trinity_logo_web.png
Menu
ROSSA New Album “A New Chapter“

 

Perjalanan musik Rossa selama 20 (dua puluh) tahun telah banyak meninggalkan rekam jejak penuh warna untuk musik Indonesia. Adaptasi dan lentur pada perubahan sound musik dunia menjadi salah satu jurus jitu bagi Rossa untuk tetap bertahan dan menghasilkan karya yang tetap mendapat respon bagus dari penggemar Rossa di Indonesia dan berbagai belahan dunia lain.

Menginjak usia 21 (dua puluh satu) tahun karir Rossa di awal 2017 ini, sebuah materi album berisi 9 (sembilan) komposisi baru telah dirilis. Album ini penuh dengan dinamika sound yang akan membuat decak kagum pecinta musik. Melibatkan banyak pencipta lagu, arranger dan produser musik kelas dunia akan membuat tafsir baru akan musik Rossa di album yang berjudul A New Chapter ini.

“Album ini saya kasih judul ‘A New Chapter’ karena memang hampir seluruhnya nuansanya baru, musiknya, pencipta lagunya, dan aransemennya saya bikin lebih kekinian. Ada 4 (empat) lagu yang memang direkam di Los Angeles. ‘Body Speak’, ‘Break It Up’, ‘Till My Heart Stop Beating’ dan ‘Firefly’. Kalau mendengar keseluruhan albumnya, semuanya keliatan lebih fresh. Karena saya memang pinginnya di album ini terlihat lebih berbeda, lebih fresh, menunjukkan hal yang baru dari saya.” Papar Rossa tentang  karakter album barunya ini.

Untuk lagu berjudul “Body Speak” yang diciptakan 3 (tiga) musisi Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz, Rossa menjalani proses rekaman di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai vocal producer. Mitch Allan adalah seorang musisi, songwriter dan music producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony, Kelly Clarkson sampai Simple Plan. Sebelumnya, Mitch Allan dikenal sebagai vokalis dan gitaris band SR-71 dan Satellite.

Komposisi “Body Speak” ini menghadirkan elemen groove yang kental dengan balutan dance musik kekinian. Lagu ini dirilis tanggal 22 Februari 2017, dalam sebuah Press Conference Launching Single

 

“Body Speak” yang diselenggarakan di Singapura. Trinity Optima production selaku label rekaman yang menaungi Rossa, melakukan kerjasama dengan MTV Asia dalam mempromosikan single ini di Singapura. Rossa menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight. Penayangan video klip lagu ini pun juga akan ditayangkan oleh MTV Asia.

Tentu menjadi pengalaman baru dengan lagu-lagu yang direkam dan diciptakan oleh musisi baru, ini juga yang terjadi saat Rossa rekaman di Los Angeles. Berhasil masuk di studio dengan vibe dan teknologi yang berbeda. Rossa mengaku banyak belajar dan mendapat supervise dari Mitch Allan dan musisi lainnya selama proses rekaman disana, untuk mendapatkan pronounciation dan lafal bahasa Inggris yang tepat.

Bicara tentang lagu-lagu lain yang melibatkan musisi dalam negeri, Rossa tak lupa mengajak nama-nama yang lekat dengan karya cipta lagu yang memiliki rekam jejak dengan sederet hits seperti Pay dan Dewiq “Tlah Mencoba”,  Taufik Batisah “Bukan Maksudku”, Aji Mirza Hakim “Satu Hal Yang Bodoh”, Rian D’Masiv “Jangan Hilangkan Dia”, dan pencipta lagu baru David Sam “Cinta Dalam Hidupku”.

Rossa lekat dengan soundtrack film laris, selama ini Rossa berkali-kali dipercaya untuk menyanyikan soundtrack film-film ternama dari mulai Ayat Ayat Cinta, Soekarno, Sang Pencerah, Barbi3, HijrahCinta, Cinta Di Langit Taj Mahal, dan I Love You From 38.000 Feet. Satu lagu di album ini “Cinta Dalam Hidupku” menjadi original soundtrack (OST) film London Love Story 2 yang diproduksi oleh Screenplay Productions. Untuk yang kangen dengan Rossa dengan kekuatan dan penjiwaan lagunya yang luar biasa, lagu ini bisa menjadi pilihan.

Berikut kita simak gambaran daya tarik album “A New Chapter” ini track demi track:

  1. Body Speak

Satu lompatan besar Rossa kita dengar di lagu yang diciptakan 3 musisi asal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz ini. Komposisi “Body Speak” ini menghadirkan elemen groove yang kental dengan balutan dance musik dan sound yang kekinian.

  1. Break Up

Komposisi “Break It Up” yang diciptakan Stuart Crichton, Fiona Bevan dan Gatlin Green ini mampu hadirkan dimensi baru bagi karakter vokal Rossa. Stuart Crichton yang memproduseri lagu ini dan memainkan seluruh instruments dan programming berhasil membawa Rossa ke zona R&B dan dance yang memikat. Akan menjadi salah satu komposisi andalan di album ini.

  1. Cinta Dalam Hidupku

Di lagu yang bernuansa mellow ini, Rossa dibantu oleh dibantu oleh Irvan Nat sebagai vocal director dan Ari Aru sebagai Music Producer. Keindahan instrument strings section di lagu ini seolah menggambarkan perasaan tentang isi lagu ini. Tak heran, lagu ini dipilih menjadi original soundtrack (OST) film “London Love Story 2” yang diproduksi oleh Screenplay Productions.

  1. Till My Heart Stops Beating

Komposisi megah tertuang di “Till My Heart Stops Beating” yang diciptakan dan diproduseri oleh Hugo Lira, Thomas Gustafsson, Negin Djafari, dan Ian–Paolo Lira. Mitch Allan yang menangani Vocal Production Rossa di lagu ini, lagi-lagi berhasil membawa sound Rossa menjadi apik dan kolosal. Menurut Peter Coquillard, Excecutive Producer untuk 4 lagu berbahasa Inggris di album A New Chapter ini, lagu ini sebelumnya direncanakan untuk masuk ke dalam shortlist album Celine Dion yang akan datang, namun ternyata Rossa terlebih dahulu mendapatkannya.

  1. Firefly

Nuansa Lagu “Til My Heart Stops Beating” juga akan terbawa ketika mendengarkan komposisi “Firefly” yang membawa kekuatan pop megah Rossa dalam komposisi yang diciptakan Mitch Allan dan Nikki Leonti ini. Nuansa aransemen musik yang juga di-produce oleh Mitch Allan ini, mengikuti trend sound urban yang sedang digemari di blantika musik dunia.

