol dan mendominasi. Uniknya, semua proses  terjadi secara mengalir dan natural. “Banyaknya kesamaan preferensi dan pemikiran, yang dalam bahasa kita disebut ‘satu frekuensi’  sepertinya menjadi kunci langgengnya trio ini”, begitu Afgan bercerita tentang keseruan bekerja sama dengan Isyana dan Rendy. “This project obviously the most fun project that I’ve worked to”.

Sekali lagi musik membuktikan bahwa ia adalah bahasa yang universal, menembus berbagai halangan dan berbedaan,  bahkan membuka kesempatan untuk bereksplorasi lebih. Pada kasus trio Afgan, Isyana, Rendy adalah brand Zilingo yang menjadi partner dalam menyebarkan pesan pemberdayaan diri.

“Fesyen dan musik sering kali menjadi media bagi seseorang untuk menunjukkan kepribadian mereka. Menyadari hal ini,  Zilingo tidak dapat memikirkan figur yang lebih baik dari Afgan, Isyana, dan Rendy untuk membantu mendukung pesan #SiapaSihLo milik kami. Masing-masing musisi berbakat ini merupakan panutan bagi jutaan orang di Indonesia dengan gaya pribadi mereka sendiri, dan itu mengalir melalui musik mereka. Melalui “Feel So Right”, kami berharap dapat menginspirasi semua orang untuk mulai mengekspresikan diri mereka yang luar biasa melalui media  pilihan mereka, baik itu melalui fesyen, musik, seni atau medium lainnya, ” kata Sarah Humaira, VP dan Head of B2C Marketing, Zilingo.

 

Spirit SelfEmpowermentMelalui Irama dan Visual

Finalisasi musik “Feel So Right” diserahkan kepada produser musik asal Swedia bernama Harry Sommerdah yang sebelumnya pernah menangani lagu-lagu dari GAC. Ditangan sang produser, “Feel So Right” menjelma menja di dance track yang catchy dan ekspresif sehingga sangat  mustahil untuk diabaikan. Terlebih lagi, terdapat petikan gitar yang sangat khas dari Rendy Pandugo.

Sementara itu, visual “Feel So Right” diserahkan kepada photographer/director handal Davy Linggar. Pengambilan gambar untuk music  video dan photoshoot dilakukan di Tokyo, Jepang. Dengan tim yang relatif kecil, Project AIR mengeksplorasi keindahan kota Tokyo di area yang yang tidak terlalu touristic.

Pada video musik, Afgan, Isyana, Rendy terlihat berjalan di kawasan Ropongi, Ueno Station, Omotesando dan Aoyama. Dengan teknik editing yang banyak memperlihatkan pergantian antar individu pada lokasi yang sama menjadikan hasil akhirnya terkesan begitu dinamis dengan spirit  pemberdayaan diri yang sangat kuat.

Sebelumnya, Davy Linggar sempat bekerja sama dengan Afgan dan Rendy Pandugo pada penggarapan musik video secara solo, namun bagi Isyana menjadi kali pertamanya. “Afgan, Isyana, Rendy adalah 3 artist yang  seru untuk bekerjasama dan mudah diarahkan karena sudah memahami konsep dan visi yang ingin kita capai. Bahkan, perpindahan lokasi dalam suhu cuaca yang cukup dingin tidak menjadi halangan”, begitu Davy bercerita.

 

Feel So Right by Afgan, Isyana Sarasvati, RendyPandugo

Verse:

Never have I been this way

Look at me now I’m ready to sing and sway

Superstardom one step away

You will be amazed

Now its time for my brand new day

Time to shine cos I wont let this fade to grey

Telling my emotions to say

I bring out the best of me

lemme out and you will see

Never ever gonna see my,

Never ever gonna see my night

(When) All I see is light

ALRIGHT!

Never ever gonna see my,

Leave it for another day,

All I see is light,

Alright!

