trinity_logo_web.png
Menu
TRIO GAB Jalani Tur Album MELATI  20 Kota Dalam 10 Hari Di Sumatera

 

Gabungan 3 vokalis band yaitu Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas atau yang disebut dengan nama TRIO GAB, baru saja menyelesaikan serangkaian tur dalam mempromosikan Album Kompilasi Melayu yang diberi judul MELATI, ke 20 kota di pulau Sumatera.

 

Ketiga vokalis band ini mewakili band mereka masing-masing yaitu BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI untuk memperkenalkan album Melati ini ke seluruh Indonesia. Album Melati adalah sebuah album kompilasi melayu yang terdiri dari 3 band BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI, mereka membuat sebuah campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Bersama label Trinity Optima Production, Texas Chicken Indonesia dan Qdawang Music, proyek album kompilasi ini dibuat dengan tujuan untuk menaikkan kembali genre pop melayu di belantika musik tanah air.

 

Genre yang pernah hits dan menjadi “acuan” bagi semua band industri pada masanya ini, berusaha mendapat kembali tempat di tengah pergeseran selera musik masyarakat Indonesia yang dipenuhi oleh musik ‘urban’ dan lagu-lagu Barat. “Musik Melayu merupakan salah satu musik aslinya Indonesia, sama seperti Dangdut. Disini kami ingin menunjukkan ke masyarakat kalau musik melayu juga bisa berkembang dan musik melayu bukanlah genre yang hanya mentok disitu saja. Namun bisa dieksplorasi dengan genre musik lain. Ya boleh dibilang ini lagu melayu yang beda”, jelas Heri Gamma1

 

Di album ini, masing-masing band merilis single terbaru mereka yaitu Bagindas dengan single “Bila Benar Sayang”, Gamma1 dengan single “Dari Hati Ke Hati” dan band Adipati dengan single “Tuhan Tidak Tidur”. Selain itu, ada 1 single kolaborasi 3 vokalis band tersebut yaitu Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas atau yang disebut dengan nama Trio GAB dengan judul “Sebut Saja Dia Melati”. Tak tanggung-tanggung, demi mendapatkan hasil yang maksimal, pengerjaan mastering album Melati ini dilakukan di Nashville, Texas – Amerika Serikat. Untuk penjualan album MELATI, Bagindas, Gamma1 dan Adipati bekerjasama dengan Texas Chicken Indonesia. Masyarakat Indonesia bisa mendapatkan album MELATI ini dengan mengunjungi outlet-outlet Texas Chicken yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Rangkaian tur yang dijalani Trio GAB dalam rangka mempromosikan album MELATI ini, dilakukan dengan mengunjungi 20 kota di pulau Sumatera hanya dalam waktu 10 hari yaitu mulai dari tanggal 11 – 22 Januari 2017. Kota-kota yang dikunjungi antara lain kota Medan, Binjai, Perbaungan, Tebing Tinggi, Kotapinang, Bagan Batu, Pekanbaru, Bangkinang, Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, Sungai Penuh, Palembang, Tulang Bawang, Mesuji, Kotabumi, Bandar Jaya, Metro, Bandar Lampung

 

Berbagai aktivitas yang dijalankan Trio GAB selama promo tur tersebut antara lain dengan melakukan promo radio yang ada di 20 kota tersebut. Trio GAB juga menyempat kan diri untuk melakukan media gathering dengan rekan-rekan media cetak, online dan TV di kota Medan, Padang dan Lampung seperti Koran Analisa, Harian SIB, Koran Waspada,  Waspada Online, Newsdaily.com, Koran Tribun, Koran Pos Metro, Koran Singgalang, Harian Padang Express, Harian Antar Sumbar, Harian Haluan.com, Klikpositif.com, Padang TV dan Radar TV Lampung.