  1. Bukan Maksudku

Taufik Batisah, pencipta dan penyanyi dari Singapura ikut memberikan kontribusi di lagu “Bukan Maksudku” yang berkisah soal adanya sosok lain dalam kisah asmara sepasang kekasih. Juara Singapore Idol tahun 2004 ini, sebelumnya sempat kolaborasi dengan Rossa di lagu “Aku Bersahaja” yang berjaya di berbagai penghargaan musik, termasuk Anugerah Planet Muzik (APM).  Kolaborasi  musik antara Taufik Batisah dan Tatsuro Miller di lagu ini, sukses melebur genre musik Pop yang diusung Rossa dengan musik EDM yang sedang digemari saat ini.

  1. Tlah Mencoba

Duet pencetak hits terbaik Indonesia Pay dan Dewiq hadirkan “Tlah Mencoba”. Ini adalah kali pertama Rossa bekerjasama dengan Pay dan Dewiq. Karakter vokal lembut Rossa berhasil tampil indah dengan sapuan piano dan cello. Lagu power-ballad seperti ini menjadi spesial dengan kekuatan dan penghayatan vokal Rossa yang kuat.

  1. Satu Hal Yang Bodoh

Aji Mirza Hakim alias Icha mantan pemain bass Jikustik memberikan lagu “Satu Hal Yang Bodoh” untuk Rossa. Struktur lagu yang menjadi karakter khas ciptaan Aji Mirza Hakim berhasil disuarakan dengan apik oleh Rossa.

  1. Jangan Hilangkan Dia

Rian vokalis D’Masiv sumbangkan lagu melodius yang berjudul “Jangan Hilangkan Dia”, sebuah lagu pop romantis yang sangat pas dibawakan oleh Rossa. Lagu yang berlirik kuat dan menyentuh ini, khusus diciptakan untuk soundtrack film ILY From 38.000 FT (I Love You From 38.000 Feet) produksi Screenplay Films. Musik di lagu ini diaransemen oleh Thusar Apte, seorang pianist, composer, songwriter dan music producer berdarah India-Australia yang kini menetap di Amerika Serikat. Thusar menciptakan sekaligus memproduseri lagu ‘Zero’ milik Chris Brown yang berhasil menjadi hits yang mendunia. Aransemen musik orchestra yang megah di lagu ini, berhasil membuat kita merinding ketika mendengarkannya.

 

 

 

Mendengarkan 9 (sembilan) komposisi di album ini, kita benar-benar akan di bawa dalam petualangan baru untuk musik Rossa. Rentang usia 21 (dua puluh satu) tahun, berhasil membuat Rossa tidak berhenti di zona nyaman, namun “A New Chapter” berhasil membawa kesegaran akan musik Rossa dan menjadi vitamin yang akan menyehatkan musik Indonesia di tahun 2017.

“Di album ‘A New Chapter’ ini, saya lebih banyak tahu tentang bagaimana bernyanyi yang lebih bagus dan saya jadi lebih open-minded karena banyak berkomunikasi dengan para musisi yang terlibat. Harapan saya mudah-mudahan album ini bisa dinikmati oleh seluruh pencinta musik Indonesia. Tapi yang jelas, karena saya sudah banyak mengeluarkan single dan album, mudah-mudahan ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya buat” kata Rossa tentang A New Chapter.

Dalam album ini, Rossa juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Bapak Ricardo Gelael, Bapak Fabian Gelael, seluruh keluarga KFC beserta JMSI. Dimana album ini exclusive hanya tersedia di KFC stores seluruh Indonesia yang berjumlah 560 (lima ratus enam puluh) gerai KFC. Nantinya para ‘Pecinta Rossa’ juga akan berkesempatan untuk bertemu atau meet & greet bersama Rossa dalam kegiatan promo store visit di gerai-gerai KFC terpilih.

————–

 

“Rossa berhasil menghasilkan sisi lain yang membuat kesegaran pada tataran musik Indonesia di tahun 2017. Upaya Trinity Optima Production dan Rossa dalam merancang konsep album ini menarik. Mereka berhasil melepaskan Rossa dalam karakter ‘diva’ selama ini menjadi lebih lentur dengan musik pop dan R&B urban yang kekinian. Saya menyukai lagu “Body Speak” dan“Break It Up”. Dengan image baru yang lebih segar Rossa benar-benar menjelma menjadi  The New Rossa di album ini”

– Adib Hidayat, Editor in Chief Majalah Rolling Stone Indonesia –

 

LILIS DARAWANGI (Bintang Pantura) New Single : Jaran Goyang

Jaran Goyang – Lilis Darawangi (Bintang Pantura) New Single

Lilis Darawangi, Gadis asal Banyuwangi ini memulai kariernya setelah menjuarai ajang pencarian bakat penyanyi Dangdut “Bintang Pantura 1” yang ditayangkan di stasiun TV Indosiar. Kemampuannya dalam menyanyi dangdut dengan suara yang khas dan wajah cantiknya, membuat Lilis semakin dikenal dan memiliki banyak penggemar. Langkah kariernya pun semakin terbuka lebar setelah dirinya merilis single perdananya yang berjudul “Aa Uu”.

Lilis Darawangi Jaran Goyang

Kini Lilis Darawangi kembali meramaikan musik Dangdut Indonesia dengan merilis single terbarunya yang berjudul “Jaran Goyang”. Lagu yang diciptakan oleh Nur Bayan ini, hadir dengan campuran musik dangdut koplo dan musik etnik jawa timur dengan mengangkat cerita seni budaya Jaranan atau Kuda Lumping yang merupakan warisan budaya  asli Indonesia yang terkenal di Jawa timur. Dalam lagu ini, digambarkan sang penyanyi tertarik dengan pemain kuda lumping karena terpukau dengan gerak tari dan atraksinya mengagumkan yang akhirnya membuatnya jatuh hati dan kasmaran.

“Lagu ini memang kental banget dengan musik etnik Jawa Timur-an dan dicampur dengan koplo. Jadi dangdutnya lebih ke koplo pantura, disesuaikan dengan aku sebagai Juara Bintang Pantura. Sebenernya ini sedikit melawan arus karena penyanyi-penyanyi dangdut sekarang kan umumnya mengusung musik yang kekinian seperti House Music, tapi aku malah memilih Dangdut dengan unsur musik etnik. Selain memang aku berasal dari Jawa Timur, aku juga ingin membuat gebrakan baru yang membedakan aku dengan penyanyi lainnya”,  jelas Lilis tentang lagu terbarunya ini.

