trinity_logo_web.png
Menu
New Release : YOUNG LEX feat AFROGIE “Cinta Ini Untukmu (CIU)”

Apa yang terbesit ketika Anda mendengar kata “CIU”? Pastinya sebuah minuman keras tradisional yang populer di beberapa daerah di Indonesia. Dan pada kesempatan kali ini, Young Lex punya sebuah lagu bagi kalian semua yang suka “CIU”.

 Bukan menawarkan minuman beralkohol, Young Lex kembali hadir dengan lagu “CIU” yang merupakan kependekan dari “Cinta Ini Untukmu”. Lagu yang dibawakan dengan irama reggae menceritakan tentang gombalan ala Young Lex kepada seorang gebetannya. Lagu ini merupakan karya yang cukup unik mengingat beberapa lagu Young Lex sebelumnya lebih banyak mengundang kontroversi.

Melalui lagu ini, Lex mencoba memberikan gambaran dirinya dalam bermusik sebelum orang-orang mengenalnya sebagai rapper. Gue emang suka lagu reggae sebenernya. Dan dari lima tahun yang lalu koleksi lagu-lagu reggae gue lebih banyak lagi. Dan lagu ini buat gue, lagu buat senang-senang aja. Sekaligus untuk nostalgia juga buat gue bareng sama teman-teman dekat yang sudah lama kenal,” ungkap Lex. Bekerjasama dengan teman dekatnya, Afrogie, Young Lex juga melengkapi musik video dari single “CIU” ini di tempat ia tumbuh besar. Berlokasi di Gang Bocor, Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Di gang tersebut Young Lex ditemani oleh teman-teman sedari kecilnya. “Lokasinya di Gang Bocor, dan musik videonya sendiri diambil di gang tersebut. Ada orang lagi main karambol, ada ibu-ibu lagi beli sayur, ada anak motor lagi nongkrong. Seperti itulah konsep musik video CIU kali ini. Dibuah versi selayaknya anak-anak gang,” tambahnya.

Wah, jadi penasaran ya? Video musik terbaru dari Young Lex ini di akun Youtube Trinity Optima Production dan dengarkan lagunya di digital streaming platform kesayangan Anda.

 

CIU

Huruf c i dan u

Cinta ini untukmu

Huruf c i dan u

Cinta ini untukmu

 

Banyak yang deketin gue

Tapi gue pilihnya lo

Banyak yang mau sama gue

Gue maunya sama lo

 

Apa lo nggak takut

Hati lo dimainin

Pacaran sama dia

Yang sering ngeduain

 

Gue udah jelas

Bisa bahagiain

Silahkan lo test gue

Gue bakal jabanin

 

Banyak yang deketin lo

Gue nggak bakal nyerah

Liat lo disakitin

Bikin gue gerah

 

Kalo dapet lo itu anugerah

Sebelum lo dipinang

Gue gak bakal nyerah

 

Cinta ini jujur dari dalam hati

Bukan alkohol yang berbicara

Gak perlu mabok buat sayang dia

Cukup pake cinta yang bikin bahagia

 

Ooo… Cinta ini untukmu

Ooo… Huruf c i dan u

Ooo… Cinta ini untukmu

Ooo… Huruf c i dan u

 

Bahagia pasti bahagia

Sama gue jangan sama dia

Selingan dia banyak

Korbannya juga

 

Kalo gue dapet lo girl

Gue berenti jadi bandel

Wooo cinta ini untukmu

Huruf c i dan u

 

Gak perlu mabuk untuk sayang dia

Cukup pakai cinta yang bisa bikin lo bahagia

 

Composed by YOUNGLEX

Published by MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Performed by YOUNGLEX Feat. AFROGIE

Produced by PAPI & RAZI

Guitar & Bass performed by IVAN DEWANTO

Vocal Recorded @BRO’S Std, JKT Engineered by ANGGI ANGGORO

Mixed by IVAN DEWANTO

Mastered by DIMAS PRADIPTA @Sum It! Std, JKT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release : Rossa “Tegar 2.0” – Explorasi Sisi Lain dari Lagu Tegar

 

“Tergoda aku tuh berpikir. Dia yang tercinta. Mengapa telah lama tak nampak, dirimu di sini…” Kalau kamu ikut menyanyikan berarti kamu setuju kalau lagu Rossa ini sudah sangat menempel di telinga kita semua. Tidak terasa setelah 20 tahun lagu ini dirilis, “Tegar” ternyata masih menjadi lagu andalan bagi banyak orang dan dari segala usia. Dan hari ini, Rossa yang dibantu oleh beberapa musisi lainnya telah mempersiapkan sebuah suguhan yang berbeda dari “Tegar” dengan lagu yang diberi judul “Tegar 2.0”.

LAGU PENUH NOSTALGIA

Nama Rossa memang sudah lama malang melintang di dunia musik Indonesia. Berkat lagu-lagu hitsnya di tahun 90an, nama Rossa pun kian ikonik bagi penikmat musik saat ini. Salah satu hits terbaiknya dari akhir tahun 90-an adalah lagu “Tegar”. Lagu yang ditulis oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed ini memiliki lirik yang puitis dan alunan lagu yang cukup romantis, padahal makna lagunya sendiri merangkumkan sebuah keresahan hati dalam berkasih. Maka tak heran ketika lagu “Tegar” menjadi salah satu lagu Rossa yang tak akan pernah lekang oleh waktu.

