trinity_logo_web.png
Menu
NAGA LYLA MENIKMATI CINTA “Sebuah Kisah Cinta Sederhana”

Setelah lama tak terdengar, vokalis grup band Lyla kini ternyata telah mempersiapkan projek solonya. Dengan single pertamanya yang berjudul “Menikmati Cinta”, pria yang bernama asli Indra Sinaga ini siap menyuguhkan sebuah lagu yang didedikasikan untuk sang istri tercinta.

 

MENCOBA SOLO

Ini bukanlah pertama kalinya Naga meluncurkan projeknya tanpa band Lyla yang membesarkan namanya. Di awal kariernya, Naga telah menjajal dunia musik sebagai penyanyi solo. “Tiga tahun sebelum terbentuknya Lyla, saya sudah menulis dan membawakan lagu saya sendiri. Di tahun 2005, saya sempat meluncurkan lagu pertama saya berjudul “Aku di Sampingmu” dan sempat ada di album kompilasi Cipta Lagu Populer di tahun yang sama,” jelas Naga.

Dan, setelah 13 tahun sejak projek solonya tersebut, kini Naga siap untuk tampil dengan single terbarunya “Menikmati Cinta”. Lagu yang dibuat oleh David Sam ini menceritakan tentang sebuah pernyataan cinta seseorang kepada kekasihnya. “Lagunya sangat sederhana tapi memiliki makna mendalam. Tidak ada komplikasi cerita cinta yang rumit di dalamnya. Hanya pernyataan cinta seseorang kepada sang kekasih,” papar pria kelahiran Sumatera Utara ini.

Dari segi musik yang dibawakan, projek solo Naga dengan lagu-lagu Lyla jelas berbeda. Dan memang tidak ingin disamakan. “Karena kalau Lyla itu musiknya lebih musik band dengan pendekatan genre yang lebih alternative rock. Sedangkan di projek solo ini saya lebih kea rah musik-musik soul seperti Boys 2 Men dan Rod Stewart,” ungkap Naga.

 

ISTRI JADI INSPIRASI

Untuk melengkapi single ini, sebuah video klip telah siap diluncurkan ke publik. Disutradari oleh Dwi Nadya Apriliyani, video klip ini memiliki cerita cinta sepasang kekasih yang sederhana tapi tetap manis. “Dari lagunya sendiri menceritakan tentang keharmonisan hubungan sepasang kekasih. Tanpa ada problema yang aneh-aneh, hanya pernyataan cinta seorang kekasih. Dan hal itu yang kami angkat untuk video klip ini,” ujar Nadya.

Untuk menambah kesan personal, Feby, istri Naga sendiri lah yang menjadi model perempuan dalam video klip ini. “Karena lagu ini sendiri mas Naga dedikasikan untuk sang istri, jadi kenapa enggak sekalian juga aja ajak mbak Feby ke dalam video klip ini. Saya pikir akan sulit yang mengarahkan mbak Feby karena basic nya bukan model. Tapi ternyata dia sangat mudah diatur dan preoses syuting video klip sendiri berjalan sangat lancar,” tambahnya.

Feby sendiri yang sudah menikah lebih dari 6 tahun bersama vokalis band Lyla ini mengaku sangat senang bisa ikut andil dalam video klip ini. “Seneng banget. Karena saya sendiri sudah biasa melihat proses pembuatan video klip seperti apa, jadi enggak kaget-kaget banget sih sama prosesnya,” papar perempuan bernama asli Feby Rizky Andhika Siregar. Jadi penasaran kan, seperti apa sih video klip perdana projek solo Indra Sinaga ini? Yuk, sama-sama kita tonton video clip nya!

 

Kulari Ke Pantai Hadirkan Asiknya Aransemen Ulang Lagu Hits RAN “Selamat Pagi” yang Dinyanyikan Bersama Dua Aktor Cilik Filmnya

Ini bagus! Bagus sekali!!Semangat lirik dan musiknya sangat cocok buat anak-anak dan visualnya  juga pas dengan dunia anak -anak yang penuh imajinasi.” (Presiden JOKOWI)  

Film anak-anak terbesar tahun 2018, KULARI KE PANTAI, yang sedang dalam tahap produksidisutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana,meluncurkan single dan video klip pertama dari album soundtrack filmnya lewat kanal digital. Single pertama soundtrack film ini menghadirkan lagu “Selamat Pagi” oleh RAN, yang pernah hits di tahun 2007, kini diaransemen ulang dan dinyanyikan bersama dua aktor cilik pemeran utama filmnya, Maisha Kanna dan Lil’li Latisha.   “Saya sangat suka lagu “Selamat Pagi”, hits RAN di tahun 2007. Dan ketika membayangkan ingin mendaur ulang sebuah lagu yang pernah terkenal, ceria dan sesuai dengan spirit film KULARI KE PANTAI, yang terbayang adalah suara RAN menyanyikan lagu Selamat Pagi” bersama para pemain cilik film kami yang memang keren keren suaranya,” jelas Produser Film & Musik film KULARI KE PANTAI, Mira Lesmana, tentang keputusannya memilih RAN dan lagu Selamat Pagi”, sebagai salah satu lagu di album Original Soundtrack (OST) film ini.   Video klip yang disutradarai oleh Sakti Marendra ini menampilkan keseruan RAN menyanyikan lagu “Selamat Pagi”, dengan full motion graphic,  bersama dua aktor cilik pemeran utama film KULARI KE PANTAI, yaitu Mimi dan Lil’li (panggilan untuk Maisha Kanna & Lil’li Latisha, red), disertai kemunculan semua aktor pendukung filmnya di akhir video klip ini.   Melalui video klip ini, Sakti ingin mengangkat karakter Sam (diperankan oleh Maisha Kanna) dan Happy (diperankan oleh Lil’li Latisha) yang berbeda. Mereka masing-masing mengawali harinya dengan cara berbeda, tapi akhirnya bersama-sama menghabiskan waktu di pantai bersama personil RAN yang juga sedang dalam perjalanan berlibur.   “Aransemen ulang lagunya sendiri sangat segar. Banyak kejutan-kejutan seru dengan rasa yang berbeda-beda pada tiap perpindahan nadanya dan ditambah kolaborasi Mimi dan Lil’li jadi tambah menyegarkan,” tutur Sakti tentang aransemen ulang lagu Selamat Pagi.“Tema lagunya yang segardan ceria itulah yang menginspirasi bentuk visual dan mood untuk video klip ini. Saya menggunakan full motion graphic agar bisa lebih mengeksplorasi warna dan obyek-obyek imajinatif untuk membawa keseruan dan menjembatani karakter Mimi dan Lil’li yang masih anak-anak dengan RAN yang sudah dewasa,” jelas Sakti Marendra mengenai konsep video klipnya.   “Seru banget! Yang jelas kami belajar banyak dari Mimi & Lili. Secapek apapun mereka, mereka tetap ceria terus. Jadi mikir, kenapa kita yang lebih tua, capek sedikit aja sudah mengeluh,” Demikian cerita RAN tentang keseruan mereka nyanyi bareng dan proses pembuatan video klip ini. “Mereka membawa energi positif dan menebarkan excitement dalam project ini. We love them!” lanjut RAN.  