Baca juga: “Keren! Kolaborasi Dengan Rapper Malaysia, Afgan Rilis Single Terbaru Berjudul X

Lilis Darawangi memang dikenal piawai menyanyikan lagu-lagu Campur Sari Nusantara. Proses rekaman lagu ini pun dijalani Lilis tanpa hambatan. “Saat terima lagu ini sebelum masuk ke proses rekaman, memang sudah aku pelajari banget lagunya. Kayak nanti cengkoknya mau diapain, bagaimana supaya lebih manis, jadi pas rekamannya sudah di luar kepala. Kesulitannya cuma ada sedikit perubahan nada, jadi aku minta supaya karakter suara ku lebih keluar”, ujar Lilis.

Di lagu ini, Lilis memang ingin menunjukkan kecintaannya pada musik etnik daerah. Dirinya ingin bisa mengangkat seni budaya Indonesia melalui musik Dangdut. “Melalui single ini, aku ingin menunjukkan bahwa aku mencintai budaya bangsaku. Aku ingin menonjolkan kalau musik etnik itu abadi dan enak mau dibikin apa aja, tetep enak dicampur dengan jenis musik lain, termasuk Dangdut. Dan sekaligus pengen mengajak semua generasi agar semakin cinta dan tidak lupa sama budaya bangsa kita. Boleh menyukai musik yang kekinian, menyukai musik barat tapi tetep harus selalu mencintai seni budaya Indonesia”, tutup Lilis.

Harapan Lilis tentunya lagu barunya ini bisa diterima masyarakat Indonesia. Usahanya untuk selalu memberikan yang terbaik, mendapat respon yang baik dan dapat menyenangkan hati banyak orang. “Semoga lagu ini bisa menjadi hiburan positif bagi semua masyarakat. Dan melalui lagu ini, aku berharap bisa membuat orang lain seneng dengan karya-karya ku sekaligus membuat bangga keluarga ku, fans-fans ku dan seluruh masyarakat Indonesia.

Official Video Clip LILIS DARAWANGI – Jaran Goyang :

Jaran Goyang (Lirik)

Waktu jalan-jalan di kota pahlawan

Banyak kesenian

Seni jawa timuran

Reog Ludruk dan jaranan

Asli Indonesia

Peninggalan budaya di jaman dahulu kala

 

Tapi ada satu yang membuat aku

Tergila padanya

Wahai penunggang kuda

Kudanya dari kayu

Kayunya kayu bambu

Jalannya njot enjotan

Lama-lama kesurupan

 

Aduh duh emak

Aduh duh Bapak

Aku jatuh cinta kepada si dia

Gara-gara aku terpukau padanya

Kini setiap hari ku merindukannya

 

Jaran jaran goyang

Goyang egol egolan

Makan beling makan kembang

Den tak den tung den tak den tang

 

Jaran jaran goyang

Goyang egol egolan

Makan beling makan kembang

Den tak den tung den tak den tang

 

Jaranan Jaranan ku jatuh hati

Setia Band Mengenang 22th Kepergian Nike Ardila Bersama  NAFC

Ciamis, 19 Maret 2017 – Nike Ardila merupakan inspirasi dan salah satu alasan Setia Band mendaur ulang lagu “Bintang Kehidupan“. Bertepatan dengan 22 tahun meninggalnya Nike Ardila, Setia band yang digawangi Charly dan Pepeng mengunjungi makam Nike yang terletak di daerah Imbanagara, Kabupaten Ciamis. Bersama Nike Ardilla Fan’s Club (NAFC) Indonesia, Setia Band menggelar doa bersama di makam.
Perjalanan Charly dan Pepeng dimulai sejak Minggu, 19 Maret 2017 pagi di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung,  bersama NAFC. Mereka mendatangi lokasi tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Nike berdoa agar Nike mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. “Teh Nike adalah inspirasi bagi kami. Mudah-mudahan dia mendapat tempat mulia di sisi Allah,” ungkap Charly.
Usai doa bersama di lokasi kecelakaan Nike Ardila 22 tahun lalu, Setia Band melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Ciamis untuk berziarah ke makam Nike. Merekapun bertemu Ibunda Nike, Nining Ningsihrat di makam. Setia Band tidak melewatkan kunjungan kali itu berlalu begitu saja, mereka didaulat untuk tampil di panggung sederhana yang berada tak jauh dari kediaman Ibunda Nike. “Hari ini Setia Band mengucapkan terima kasih banyak kepada NAFC. Mereka dan Setiaku menjadi spirit yang sangat hebat buat kami. Kami bahagia dan bangga bisa hadir di sini hari ini,” kata Charly.
Charly mengungkapkan bahwa pada awalnya dia dan Pepeng tidak terpikir untuk mendaur ulang lagu  “Bintang Kehidupan”. hal tersebut bukan dikarenakan tidak suka, namun takut tidak bisa membuat karya yang cukup baik dalam mendaur ulang lagu tersebut. Setelah meminta waktu untuk mendalami lagu dan lirik “Bintang Kehidupan”, akhirnya mereka berdua sepakat untuk mendaur ulang lagu tersebut. “Kami mengerjakan ‘Bintang Kehidupan’ selama dua bulan. Aransemen tidak banyak berubah, begitu juga dengan lirik karena pada dasarnya lagunya memang sudah bagus. Alhamdulillah setelah dirilis respons NAFC sangat baik,” ujar Charly.
Pepeng menambahkan, kegiatan haul hari itu merupakan undangan dari NAFC. Dirinya dan Charly merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan  keluarga besar NAFC utnuk pertama kalinya. Menurut Pepeng, dukungan dari NAFC dan Setiaku adalah spirit terbesar Setia Band untuk karier.
“Kami berharap, para fans Teh Nike makin kompak. Harus dijaga silaturahminya karena bisa bertahan selama 22 tahun itu sangat hebat. NAFC ini bisa dibilang sebagai wadah silaturahmi yang baik,” tutur Pepeng.
Acara hari itu juga menghadirkan Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia. Beliau mengungkapkan harapanya untuk peringatan meninggalkan Nike Ardila agar di tahun-tahun mendatang dapat digelar dengan konsep acara yang lebih besar. Beliau juga berterima kasih kepada NAFC yang rutin datang setiap tahun saat hari ulang tahun atau tanggal meninggalnya Nike.
Ketua Umum NAFC Indonesia, Emma Amrin bersyukur karena NAFC masih kompak hingga sekarang. “Kami selalu menjaga agar nama Nike selalu diperhitungkan di industri musik Indonesia. Terima kasih kepada Setia Band yang mau hadir,” ujar Emma.
Puncak haul 22 tahun meninggalnya Nike Ardilla hari itupun ditutup dengan penampilan Setia Band yang tampil dalam format akustikdengan membawakan empat buah lagu yakni “Saat Terakhir”, “Bintang Kehidupan”, “Kebesaran-Mu”, dan “Istana Bintang”.