Keputusan untuk membuat lagu “Tegar” pun hampir bisa dibilang sebuah kebetulan yang berujung indah. Pasalnya, awal mula lagu ini akan ditawarkan untuk penyanyi wanita lainnya. Tapi, ketika Rossa ditawarkan untuk membawakan lagu ini, ia langsung jatuh hati dan meminta agar lagunya juga masuk ke dalam album keduanya. Lagu “Tegar” pun menjadi lagu terakhir yang direkam untuk album kedua Rossa yang akhirnya juga diberi nama “Tegar”.

Tidak hanya itu, karena musik dan liriknya yang dianggap terlalu berat untuk dijadikan single, awalnya lagu ini juga hampir tidak dibuatkan musik videonya. Tapi Rossa mampu meyakinkan produser dan tim label rekamannya untuk membuatkan musik videonya. Dengan sutradara Bianca Adinegoro dan berlokasi di atas gedung Menara Palma, Kuningan, sebuah musik video ikonik “Tegar” pun tercipta. Dan benar saja, musik videonya berhasil merajai di tanggal lagu musik yang ada di televisi dan juga di radio. Beragam penghargaan pun ia raih lewat lagu ini.

EKSPLORASI MUSIK TEGAR

Dan setelah 20 tahun, bukanlah hal yang berlebihan ketika Rossa memutuskan untuk mengaransemen ulang lagu “Tegar”. Dengan bantuan dari Ronald Steven dalam mengaransemen musik dan Gamaliel Tapiheru dalam memproduseri vokalnya, lagu “Tegar 2.0” pun tercipta. Tanpa meninggalkan nuansa keresahan hati yang sangat erat terikat dalam lagu original “Tegar”, dalam lagu “Tegar 2.0” Rossa ingin membawa perasaan galaunya tersebut dalam kemasan yang berbeda. Terasa baru tapi tetap membuat pendengarnya bisa bernostalgia. Tidak dipungkiri, beat-beat modern dengan arahan vokal yang berbeda membuat lagu “Tegar 2.0” menjadi suguhan musik yang asik untuk diputar berulang kali.

Selain itu, sebuah musik video juga sudah dipersiapkan. Disutradarai oleh Lando, musik videonya kali memang berbeda dari musik video Rossa sebelumnya. Dengan mengandalkan setting tempat minimalis yang colorful, sedikit koreografi simpel dan sambil mengenakan koleksi busana dan perhiasan dari brand Time International, membuat musik videonya kali ini lebih terasa seperti video fashion yang menarik.

Penasaran kan, seperti apa sih lagu dan musik video terbaru dari Rossa yang berjudul “Tegar 2.0”? Yuk, tonton videonya di sini:

 

TEGAR 2.0 (Lirik)

Tergoda aku tuk berpikir

Dia yang tercinta

Mengapa telah lama tak nampak

Dirimu disini

 

Jangankan ingin ku tersenyum

Tak ada gairah

Ku ingin selalu bersama mu

 

Kini ku resah diri ku lemah tanpa mu

 

Hoo… gapai semua jemari ku

Rangkul aku dalam bahagiamu

Ku ingin bersama mu berdua selamanya

 

Jika ku buka mata ini

Ku ingin selalu ada dirimu

Dalam kelemahan hati ini

Bersamamu aku tegar…

Hooo… ku tegar..

 

Composed by MELLY GOESLAW

Published by AQUARIUS PUSTAKA MUSIK

Produced by RONALD STEVEN

Vocal Recorded @BRO’S Std, JKT Engineered by ANGGI ANGGORO

Vocal Produced by GAMALIEL TAPIHERU

Mixed by RAYENDRA SUNITO

Mastered by DIMAS PRADIPTA @Sum It! Std, JKT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release :  Adikara Kisah Tanpa Pisah “Curhatan Berujung Lagu”

Entah apa yang salah dalam sebuah hubungan, yang pasti kini ada sosok lain yang mampu membuat hari kian lebih menyenangkan. Setidaknya, hal itulah yang Adikara coba sampaikan lewat single terbarunya “Kisah Tanpa Pisah”.

 

Sukses dengan debut singlenya yang berjudul “Pesona Cinta”, Adikara kini kembali dengan lagu terbarunya yang berjudul “Kisah Tanpa Pisah”. Lagu ini diproduksi oleh grup songwriters berbakat, Lale, Ilman, dan Nino yang juga menuliskan lagu, “Jangan” dari Marion Jola, dan “Hanya Engkau Yang Bisa” dari Armand Maulana.

 

BERAWAL DARI CURHATAN

Dalam waktu kurang lebih dari satu bulan workshop Adikara mampu merampungkan lagu “Kisah Tapi Pisah”. Lagu yang menceritakan tentang perasaan seseorang yang tengah meragu dalam menjalani hubungannya dengan sang kekasih. Tidak dipungkiri, Adikara mengaku pernah merasakan hal yang sama. “Waktu saya sedang workshop dengan kak Lale, Ilman, dan Nino, kita sempat ngobrol-ngobrol sebentar seputar keseharian. Termasuk soal hubungan. Dan, saya waktu itu kebetulan lagi mengalami kejenuhan dengan hubungan yang saya alami, dan dari situlah tercipta lagu ini,” ungkap Adikara.

 

Dengan lirik yang puitis dan ditemani alunan musik groovy – jazz yang dipenuhi oleh instrumen brass membuat lagu “Kisah Tanpa Pisah” ini menjadi lagu Adikara yang sangat menyenangkan untuk didengarkan berulang kali.

 

NATURAL VIBE

Melengkapi single terbaru Adikara ini, sebuah musik video garapan dari Kausa telah siap dirilis. Berlokasi di Babakan Siliwangi, Bandung, musik video ini menggunakan konsep visualisasi natural ambience yang sangat pas dengan mood dari lagu “Kisah tanpa Pisah”.