Single Selamat Pagi ini merupakan kerja bareng Trinity Optima Production & Miles Music. “Saya banyak melihat tingginya ketertarikan anak-anak usia 5-15 tahun terhadap tontonan dan musik.  Sayangnya, jumlah tontonan dan musik yang sesuai dengan mereka sangat terbatas. Karena itulah saya berharap film dan album OST KULARI KE PANTAI dapat menjadi pilihan utama musik yang bisa dinikmati oleh anak-anak dan memiliki nilai pendidikan yang tinggi.” Tutur Yonathan Nugroho selaku Managing Director Trinity Optima Production. “Saya yakin, di tangan dingin Mira Lesmana dan Riri Riza, film dan album OST KULARI KE PANTAI akan sukses di box office dan dekat di hati anak-anak seperti halnya film Petualangan Sherina. Tentunya hal ini juga akan memacu produser lain untuk lebih banyak memperhatikan kebutuhan tontonan dan musik untuk anak-anak Indonesia.” Lanjut Yonathan.   “Tidak saja aransemen ulang RAN yang keren dari lagu ‘Selamat Pagi’ ini, Sakti Marendra juga berhasil membuat video klip yang pas banget dengan keseruan jalan cerita film KULARI KE PANTAI. Saya sampai berulang-ulang menontonnya dan selalu tersenyum senang dan ikut berdendang,” Kata Mira Lesmana, yang sempat memamerkan potongan video klip lagu ini ke Presiden Jokowi.   Mira Lesmana, bersama Kepala BEKRAF Triawan Munaf, mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Jokowi dua minggu yang lalu. Bapak Presiden yang sangat prihatin dengan minimnya lagu dan film anak-anak Indonesia sudah meminta agar kondisi ini segera diatasi. Beliau sangat antusias mendengar sedang diproduksinya Film KULARI KE PANTAI dan juga adanya kemasan lagu-lagu soundtrack untuk anak-anak Indonesia.“Saya prihatin dengan semakin sedikitnya film dan lagu untuk anak-anak. Lalu saya mendengar Mira Lesmana dan Riri Riza sedang membuat film anak-anak KULARI KE PANTAI, saya sangat senang sekali. Keduanya telah terbukti menghasilkan film anak-anak yang tidak hanya berkualitas dan mendidik, tapi juga menghibur dan ditonton oleh jutaan penonton seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi,” ujar Bapak Jokowi. “Saya juga mendengar film KULARI KE PANTAI akan segera merilis salah satu lagu soundtrack film-nya. Dua minggu lalu Mira Lesmana sempat berjumpa dengan saya dan memperdengarkan lagu dan video clip-nya. Menurut saya ini bagus! Bagus sekali!!Semangat lirik dan musiknya sangat cocok buat anak-anak dan visualnya juga pas dengan dunia anak -anak yang penuh imajinasi,” lanjutnya. “Saya mengajak semua insan dan elemen yang terlibat dalam bidang seni untuk bersama-sama menggalakkan kembali produksi film dan lagu anak-anak Indonesia supaya mereka menjadi bagian dari perkembangan industri kreatif kita,” demikian disuarakan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia.   “Semoga seperti judulnya, dan juga harapan pak Jokowi, lagu ini menandai semangat menyambut hari baru dan fase barukebangkitan gairah film dan lagu anak-anak Indonesia,” lanjut Mira Lesmana. Penasaran keseruan para pemain KU LARI KE PANTAI di video klip ini: Yuk simak videonya di sini:   Video klip single “Selamat Pagi” bisa dilihat di kanal Youtube Trinity https://www.youtube.com/user/vctrinity Maupun kanal Youtube Miles Film: Miles Film: https://www.youtube.com/channel/UC1zZXckboolY8-GNVpU_ISQ   Film KULARI KE PANTAI rencananya akan tayang di bioskop pada masa liburan sekolah, pertengahan tahun 2018. Semakin tidak sabar ya menanti seperti apa hasilnya? Pantau terus perjalanan syuting film KULARI KE PANTAI melalui akun-akun sosial media Miles Films dan tonton video musik penyanyi musik Indonesia lainnya di akun social media Trinity Optima Production.

Cara Rossa Ungkap Penyesalan

Rossa_lirik

Dengan segudang hits yang dihasilkan, Rossa selalu bisa memuaskan penggemarnya. Setelah sukses dengan single “Tlah Mencoba”, single soundtrack film Ayat-Ayat Cinta 2 “Bulan di Kekang Malam” dan single terbarunya bersama D’Masive dan David Noah yang berjudul “Pernah Memiliki”, kini Rossa telah siap meluncurkan single terbarunya, “Bukan Maksudku”. Lagu yang dibawakan dengan musik bernuansa elektronik dan lirik yang ciamik, “Bukan Maksudku” jadi single penutup yang cantik dari album “A New Chapter”.

 

HASIL OBROLAN MENDALAM

Lagu ini sendiri merupakan hasil kerja sama Rossa dengan penyanyi asal Singapura, Taufik Batisah. Kolaborasi  musik dengan Taufik Batisah, sukses melebur genre musik Pop yang diusung Rossa dengan musik electronic urban yang kekinian. “Taufik dan Rossa memang sudah bersahabat sejak lama. Dan saat Rossa ingin membuat album ‘A New Chapter’ dengan konsep musik yang berbeda dari sebelum-sebelumnya, Taufik langsung memberikan dukungannya dengan membuatkan lagu ini,” ungkap Mhala selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Lagu yang dihasilkan setelah obrolan panjang dengan Taufik Batisah di Singapura ini memiliki makna yang cukup dalam. Lagu yang menggambarkan perasaan mendua tak jarang dialami oleh banyak pasangan. “Lagu ini tentang perasaan bersalah seseorang karena merasa terpikat dengan orang lain. Setiap mereka menghabiskan waktu bersama, keduanya selalu merasa bahagia. Tanpa disadari keduanya sebenarnya saling suka, walaupun keduanya sudah berpasangan,” ungkap Rossa.