UNGU Rilis Single “Setengah Gila”  Dengan Formasi Lengkap

Jakarta, 9 Maret 2017 – Setelah setahun vakum, band UNGU akhirnya kembali menyapa para penggemarnya dengan merilis single terbaru yang berjudul “Setengah Gila“. Launching single terbaru UNGU yang diselenggarakan di Mika Japanese Bistro, Mall Kota Kasablanka- Jakarta tersebut, dilakukan bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret.

 

Momen peluncuran lagu terbaru dari UNGU ini menjadi special dan ditunggu-tunggu oleh para Cliquers (sebutan untuk penggemar UNGU). Selain dalam rangka merayakan 2 dekade berkarier, UNGU juga kembali dengan formasi lengkap dengan kehadiran Pasha yang kembali mengisi vokal di lagu ini. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas isu bubarnya band UNGU setelah Pasha sang vokalis resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah. “Sebenarnya bukan kembali, tapi ingin memulai lagi. Memang kami sudah satu tahun vakum, satu tahun kemarin kami melakukan hal-hal lain yang ingin kami lakukan di luar UNGU. Dulu semuanya kami lakukan buat UNGU. Saya dan teman-teman ini kan juga punya kegiatan lain. Jadi nggak ada bubar, kita sudah 20 tahun, sudah waktunya mengambil yang lain karena kemarin sudah sama UNGU terus. Jadi kemarin setahun ingin sesuatu yang beda saja. Walaupun 1 tahun vakum, kami masih sering kumpul. Nah akhirnya kami sepakat untuk meluncurkan single ini”, ucap Pasha.

 

Lagu “Setengah Gila” yang diciptakan oleh Enda UNGU ini, bergenre pop ballad yang mengisahkan seseorang yang setengah gila ketika mencintai seseorang. Menurut Enda, proses penggarapan lagu tersebut tidak membutuhkan waktu lama. “Lagunya bernuansa pop, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saya buat lagu ini cepat kok, awal tahun. Enggak sampai seminggu sudah jadi, ” jelas Enda.

 

Walau sempat didera isu bubar, UNGU terlihat sangat kompak. Kekompakan mereka juga terlihat dari pembuatan video klip lagu “Setengah Gila” ini yang dilakukan di Kota Palu. “Di Palu itu banyak tempat bagus.  Banyak yang belum tahu kalau Palu merupakan destinasi wisatanya bagus banget. Yah senang, UNGU jalan lagi dan ada tempat baru untuk kita kreasikan” ungkap Makki. ” Keputusan shooting di sana memang dari teman-teman. Saya enggak kepikiran shooting di Palu. Ada beberapa tempat sebelumnya, tapi semua dan manajemen ingin di Palu. Tapi memang sumber daya alam di Palu itu tidak kalah bagusnya. Saya juga terimakasih, video klip di Palu sama saja membantu saya untuk mempromosikan destinasi wisata Palu melalui Ungu,” tambah Pasha.

 

Bapak Drs. Hidayat Msi  selaku Wali Kota Palu – Sulawesi Tengah, yang juga turut hadir di acara press conference launching single terbaru UNGU tersebut, menyatakan dukungannya atas peluncuran single terbaru dari UNGU. Beliau juga menyayangkan jika Pasha tidak melanjutkan karyanya di bidang musik. Baginya, band UNGU lah salah satu yang sudah mengantarkan Pasha hingga akhirnya menjadi seorang pejabat publik seperti sekarang. “Dari awal saya sudah bicara, sepanjang tidak menganggu tugas dan kwajiban Beliau di pemerintahan kota Palu, ya enggak masalah. Beliau punya fungsi yang penting di UNGU. Begitu juga arti UNGU buat Pasha. Saya bilang, cobalah kalau ada waktu-waktu luang bersama kembali dengan UNGU, ” ujar Bapak Walikota Palu tesebut. Bapak Hidayat menilai Pasha mampu menyesuaikan diri di lingkungan pemerintahan dan sebagai pemusik. Pergantian tugas juga dapat diatur dengan komunikasi yang baik. “Kita berdua ini nyaman-nyaman saja, tak ada kekhawatiran. Kadang beliau keluar, saya jaga gawang. Begitu juga sebaliknya,” tambahnya.

 

Lagu “Setengah Gila” ini untuk pertamakalinya dibawakan UNGU saat konser tunggal dalam merayakan 20 tahun berkarya UNGU di belantika musik Tanah Air yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura, pada 25 Februari 2017 lalu. Lagu ini pun rencananya akan hadir menghiasi album terbaru UNGU selanjutnya.

 

ROSSA Menjadi Artis Indonesia Pertama  Di MTV Asia Spotlight

Rossa menggebrak dunia musik internasional. Bulan Maret 2017 ini, ROSSA terpilih menjadi artis Indonesia pertama yang tampil di acara MTV Asia Spotlight. Rossa dipinang MTV ASIA untuk menjadi Spotlight Artist Of The Month selama bulan Maret 2017. Acara bergengsi yang ditayangkan sampai ke Jepang, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya tersebut, akan membahas ROSSA secara eksklusif selama sebulan penuh. Selama sebulan, Rossa akan menjadi artis Indonesia pertama yang wara-wiri di MTV Asia. Nama dan foto Rossa pun akan membanjiri akun MTV Asia sepanjang bulan Maret 2017 ini. Hal tersebut juga terlihat dari Official Website dan akun social media MTV Asia.

Seperti yang sudah kita tahu, Rossa baru saja merilis single terbarunya dengan lagu berlirik Bahasa Inggris yang berjudul “Body Speak”. Video klip Body Speak akan terus muncul di MTV Asia. Bahkan MTV Asia juga merilis video sendiri seputar Rossa yang berisi  talk show, live music video, video challenge dan video lainnya.