 

Adikara sendiri mengaku sangat puas dengan lagu dan juga musik video terbarunya kali ini. “Semuanya berjalan sangat menyenangkan. Mood dan vibe dari lagu maupun music video-nya juga sesuai yang saya mau. Dan proses pembuatannya pun berjalan sangat santai. Jadi, semoga para penikmat musik juga bisa merasakan hal yang saya rasakan juga,” tutup Adikara.

 

Lagu “Kisah Tanpa Pisah” sendiri sudah bisa didengarkan di radio seluruh Indonesia dan juga sudah tersedia di digital streaming platform kesayangan Anda. Dan kini, untuk Anda yang sudah tidak sabar ingin segera menyaksikan musik video terbaru dari Adikara “Kisah Tanpa Pisah”, bisa mendapatkan tautan link videonya dibawah ini:

 

KISAH TANPA PISAH (Lirik)

Nada Nada Kasih Kita

Telah Lama Sunyi Tak Bersuara

Rindu Rindu Yang Biasa

Telah Hilang Sirna Disapu Kelam

 

Salahkah Aku

Tinggalkan Kamu

 

Oh Apakah Dirimu Memang Benar Aku Cinta

Dan Kau Satu Satunya

Lalu Kenapa Diriku Jatuh Hati Kepadanya

Maaf Bila Ku Tercipta Untuknya Bukan Untukmu

 

Ini Kisah Tanpa Pisah

Gugur Satu Bunga Ditaman Hati

 

Aku Sangka Kaulah Yang Terbaik

Tapi Dia Yang Melukis Senyumku

Tlah Kucoba Namun Sayangnya

Ku Tak Bisa Pertahankan Runtuh Dinding Hatiku

 

Produced by LALE ILMAN NINO

Published by PT MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Mixed by RAYENDRA SUNITO

Mastered by DIMAS PRADIPTA

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

Kala Istana Negara Menjadi Panggung Musik Anak Bangsa Penuh Talenta

Suasana berbeda tampak di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2019) malam ini. Berbeda dengan biasanya yang formal dan cenderung kaku, panggung kecil berdiri di ujung ruangan Istana Negara. Alat-alat musik berada di panggung itu, sementara di depannya berderet-deret kursi.

Dengan suasana ini, sepintas Istana Negara pun terlihat sebagai arena konser musik dibandingkan acara kenegaraan. Malam ini memang sedang digelar acara Talenta Muda Bhineka Tunggal Ika, konser mini bagi talenta-talenta muda Indonesia berprestasi.

Mereka yang mengisi acara tersebut antara lain: Gita Bumi Voices yang merupakan peraih medali emas pada ajang Grand Prix of Nations and 4th European Choir Games 2019 di Gothenberg, Swedia. Mereka mengalahkan 36 negara lainnya. Selain itu ada Trust Orchestra, peraih medali emas di ajang The World Orchestra Festival 2019 di Wina, Austria. Turut tampil pula Lyodra M Ginting yang merupakan peraih Honorable Winner Prix of Sanremo Junior Committee 2017. Dian Sorowea, penyanyi asal NTT yang memiliki video youtube ratusan juta viewers. Josephine Alexandra, Gitaris Finger Style Indonesia. Prisca Yosevine, pemain bass muda. Kafin Sulthan, musisi muda. Adikara Fardy, penyanyi yang dikenal masyarakat lewat youtube. Faye Risakotta, penyanyi asal Maluku yang mulai bernyanyi dan menulis lagu sejak umur 7 tahun. RND Hip Hop Generation, Grup rap cilik asal Pulau Rote. Alvin Klod, drummer cilik yang telah disupport oleh produk drum bertaraf internasional. Ray Prasetya drummer muda yang ikut berkontribusi sebagai session drummer Opening/Closing Ceremony Asian 2018. Ronald Steven, Music Director dalam Opening/Closing Ceremony Asian 2018. Vien Reyes, anak muda berbakat asal Papua. Sara Fajira, penyanyi asal Surabaya peraih Best New Artiste (Female) Anugerah Planet Muzik 2018. Ganzer Lana, pemain sasando asal NTT. Gregorius Argo, pemain gitar sape Kalimantan. Betari, penyanyi tunanetra asal Bandung yang tampil dalam konser Yura Yunita.

“Malam ini kita akan menyaksikan penampilan dari talenta-talenta muda dari Bhinneka Tunggal Ika. Seperti juga hadirin yang ada di sini, beragam sekali. Dari profesi, dari usia, dari wajah-wajah di sini Bhinneka Tunggal Ika. Ini penting bahwa keragaman kita adalah kekayaan kita,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf saat membuka acara di Istana Negara, Jumat (23/8/2019).

Triawan berharap di masa mendatang anak-anak muda Indonesia dapat menjadi konten bagi kekayaan budaya Indonesia. Bekraf pun terus melakukan penguatan untuk ekosistem dan kapasitas talenta muda.

“Bahkan kami bawa juga ke luar negeri untuk ditampilkan, di mana sekarang Asia sedang menjadi perhatian. Di situ lah kesempatan kita, untuk talenta-talenta muda Indonesia menunjukkan bakatnya,” tutur Triawan.

Triawan mengatakan, acara seperti ini akan terus dibudayakan. Presiden Joko Widodo juga telah menyampaikan dukungan.
“Pak Presiden tadi juga sampaikan bahwa ke depannya setelah acara ini para talenta-talenta yang kita saksikan ini akan ditampilkan satu persatu pada acara yang ada di istana. Istana adalah milik kita, bukan lagi tempat yang sakral,” ujarnya.