 

Trio GAB juga melakukan kunjungan ke outlet-outlet Texas Chicken dan berinteraksi langsung dengan konsumen Texas Chicken dan fans-fans mereka disana. Sambutan para fans BAGINDAS, GAMMA1 dan ADIPATI serta masyarakat setempat, ternyata sangat antusias. Terbukti, banyak fans yang rela mengantri untuk bisa foto bersama dan meminta tanda tangan para idolanya tersebut. Antusias fans juga terlihat saat Trio GAB tampil bernyanyi secara akustik di kota Medan dan Pekanbaru. “Dalam tur ini, kita bukan saja ingin memperkenalkan single terbaru band kita masing-masing. Tapi kita juga memperkenalkan bahwa kita punya single kolaborasi yang judulnya Sebut Saja Dia Melati. Rupanya sudah banyak masyarakat yang bisa menyanyikan lagu ini, wah kami senang sekali melihat respon mereka. Bahkan respon fans kita masing-masing di social media rame sekali, ga nyangka sampai segitu banyak responnya. Video klip kami di Youtube juga menigkat viewersnya, Alhamdulillah. Ini membuktikan bahwa lagu melayu akan selalu punya tempat di hati dan kuping masyarakat Indonesia”, ucap Angga Adipati.

 

Yang menarik, Trio GAB tidak melewatkan tur promo ini untuk berwisata kuliner dan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Air Terjun Lembah Anai, Jam Gadang di Bukittinggi dan Jembatan Ampera di Palembang. “Perjalanan tur Sumatera ini menjadi pengalaman baru bagi kami. Karena kami menjalani tur tanpa band kami masing-masing. Jadi hanya vokalisnya saja. Walau ga seramai dengan band, walau menempuh perjalanan yang sangat jauh tapi tetep seru. Saya, Heri dan Angga juga sangat kompak. Pengalaman yang menarik yaitu perjalanan dari Padang menuju Palembang yang harus menempuh waktu sekitar 35 jam. Aduh itu capek banget, tapi serunya terjawab dengan antusias fans-fans kami disana. Langsung hilang capeknya. Saat kita sampai di beberapa kantor media, sudah berkumpul puluhan fans Bagindas, Gamma1 dan Adipati. Wah rame banget. Dan bukan cuma itu, saya pribadi juga mendapat banyak wawasan baru mengenai banyak tempat di pulau Sumatera, meskipun belum sempat mengunjungi semuanya yah”, tutup Andra Bagindas.

 

Setelah tur di pulau Sumatera ini, Trio GAB rencananya akan melanjutkan tur promo album Melati ini dengan mengunjungi kota-kota di pulau Jawa. Seberapa besar antusias fans mereka di pulau Jawa? Kita tunggu kelanjutan cerita dari Heri Gamma1, Angga Adipati dan Andra Bagindas.

 

Official Video Clip Trio GAB – “Sebut Saja Dia Melati” :

https://youtu.be/Zvriq-5DLUQ

Jelang Konser Dongeng 2, Naura Rilis “Concert Kit”

 

Kurang lebih 1 minggu lagi, Pertunjukan Musikal Dongeng 2 Naura akan diselenggarakan. Konser lanjutan dari konser Dongeng yang sukses terlaksana pada tahun 2015 lalu, kini akan hadir pada 4 & 5 Februari 2017. Naura pun sudah melakukan banyak persiapan untuk konsernya ini. Masa karantina bersama seluruh peserta yang terlibat di konser ini pun dilakukan.

Menyambut konser yang sebentar lagi tiba, kini Naura bersama Blibli.com mempersembahkan paket merchandise yang bisa digunakan di konser nanti. Ada concert kit dimana isinya bisa digunakan di konser nanti. Paket concert kit ini dijual dengan harga Rp. 255.000,- hanya di Blibli.com

Selain itu, Blibli.com juga menyiapkan 1 pasang tiket konser Dongeng 2 untuk 1 orang pembeli yang paling beruntung. #TemanNaura cukup membeli concert kit yang sudah mulai dijual pada Rabu, 25 Januari 2017, di blibli.com

Concert Kit ini jumlahnya terbatas. Untuk #temannaura semua yang mau punya, yuk langsung pesan di Blibli.com!