“Body Speak” adalah sebuah lagu berbahasa inggris yang diciptakan oleh 3 musisi handal Amerika yaitu Steve Shebby, Joleen Belle dan Michelle Buzz. Proses rekaman lagu ini dilakukan Rossa di Amerika Serikat bersama Mitch Allan sebagai Vocal Producer. Mitch Allan adalah seorang Musisi, Song Writer dan  Music Producer asal Amerika yang pernah menangani penyanyi-penyanyi kelas dunia seperti Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony hingga Kelly Clarkson.

Lagu “Body Speak” rencananya akan hadir menghiasi album terbaru Rossa selanjutnya yang diberi judul “A New Chapter”. Tak hanya lagu Body Speak, Rossa memiliki 3 lagu lainnya yang berlirik bahasa Inggris yang juga direkamnya di studio musik Mitch Allan di Los Angeles, Amerika Serikat. Album ini pun rencananya akan dirilis Rossa pada bulan April 2017 mendatang. “Rasanya sangat luar biasa saat akhirnya saya bisa merilis lagu spesial ini pada kalian semua. Merupakan sebuah pengalaman luar biasa bisa menantang diri saya dan juga tim untuk bekerja dengan orang-orang hebat untuk menghasilkan suara baru dari saya,” ucap Rossa.

Kini Rossa tengah sibuk mempersiapkan konser tunggalnya dalam rangka 21 tahun dirinya berkarya di dunia musik Indonesia. Konser yang diberi nama “The Journey of 21 Dazzling Years” ini akan diselenggarakan pada tanggal 13 April 2017 mendatang di Jakarta Hall Convention Centre, Jakarta.

MTV Asia Website – http://www.mtvasia.com/

MTV Asia Official Youtube : https://www.youtube.com/user/mtvasiaofficial/videos

Asia Spotlight: Rossa – https://www.youtube.com/watch?v=BwMQbROQZlQ

Asia Spotlight: “Body Speak” by Rossa – https://www.youtube.com/watch?v=5-0m6D7YBas&feature=youtu.be

Asia Spotlight: Rossa on Rossa – https://www.youtube.com/watch?v=L5N6_NFaztI

Asia Spotlight: Charades – Hanli vs. Rossa – https://www.youtube.com/watch?v=Cs8MZIOHz_Q

#MTVROSSA Musical.ly Challenge! – https://www.youtube.com/watch?v=GhHB_f6pfGw

UNGU New Single : “Setengah Gila”

 

Tak terasa 20 tahun sudah UNGU berkarya di dunia musik Indonesia. Sejak berdiri di tahun 1996, band UNGU yang terdiri dari Pasha, Enda, Rowman, Makki dan Onci ini telah melahirkan 12 karya album yang luar biasa yang mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik tanah air.

UNGU melahirkan banyak lagu-lagu hits yang bisa diterima penikmat musik Indonesia, diantaranya seperti Bayang Semu, Demi Waktu, Tercipta Untukmu, Kekasih Gelap, Hampa, Percaya Padaku, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Cinta Dalam Hati, Dirimu Satu, Sayang, Sejauh Mungkin, Terbaik, Andai Ku Tahu, Tanpa Hadirmu dan banyak lagi.

Bukan hanya itu, UNGU juga mampu menunjukkan eksistensi mereka hingga ke industri musik luar negeri. Popularitas UNGU sudah sangat dikenal hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Berbagai penghargaan baik dalam dan luar negeri pun telah mereka terima dan banyak pencapaian telah mereka raih yang akhirnya membawa UNGU menjadi salah satu ikon band papan atas Indonesia.

Di tahun 2014, saat isu bubar mulai mendera UNGU, band ini mampu bertahan dan tak berhenti menciptakan karya dan akhirnya merilis sebuah album yang berjudul ‘Mozaik’. Di tahun 2016, isu bubar tersebut semakin kencang usai sang vokalis Pasha, resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, dan UNGU merilis single “Tanpa Hadirmu” tanpa kehadiran Pasha sebagai vokalis.

Kini dalam rangka merayakan 2 dekade berkariernya, UNGU kembali dengan formasi lengkap merilis single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”. “Lagu Setengah Gila ini menceritakan tentang orang yang setengah gila dalam mencintai. Lagunya bernuansa pop ballad, boleh dibilang lagu ini khas UNGU banget karena vokal kembali diisi oleh Pasha. Saat di single sebelumnya, vokal diisi oleh saya dan Onci. Jadi tentu rasanya jadi berbeda”, ujar Enda, sang pencipta lagu.

Lagu ini untuk pertama kalinya dinyanyikan UNGU di konser “20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 2017 lalu di Esplanade Concert Hall, Singapura. Konser yang merupakan konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura ini, dihadiri kurang lebih 2500 penonton dengan penjualan tiket yang habis terjual. “Inilah saat yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kalinya,” ucap Pasha.

Dan hari ini tanggal 9 Maret 2017, lagu ini secara resmi dirilis di Indonesia bertepatan dengan Hari Musik Nasional. “Setelah hampir 1 tahun UNGU mencoba mecari sesuatu yang lain dari yang biasa kami lakukan dalam berkarier di industri musik, akhirnya kami memutuskan untuk memulai kembali debut dari UNGU versi 2017 dengan new song dan new album”, tutur Pasha.

Lagu “Setengah Gila” ini rencananya akan hadir di album terbaru UNGU mendatang. Dengan adanya single ini, UNGU berharap kekangenan para Cliquers (sebutan fans UNGU) terhadap UNGU dapat terobati. “Yang pasti, Pasha hadir lagi di lagu ini. Harapan kita pastinya lagu ini menjadi lagu yang luar biasa. Kita semua suka banget dengan lagu ini, apalagi suara Pasha menghiasi  kembali lagu-lagu UNGU”, tutup Onci.

 

Setengah Gila (Lirik)

 

Kau yang membuatku

Setengah gila memikirkanmu

 

Tanpa kusadari semakin dalam

Perasaanku padamu

 

Semuanya terasa saat kau jauh

Pergi meninggalkan diriku

 

Kau yang membuatku

Hancur berkeping-keping

Bagai debu

Tertiup angin

 

Kau membunuhku

Dengan cintamu

Kini kau buat aku

Setengah gila

WENI (Juara Dangdut Academy Asia 2 Indosiar) New Single : “Engkaulah Takdirku”

 

Menjadi Juara 2 Dangdut Academy 3 dan Juara 1 Dangdut Academy Asia 2 membawa Weni Wahyuni atau yang akrab disapa Weni, ke puncak popularitas di dunia musik dangdut Indonesia. Jalan sukses menjadi penyanyi dangdut tak pernah disangka Weni sebelumnya. Bermodal tekad dan usaha yang keras, Weni rela meninggalkan kampung halamannya dan mengejar mimpinya sebagai penyanyi.