 

Sebenarnya ini kali kedua Istama Negara menjadi tempat konser. Pada 17 Agustus lalu, grub musik RAN sempat tampil menghibur para anggota Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara dalam acara ramah tamah dengan Presiden Jokowi. Klik disini untuk menyaksikan sedikit cuplikan ketika Presiden Jokowi menyapa para talenta muda Bhinneka Tunggal Ika di Istana Negara (23 Agustus 2019).

New Release : Enda – Oncy “I Love You Everyday” Lagu Cinta Untuk Semua Orang

Setelah sukses dengan debut single mereka “Apa Kabarmu?” dua gitaris Ungu ini kembali dengan single terbarunya “I Love You Everyday”. Sebuah lagu cinta yang penuh makna filosofis untuk semua orang yang tengah mencinta.

LAGU KAYA MAKNA

Duo gitaris Ungu, Enda dan Oncy selalu bisa memberikan kejutan kepada penikmat musik Indonesia. Setelah sukses dengan lagu “Apa Kabarmu?” yang lebih mengutamakan instrumen gitar dan nuansa akustik yang kental, kini mereka kembali dengan single terbarunya “I Love You Everyday”.

Berbeda dengan single sebelumnya, dalam lagu ini nuansa jazz shuffle sangat kental terasa. Seaakan membawa pendengarnya kembali mengingat salah satu hits Ungu yang terdahulu bersama Andien yang berjudul “Saat Bahagia”. Dengan aransemen musik jazz yang lebih menyenangkan dan liriknya yang lebih filosofis, lagu ini bisa didengarkan bersama kekasih, keluarga, atau kerabat tersayang. “Lagu ini menceritakan tentang filosofi cinta yang murni, dimana cinta itu betul-betul putih bagi pasangan yang benar-benar menjalaninya. Karena bahwasannya cinta itu titipan Tuhan dan itu semua tergantung manusianya bagaimana menggunakannya,” ungkap Oncy memaparkan makna dalam lagu ini.

Dalam membuat lagu ini, Oncy mengaku terinspirasi dari orang-orang terdekat yang selama ini selalu mendukung karier dan kehidupannya. “Orang tua, istri, anak, kakak, adik, serta sahabat yang selalu ada di kala suka maupun duka. Mereka yang menginspirasi saya untuk membuat lagu ini,” tambah Oncy.

Lagu ini sendiri sudah dibuat Oncy sejak dua tahun lalu, namun baru disempurnakan oleh music director, Rio Ricardo tahun ini dan dirilis oleh Trinity Optima Production hari ini. Baik Enda maupun Oncy berharap semoga lagu terbarunya kali ini bisa memberikan arti bahagia bagi penikmat musik Indonesia. Dan untuk melengkapi single terbaru mereka, sebuah musik video sudah di siapkan. Saksikan musik video “I Love You Everyday” dari Enda dan Oncy dibawah ini.

 

I LOVE YOU EVERYDAY (Lirik)

Tercipta senyuman yang terindah

Saat kupandang wajahmu

Saat kau genggam tanganku

Tak ada ragu tersisa

 

Tak mungkin kuabaikan semua

Keindahan di depan mata

Kesungguhan yang tercipta

Karna hati tlah percaya

Yakinkan kita berdua

 

Sesungguhnya cinta ada

Karna rasa kita berdua tercipta

Bahagianya berdua

Sedih pun tetap bersama

 

Tuhan hembuskan asmara

Karna hati kita berdua percaya

Jadi ucapkanlah saja

I love you everyday

 

Tak pernah kutemukan bahagia

Seperti yang tlah kau berikan

Kau jawaban doaku

Yang terucap disetiap malam

Disetiap pintaku

Composed by ARLONSY MIRALDI (ONCY UNGU)

Published by PT. MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

Arrangement by Enda & Oncy, Rio Ricardo

Mixed by RIO RICARDO

Mastered by SAM JOHN @PRECISE MASTERING, London, UK

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

New Release : Lilis Darawangi – Prei Pacaran. Jeritan Para Single Lewat Lagu Dangdut Jawa

Penyanyi aduhai jebolan ajang pencarian bakat yang digelar Indosiar, Bintang Pantura 1, yaitu Lilis Darawangi, kembali ramaikan industri musik dangdut.  Dibawah naungan 3D Entertainment, Lilis Darawangi merilis lagu dengan genre dangdut Jawa, berjudul Prei Pacaran.

 

Prei Pacaran diambil dari bahasa Jawa yang artinya libur pacaran, menceritakan tentang  wanita yang ingin serius menikah dan tak mau lagi pacaran.  Lagu ini pun dipilih langsung oleh Lilis, “Aku dikasih beberapa dari tim dan aku suka ini karena mewakili perasaanku saat ini”, tutur Lilis.  Tak heran, kalau Lilis begitu mendalami lagu yang diciptakan oleh Rudy Christian ini.

 

Tak hanya liriknya yang terasa sangat jujur, suara cengkok dan sengau Lilis yang menggemaskan dikemas sangat menarik melalui alunan gendang bertempo cepat, sangat khas dangdut Jawa.  Meski sebenarnya Prei Pacaran merupakan lagu sedih, namun jadi terasa agak riang, karena tak mendayu – dayu.  “Banyak lagu dangdut, yang kita dengar nada, lirik dan musiknya bernuansa sedih, tapi kalau dangdut-dangdut Jawa itu irama gendangnya cepat, walaupun liriknya bertema patah hati atau kekecewaan, aransemen dan iramanya pun terdengar segar, bikin semangat, tanpa menghilangkan ekspresi kekecewaan dalam liriknya,” papar Rudy Christian.