SETIA BAND New Single : “Bintang Kehidupan”

 

Jika mendengar lagu legendaris “Bintang Kehidupan”, tentunya kita akan mengingat sang penyanyi, almarhumah Nike Ardila dan nama sang pencipta lagu, Deddy Dores. Lagu Slow-Rock yang pernah populer di era tahun 90-an ini, bisa dikatakan sebagai warisan berharga di industri musik tanah air, karena lagu ini sangat digemari pencinta musik Indonesia kala itu. Lagu ini bahkan diterima secara luas di Indonesia hingga Asia Tenggara, dimana lagu ini sempat dinyanyikan oleh Alm. Nike Ardilla di Song Festival Shanghai pada tahun 1991 dalam versi Bahasa Inggris dengan judul ‘Star of Life’.

Kini diawal tahun 2017, SETIA Band kembali me-remake lagu ini dalam sebuah aransemen musik pop-ballad yang apik dan menyentuh hati. Lagu ciptaan Deddy Dores ini, tak hanya memiliki kekuatan pada lirik, namun juga melodi yang selalu sukses menyihir para pendengarnya. Tak heran, jika lagu ini menjadi salah satu lagu populer sepanjang sejarah musik Indonesia.

Band yang terdiri dari Charly Van Houten dan Pepeng ini, mengaku bangga mendapat kesempatan untuk me-remake lagu yang begitu populer pada masa keemasannya kala itu. “Ini adalah lagu lama yang memiliki kekuatan notasi dan syair yang sangat masuk di setiap momen dan waktu kapanpun, karena lagu ini juga memiliki kekuatan isi lagu yang gaungnya masih mampu dirasakan sampai saat ini. Lagu ini juga yang menjadi titik benang merah perjalanan karier sang Legend, Nike Ardilla, “ ujar Charly. “Bisa membawakan kembali lagu ini tentunya rasanya luar biasa. Pasti banyak orang yang merindukan lagu ini. Semoga mendapat respon yang positif,” tambah Pepeng, sang gitaris.

Setia Band selalu berhati-hati dalam mendaur ulang lagu milik orang lain, termasuk di lagu ini. ” Karena lagu ini adalah salah satu lagu terbaik yang pernah dipopulerkan oleh  almarhumah Nike Ardilla. jadi tidak boleh asal remake. Kami tidak ingin menghilangkan kekuatan Nike Ardila atau roh dari lagu itu sendiri. Kualitas vokal dan penghayatan beliau benar-benar memberikan ‘nyawa’ di lagu ini. Apalagi hingga sekarang, masih banyak yang menyukai dan merindukan lagu ini,” jelas Charly.

Untuk video klip lagu ini, Setia Band baru saja menjalankan proses syutingnya yang mengambil konsep sebuah perjalanan cinta, dimana seseorang akhirnya menemukan kesendirian karena telah melewati banyak kegagalan cinta terhadap wanita-wanita yang pernah dicintainya.

Setia Band  tentunya berharap dengan mereka membawakan kembali lagu ini, selain bisa diterima masyarakat luas sekaligus dapat melepas kerinduan penikmat musik pada era lagu tersebut, pada saat lagu ini dibawakan oleh almarhumah Nike Ardilla. Dan lagu ini mampu membius rasa dan telinga seluruh masyarakat Indonesia saat ini.

 

Official Video Clip|SETIA Band – “Bintang Kehidupan” :

https://youtu.be/uETktOnz8gc

Link streaming:

Apple Music :  http://bit.ly/Appbintangkehidupan

Itunes : http://bit.ly/itunesbintangkehidupan

Spotify : http://bit.ly/spotifybintangkehidupan

 Joox : http://bit.ly/Joox-Bintangkehidupan

UNGU Tampil Di Pahang, Pasha Kunjungi PM Malaysia

Band UNGU baru saja mengunjungi negeri jiran, Malaysia pada tanggal 13 – 15 Januari 2017 lalu. UNGU di undang oleh Yang Amat Mulia Tengku Muda Pahang, yaitu Tengku Abdurahman Bin Sultan Ahmadshah, untuk menghibur warga Temerloh, sebuah kota kecil di Pahang-Malaysia, dalam rangka memberi semangat kepada Klub Sepak Bola Pahang, Pahang FC.