Wanita asal Pontianak ini memang memiliki bakat menyanyi yang luar biasa. Sejak kecil, Weni mulai bernyanyi dan sering mengikuti bermacam-macam kompetisi menyanyi sampai ke daerah kabupaten atau kota se-Kalbar. Bermodal keinginan kuat untuk menggali potensinya, Weni mencoba peruntungannya mengikuti audisi Dangdut Academy 3. Banyak orang terpukau dan menyukai suara khas serta aksi panggung Weni. Dalam beberapa kesempatan, penampilan Weni terbilang sangat baik dan selalu mendapatkan pujian dari penonton dan komentator atas semua penampilannya. Berkat bakatnya tersebut, Weni berhasil melenggang hingga menjuarai Dangdut Academy Asia 2.

Kini Weni siap meramaikan musik dangdut Indonesia dengan merilis single perdananya yang berjudul  “Engkaulah Takdirku”. Lagu yang bernuansa dangdut kontemporer ini diciptakan oleh Adibal Syahrul dan bercerita tentang seseorang yang mencintai pasangannya dan meyakini bahwa pasangannya tersebut adalah takdir yang dikirim Tuhan untuknya. “Weni ingin persembahkan lagu ini buat mama dan bapak. Karena Weni ingin membahagiakan mereka. Seneng dan bangga akhirnya Weni bisa sampai di titik ini. Sungguh perjuangan yang luar biasa dalam hidup saya bisa berada disini”, ungkap Weni.

Atas kemenangannya di ajang Dangdut Academy Asia 2, Weni mendapat kesempatan untuk merilis single kemenangan sekaligus single perdananya tersebut. Weni mengakui bahwa lagu ini memiliki tantangan tersendiri karena sempat mengalami kendala saat rekaman, meski begitu semuanya bisa dilalui Weni dengan baik. “Proses rekaman lumayan memakan waktu. Karena hampir 3 kali take vocal dan langsung ditemani oleh pencipta lagunya yaitu kak Adibal. Perasaan yang campur aduk karena baru pertama kali recording dengan single pertama, dan banyak hal yang Weni alami selama recording. Juga kesulitan-kesulitan cengkok dan feel yang terdapat di dalam lagu ini, tapi Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar”,  jelas Weni.

Menjadi penyanyi profesional rupanya sudah menjadi impian Weni sejak lama. Kini Weni merasakan banyak perubahan dalam hidupnya, “Weni merasakan perubahan di kehidupan Weni sehari-hari. Sebelumnya belum banyak yang tahu soal Weni, sekarang semakin banyak orang yang mengenal Weni. Dan Weni bangga terhadap progress karier Weni. Dan di sisi lain, Weni sekarang memegang tanggung jawab besar untuk kedepannya. Dengan predikat juara Asia, berarti Weni tidak boleh menyepelekan setiap penampilan selanjutnya”, ucap Weni.

Kini jalan menuju kesuksesan terbuka luas bagi Weni untuk mewujudkan cita-citanya lebih tinggi lagi. “Weni hanya ingin bisa bersyukur dan mengucapkan terima kasih buat semua pihak yang sudah mendukung Weni selama ini. Semoga kehadiran Weni dan lagu ini bisa diterima dan pesan yang ingin disampaikan di lagu ini bisa sampai ke hati para pendengar. Weni juga berharap bisa mendapat kesempatan untuk menambah wawasan dan pengalaman weni kedepannya agar weni bisa menjadi lebih baik lagi. Dan tentunya, Weni bisa terus menghibur para pencinta musik dangdut  di seluruh Indonesia. Dalam waktu dekat rencana yang akan dilakukan Weni adalah belajar untuk menjadi lebih baik lagi, “ tutup Weni tentang harapannya.

Official Video Clip|WENI – “Engkaulah Takdirku” :
https://youtu.be/NlBw3j8oMsA

Maudy Ayunda Rekam Ulang Lagu Milik Rida Sita Dewi

Tak hanya kembali berakting lewat film Trinity: The Nekad Traveler, Maudy Ayunda juga bernyanyi lagi dengan merilis single terbaru berjudul “Satu Bintang di Langit Kelam”. Merupakan soundtrack film Trinity: The Nekad Traveler, lagu ini adalah versi daur ulang dari hits kepunyaan trio vokal Rida Sita Dewi (RSD) yang rilis pada 1995.

Meski secara aransemen tidak mengalami banyak perubahan dari lagu asli, “Satu Bintang di Langit Kelam” versi baru dibawakan dengan gaya vokal khas Maudy yang lembut.

It”s really exciting. Yang seru sebenarnya saat mau rekaman, kami sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Ceritanya sangat simbolis, banyak metafora di dalamnya. Jadi akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu benar-benar dipikirkan,” jelas Maudy melalui rilis pers.

Dalam membawakan versi baru “Satu Bintang di Langit Kelam”, Maudy mengaku banyak melakukan proses diskusi dengan Dewi “Dee” Lestari selaku pencipta lagu yang juga merupakan personel RSD.

“Apalagi lirik lagu ini sangat dalam, kami sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau nggak salah ada lirik ‘jadilah diriku selatan’, jadi kami banyak interpretasi. Menurut aku, inilah yang membuat lagunya jadi menarik,” jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Lirik lagu ini bercerita tentang keikhlasan hati ketika cinta harus bertepuk sebelah tangan. Dee mendapatkan idenya setelah terinspirasi dari buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan di Bulan Juni.

Menurut Dee, dikarenakan lirik yang berbicara soal cinta bertepuk sebelah tangan, “Satu Bintang di Langit Kelam” sempat diklaim sebagai lagu kebangsaan kaum single. “Walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau, lagu ini pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomlo pada eranya,” kata Dee lewat rilis pers.

Film Trinity: The Nekad Traveler sendiri baru akan diputar serentak di bioskop mulai 16 Maret mendatang. Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini diadaptasi dari serial buku The Nekad Traveler karya travel blogger dalam negeri, Trinity.