Sejak dulu Lilis terbiasa menyanyikan lagu – lagu koplo dan dangdut Jawa, jadi selama rekaman pun Dwi, mewakili A&R 3D Entertaintment tak mengalami kendala yang berarti.  “Bagian yang agak sulit itu saat merekam vokal lilis, suara dia kan tipe suara rendah wanita (Alto), tapi karena musiknya bertempo cepat atau nge-beat, jadi ada tantangan baru, yaitu bagaimana membuat suara rendahnya menyatu dengan jenis musik ini,” jelas Dwi.

Tak melulu soal tempo, sang Arranger, Tri Wijaya juga menambahkan berbagai jenis alat musik yang membuat para pendengar tak tahan untuk bergoyang.  “Aku kasih gamelan dikit-dikit karena kan itu temanya tentang kayak di pelaminan gitu.  Biar makin asik, unsur musik ska koplo dikombinasikan dengan gedruk kesenian jawa timuran juga ada di lagu ini,” ujar Arranger yang sangat piawai menata musik koplo asal Solo ini.

Lirik yang jujur dan gamblang, musik yang membangkitkan semangat pendengarnya diharapkan dapat menghibur dan meramaikan industri musik dangdut.  “Harapannya yang pasti lagu ini bisa diterima masyarakat, dan terutama pesan dari liriknya bisa sampai ke pendengar, khususnya untuk yang lama pacaran tapi kok belum menikah juga..haha,” tutup Dwi yang turut andil dalam pembuatan lagu ini dari awal sampai akhir.

Selamat mendengarkan lagu terbaru dari Lilis Darawangi “Prei Pacaran”, semoga lagu ini dapat mewakili perasaan buat semua yang belum menikah.

Streaming dan Download Lagu “Prei Pacaran” di seluruh digital platform seperti Joox, Spotify, Langit Musik, Apple Music  dan Deezer.

 

PREI PACARAN (LIRIK)

NGENES RASANE ATI

NYAWANG KONCO BARA’AN

WES PODHO KABEH MANTENAN

MUMET RASANE

BENDINO DI TAKONE

JARE TONGGO TONGGO

UMURKU WES TUO

NENG KOG RONG NDUWE GANDENGAN

MULAI SAIKI AKU PENGEN PREI PACARAN

UREP SESANDINGAN MARANG DIRIMU SAYANG

JANJIKU IKI BAKAL TAK LAKONI

ORA MUNG ONO NENG LATHI

PREI PACARAN GEK NDANG DI SAHKAN

KITA BERSAMA DUDUK DI PELAMINAN

MENJALIN SATU HUBUNGAN YANG SAKRAL

KITA BERDUA

Composed by RUDY CHRISTIAN

Arranger by Tri Wijaya

Produced,Mixed, Mastered @JAYA MEIDA RECORD SOLO

Vocal Recorded @HARPER Std, JKT

Engineered byBAMBANG

Drums by DEBY HERLAMBANG

Guitar by SUGENG

Published by MASSIVE MUSIC ENTERTAINMENT

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

Afgan “Lenggang Puspita” – Sebuah Tribut Untuk Maestro

Menandai 10 tahun kariernya di industry musik, Afgan telah mempersiapkan sebuah suguhan konser bertajuk DEKADE. Dilaksanakan di Istora, Senayan, konser Afgan kali ini akan dimeriahkan dengan beberapa kejutan lagu recycle yang telah dipersiapkan dengan matang. Salah satunya adalah lagu “Lenggang Puspita” dari Guruh Soekarno Putra.

 Jakarta, 9 Agustus 2019 – Memang dalam konser Afgan kali ini akan berbeda dari konser-konser sebelumnya. Setidaknya akan ada 41 musisi yang akan turut mengiringi Afgan di atas panggung dan ada 23 lagu terbaik dari Afgan yang mampu merangkum perjalanan bermusiknya dari awal hingga hari ini. Di bawah naungan music director Rishanda Singgih dan Marco Steffiano, dalam konsernya ini Afgan juga akan berkolaborasi dengan beberapa penyanyi dan musisi kebanggan Indonesia seperti Dipha Barus, Rendy Pandugo, Marion Jola, dan masih banyak nama beken lainnya. Tidak hanya itu, sebuah lagu tribute dari Guruh Soekarno Putra juga turut mengiringi kemeriahan konser Afgan kali ini.

Afgan mengaku cukup bangga dan senang dapat membawakan lagu “Lenggang Puspita” ke dalam konsernya. “Sebenarnya ini karena kebetulan saya ditunjuk untuk menjadi bagian album “Tribute To Guruh Soekarno Putra”. Dan saya memang tumbuh besar mendengarkan lagu tersebut. Perasaan saya benar-benar tersanjung dan bangga bisa membawakan lagu “Lenggang Puspita” dari Guruh Soekarno Putra dan bisa membawakannya ke dalam konser DEKADE. Karena kebetulan konser DEKADE ini menjadi konser terakhir saya sebelum saya rehat sementara dari industry musik,” ungkap Afgan.

Dan di hari yang sama dengan konsernya ini, lagu “Lenggang Puspita” juga resmi dirilis ke public. Wah, seperti apa sih lagu “Lenggang Puspita” yang dibawakan oleh Afgan? Kita sama-sama nantikan di konser DEKADE Afgan hari ini ya!