Proses pembuatan musik ini pun terbilang cukup unik karena melibatkan empat negara. Proses aransemen musik semua dilakukan di Singapura sedangkan rekamannya di Jakarta, dan proses mixingnya dilakukan oleh Tatsuro Miller di Malaysia dan mastering oleh Steve Corrao di SAGE Audio, Texas, USA.

Lagu dari album teranyarnya “New Chapter” ini juga sudah banyak disukai oleh para penggemarnya. Banyak penggemarnya Rossa menantikan lagu “Bukan Maksudku” untuk menjadi single terbarunya. Pasalnya, banyak pendengarnya yang pernah merasakan perasaan yang serupa dengan lagu ini. “Lagu nya para wanita karier untuk meyakinkan suami tercinta,” ungkap salah satu penggemar di sosial media.

 

KOREOGRAFI KREATIF

Selain itu, sebuah video klip yang disutradari oleh Sakti Mahendra juga tak kalah menarik. Dengan menggunakan koreografi, video klip ini menjadi video klip kedua Rossa yang bisa membuat siapapun yang menyaksikannya ikut berdansa. “Seperti biasa, lagu saya yang menggunakan lagu yang up beat pasti akan menggunakan koreografi. Tapi koreografinya cukup sederhana, saya sendiri hanya butuh satu hari untuk menyelesaikannya,” tambah penyanyi yang baru saja mendapatkan empat platinum untuk album “A New Chapter”. Penasaran seperti apa? Yuk tonton video clip nya!

 

 

BUKAN MAKSUDKU (lirik)

Bukan maksudku

Bukan maksudku

Tuk berselingkuh, percaya

Ku sayang kamu

Bukan maksudku

Tuk berselingkuh, percayalah

 

Tak pernah ku terpikir ‘tuk mendua kan mu

Tanpa kusadari, sadari

Tercipta satu rasa bila ku dengannya

Tanpa kusadari

 

Ku tak bisa melepaskan

Rasa yang ada di jiwa, sungguh

Dia, dia, hanya, teman saja

Dia meracun hatiku

Kau yang menakluk cintaku, sungguh

Dia, dia, hanya, teman

 

Bukan maksudku

Bukan maksudku

Tuk berselingkuh, percaya

Ku sayang kamu

Bukan maksudku

Tuk berselingkuh, percayalah

 

Bukan maksudku

Bukan maksudku

Bukan maksudku

 

Caranya berbeda, buat ku terpana

Tanpa kusadari, sadari

Sungguh aku coba untuk terus setia

Aku sadari

 

Ku takbisa melepaskan

Rasa yang ada di jiwa, sungguh

Dia, dia, hanya, teman saja

Dia meracun hatiku

Kau yang menakluk cintaku, sungguh

Dia, dia, hanya, teman

 

Bukan maksudku

Bukan maksudku

Tuk berselingkuh, percaya

Ku sayang kamu

Bukan maksudku

Tuk berselingkuh, percayalah

  

Bukan maksudku

Bukan maksudku, percayalah

 

I don’t wanna hurt you

But i can’t stop thinking about him

He’s got me confused, I don’t know

 

Composed & Produced by TAUFIK BATISAH

Published by HYPE 2 PTE. LTD

Vocal Produced by IRVNAT @Backbeat Std, Jkt

Engineered by ANGGI ANGGORO

Background Vocal by TAUFIK BATISAH @TheWhiteHypeRoomStd, SG.

Mixed by TATSURO MILLER

© TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2017

Afgan Telah Menemukan Cinta Lamanya Kembali

 

Setelah sukses dengan lagu “Heaven” sebagai pembuka single dari album “Dekade”, kini Afgan telah siap dengan suguhan terbarunya, “Love Again”. Lewat lagu ini, Afgan ingin mengajak seluruh penikmat musik Indonesia untuk mengenang kembali perasaan cinta lama dengan nuansa musik 90-an.

 

LAGU THROWBACK

Nuansa beat R&B khas 90-an yang menyatu dengan vokal dari seorang Afgan membuat lagu “Love Again” sangat menyenangkan untuk didengar berulang kali. “Ini salah satu lagu favorit saya di album Dekade, karena di lagu ini saya benar-benar bisa menampilkan musik yang saya sukai,” ungkap Afgan. “Mungkin ini bentuk kerinduan saya terhadap musik 90-an, sehingga menjadi semacam throwback. Karena musik seperti ini lah yang sering saya dengarkan saat kecil dan kurang lebih mempengaruhi gaya bermusik saya hingga hari ini. Dan sejak awal, saya sudah mempercayakan Kitut untuk membuat progressive chord ke dalam lagu ini. Karena selama kerja bareng sama Kitut, saya perhatikan Kitut selalu bisa memberikan elemen RnB 90-an ke dalam musik yang saya inginkan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, dalam penggarapannya Afgan memastikan lirik yang ada di lagu ini pun bisa membawa pendengarnya kembali ke musik pop 90-an. “Saya dan Mhala sengaja mencari kata-kata yang biasa digunakan lagu-lagu di 90-an agar lebih terasa lagi kesan throwback nya,” papar penyanyi kelahiran tahun 1989 ini. “Di lagu ini saya sengaja mengusung tema yang cukup sedih di bagian lirik tapi musiknya up beat yang bikin semangat. Optimisme, mungkin adalah satu kata yang bisa menggambarkan lagu ini. Optimis kalau seseorang yang pernah dicintai bisa kembali bersama lagi,” tambahnya.

Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta lama. “Lagu ini menceritakan tentang perasaan seseorang yang masih mengharapkan perasaan yang sama dengan sang mantan kekasih. Perasaan yang mungkin banyak dialami oleh banyak orang”, paparnya.