Maudy Ayunda berperan menjadi karakter utama film ini, yang tak lain adalah Trinity. Ia merupakan pekerja kantor yang hobi jalan-jalan ke berbagai daerah tapi selalu mendapat kesulitan mendapat izin cuti dari bos yang dimainkan oleh Ayu Dewi.

Sumber: Rolling Stone Indonesia

UNGU Rayakan 20 Tahun Berkarya Dengan Konser di Singapura

 

Singapore, 25 Februari 2017 – Sudah 2 dekade, band UNGU meramaikan dunia musik Indonesia. Terhitung sejak berdiri di tahun 1996, kehadiran UNGU mampu menorehkan warna tersendiri di blantika musik negeri serta menjadi salah satu ikon band yang mampu menyajikan karya-karya apik dan bisa diterima di seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya di Indonesia, nama band UNGU pun dikenal sampai ke negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

Kini di 20 tahun berkarya, UNGU menggelar konser “UNGU – 20th Anniversary Concert Live in Singapore 2017” yang diselenggarakan di Esplanade Concert Hall, Singapura. Walaupun sang vokalis, Pasha, sempat 1 tahun vakum dikarenakan resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu sejak tahun 2016 lalu, UNGU tetap tampil memukau penonton yang hadir malam itu. “Alhamdulillah, penonton Singapore selalu menyambut baik dengan ramai, bahagia, seneng, melihat UNGU datang untuk konser. Apalagi UNGU sudah lama banget ga konser seperti ini. Karena ini konser merayakan 20 tahun UNGU berkarya, jadi kami harus memberikan yang spesial. Harus menampilkan lebih dari yang biasanya”, ucap Pasha.

Perayaan ulang tahun Ungu yang ke-20 tahun tersebut, tampaknya menepis isu keretakan di band ini. Pasha, Enda, Makki, Onci dan Rowman menghibur dan mengajak para penonton Singapura untuk bernostalgia dengan lagu-lagu hits UNGU. Total 16 lagu dibawakan UNGU di konser malam itu antara lain Hampa, Percaya Padaku, Cinta Dalam Hati, Tercipta Untukmu, Ciuman Pertama, Bila Tiba, Seperti Yang Dulu, Dirimu Satu, Sayang, Tanpa Hadirmu, Sejauh Mungkin, Kekasih Gelap, Demi Waktu, Bayang Semu, Andai Ku Tahu dan sebuah lagu baru yang rencananya akan dirilis UNGU sebagai single terbaru mereka yang berjudul “Setengah Gila”.

Lagu yang diciptakan oleh Enda ini, akan dirilis di Indonesia pada tanggal 9 Maret 2017 bertepatan dengan Hari Musik Nasional. Dan untuk pertama kalinya, UNGU spesial menyanyikan single terbaru mereka di 2017 tersebut, dihadapan para fans mereka di Singapura. “Setelah UNGU satu tahun istirahat, ini yang ditunggu-tunggu dan kami rasa Singapura adalah tempat yang tepat buat kami memperkenalkan lagu terbaru kami untuk pertama kali, Setengah Gila,” ujar Pasha saat tampil dipanggung Esplanade Concert Hall, Singapura. “Respon untuk lagu ini, Alhamdulillah bagus yah, kemarin kita sempat melakukan promo radio juga disini, di Ria FM dan fans-fans kita di Singapura suka lagunya”, tambah Enda.

Yang menarik dari konser ini, UNGU mengajak salah satu penyanyi muda berbakat asal Singapura yang bernama Aisyah Azis, berduet menyanyikan lagu “Tercipta Untukmu”. Rupanya Aisyah Azis sudah menyukai lagu-lagu UNGU sejak usianya masih 13 tahun. “Saya sudah mendengarkan lagu UNGU sejak 10 tahun lalu dari radio, saya suka lagu ‘Kekasih Gelap’. Waktu saya dikasih tahu saya akan nyanyi dengan UNGU, saya really merasa terpuja. Saya happy sekali bisa participate di konser ini”, ungkap wanita berusia 23 tahun tersebut.

Penampilan UNGU malam itu luar biasa dengan penjualan tiket yang habis terjual, UNGU tampil dengan energik menghibur kurang lebih 2500 penonton, Sesekali Pasha dan kawan-kawan melemparkan guyonan diatas panggung yang membuat penonton tertawa. “Saya senang bisa bebas nyanyi, karena setahun saya di Palu. Kalau di sana saya nggak bisa nyanyi kayak begini “, ucap Pasha.

Konser ini adalah konser UNGU yang ke-5 yang pernah diselenggarakan di Singapura. Alasan mereka menggelar konser di Singapura juga karena memang UNGU memiliki banyak penggemar Ungu disana. Tidak hanya disaksikan oleh para penggemar, turut pula hadir menonton para istri personil Ungu antara lain istri Enda dan Onci yakni Eka Wilestari dan Endhita. Namun sayangnya istri Pasha, Adelia tidak dapat menghadiri karena usia kandungannya sudah memasuki usia 7 Bulan. “Walaupun mereka tidak hadir malam ini, saya yakin doa mereka menyertai kita. Yang penting semuanya dengan berjalan baik dan lancar. Kita juga rilis single baru. Dan di konser ini juga membuktikan walaupun di luar banyak isu yang bilang UNGU bubar. Tapi kami buktikan, kami masih di sini. UNGU tidak bisa dibandingkan dengan hal lain, UNGU is a family”, tutup Pasha.

Lalu seperti apa lagu terbaru UNGU yang berjudul “Setengah Gila”, mari kita tunggu tanggal rilisnya pada tanggal 9 Maret 2017.

MAUDY AYUNDA New Single : “Satu Bintang Di Langit Kelam” OST. Trinity, the Nekad Traveler

 

“Khayalku terbuai jauh, pelita kecilmu mengalir pelan dan aku terbenam…

Redup kilaumu tak mengarah, jadilah diriku selatan… Namun tak kau sadari hingga kini dan nanti… ”

 

Sebuah syair lagu yang menceritakan tentang keikhlasan hati ketika cinta bertepuk sebelah tangan ini, pernah dipopulerkan oleh grup vokal Rida, Sita dan Dewi (RSD) pada tahun 1995 silam. Lagu dengan lirik sederhana namun indah ini adalah karya cipta dari penulis buku dan musisi, Dewi “Dee” Lestari, yang berjudul “Satu Bintang DI Langit Kelam”. Dee terinspirasi membuat lagu ini dari sebuah buku kumpulan puisi milik Sapardi Djoko Damono yang berjudul ‘Hujan Bulan Juni’. Menurut Dee, lagu ini pernah diklaim jadi lagu kebangsaan jomblo, walaupun tidak ada maksud menjadikannya sebagai lagu galau. “Lagu ini memang pernah diklaim sebagai lagu kebangsaan jomblo pada eranya,” ucap Dee tentang lagu ini.