 

LENGGANG PUSPITA (LIRIK)

Jalan berlenggak lenggok gemulai

Langkah nan anggun tinggi semampai

Di antara rerumpunan bambu

Kudengar derai tawamu


wajah berbinar binar ceria

Senyum manis menghiasi senja

Di antara bunga bunga rindu

Kucium harum nafasmu


oh dara… Kemana kau pergi melangkah

Juwita… Tahukah kau hatiku resah

Oh dara… Mengapa kau terus melangkah

Juwita… Mengapa ku tak berdaya

Kemanakah kaki melangkah

Tahukah kau hatiku resah

Mengapa tak berdaya

Composed by GURUH SUKARNO PUTRA

Published by PT MUSICA PUBLISER INDONESIA

Produced & Mixed by WIDI PURADIREDJA @ORGANIC LAB

Strings performed by DELICACY

Vocal Recorded @BRO’S STUDIO, JKT Engineered by ALDI

Vocal Produced by BOWO ‘SOULMATE’

Background Vocals performed by RANYA BADUDU

Mastered by GEOFF PESCHE@ABBEYROAD STUDIOS

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019

TRUST Orchestra Memperoleh Gold Award pada Kompetisi di World Orchestra Festival 1-4 Agustus 2019

Festival yang baru selesai membawa banyak pembelajaran dan pengalaman bagi satu-satunya orkestra dari Indonesia yang berpartisipasi pada World Orchestra Festival 1-4 Agustus 2019.

TRUST Orchestra dengan pengaba Dr. Nathania Karina, merupakan satu-satunya orkestra dari Indonesia yang ikut Festival Orkestra Dunia 2019.

Festival terdiri dari Acara Pembukaan di City Hall of Vienna, Workshop & Masterclass Orkestra dengan Profesor Werner Hackl di Universitas Musik dan Seni Pertunjukan (Wina Austria), Konser dan Gala Konser di Musikvieren, serta Kompetisi dan Exhibition Gala Konser di Vienna Boys’ Choir Concert Hall (MuTh).

Pada hari terakhir Festival tanggal 4 Agustus 2019, setelah Gala Concert di Musikvieren jam 11 pagi waktu setempat, Panitia mengumumkan para penerima penghargaan Kompetisi (Emas, Perak, Perunggu) dan Penghargaan Partisipasi.

TRUST Orchestra Indonesia meraih penghargaan Emas (Gold Award) untuk Kompetisi yang membawakan The North Sumatra (aranser Ivan Tangkulung) dan Janger (aranser Samuel Huang dan Nathania Karina).

Selain North Sumatra dan Janger, TRUST tembangkan Rasa Sayange, Cublak dan Manuk Dadali, serta Bungong Jeumpa dan Tari Saman.

 

TRUST memperoleh perhatian dari banyak pihak: Juri, Peserta Festival, Masyarakat Wina yang hadir pada Gala Konser serta Para Wisatawan Mancanegara.

Tampilan seru juga dihadirkan oleh TRUST pada Flashmob di StephanPlatz Wina, di halaman Katedral Wina pada 4 Agustus, tepat sebelum perjalanan menuju Gala Dinner Closing Ceremony di Schreiberhaus Wina.

Nathania Karina mengharapkan keikutsertaan Orkestra TRUST pada festival ini memicu semakin banyak antusiasme dan tumbuh kembang orkestra di Indonesia khususnya orkestra anak muda.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Addie MS dari Twilight Orchestra saat menghadiri Prafestival TRUST di Jakarta 23 Juli 2019: Belajar keberagaman dan kesatuan melalui orkestra. Saat masterclass orkestra dengan Prof Werner Hakl, beliau tekankan pentingnya ekspresi talenta orkester dan kepemimpinan dalam setiap latihan dan pertunjukan.

Rombongan TRUST Orchestra berjumlah 61 orang berusia 10-25 tahun. Beatrice Gobang, 10 tahun, merupakan satu dari sejumlah peserta TRUST Orchestra yang lolos audisi untuk mengikuti rombongan TRUST Orchestra ke World Orchestra Festival 2019 ini.

Siswa kelas 5 Sekolah HighScope Indonesia ini memainkan biola tiga dalam Orkestra kali ini.

 

Beatrice, yang juga anggota The Resonanz Children’s Choir dan murid Suzuki Violin Community Jakarta, telah mengikuti latihan intensif TRUST Orchestra menuju Festival 2019 sejak Mei 2019, bersama dengan 60 peserta lainnya.

Latihan sangat ketat dan disiplin tinggi dengan asuhan Nathania Karina (Pengaba dan Direktur Musik) dan Master Konser Mellody Arben.

Para peserta berharap keberhasilan TRUST ini semakin memicu ketekunan berlatih dan pentas serta mendorong orkestra pemuda untuk semakin tumbuh kembang di Indonesia dan berani “go internasional”.

 

Naura Aku Indonesia “Musik Video Kaya Budaya Indonesia”

“Tak pedulikan warna kulitnya. Bentuk rupanya, ragam rambutnya. Tak pedulikan tanah asalnya, tutur bicara, keyakinannya.” Begitulah lirik pembuka dari lagu terbaru dari Naura yang berjudul “Aku Indonesia”. Lagu anak dengan semangat nasionalisme merupakan kado dari Naura bagi anak-anak Indonesia di Hari Anak Nasional.