 

BEAT 90-AN

Awalnya, Afgan sempat ragu untuk memasukan lagu ini ke dalam album “Dekade”. Setelah bolak-balik revisi dan dibuat dua versi musik, akhirnya Afgan mantap memasukan lagu ini ke dalam album Dekade. “Kebetulan kami memang sedang kerja bareng dengan DJ asal Malaysia, Tatsuro Miller. Waktu itu dia mempresentasikan beat-beat snare 90-an yang kebetulan disukai oleh Afgan. Lalu, Kitut hadir dalam lagu ini membantu membuat circle chord, saya dan Afgan membuat notasi dan liriknya,” papar Simhala Avadana selaku A&R Trinity Optima Production. “Dan sudah sejak awal kami sudah setuju kalau konsep lagu ini akan menceritakan tentang perasaan seseorang yang masih hung up dengan mantannya. Baby have I ever crossed your mind? Jadi perasaan yang masih penasaran dengan sang mantan,” tambahnya.

Penasaran seperti apa lagu “Love Again”? Single “Love Again” sudah bisa didengarkan di seluruh radio di Indonesia dan juga telah tersedia di berbagai aplikasi streaming musik. Yuk tonton video klipnya!

LOVE AGAIN (LIRIK)

Percayalah

Hanya kamu yang terpatri di benakku

Tak pernah ada yang lain, singgah di sanubari

 

Pedih hati melupakan kisah kita

Ku disini ,kan slalu

Menanti ,dirimu

Walau waktu permainkan cinta

 

Uh, i still believe in you

I stil believe in us

Will find our love again

 

Uh, i still believe in you

I still believe in us

‘cause love will find a way

 

Mungkin kita memang butuh ruang

Sementara tuk sadari

Betapa rindu ini menyiksa

Karna berpisah darimu

 

Tell me girl, where are you now?

Oh whatchu doin, and who are you with

Tell me

Baby baby have i ever crossed your mind?

 

Ku yakin kau pun merasa

Seperti yang aku rasa

Percayalah cinta

Kan temukan jalannya

I’m still in love with you

 

Composed by TATSURO MILLER / AFGANSYAH REZA / KITUT / SIMHALA AVADANA

Original Publisher(s) by THE REC ROOM SDN. BHD. / PT. MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT / PT. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Sub Publisher(s) by PT. SUARA PUBLISINDO on behalf of UNIVERSAL MUSIC PUBLISHING SDN. BHD. / PT. MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT / PT. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Music Produced by TATSURO MILLER

Vocal Produced by BOWO ‘SOULMATE’ @Backbeat Std, Jkt

Engineered by UCUP

Mixed by ARI ‘ARU’ RENALDI

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

KEJUTAN SHOWCASE DI SATU DEKADE AFGAN

Siapa yang tak kenal Afgan. Musisi yang telah merintis karirnya dari usia 18 tahun ini, baru saja merayakan satu dekade karier musiknya lewat album “DEKADE”. Kumpulan hits terbaiknya selama 10 tahun terakhir terangkum dengan apik dalam album tersebut. “Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama,” ungkap Afgan.

Dan, untuk merayakan peluncuran album “DeEKADE” dan juga perayaan 10 tahunnya dalam industri musik, Afgan telah mempersiapkan penampilan spesial bagi penggemarnya. Sebuah showcase special bertajuk “Afgan Satu Dekade” akan diselenggarakan pada tanggal 12 April mendatang di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta Selatan. Sebagai partner, JOOX telah mempersiapkan rangkaian acara seru untuk menambah antusias para Afganisme yang ingin menyaksikan penampilan Afgan dan juga berkesempatan membawa pulang uang senilai 10 juta rupiah.

 

Penasaran? Caranya gampang. Cukup membuat playlist lagu Afgan di aplikasi JOOX, lalu share playlist yang sudah dibuat ke akun Facebook dengan menggunakan tanda pagar #JOOXAFGANDEKADE dan mention @JOOX di dalam captionnya. 10 pemenang berkesempatan menyaksikan penampilan Afgan di Showcase “Afgan Satu Dekade” dan satu pemenang favorit akan membawa uang tunai senilai 10 juta rupiah. Program ini hanya berlangsung sampai 30 Maret 2018. Jadi jangan sampai ketinggalan yaa. Untuk info lebih lanjut bisa dilihat di akun instagram @jooxid.

Gamma1 – “Tolong Dong”   “Janji Setia untuk yang Kasmaran”

Sukses dengan single “Jomblo Happy” yang tembus 42,7 juta views di Youtube, kini band melayu asal Bangka  ini siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Tolong Dong”. Dengan sedikit perubahan aransemen dan musik, Gamma1 yakin lagu terbarunya kali ini bisa membawa angin segar bagi penggemarnya yang merindukan lagu-lagu pop melayu dari mereka.

 

LAGU KASMARAN

Lagu “Tolong Dong” ini sendiri menceritakan tentang perasaan sepasang kekasih yang tengah merindu kala menjalani hubungan jarak jauh. “Jadi di lagu ini, menceritakan kekhawatiran seorang kekasih yang tidak bisa hadir pada momen-momen penting pasangannya. Namun, kekasihnya meyakinkan, walaupun jarak memisahkan tapi hati dan pikirannya selalu ada untuknya,” ungkap Heri sang vokalis yang juga menciptakan lagu ini.

Secara tersirat, lagu ini merupakan sebuah janji setia antar pasangan kekasih untuk selalu menjaga perasaan mereka. “Lagu ini sebenarnya sangat cocok buat mereka yang tengah kasmaran, tengah jatuh cinta. Pasangan yang melulu mencari alasan untuk bertemu atau sekadar di perhatikan,” tambahnya.

ARANSEMEN BEDA

Lagu “Tolong Dong” sendiri sudah rampung dibuat sejak tahun 2014, namun karena satu dan lain hal akhirnya lagu ini ditunda peluncurannya. Dan tahun 2018 ini dianggap menjadi tahun yang pas untuk memperdengarkan single ini ke pasaran. Lagu yang awalnya diberi judul “Arjuna” ini mengalami beberapa perubahan. Baik dari segi aransemen musik maupun judul lagu. “Awalnya lagu ini kami beri judul ‘Arjuna’ tapi karena kata-kata ‘Tolong Dong’ juga cukup dominan dan gampang diingat oleh pendengar, jadi kami ganti judulnya. Dan musiknya pun mengalami perubahan tempo dan aransemen yang segar, pokoknya lagu lama dengan kemasan baru,” tutur Heri.