REFF

Hold me tight, come and

Dance with me all night,

And let our heart’s desire

Feel so right

You and I, no we’ll never be apart

I’ll make it last forever

Feel So Right by Afgan, Isyana Sarasvati, RendyPandugo

Composed by Isyana Sarasvati, RendyPandugo, Afgan

Music Produced by Harry Sommerdahl

Mixed by Harry Sommerdahl at Limestone Studio

Mastered by Stephan Santoso at Slingshot Studio

Published by Sony Music Entertainment Indonesia/Massive Music Entertainment

New Release : MAUDY AYUNDA “AKU SEDANG MENCINTAIMU” DALAM ALUNAN PIANO

 

Tahun lalu, Maudy Ayunda sukses membuat penggemarnya larut dalam perasaan menanti cinta sang sahabat, yang ada dalam lagu “Aku Sedang Mencintaimu”. Melihat antusiasme para pecinta musik terhadap lagu ini, Maudy pun memutuskan untuk merilis lagu ini dalam versi yang berbeda.

SISI YANG BEDA

Lagu “Aku Sedang Mencintaimu” yang dirilis di tahun 2018 lalu, mendapatkan tempat terbaik di hati pecinta musik Indonesia. Lagu ini sudah diputar jutaan kali di music streaming dan video musiknya telah ditonton jutaan kali di Youtube. Lagu ini juga sempat masuk ke dalam A-List Indonesia Playlist di Apple Music, dan hingga hari ini lagu “Aku Sedang Mencintaimu” masih bertahan di dalam chart musik streaming JOOX. Tidak hanya itu, industri musik tanah air pun mengapresiasi lagu ini dengan memberikan nominasi kategori Artis Solo Wanita Terbaik untuk Maudy Ayunda melalui lagu “Aku Sedang Mencintaimu” pada Anugerah Musik Indonesia 2018 lalu.

Karenanya, Maudy dan tim dari Trinity Optima Production kemudian memutuskan untuk memberikan suguhan yang berbeda terhadap lagu tersebut. “Karena kami melihat banyaknya komentar positif terhadap lagu ini dan liriknya juga sesuai dengan apa yang dirasakan oleh banyak orang, maka sebagai bentuk apresiasi untuk pendengar musik Indonesia kami pun merilis versi piano yang memberikan kesaan dan rasa yang berbeda dal am menikmati lagu ini,” ungkap Mhala selaku A&R dari Trinity Optima Production.

 

RASA YANG BEDA

Bekerjasama dengan Kitut yang juga seorang arranger musik, lagu “Aku Sedang Mencintaimu” dibawakan dalam format solo piano dengan aransemen musik yang lebih ballad dari versi originalnya.  “Karena sebenarnya lagu ‘Aku Sedang Mencintaimu’ ini liriknya sedih. Liriknya menceritakan tentang perasaan seseorang yang menantikan cinta dari sang sahabat. Dan, lewat aransemen yang baru ini, aku ingin menampilkan kesenduan dari lirik tersebut,” ungkap Maudy yang mengaku sangat puas dengan hasil aransemen untuk single “Aku Sedang Mencintaimu” versi piano ini.

Pilihan instrumen piano pun bukan keputusan yang tak berdasar. Maudy merasa lewat alunan piano, lagu “Aku Sedang Mencintaimu” ini bisa memberikan energi yang berbeda dari aslinya. “Saya dan Maudy sepakat hanya menggunakan instrumen piano dalam lagunya kali ini. Karena kami merasa, dengan alunan piano, pesan dan rasa sendu yang ada dalam lagu ini lebih terasa dan bebas dari distraksi beat-beat instrumen musik lainnya,” tambah Mhala.

Untuk melengkapi single “Aku Sedang Mencintaimu” (piano version), sebuah video lirik juga telah disiapkan. Dengan visual dan lirik yang seserhana, diharapkan lagu ini bisa menjadi lagu andalan bagi banyak penikmat musik Indonesia yang tengah sedang mencinta dalam diam.