 Tanggal 23 Juli banyak dikenal sebagai Hari Anak Nasional. Sebagai penyanyi anak-anak, Naura ingin mengungkapkan rasa cinta dan bangganya terhadap bumi pertiwi lewat single terbarunya “Aku Indonesia”. Lagu yang ditulis oleh kakak beradik Mhala dan Tantra ‘Numata’ ini menceritakan tentang seruan kebanggaan seorang anak Indonesia terhadap kekayaan budaya di Indonesia. Tidak lupa dilengkapi oleh lirik yang cukup dalam mengenai segala perbedaan masyarakat di Indonesia seperti, suku, agama, budaya bahkan bentuk fisik, mebuat lagu ini sangat menyenangkan untuk didengarkan berkali-kali. Musiknya yang dilengkapi dengan chant-chant bahasa daerah yang khas dan juga tetabuhan dari alat musik tradisional turut mengiringi keseruan. Tidak lupa dilengkapi oleh lirik yang cukup dalam mengenai kekayaan perbedaan Indonesia membuat lagu ini sangat menyenangkan untuk didengarkan berkali-kali. Lagu yang kaya akan makna ini sebenarnya sudah pernah dirilis dalam bentuk Video Lirik saat album “Katakanlah Cinta” direlease pada bulan November 2018 lalu.

 

 MUSIK VIDEO YANG MENARIK

Lagu yang kaya akan makna ini sebenarnya sudah pernah dirilis dalam bentuk video lirik. Dan melihat antusiasme dari penggemar Naura terhadap lagu ini, maka dibuatlah sebuah musik video untuk lagu “Aku Indonesia”. Di sutradarai oleh Candi Soeleman, musik video kali ini benar-benar dilakukan dengan konsep yang sangat menarik. “Sebenarnya ini bukan kali pertama saya membuat musik video untuk Naura. Tapi untuk lagu ini, saya memang ingin membuat sesuatu yang sangat kuat unsur budayanya. Baik dari bajunya, koreonya, pokoknya ingin menonjolkan kekayaan seni budaya Indonesia dalam sebuah musik video,” ungkap Candi yang juga sebelumnya menggarap musik video “Karena Kamu Artinya Cinta” dari Naura dan Nola B3.

Dengan bantuan dari koreografer Dudi Gunawan dan juga fashion stylist, Andre Panaga, musik video Naura kali ini benar-benar berbeda dari biasanya. “Untuk kostum sendiri, konsep busana yang Naura kenakan adalah multi budaya. Jadi saya memadukan beberapa baju Nasional dari Sabang sampai merauke kedalam dua looks busana. Jadi ada satu looks yang Naura mengenakan headpiece khas dari Kalimantan, di dadanya ada hiasan teratai khas Betawi, lalu kain dibagian dadanya juga berbahan songket dari Aceh, lalu Obi yang ada dipinggangnya khas Bali,” ungkap Andre.

Untuk menentukan konsep seperti itu Andre mendapatkan input dari Naura yang tidak hanya mengenakan busana tersebut tapi juga ia akan menari dengannya. “Paling kesulitannya itu, sih, karenakan headpiece dan beberapa aksesori lainnya cukup berat, sedangkan Naura mengenakannya sambil menari,” tambahnya.

Dan untuk gerakan koreografinya sendiri, Dudi Gunawan, memastikan tidak banyak menggunakan gerakan yang terlalu rumit ke dalam musik video ini. “Di sini saya lebih banyak menggunakan gerakan dalam tari daerah dan juga beberapa gerakan dalam permainan tradisional yang mulai jarang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang. Karena saya ingin gerakan dalam musik video ini lebih banyak memperlihatkan keceriaannya sebagai anak-anak yang bangga akan budayanya,” ungkap Dudi.

Selain memberikan koreografi, Dudi juga mencoba memberikan penjelasan ke tiap penarinya mengenai filosofi yang ada dibalik busana dan juga tari daerah yang mereka lakukan. “Saya ingin koreografinya tidak hanya berdasarkan hafalan gerakan saja tapi mereka juga memang tahu kalau busana dari daerah tertentu memiliki gerakan khasnya sendiri,” tambahnya.

  

LATIHAN DARI SUBUH

Dan untuk membuat musik video kali ini, Naura dan segenap kru yang bertugas harus sudah ada di lokasi dari pagi dini hari. Hal ini dikarenakan sedikitnya waktu yang dimiliki Naura dan timnya untuk latihan koreografi. “Waktu merupakan kesulitan utama kami semua yang ada di sini. Karena untuk membuat konsep, bahkan meeting tentang detail video klip semua dilakukan via video conference antara saya, tim Trinity Optima Production, dan juga mba Nola,” ungkap Candi mengenang proses pembuatan video kali ini. “Karena Naura sendiri sempat ada promo film, dan juga ada kegiatan juga di Broadway New York, jadi saat ditentukan tanggal syuting itu merupakan satu-satunya tanggal kita semua bisa kumpul dan mematangkan konsep. Jadi,  subuh kita semua sudah kumpul di lokasi syuting, lalu Naura dan timnya latihan koreografinya, lalu setelah siap kita baru mulai syutingnya,” tambahnya.

Walaupun demikian, Naura sendiri merasa sangat senang. Bagaimana tidak akhirnya musik video dari salah satu lagu favoritnya di album “Katakanlah Cinta” ini akhirnya bisa segera dirilis. “Karena lagu ini beat nya bikin semangat dan lirik lagunya juga penuh bagus banget. Terus musik videonya yang banyak menggunakan tari dan baju daerah juga. Pokoknya benar-benar musik video yang mengingatkan kita sebagai anak-anak Indonesia harus bangga dengan kekayaan budaya di Indonesia,” ungkap Naura.

Wah, jadi penasaran ya, akan seperti apa nih musik video dari Naura yang berjudul “Aku Indonesia” ini ya? Yuk, nanti simak musik di Youtube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platform favorit dan juga radio di seluruh Indonesia. Sekali lagi, selamat Hari Anak Nasional ya, anak-anak Indonesia!