Walaupun mengalami perubahan, tapi Heri dan kawan-kawan tidak mengalami banyak kesulitan saat proses rekaman. “Mungkin kalau dari segi kesulitan sih enggak ada. Hanya saja, kami selama ini lebih terbiasa mendengarkan lagu ini dengan aransemen yang lama. Jadi ketika musiknya harus diaransemen ulang dan dibuat berbeda, di situ kami merasakan pengalaman yang unik,” pungkasnya. Wah, daripada penasaran, yuk dengarkan lagu terbaru dari  Gamma1 “Tolong Dong” di radio-radio kesayangan Anda. Dan jangan lupa untuk menambahkan lagu “Tolong Dong” ke dalam playlist Anda di aplikasi digital streaming kesayangan Anda: https://lnk.to/Gamma1_TolongDong 

Yuk, tonton video klip terbaru Gamma1 – Tolong Dong sekarang!

Maudy Ayunda duet with Teddy Adhitya We Don’t (Still Water) “Hubungan Problematis yang Romantis”

 

Hubungan tak selalu penuh canda tawa dan bahagia selamanya. Ada kalanya, hubungan yang terjalin penuh drama dan juga kebingungan. Setidaknya hal itulah yang ingin coba diungkapkan Maudy Ayunda dan Teddy Adhitya lewat lagu yang mereka tulis bersama, “We Don’t”.

Sudah sejak lama Maudy Ayunda ingin bekerja sama dengan Teddy Adhitya. Dan saat kesempatan tersebut  datang, tidak butuh waktu lama untuk keduanya membangun chemistry musik.  “She is super smart. Dan waktu ketemu untuk ngobrolin lagu ini, ternyata kita sama-sama sudah mikirin ide yang sama. Jadi semuanya ngalir aja pas nulis lagunya,” ungkap Teddy yang merasa tidak menemukan kendala apapun dalam merampungkan lagu “We Don’t”. Senada dengan Teddy, Maudy pun merasakan kenyamanan yang serupa dari kolaborasi ini. “Aku dan Teddy tuh orangnya sangat lyrical. Di lirik lagu ini ada kata ‘Still Water’ yang intinya ingin menggambarkan cermin. Dan untuk mendapatkan kata-kata itu kita kayak susah banget. Karena, kita berdua sama-sama maunya pakai kata-kata poetic di dalam lagu ini,” papar Maudy.

Lagu ini sendiri menceritakan tentang dysfunctional relationship yang mungkin dihadapi banyak pasangan. Sebuah hubungan yang bisa dibilang menyenangkan, namun ketika keduanya tengah menghadapi masalah, masing-masing dari mereka memiliki caranya tersendiri untuk mengekspresikan masalahnya. “Lagu ini menceritakan sebuah hubungan yang bisa berada dalam kekacauan tapi juga terasa menyenangkan dalam waktu bersamaan. Jika diibaratkan dalam air tenang, pasangan ini bisa saling melihat refleksi mereka masing-masing, tapi ketika air hujan datang, airnya jadi beriak dan kacau. Tapi karena keduanya saling menerima ‘kegilaan’ masing-masing, jadi pasangan ini selalu setia menunggu hujan itu reda agar bisa saling mencintai lagi,” jelas Teddy.

Lagu yang kaya akan lirik puitis ini diaransemen oleh Alam Urbach dan Teddy Adhitya. Dengan nuansa musik akustik yang organik, lagu ini mampu memberikan gambaran hubungan problematis tapi masih menemukan sisi romantis dalam sebuah hubungan. Maka, tidak mengherankan ketika lagu ini dipilih Maudy sebagai single kedua dari album terbarunya “Oxygen”. Penasaran seperti apa lagunya?

Seluruh lagu di album Maudy Ayunda “Oxygen” sudah bisa didengarkan langsung di seluruh platform streaming digital, mulai dari Apple Music, JOOX, Spotify, iTunes, dan juga Yonder. Simak juga video klip “We Don’t”, di bawah ini:

New Album – DEKADE AFGAN “10 Tahun Eksplorasi Jati Diri Musik”

Untuk bisa bertahan di industri musik dalam negeri jelas bukan perkara mudah. Karena dibalik hasil karya-karyanya yang ikonik, tiap musisi memiliki perjuangannya tersendiri dalam menjaga eksistensinya. Tidak terkecuali  Afgan. Musisi yang telah mengawali karier sejak tahun 2008 ini memiliki ceritanya tersendiri untuk mencapai kesuksesannya saat ini.

 

Apa makna album “Dekade” ini untuk Afgan sendiri?

“Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama.”

 

Setelah 10 Tahun Berkarya, apa yang berubah dari Afgan?

“Enggak ada yang berubah. Saya masih jadi diri saya sendiri. Saya masih memiliki insekuritas yang tinggi, masih enggak percaya diri, masih punya rasa takut. Semua masih ada pada diri saya. Tapi saya sendiri banyak merasa berkembang dari segi musikalitas, performance, dan taste music. Kalau Afgan yang dulu mungkin masih mencari-cari tahu gaya apa yang pas, akhirnya coba tiru sana sini. Setelah 10 tahun, saya sudah di tahap yang tahu apa yang saya mau. Saya juga sudah lebih nyaman untuk menjadi diri sendiri. Dan lebih yakin dengan apa karya yang saya kerjakan.”

 

Apa yang bisa diekspektasikan dari Afganisme ataupun pendengar musik nasional dari album ini?

“Saya berharap mereka bisa melihat perkembangan dan pendewasaan saya dalam bermusik selama 10 tahun terkahir. Saya berharap mereka bisa bernostalgia dengan beberapa lagu lama yang ada di album ini, tapi juga mereka bisa mendengar eksplorasi musik yang saya hadirkan di album ini.”

 

Jika Afgan di tahun 2008 melihat Afgan hari ini, apa yang akan dia rasakan?

“Saya rasa dia akan bangga dengan seluruh proses yang saya jalani hingga hari ini. Karena saya tahu, perjalanan berkarya selama 10 tahun ini tidaklah mudah baginya. Karena Afgan di masa itu punya low self esteem, tidak punya teman dan sangat pemalu. Dan setelah 10 tahun, banyak hal yang telah berkembang dari kepiribadian maupun pemikiran saya. Tapi bukan berarti saya sudah menjadi diri saya yang sempurna, saya merasa masih punya banyak ruang untuk perbaikan. The best is yet to come.

 

Di dalam membuat album kelimanya ini, Afgan tidak sendiri. Bersama Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production, dan beberapa arranger pilihan, turut membantu Afgan untuk merampungkan album ini. “Yang saya suka dari album ini, Afgan mau mengeksplorasi ranah musik yang tidak biasa dari album-album dia sebelumnya.” Ungkap Mhala. “Di album ini kita bisa sama-sama dengar Afgan membawakan lagu ‘Sadis’ dengan sentuhan rock blues 80-an, ada juga lagu ‘Love Again’ yang dibawakan dengan lagu upbeat 90-an. Benar-benar sebuah memoar musik yang terangkum dengan apik selama 10 tahun Afgan berkarya,” tambahnya.