Kini di awal tahun 2017, MAUDY AYUNDA kembali me-remake lagu ini sebagai single terbarunya. “Rasanya tentu seneng banget bisa bekerjasama lagi dengan Mbak Dewi, sudah kangen banget sih bisa menyanyikan  lagu beliau lagi. Karena ini lagu remake, pastinya ada beban tersendiri. Walau lagunya gak kalah bagusnya dengan versi yang sebelumnya, tapi harus sama kerennya dan harus berbeda untuk bikin orang merasa bahwa ini versi baru yang sukses’, ucap Maudy tentang tantangan yang dihadapinya saat menyanyikan lagu ini.

Karena lagu ini adalah lagu yang pernah populer pada masanya, Maudy pun menyanyikan lagu ini dengan gaya khasnya sendiri. Dengan vokal yang smooth dan indah, Maudy berhasil membawakan lagu ini dengan rasa yang berbeda. “It’s really exicting, yang seru sebenarnya saat mau recording, kita sempat kepikiran cara membawakan lagu ini seperti apa. Karena ceritanya itu sangat simbolik, banyak metaphor didalamnya dan akhirnya arahan untuk aku nyanyi juga perlu bener-bener dipikirin. Jadi sebelum rekaman itu, kita diskusi dengan Mbak Dewi dulu, mau kayak gimana nih. Bahwa lagunya seperti apa sih, ceritanya tentang apa, apakah ini lagu sedih atau apa. jadi banyak sekali brain-storming session dibalik recording lagu ini. Apalagi lirik dilagu ini sangat dalam, kita sempat berargumen tentang arti sebuah kalimat. Kalau ga salah kalimatnya ‘jadilah diriku Selatan’. Jadi kita banyak interpretasi dari lagu ini, menurut aku ini yang membuat lagu ini menarik”, jelas Maudy tentang proses produksi lagu ini.

Setelah menyelesaikan studinya di Inggris, Maudy Ayunda memang mengakui dirinya banyak berubah dan lebih matang dalam konsep bermusik. “Ini single baru setelah aku selesai studi di Oxford. Memang sekarang aku akan lebih picky dengan lagu-lagu yang ingin aku nyanyikan. Karena aku kali ini pengen bener-bener punya lagu-lagu yang liriknya kuat dan cerita yang kuat dibaliknya. Bener-bener bisa membuat orang lain berfikir, pokoknya lagu-lagu yang memiliki efek lain selain enak di denger. Menurut aku, lagu Satu Bintang Di Langit Kelam adalah lagu yang seperti itu. Lagu yang membuat orang tidak hanya merasa terbawa karena nadanya, tapi juga mungkin terbawa untuk berfikir atau merasakan sesuatu dari kata-katanya yang amat sangat indah dan dalam. Menurut aku, menarik sekali kalau sebuah lagu bisa mengajak orang untuk berinterpretasi atau berfikir. That’s the magic of song writing and that’s the magic of lyric writing. Dan aku pengennya kesitu sekarang”, tutur Maudy penuh makna.

Lagu ini juga hadir sebagai salah satu soundtrack yang akan menghiasi film “Trinity, the Nekad Traveler”, sebuah film karya rumah produksi Tujuh Bintang Sinema yang diadaptasi dari buku laris The Naked Traveler karya travel blogger Indonesia, Trinity. Film yang mengambil lokasi di Indonesia, Filipina, dan Maldives ini menceritakan tentang kisah nyata sang penulis buku yaitu Trinity, yang melakukan perjalanan nekat berkeliling Indonesia dan dunia. “Film ini menarik karena mengangkat traveling sebagai tema utamanya. Jadi bukan cuma ada cerita, tapi ada traveling-nya juga,” ungkap Maudy

Film ‘Trinity, The Nekad Traveler’ rencananya akan di rilis di bioskop Indonesia pada tanggal 16 Maret 2017 mendatang dan menjadi ajang comeback-nya Maudy Ayunda di kancah sinematik Indonesia, setelah dirinya menyelesaikan studi di jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics), Oxford University-Inggris. Single terbaru ini pun menjadi momentum bagi Maudy untuk semakin mengukuhkan eksistensinya di pentas musik Tanah Air. “Harapan aku buat single baru dan tentunya soundtrack film ini, semoga mereka bisa saling support. Maksudnya single-nya men-support filmnya dan filmnya juga men-support single-nya. Yang jelas, pasti pengennya bisa diterima oleh masyarakat. Pengennya juga semua orang bisa melihat kedua project ini sebagai satu kesatuan yang memang cocok. Mudah-mudahan kita bisa membuat efek itu dan semoga bisa menyentuh hati para pendengar dan yang menonton filmnya. Ya semoga semua orang suka sama hasilnya seperti bagaimana aku pun sangat senang dengan kolaborasi dan project ini”, tutup Maudy yang sedang menyiapkan album ketiga yang banyak berisi lagu-lagu yang ditulisnya sendiri.

 

Satu Bintang Di Langit Kelam (Lirik)

Angkasa tanpa pesan

Merengkuh s’makin dalam

Berselimut debu waktu

Ku menanti cemas

 

Kau datang dengan sederhana

Satu bintang di langit kelam

Sinarmu rimba pesona

Dan kutahu tl’ah tersesat

 

Kukejar kau takkan bertepi

Menggapaimu takkan bersambut

Sendiri membendung rasa ini

Sementara kau membeku

 

Khayalku terbuai jauh

Pelita kecilmu mengalir pelan

Dan aku terbenam

 

Redup kilaumu tak mengarah

Jadilah diriku Selatan

Namun tak kau sadari

Hingga kini dan nanti

Maudy Ayunda – Ost Trinity the Nekad Traveler sudah tersedia di:
Apple Music: http://bit.ly/appsatubintang
iTunes: http://bit.ly/itunessatubintang
Spotify: http://bit.ly/spotifysatubintang
Joox: http://bit.ly/jooxsatubintang

Dapatkan RBTnya:
Telkomsel: Ketik BBHBT sms ke 1212
XL: Ketik 34109337 sms ke 1818
Indosat: Ketik SET(spasi)51104776 ke 808
Tri: Ketik 1110836 sms ke 1212