Disamping itu, Sigit Purnomo said atau Pasha juga diundang sebagai wakil walikota Palu untuk melakukan silaturahmi, berkomunikasi serta studi banding dengan Pemda Temerloh  untuk mengunjungi dan melihat berbagai potensi industri dan wisata disana.

Dalam perjalanan tersebut, Perdana Menteri Malaysia yaitu Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak atau yang biasa disapa Najib Tun Razak, yang kebetulan sedang berkunjung ke Kuantan – Pahang, juga bersedia menyempatkan diri bertemu dan beramah tamah dengan Pasha, selaku Wakil Walikota Palu. Pertemuan tersebut berlangsung akrab, ternyata keduanya memiliki kesamaan karena memiliki darah keturunan Bugis – Sulawesi Selatan. “Kemarin pemerintah Kota Palu dalam hal ini, kami mewakili Bapak Walikota menghadiri karnaval seni budaya negeri Pahang di Malaysia yang diinisiasi oleh Tengku Muda Pahang Abdurrahman. Banyak hal yang kami diskusikan dengan Beliau, baik seni budaya, rumah adat dan mengenalkan kota Palu. Termasuk juga mengenai bidang olahraga seperti sepakbola “, ujar Pasha.

Pasha mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dan bersyukur dapat diterima dengan baik oleh PM Malaysia, Najib Tun Razak. Beliau ternyata sudah mengetahui dirinya sejak Pasha masih aktif di dunia musik sebagai vokalis band UNGU. “Kami sebenarnya tidak menyangka kalau Beliau sudah menyukai lagu-lagu Ungu sebelum Beliau menjabat sebagai Perdana Menteri. Sungguh suatu kebanggaan buat UNGU, karena beliau ini kapasitasnya se-level presiden”, tutur Pasha.

Tak lupa, Pasha turut mengundang PM Malaysia tersebut untuk dapat menghadiri Pesta Rakyat “Festival Pesona Palu Nomoli 2017“ dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palu yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 September 2017 mendatang. Acara ini bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia. Kami ingin perkenalkan Palu di mata dunia. Alhamdulillah, beliau mendengarkan dengan baik”, tutup Pasha.

Selamat Untuk Pemenang NSP Bonus Akhir Tahun

Bonus NSP Akhir Tahun_with artis

Program NSP Bonus Akhir Tahun merupakan kerjasama Trinity dengan Telkomsel yang diadakan sejak tanggal 19 September sampai dengan 19 Desember 2016.  Pengundian peserta yang telah mengikuti program tersebut dilakukan pada tanggal 17 Januari 2017 dihadapan perwakilan Kementrian Sosial (Kemensos), Notaris dan Kepolisian.

Pemenang terpilih ditelpon langsung oleh pihak Kemensos, pada saat pengundian. Berikut nomer-nomer pemenangnya:

Hadiah Uang Tunai Rp10.000.000,-

0821.6624.XXXX

 

Hadiah Uang Tunai Rp2.000.000,-

0852.4053.XXXX

0821.1510.XXXX

0852.7070.XXXX

0853.9543.XXXX

0812.5181.XXXX

 

Hadiah Uang Tunai Rp100.000,-

0852.6103. XXXX

0813.4185. XXXX

0812.5315. XXXX

0853.9716. XXXX

0812.1278. XXXX

0812.5568. XXXX

0812.1489. XXXX

0812.9177. XXXX

0823.7052. XXXX

0813.4369. XXXX

0813.4249. XXXX

0823.4048. XXXX

0821.5805. XXXX

0823.4954. XXXX

0813.6449. XXXX

0812.1489. XXXX

0812.9177. XXXX

0823.7052. XXXX

0813.4369. XXXX

Para pemenang telah mengikuti program NSP Bonus Akhir Tahun dengan mekanisme mengaktifkan NSP Telkomsel dengan menghubungi *121*11# melalui nomor handphone Telkomsel, selama periode berlangsung.

LESTI New Single : “EGOIS”

Egois – Lesti | New Single

Egois - Lesti

“Mengapa tak mencoba, jujur pada hati kita… Kasih. Bahwa sesungguhnya engkau dan aku, takut berpisah…”

Sebait syair yang menggambarkan kesedihan yang mendalam dilantunkan indah dan penuh penjiwaan oleh Lesti dalam single terbarunya yang berjudul Egois.