 

Dalam pembuatan album ini, Afgan memang lebih detail dan sangat kritis dengan karya-karyanya. Sangat besar peran serta Afgan dalam pembuatan album ini , mulai dari penulisan lagu, pemilihan notasi sampai pemilihan mastering di Inggris. Dan dalam waktu dua bulan, album DEKADE ini pun bisa diselesaikannya. Dan hasilnya sangat memuaskan, nuansa keseluruhan album yang hangat dengan rasa nostalgia yang tinggi bisa dinikmati di berbagai situasi. Berikut trek demi trek yang ada di album ini:

 

Love Again

Untuk pembuka album DEKADE ini, sebuah lagu yang di aransemen Tatsuro Miller menjadi pilihannya. Lagu dengan beat pop R&B khas 90-an menyatu dengan vokal Afgan yang khas membuat lagu “Love Again” ini sangat menyenangkan untuk didengar berulang kali. Menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih dalam penantian cinta lama.

 

Sudah

Afgan kembali membawakan lagu power ballad yang menjadi ciri khasnya ke dalam trek kedua, “Sudah”. Di lagu ini, Afgan berhasil memperlihatkan sisi lainnya dalam bermusik. Diproduseri oleh Marco Steffiano, nuansa musik yang sedikit kelam terasa sejak intro pianonya. Lirik lagunya sendiri tak kalah dramatis, lagu ini menceritakan perasaan seorang kekasih yang menyadari kalau pasangannya tidak akan bisa mencintainya seutuhnya. Kisah cinta yang mungkin banyak bisa dirasakan banyak orang.

 

Heaven

Kolaborasi ini merupakan project yang berawal dari sebuah “kebetulan”, dimana Rendy dan Afgan merasa buntu pada sesi workshop penulisan lagu yang sedang mereka lakukan, lalu mereka berinisiatif untuk mengajak Isyana bergabung. Hanya butuh waktu setengah jam, Lagu HEAVEN berhasil dibuat oleh ketiganya dengan konsep simple, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan. “Lagu HEAVEN ini sendiri bercerita tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka, kita merasa bahagia. Jadi HEAVEN disini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih,” cerita Isyana mengenai lagu ini.

 

Take Me Back

Tatanan musik yang berbeda dari karya-karya Afgan sebelumnya terdengar lantang di lagu “Take Me Back”. Di lagu ini, aransemen R&B dengan dominasi beat-beat hip hop yang kental, menyatu sempurna dengan vokal Afgan yang khas. Dilengkapi dengan rap lincah dari uprising Indonesian rapper, Ramengvrl, lagu hasil workshop di Malaysia bersama SonaOne ini tidak hanya sarat makna cinta tapi juga cocok untuk menjadi teman lari pagi yang pas.

 

Sadis

Setelah 10 tahun berlalu, lagu “Sadis” akhirnya hadir dengan aransemen yang berbeda. Lagu yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi untuk karier bermusik Afgan ini mendapatkan aransemen yang cukup unik. Tanpa meninggalkan alunan piano yang menjadi ciri khasnya, lagu “Sadis” mendapatkan sentuhan rock blues 80-an di bagian refrain-nya. Lewat lagu ini, Marco Steffiano selaku arranger, ingin menyisipkan sisi rock and roll dari Afgan yang selama ini tidak pernah ditampilkannya. Dan hasilnya, menakjubkan!

 

Bukan Cinta Biasa

Di album ini, lagu “Bukan Cinta Biasa” diaransemen dengan sangat hati-hati dan juga detail mengingat lagu ini punya nilai historic tersendiri untuk Afgan. Tanpa meninggalkan karakter asli dari lagu ini sendiri, Ari ‘Aru’ Renaldi memberikan aransemen musik yang berbeda kedalamnya. Suara petikan gitar akustik dan alunan biola yang cukup dominan, lagu “Bukan Cinta Biasa” di album ini menawarkan sesuatu yang terdengar baru tanpa meninggalkan elemen nostalgia yang ada di dalamnya.  Afgan sendiri banyak memberikan nada falsetto nya untuk memaksimalkan kebaruan yang ada di lagu ini.

 

Bawalah Cintaku

Mengaransemen ulang lagu yang sangat dicintai oleh banyak orang bukanlah perkara mudah. Namun Andi Rianto mampu meracik ulang lagu yang sangat ikonik ini dengan gaya bermusiknya yang khas. Alunan nada yang begitu megah dari lagu ini diubah begitu indah dengan menggunakan aransemen sederhana dari piano, strings, woodwinds, tanpa rhythm section. Keelokan liriknya yang romantis kian istimewa dengan kehadiran Sheila Majid dalam lagu ini. Warna suaranya Sheila yang khas berpadu sempurna dengan karakter vokal Afgan. Lagu lama karya Bebi Romeo ini pun terdengar seperti sebuah lagu baru.

 

Knock Me Out

Sebuah lagu bernuansa pop R&B ceria dengan sound yang fresh dan fun, menggabungkan lirik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati. Lagu ini sempat mendulang popularitas di tahun 2015. Mulai dari beragam penghargaan musik Indonesia dan hingga menjadi jingle iklan produk kecantikan di dapatkan lagu ini sendiri. Lagu yang menceritakan tentang penantian yang sudah berakhir karena bertemu dengan seseorang yang sangat spesial di hati. “Ibaratnya seperti menemukan seseorang yang benar-benar membuat saya terpana, merasa cocok dan berjanji tidak akan melepaskannya,“ ucap Afgan.

 

 Kunci Hati

Afgan menulis lagu ini pada 2015 lalu, bersama sahabatnya, Inu Numata. Bernada sederhana, namun melodius. Berlirik indah dan meaningful, dengan olahan musik yang menghenyakkan. Menyuguhkan kisah jatuh cinta yang sederhana, yang kemungkinan pernah dialami banyak orang. Salah satu keistimewaannya adalah dengan terlibatnya olahan aransemen string dari Ari Renaldi yang dieksekusi oleh Budapest Scoring Strings, Hongaria. Membuat kesederhanaan pesan dari lagu ini menjadi lebih bermakna.