 

AKU INDONESIA (Lirik)

Tak pedulikan warna kulitnya

Bentuk rupanya ragam rambutnya

Tak pedulikan tanah asalnya tutur bicara

Keyakinannya

 

Tak ada yang sama

Itulah yang membuat kita ‘kaya‘

Harus selalu ingat

 

Aku adalah indonesia

Beraneka ragamnya warna warni irama oh indahnya

Aku adalah indonesia

Rukunlah selamanya berdampingan bersama

Kita indonesia

 

Tak pedulikan ada di mana hati tertanam tuk negeri ini

Walau dunia riuh mendera damai selalu bumi pertiwi

 

Berbeda tak sama

Yang penting kita tetap jadi satu

Untuk slama slamanya

 

Torang samua basudara

O musti baku sayang sayang

Huduik kataraso indah

Meunyoe geutanyong saleung meuncinta

 

Composed by MHALA & TANTRA ‘NUMATA’

Published by PT. SONY MUSIC ENTERTAINMENT INDONESIA

Produced by AVA VICTORIA & FIGGY PAPILAYA

Sequencer, Piano & Mallet by FIGGY PAPILAYA/  Bass by ZULFADLI /

Guitar by BUDI RAHARDJO / Drums by RIO ALIEF /

Strings by RM. CONDRO KASMOYO, DESSY SAPTANY, ANA ACHJUMAN, AVA VICTORIA, YACOBUS WIDODO, ARYOTOMO

Vocal Recorded @BACKBEAT STD, Jkt, Engineered by ANGGI ANGGORO

Vocal Produced by SIMHALA AVADANA Edited by ANGGI ANGGORO

Background Vocals Arranged by SIMHALA AVADANA & AVA VICTORIA

Bacground Vocals by RIAFINOLA, AVA VICTORIA, SIMHALA AVADANA

Mixed by ANGGI ANGGORO

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT STD, Jkt

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

Press Release : Gamma1 Sakit Pinggang “Sulitnya Hubungan Jarak Jauh yang Bikin Sakit Pinggang”

Hubungan jarak jauh memang sulit. Pertengkaran kecil bisa jadi besar ketika hubungan terbatas jarak. Belum lagi kalau terus-terusan dituduh mendua. Gamma1 lewat single terbarunya, “Sakit Pinggang”, paham betul perasaan kita-kita para pejuang cinta jarak jauh ini.

 Sukses dengan single terbarunya yang berjudul “Jomblo Happy”, Gamma1 kembali memeriahkan industri musik Indonesia lewat single “Sakit Pinggang”.  Lagu yang berjudul “Sakit Pinggang” ini menceritakan tentang sepasang kekasih yg menjalani hubungan jarak jauh namun kian sering dituduh mendua oleh kekasihnya. “Lagu ini adalah ungkapan dari seorang wanita yang menuduh kekasihnya berbuat macam-macam di luar sana. Padahal dia bekerja susah payah sampai sakit pinggang demi cari uang demi hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius,” ungkap Heri selaku vokalis dari Gamma1.

Berbeda dengan “Jomblo Happy” yang lebih memperlihatkan rasa bahagia dari seseorang yang akhirnya menemukan pasangannya, di lagu ini justru memperlihatkan kemelut yang dihadapi ketika memiliki pasangan. “Karena ketika kita memiliki pasangan, itu perlu rasa percaya antar satu dengan yang lainnya. Apalagi kalau hubungan LDR, jadi aka sulit kalau saling curiga. Dan lagu ini merupakan bentuk ekspresi kesulitannya tersebut,” tambah Heri.

Untuk memberikan nuansa baru, pada single terbaru Gamma1 kali ini, tim A&R dari Trinity Optima Production mencoba memberikan irama musik dangdut ke dalam lagu ini. “Baru-baru ini kita mencoba mencari warna baru untuk materi single Gamma1 agar lebih berbeda. Menurut kami sang Vokalis, Heri dan Nilam masing-masing memiliki khas suara melayu dan cengkok dangdut. Nah, maka dari itu, kami terbesit untuk mencoba mengemas lagu ini dengan sentuhan musik poprock dicampur dangdut. Kepada mas Tri Wijaya, seorang arranger musik dari kota solo yang memang sudah cukup senior sebagai penata musik dangdut koplo, kami percayakan lagu ini di aransemen,” ungkap Razi selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Nah, penasaran dong akan seperti apasih lagu terbaru dari Gamma1 kali ini. Yuk, tonton video liriknya di bawah ini. Dan jangan lupa kalau lagu ini juga sudah bisa didengarkan di digital streaming platform kesayangan Anda dan juga bisa didengarkan di radio seluruh Indonesia.

 

SAKIT PINGGANG (LYRICS)

Kamu dimana

Dan dengan siapa

Setiap aku tanya

Jawabmu kerja dan kerja

 

Berhenti curiga

Bila masih cinta

Harus bagaimana

Ku meyakini cinta yang jauh disana

 

Sakit pinggang

Cari uang sampai harus banting tulang

Aku cari uang

Kamu tuduh macam macam

 

Kalau memang sekarang kamu sudah tak nyaman

Jangan beralasan

Mendingan kita sekarang

Bubar jalan

 

Pacaran dengan mu

Tersiksa batinku

Hati ini rindu

Bercampur dengan cemburu

 

Mau ku percaya

Namun ku curiga

Jangan jangan cintamu

Telah terbagi dua

 

Composed by HERI GAMMA1

Produced, Mixed, Mastered @JAYA MEIDA RECORD SOLO

Recorded @Backbeat STD, JKT

Engineered by ANGGI ANGGORO

Additional Guitar by SUGENG

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019