Lesti, yang memiliki nama lengkap Lesti Andryani ini mengawali karier bernyanyinya sebagai pemenang ajang kontes dandut D’Academy Indosiar tahun 2014. Setelah kemenangannya, Lesti merilis single perdananya yang berjudul “Kejora” ciptaan Nur Bayan pada tahun 2014, yang mana lagu ini juga merupakan lagu kemenangannya di malam Grand Final D’Academy saat itu.

Setelah itu di tahun 2015, Lesti merilis single keduanya yang berjudul “Pokoke Joged” yang menjadi soundtrack serial drama “Kuch Kuch Dangdut” yang pernah tayangkan di Indosiar dan merupakan salah satu single yang terdapat di album Dangdut Academy 2.

Masih di tahun yang sama, Lesti terpilih sebagai salah satu wakil dari Indonesia di Dangdut Academy Asia (D’Academy Asia) Indosiar, yaitu sebuah ajang pencarian bakat penyanyi dangdut tingkat Asia yang diikuti oleh 4 negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Dia ajang ini, Lesti berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan mendapatkan juara runner up (juara 2 D’Academy Asia). Untuk itu, Lesti pun mendapat kesempatan untuk merilis lagu karya cipta dari Pak Ngah, komposer dan arranger asal Malaysia yang berjudul “Zapin Melayu”.

Kini Lesti hadir dengan single terbarunya yang berjudul  Egois, yang diciptakan dan di aransemen musiknya oleh Hendro Saki. Lagu yang berlirik sederhana ini, hadir dengan nuansa lebih pop, meski masih terdengar aransemen dangdutnya. Secara lirik, lagu ini menggambarkan tentang perasaan egois seseorang karena takut kehilangan sang kekasih hati. “Lagu ini sebenarnya menceritakan tentang ke-egois-an satu pasangan. Bagaimana kalau orang lagi pacaran, apalagi di masa- masa puber, mereka saling egois. Suka marah-marah sama pasangannya, padahal dia tidak mau ditinggalkan pasangannya. Untuk musiknya, lagu ini memang agak nge-pop. Sebenarnya sekarang aku memang ingin lebih nge-pop sih, jadi tidak terlalu dangdut banget”, jelas Lesti tentang lagu barunya ini.

Baca juga: LESTI INGIN BERDUET DENGAN SYAHRINI

Lesti memang memiliki kemampuan vokal yang luar biasa. Meski lagu ini di luar karakter lagu yang biasa dinyanyikannya, namun dirinya mampu menyanyikan lagu ini dengan interpretasi yang sangat baik dengan cengkok dangdutnya yang khas. “Lagunya memang berbeda banget dengan karakter lagu-lagu aku sebelumnya. Kebetulan lagu ini, aku dikasih langsung oleh penciptanya. Tujuannya memang setiap aku merilis single/lagu baru itu berwarna, jadi tidak flat atau sama dengan lagu-lagu aku yang udah ada. Pas dengar pertama udah langsung tahu dan menyatu juga dengan lagunya. Proses recording juga nggak begitu lama. Sebenarnya ini udah lama juga rencana rilisnya, tapi sempat cancel dulu karena nggak ada waktu yang pas. Senang, akhirnya bisa rilis juga”, ujar Lesti.

Egois - Lesti

Untuk video klip lagu Egois, Lesti tampil cantik dengan busana serba putih. Konsep video klip dibuat seolah Lesti berada di sebuah dunia khayalan. ” Konsep video klipnya keren, aku suka banget. Ceritanya di video klipnya aku ada di dunia khayalan. Ada adegan drama sama nari gitu,” ucap Lesti.

Baca juga: Lesti Masuk Nominasi ADI 2017!