 

Percayalah

Suara vokal Afgan yang ikonik selalu mampu kawin dengan sempurna penyanyi pop wanita. Tak terkecuali dengan Raisa. Setelah sukses berduet dengan Rossa lewat lagu “Kamu Yang Ku Tunggu”, kini giliran Raisa, penyanyi berwajah cantik dan bersuara emas yang telah mencuri hati para pencinta musik Indonesia sejak awal kemunculannya yang digaet Afgan untuk berduet. Sebuah kejutan manis bagi pemuja kedua solois papan atas ini. Lagu super romantis yang diaransemen dengan sangat indah oleh Ari Aru Renaldi ini sendiri bercerita tentang cinta sejati, dan sukses dijadikan lagu tema untuk film “London Love Story”. Kolaborasi ini begitu dicintai oleh pendengar musik Indonesia, hal tersebut terlihat dari besarnya jumlah penjualan musik digital. Lagu ini berhasil berada di top song RBT dari tahun 2015 sampai tahun 2017.

 

Panah Asmara

Lagu yang dulu dipopulerkan oleh Alm. Chrisye di tahun 90an, sukses dibawakan ulang oleh Afgan dengan nuansa baru dan lebih fresh. Lagu yang diluncurkan pada tahun 2011 ini berhasil membuat penggemar Afgan terpukau dengan gaya bermusiknya yang berbeda dari biasanya. Jauh dari bayang-bayang melankolis yang pop, untuk pertama kalinya Afgan terdengar enerjetik dalam sebuah produksi musik. Perubahannya yang signifikan begitu dicintai penggemar musik Indonesia. Penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk musik Pop terbaik dan juga mix engineer terbaik di dapatkan Afgan untuk lagu ini.

 

Setia Menunggu

Nada lirih sarat kegelisahan menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih yang lantas dimatangkan olahan musiknya oleh gitaris dan produser Tohpati ini. Hanya dihidupkan oleh dialog gesekan cello bernada murung dengan petikan gitar akustik yang seolah menegarkan. Tak diragukan penghayatan vokal Afgan di sini, dan kembali menonjolkan kekuatannya dalam melantunkan lagu-lagu bernada pelan.

 

Kamu Yang Kutunggu

Di tahun 2014, Rossa meluncurkan single keduanya untuk album “Love, Live, & Music”. Di lagu ini, Rossa tak bernyanyi sendiri namun ia menggandeng Afgan sebagai teman duetnya. Walaupun sudah bersahabat sejak lama, lagu ciptaan Alam Urbach ini merupakan single duet perdana Rossa dan Afgan. Lagu ini menceritakan tentang sebuah mimpi dan kepercayaan akan cinta yang membuat penantian terbayar dengan sempurna. Andi Rianto adalah composer musik di lagu “Kamu Yang Ku Tunggu” ini, dengan alunan nada dari piano yang mendominasi lagu ini menjadi semakin romantis. Tipikal lagu yang tepat untuk diputar di momen-momen romantis seperti hari pernikahan atau anniversary. Overall, love is a celebration of life!

 

Jodoh Pasti Bertemu

Lagu yang dirilis tahun 2012 ini memang masih banyak dicintai oleh banyak pendengar musik Indonesia hingga hari ini. Menurut saya jodoh pasti bertemu ini mengajarkan keikhlasan. “Di liriknya lagunya menyatakan kalau kamu bukan jodohku, aku gak mengharapkan dia,” ungkap Afgan. Lagu ini juga sempat mengisi soundtrack film “Madre” di tahun 2013 dan berhasil memperoleh beragam nominasi penghargaan musik baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Menyambut direleasenya album “DEKADE” ini, serangkaian vlog behind the scene telah Afgan siapkan untuk penggemarnya di akun Youtube Trinity Optima Production. Mulai dari proses penulisan lagu sampai rekaman ia tampilkan di vlog ini. Dan sebuah video ucapan terima kasih Afgan kepada Afganisme yang selama ini mendukung kariernya juga telah ia siapkan untuk merayakan peluncuran album “DEKADE” ini. Albumnya sendiri telah diluncurkan pada tanggal 21 Februari lalu di seluruh platform digital. Selain itu, pastinya, penjualan CD album “DEKADE” dari Afgan dijual secara eksklusif di KFC seluruh Indonesia.

 

Bollywood, Single Terbaru Volmax Yang Bisa Bikin Orang Joget India

Volmax-Bollywood

Setelah lama tak terdengar, Volmax kini kembali hadir dengan single terbaru Bollywood. Setelah sukses membawakan single teranyar mereka “It’s Alright”, band yang digawangi oleh dua personil UNGU, Onci dan Enda pada gitar, DJ Iannow, DJ Arien Cathrine, Metha Meva pada vokal memastikan pendengarnya tetap bisa bernyanyi dan berdansa bersama.

Band yang mengusung genre electronic dance music (EDM) ini mengaku terinspirasi dengan budaya film India dalam membuat lagu ini. “Dibilang dipengaruhi oleh tayangan India, bisa dibilang iya juga. Tapi inti lagu ini sebenarnya menceritakan tentang perasaan jatuh cinta. Dimana seseorang kalau sedang jatuh cinta dia akan merasa seperti berada di film Bollywood,” ungkap Onci. “Karena biasanya kalau orang sedang jatuh  cinta kadang suka dikit-dikit nyanyi, dikit-dikit nari, seperti di film Bollywood,” tambahnya.

Lagu yang diproduksi oleh produser asal Malaysia Audi Mok ini berhasil membuat Enda jatuh hati sejak pertama kali mendengarnya. “Proses pembuatan single ini cukup cepat dan singkat. Karena lagunya sendiri sudah ada dari produser asal Malaysia. Jadi saya yang membantu menerjemahkan lagu ini ke bahasa Indonesia. Dan proses rekamannya sendiri hanya satu hari, tanpa kesulitan,” papar Enda.