 

AKU SEDANG MENCINTAIMU (Piano Version)

Andai kau tahu di sini ku merindu kamu

Andai ka u tahu di sini kumerindukanmu

Merindukan aku tak mampu

Bertahan untuk tak memilikimu

 

Kau yang selalu ada di dekatku

Kau sahabatku haruskah kumenunggu

Hingga kau mengerti rasa hati ini

Tak ingin dirimu bersama yang lain

 

Aku sedang mencintaimu

Meski kau takkan pernah tau

Akankah sang waktu menjaga hatiku

Untuk selalu menunggumu

 

Aku sedang mencintaimu

Meski hatiku takkan mampu

Tanpa sudut wajahmu, mengisi bingkai hariku

Takkan ada cerita indah seperti dulu

 

Izinkanku membuka mata hatimu

Melihatku dengan cara yang berbeda

Haruskahku terdiam dalam bisu

Didekatmu tapiku ‘jauh’

 

Aku sedang mencintaimu

Meski engkau tak pernah tau

Tanpa sudut wajahmu

Takkan ada cerita indah seperti dulu

Andai kau tahu

Composed by RENDY PANDUGO / MAUDY AYUNDA

Published by SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA / MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Produced by KITUT

Vocal produced by IRVNAT @BRO’S Std, Jkt

Engineered by ANGGI ANGGORO

Mixed by RAZI

Mastered by DIMAS PRADIPTA @SUMIT! Std, Jkt

@TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release : FILDAN AKU PERGI

Sukses dengan kolaborasinya bersama Lesti yang berjudul “Lebih dari Segalanya”, kali ini Fildan telah siap dengan single ke-empatnya yang berjudul “Aku Pergi”.  Lagu yang ditulis oleh Henky Adipati ini menceritakan tentang seseorang yang menyerah dengan hubungannya karena kerap di khianati. “Setelah beberapa kali mencoba untuk memperbaikinya, akhirnya ia pun menyerah dengan hubungan ini. Dan judul lagunya pun sudah cukup menjelaskan kegalauan di dalamnya,” ungkap Fildan.

Di dalam single ini, Fildan memberikan warna suara yang lebih mellow dari biasanya. Dengan menggunakan cengkok yang menjadi ciri khasnya, Fildan berhasil membawakan lagu ini dengan sempurna. “Karena jika dibandingkan dengan lagu-lagu sebelumnya lagu-lagu, di lagu ini akan terdengar lebih me llow dan sendu. Dan suara Fildan memang dikenal cocok dengan warna musik yang seperti itu,” ungkap Simhala Avadana selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Untuk melengkapi peluncuran single ini, sebuah musik video telah disiapkan oleh Rizky Lubis. Musik video ini dibuat dalam bentuk story telling dimana ceritanya berusaha menunjukkan rasa sakit hati yang dirasakan oleh Fildan karena kekasih yang selama ini ia cintai ternyata selingkuh. “Dari visual menunjukan kebahagiaan dan cinta dalam flashback, musik video ini menunjukan cinta dan sakit hati yang sangat menyakitkan,” ungkap Rizky Lubis. Wah, penasaran kan seperti apa sih musik video Fildan? Yuk tonton videonya di bawah ini.

 

AKU PERGI (LIRIK)

Sakit yang kurasakan kini

Takkan bisa ku tahan lagi

Cukup derita yang kau beri

Sangat menyakiti hati ini

 

Tak ku sangka dirimu

Tlah tega khianati

Lebih baik aku pergi

 

Berulang kali kau sakiti aku

Berulang kali kau khianati aku

Sungguh kau memang tak punya hati

Lebih baik aku pergi

 

Tak ku sangka dirimu

Tlah tega khianati

Lebih baik ku sendiri

Composed by HENGKY

Published by MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Produced & Mixed by YONGKI

Vocal Recorded @LAVOICE Std, Jkt

Mastered by DIMAS PRADIPTA @SUMIT! Std, Jkt

©TRINITY OPTIMA PR ODUCTION 2019