Lesti dikenal tak hanya jago menyanyi dangdut, namun juga piawai dalam menyanyi sinden dan berakting. Terbukti, sudah banyak sinetron dan FTV yang diperankannya seperti Merpati Tak Pernah Galau (FTV 2014), Senandung Cinta Kejora (FTV 2014), Anak Tukang Sapu Jadi Dokter (FTV 2014), Kejora 2 Mencari Bintang (FTV 2015), sinetron “Siti Bling Bling Mengejar Cinta Pertama”, sinetron “Munajat Cinta Gadis Desa”, sinetron “ Jakarta Love Story”, sinetron “Bastian Steel Bukan Cowok Biasa” dan sinetron “Kuch Kuch Dangdut”.

Baca juga: Lesti Menang AMI Awards 2017

Kematangan vokal dan bakat yang dimiliki Lesti, dari waktu ke waktu dan ditambah jam terbang yang semakin banyak di dunia tarik suara, membawa Lesti kedalam jajaran penyanyi dangdut wanita yang cukup diperhitungkan di dunia musik dangdut Indonesia. Beberapa penghargaan di dunia tarik suara pun berhasil diraihnya. Sebut saja, Lagu Dangdut Paling Ngetop SCTV Music Award untuk lagu Kejora yang pada tahun 2015 lalu, Penyanyi Pendatang baru Wanita Terpopuler Indonesian Dangdut Awards (IDA) 2015, Penghargaan Penyanyi Dangdut Wanita Paling Inbox Inbox Awards 2016 dan Penyanyi Dangdut Wanita Paling Ngetop SCTV Music Awards 2016.

Official Video Clip | Lesti  – Egois :

http://bit.ly/LestiEgoisVC

BAGINDAS, GAMMA1 DAN ADIPATI KOLABORASI BANGKITKAN MUSIK MELAYU

whatsapp-image-2016-12-14-at-5-51-36-pm

JAKARTA – Tren genre musik Pop-Melayu kembali hadir lewat album kompilasi dari band Gamma1, Adipati dan Bagindas bertajuk MELATI (Melayu Tak Pernah Mati). Album tersebut menghadirkan lagu-lagu hits mereka dan beberapa lagu baru salah satunya single kolaborasi berjudul Sebut Saja Dia Melati.

“Kalau dari pandangan Trinity banyak sekali perbedaan yang memiliki keunikan sendiri-sendiri dan berpotensi. Kalau dari Bagindas, Adipati dan Gamma1 enggak bisa dibilang sama. Itulah kenapa kita menggabungkan perbedaan ketiganya itu melihat gimana pasarnya,” kata produser Mhala Numata di Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (14/12/2016).

Proyek kolaborasi ini disyukuri oleh ketiganya. Sebab, ini menjadi salah satu mimpi besar mereka untuk bisa menyatukan musiknya.

“Bukan sesutau hal (yang bikin) tertarik tapi ini mimpi besar kita apalagi kita dinaungi di Trinity (Optima Production). Akhirnya kita bisa bekerjasama, dimana (bergabung) Bagindas, Adipati dan Gamma1. Alhamdulillah semua itu jadi sesuatu yang luar biasa,” tambah Angga vokalis band Adipati.

Album MELATI (Melayu Tak Pernah Mati) terdiri lagu Gamma1 berjudul Jomblo Happy, Bukan Cinta 1 atau 2, Dari Hati ke Hati, dan Hidup Segan Mati Tak Mau. Sementara lagu dari Bagindas berjudul Bila Benar Sayang, C.I.N.T.A, Aku Pasti Tahu, dan 100% Cintaku, serta lagu dari Adipati berjudul Tuhan Tidak Tidur, Janur Kuning, dan Ini Bukan C.I.N.T.A. Album ini yang melakukan mastering di Texas, Amerika Serikat ini hanya bisa di dapatkan di Texas Fried Chicken dengan harga paket musik Rp 85.000,-.

ADIPATI New Release : “Tuhan Tidak Tidur”

whatsapp-image-2016-12-13-at-6-38-50-pm

ADIPATI. Band asal Bogor yang terbentuk pada Oktober 2015 ini terdiri dari Angga (Vokal), Hengky (Keyboard), Dudi (Gitar), Achul (Gitar), Aji (Bass), dan Dindin (Drum). Persahabatan sejak lama antara para personil band ini membuat mereka akhirnya sepakat untuk membentuk sebuah band serta melakukan berbagai penampilan di café, pensi hingga acara-acara wedding di kota kelahiran mereka. “Kami sudah lama bersahabat baik dan sama-sama menyukai musik, akhirnya kami buat band ini,” ucap Angga ketika ditanyakan bagaimana akhirnya band ini terbentuk.