Untuk melengkapi single ini, Upie Guava didapuk oleh Trinity Optima Production untuk memvisualisasikan lagu ini ke dalam bentuk video klip. Adapun konsep yang dibawakan oleh Upie ke dalam video klip cukup unik. Pasalnya ia memadukan unsur EDM dan India modern  ke dalam video klip ini. “Di sini kami banyak menggunakan  konsep yang glow in the dark scene, dan juga meng-highlight performance dari dari masing-masing anggota Volmax agar penonton bisa lebih mengenal personalitas mereka lebih dalam,” papar Upie. Lewat video klip ini, Enda berharap semoga musik mereka bisa diapresiasi dan mewarnai tangga lagu musik Indonesia. Penasaran seperti apa sih lagu Bollywood ini? Yuk, simak video klipnya di bawah ini:

VOLMAX – Bollywood | Official Video Clip
https://youtu.be/W4w8qn4pByY

BOLLYWOOD (lirik)

Kau yang mencuri hatiku ini

Kau yang membuat semuanya bersemi

Bunga ditaman hatiku

Mekar bersama hadirmu

Kau yang mencuri hatiku ini

 

Malam ini kau milikku

Kan kuhabiskan waktuku denganmu

Peluk diriku kita menyatu

Dalam lagu lagu cinta tentangmu

 

Berada di dekatmu membuat aku serasa di Bollywood

Bersama dirimu disini hidup terasa di Bollywood

Kan kubawa kau menyanyi dan menari

Menyusuri ruang hati yang bersemi

Ada di dekatmu membuat aku serasa di Bollywood

 

Ma Ma Ma Mama

Sungguh tak dapat ku tahankan rasa ini

Bahwa ku sangat ingin memiliki dirimu, inginkan cintamu

Yang slalu membuat hatiku berdetak trang tang tang tang

Excuse me are you ready to miss me?

Kau bisa bilang bahwa kau juga miss me

Excuse me are you ready to love me?

Kau bisa bilang bahwa kau juga love me

 

Berada di dekatmu membuat hati serasa di Bollywood

Bersama dirimu disini hidup terasa di Bollywood

Kan kubawa kau menyanyi dan menari

Menyusuri ruang hati yang bersemi

Ada di dekatmu membuat hati serasa di Bollywood

Composed by Audi Mok, Shazee Ishak, Helloluqman ; Adaptor/Translator : Enda Ungu

Original Publisher(s) byReplay Music Sdn. Bhd

Sub Publisher(s) by PT Massive Music Entertainment

Produced & Mixed by Audi Mok

Vocal produced by Bowo ‘Soulmate’ Recorded @Backbeat Std, Jkt

Engineered by Ucup

Mastered by Dimas Pradipta

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

Sarah Brillian Bikin Baper Lewat Lagu Sayang 2

Sarah Brillian - Sayang 2

Musik dangdut Indonesia selalu memiliki tempat tersendiri bagi penggemarnya. Kesuksesan beberapa penyanyi lagu dangdut Jawa Timur-an juga mendorong penyanyi dangdut lainnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk dapat berkibar namanya di ibukota. Peluang ini dengan jeli dilihat oleh Bp. Yonathan Nugroho – Managing Director PT.  Trinity Optima Production untuk ikut mendukung karier dan karya penyanyi dangdut Jawa Timur-an yang telah dikenal di daerahnya, Sarah Brillian, untuk bergabung di bawah naungan label 3D Entertainment.

Penyanyi dangdut asal Ponorogo ini bukanlah pendatang baru di kancah pentas dangdut Jawa Timur-an. Gadis kelahiran 26 Januari 1995 ini telah bercita-cita menjadi sinden sejak ia masih kecil. “Dari umur tiga tahun, saya sudah bercita-cita menjadi sinden bulan. Tapi Mama, selalu mengacuhkan aku. Sampai akhirnya, di kelas 2 SD ada acara perpisahan sekolah, saya diminta untuk nyanyi diatas panggung, membawakan lagu dangdut. Dan ternyata saya bisa menghibur penonton yang datang ke acara itu. Mama juga ikut kaget kalau ternyata saya beneran bisa nyanyi. Sejak itu, Mama mulai bantu Sarah untuk pentas di acara-acara,” cerita Sarah saat diminta menjelaskan awal mulanya berkecimpung di dunia musik.

Kini, di bawah naungan  3D Entertainment, Sarah Brillian dipercaya membawakan lagu dangdut populer ciptaan Anton Obama Sayang 2. “Bangga banget bisa membawakan lagu Sayang 2 dari Anton Obama,” ungkap Sarah.  “Apalagi lagu ini sudah booming sebelum Sarah bawakan. Aku sempat merasa deg-deg-an, jadi sempat mengulang saat rekaman karena nervous. Tapi syukurnya semua berjalan lancar,” tambahnya. Menurut Sarah, lagu Sayang 2 ini menceritakan tentang perasaan ‘baper’ dari seseorang yang masih mengharapkan cinta dari sang kekasih ini dialami banyak orang. “lagu Sayang 2 ini kan sebenarnya lagu baper ya! Jadi pasti banyak orang yang bisa merasakan apa yang ada di lagu ini,” jelas Sarah.

Untuk melengkapi lagu Sayang 2 ini, Sarah juga telah mempersiapkan sebuah video klip. Di Sutradarai oleh Nadya Apriliyani, video klip Sayang 2 ini menceritakan tentang kisah cinta sepasang kekasih yang tidak dapat menyatukan cintanya. Sang pria yang bekerja sebagai pelukis, siap melamar sang kekasih setelah merampungkan lukisan kekasih pujaannya. Namun saat ia menemui orangtua kekasihnya, restu tak diberikan oleh sang Ayah. Sang pria pun meninggalkan sang kekasih, kembali ke studio dan mengemas seluruh peralatan lukisnya. Sambil terus mengenang masa-masa bahagia bersama sang kekasih. Penasaran seperti apa sih sendunya video klip ini, yuk simak di sini:

Sarah Brillian – Sayang 2 | Official Video Clip
https://www.youtube.com/watch?v=GowIbaWeBp8

 

Lirik Sayang 2
Cubo rungokno, tembang kangenku iki

Dewi asmoro tulung omongno aku isih ngenteni

Ombak segoro, kok sajak ngelingake

Nambahi kangenku soyo gedhi nganti kepati pati

 

Andaikan sayangku sak iki isih ono neng kene

Kita akan selalu memadu cinta

Bungahing atiku sedihing atiku

Hanya dalam mimpi

 

Rino lan wengi mata iki angel di eremake

Mung lam lamen marang esem lan manismu

Kapan kubertemu

Sak kedepan mata wis marem atiku

Composer(s) / Author(s) : Xin Rong Chen & Chuan Xiong Zhou

Adaptor/Translator : Anton Obama

Arranged by Tri Wijaya

Original Publisher(s) by Hasayake Music Ltd.

Sub-Publisher by PT Suara Publisindo on behalf of Universal Music Publishing Ltd. Taiwan

Recorded @ Harper Studio

Engineered by Bambang Hari Permana

Mixed byBambang Hari Permana
©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018