Meski terbilang pendatang baru, Adipati punya ambisi besar di blantika musik tanah air. Nama Adipati pun dipilih untuk mewakili semangat dan motivasi mereka untuk terjun ke dunia musik Indonesia. Diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya raja atau petinggi-petinggi  pada jaman kerajaan dahulu, para personil Adipati berharap suatu saat nanti mereka memperoleh kesuksesan dan turut mewarnai perkembangan musik Indonesia.

Setelah sukses merilis single perdana yang berjudul “Janur Kuning” dan single kedua yang diberi judul “Ini Bukan C.I.N.T.A”, kini Adipati merilis single terbarunya yang berjudul “Tuhan Tidak Tidur”. Lagu yang diciptakan oleh Dudi ini bercerita tentang pengkhianatan cinta yang idenya ia dapat dari kejadian di sekelilingnya. “Lagu ini sebenarnya bercerita tentang kesetiaan pada komitmen ketika berikrar untuk menjalin cinta dengan seseorang, meskipun pada perjalanannya banyak liku-liku. Lagu ini berpesan agar kita harus menjaga komitmen dan kesetiaan cinta walaupun pada akhirnya pasangan kita tidak menghargai kita ataupun berselingkuh. Jadi tidak perlu dibalas, karena kita percaya Tuhan tidak tidur”, jelas Dudi, sang pencipta lagu.

Nuansa musik yang dituangkan pada lagu ini sedikit berbeda dari lagu-lagu yang pernah dirilis oleh Adipati sebelumnya, dimana aransemen musiknya dibuat lebih pop serta menonjolkan suara Angga sebagai vokalis yang memiliki range yang luas. Hal ini juga diperkuat dengan penambahan nuansa choir di bagian akhir untuk semakin memperkuat klimaks dari lagu ini. Pada akhirnya, pemilihan lirik dan notasi yang sederhana namun menyentuh tetap akan menjadi kekuatan di setiap lagu Adipati yang akan ditonjolkan dalam lagu terbaru ini.

Kehadiran Adipati di blantika musik Indonesia, diharapkan dapat mengobati kerinduan pencinta musik Indonesia pada kejayaan musik Pop Melayu. Untuk itu, lagu ini hadir dalam sebuah album kompilasi yang bertajuk “Melati”, sebuah campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu. Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini bahwa bagi semua orang yang mencintai musik Melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati”.

 

Official Video Clip|ADIPATI – “Tuhan Tidak Tidur” :

https://youtu.be/6J-AapF-nIY

cover

 

ARMAND MAULANA New Release : “Sebelah Mata”

whatsapp-image-2016-12-13-at-11-11-14-am

   Official Video Clip|Armand Maulana – “Sebelah Mata” : https://t.co/4VXMPFl7gF

ARMAND MAULANA semakin serius menekuni solo kariernya di dunia musik Indonesia. Setelah sukses merilis single solo perdana “Hanya Engkau Yang Bisa”, kini di penghujung tahun 2016 Armand Maulana kembali merilis single kedua-nya yang diberi judul “Sebelah Mata”.

Masih bekerja sama dengan Lale, Ilman dan Nino sebagai pencipta lagu, lagu baru Armand Maulana ini mengangkat kisah cinta seseorang yang dipandang sebelah mata oleh orang lain. “Single terbaru gue ini judulnya Sebelah Mata. Lagu ini diciptakan oleh Lale, Ilman dan Nino. Ini tentang cinta dari seseorang yang dipandang sebelah mata. Jadi dia mencintai seseorang tapi orang itu memandang dia dengan sebelah mata. Dan dia ga ngoyo, ga bete. Yang penting gue mengagumi loe, mencintai loe, bisa lihat keseharian loe… Gue sudah happy, ” ucap Armand tentang makna lagu barunya tersebut.

Untuk aransemen musik di lagu ini, Armand Maulana mempercayakan sepenuhnya pada sang pencipta lagu yaitu Lale, Ilman dan Nino. “Awalnya pas kita selesai rekaman untuk lagu Hanya Engkau Yang Bisa, tiba-tiba Ilman nyeletuk ‘Kayaknya lagu yang gitaran cocok deh buat dinyanyiin Kang Armand’, dulu belum ada judul Sebelah Mata. Pas gue denger, wiihh keren banget. Lagunya asyik banget, liriknya bagus dan ga galau. Yang paling penting, lagu ini tuh mewakili gue banget dan mewakili apa yang gue mau,” jelas Armand Maulana.

“Kita sebelumnya udah pernah menciptakan lagu buat kang Armand judulnya Hanya Engkau Yang Bisa. Dan di lagu ini kita ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari lagu sebelumnya. Kali ini konsepnya lebih santai. Sebenarnya ini karya kedua kita sama Kang Armand. Alhamdulillah, kerjasamanya enak banget. Kang Armand orangnya juga sangat humble. Buat seseorang yang berkarier jauh lebih lama dan lebih senior dari kita, kerja sama dengan beliau enak sekali dan sangat kooperatif,” ujar Nino.

Dalam penggarapan video klip single “Sebelah Mata”, Armand Maulana mengikut-sertakan sejumlah musisi muda berbakat Tanah Air yaitu Barasuara, Dekat, Pandji Pragiwaksono, Elephant Kind, Stars and Rabbit serta Lale, Ilman dan Nino. “Gue sengaja mengajak musisi-musisi muda ini, gue hubungi mereka langsung, Gue memilih musisi-musisi muda ini sebagai cameo di video klip ini karena gue ngefans ke mereka. Gue respect banget sama mereka karena karya mereka yang keren-keren dan mereka adalah musisi-musisi muda yang buat gue jadi fondasi musik Indonesia saat ini,” kata Armand Maulana.

Official Video Clip|Armand Maulana – “Sebelah Mata” :

https://youtu.be/Qt_Dj2MzroQ

Afgan SIDES Live in Miri, Sarawak

afgan

Setelah sukses menggelar Afgan SIDES Indonesia Tour 2016, Afgan juga akan menggelar Afgan SIDES Malaysia Tour 2016. Konser yang akan digelar pada Sabtu, 24 Desember 2016, akan diselenggarakan di Stadium Bandaraya, Sarawak. Tiket sudah bisa dibeli di: http://www.airasiaredtix.com/

Indonesian sensation Afgansyah Reza, better known as AFGAN, makes his way back to Malaysia for his most anticipated concert. AFGAN “SIDES” Live in Miri, Sarawak Malaysia which will be held at Stadium Bandaraya Miri on Saturday, 24th December at 8:00pm. Afgan’s Miri, Sarawak stop will be the last stop destination for his Asian Tour, which includes Indonesia, Malaysia and Singapore and will showcase his journey as an artist from his first hit song to his latest single Kunci Hati.

This closing performance in Miri will be the first of its kind in the region of Borneo and will be a strategic location to hold this event as it caters to Afgan’s fans primarily from Borneo which include his die hard fans from Brunei. This neighbouring country which is situated just 90 minutes away via ground transportation. All of his concerts held were all “SOLD OUT”.

Afganisme, what his fans are called, doesn’t necessarily come from his homeland but as well as Brunei, Singapore and of course Malaysia ranging from fans of all ages. Afgan burst into the music scene in 2008 with his first single Terima Kasih Cinta, which became an instant megahit not in Indonesia, but also in the region. Since then, Afgan was destined for regional superstardom.

Organized by Orpheus Events, this one night only Grand spectacular show is in support of his album SIDES, his first album in 3 years. SIDES features more mature and diverse sounds compared to his older works. In this latest offering, AFGAN sticks to his R&B roots but fuses elements of blues, electronic and orchestra, where he gets to do more than love songs and uncover different parts of himself.

He recently released his 5th solo album SIDES, a musical escape into world of romance, imagination and magic, and the inspiration for his three-nation concert tour.